Vengeance of the Bride Eps 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vengeance of the bride Episode 8, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.baca episode sebelumnya disini

Sebelumnya…

San Deul baru saja mau menyantap ramyeon nya saat bel nya berbunyi.

San Deul : Siapa itu?

San Deul pun bergegas membukakan pintu. Ternyata Tae Poong.

San Deul : Apa yang kau lakukan disini?

Tae Poong : Apa aku perlu alasan untuk datang ke rumah sahabatku?

Tae Poong lalu melihat ada ramyeon di atas meja.

Tae Poong : Bukankah itu ramyeon?

Tae Poong pun bergegas duduk dan menyantap ramyeon San Deul.

Tae Poong : San Deul. Apa gaji yang dibayar ayahku tidak cukup?

San Deul : Itu konyol.

Tae Poong : Lalu kenapa kau mau makan sesuatu seperti ramyeon?

San Deul : Yang makan sesuatu seperti ramyeon adalah kau. Berhenti mencuri makananku dan pergi.

Tae Poong : Dan pergi kemana?

San Deul : Ke rumahmu.

Tae Poong : Aku tidak punya rumah. Ini rumahku.

San Deul : Kata siapa?

Mo Yeon sedang menatap foto keluarganya. *Wait, suaminya Mo Yeon mirip Il Seok gak sih? Atau itu emang Il Seok? Atau cuma perasaanku aja mirip? Makin penasaran sama Mo Yeon, dia ini Yoon Hee? Kalau iya, apa dia amnesia?

Lalu Jo Yi pulang.

Mo Yeon langsung menatap Jo Yi sembari tersenyum.

Mo Yeon : Kau baru pulang?

Jo Yi langsung memeluk Mo Yeon dengan manja.

Jo Yi : Aroma ibu.

Mo Yeon : Astaga, kau bertingkah seperti bayi lagi.

Jo Yi : Aku merindukan aromamu.

Mo Yeon : Astaga, sayang.

Mo Yeon menepuk2 punggung Jo Yi.

Jo Yi lalu cerita soal Tae Poong. Dia bilang, Tae Poong orangnya lucu.

Mo Yeon : Astaga, kau pasti sangat menyukainya.

Jo Yi : Dia mungkin kasar dan perilakunya buruk, tapi inilah masalahnya. Dia menawan.

Mo Yeon : Aku belum pernah mendengarmu bicara seperti ini tentang pria.

Jo Yi : Aku juga heran. Aku pikir aku tidak akan bisa jatuh cinta. Tapi Tapi jantungku berdebar-debar. Kang Tae Poong-ssi, apa yang kau lakukan pada hatiku?

Mo Yeon : Astaga, apa itu tadi? Kau membuatku merinding.

Tae Poong menggulung lengannya. San Deul keluar dari kamarnya dan melemparkan selimut pada Tae Poong.

Tae Poong : Astaga. Rasanya canggung untuk tidur di bawah atap yang sama setelah sekian lama.

San Deul : Jadi pergi, ya?

Tae Poong : Maksudku aku bahagia. Itu mengingatkanku pada hari-hari bersama teman sekamarku di AS.

San Deul : Aku yakin kau menyukainya. Tapi hidup bersamamu adalah periode terberat dalam hidupku.

Tae Poong : Kurang ajar.

San Deul : Apa kau masih mengalami mimpi buruk?

Tae Poong : Tidak ada yang berubah.

San Deul : Kau masih membenci gagasan menemui dokter itu?

Tae Poong : Dokter? Aku telah melihat banyak dari mereka. Aku muak dengan mereka sekarang. Aku bingung setiap kali aku bangun dari mimpi buruk. Aku masih tidak tahu apakah itu mimpi atau itu benar-benar terjadi.

Kita diperlihatkan flashback, saat Tae Poong mengamuk setelah mengetahui Ba Ram meninggal.

Dae Geun pun langsung memegangi Tae Poong. Tae Poong terus meneriaki ayahnya pembunuh.

Baek San mengkode Dae Geun, menyuruh Dae Geun membawa Tae Poong.

Lalu Seketaris Oh masuk. Bersama Dae Geun, dia membawa Tae Poong.

Tae Poong diikat tangan dan kakinya di ranjang rumah sakit. Sepertinya ini adalah rumah sakit mental. Dokter mulai menyuntik Tae Poong. Dae Geun yang berdiri di depan Tae Poong berkata, bahwa insiden 20 tahun lalu itu hanyalah mimpi buruk.

Setelah Tae Poong terlelap karena suntikan yang diberikan dokter, Dae Geun menjawab telepon dari Baek San.

Dae Geun : Ya, Baek San? Ini hampir selesai. Ya. Jangan khawatir.

Flashback end….

Sekarang, Tae Poong terdiam. Dia duduk di kursi sendirian, ditemani cahaya lampu tidur.

Hari sudah pagi. In Soon masuk ke dapur sambil menguap. Dia melihat Nyonya Park lagi mengelap meja.

In Soon : Apakah semua orang pergi bekerja?

In Soon mengambil minum dari kulkas. Nyonya Park yang kesal, melemparkan lap kotor ke wajah In Soon yang lagi minum.

In Soon protes, Eommoni! Bagaimana kau bisa melempar serbet kotor seperti itu padaku?

Nyonya Park : Sebuah serbet kotor katamu? Bahkan jika itu kotor, aku ragu itu lebih kotor dari mulutmu. Mulutmu yang menyemburkan apapun yang terlintas di pikiranmu setiap kali kau minum.

In Soon : Astaga. apa yang aku katakan sampai membuatmu semarah ini?

Nyonya Park : Ba Ram-ah, Ba Ram-ah!

In Soon kaget, Ba Ram?

Nyonya Park : Apa yang salah denganmu? Kenapa kau tidak berhenti berbicara tentang dia setiap kali kau mabuk? Bukankah aku sudah memberitahumu dia akan membawa malapetaka bagi keluarga kita? Dukun yang terakhir kali kudatangi benar. Ba Ram akan menyeret seseorang ke bawah sebagai hantu. Seseorang itu adalah kau, In Soon. Kau dihantui oleh Ba Ram.

In Soon mulai merinding, jaga mulutmu.

Nyonya Park : Apa kau takut? Takut bahwa dia mungkin benar-benar menghantuimu? Jadi tolong sadarlah. Hari dimana hantu Ba Ram merasukimu, akan terjadi pertumpahan darah di keluarga ini.

Ba Ram baru aja keluar dari pabrik. Dia menuntun sepedanya dan berhenti di depan zebra cross. Dia melihat lampu hijau menyala. Saat mau menyebrang, mobil yang ditumpangi Baek San dan Ba Da berhenti di belakang garis zebra cross. Sontak lah, Ba Ram terdiam dan teringat saat Baek San memujinya.

Baek San : Seperti yang diharapkan dari putriku. Pastikan untuk mengingat itu. Masa depan Le Blanc ada di tanganmu, Ba Ram-ah.

Flashback end….

Baek San menatap ke arah Ba Ram.

Ba Ram langsung memalingkan wajahnya. Mobil Baek San melaju.

Ba Ram terus menatap ke arah mobil Baek San.

Wajahnya nampak sedih, appa.

Manajer pabrik lagi demo di depan Le Blanc. Dia menuntut kontraknya dikembalikan. Dia juga menyebut bahwa Le Blanc sudah membatalkan kontrak secara sepihak.

Baek San dan Ba Da tiba. Baek San mau melabrak manajer pabrik tapi segerombol wartawan datang. Itu adalah rombongan KBC.

Terpaksalah Baek San bersikap ramah kepada manajer pabrik.

Baek San : Astaga, ada apa semua ini?

Manajer pabrik : Aku tidak akan memohon lagi. Aku menemukan bukti. Aku melihat rekaman CCTV. Itu perbuatan Manajer Senior Kang. Hari itu di pabrik, Manajer Senior Kang….

Baek San pun langsung menghentikan manajer pabrik bicara. Dia berbisik.

Baek San : Jika hal-hal di luar kendali, hal-hal bisa menjadi serius di antara kita.

Manajer pabrik : Lalu berjanjilah padaku. Pabrik kami…

Baek San : Ya. Baiklah. Aku akan menyelidiki kejadian itu dengan seksama dan pastikan kau tidak merasa dirugikan. Aku akan segera mampir.

Manajer pabrik pun pergi.

Jo Yi mewawancarai Baek San. Dia mengenalkan diri sebagai reporter dari KBC.

Baek San : Reporter Hong Jo Yi? Dari Grup S?

Jo Yi : Ya.

Baek San : Astaga, senang bertemu denganmu.Aku mendengar banyak tentangmu dari istriku.

Jo Yi : Kenapa anda tidak menyapaku lagi nanti? Aku datang sebagai reporter hari ini.

Baek San : Yah, tentu saja. Kau seharusnya tidak mencampuradukkan masalah pribadi dalam pekerjaan yang begitu terhormat.

Jo Yi : Oke. Kalau begitu izinkan aku bertanya sebagai reporter. Tolong katakan sepatah kata tentang mengakhiri subkontrak secara sepihak.

Baek San : Mereka lebih dari sekadar subkontraktor. Mereka adalah bagian dari keluarga yang telah bekerja dengan kami untuk waktu yang lama. Iya itu mereka.

Ba Da : Wartawan. Le Blanc akan memberikan siaran persnya sebentar lagi. Harap terus bekerja dengan baik.

Dae Geun di kantornya. Dia sudah memiliki kantor detektif sendiri.

Telepon di kantornya berbunyi. Dari Baek San. Baek San memberinya tugas.

Seo Yeon lagi mencampurkan dua bahkan kosmetik, sambil membaca jurnal penelitiannya.

Dia memasukkannya ke dalam botol semprot. Setelah itu dia mengguncangkan botolnya, lalu mulai menyemprot ke udara di sekitarnya dan mencoba mencium aromanya. Dia juga menyemprotkannya ke punggung tangannya dan mencium aromanya.

Lalu Dal Hee datang dan duduk disamping Seo Yeon.

Dal Hee : Kau pergi ke pasar bunga dan jamu saat fajar, bukan? Melakukan penelitian itu baik, tapi bukankah kau harus makan?

Seo Yeon : Aku akan menggunakannya sebagai kabut wajah terlebih dahulu. Aku perlu melakukan penelitian
tentang apakah kita dapat menambahkannya ke masker. Aku juga perlu membuat krim.

Dal Hee hanya geleng-geleng kepala karena Seo Yeon gak mendengarkannya.

Seo Yeon : Ayo lihat. Ginseng merah. Tunggu. Di mana jurnal penelitianku tentang fermentasi ginseng merah?

Dal Hee : Kau satu-satunya yang melihat itu. Aku yakin ada di sana. Tidak mungkin kakinya tiba-tiba tumbuh dan melarikan diri.

Seo Yeon mencari-cari jurnalnya tentang ginseng merah dibawah tumpukan jurnalnya dan dia terdiam saat menemukan artikel Baek San dan Le Blanc di bawah tumpukan jurnalnya. Itu artikel yang dibaca Tae Poong di pesawat.

Seo Yeon : Telah ada banyak masalah dengan produk Le Blanc belakangan ini. Aku ingin tahu apa masalahnya.

Dae Geun menghajar manajer pabrik. Seketaris Oh dan Ba Da juga di sana. Mereka di gudang pabrik.

Lalu Baek San datang.

Manajer pabrik : Tolong biarkan aku hidup, Ketua Kang.

Ba Da menunjukkan dokumen yang dipegangnya. Itu dokumen tentang keluarga manajer pabrik.

Baek San : Sebuah apartemen di Namyangju, seorang istri yang bekerja di Puskesmas, dan seorang putra yang baru masuk sekolah dasar. Apakah kau masih tidak memiliki semua yang kau butuhkan?

Manajer pabrik : Aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang masalah paket mawar atau tentang kejadian hari ini. Tolong percaya padaku, Ketua Kang.

Baek San : Aku sudah bilang bahwa Le Blanc tidak membuang keluarga. Aku akan melindungi keluargamu.

Ba Da lalu melemparkan yang pada manajer pabrik.

Baek San : Belikan mainan untuk anakmu dalam perjalanan pulang. Kau harus menjadi ayah terbaik yang kau bisa untuk anakmu.

Manajer pabrik tak bisa apa-apa.

Seo Yeon datang. Dia heran melihat pabrik udah tutup.

Seo Yeon pun menghubungi manajer pabrik. Dan dia mendengar suara ponsel manajer pabrik berasal dari gudang.

Seketaris Oh langsung memutus panggilan Seo Yeon.

Dae Geun beranjak ke pintu.

Seo Yeon menggedor pintu dan memanggil manajer pabrik.

Seketaris Oh membekap manajer pabrik.

Karena manajer pabrik tidak menjawab, Seo Yeon pun pergi.

San Deul masih di ruangannya. Di mejanya, ada dokumen tentang pembaruan paket mawar. Lalu Ba Da masuk.

Ba Da : Aku masuk karena aku melihat lampu menyala. Kau belum selesai dengan pekerjaanmu? Apa kau menungguku?

San Deul : Ya.

Ba Da langsung senang dan mengajak San Deul makan malam.

San Deul membahas hal lain.

San Deul : Kudengar kau dan ayahmu pergi ke pabrik. Apa masalahnya sudah selesai? Aku menunggu karena penasaran.

Ba Da : Tentu saja. Ayah mengambil alih.

San Deul : Bagaimana dia menyelesaikan sesuatu?

Ba Da : Bagaimanapun. Kami juga memutuskan untuk melupakan klaim ganti rugi.

San Deul : Itu melegakan. Aku khawatir. Kita bisa fokus pada pembaruan produk sekarang. Laboratorium penelitian menyediakan beberapa pendekatan yang berbeda. Lihatlah. Aku sudah menambahkan analisisku tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ini akan membantumu.

Ba Da : Aku bisa melakukan ini sendiri.

San Deul : Aku juga pihak yang bertanggung jawab. Mari kita bahas dan putuskan bersama.

Ba Da : Oppa, bisakah kita mendiskusikan satu hal lagi?

San Deul : Apa?

Ba Da : Kau tahu bagaimana perasaanku padamu.

San Deul : Aku sangat tahu. Terima kasih telah melihat ke arahku.

Ba Da : Sampai kapan kau akan menghindari topik seperti ini?

San Deul : Jangan bekerja terlalu larut. Pulanglah dan istirahatlah. Aku akan keluar dulu. Sampai jumpa besok.

San Deul pergi.

Ba Da kesal dicueki San Deul lagi.

Tae Poong turun dari lantai atas, membawa beberapa stelannya.

Bersamaan dengan itu, Baek San keluar dari kamarnya membawa dokumen Paket Mawar Le Blanc.

Baek San melihat Tae Poong mau pergi, kau baru saja pulang. Kau mau kemana lagi?

Tae Poong : Apakah aku tidak boleh tidur di rumah teman? Aku sudah dewasa. Tidak tertulis dalam surat wasiatmu kalau aku harus tinggal di rumah ini.

Baek San : Diam dan duduk lah.

Mereka duduk.

Baek San menaruh dokumen itu di hadapan Tae Poong.

Baek San : Kau harus tahu apa yang terjadi dengan perusahaan. Kau akan bekerja pada pembaruan Paket Mawar jadi lakukan dengan baik.

Ba Da datang, itu proyekku! Kenapa kau menempatkan Tae Poong, yang tidak memiliki pengalaman, pada proyek ini?

Tae Poong kesal dikatai tak berpengalaman.

Baek San : Tidakkah kau tahu betapa mendesaknya situasi paket mawar ini?

Ba Da : Aku sudah bilang aku akan mencari tahu. Aku sudah meninjau kemungkinan solusi yang disarankan oleh laboratorium dan semuanya berjalan lancar. Tae Poong hanya akan menyebabkan lebih banyak masalah.

Baek San : Kita tidak tahu jika dia akan menyebabkan masalah atau membantu. Orang yang bisa menyelesaikan situasi ini adalah orang yang memiliki potensi. Aku akan mendukung siapa pun yang mampu melakukannya. Jangan berdebat denganku.

Tae Poong : Betapa malangnya. Akutidak tertarik untuk bersaing dalam hal ini. Kang Ba Da, berjuanglah!

Tae Poong pergi.

Baek San kesal dan kembali ke kamarnya.

Ba Da juga kesal, kau akan membesarkan Kang Tae Poong untuk menggantikanmu? Kau tidak akan berhasil.

Soon Young tiba di depan sebuah pintu apartemen.

Dia mengetuk pintu. Terdengar suara pria yang menyuruh Soon Young menaruhnya di depan pintu.

Soon Young menaruh tteokbokki nya di depan pintu. Lalu dia berbalik, memeriksa ponselnya.

Tae Poong keluar mengambil tteokbokki. Dia sempat melihat Soon Young tapi hanya punggung Soon Young.

Soon Young pun beranjak pergi.

Tae Poong menyajikan tteokbokki sebagai sarapan untuk dia dan San Deul.

Tae Poong : Silahkan nikmati sebelum dingin.

San Deul : Apakah kau tidak pernah memberi makan dirimu sendiri? Apakah kau selalu membutuhkanku memesan makanan setiap pagi?

Tae Poong : Tepat.

San Deul : Pulang ke rumah dan nikmati makanan enak di sana.

Tae Poong : Astaga..

San Deul mencicipi tteobokki Soon Young.

Tae Poong : Bagaimana menurutmu? Bukankah tteokbokki di pagi hari obat mabuk yang hebat?

San Deul setuju.

Tae Poong baru mencicipi kuah tteokbokki nya. Tapi tiba2 emaknya nelepon.

Tae Poong : Apa sekarang?

In Soon : Kapan kau akan kembali ke rumah? Jangan pedulikan itu. Aku tidak akan meminta banyak, tapi kau harus pergi ke kantor hari ini. Oke?

Tae Poong kesal dan memutus panggilan In Soon.

Lalu dia menyuruh San Deul ke kantor sendirian.

San Deul : Apa yang kau bicarakan? Kita harus pergi bersama.

Tae Poong : Apakah ayahku menyuruhmu melakukan ini? Yoon San Deul. Kau bekerja terlalu keras.

San Deul : Tentu saja, aku harus. Aku tidak kaya sepertimu.

Tae Poong : Ayo. Jangan seperti itu.

San Deul : Bagaimana perasaanmu tentang memasuki perusahaan sebagai pegawai baru?

Tae Poong : Aku sudah lelah.

Tae Poong melihat wajahnya di layar ponsel.

Tae Poong : Ya ampun. Apakah kau melihat lingkaran hitam ini? Aku pikir mereka semakin besar setiap hari. Oh tidak.

San Deul tertawa.

Mo Yeon lagi menyiapkan sarapan. Dia mengoleskan selai ke roti.

Jo Yi keluar sambil berbicara dengan manajer pabrik di telepon.

Jo Yi : Ini adalah Reporter Hong Jo Yi dari KBC. Kita bertemu di demonstrasi, kan? Le Blanc mengatakan bahwa satu orang demonstrasi hanyalah insiden kecil. Apakah itu benar?

Manajer pabrik : Ya. Itu hanya kesalahpahaman. Kami membicarakannya.

Jo Yi : Aku mengerti.

Jo Yi menyudahi telepon.

Setelah itu dia mengirimkan sms pada manajer pabrik.

Jo Yi : Tolong hubungi aku jika ada hal lain yang mau kau laporkan.

Mo Yeon menaruh roti nya di meja. Mo Yeon : Siapa itu?

Jo Yi : Seorang pria yang sedang berdemo di luar kantor Le Blanc. Dia mengelola pabrik yang disubkontrakkan oleh Le Blanc.

Mo Yeon : Dia demo sendirian? Tentang apa?

Jo Yi : Aku tidak tahu secara spesifik, tapi dia terlihat sangat kesal dan marah. Kukira itu bukan sesuatu yang penting. Menurutnya itu hanya salah paham. Aku mendapatkan cerita dari sisi Le Blanc, jadi aku pikir aku harus mendapatkan sisinya juga.

Mo Yeon : Aku mengerti.

Manajer pabrik menghela nafas membaca pesan Jo Yi. Dia sendiri lagi berkemas-kemas.

Lalu Seo Yeon datang.

Seo Yeon : Dimana kau kemarin? Dulu kau selalu menungguku.

Manajer pabrik : Sudah kubilang jangan datang larut malam.

Seo Yeon : Apa yang terjadi dengan wajahmu?

Manajer pabrik : Aku jatuh di ruang penyimpanan.

Seo Yeon : Apakah kau baik-baik saja?

Manajer pabrik : Tentu saja. Aku baru saja jatuh. Jangan khawatir.

Seo Yeon : Mengapa pabrik begitu sepi hari ini?

Manajer pabrik : Benar. Kami kehilangan beberapa kontrak. Kau harus melihat pabrik lain, untuk berjaga-jaga. Pabrik yang terutama melakukan pekerjaan subkontraktor keluar dari bisnis sepanjang waktu.

Seo Yeon : Jangan katakan hal yang menyedihkan seperti itu. Aku tidak bisa mempercayai orang lain untuk membuat produkku. Aku akan bekerja keras untuk mengembangkan bisnis yang sukses dan mengembalikan semua kontrakmu yang hilang.

Manajer pabrik agak terhibur mendengar kata-kata Seo Yeon.

Manajer pabrik : Baik. Jadikan Goeun sukses besar.

Manajer pabrik teringat sesuatu, sebentar.

Dia mengambil sebuah kotak dan memberikannya ke Seo Yeon.

Manajer pabrik : Di Sini. Versi terakhir dari maskermu.

Seo Yeon girang, aku memasukkan darah dan keringatku untuk membuat bayi-bayi ini.

Manajer pabrik : Lihat kau. Apakah kau begitu bahagia?

Seo Yeon : Aku sangat bahagia.

In Soon lagi melihat wajahnya sambil memegang masker dari Seo Yeon. Di mejanya, ada beberapa masker Seo Yeon.

Lalu Ba Da masuk. Dia pamit untuk bekerja.

In Soon : Apa yang salah dengan kulitku? Benar. Ini hari pertama Tae Poong. Bantu dia agar dia bisa menetap dengan baik.

Ba Da : Serahkan dia padaku. Aku akan membuatnya bekerja sangat keras.

Ba Da melihat masker In Soon.

Ba Da : Ini baru.

In Soon : Kau tahu toko rias itu di Cheongdam-dong? Aku mendapatkannya di sana. Apakah kau ingat Penata Eun? Dia melakukan riasanku hari itu.

Ba Da : Oh, penata kelas dua itu?

In Soon : Hati-hati dengan kata-katamu! Keterampilan tata rias Penata Rias Eun adalah terkemuka. Rupanya, dia menjalankan toko online. Dia menjual produk kecantikan yang dia kembangkan sendiri. Dia memberikannya kepadaku sebagai sampel. Aku baru saja mencobanya. Terasa bagus di wajah dan tidak iritasi.

Ba Da : Kau seharusnya tidak menggunakan sampel seperti ini. Kulitmu sensitif. Jangan gunakan itu. Itu bahkan tidak memiliki daftar bahan. Kau tidak tahu apa yang ada di sini.

In Soon : Kulitku jadi iritasi setelah menggunakan paket mawar yang kau buat, tapi masker ini membuat semuanya lebih baik.

In Soon beranjak ke lemarinya.

In Soon : Astaga. Apa yang harus aku kenakan?

Ba Da pun memasukkan beberapa masker Seo Yeon ke dalam tasnya.

*Rese nih…

Seo Yeon ke ruang staf. Ada Dal Hee di sana.

Seo Yeon : Dal Hee-ya, kau tahu apa ini?

Dal Hee : Apakah ini versi terakhir dari masker?

Seo Yeon : Aku akan menyebutnya “Paket Masker Khusus.” Ini adalah produk yang bagus yang dapat mengatasi masalah kulit anda.

Dal Hee : Aku sangat gembira. Pipiku masih sakit karena ditampar Manajer Min. Kurasa sakitku tidak akan sia-sia.

Seo Yeon : Kau benar. Kau menaruh air matamu ke dalam produk ini.

Dal Hee : Kemasannya juga bagus. Aku suka itu.

Seo Yeon : Benar? Bukankah itu cantik?

Dal Hee menatap lagi versi terbaru masker Seo Yeon. Kemasannya lebih cantik dan sudah diberi merk, “KOHONJIN’.

Di mejanya, Ba Da memikirkan kata-kata ibunya sambil memegang masker Seo Yeon.

In Soon : Kulitku jadi iritasi setelah menggunakan paket mawar yang kau buat, tapi masker ini membuat semuanya lebih baik.

Penasaran, Ba Da mencoba masker itu ke punggung tangannya. Dan dia terkejut melihat hasilnya.

Ba Da : Ini langsung menyerap ke dalam kulit. Keseimbangan kelembaban juga sempurna. Bagaimana mereka membuat ini? Jika aku bisa membuat ini …

San Deul masuk membawa Tae Poong. Ba Da masih fokus menatap masker Seo Yeon.

San Deul : Bolehkah aku mendapat perhatian kalian sebentar? Dia akan menjadi anggota baru tim kita.

Tae Poong : Aku berharap dapat bekerja sama dengan kalian. Namaku Kang Tae Poong.

San Deul : Ada tempat terbuka di sana. Itu akan menjadi mejamu.

Tae Poong kaget melihat mejanya. Meja kecil dan penuh dokumen.

Baek San datang.

Ba Da langsung berdiri, Pimpinan Kang. Apa yang membawa anda kesini?

Tae Poong : Aku ingin menyambut anggota baru yang bergabung dengan departemen inti Le Blanc.

Tae Poong hanya diam. Staf yang cewek menyuruh Tae Poong berdiri.

Tae Poong terpaksa berdiri dan memberi salam sekedarnya. Kelakuan berani Tae Poong bikin dua staf terheran-heran.

Baek San : Kang Tae Poong-ssi, aku memiliki harapan yang tinggi padamu. Tolong lakukan yang terbaik dengan pembaruan paket mawar.

Ba Da : Aku sudah menemukan solusi untuk itu. Aku sudah punya sampelnya dari paket mawar baru.

Ba Da menunjukkan masker Seo Yeon.

Semua kaget.

Seo Yeon bilang pada Dal Hee kalau mereka hanya perlu mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat.

Dal Hee : Aku pikir ini akan menjadi sukses besar.

Seo Yeon : Aku pikir juga begitu.

Seo Yeon sangat bahagia tanpa tahu ada orang yang sudah mencuri idenya.

Bersambung….

San Deul dan Tae Poong mendesak Ba Da agar memberitahu mereka bahan-bahan dan perbandingan sampel Seo Yeon.

Ba Da yang terdesak, terpaksa mengaku kalau dia mendapatkan masker itu dari ibunya. Dan ibunya mendapatkan masker itu dari salon kecantikan.

San Deul dan Tae Poong marah, apalagi San Deul. Dia meminta Ba Da mengatakan dimana salon kecantikan itu karena dia mau menemui pengembangnya.

Ba Da gak setuju. Tapi terpaksa memberitahu San Deul.

San Deul dan Seo Yeon akhirnya bertemu. San Deul tahu Seo Yeon adalah Ba Ram, meski Seo Yeon berkeras menyangkal dia adalah Ba Ram.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Start Up Ep 11 Part 1
Read More

Start Up Ep 11 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 11 Part 1, Terlihat ada link lengkap untuk rangkuman Episode sebelumnya ada…
Read More

Shooting Stars Ep 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Shooting Star Episode 9, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini,Baca…
Read More

Adamas Eps 1 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 1 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…