Vengeance of the Bride Eps 14

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vengeance of the bride Episode 14, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.baca episode sebelumnya disini

Sebelumnya…

Nyonya Park memegang kerah baju Seo Yeon.

Nyonya Park : Kau bisa menipu hantu, tapi kau tidak bisa menipuku!

Nyonya Park mengoyak baju Seo Yeon. Dia ingin tahu, Seo Yeon punya tanda lahir berbentuk bintang atau tidak. Seo Yeon kaget bajunya dikoyak. Tanda bintang itu tidak ada. Nyonya Park bingung sendiri, karena dia yakin sekali Seo Yeon adalah Ba Ram, tapi masalahnya Seo Yeon gak punya tanda lahir bintang.

Seo Yeon pun ingat apa yang dia lakukan dengan tanda lahirnya tadi malam.

Ternyata Seo Yeon menutupi tanda lahirnya dengan alas bedak.

In Soon datang dari dapur, dia terkejut melihat baju Seo Yeon koyak.

In Soon memarahi Nyonya Park.

In Soon : Eommoni! Astaga, apa yang kau pikirkan!

Lalu In Soon menatap Seo Yeon.

In Soon : Kau pasti terkejut, Penata Rias Eun. Aku sangat menyesal.

Seo Yeon membela Nyonya Park.

Seo Yeon : Tidak masalah. Aku melihat-lihat dan nenek menangkap basah. Bukankah aku benar, Nek?

Nyonya Park mengiyakan.

In Soon : Astaga. Tapi meski begitu… Ini buruk. Tunggu di sini sebentar. Aku akan membawakanmu baju ganti.

In Soon segera ke atas.

Seo Yeon dan Nyonya Park duduk di sofa.

Seo Yeon menatap Nyonya Park, sambil bertanya-tanya dalam hatinya bahwa Nyonya Park tidak akan meragukannya lagi.

Seo Yeon : Mulai sekarang, aku bisa menghadapinya sebagai Eun Seo Yeon dan bukan Kang Ba Ram.

Seo Yeon : Meskipun aku hanya bertemu denganmu beberapa kali,kau terlihat seperti orang baik, Nek. Aku tahu dari upacara peringatan orang asing yang kau selenggarakan selama beberapa dekade.

Nyonya Park : Apa? Upacara peringatan?

Seo Yeon : Hari dimana Nyonya Nam melakukan wawancara. Kudengar, orang-orang itu tidak ada hubungan darah denganmu tapi kau tetap melakukan upacara peringatan.

Nyonya Park : Astaga, mulut besar In Soon adalah masalahnya.

Seo Yeon : Tapi, izinkan aku bertanya. Kenapa kau mengadakan upacara peringatan untuk mereka?

Nyonya Park : Tapi kenapa kau ingin tahu tentang itu?

Seo Yeon : Tampaknya ada alasan khusus di baliknya.

Nyonya Park : Astaga. Itu bukan sesuatu yang harus kau tanyakan. Itu juga bukan sesuatu yang perlu kau ketahui.

Seo Yeon pun diam menatap Nyonya Park.

Tae Poong pulang ke rumah San Deul, tapi San Deul belum pulang. Tae Poong heran sendiri, San Deul belum pulang dan tidak bisa dihubungi. Tae Poong lalu menatap alat pemutar musik San Deul.

Tae Poong : Apakah dia bahkan tahu tentang musik?

Tae Poong memutar musiknya tapi malah kaget sendiri. Dia pun bergegas mematikan alat itu.

Tae Poong : Itu membuatku takut.

Tae Poong lalu memainkan lampu meja San Deul dan mengomentari pola lampu San Deul.

Tae Poong : Astaga. Lihatlah seleranya dalam desain. Pola bunga.

Lalu Tae Poong mendengar suara pintu dibuka. Dia pun langsung mengambil majalah di meja dan duduk.

Tapi posisi majalahnya kebalik. Wkwkwkwk…. San Deul masuk dan melihat Tae Poong, tapi dia gak ngeliat posisi majalah Tae Poong.

Tae Poong : Kau pulang terlambat.

San Deul : Bukankah aku menyuruhmu pulang?

Tae Poong : Bagaimana mungkin aku bisa pulang? Pimpinan kami yang serakah, dia memerintahkan Ba ​​Da untuk evaluasi Paket Mawar yang diperbarui.

San Deul kaget, apa? Sudah? Dan bahkan tanpa memberitahuku?

Tae Poong : Dia tahu kau akan menentangnya. Itu sebabnya aku mengunjungi Penata Eun dengan seorang reporter untuk menghentikan mereka dengan satu atau lain cara.

San Deul : Beri aku nomor telepon reporter sekarang.

Tae Poong : Lupakan. Reporter itu akan memesan pertemuan, jadi mari kita tunggu. Katakan dulu kemana kau dan Penata Eun pergi.

San Deul : Aku akan memberitahumu nanti.

Tae Poong : Bertingkah seperti itu membuatmu lebih mencurigakan. Sesuatu terjadi diantara kalian, kan?

San Deul : Seperti apa? Berhentilah melontarkan omong kosong.

Tae Poong : Kalian berdua terlihat sangat dekat, oke?

San Deul : Ini tidak seperti itu. Aku bertemu untuk membujuknya lagi.

Tae Poong : Jadi? Apa yang dikatakan Penata Eun?

San Deul : Dia membenci ide itu. Aku berusaha lebih keras, tetapi tidak berhasil.

Tae Poong : Dia benar-benar wanita yang keras kepala.

Tae Poong lalu mengajak San Deul makan malam.

San Deul : Tidak, aku baik-baik saja. Aku tidak punya nafsu makan.

Di restorannya, Bong Pil bernyanyi. Dia memakai tangkai sapu sebagai mic nya. Ddal Ki lagi mengerjakan pekerjaan rumah dibantu Soon Young.

Ddal Ki kesal, Ahjussi, hanya hal-hal buruk yang dilakukan secara diam-diam.

Ddal Ki mengomentari lirik lagu yang dinyanyikan Bong Pil, karena liriknya tentang pria wanita yang jatuh cinta diam-diam.

Bong Pil : Ddal Ki, ini hanya sebuah lagu. Ini disebut “Diam-diam Jatuh Cinta.”

Soon Young : Tapi Ddal Ki benar. Mengapa kau mencintai secara rahasia? Apakah itu perselingkuhan atau apa?

Bong Pil : Perselingkuhan? Tidak mungkin. Aku bersumpah cintaku murni.

Soon Young : Aku tahu betapa polos dan murninya anda, Bos.

Ddal Ki : Ibu, mari kita masuk ke dalam. Disini terlalu berisik. Aku tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumahku.

Soon Young : Oke. Mari kita lakukan itu. Ayo pergi. Ayo.

Soon Young beresin alat tulis Ddal Ki. Mereka masuk ke dalam.

Bong Pil sewot, berisik? Nyanyianku berisik?

Tae Poong masuk.

Seo Yeon lagi bicara dengan In Soon saat Ba Da pulang.

Ba Da kesal melihat Seo Yeon di rumahnya.

In Soon memarahi Ba Da karena gak sopan sama Seo Yeon.

Kesal, Ba Da berniat ke atas, tapi baju yang dikenakan Seo Yeon menarik perhatiannya.

Ba Da : Bukankah itu atasanku?

In Soon menjelaskan kalau baju Seo Yeon rusak, jadi dia meminjamkan baju Ba Da pada Seo Yeon.

Seo Yeon : Aku akan mengembalikannya setelah dicuci.

Ba Da : Buang saja. Aku tidak bisa memakai sesuatu yang dimiliki orang lain.

Ba Da beranjak ke atas. In Soon meminta Seo Yeon menunggunya sebentar, lalu dia pergi menyusul Ba Da.

In Soon memarahi Ba Da.

In Soon : Kenapa kau tidak menjawab teleponmu! Aku ingin berbicara denganmu.

Ba Da : Tentang apa? Menjaga rahasia dari Kang Tae Poong? Aku tidak memberitahunya. Jadi berhentilah khawatir dan mengobrollah dengan tingkat kedua itu.

In Soon : Astaga, singkirkan sikap itu, ya?

Ba Da : Sikap? Aku menahannya dengan sekuat tenaga sekarang. Kau sepenuh hati mencintai Ba Ram, orang asing, tapi bukan aku. Aku mencoba untuk menerima itu. Aku berusaha keras untuk tidak membencimu.

In Soon : Aku tidak pernah mencintai Ba Ram.

Ba Da : Hari dimana kau mencoba mengambil nyawamu. Apa kau tahu betapa takutnya aku? “Bagaimana jika aku kehilangan Ibu?” “Bagaimana jika aku tidak bisa melihat Ibu lagi?” Itu hampir membunuhku, kau tahu?

In Soon : Mengapa kau mengungkit itu lagi?

Ba Da : Ayah tidak menipumu. Gadis itu juga bukan putrinya. Jadi mengapa kau melakukan itu? Mengapa kai ingin mati dan meninggalkanku di sini? Dia adalah putri pasangan itu.

In Soon : Itu sangat menakutkan. Fakta bahwa dia adalah anak dari pasangan yang sudah meninggal itu.

Ba Da : Bukankah mereka teman ayah?

In Soon : Kau tidak tahu apa-apa. Tapi ini pasti. Aku tidak mencintai gadis itu atau merindukannya.

Ba Da : Berhenti berbohong. Apakah kau tidak diingatkan padanya setiap kali kau minum? Bukankah dia satu-satunya makhluk yang memenuhi hatimu dengan kehangatan?

Seo Yeon datang dan menguping pembicaraan mereka.

In Soon : Itu bukan segalanya untuk itu. Sejujurnya, aku juga merasa bersalah. Itu terasa seperti dia mati karena aku.

Ba Da : Ba Ram pasti akan mati. Dan kematiannya adalah kabar baik bagi kita semua.

Mendengar itu, Seo Yeon marah.

Dia mengepalkan tangannya.

Bong Pil keluar dari dapur dan memberikan pesanan tteokbokki Tae Poong.

Bong Pil : Silakan sering mampir.

Tae Poong bilang dia selalu memesann tteokbokki di resto Bong Pil sebagai menu sarapannya.

Bong Pil : Jadi itu kau? Pelanggan pengiriman reguler kami.

Bong Pil berteriak, memberitahu Soon Young.

Bong Pil : Hei, Koki. Dia pelanggan tetap kita yang memesan setiap pagi.

Soon Young : Ya aku tahu. Aku menambahkan beberapa gorengan gratis.

Tae Poong : Luar biasa. Terima kasih. Tetap bekerja dengan baik.

Tae Poong pun pergi.

Keluar dari resto Bong Pil, Tae Poong bertemu Dae Bak. Dae Bak juga baru keluar dari restonya.

Tae Poong kaget lihat Dae Bak, samchoon?

Dae Bak menarik Tae Poong ke restonya.

Dae Bak : Ini adalah resto yang kubuka sekarang. Bisnisnya sangat bagus… Aku tidak bisa istirahat.

Tae Poong : Selamat dari lubuk hatiku yang paling dalam. Baiklah, aku akan pergi kalau begitu.

Dae Bak : Kau mau kemana? Ini resto baru pamanmu. Pesan sesuatu.

Tae Poong : Aku sudah mendapat makanan.

Dae Bak : Makanan mereka dan dan paman adalah makanan yang sama sekali berbeda. Dan sudah lama kita tidak bertemu. Mari kita mengobrol. Aku akan menyiapkannya, jadi tunggu di sini. Oke?

Dae Bak beranjak ke dapur, dan Tae Poong pun langsung lari keluar.

Dae Bak mengejar Tae Poong tapi gagal.

Bong Pil kesal, bukankah aku sudah memberitahumu makanan mereka dan makananku benar-benar berbeda. Restoku adalah yang terbaik di gedung ini!

Bong Pil keluar dari dalam bersama Soon Young. Bong Pil membawa sampah.

Bong Bil : Apa? Terbaik? Dengan kami tepat di depanmu? Kau pasti bercanda.

Dae Bak : Kau selalu berada di bawahku. Itu sebabnya bahkan Mi Sook memilihku.

Soon Young : Mi Sook?

Bong Pil langsung membekap mulut Dae Bak.

Bong Pil : Beraninya kau mengatakan omong kosong seperti itu di depan Soon Young.

Dae Bak menyingkirkan tangan Bong Pil dari mulutnya.

Dae Bak : Soon Young, kan? Kau cantik seperti namamu. Berhenti bekerja untuk bos yang tidak bisa membuat kepala atau ekor apa pun. Seperti yang kau tahu, namaku Nam Dae Bak. Jadi datang untuk bekerja di tempatku. Ini akan memukul jackpot.

Soon Young : Jika namamu Nam Dae Bak, kau mungkin hanya akan membantu orang lain mendapatkan jackpot.

Dae Bak : Astaga, Soon Young. Leluconmu bagus. Kau wanita yang menawan. Dengan kesepakatan terbaik, aku akan…

Bong Pil kesal dan menarik kerah Dae Bak.

Dae Bak juga melakukan hal yang sama.

Mereka berniat saling pukul. Soon Young langsung mengambil tindakan. Dia menarik mereka ke belakang, hingga mereka terkejut.

Mereka berdua terkejut dengan kekuatan Soon Young.

In Soon dan Nyonya Park mengantarkan Seo Yeon ke pintu.

Seo Yeon : Makan malam itu luar biasa. Terima kasih.

In Soon : Datanglah setiap kali kau mendambakan makanan rumahan.

Nyonya Park sewot, tempat kita bukanlah rumah amal di lingkungan sekitar.

In Soon kesal, dia tamuku! Aku akan merawatnya.

In Soon : Penata Eun. Sampai di rumah dengan selamat.

Seo Yeon pamit dan pergi.

Nyonya Park marah dan meminta In Soon jaga jarak sama Seo Yeon.

Nyonya Park : Jika dia melangkahkan kaki lagi ke rumah ini…

In Soon : Kau akan apa? Kau sudah merobek atasannya. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?

Nyonya Park : Kita tidak akan pernah bisa akur, bukan?

Malas meladeni Nyonya Park, In Soon pun pergi.

Nyonya Park yakin Seo Yeon adalah Ba Ram.

Dari cara Seo Yeon bicara dan bersikap, Seo Yeon mirip sekali dengan Yoon Hee.

San Deul di depan rumah Seo Yeon. Dia menunggu Seo Yeon. Tak lama, dia melihat Seo Yeon nya pulang.

San Deul membawa sesuatu dan cemas.

San Deul : Tidak ada yang terjadi, kan?

Seo Yeon : Jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Lagi pula, apa yang membawamu?

San Deul : Ini adalah kotak barang ayahku. Aku ingin menunjukkan kepadamu.

Mereka bicara di dalam. Seo Yeon membaca koran tentang kebakaran rumah orang tua kandungnya.

Seo Yeon : “Rumahnya terbakar dan pasangan muda yang sudah menikah meninggal. Selain pasangan dan janin mereka, tidak ada korban lain.”

San Deul : Dikatakan kau mati dalam api.

Seo Yeon : Apakah investigasi memiliki kesalahan? Bagaimana mungkin hanya aku yang selamat dari api? Aku ingin menemukan seseorang yang tahu situasinya dengan baik.

San Deul : Detektif Ma Dae Geun bertanggung jawab atas kasus ini. Dia juga bertanggung jawab atas kasus ayahku di Byeolha-ri.

Seo Yeon : Ya, aku ingat dia. Polisi yang kita temui saat kita pergi ke kantor polisi bersama, kan?

San Deul : Ya itu betul. Dia dan Pimpinan sudah dekat. Dia melakukan sesuatu untuk Pimpinan.

Seo Yeon : Tapi bukankah dia seorang polisi?

San Deul : Dia detektif swasta sekarang. Perusahaan mempekerjakannya dari waktu ke waktu dan aku percaya dia mengurus masalah pribadi Pimpinan juga.

Seo Yeon : “Kepentingan pribadi?”

Dae Geun menghadap Baek San. Baek San marah.

Baek San : Kenapa kau masih tidak menemukan apa-apa?

Dae Geun : Kenapa kau terus mencari wanita mati itu? Seo Yoon Hee meninggal.

Baek San : Dia sangat mirip dengannya. Sisir seluruh area. Dan pastikan untuk memeriksa rekaman keamanan juga.

Kembali ke San Deul dan Seo Yeon. San Deul menunjukkan hal lain juga.

Seo Yeon : Apa ini?

San Deul : Surat yang dikirim ayahmu untuk ayahku.

Seo Yeon membaca surat ayahnya.

Il Seok : Jae Ha, bagaimana kabarmu? Apakah semuanya baik-baik saja dengan San Deul juga? Sepertinya kita bisa segera mengembangkan rowan Jepang. Jika kita melakukannya, semuanya akan menjadi lebih baik untuk perusahaan dan Byeolha-ri juga. Ini akan menjadi luar biasa. jika perusahaan dapat memurnikan dan menyembuhkan hati orang, seperti namanya.

Seo Yeon : “Sucikan dan sembuhkan hati orang.” Kukira ayahku yang memberi nama Le Blanc. Ketika aku masih kecil, ayahku, maksudku, Pimpinan Kang Baek San memberitahuku bahwa nama itu berarti bahwa perusahaan akan berusaha untuk menyucikan kulit dan hati manusia.

San Deul : Aku tahu itu. Aku melihat ke dalam sejarah Le Blanc untuk berjaga-jaga. Ayahmu memulai perusahaan, Tapi Pimpinan Kang Baek San mengambil alih bisnis.

In Soon lagi teleponan sama Jo Yi. Nyonya Park keluar dan mendengar.

Mereka membahas pertemuan keluarga.

Tak lama, In Soon menyudahi teleponnya.

Nyonya Park : Pertemuan keluarga?

In Soon kaget Nyonya Park mendadak muncul, astaga, kau membuatku takut. Ibu, tolong jangan menggodaku seperti itu.

Nyonya Park : Hei, apa maksudmu dengan “pertemuan keluarga?” Apa itu disebut? Grup S atau apa pun itu. Apakah itu berarti Tae Poong benar-benar menikahi putri mereka?

In Soon : Mengapa menundanya? Tae Poong masih berjuang untuk menenangkan diri. Dia bahkan tidak akan pulang. Kita harus segera menikahkannya.

Nyonya Park : Kemudian cari tahu ulang tahunnya. Ulang tahun orang tuanya juga.

Dan Nyonya Park membawa tanggal ultah Jo Yi dan Mo Yeon ke peramal.

Peramal : Maaf? Oh, roh anak laki-laki itu ada di sini. Baiklah, mari kita lihat.

Nyonya Park : Bagaimana menurutmu? Apakah mereka kompatibel?

Peramal : Batalkan.

Nyonya Park : Maksudmu mereka tidak boleh menikah?

Peramal : Keluarga ini membuatku takut. Ibu gadis ini benar-benar membuatku takut. Dia seharusnya sudah mati. Mengapa dia hidup?

Nyonya Park : Apa? Dia seharusnya sudah mati? Maksudmu, calon ibu mertua cucuku seharusnya sudah mati?

Peramal : Astaga, aku kedinginan. Ada apa dengan angin ini?

Nyonya Park : Apa? Apakah kau mengatakan “angin?”

Peramal : Jika mereka menikah, angin akan menyakiti anakmu. Angin yang disebabkan oleh wanita ini bau darah.

Nyonya Park : Apa?

Peramal : Ya ampun. Maka mereka seharusnya tidak menikah. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Astaga, tidak mungkin.

Nyonya Park : Aku akan mengindahkan saran anda.

Nyonya Park memberikan uang.

Peramal melihat ke arah Nyonya Park.

Peramal : Tolong tunggu sebentar. Kau akan pergi seperti itu? Dengan mereka yang tergantung di belakangmu?

Nyonya Park : Maaf? Apa yang menggantung di belakangku?

Peramal : Pria dan wanita di punggungmu.

Nyonya Park : Apa? Maksudmu apa? Apakah kau mengatakan aku memiliki hantu di punggungku? Astaga, apa yang harus aku lakukan?

Peramal : Kemari. Aku akan menyingkirkan mereka untukmu.

Mo Yeon di hubungi seketarisnya.

Mo Yeon : Ya, Seketaris Jung? Aku menuju ke kantor sekarang? Apa? Rekamanan keamanan?

Seketaris Jung : Katanya dompetnya hilang.

Mo Yeon : Aku mengerti. Maka kita harus membiarkan dia melihatnya. Pastikan kau memeriksa ID-nya sesuai manual.

Selesai menelpon, Seketaris Jung bertanya pada Dae Geun, kapan Dae Geun kehilangan dompet.

Dae Geun : Aku hanya ingin memeriksa rekamannya. Haruskah kau membuatnya begitu sulit?

San Deul dan Ba Da menghadap Baek San.

San Deul : Kami tidak dapat mematenkannya ketika kami mengambilnya dari mereka.

Pimpinan Kang : Le Blanc mengembangkan ini. Goeun mencoba mencuri teknologi kita.

San Deul : Pimpinan, kau tidak dapat menyembunyikan kebenaran tidak peduli seberapa besar kau ingin menyembunyikannya.

Pimpinan Kang marah, kau harus membangun kebenaranmu sendiri. Itulah yang aku lakukan untuk Le Blanc dan kau bekerja untuk Le Blanc! Apakah kau pikir aku mensponsorimu selama bertahun-tahun untuk mendengar ini? Jika kau tidak menyukai caraku melakukan sesuatu, berhentilah dan tinggalkan perusahaan!

San Deul pergi.

Ba Da meminta ayahnya memahami San Deul.

Ba Da : San Deul harus melakukan segalanya berdasarkan prosedur, kau tahu.

Pimpinan Kang menyuruh Ba Da memulai proses produksi masker mereka.

Di depan S Group, Dae Geun menghubungi Baek San.

Melihat nama Dae Geun, Baek San langsung menyuruh Ba Da keluar.

Jiwa kepo Ba Da keluar, dia pura-pura menjatuhkan dokumennya agar bisa menguping.

Baek San : Apakah kau memeriksa rekamannya?

Dae Geun : Ya. Padahal aku tidak menemukan apa-apa. Aku yakin kau baru saja melihat seseorang yang mirip dengannya dan salah paham.

Baek San melihat Ba Da masih di sana. Dia menyuruh Ba Da keluar. Ba Da keluar.

Baek San : Apakah kau yakin dia sudah mati?

Dae Geun : Ya. Inspektur Kim di Byeolha-ri telah mengkonfirmasinya untuk berjaga-jaga. Wanita itu, Seo Yoon Hee, sudah meninggal.

Baek San : Baiklah. Selamat tinggal.

Tanpa Dae Geun sadari, mobil Mo Yeon berhenti di belakangnya.

Mo Yeon masuk ke S Group.

Dae Geun : Pria ini, serius. Dia punya masalah kepercayaan.

Dae Geun pun pergi.

In Soon lagi menonton televisi saat Nyonya Park pulang dalam keadaan lemas.

In Soon : Apa yang terjadi denganmu? Ya ampun.

Nyonya Park : Peramal menjambak rambutku dan mengguncangku untuk mengusir hantu. Aku pikir dia akan mencabut semua rambutku. Astaga, aku sangat pusing.

In Soon menyuruh Bu Ahn mengambil minum.

In Soon membantu Nyonya Park berbaring di sofa. Bu Ahn datang membawa segelas air.

Nyonya Park minum tapi malah menyemburkannya ke In Soon.

In Soon : Astaga, itu menjijikkan. Ibu!

Nyonya Park : Menjijikkan. Apa ini? Kau tidak punya waktu untuk bersantai dan menonton TV sekarang. Kau lihat … Apa itu disebut? Ass atau S. Apapun namanya. Gadis yang ditemui Tae Poong di kencan buta. Kau tahu, keluarganya!

In Soon : Itu Grup S.

Nyonya Park : Ya. Astaga, X. Apapun namanya. Bagaimanapun, peramal itu berkata kita tidak seharusnya menikahkan Tae Poong dengan keluarga itu.

In Soon : Kau sampai di rumah tampak bingung,dan kau berbicara omong kosong sekarang. Tentang apakah ini?

Nyonya Park : Astaga, dengarkan aku. Dia bilang Tae Poong seharusnya tidak menikahi gadis itu. Hubungan mereka tidak bisa lebih naas.

In Soon : Astaga. Kau pergi menemui peramal lagi? Tolong berhenti.

Nyonya Park : Astaga, angin akan mengamuk. Akan ada badai berdarah! Kita seharusnya tidak menikahkan dia dengan keluarga itu.

In Soon : Astaga. Cukup, tolong! Aku tahu Tae Poong adalah anakku, tapi dia cerewet. Bahwa di atas catatan medisnya… Maksudku, dia memiliki banyak kekurangan. Tidak banyak wanita yang menyukainya. Selain itu, ia lulus dari universitas terbaik di Inggris. Dia cerdas dan ramah. Tidak mudah menemukan gadis yang memenuhi syarat! Ya ampun.

In Soon pergi.

Nyonya Park : Aku dengan jelas memperingatkanmu! Langkahi dulu mayatku. Aku benar-benar tidak akan membiarkan mereka menikah!

San Deul di balkon, memikirkan cara menghentikan Baek San.

San Deul : Mereka akan berusaha keras untuk mencuri hak paten Ba Ram. Aku harus menghentikan mereka dengan segala cara.

Ba Da datang dan memeluk San Deul dari belakang.

San Deul melepas pelukan Ba Da dan menatap Ba Da.

Ba Da : Oppa, tidak bisakah kau melepaskannya? Sekali ini saja.

San Deul : Aku tidak bisa. Kau mencuri formula untuk paket mawar. Akui saja. Ini semua akan berakhir jika kau mengakuinya.

Ba Da : Tidak bisakah kau memihakku sekali saja? Kau tahu bagaimana ayahku. Dia selalu meragukan kompetensiku dan mengujiku. Satu kesalahan, dan itu akan berakhir bagiku. Aku akan jatuh dan mencapai titik terendah.

San Deul : Aku melakukan ini karena aku menganggapmu sebagai saudara perempuanku. Aku khawatir, dan aku sedih melihatmu berjuang di dunia yang kejam itu. Jadi beritahu Pimpinan Kang. Bahwa kau akan menyerah pada pembaruan paket mawar.

Ba Da : Tidak, aku tidak akan menyerah. Aku hanya perlu memenangkannya sedikit lagi. Maka Le Blanc akan menjadi milikku. Aku bisa memilikinya. Jika kau membantuku, kita bisa memiliki Le Blanc bersama.

San Deul : Ba Da, aku tidak ingin lebih kecewa padamu. Jangan terlalu serakah.

Ba Da : Tidak, aku akan memiliki semuanya. Baik kau dan Le Blanc.

Dal Hee panic dan mendekati Seo Yeon. Dia menunjukkan berita terbaru Le Blanc ke Seo Yeon.

Seo Yeon membacanya dan kaget membaca berita soal paket mawar.

Dal Hee : Aku menghubungi KFDA melalui orang yang aku temui untuk menanyakannya. Dari bahan hingga apa yang bisa dilakukan, itu persis seperti milik kita.

Seo Yeon : Ini tidak mungkin.

Bersambung….

Next episode :

Seo Yeon ke Le Blanc, menemui Baek San dan Ba Da.

Baek San menawari Seo Yeon bekerja di Le Blanc.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like