Vengeance of the Bride Eps 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vengeance of the bride Episode 9, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.baca episode sebelumnya disini

Sebelumnya…

Seo Yeon dan Dal Hee masuk ke ruang staf. Seo Yeon membuka lokernya dan menyimpan masker versi terakhirnya di sana. Kamera menyorot gantungan kunci loker Seo Yeon. Itu kompas dari San Deul.

Sementara Dal Hee menelpon pacarnya.

Dal Hee : Chagiya. Mengerti. Sampai ketemu lagi.

Seo Yeon mendengar, siapa hari ini?

Dal Hee : Dia pria Kamisku.

Seo Yeon : Pria kamis? Apa kau tujuh-waktu dan bukan dua-waktu?

Dal Hee : Aku juga butuh istirahat. Aku punya seorang pria untuk setiap hari kerja, jadi total lima.

Seo Yeon : Dal Hee-ya. Kenapa kau tidak mengubah nama belakangmu dari Yang ke Lima?

Dal Hee melihat gantungan kunci Seo Yeon.

Dal Hee : Gantungan kuncinya masih ada? Kau memilikinya sejak hari pertama aku melihatmu di panti asuhan.
Dal Hee terkejut, bukankah itu barang antik sekarang? Ganti dengan yang baru.

Seo Yeon : Aku tidak pernah bisa membuang ini.

Dal Hee : Apa? Apakah itu dari cinta pertamamu atau apa?

Seo Yeon pun ingat saat San Deul memberikan kompas itu padanya sebelum berangkat ke Amerika.

Flashback…

Ba Ram : Apa kau membuat ini sendiri?

San Deul : Ya. Orang menggunakan kompas untuk menemukan Bintang Utara. Itu karena kompas menunjuk ke arahmu karena kau punya tanda lahir berbentuk bintang. Aku bisa bertemu denganmu.

Flashback end…

Seo Yeon : Aku tidak tahu saat itu, tapi kurasa dia adalah cinta pertamaku.

Dal Hee : Astaga. Serius? Seperti apa dia?

Seo Yeon : Dia berhati hangat dan dapat diandalkan. Dia selalu berpihak padaku. Aku rindu dia. Aku berharap bisa bertemu dengannya lagi suatu hari nanti.

Dal Hee : Apa apaan? Itu sangat menyayat hati.

Seo Yeon : Cinta pertama memang seperti itu.

Dal Hee tambah penasaran. Dia mendesak Seo Yeon untuk cerita lebih dalam soal cinta pertama Seo Yeon.

Seo Yeon : Pergi saja berkencan.

Seo Yeon tertawa, lalu beranjak keluar.

Dal Hee menyusul Seo Yeon.

Ba Da mengejutkan semua orang di ruangannya. Dia mengaku sudah punya sampel untuk pembaruan Paket Mawar.

Baek San langsung menyuruh Ba Da ke ruangannya. Tak hanya Ba Da, tapi San Deul dan Tae Poong juga.

Kedua staf heran Tae Poong si anak magang juga dipanggil oleh Baek San. Mereka lalu curiga Tae Poong punya koneksi.

Baek San meminta detail sampel pada San Deul.

San Deul kebingungan dan menatap Ba Da. Ba Da langsung bilang kalau dia melakukan penelitian diam-diam.

Tae Poong melihat sampelnya.

Tae Poong : Tapi dimana labelnya dan bahan-bahannya?

Ba Da sewot dan langsung memanggil sampel itu dari tangan Tae Poong.

Ba Da : Ini hanya sampel. Apa yang kau tahu? Kau hanya anak magang.

Baek San marah, tidakkah kau tahu proses persetujuan penelitian? Kau seharusnya sudah menyerahkan laporan pengembangan riset sebelum membuat sampel.

Ba Da : Aku akan menjelaskan semuanya dengan sampel. Tapi kau mampir tiba-tiba.

Tae Poong : Benarkah? Bukankah sampelnya muncul tiba-tiba?

Ba Da : Aku akan menyerahkan laporan resmi secepatnya.

Baek San : Kita tidak punya banyak waktu. Jadi rilis maskernya saat bahan-bahannya disetujui.

San Deul membawa Ba Da ke ruang meeting.

San Deul : Bagaimana kau mengembangkan sampel itu tanpa memberitahuku!

Ba Da bersikeras kalau dia berhasil melakukannya.

San Deul : Apakah kau mengatakan kau melakukannya sendiri tanpa menguji campuran atau lapor kepadaku?

Ba Da : Aku ingin menunjukkan kemampuanku.

San Deul : Kau yakin tak ada masalah?

Ba Da tersinggung, aku ini apa? Seorang pembuat onar atau sesuatu?

San Deul : Butuh waktu lebih dari setengah tahun untuk mengembangkan Paker Mawar. Jadi bagaimana kau bisa mengembangkan sampel yang sempurna hanya dalam beberapa hari?

Ba Da : Ada apa denganmu? Bahkan Sang Pimpinan pun merasa puas. Apakah kau tidak percaya padaku?

Tae Poong masuk membawa galon

Tae Poong : Siapa yang akan mempercayaimu? Sialan. Ini berat.

Ba Da : Apa apaan?

Tae Poong : Mengapa aku yang bertanggung jawab soal dispenser air ruang pertemuan? Orang harus memanfaatkan dengan lebih baik dari personel yang sangat terlatih.

Ba Da : Kau hanya anak magang! Berhenti menyela! Ini adalah diskusi penting.

Tae Poong : Aku anggota tim pengembangan. Aku harus mengambil bagian di dalamnya. Ngomong-ngomong mengapa suasana menjadi dingin lebih awal? Saat kau menunjukkan sampel masker wajah yang diperbarui itu, rekan satu tim kita terlihat seperti mereka tidak tahu dari mana asalnya.

Ba Da : Aku katakan bahwa aku telah mengembangkannya sendiri.

Tae Poong : Kalau begitu mari kita lihat di laporan analisis bahan segera.

Ba Da mencegah Tae Poong, apa yang kau lakukan?

San Deul tegas, Kang Ba Da. Ini sangat penting. Apakah kau yakin kau berhasil? Beri tahu aku bahan dan rasio campuran. Dan bagaimana bahan alaminya dilarutkan.

Ba Da kebingungan menjawab.

San Deul : Kang Ba Da!

Ba Da pun mengaku darimana dia mendapatkan sampel itu.

Ba Da : Ibuku mendapatkannya dari toko kecantikan. Kau sudah tahu setiap produk memiliki bahan dan perbandingan yang sama. Aku hanya akan menggunakannya sebagai referensi. Tidak ada yang akan tahu.

Tae Poong : Astaga. Bagaimana kau bisa begitu tak tahu malu mencurinya.

San Deul : Aku tahu kau putus asa. Tapi kau seharusnya tidak melewati batas. Ayo ikuti prosedur yang benar… dan dapatkan izin pengembang asli.

Ba Da : Itu tidak perlu.

San Deul : Aku bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan. Aku akan mengurusnya. Dimana tempatnya?

Terpaksalah Ba Da memberitahu San Deul.

Seo Yeon baru saja mengantar costumer nya keluar.

Seo Yeon : Tolong datang lagi.

Lalu seorang gadis kecil datang sambil menarik ibunya. Sang ibu merasa tidak enak. Dia yakin salon seperti itu sangat mahal.

Gadis kecil itu bilang, ini hadiah ulang tahun darinya.

Seo Yeon : Ada yang bisa kubantu?

Gadis kecil : Kakak bekerja disini?

Seo Yeon : Ya. Katakan apa yang kau butuhkan.

Gadis kecil : Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Bisakah kau mengubah ibuku menjadi wanita tercantik di dunia?

Gadis kecil itu menyodorkan uangnya.

Seo Yeon tak mengambil uang itu.

Seo Yeon : Tentu saja. Kau sangat beruntung. Kami benar-benar mengadakan acara hari ini. Bintang ulang tahun mendapatkan makeover gratis.

Seo Yeon sudah selesai merias ibu gadis kecil itu.

Ibu gadis kecil itu hampir menangis melihat tampilannya.

Seo Yeon : Hari ini adalah hari yang bahagia. Kau harus tersenyum.

Ibu gadis kecil : Sudah sepuluh tahun sejak terakhir kali aku memakai make up setelah suamiku meninggal. Aku merasa tidak enak untuk merawat diri sendiri ketika suamiku meninggalkan dunia lebih dulu.

Gadis kecil itu memeluk ibunya.

Seo Yeon : Selamat ulang tahun.

Seo Yeon lalu mengantar mereka keluar.

Setelah itu, pemilik salon memanggil Seo Yeon.

Pemilik salon : Apakah itu gratis?

Seo Yeon : Tolong keluarkan biaya tamu itu dari gajiku dan jam yang aku habiskan dari jam kerjaku. Terima kasih.

Pemilik salon tertawa, Eun Seo Yeon. Dia luar biasa.

Tae Poong di mejanya dihubungi Jo Yi.

Tae Poong : Ya, ini Kang Tae Poong.

Jo Yi : Oh. Apakah kau menunggu teleponku? Kau langsung menjawab.

Tae Poong : Ini dari kencan buta?

Jo Yi : Astaga, jadi kau ingat suaraku. Ya, ini Hong Jo Yi.

Tae Poong : Aku mengerti. Aku menutup telepon sekarang, Hong Jo Yi-ssi.

Jo Yi tertawa.

Jo Yi sendiri ada di sebuah restoran VIP. Tak lama, In Soon datang.

In Soon : Aku terlambat, bukan?

Jo Yi : Tidak, aku juga baru sampai. Terima kasih sudah datang menemuiku saat aku memanggilmu tiba-tiba.

In Soon : Akulah yang harusnya berterima kasih karena kau sudah memintaku datang.

Jo Yi : Santai saja di depanku, eommoni.

In Soon : Eommoni?

In Soon senang, lalu aku akan menerima tawaran itu.

Jo Yi berusaha mengambil hati In Soon.

Jo Yi : Sekarang aku tahu Tae Poong mirip siapa. Kau memiliki wajah berbeda dan kulitmu putih. Tae Poong mewarisi wajahmu. Dia begitu menawan.

In Soon : Astaga, berhenti menyanjungku.

Jo Yi : Bolehkah aku meminjam kecantikanmu, Ibu?

In Soon : Aku?

Jo Yi : KBC mengadakan acara khusus yang disebut “Wanita Kelas Satu.”

In Soon : Oh ya. Aku tahu pertunjukan itu. Mereka menunjukkan kehidupan sehari-hari para istri dari perusahaan besar dan mewawancarai mereka, bukan? Ini adalah topik hangat di kalangan wanita. Itu semua yang kita bicarakan saat kita berkumpul.

Jo Yi : Betulkah? Lalu bisakah aku memilikimu membintangi acara itu?

In Soon : Astaga, aku?

Jo Yi : Kita berbicara tentang Le Blanc. Nyonya merek kecantikan terbaik tidak bisa ditinggalkan.

In Soon : Itu benar. Tae Poong juga bergabung dengan Le Blanc.

Jo Yi : Betulkah? Dia harus menjadi direktur utama.

In Soon : Tidak.

Jo Yi : Seorang manajer umum?

In Soon : Tidak.

Jo Yi : Lalu sebagai manajer senior?

In Soon : Anak magang.

Jo Yi menahan tawa mendengarnya.

In Soon : Itu semua untuk mempersiapkan dia untuk suksesi. Tae Poong akan menjadi pemilik Le Blanc.

Jo Yi : Aku mengerti.

Jo Yi lalu memberi In Soon hadiah yang dibawanya.

In Soon terkejut melihat hadiahnya, ya ampun. Bukankah ini tas yang baru dirilis?

Jo Yi : Aku tidak percaya. Kau langsung mengenalinya. Kau punya mata yang bagus.

In Soon : Jika tidak ada yang lain, aku ingat tanggal lahir bayiku.

Jo Yi : Bayi?

In Soon : Ya, tas adalah bayiku.

Jo Yi tertawa mendengarnya.

In Soon : Terima kasih banyak, Jo Yi.

Usai bertemu Jo Yi, In Soon ke Glam.

Pemilik salon dan Manajer Min menyambutnya.

In Soon : Aku memiliki wawancara TV penting segera. Aku ingin mendapatkan perawatan kulit untuk saat ini.

Manajer Min : Ide bagus, Nyonya Nam. Kau harus meluangkan waktu untuk membuat kulitmu bersinar seperti mutiara. Mengapa aku tidak melayanimu hari ini?

In Soon melirik pemilik salon, Bu Kim, bukankah aku sudah memberitahu untuk menugaskan Penata Rias Eun padaku?

Seo Yeon lewat. Bu Kim langsung memanggilnya.

Seo Yeon mendekat. In Soon menatap Seo Yeon.

In Soon : Kau baik-baik saja, Eun Seo Yeon-ssi?

Seo Yeon : Sudah lama.

Seo Yeon pun mulai melayani In Soon. In Soon cerita kalau tadi dia bertemu calon menantunya.

Seo Yeon : Anakmu pasti akan menikah. Selamat.

In Soon : Satu hal mengarah ke yang lain dan menikahkan anakku menjadi tujuanku. Mereka mengatakan anak-anak tidak dapat dikendalikan. Kau tidak bisa membayangkan betapa mimpi buruknya dia. Dia telah memberontak atas segalanya, kabur dari rumah, dan terluka saat mengendarai sepeda motor. Ketika aku mengirimnya ke AS, dia mengikuti balap mobil. Seolah-olah dia meminta kematian, dia berkeliling melakukan hal-hal berbahaya. Ditambah lagi, dia tidak pernah manis padaku. Kata-katanya setajam pisau dan menusuk jantungku. Kerutan di sekitar mataku semua disebabkan oleh anakku.

Seo Yeon pun ingat kata-kata Tae Poong dulu padanya.

Tae Poong : Ba Ram-ah, jangan melihat ke bawah. Jangan menangis juga. Apakah kau akan menyerah seperti ini? Jangan menyerah, Kang Ba Ram.

Flashback end….

Seo Yeon tersenyum, bahkan ketika landak mencabut durinya, itu masih lucu dan hangat di dalam. Meskipun dia tampak tangguh di luar, aku yakin dia orang yang baik di dalam.

In Soon : Kau pikir begitu? Kau terdengar seperti kau mengenalnya.

Seo Yeon : Ini hanya tebakan.

In Soon : Bagaimanapun juga, kau baik sekali untuk mengatakan itu. Dia bisa menemukan kebahagiaan dan stabilitas setelah dia menikah, kan?

Seo Yeon : Aku yakin dia akan melakukannya.

Seo Yeon mengambil tisu.

Dalam hati, dia berharap Tae Poong akan bahagia setelah menikah.

Seo Yeon sudah selesai dengan tugasnya. Dia bersama dengan Dal Hee di depan sekarang.

In Soon membayar perawatannya.

In Soon : Kau melakukan kunjungan rumah, kan?

Bu Kim : Tentu saja.

In Soon : Kalau begitu tolong kirimkan Penata Rias Eun ke rumahku minggu depan.

Seo Yeon : Betulkah?

In Soon : Kami sedang syuting wawancara yang sangat penting di rumahku hari itu.

Bu Kim : Itu luar biasa. Tentu saja. Kami akan mengirimkan Penata Eun…

Seo Yeon : Aku minta maaf. Aku tidak berpikir aku bisa pergi. Aku hanya anggota staf. Aku tidak berpikir itu akan adil untuk penata lain jika aku melakukan kunjungan rumah.

In Soon : Apa yang harus kita lakukan? Aku ingin Penata Eun.

Dal Hee dan Bu Kim sama-sama mencubit Seo Yeon.

Bu Kim : Jangan khawatir, Nyonya Nam. Kami akan melakukan seperti yang kau inginkan.

Seo Yeon di ruangan staf sekarang bersama Dal Hee.

Dal Hee : Nyonya Nam pasti sangat menyukaimu. Alam semesta berbicara kepadamu. Karena wawancara akan ditayangkan di TV, kau harus meminta untuk memiliki namamu, Penata Rias Eun Seo Yeon, di layar. Jika kau menjadi terkenal, Produk Goeun juga akan menjadi lebih terkenal.

Seo Yeon : Aku harus berhenti.

Dal Hee : Apa? Apa yang kau bicarakan?

Seo Yeon : Dal Hee. Jangan lupakan tujuan kita.

Dal Hee : Sasaran? Tujuan apa? Apakah tujuanmu mati kelaparan?

Seo Yeon : Tujuan terpenting kita adalah untuk membuat produk kecantikan yang hebat yang membuat orang bahagia.

Dal Hee : Tetap saja, ini bukan saatnya untuk berhenti. Kau adalah orang yang mengatakan kita harus menahannya.

Seo Yeon dalam hati berkata, bagaimana dia harus pergi ke rumah itu? Dia tak bisa melakukannya.

In Soon baru pulang dan dia langsung melihat tas barunya.

Nyonya Park keluar dan melihat tas In Soon.

Nyonya Park : Apakah kau menghabiskan uang sepanjang hari?

In Soon : Astaga. Aku tidak membelinya. Ibu, kita akan mendapatkan menantu perempuan dari Grup S segera.

Nyonya Park : Apa? Grup apa?

In Soon : Kau ingat kencan buta Tae Poong. Dia adalah satu-satunya yang memberiku semua hadiah ini.

Nyonya Park : Kau serius?

In Soon : Juga, dia bahkan ingin mewawancaraiku. Ini untuk serial yang mewawancarai istri orang sukses pengusaha.

Nyonya Park : Aku yakin dia hanya wanita kaya yang pamer.

In Soon : Kau benar-benar tidak mengerti bagaimana dunia bekerja, Ibu. Ini akan membantu Le Blanc.

Nyonya Park melihat harga tas itu. Dia langsung sewot dan melempar tas itu.

In Soon menangkap tasnya.

In Soon : Oh, bayiku. Bagaimana kau bisa melempar sesuatu seperti ini?

Nyonya Park : Gadis itu tidak akan melakukannya. Bagaimana dia bisa menghabiskan begitu banyak uang pada hal-hal seperti ini?

In Soon : Tas ini hampir mustahil untuk dibeli bahkan jika kau memiliki cukup uang. Ini sangat langka.

Nyonya Park : Diam. Gadis ini adalah benih yang buruk. Aku sangat menentang pernikahan ini. Tae Poong harus menikahi seorang gadis yang tahu bagaimana cara menyimpan uangnya. Gadis ini sama sepertimu. Dia tidak akan melakukannya.

Nyonya Park beranjak pergi.

Bong Pil menyajikan tteokbokki manis dan tteokbokki pedas ke pelanggan.

Soon Young di meja counter bersama putrinya, Bae Ddal Ki.

Soon Young : Kau siap? Oke?

Ddal Ki mengangguk dan langsung mendekati kedua pelanggan itu.

Ddal Ki : Kalian berdua sangat cantik. Siapa nama kalian?

Pelanggan 1 : Kau ingin tahu namaku?

Ddal Ki : Namaku Bae Ddal Ki, seperti buah beri. Ibuku makan satu ton stroberi ketika dia mengandungku.

Pelanggan 1 : Namamu Ddal Ki? Itu nama yang manis. Namaku Kim A Reum, dan namanya Na Bo Ra, seperti warnanya.

Ddal Ki : Namaku merah, dan namamu ungu. Kita memiliki nama yang penuh warna.

Pelanggan 2 menatap Bong Pil.

Pelanggan 2 : Putrimu mirip denganmu.

Ddal Ki marah, dia bukan ayahku. Aku putri ibuku. Namanya Bae Soon Young.

Bong Pil pun langsung membawa Ddal Ki ke meja counter.

Soon Young terdiam.

Bong Pil : Soon Young–si, kau bilang sudah 20 tahun. Kau bertanya kepada setiap pelanggan siapa namanya. Apa Ba Ram atau Bo Ram atau apalah. Bukankah dia akan datang untuk menemuimu jika dia masih hidup?

Ddal Ki marah, ahjussi! Aku sudah bilang. Di sinilah ibuku dan Kak Ba ​​Ram melihat satu sama lain untuk terakhir kalinya.

Bong Pil : Aku tahu, tentu saja. Makanya aku buka toko disini. Ini semua untuk ibumu.

Soon Young : Aku sangat menghargai itu, Pak Na. Kau memberi Ddal Ki dan aku tempat tinggal ketika kami tidak punya tempat lain untuk pergi. Aku benar-benar berterima kasih. Aku merasa aku sangat egois.

Bong Pil : Oh, Soon Young. Aku tidak bermaksud begitu.

Soon Young lari ke dalam.

Ddal Ki : Ahjussi, tidakkah kau melihat? Jika kau terus mengatakan bahwa Kak Ba Ram sudah mati, ibuku mungkin berhenti bekerja di sini. Apakah kau akan mampu mengatasinya?

Bong Pil : Tentu saja tidak. Aku tidak bisa hidup tanpanya, Ddal Ki.

Ddal Ki : Tepat. Jadi berhentilah bersikap tidak peka.

Dal Hee ke ruang staf dan memanggil Seo Yeon.

Dal Hee : Pergi ke ruang tunggu, sekarang. Seseorang dari Le Blanc ada di sini untukmu.

Seo Yeon : Le Blanc?

Ternyata San Deul. Seo Yeon keluar dan menghampiri San Deul.

Seo Yeon : Aku diberitahu bahwa kau ingin menemuiku.

San Deul : Apa kau Penata Rias Eun Seo Yeon? Aku dari Le Blanc. Namaku Yoon San Deul.

San Deul memberikan kartu namanya.

Seo Yeon : Yoon San Deul?

Dia membaca kartu nama San Deul. San Deul adalah Manajer Umum Perencanaan dan Pengembangan Le Blanc.

Seo Yeon pun menatap lirih San Deul. Dia tahu itu San Deul nya.

Seo Yeon : Orang yang selalu ada di sisiku. Orang yang paling mencintaiku di dunia ini. Kita seharusnya tidak bertemu. Kita seharusnya tidak saling mengenali.

Baek San menemui Pimpinan Cha dari Fiore.

Pimpinan Cha : Apa kesepakatan yang mengerikan. Le Blanc mendapatkan semua manfaat, dan Fiore hanya mendapat nama. Aku tidak setuju dengan itu.

Baek San : Pimpinan Cha. Jika kau tidak menerima kesepakatan ini, Aku tidak punya pilihan selain mengambil kembali uang yang kami investasikan di Fiore.

Pimpinan Cha : Beraninya kau mengancamku?

Baek San : Bukankah Fiore akan bangkrut tanpa dana Le Blanc? Apa yang membuatmu begitu marah? Aku menyelamatkan perusahaanmu dengan merger ini.

Pimpinan Cha : Apa? Kau menyelamatkan perusahaanku? Apakah kau mengharapkan aku untuk percaya itu? pernah berjanji kepadaku bahwa kau akan berbagi informasi tentang rowan jepang, tapi kau mengingkari janjimu. Kau tidak memiliki kesetiaan.

Baek San : Loyalitas? Kaulah yang mencoba mencuri informasi tentang rowan jepang dariku! Perusahaanmu bukan apa-apa tapi cangkang kosong sekarang. Jika kau ingin keluar dengan sejumlah uang pensiun, itu akan menjadi kepentingan terbaikmu untuk menyetujui penggabungan.

Baek San pergi.

Saat mau masuk mobilnya, dia melihat Mo Yeon.

Mo Yeon masuk ke mobil bersama seketarisnya. Lalu dia beranjak pergi.

Baek San menyuruh Seketaris Oh mengikuti mobil Mo Yeon.

San Deul membujuk Seo Yeon agar menjual masker pada mereka.

San Deul : Kami menawarkanmu harga yang jauh di atas rata-rata industri. Yang harus kau lakukan adalah menyerah dalam mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan dan menjual produk kepada kami.

Seo Yeon : tidak tertarik.

San Deul : Tolong pikirkan lagi.

Seo Yeon : Aku tidak akan menjualnya, tidak peduli apa yang kau tawarkan kepadaku.

San Deul : Produk yang baik harus digunakan oleh sebanyak mungkin orang. Le Blanc memiliki jangkauan yang luas. Kami dapat membantumu mencapai impianmu,

Seo Yeon : Maaf pak. Selamat tinggal.

Seo Yeon kembali ke ruangan staf.

Mo Yeon turun dari mobilnya. Dua staf sudah menunggunya. Mereka masuk ke gedung S Group.

Baek San berlari mengejar Mo Yeon tapi dia kehilangan jejak Mo Yeon.

Baek San : Aku yakin itu Seo Yoon Hee. Apa yang sedang terjadi? Yoon Hee meninggal hari itu.

Baek San ingat saat melihat jasad Yoon Hee di rawa-rawa.

Tapi jasad Yoon Hee ditutupi kain putih. Baek San gemetaran, mau membuka kain yang menutupi jasad Yoon Hee.

Seo Yeon membuka lokernya. Lalu San Deul datang menyusulnya.

San Deul : Harap tinjau kontrak, setidaknya.

Seo Yeon : Area ini hanya untuk karyawan. Anda tidak bisa masuk ke sini.

San Deul : Aku minta maaf. Aku sedang terburu-buru. Bawa ini bersamamu.

San Deul menaruh kontraknya di atas meja.

Saat mau pergi, dia melihat gantungan kunci Seo Yeon.

San Deul kaget, di mana kau dapat ini?

Seo Yeon menutup lagi lokernya dan mau pergi tapi ditahan San Deul.

San Deul : Kau siapa? Kenapa kau…. Apa kau, Ba Ram?

Seo Yeon terdiam menatap San Deul.

Bersambung….

Next episode :

Seo Yeon menyangkal dia Ba Ram. Dia memberikan KTP nya pada San Deul dan mengatakan kalau dia bukan Kang Ba Ram tapi Eun Seo Yeon.

San Deul melihat tanda lahir di leher Seo Yeon.

San Deul : Kau, Ba Ram?

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Penthouse Ep 10 Part 1
Read More

Penthouse Ep 10 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 10 Part 1, Kamu jg harus bisa simak Episode sebelumnya baca di sini.…
Read More

Hush Ep 14 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 14 Part 4, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di…