Vengeance of the Bride Eps 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vengeance of the bride Episode 7, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.baca episode sebelumnya disini

Sebelumnya….

Seo Yeon berbalik begitu In Soon masuk. Dia terkejut.

In Soon menyuruh Seo Yeon berhenti. Seo Yeon terpaksa berhenti. In Soon mendekati Seo Yeon. Seo Yeon gugup.

Lalu pemilik salon keluar. Dia bertanya, apa In Soon sudah melakukan pemesanan. Seo Yeon lari ke dalam.

Tapi tak lama, dia pun mengintip keluar, menatap ibunya.

“Bukankah cuaca hari ini bagus? Ngomong-ngomong, kulit kalian berdua benar-benar bagus. Apa rahasiamu? Orang lain mungkin mengira kalian berdua sebagai saudara kandung.”

Mata Seo Yeon mulai berkaca-kaca, eomma.

Pemilik salon mengecek status penata riasnya. Dan, hanya Seo Yeon dan Dal Hee yang tersisa.

Pemilik salon bilang penata rias yang mereka pesan sudah memiliki jadwal penuh.

In Soon pun menatap Ba Da.

In Soon : Kau tidak melakukan pemesanan?

Ba Da membela diri, dia bilang ini mendadak.

Ba Da meminta penata rias berpengalaman yang lain.

Pemilik salon : Salon kami tidak mengklasifikasikan penata kami.

Ba Da : Aku sudah tahu kau memiliki penata khusus untuk VIP.

In Soon : Namun kau tidak melakukan pemesanan! Astaga, aku seharusnya tahu lebih baik. Kau tidak punya rencana dan kau juga tidak berpikir dengan kepalamu.

Kesal, Ba Da pun meminta pemilik salon mengatakan penata rias yang tersedia.

Pemilik salon menawarkan Seo Yeon.

Pemilik salon : Dia tidak begitu berpengalaman tetapi memiliki keterampilan yang luar biasa.

Ba Da : Kenapa kau menawarkan kami penata kelas dua?

Dal Hee mau protes dikatain kelas dua, tapi dicegah Seo Yeon.

Pemilik bilang satu-satunya penata rias yang tersisa cuma Seo Yeon.

Ba Da mengajak ibunya pergi, tapi In Soon setuju Seo Yeon menata nya.

Ba Da terkejut, eomma!

In Soon mengomeli Ba Da, kenapa kau tidak pergi bekerja sekarang! Kau setidaknya harus melakukan pekerjaanmu jika tidak dapat melakukan pemesanan.

In Soon lalu tanya ke Seo Yeon, kemana dia harus pergi.

Sekarang, In Soon sudah duduk di kursi rias. Seo Yeon gemetaran mengambil masker. In Soon melihat itu. Dia pun menenangkan Seo Yeon. Dia bilang, dia bukan berubah untuk menjadi selebriti atau semacamnya, jadi Seo Yeon santai saja.

Seo Yeon merobek masker wajah terbarunya.

In Soon : Apakah toko ini tidak menggunakan produk Le Blanc?

Seo Yeon : Kulit anda benar-benar bersih. Jadi daripada menggunakan masker wajah yang sangat diperkaya, lebih baik digunakan yang agak fungsional.

In Soon langsung melihat wajahnya di cermin.

In Soon tidak percaya, tidak mungkin. Aku seorang wanita tua dengan keriput.

Seo Yeon : Tidak. Kulitmu bagus.

Seo Yeon lalu menawarkan diri memijat bahu In Soon terlebih dahulu, sebelum memakai masker wajah.

In Soon setuju.

Seo Yeon mulai memijat.

Seo Yeon : Anda memiliki bahu yang sangat kaku.

In Soon : Aku sedang stres. Astaga.

Tiba-tiba, In Soon teringat sama pijatan Ba Ram.

Flashback…

Ba Ram memihat bahu In Soon. In Soon suka dengan pijatan Ba Ram. Dia bilang pijatan Ba Ram tepat sasaran dan menyuruh Ba Ram memijat bahunya secara menyeluruh.

Flashback end…

Tangis In Soon langsung keluar teringat itu. Seo Yeon terdiam melihat ibunya nangis.

In Soon : Kenapa aku menangis? Astaga, aku sangat bodoh. Maaf. Astaga. Apakah itu menopause? Aku mudah menangis.

Seo Yeon memberikan In Soon tisu.

“Eomma.” ucapnya dalam hati.

Di ruangannya, Baek San lagi menonton berita tentang masker wajah Le Blanc. San Deul dan Ba Da bersamanya.

Sang reporter yang melaporkan adalah Hong Jo Yi.

Jo Yi : Tadi malam, media sosial aktris nasional Nona Seo Mi Na menjadi berita hangat. Nona Seo mengeluhkan masalah kulit yang disebabkan oleh Paket Mawar Le Blanc dan mengunggah beberapa foto. Komentar tentang gejala yang sama mulai membanjiri pos. Banyak yang menyuarakan… ketidakpuasan mereka yang kuat dengan Paket Mawar.

Baek San mematikan TV. Dia marah, sial!

Ba Da : Manajer pabrik harus membayar untuk ini. Bagaimana dia bisa mengganti bahannya menjadi yang murah untuk uang?

San Deul : Kau yakin tentang ini? Apakah manajer pabrik mengakuinya?

Ba Da : Aku tidak akan marah seperti ini jika dia telah mengakuinya dan merenungkannya. Dia berusaha menghindari tanggung jawab dan lepas tangan.

Baek San : Ubah pabrik subkontrak kita.

San Deul : Mari kita luruskan faktanya dulu.

Ba Da : Kita tidak punya waktu untuk mengikuti aturan dan prinsip. Itu hanya akan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada kita.

Baek San : Beritahu pabrik untuk pemutusan subkontrak. Beritahu pers bahwa kami juga korban.

San Deul : Ketua. Tindakan tergesa-gesa dapat merugikan nyawa orang yang tidak bersalah. Dia tidak bersalah.

Baek San : Manajer Senior Kang dan aku mengkonfirmasi kejahatan manajer pabrik di tempat kejadian. Serahkan siaran persnya ke tim PR dulu.

San Deul mengerti dan beranjak pergi.

Ba Da juga mau pergi tapi dipanggil ayahnya. Sang ayah meletakkan botol obat itu di atas meja.

Ba Da terkejut dan teringat saat dia mencampurkan obat itu.

Ba Da pun langsung berlutut dan minta maaf.

Reaksi Baek San diluar dugaan.

Baek San : Untuk apa? Manajer pabrik bersalah.

Ba Da merinding melihat ayahnya menyalahkan manajer pabrik padahal udah tahu dia biangnya.

Baek San : Le Blanc. Seperti namanya, perusahaan kita berwarna putih bersih. Le Blanc sempurna. Semua masalah disebabkan dari luar.

Ba Da : Aku akan mengingatnya.

Baek San : Satu minggu. Selesaikan pembaruan Paket Mawar dalam waktu seminggu. Jika kau bahkan tidak dapat mencapainya, selanjutnya giliranmu.

In Soon sudah selesai di facial.

Seo Yeon tanya, apa In Soon suka hasilnya.

In Soon takjub melihat perubahan kulitnya, siapa yang tahu aku ini menakjubkan?

In Soon kemudian berdiri dan menatap Seo Yeon.

In Soon : Siapa namamu tadi?

Seo Yeon : Eun Seo Yeon.

In Soon : Eun Seo Yeon? Itu nama yang cantik.

In Soon memegang tangan Seo Yeon.

In Soon : Eun Seo Yeon-ssi, terima kasih.

In Soon membayar perawatannya dan berkata dia mungkin akan menjadi pelanggan tetap mereka.

Pemilik salon senang, silakan sering mengunjungi kami mulai sekarang.

In Soon meminta Seo Yeon yang melayaninya setiap dia datang.

Pemilik salon mengerti.

Dal Hee datang dan memberikan produk masker yang mereka kembangkan. Dia juga bilang kalau Seo Yeon lah yang membuat masker itu.

In Soon kaget menatap Seo Yeon, kau seorang presiden?

Seo Yeon : Bisa saja. Terlalu kecil untuk disebut perusahaan.

In Soon memuji Seo Yeon. Dia bilang, Seo Yeon wanita berbakat.

Dal Hee : Aku bahkan memasukkan sampel masker wajah yang dirilis hari ini. Tolong sebarkan beritanya, Bu.

In Soon : Tentu saja. Sampai jumpa lagi, Nona Eun.

Seo Yeon masuk ke ruangan khusus staf. Dia memegang tangannya yang tadi dipegang ibunya.

Dia bahagia, eomma.

Lalu Dal Hee masuk sambil senyum-senyum menatap Seo Yeon.

Dal Hee : Kau bahkan melakukan riasan untuk Nyonya Le Blanc. Eun Seo Yeon. Kau berhasil.

Seo Yeon berkata dalam hatinya, bahwa dia bertemu ibunya, merias wajah ibunya dan bahkan memihat bahu ibunya.

Dal Hee : Kapan kita akan menghasilkan cukup uang agar diperlakukan seperti seorang ratu seperti dia?

Seo Yeon : Apakah kau lupa tentang pesanan massal Goeun?

Dal Hee : Lihatlah hidup kita. Kita bersukacita atas 20 pesanan. Jika bisa terlahir kembali, aku ingin menjadi putri Le Blanc di kehidupanku selanjutnya, hidup ini tidak akan terasa begitu tidak adil.

Manajer Min masuk, jadwal Tuan Bae Yeon Joo telah berubah. Begitu pula dengan pakaiannya. Dapatkan pakaiannya dari Homme.

Dal Hee : Apa yang dilakukan stylist-nya?

Manajer Min : Dia punya lebih dari satu pakaian. Kita harus saling membantu ketika kita sedang sibuk. Tunggu apa lagi, Eun Seo Yeon? Cepat dan bergerak.

Para ibu-ibu sosialita kesal di kelas melukis karena In Soon belum datang.

Tak lama, In Soon datang.

“Astaga. Maafkan aku karena pergi segera setelah kami duduk. Aku harus menerima panggilan telepon yang mendesak. Kita sudah bertemu satu sama lain di sana-sini. Jadi kita bisa melewatkan perkenalan diri, kan?”

“Apakah dia waras? Lihat saja dia.”

In Soon dalam hatinya kesal.

In Soon : Apakah kalian pikir aku akan menyerah kepada kalian? Aku pasti akan menjatuhkan kalian.

Salah satu ibu membahas kembalinya Tae Poong.

“Aku mendengar putramu kembali ke Korea.”

In Soon sesumbar, bahwa putranya ada pertemuan penting dan dia memberi beberapa saran.

“Pertemuan penting itu? Kebetulan, apakah ini kencan buta dengan putri S Group?”

“Bahkan kau mendengar desas-desus itu? Putrinya adalah seorang reporter terkenal untuk KBC. Memiliki mata untuknya, dia ingin bertemu dengannya begitu dia kembali.” jawab In Soon.

“Bukankah kau membayar miliaran untuk kencan buta itu? Berhentilah melebih-lebihkan.”

“Apa?”

“Aku mengatakan kelas menggambar ini tidak mudah diatur. Jadi mari kita fokus sekarang. Saat kita menyalin mahakarya Prancis, kita harus bisa berbahasa Prancis. Apakah kau tidak setuju?”

In Soon agak terdiam tapi dia terpaksa mengiyakan.

“Bukankah kau mengambil jurusan bahasa Prancis selama kuliah, Nyonya Nam?”

“Ya. Tentu saja.”

“Lalu kenapa tidak kita mulai dengan menghargai karya dalam bahasa Prancis?”

Para ibu-ibu mulai bicara dengan Bahasa Prancis.

“Kudengar anakmu sampah yang telah melakukan balap mobil di AS. Benarkah itu?”

In Soon yang gak tahu artinya, malah membenarkan kalau Tae Poong adalah sampah yang melakukan balap mobil di AS. Dia juga menjawab dengan Bahasa Prancis.

Ibu-ibu lain ikut-ikutan.

“Apakah kau: benar-benar membeli gelar sarjanamu?”

“Ya. Itu benar.”

Mereka mulai bicara Bahasa Korea.

“Aku tahu itu, Nyonya Nam. Kau memiliki pengetahuan seni yang luar biasa. Kau tahu siapa yang melukis itu, kan?” ucap ibu yang bilang Tae Poong sampah sambil menunjuk lukisan di depan mereka.

In Soon kebingungan menjawab.

Lalu dia ingat buku yang dilihatnya tadi di meja lobby.

In Soon : Dia artis Prancis itu. Monet.

Sontak lah para ibu-ibu menertawakannya. Ibu yang bilang Tae Poong sampah, lalu mengatakan kalau In Soon punya selera humor yang tinggi.

Lalu mereka mulai bicara Bahasa Prancis lagi.

“Dia mengatakan ‘Monet’, bukan ‘Money’.

In Soon : Aku tahu itu. Aku hanya ingin kalian semua tertawa. Monet.

In Soon masuk ke restoran Dae Bak dengan muka kesal. Dae Bak yang melihat In Soon berkata kalau In Soon menyelamatkannya. Ya, resto Dae Bak lagi rame-ramenya dan Dae Bak kewalahan melayani pengunjung.

Dae Bak : Aku berlarian sepanjang hari. Astaga. Punggungku sakit. Aku akan istirahat di konter, jadi siapkan meja itu di sana.

In Soon : Apakah kau harus menambahkan bahan bakar ke api?

In Soon duduk di meja kasir.

In Soon : Money atau Monet, apapun namanya. Menyebalkan sekali.

Tae Poong keluar dari butik sambil memegang kopinya. Tak lama, In Soon menghubunginya. Bersamaan dengan itu, Seo Yeon lewat dan masuk ke butik itu.

In Soon : Aku sudah membuatkan setelan jas untukmu. Kenakan itu ke kencan buta. Mengerti?

Tae Poong : Akan buruk jika dia jatuh cinta padaku.

In Soon : Kau tidak bisa membayangkan seperti apa penghinaan yang kuterima hari ini. Astaga. Aku benar-benar kesal dan kesepian. Kalau saja aku mertua S Group dan memiliki reporter terkenal sebagai menantu perempuanku, lalu aku akan…

Tae Poong : Baiklah. Berhenti mengomel. Aku akan pergi kencan buta. Selamat tinggal.

Seo Yeon keluar membawa beberapa setelan. Tepat saat itu, Tae Poong membuang kopinya ke arah Seo Yeon. Seo Yeon pun kaget dia dan stelan-stelan jas itu kena siram kopi.

Tae Poong mau masuk mobilnya tapi dihentikan Seo Yeon.

Seo Yeon kaget melihat Tae Poong, orang gila?

Tae Poong juga kaget melihat Seo Yeon, americano panas? Bukankah aku sudah memberitahumu untuk tidak muncul di hadapanku lagi? Ngomong-ngomong, kenapa kau begitu basah?

Seo Yeon : Kaulah yang membuat kekacauan ini.

Tae Poong pun sadar dia yang tadi menyiram Seo Yeon.

Tapi Tae Poong gak mau disalahin.

Tae Poong : Kau seharusnya bersikap baik kepada orang lain di tempat pertama. Karena kau kasar padaku, kau tersambar petir.

Seo Yeon : Apa katamu?

Seo Yeon lalu menunjukkan stelannya yang basah gegara Tae Poong.

Dia bilang Tae Poong udah membuat semuanya basah.

Tae Poong : Lalu bagaimana dengan sepatu langkaku yang kau kotori? Astaga. Aku seorang pria yang murah hati.

Seo Yeon : Bagaimana kau akan memberikan kompensasi untuk pakaian basah ini?

Tae Poong masuk ke mobilnya.

Seo Yeon kesal, buka pintunya. Kau brengsek gila!

Tae Poong pergi.

Di salon, Seo Yeon dibantu Dal Hee mengeringkan stelan2 itu.

Lalu Manajer Min masuk, apa masih belum siap?

Seo Yeon : Kami hampir selesai.

Manajer Min : Keringkan dalam lima menit. Kita akan bicara setelah kita mengirim Tuan Bae pergi.

Manajer Min keluar.

Seo Yeon : Kalau saja bukan karena orang gila itu.

Dal Hee : Siapa sih orang gila itu? Aku akan membunuhnya untukmu.

Seo Yeon : Tidak. Jangan letakkan tanganmu di atasnya. Aku akan membunuhnya sendiri. Aku serius akan.

Seo Yeon menyalakan hairdreynya, seolah2 dia lagi men-hairdryer Tae Poong.

Bersamaan dengan itu, rambut Tae Poong beterbangan seolah kenapa hairdryer Seo Yeon.

Tae Poong kaget, apa itu angin panas? Ini aneh.

Tae Poong sendiri sudah berada di depan kafe. Dia pun masuk ke dalam dan melihat seorang wanita berambut pendek sudah menunggunya. Wanita itu menatap keluar jendela. Tae Poong menghela nafas dan langsung duduk di depan wanita itu.

“Kang Tae Poong-ssi? Kau langsung mengenaliku.” ucap Hong Jo Yi.

“Siaran pers Le Blanc ada di mana-mana hari ini. Apa kau benar-benar mau datang kesini setelah siaran itu?”

“Kami menerima informasi untuk memperbaiki artikel kami. Ayo berhenti bicara tentang pekerjaan dan memperkenalkan diri. Aku Hong…”

“Hong Jo Yi. Kau satu-satunya putri dari Presiden Grup S Jung Mo Yeon. Kau adalah reporter utama KBC.”

“Kau menghafal semuanya dengan benar. Ingatanmu cukup bagus.”

“Aku tumbuh dengan diberi tahu bahwa aku pintar. Aku hanya tidak belajar keras.”

Jo Yi tertawa, kau bahkan jujur.

“Karena kita jujur, mari kita keluarkan semuanya. Aku tahu ini hanya tugas untuk kita. Anggap saja kau menolakku.”

“Apa yang kita lakukan? Aku selalu memasukkan usaha terbaikku saat mengerjakan tugas.”

“Apa yang ingin kau lakukan?”

“Mengenalmu, Kang Tae Poong-ssi.”

“Kau seorang reporter, bukan? Mengapa kau tidak bisa membaca yang tersirat? Bagaimana kau lulus ujian menjadi reporter?”

“Aku mendapat nilai tertinggi dari kelas awal ku di KBC.”

“Apakah kau benar-benar harus pamer? dalam situasi ini?”

“Aku hanya menunjukkan kepadamu bahwa keterampilan komunikasiku tidak buruk.”

“Aku tidak suka wanita yang banyak bicara.”

“Bagus. Aku lebih suka mendengarkan daripada berbicara.”

“Jika kau tidak akan melakukannya, aku akan melakukannya.”

“Melakukan apa?”

“Menolakmu.”

“Apa kau yakin kau bisa menangani konsekuensinya?

“Aku tidak bisa menanganimu sekarang. Kau terlalu luar biasa. Katakanlah kita makan selama satu jam dan minum teh selama satu jam. Silakan nikmati sisa waktumu di sini. Selamat tinggal.”

Tae Poong pergi.

Jo Yi tertawa.

Seorang wanita tengah melihat-lihat sepatu, ditemani dua orang.

“Yang satu ini sangat populer belakangan ini. Bukankah itu bagus? Yang ini juga bagus.”

Ponsel wanita itu berdering.

Dari Jo Yi.

“Hai, Jo Yi. Bagaimana hasilnya?”

“Eomma. Aku ingin melakukannya. Aku ingin menikah.”

Mendengar itu, Mo Yeon tersenyum. Omo, wajahnya mirip Yoon Hee!

Mo Yeon : Aku melihat kau akhirnya menemukan orang yang tepat. Tentu saja. Selama kau bahagia, aku baik-baik saja dengan itu.

Manajer pabrik ada di depan rumah Baek San. Dia tengah memohon pada Baek San untuk mengampuninya.

Manajer pabrik : Ketua Kang. Jika kami menutup pabrik kami seperti ini, semua karyawan kami akan kelaparan.

Baek San : Beraninya kau membuat keributan di depan rumahku!

Tae Poong datang dan melihat semua itu.

Manajer pabrik : Tolong bantu aku, Ketua Kang. Aku bersumpah kita tidak pernah sekalipun mengacaukan produk. Kita telah bekerja sama selama sepuluh tahun. Kau mengenalku dengan baik. Tolong percaya padaku.

Baek San : Aku tidak peduli jika kita sudah bekerja bersama selama seratus tahun. Aku tidak membutuhkanmu, jadi aku akan menyingkirkanmu. Kecuali jika kau memiliki keinginan mati, pergi dari hadapanku!

Baek San lalu menyuruh seketarisnya menyingkirkan manajer pabrik.

Baek San masuk ke rumahnya.

Seketaris Baek San mulai menyeret manajer pabrik.

Tae Poong menghentikan seketaris Baek San.

Tae Poong : Apa yang kau lakukan! Bagaimana bisa kau memperlakukan seseorang seperti ini!

Seketaris Baek San minta maaf pada Tae Poong.

Tae Poong membantu manajer pabrik berdiri. Manajer pabrik menghempaskan tangan Tae Poong dan berlari ke pagar Baek San. Dia berteriak, meminta bantuan Baek San.

In Soon terus menuangkan wine ke dalam gelas, padahal gelasnya udah penuh.

Lalu Ba Da datang menghentikan In Soon.

Ba Da : Eomma, kenapa kau minum sendirian lagi sebelum makan malam?

In Soon : Bagaimana mungkin aku tidak minum di saat seperti ini?

Ba Da : Apa yang terjadi kali ini?

In Soon : Kau tidak perlu tahu. Aku tidak punya teman. Anakku hanya menyebabkan masalah. Hidupku begitu kesepian.

Ba Da : Mengapa kau kesepian? Aku disini. Aku putrimu.

In Soon menatap ke arah Ba Da. Sosok Ba Da berubah menjadi Ba Ram. Dia tersenyum.

In Soon : Benar. Aku memilikimu.

In Soon memeluk Ba Da.

In Soon : Ba Ram-ah, kau satu-satunya yang mengerti aku.

Ba Da marah dan menolong In Soon.

Ba Da : Sadarlah, Bu! Aku Ba Da, putrimu! Aku bisa menyerahkan hatiku untukmu.

In Soon sadar dan kembali duduk.

In Soon : Untukku? Berhenti bercanda. Aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau menakutkan, gadis licik. Kau sangat senang saat Ba Ram meninggal. Bagaimana bisa kau sebut dirimu manusia? Kau menjijikan.

Ba Da : Itu karena kau. Aku pikir aku tersenyum akan membuatmu tersenyum.

In Soon : Senyum? Kau terlihat seperti ayahmu. Bagaimana aku bisa tersenyum saat melihatmu?

Ba Da : Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana caranya agar kau bisa menyukaiku?

In Soon : Mungkin kau harus memperbaiki diri sendiri menjadi lebih seperti Ba Ram.

Ba Da : Haruskah aku melakukan itu? Haruskah aku bertanya kepada Dokter Kim untuk menurunkan sudut luar mataku? Akankah kau tersenyum padaku saat itu?

In Soon : Aku tidak berbicara tentang wajahmu. Aku sedang berbicara tentang hatimu yang jelek. Mengapa kau selalu terlihat begitu agresif bahkan saat kau tersenyum?

Lalu In Soon mendengar suara Tae Poong.

In Soon langsung lari ke Tae Poong. Ba Da menghapus tangisnya.

Tae Poong memarahi ibunya.

Tae Poong : Bu, kau bisa masuk angin!

Tae Poong melepas jas nya dan memakaikannya ke ibunya.

Tae Poong mengajak ibunya ke dalam.

Baek San keluar dan memarahi In Soon.

Baek San : Kau minum lagi.

In Soon : Menurutmu apa alasanku selalu minum? Itu karena kau, Kang Baek San!

Ba Da datang.

Tae Poong : Mengapa kau menyuruh mereka menutup pabrik? Apa kesalahan manajer pabrik?

Ba Da : Bagaimana kau bahkan tahu manajer pabrik?

Tae Poong : Aku melihatnya memohon di kaki Ayah.

Baek San : Jauhi itu jika kau tidak tahu apa-apa.

Tae Poong : Aku bertanya karena tidak tahu. Sekretaris Oh bilang manajer pabrik melakukan sesuatu yang salah, tapi manajer mengatakan tidak.

Ba Da : Aku harus berurusan dengannya.

Tae Poong : Aku tidak tahu apa yang dia lakukan, tapi dia datang jauh-jauh ke sini untuk memohon pengampunan. Haruskah kau sedingin itu?

Baek San : Berapa kali aku harus memberitahumu bahwa kau hanya bisa menjadi burung pipit dengan menjadi lemah seperti itu? Bermimpilah seperti elang dan memiliki mata elang.

Tae Poong : Aku sudah bilang aku tidak tertatik menjadi elang.

Baek San : Diam. Bagaimana kencan butamu?

Tae Poong : Dia tidak menyukaiku. Tunggu. Mungkin kami memutuskan untuk mengatakan bahwa aku tidak menyukainya.

Baek San mau menampar Tae Poong tapi dihentikan In Soon.

In Soon : Jangan sentuh anakku. Apa kau lupa apa yang kau lakukan padanya?

Nyonya Park datang dan membela Baek San.

Nyonya Park : Astaga. Seorang wanita seharusnya tidak berteriak seperti itu!

In Soon melawan, bukankah kau seorang wanita juga, Ibu? Kau berteriak lebih daripada wanita lain di negara ini. Kau menyebutku tidak berpendidikan? Aku tidak bisa lebih tidak berpendidikan darimu!

Nyonya Park : Oh, Baek San. Aku sudah hidup terlalu lama.

Ba Da : Eomma, ayo masuk.

In Soon : Apakah aku benar-benar harus hidup seperti ini? Ba Ram-ah…

Ba Da : Ba Ram-ah! Ba Ram-ah! Ba Ram-ah! Berhenti dengan itu! Ba Ram sudah mati. Aku bukan Kang Ba Ram. Aku Kang Ba Da. Berhentilah mencari Ba Ram, yang sudah mati, dan lihat aku. Aku putrimu. Jadi tolong, perlakukan aku seperti itu!

Nyonya Park : Astaga. Hantu Ba Ram pasti menghantui rumah ini.

Tae Poong kesal, tidak ada yang berubah di rumah ini.

Tae Poong pergi.

Seo Yeon menyetrika syal ibunya.

Seo Yeon : Nodanya masih ada di sini. Aku bersumpah jika aku melihat orang gila itu lagi…

Dal Hee baru siap mandi, beli saja yang baru.

Seo Yeon : Ini bukan hanya syal.

Dal Hee : Apa itu?

Seo Yeon tersenyum dan bicara dalam hatinya, ini ibuku.

Di rumahnya, Mo Yeon mendengarkan musik klasik dari piringan hitam.

Sorot matanya nampak sendu.

Sementara In Soon yang berbaring di kasurnya, terus dan terus memanggil Ba Ram dengan wajah putus asa.

Bersambung….

Ba Da mencuri ide Seo Yeon. Dia mengaku sudah menemukan solusi untuk masker wajahnya dan menunjukkan masker wajah Seo Yeon.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Youth of May Ep 16
Read More

Youth of May Ep 16

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Youth of May Episode 16, Jika Kalian mencari full recap-recapnya langsung ada di tulisan yang…
Read More

Red Shoes Ep 71 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 71 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…