Drama China

Why Woman Love Ep 13 & 14

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Why Woman Love Episode 13 & 14, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA ADA DISINI.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Esok harinya Jiaxin memberikan sarapan untuk Jiang Yue. Melihat penampilannya ia merasa kalo Jiang Yue kurang istirahat. Jiang Yue mengatakan kalo ia habis lembur dan nyuruh Jiaxin untuk membelikannya kopi. Jiaxin mengiyakan. Sebelumnya ia menunjukkan jadwal Jiang Yue minggu ini. Dan yang ada tanda hatinya, artinya ia kosong.

Mendadak Ningyuan nelpon dan mengajaknya untuk ikut makan malam di acara pernikahan putri koleganya. Hal itu bisa juga membantu untuk proyeknya. Jiaxin masih di sana, pura-pura menyiram tanaman agar bisa mendengar pembicaraan mereka. Jiang Yue melihat jadwalnya dan menerima ajakan Ningyuan.

Foto: NODRAKOR.ICU

Yanran menghampiri Ningyuan. Ternyata dia adalah teman dari anaknya koleganya Ningyuan. Ia melihat nama NIngyuan di daftar tamu. Ia harus datang dengan pasangan kalo mau ke sana. Ningyuan sesumbar kalo ia sudah mengajak Jiang Yue untuk hadir bersamanya. Yanran memberitahu kalo datang ke acara seperti itu mereka harus tampak seperti pasangan serasi. Ia lalu menarik Ningyuan untuk membeli pakaian yang akan membuat mereka kelihatan serasi.

Pertama-tama memilih setelan untuk Ningyuan. Ningyuan nyuruh Yanran untuk memilihkannya sementara ia menjawab telpon. Yanran memilih sesuai dengan seleranya. Pelayan toko memuji pilihan Yanran karena itu adalah produk yang paling banyak dibeli. Katanya itu akan cocok dengan pacarnya. Yanran mau membantah kalo mereka nggak pacaran tapi Ningyuan yang nggak begitu peduli langsung akan membeli apa yang sudah Yanran pilih untuknya.

Foto: NODRAKOR.ICU

Selanjutnya mereka memilih gaun untuk Jiang Yue. Pilihan Yanran jatuh ke sebuah gaun putih. Ia bahkan juga mencobanya agar Ningyuan bisa melihatnya. Yanran kesulitan untuk menarik resletingnya dan minta Ningyuan untuk membantunya. Ningyuan pun melakukannya karena nggak ada siapapun di sana. Saat melihat punggung Yanran, nggak tahu kenapa Ningyuan merasa keanehan. Ia bahkan sampai memalingkan wajahnya.

Yanran melihat dirinya di cermin dan merasa kalo gaun itu nggak cocok untuknya. Cocoknya buat Jiang Yue. Karena sudah berhasil ia pun akan pulang dan membantu temannya. Yanran pun kembali ke ruang pas untuk melepas gaunnya. Ningyuan tersenyum melihatnya. Nggak tahu tersenyum untuk Jiang Yue apa Yanran.,

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Selanjutnya Ningyuan ke rumah Jiang Yue untuk mengantarkan gaunnya. Jiang Yue merasa nggak enak dan mau menggantinya tapi Ningyuan menolak. Itu hanya gaun. Setelah Ningyuan pergi, Jiang Yue membawa masuk gaunnya dan membukanya. Ia lalu mengirim sejumlah uang ke Ningyuan.

Jiaxin pulang tepat sebelum Ningyuan pergi. Ia bahkan melihat mobilnya. Ngapain datang jam segini. Ia lalu menemui Jiang Yue dan melihatnya pakai gaun. Katanya sedang mencoba untuk di pakai di acara pernikahan. Jiaxin langsung tahu kalo itu pemberian Ningyuan. Jiang Yue juga nggak membantahnya. Hanya saja Jiaxin merasa kalo itu nggak seperti Jiang Yue. Ia lalu pergi untuk mengambil sesuatu.

Nggak lama kemudian Jiaxin kembali dengan membawa sepatu. Ternyata ia sudah lama membelinya. Sejak kaki Jiang Yue terluka. Hanya nggak punya kesempatan untuk memberikannya. Jiang Yue mencobanya dan membuat penampilannya menjadi makin sempurna. Ia menanyakan harganya dan bilang akan menggantinya.

Ia juga membayar untuk gaunnya. Jiaxin melarang tapi Jiang Yue memaksa. Akhirnya Jiaxin ngasih tahu kalo harganya 16 ribu. Dia minta Jiang Yue untuk membayarnya 20 ribu dolar Amerika. Lah bercanda tapi. Itu adalah biaya sekolahnya. Jiang Yue menerimanya. Jiaxin lalu pulang sambi menari-nari.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Jiang Yue dan Ningyuan pergi ke acara pernikahan. Ningyuan mengenalkan Jiang Yue ke beberapa koleganya dan juga menyebutkan proyek yang sedang Jiang Yue lakukan sekarang ini. Dari kesempatan itu Ningyuan mendapat banyak nilai tambahan dari Jiang Yue.

Sementara itu Jiaxin hanya di rumah. Ia lalu melihat unggahan Yanran yang jadi pengiring pengantin. Ada Jiang Yue dan Ningyuan di belakangnya.

Foto: NODRAKOR.ICU

Di tempat acara Jiang Yue sedang mengambil makanan. Beberapa para istri presdir menghampirinya dan menyinggung dirinya yang datang bersama Presdir Xu. Para tamu lain datang bersama istri dan tunangan. Mereka ngasih tahu kalo presdir Xu Ningyuan sedang memberi isyarat padanya. Jiang Yue hanya tersenyum.

Para istri presdir lalu membicarakan tentang sekolah dan hobi anak mereka. Jiang Yue yang nggak paham sekali hanya diam. Jiaxin mendadak hadir dan ikut bicara dengan mereka. Dengan mudahnya ia mengambil hati mereka dan mengenalkan diri sebagai asistennya Jiang Yue.

Foto: NODRAKOR.ICU

Yanran sedang mau minum. Tahu-tahu Ningyuan datang dan mengagetkannya sampai ia keselek. Yanran mengeluhkan susahnya jadi pengiring pengantin. Ia sampai nggak makan dan minum dari pagi. Yanran yang melihat Ningyuan sendiri pun menanyakan pasangannya. Ningyuan menunjukkannya dan baru ngeh kalo lagi sama Jiaxin. Ia pikir Jiaxin datang bersama Yanran. Yanran membentah dan yakin banget Jiaxin datang untuk Jiang Yue. Ia nggak bisa lama karena temannya memanggil.

Foto: NODRAKOR.ICU

Setelahnya NIngyuan menghampiri Jiang Yue. Jiaxin memuji penampilan Jiang Yue dan menyombongkan sepatunya. Jiang Yue menganggap Jiaxin kekanakan dan mengurangi poinnya.

Ningyuan mengajak Jiang Yue untuk berfoto bersama pengantin. Semuanya berjalan lancar sampai Jiaxin ikut berfoto juga. Dan saat selesai, nggak tahu sengaja apa enggak, Jiaxin menginjak gaun Jiang Yue hingga robek. Jiang Yue marah dan menduga kalo Jiaxin sengaja melakukannya. Ningyuan menenangkan kalo ia akan membelikannya yang baru. Jiang Yue ingin pulang saja dan keduanya berebutan mau mengantar pulang.

Foto: NODRAKOR.ICU

Sesampainya di rumah, baik Jiaxin maupun Ningyuan, sama-sama mengunggah foto mereka bersama Jiang Yue. Para karyawan melihatnya dan memilih untuk mendukung pilihan mereka masing-masing. Apalagi 3 bulan sebentar lagi berakhir. Jiang Yue akan mengumumkan di muka umum siapa yang akan bersamanya. Dan kebanyakan dari mereka mendukung Jiaxin.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Jingjing dan Vincent makan bersama. Katanya Vincent ada suatu hal penting yang mau ia sampaikan. Jingjing yakin banget kalo Vincent akan menembaknya. Dan sebelum Vincent memulainya, ia pamit ke toiet. Sebenarnya sih ngasih waktu lebih ke Vincent untuk menyiapkannya.

Sementara itu Zhang Hao sedang sangat sibuk di kantor. Setelah semuanya selesai, ia lalu nelpon Jingjing. Ia ingin memastikan kalo Jingjing nggak lagi sama Vincent. Ia khawatir kalo Vincent hanya akan menipunya dan berpesan agar ia jangan terlalu dekat dengannya. Jingjing menjadi kesal dan mengungkit apa yang Zhang Hao katakan padanya sebelumnya dan menutup telponnya.

Setelahnya Jingjing kembali pada Vincent. Di atas meja ada sebuah kalung darinya. Itu adalah edisi terbatas. Vincent meminta bantuan banyak orang untuk mendapatkannya dan mengosongkan semua jadwalnya hari ini untuk mengembilnya. Dan di kalung itu ada tanggal lahir JIngjing. Jingjing tersenyum dan meminta Vincent untuk memakaikannya.

Foto: NODRAKOR.ICU

Jiaxin ada di depan rumah Jiang Yue. Bingung antara mau mengetuk pintunya apa enggak. Ternyata Jiang Yue habis dari luar. Ia pun menyampaikan kalo ia mau mengajari Jiang Yue berenang untuk mengantisipasi kalo dia jatuh lagi ke air dan dia nggak ada.

Foto: NODRAKOR.ICU

Duoxi dan Qi Heng sedang ada di bus. Mereka akan makan masakan Jepang. Qi Heng bertanya-tanya seperti apa kencan Jiaxin dan Jiang Yue. Kalo Duoxi sih lebih mencemaskan bibinya yang nggak juga bisa menyadari perasannya. Ia harap iaxin dan bibinya nggak seperti mereka, terlalu lama melewatkan waktu.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Jiaxin dan Jiang Yue sampai di kolam renang. Melihat orang-orang dengan pakaian renang membuat keduanya merasa nggak nyaman. Di sana juga ada banyak teman-teman Jiaxin. Jiang Yue merasa nggak nyaman. Tapi setelah nyebur ke air keduanya justru sangat menikmati. Jiaxin juga jadi sangat dekat ke Jiang Yue.

Setelah selesai ada beberapa pria yang meminta kontak Jiang Yue dan ia memberikannya. Jiaxin yang melihatnya merasa kurang suka dan langsung mendekat. Jiang Yue malah bertanya apa mereka sudah punya pacar? Ih kirain mau ngapain tahunya malah ngasih tahu tentang aplikasi Love Note. Karena itu mereka jadi nggak tertarik lagi sama Jiang Yue.

Saatnya pulang. Teman-teman Jiaxin menahannya dan ingin bermain lagi karena sudah lama nggak bertemu. Padahal Jiaxin mau mengantar Jiang Yue pulang. Akhirnya Jiang Yue pulang sendiri. Karena menilai kalo Jiaxin sukanya main doang jadinya poinnya Jiaxin kembali berkurang.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Duoxi dan Qi Heng sudah selesai makan. Qi Heng pergi ke kasir untuk membayar dan ternyata kuponnya nggak bisa dipakai di hari Minggu. Jadinya Qi Heng terpaksa membayarnya secara tunai. Duoxi juga kebetulan mengetahuinya saat mendengar meja sebelah berdebat dengan pelayan restoran karena kuponnya nggak bisa dipakai. Karena itulah ia mengajak Qi Heng untuk jalan-jalan dulu sebelum pulang karena ada yang mau ia belikan untuknya.

Jiaxin terus memikirkan Jiang Yue. Ia lalu pergi dan meninggalkan teman-temannya.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Jiang Yue sudah di rumah. Ia sudah mengisi tabel penilaian tapi kayak nggak terima dengan hasilnya. Ningyuan menelpon dan merekomendasikan tempat untuk luring. Jiang Yue setuju dan mereka pun janjian untuk ke sana.

Sementara itu Jiaxin sedang di jalan menaiki sepeda motornya. Karena nggak fokus, ia nggak melihat ada mobil di depannya. Beruntung ia sempat menghindar sehingga nggak sampai terjadi tabrakan. Ia tersadar di rumah sakit dan melihat kakinya diperban. Dokter datang bersama ibunya. Katanya ia hanya mengalami gegar otak ringan dan sedikit memar.

Jiaxin pura-pura tidur. Tapi ibu tahu kalo dia sudah bangun. Untuk sementara Jiaxin nggak usah ke perusahaan. Dan ibu juga akan menahan sepeda motornya. Ia nggak mau apa yang terjadi pada Kang Zhe terjadi juga padanya. Jiaxin mengaku nggak papa. Ia bahkan menunjukkan dengan menggerakkan kaki kanannya. Tapi saat ibu menepuknya, Jiaxin langsung mengaduh kesakitan.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Sementara itu Jiang Yue sedang pergi bersama Ningyuan untuk melihat arena pertanian organik.

Perawat datang untuk mengganti infus. Jiaxin meminta tolong untuk dipotret biar tampak menderita. Perawat tahu kalo niat Jiaxin untuk mencari simpati seseorang. Ia pun menuruti permintaan pasiennya dan setelah selesai menunjukkan hasilnya. Sudah tampak menderita? Jiaxin lalu mengunggah fotonya tersebut.

Jiang Yue dan Ningyuan sedang ada di kebun binatang mini di pertanian. Jiang Yue nampak sangat menikmatinya. Mendadak Duoxi menelpon dan memberitahukan moment wechat Jiaxin. Melihatnya membuat Jiang Yue turut merasa khawatir. Ia yang nggak bisa langsung ke sana nyuruh Duoxi untuk memeriksa keadaan Jiaxin dan melaporkannya padanya.

Setelahnya ia bertanya ke manajer di sana apa ada ayam? Ia pun diantar ke restoran ayam yang ada di sana.

Foto: NODRAKOR.ICU

Di rumah sakit Jiaxin menghitung setiap tetes infusnya. Jiang Yue akan datang, Jiang Yue nggak akan datang. Lah yang datang malah Duoxi. Dan saat dikasih tahu kalo Jiang Yue yang menyuruhnya datang karena bibinya itu sedang ke area pertanian sama Ningyuan.

Jiaxin merasa nggak bisa membiarkannya. Ia langsung mencabut jarum infusnya dan mengambil kruk. Ia mau nyusulin ke peternakan. Ih tapi peternakan yang mana?

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Ia beneran datang ke sana. Sopirnya mengantarnya lewat pintu belakang. Ia yang masih memakai seragam rumah sakit terpaksa melompati pagar. Nanggung banget. Secara sudah sampai di sana juga.

Nggak disangka, Jiang Yue malah ke sana sama Ningyuan. Jiaxin sembunyi di balik pohon agar mereka nggak melihatnya. Manajer peternakan masuk untuk menangkap ayam. Susah ternyata. Ningyuan pun ikut masuk untuk membantu. Nggak di sangka ayamnya malah mengarah ke tempat Jiaxin dan beterbangan.

Jiaxin berhasil menangkap seekor dan terjatuh. Jiang Yue yang melihatnya langsung menghampiri dan menolong. Mereka membawa Jiaxin ke tempat ganti karena pakaiannya kotor.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Di tempat ganti Jiaxin satu ruangan dengan Ningyuan. Ningyuan merasa kalo Jiaxin hanya seperti anak yang ada di taman bermain.

Mainannya diambil sama gurunya dan diberikan pada anak lain dan ia ingin merebutnya kembali. Ia memberitahu kalo yang Jiang Yue inginkan adalah hubungan dewasa dua orang yang saling bekerja sama. Ia meremehkan kalo yang bisa Jiaxin hanya memberikan masalah, kekacauan dan kecerobohan.

Jiaxin menambahkan kalo ia bisa memberikan masa mudanya dan semua yang ia punya. Ningyuan tetap menganggap Jiaxin sebagai anak kecil yang belum dewasa yang nggak bisa membahagiakan Jiang Yue. Nggak seperti dirinya yang sama dewasanya sama Jiang Yue.

Foto: NODRAKOR.ICU

Jiaxin akhirnya diantar pulang sama Ningyuan. Ia yang duduk di belakang melihat gantungan jimat Ningyuan. Dan ternyata itu adalah pemberian Jiang Yue beberapa tahun yang lalu.

Mereka sampai di rumah sakit. Ningyuan mau mengantar Jiang Yue pulang tapi Jiaxin menahannya dengan alasan mau mengatakan sesuatu. Yanran keluar dari ruangan Jiaxin dan nyuruh Ningyuan dan Jiang Yue untuk pulang karena ia yang akan merawat Jiaxin. Jiaxin nggak mengalihkan pandangannya dan tetap menahan Jiang Yue. Jiang Yue merasa nggak nyaman dan bilang kalo mereka bisa bicara lain kali.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Yanran mengatakan kalo ia juga mau bicara sama Jiang Yue. Setelah berdua, Yanran pun menegur Jiang Yue yang mempermainkan dua pria yang dekat dengannya. Ia memintanya untuk menjauhi Jiaxin. Ia memberitahu kalo Jiaxin tumbuh besar dengannya dan ia adalah segalanya baginya. Jiaxin menjadi pembalap dan ia pun menjadi manajer balapan, Jiaxin bekerja di perusahaan, ia pun mengikuti wawancar untuk bisa selalu mendukungnya dan berada di dekatnya.

Tapi apa yang Jiang Yue lakukan? Di saat Jiaxin mengalami kecelakaan, ia bahkan nggak bisa meninggalkan pekerjaannya untuk sekedar mengkhawatirkannya. Saat itulah Jiang Yue seakan merasa tersentil dengan apa yang Yanran katakan kalo baginya, yang menjadi nomor satu adalah pekerjaannya.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Vincent mengantar Jingjing setelah menonton pertunjukan balet. Seseorang menelpon Vincent. Vincent menunjukkannya pada Jingjing dan mengklaim kalo itu adalah kliennya. Ia menyesal memberikan kontak wechatnya dan menolak panggilannya. Jarang-jarang mereka bisa bersama.

Sampailah mereka di depan rumah Jingjing. Sebenarnya Vincent berharap Jingjing akan mengajaknya masuk untuk sekedar minum teh. Jingjing yang adalah pakar cinta tahu kalo yang Vincent inginkan nggak hanya sekedar minum teh. Ia mengaku lelah dan mereka pun berpisah.

Foto: NODRAKOR.ICU

Di rumah Jingjing mendapat pertanyaan dari penggemarnya tentang pria yang terus menghindar saat dihubungi. Dan saat ia melihat pengirimnya, itu adalah kontak yang Vincent tunjukkan tadi. Hoho…benarkah apa yang Zheng Hao khawatirkan?

Jingjing lalu mengirim pesan suara ke wanita itu untuk mengobrol dengannya tentang apa yang dialaminya di siaran langsungnya besok.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Jiang Yue sudah di rumah. Ia mengambil minum lalu kembali ke meja kerjanya. Ningyuan mengirim pesan dan menyuruhnya untuk istirahat. Ia pasti lelah. Ia lalu melihat tabel nilai Ningyuan dan Jiaxin. Teringat apa yang Yanran katakan tadi.

Sementara itu Jiaxin di rumah sakit merasa sangat bosan karena Jiang Yue bahkan nggak mengirim pesan. Penasaran, apa yang sebenarnya Yanran katakan.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Jingjing sedang bersiap untuk siaran langsungnya. Topik kali ini sangat berisiko. Jiang Yue khawatir nantinya Vincent akan berulah. Jingjing sih santai. Jiang Yue batuk-batuk. Jingjing khawatir dan menanyakan Jiaxin yang nggak ada untuk menjaganya. Jiang Yue memberitahu kalo Jiaxin di rumah sakit karena kecelakaan. Jingjing lalu menyarankan agar Jiang Yue segera membuat pilihan. Kalo enggak akan membebaninya nanti.

Siaran langsung dimulai. Pertamanya Jingjing menekankan pria yang disukai dan yang membuat tenang. Mereka boleh berpacaran dengan orang yang disukai tapi untuk menikah harus dengan yang bisa membuat tenang. Sesuai rencana mereka menghadirkan wanita yang berkirim pesan dengan Jingjing semalam.

Jiang Yue melihat gantungan jimat dari Jiaxin. Aman dan sentosa.

Foto: NODRAKOR.ICU

Saat kembali ke ruangannya, seorang karyawan mendatanginya dan memberitahu tentang masalah yang terjadi. Perusahaan internal mendadak memutuskan untuk mundur. Jiang Yue santai. Ia nyuruh karyawannya untuk mencari perusahaan publisitas yang baru lalu melaporkan padanya agar semuanya bisa kembali berjalan.

Sekembalinya ke mejanya, Jiang Yue segera merapikan dokumennya. Ningyuan mengirim pesan menayakan keadaannya dan akan mengantarnya ke rumah sakit sepulang kerja. Ia juga berpesan agar Jiang Yue menelponnya kalo membutuhkan sesuatu.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Jiang Yue menyetir sendiri menuju perusahaan direktur Liu. Ia bertemu dengannya di lobi dan membuat janji untuk makan malam bersama para direktur perusahaan iklan. Bersama mereka ia dibuat minum banyak tapi nggak bisa membicarakan tentang pekerjaan sama sekali. Bahkan setelah makan malam mereka masih mengajaknya untuk lanjut pergi ke karaoke.

Mendadak Jiaxin datang turun dari mobil. Jiang Yue sendiri sudah setengah sadar. Jiaxin membawanya ke mobil dan memasang sabuk pengaman untuknya. Ia juga menata kursi Jiang Yue agar ia bisa tertidur. Melihat Jiaxin mendekat sempat membuat Jiang Yue merasa berdebar.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Akhirnya mereka sampai di rumah. Jiang Yue demam. Ia sudah nggak bisa apa-apa tapi masih memanggil direktur Liu untuk membuat kesepakatan. Jiaxin membawakannya bubur tapi Jiang Yue nggak bisa makan. Jiaxin menyelimutinya dan membiarkannya beristirahat.

Di luar ia melihat dokumen yang Jiang Yue bawa. Di dalamnya ada tabel penilaian Ningyuan dan di baliknya tabel miliknya. Kayak Jiaxin kecewa karena nilainya lebih sedikit dari milik Ningyuan.

Jiang Yue akhirnya bangun. Ia melihat di sebelahnya ada semangkuk bubur. Ia keluar dan mencari dokumennya. Sudah nggak ada di map.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Di kantor seorang karyawan yang menemukan foto Jiaxin dengan presdir mereka. Akhirnya mereka tahu kalo Jiaxin adalah putra dari pemilik perusahaan. Jiaxin datang. Mereka mengerumuninya dan mengonfirmasi kebenarannya. Jiaxin sih nggak menyangkal dan minta mereka untuk merahasiakannya karena ibunya masih belum tahu.

Jiang Yue datang dan memberitahu tema luring mereka, orang dewasa nggak akan patah hati. Yanran dan para karyawan berniat untuk menyumbang. Jiang Yue lalu memanggil Jiaxin untuk ke ruangannya karena ada yang mau ia bicarakan.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Di ruangannya, Jiang Yue berterima kasih karena Jiaxin sudah membereskan dokumennya. Suasana nggak enak. Jiaxin meminta maaf karena sudah nggak sengaja mengetahui rahasianya. Jiang Yue menduga kalo Jiaxin marah. Sekalian saja Jiaxin mengungkapkan apa yang dirasakannya. Dikiranya ia adalah barang cacat yang harus disingkirkan? Ia menanyakan apa yang akan Jiang Yue lakukan selanjutnya. Akan membuangnya karena nilainya kurang? Apa baginya jumlah nilai dalam tabel adalah cinta? Orang yang pobia cinta seperti dirinya memang pantas kesepian.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Yanran menemui Ningyuan. Ningyuan seperti sudah hafal kalo itu pasti tentang Jiaxin. Yanran menunjukkan sebuah proposal yang ia siapkan untuk kerjasama mereka yang sebelumnya hanya secara lisan. Ia memberitahu kalo radarnya menangkap kalo sepertinya ada masalah antara Jiaxin dan Jiang Yue. Artinya mereka punya kesempatan untuk mendapatkan cinta yang mereka inginkan.

Ningyuan melihat isi dokumen itu dan menanyakan keuntungan yang ia dapatkan dari kerjasama itu. Yanran mendekat dan menjanjikan akan selalu melaporkannya apa saja yang terjadi antara Jiang Yue dan Jiaxin. Yanran memberitahu keuntungan lainnya dengan membisikkannya ke Ningyuan.

Mendengarnya membuat Ningyuan merasa yakin dan akhirnya menandatanganinya. Yanran merasa senang. Dan melihat Yanran tersenyum membuat Ningyuan ikut tersenyum juga.

Setelahnya Yanran pergi dan menelpon ibunya Jiaxin.

Foto: NODRAKOR.ICU

Duoxi pulang. Secara nggak sengaja ia melihat laptop Qi Heng sedang mencari pekerjaan sebagai programer. Di dalam Qi Heng sedang telponan. Sepertinya ia sedang kesulitan masalah keuangan. Meski begitu ia berjanji pada keluarganya untuk mengirimkan uang.

Setelah telponan Qi Heng menemui Duoxi dan mengajaknya makan. Duoxi bicara tentang membuat rekening bersama yang bisa mereka gunakan untuk pengeluaran mendesak. Qi Heng menolak. Ia seorang pria dan nggak akan menggunakan uang Duoxi. Ia nyuruh Duoxi untuk menggunakan uangnya untuk keperluannya sendiri. Untuk masalah nafkah itu adalah tanggung jawabnya.

Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU
Foto: NODRAKOR.ICU

Ibu Jiaxin menyiapkan makan malam. Jiang Yue datang dan mereka pun makan malam bersama. Ibu menanyakan perkembangan Jiaxin. Jiang Yue memberitahu kalo Jiaxin semakin rajin dalam bekerja. Ia langsung bekerja setelah keluar dari rumah sakit. Ia sangat rajin dan energik. Ibu menunjukkan kalo Jiaxin masih muda, masih suka bermain. Dan kalo ia menyukai sesuatu hanya untuk sesaat.

Rupanya ibu sudah mengetahui kabar kedekatan Jiaxin dan Jiang Yue. Ibu meminta Jiang Yue agar jangan sampai ada hubungan yang melebihi atasan dan bawahan. Jiang Yue merasa kecewa. Tapi ia menjanjikan kalo mereka nggak akan punya hubungan apapun selain hubungan kerjaan.

Jiaxin merasa gelisah di rumahnya. Jiang Yue nggak pernah lagi mengirim pesan untuknya. Ia jadi merasa kalo ucapannya tadi siang sudah keterlaluan, “orang yang fobia cinta memang pantas kesepian”

Foto: NODRAKOR.ICU

Esok harinya Jiang Yue ke kantor seperti biasa. Semua orang membicarakannya. Bilangnya ia pacaran dengan pria yang lebih muda. Ia dan Yanran rebutan Jiaxin yang ternyata adalah putra pemilik perusahaan.

Sesampainya di ruangannya, Jiaxin masuk dan memberikan sebuah dokumen. Jiang Yue hanya diam.

Bersambung…

Anysti