Vengeance of the Bride Eps 6 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vengeance of the bride Episode 6 part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.baca episode sebelumnya disini

Sebelumnya….

Di kamarnya, Seo Yeon membaca kandungan dari masker mawar Le Blanc.

Tertulis ekstrak daun rosemary dan phenoxyethanol.

Seo Yeon : Fenoksietanol. Itu dia.

Dal Hee : Apa? Phe? Apa itu?

Seo Yeon : Ini pengawet sintetis diekstraksi dari teh hijau. Dapat menyebabkan reaksi alergi jika dibiarkan di kulit untuk waktu yang lama.

Dal Hee : Kau mulai lagi.

Seo Yeon mencoba masker mawar ke punggung tangannya.

Dan hasilnya, kulit tangannya iritasi. Seo Yeon lalu mencoba menyembuhkan iritasinya dengan dua lotion yang dia pakai menjadi satu. Dan seketika, iritasinya hilang.

Seo Yeon pun langsung pergi.

Dal Hee : Kau mau kemana? Mau ke pabrik lagi?

Seo Yeon menyerahkan dua lotion itu ke manajer pabrik.

Seo Yeon : Harap berhati-hati pada sampel seperti biasa.

Manajer pabrik : Aku sudah bilang bahwa kita tidak akan mendapat banyak keuntungan jika kita membuat ini sedikit demi sedikit.

Seo Yeon : Aku akan membayar lebih untuk produksinya kali ini. Aku tidak bisa pergi ke pabrik lain. Kau satu-satunya orang yang bisa melakukan ini.

Manajer pabrik : Aku hanya melakukan ini karena kau adalah teman.

Seo Yeon senang dan mengucapkan terima kasih berkali2.

Seo Yeon pun pergi.

Bersamaan dengan itu, Baek San datang bersama Ba Da.

Mereka berpapasan, tapi tak saling melihat.

Mereka menemui manajer pabrik.

Manajer pabrik : Pabrik kami adalah sumber masalahnya? Tidak mungkin. Aku mengelola pabrik ini dengan sangat ketat. Kukira kita bisa melihat-lihat untuk memeriksa.

Baek San : Ya, tentu saja.

Manajer pabrik : Lihatlah ke sekeliling sebanyak yang anda mau, Ketua Kang.

Ba Da mulai gugup.

Mereka mulai berjalan. Manajer pabrik mengajak Baek San ke lantai dua.

Mereka beranjak duluan.

Ba Da yang takut, mengeluarkan obatnya. Lalu dia naik ke lantai atas dan mencampurkan obat itu ke dalam bahan yang tengah diproduksi.

Lalu Ba Da memanggil ayahnya.

Manajer pabrik kaget melihatnya, sstaga.

Baek San marah, apakah kami menyuruhmu bekerja seperti ini?

Manajer pabrik : Apa ini? Tidak mungkin ini terjadi.

Ba Da : Bagaimana kau mengelola bahan baku? Apakah kau mengatakan bahwa sampah ini masuk ke paket mawar kami?

Manajer pabrik : Tidak. Sumpah, tidak. Ketua Kang. Tolong dengarkan aku.

Baek San : Kau harus berbicara dengan tim hukum kami tentang itu.

Baek San pergi. Manajer pabrik mengejarnya.

Dan Ba Da lega dia lolos dari amukan ayahnya.

Tae Poong mimpi buruk lagi soal kebakaran yang diciptakan ayahnya 20 tahun lalu di rumah kediaman Jin Il Seok dan Seo Yeon Hee.

Tae Poong masih trauma.

Seo Yeon membangunkan Dal Hee. Lalu dia menunjukkan sampel yang baru dia terima dari manajer pabrik.

Seo Yeon : Mereka sampel masker wajah yang baru kuterima dari pabrik. Kita telah berhasil membuat produk baru.

Dal Hee : Betulkah? Kita harus memutuskan tanggal peluncurannya.

Seo Yeon memeriksa kalender, dibutuhkan sekitar dua bulan untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat. Kita bisa mulai menjualnya sebagai produk baru Goeun pada tanggal ini.

Baek San, In Soon, Nyonya Park dan Ba Da lagi sarapan.

Baek San : Mengapa kau begitu sibuk akhir-akhir ini? Kudengar kau jarang di rumah.

In Soon menatap kesal Nyonya Park.

Nyonya Park tersenyum senang melihat In Soon ditanyai Baek San.

In Soon : Pasti ada sedikit buruk yang terbang di sekitarku.

In Soon lalu bilang dia ke toko adiknya.

In Soon : Aku harus membantu Dae Bak sampai bisnisnya diselesaikan.

Nyonya Park usil, dari mana Dae Bak selalu mendapatkan uang untuk membuka semua toko itu? Orang bahkan tidak bisa membuka satu toko secara normal, tapi dia membuka dua atau tiga dengan mudah.

In Soon : Astaga, Ibu. Dae Bak punya banyak uang. Kau tidak tahu apa-apa.

Nyonya Park : Aku mungkin tidak mengenal Dae Bak dengan baik, tapi aku tahu satu hal. Dia tidak memiliki bakat untuk menjalankan bisnis. Setiap kali dia membuka toko, tokonya bangkrut.

In Soon : Ibu. Apa yang kau bicarakan? Dia membuka toko yang lebih bagus ini dengan premi yang dia terima dari menjual toko terakhir. Kau tidak tahu apa-apa.

Baek San : Berhentilah membuang waktumu pada hal-hal yang tidak berguna dan mulai menghadiri klub istri. Aku akan mengirim sekretarisku untuk menjemputmu jadi bersiaplah untuk pergi tepat waktu.

In Soon : Klub istri? Apakah itu klub yang istrinya dari jabatan CEO Hyunsin Construction?

Ba Da: Bukankah kau sudah berhubungan dengan Konstruksi Hyunsin, Ayah?

Baek San : Ya. Keluarga itu memiliki pegangan yang kuat di dunia politik Korea. Aku memberimu tempat dengan memberi mereka kontrak konstruksi. Pergi melakukan pekerjaan dengan baik. Jangan mengacaukan ini.

In Soon : Kapan aku pernah mengacaukan segalanya?

Baek San : Jangan tunjukkan betapa tidak berpendidikannya kau di depan semua orang.

In Soon : Tidak berpendidikan? Apa yang salah denganmu? Aku punya gelar master, kau tahu itu.

Nyonya Park : Kau pada dasarnya membeli itu dengan banyak uang. Kau pasti sangat bangga.

In Soon : Ibu! Para wanita di klub itu telah berusaha keras untuk membuatku bergabung. Mereka sangat memandangku karena aku selalu pergi untuk pameran seni dan konser.

Nyonya Park : Tunggu sebentar. Bukankah itu klub yang membuatmu kesal karena mereka tidak mengizinkanmu bergabung?

In Soon : Ibu, kau tidak tahu apa-apa. Astaga, kita benar-benar tidak akur.

Tae Poong datang. In Soon beranjak dari ruang makan. Ba Da menyusul ibunya.

Tae Poong : Aku keluar dulu.

Baek San : Kudengar kau memiliki kencan buta hari ini. Itulah satu-satunya hal yang dapat kau lakukan untuk keluarga ini. Jangan mengacaukannya.

Tae Poong : Ya aku tahu.

Baek San : Aku tidak bercanda. Jangan mengacaukannya. Apakah kau ingin aku membacakan surat wasiatku lagi?

In Soon marah-marah, astaga. Dia sangat menjengkelkan. Aku perlu mendukungnya lebih baik sebagai seorang istri? Mereka benar-benar merusak suasana hatiku. Apa yang mereka inginkan dariku?

Ba Dam : Nenek dan ayah selalu seperti itu. Jangan biarkan itu mengganggumu.

In Soon : Bahkan kulitku dalam kondisi buruk. Setidaknya dia bisa memberitahuku lebih awal.

Ba Da : Bu, apakah kau menginginkanku untuk membawamu ke toko rias populer?

Seo Yeon baru saja mengantarkan pelanggan mereka keluar.

Lalu Ba Da masuk. Seo Yeon mengucapkan selamat datang. Mereka tidak saling mengenali.

In Soon masuk. Seo Yeon terkejut dan langsung membalikkan badannnya.

In Soon memanggil Seo Yeon, tunggu sebentar.

In Soon mendekati Seo Yeon.

Bersambung…….

Next episode :

Baek San tetap menyalahkan manajer pabrik, padahal dia tahu itu perbuatan Ba Da.

Seo Yoon Hee muncul! Dia mengelola sebuah butik.

Tae Poong kencan buta dengan Hong Jo Yi, putri Seo Yoon Hee.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

The Law Cafe Ep 13

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Law Cafe Eps 13, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya di tulisan yang ini.…