Web Series

Wedding Agreement Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Wedding Agreement Episode 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk. EPISODE SEBELUMNYA.

foto: Disney +
foto: Disney +

Ada masalah dengan perusahan ayahnya Bian. Para karyawan berdemonstrasi meminta agar gaji mereka dibayarkan. Orang tuanya Tari meminjamkan uang mereka untuk membantu orang tua Bian. Di lain kesempatan saat para ibu menemani anak-anak berenang, ibu Bian mendadak berniat untuk menjodohkan Bian dengan Tari kalo mereka sudah dewasa nantinya.

Suatu malam saat Tari berkendara bersama orang tuanya, nasib malang menimpa mereka. Mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kedua orang tua Tari meninggal dunia.

foto: Disney +

Sejak saat itu Tari diasuh sama bude dan pakdenya. Sampai saat Tari menyelesaikan kuliahnya. Pakde dan bude menyampaikan apa yang sudah menjadi rencana orang tua Tari dan Bian, yaitu menjodohkan keduanya. Awalnya Tari ragu tapi pakde meyakinkan kalo orang tuanya Tari nggak akan mungkin salah mengenal sahabat karibnya. Mereka orang baik dan tentunya akan mendidik putra mereka dengan baik juga.

foto: Disney +
foto: Disney +

Ami yang sedang bermain skateboard direkam sama temannya karena permainannya bagus. Ami yang nggak suka melarang mereka untuk merekamnya apalagi mengunggahnya di media sosial. Ia sendiri nggak bermain medsos dan menunjukkan ponselnya pada mereka dan malah diketawain karena ponselnya sangat kuno.

Setelahnya ia menghampiri Tari yang sedang melamun. Tari merasa menjadi istri durhaka kalo ia melakukan apa yang suaminya lakukan untuk hidup sendiri-sendiri tanpa saling mencampuri urusan masing-masing Tapi menurut Ami, justru Tari akan dapat pahala kalo menuruti apa yang diperintah suaminya. Palingan sekarang dia juga lagi sama selingkuhannya.

Benar dugaan Ami. Bian memang sedang bersama Sarah. Mereka bercanda sambil mengingat masa lalu. Mendadak ekspresi wajah Bian berubah setelah membaca pesan di ponselnya. Sarah pikir pesan itu dari istri bian tahunya dari ibunya.

foto: Disney +
foto: Disney +

Sampai rumah Bian mengetuk pintu kamar Tari dan memberitahu kalo nanti sore jam 4 mereka akan pergi ke acara ulang tahunnya ayahnya. Tari senang tapi juga menyeyangkan kalo mereka belum menyiapkan kado. Bian bilang nggak perlu karena mereka hanya perlu datang, makan lalu pulang. Selain itu Bian juga menuntut agar mereka harus kelihatan mesra biar nggak ada yang tahu tentang keadaan rumah tangga mereka yang sebenarnya. Dan untuk bisa seperti itu, mereka harus latihan.

Keduanya pun berlatih jalan sambil pegangan tangan dan tersenyum. Ih Tari gugup banget sampai dimarah-marahin mulu sama Bian.ss

foto: Disney +
foto: Disney +

Mereka akhirnya datang ke acara ayah Bian. Baru aja datang mereka ketemu sama omnya Bian yang memuji kemesraan mereka dari cara mereka gandengan tangan. Hehe lucu nih komentarnya Tari, sering latihan.

Selanjutnya mereka menemui ayah dan ibu Bian sampai makan bersama. Ibu dan Kinan melihat-lihat foto pernikahan Bian danTari. Kinan melihat kalo Bian pelit senyum di situ. Bian berdalih kalo ia sedang tegang waktu itu. Secara bergantian ayah, ibu dan Kinan mengajukan pertanyaan seputar kehidupan pengantin baru ke Tari dan Bian sampai membuat Tari nggak jadi mulu kalo mau makan. Hingga saat Aldi datang, nggak tahu kenapa Bian menginjak kaki Tari dan mengajaknya pulang dengan alasan kalo Tari sedang nggak enak badan.

foto: Disney +
foto: Disney +

Dalam perjalanan pulang Tari memprotes Bian yang buru-buru ngajak pulang. Karena Aldi? Bian memperingatkan agar Tari jangan dekat-dekat sama Aldi karena dia tahu hubungannya sama Sarah sampai pada tunangan. Jangan sampai Aldi tahu tentang rumah tangganya juga.

Tari memahaminya dan meminta hadiahnya karena sudah berperan jadi istri dan pernikahan yang sempurna. Bian mengabulkan. Mau apa? Tas? Sepatu? Apa perhiasan? Permintaan Tari rupanya jauh dari semua yang Bian sebutkan tadi. Ia hanya ingin Bian menemaninya belanja. Persediaan di rumah sudah habis.

foto: Disney +
foto: Disney +
foto: Disney +

Bian beneran nemeninTari belanja. Ia bahkan mau saat Tari memintanya untuk mendorong troli. Habis belanja Tari mengaku lapar dan ngajakin makan. Bian awalnya nolak tapi saat Tari bilang pingin makan yakiniku, ia pun menurutinya.

Tari sudah di restoran dan sudah pesan makanan juga tapi Bian nggak juga datang. Ternyata Bian sedang menyelesaikan masalah Sarah. Dia habis nabrak mobil orang. Katanya dia ngebut karena galau seharian nggak ketemu sama Bian. Habis itu ia ngajak bian untuk makan dan Bian setuju. Tari yang masih nunggu bian akhirnya nelpon Bian dan dikasih tahu kalo dia lagi sama Sarah danmau makan sama Sarah. Dengan santainya dia nyuruh Tari untuk makan sendiri.

Sudah malam. Restoran juga mau tutup. Saat semua lampu dimatikan Tari pun menumpahkan semua tangisnya.

foto: Disney +
foto: Disney +

Bian akhirnya puang. Tari menemuinya dengan membawa surat kesepakatan mereka sebelumnya. Ia ingin Bian berhenti menemui Sarah tapi Bian langsung menolak. Tari menekankan kalo ia menganggap pernikahan mereka sebagai ibadah tapi Bian menganggap sebaliknya. Pernikahannya sama Tari nggak lebih dari sebuah keterpaksaan karena mereka dijodohkan.

Tari lalu mengungkit apa yang Bian pernah katakan kalo pernikahan mereka hanya selama setahun. Dalam sisa waktu itu ia ingin Bian menjaga kehormatannya sebagai seorang istri dan nggak menemui Sarah. Gimana kalo orang tuanya tahu atau saudara-saudara yang lain? Bian akhirnya setuju untuk memikirkannya. Dan saat Tari melarangnya untuk memikirkannya saja, Bian langsung menantangnya untuk mengajukan gugatan cerai. Tahu kan alamat pengadilan agama dimana?

foto: Disney +

Paginya Bian menghampiri Tari yang sedang membersihkan meja. Ada bibi di dekatnya sedang mengepel lantai. Ia malah nyuruh bibi untuk mengepel di depan aja. Lah di depan kan rumput, masa iya ngepel di luar. Tari lalu menjelaskan kalo maksudnya Bian ingin bicara dengannya dan bibi nggak perlu dengar. Bibi paham dan akhirnya pergi.

Bian memutuskan untuk mengikuti Tari. Ia nggak akan menemui Sarah di tempat terbuka. Tari sebenarnya masih berat. Dan kalo Bian melanggarnya maka akan ada kompensasinya. Bian yakin banget kalo dia nggak akan ketahuan karena mereka selalu hati-hati. Tari melihat Bian mau pergi dan melarang karena pakde sama budenya akan datang. Bian nggak peduli dan tetap mau pergi.

foto: Disney +

Dan saat ia membua pintu tahunya ada pakde dan bude di luar. Tari langsung menghambur ke pelukan budenya. Ternyata Pakde sama bude nggak hanya berkunjung tapi mereka juga akan menginap. Bian panik dan menarik Tari ke atas selagi pakde sama bude nungguin bibi menyiapkan minum.

Akhirnya Bian membawa barang-barang Tari ke kamarnya.

foto: Disney +
foto: Disney +

Untuk makan siang Tari memasak sendiri untuk pakde dan bude. Bian yang ikut makan memuji masakan Tari dan bahkan juga memanggilnya sayang. Bibi yang juga melihatnya kayak senang dengan perubahan yang Bian tunjukkan.

Tari mengantar bude ke kamarnya dan bilang kalo itu adalah kamar tamu. Bude menanyakan hubungannya dengan Bian dan saat Tari bilang kalo mereka baik, bude lega. Ia lalu menceritakan pengalamannya sama pakde yang dulunya juga dijodohkan. Setelah menikah mereka nggak pernah sekamar dan bude sama sekali nggak mau senyum kalo sama pakde.

foto: Disney +
foto: Disney +

Di luar pakde yang juga lagi sama Bian menyampaikan kelegaannya melihat Tari dan Bian baik-baik saja.

Di dalam bude cerita kalo pakde sangat mencintainya sampai bersedia menuruti semua permintaannya kecuali minta bercerai. Karena perceraian adalah bisikannya setan.

Pakde cerita tentang kecelakaan yang merenggut nyawa orang tua Tari dan membuat Tari trauma naik mobil selama setahun. Saat itu ia masih kelas 1 SMA. Pakde yang nggak punya anak dan menganggap Tari sebagai anaknya senang Tari menikah dengan Bian. Ia melihat Tari sangat bahagia tadi.

Bude akhirnya jatuh cinta sama pakde yang selalu baik padanya. Ia menekankan kalo yang terpentiing adalah tidur sekamar.

foto: Disney +
foto: Disney +

Sudah malam. Usai makan malam Tari dan Bian bersama-sama mencuci piring sampai membuat bude iri secara pakde nggak pernah kayak gitu. Pakde mengungkit kalo bude selalu marah-marah kalo pakde mau bantuin. Bude beralasan kalo itu karena pakde selalu membuat semua berantakan makanya bude ngomel mulu.

Akhirnya pakde dan bude beristirahat di kamar. Bian nanya-nanya seputar pekerjaan Tari dan penghasilannya sebulan. Ternyata Tari selama ini berjualan frozen food dan penghasilannya sebulan sekitar 700-an. Bian pikir 700 ribu tahunya 700 juta. Tapi kenapa mobilnya hanya kayak gitu? Harusnya ganti mobil.

Tari merasa kalo mobilnya masih bagus. Lagian ia membeli sesuatu itu berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Ia juga memberitahu kalo ia membeli mobil itu hasil nabung selama setahun dan belinya cash. Mereka beda pendapat lagi. Kalo bisa cash ngapain harus hutang, sedang Bian, kalo bisa kredit kenapa cash.

foto: Disney +
foto: Disney +
foto: Disney +

Bian tidur duluan sedang Tari masih mau lanjut mencuci piring. Saat sudah selesai ia malah mau ke kamarnya. Lupa kalo ada pakde dan bude di sana. Ia lalu ke kamar Bian dan orangnya sudah tidur. Bingung banget mau tidur di sana apa enggak, mau lepas hijab apa enggak. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur di samping Bian. Setelah beberapa saat sebenarnya Bian sempat bangun dan melihat Tari di sampingnya tapi ia membiarkan.

Sebelum subuh Tari membangunkan Bian karena mau diajakin pakde solat Subuh di masjid. Awalnya Bian mau nolak tapi akhirnya ia mau setelah Tari menjelaskan kalo laki-laki itu solat di masjid, kalo perempuan baru di rumah.

Setelah siap Bian pun pergi sama pakde. Di masjid, usai solat Subuh, pakde menghampiri Bian dan memuji bangunan masjidnya. Mereka juga bertemu sama imam tadi. Pakde juga memuji suaranya. Imam nggak mengenali pakde karena nggak pernah lihat. Bian yang nggak mau ketahuan kalo ia nggak pernah ke masjid sok kenal sama imam dan buru-buru mengajak pakde pulang.

foto: Disney +
foto: Disney +

Pakde dan bude akhirnya pulang. Setelahnya Bian juga mau pergi. Mau ketemu sama Sarah. Ia menunjukkan kalo sekarang mereka satu sama. Tari pernah membantunya pura-pura jadi istri di ulang tahun ayahnya dan sekarang ia jadi suami di depan pakde dan budenya. Tari membantah, ia bilang kalo ia nggak pernah pura-pura. Bian nyuruh Tari untuk ke pengadilan agama kalo dia nggak terima. Tari hanya bisa nangis setelah Bian pergi.

Bersambung…

Anysti