Vengeance of the Bride Eps 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vengeance of the bride Episode 10, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.baca episode sebelumnya disini

Sebelumnya…

San Deul terkejut melihat gantungan kunci Seo Yeon.

San Deul : Kau siapa? Apa kau Ba Ram?

Seo Yeon tidak mengaku, apa yang kau bicarakan?

San Deul : Hanya ada satu di dunia.

Seo Yeon : Gantungan kunci seperti ini dijual di mana-mana.

San Deul : Tidak. Itu satu-satunya di dunia ini. Aku membuatnya sendiri. Aku mengukir setiap detail dari kayu dengan pisau. Aku masih ingat semuanya.

Seo Yeon : Ini milikku, tak ada kaitannya denganmu. Tolong pergi.

San Deul : Kau Ba Ram, kan?

Seo Yeon pun menunjukkan KTP nya pada San Deul.

Seo Yeon : Namaku Eun Seo Yeon. Bukan Kang Ba Ram!

San Deul terdiam membaca KTP Seo Yeon. Seo Yeon mengambil KTP nya dari tangan San Deul, lalu beranjak pergi.

Di luar, dia nangis.

Mo Yeon melintas di lobi bersama staf nya, lalu dia masuk ke ruang rapat.

Baek San masih mencari-cari Mo Yeon. Dia turun dari lantai atas dan kebingungan karena kehilangan jejak Mo Yeon. Lalu dia mendengar suara Mo Yeon dari ruang rapat. Dia pun mendekat ke ruang rapat. Dia hendak membuka pintunya. Tangannya nampak gemetaran.

Tapi seketarisnya Mo Yeon datang. Seketaris Mo Yeon bilang, ruangan itu hanya bisa diakses oleh karyawan.

Seketaris Mo Yeon : Apa anda memerlukan bantuan?

Baek San : Tidak. Aku pasti datang ke tempat yang salah.

Seketaris Mo Yeon masuk ke dalam. Baek San jadi semakin bingung.

Baek San : Yoon Hee meninggal hari itu. Tapi wanita itu terlihat identik dengannya.

Sekarang, Yoon Hee di ruangannya. Dia membuka kotak makan siang. Ada Jo Yi di sana.

Yoon Hee : Di Sini. Apakah kau begitu sibuk dengan pekerjaan? Ini sudah lewat dari jam makan siang.

Jo Yi : Cakupannya lebih lama dari yang aku kira. Setidaknya itu terjadi di dekatnya. Aku sangat senang makan denganmu. Kotak bekal makan siang ibu adalah yang terbaik di dunia. Ini sangat lezat.

Yoon Hee : Reaksimu juga yang terbaik di dunia.

Jo Yi mulai makan, tapi tiba-tiba dia ingat sama Tae Poong.

Jo Yi : Aku ingin tahu apakah Tae Poong sudah makan siang. Aku penasaran, lebih baik aku bertanya.

Yoon Hee tersenyum menatap Jo Yi.

Jo Yi mulai menelpon Tae Poong.

Tae Poong sendiri di mejanya, sama Ba Da.

Dia kesal dihubungi Jo Yi, ada apa kali ini?

Jo Yi : Tae Poong-ssi, apakah kau sudah makan siang? Makan makananku yang enak mengingatkanku padamu.

Tae Poong : Apakah kau tahu jam berapa sekarang? Aku sudah makan siang. Dan aku sibuk saat ini.

Jo Yi : Tae Poong-ssi, maukah kau menyapa ibuku?

Tae Poong : Apa kau tidak mendengarku kemarin? Kau tidak memberitahunya bahwa kau menolak….

Dan Jo Yi keburu menyalakan loudspeaker.

Yoon Hee menatap Tae Poong, aku ibunya Jo Yi.

Terpaksalah Tae Poong menyapa Yoon Hee.

Yoon Hee meminta Tae Poong menjaga Jo Yi nya dengan baik.

Tae Poong kaget, menjaganya?

Tae Poong mau menjawab lagi tapi Jo Yi mematikan loudspeaker dan bicara dengan Tae Poong.

Tae Poong : Aku tidak bermaksud memenuhi permintaan itu.

Jo Yi : Aku meminta ibumu untuk hadir di acaraku untuk mendapatkan poin darinya. Ini acara spesial di KBC, kau tahu? Le Blanc akan mendapatkan keuntungan dari itu.

Tae Poong : Tidak ada gunanya kau melakukan itu. Aku tidak peduli dengan perkembangan Le Blanc.

Jo Yi : Aku akan meneleponmu lagi nanti.

Jo Yi memutuskan panggilannya.

Yoon Hee : Jo Yi-ya, aku rasa dia tidak punya perasaan yang sama denganmu.

Jo Yi : Jangan khawatir. Aku akan memikatnya apa pun yang terjadi.

Tae Poong kesal, sungguh wanita yang lugas.

Ba Da : Jarang ada wanita yang menyukaimu, jadi jangan lepaskan dia.

Tae Poong : Kenapa kau menguping?

Ba Da : Kalian berdua berisik.

Tae Poong : Kenapa kau menggangguku?

Ba Da : Aku? Tidak. Aku ingin kau menikah dan diam. Dengan banyak pilihan, apakah kau bertujuan untuk menjadi penerus? Beraninya kau! Yang kau lakukan hanyalah balapan mobil di AS. Jangan salah paham. Kau bisa bekerja disini hanya karena kau putra ayah.

Tae Poong : Kau sudah lupa? Ayah menginginkan Ba ​​Ram untuk mengambil alih perusahaan. Jenis kelamin kami tidak masalah.

Ba Da marah, kenapa kau membawanya!

Dua staf mereka masuk. Melihat mereka ribut, mereka berdua keluar lagi dan mengintip di depan pintu.

Tae Poong : Hei, kenapa kau kehilangan kendali setiap kali aku membahas Ba Ram? Kau masih memiliki rasa rendah diri?

Ba Da : Apa? Beraninya kau! Kau melewati batas! Kau berandal yang tidak kompeten.

Dua staf membahas mereka diluar. Mereka mengira Ba Da lagi meng-ospek Tae Poong.

Staf yang cewek menyebut Ba Da tidak manusiawi. Tapi yang satu lagi bilang, kalau anak baru memang harus dilatih.

San Deul yang baru tiba di kantor, terus kepikiran Seo Yeon yang memiliki kompas seperti yang dia kasih ke Ba Ram dulu.

San Deul : Apa yang kupikirkan? Tidak mungkin dia Ba Ram.

In Soon yang duduk di meja kasir, tengah berbicara dengan seseorang di telepon. Dia memberitahu, bahwa dia akan tampil dalam salah satu program KBC tentang para istri konglomerat. Dia juga mengatakan, dia akan mentraktir semua orang makan.

Dae Bak yang lagi melayani customer nya, menguping pembicaraan In Soon.

In Soon : Tolong beri tahu wanita lain juga.

In Soon menyudahi teleponnya.

In Soon : Aku yakin dia cemburu.

Dae Bak mendekati In Soon.

Dae Bak : Kau akan tampil di TV?

In Soon : Ya. Aku akhirnya akan bersinar. Semua wanita yang meremehkanku akan menjadi daging mati. Ini bukan waktunya untuk berada di sini. Lebih baik aku membeli baju dan sepatu baru.

In Soon beranjak ke pintu. Dae Bak mengikutinya. Tapi mereka dikejutkan dengan Nyonya Park yang tiba2 masuk.

In Soon : Kau membuatku takut ibu. Apa yang membawamu jauh-jauh ke sini?

Nyonya Park : Jika kau di rumah, aku tidak akan kemari! Ikut aku ke pasar.

In Soon : Pasar? Bukankah Bu Ahn ada di rumah? Harusnya kau pergi bersamanya, bukan aku.

Nyonya Park : Kita kehabisan waktu sekarang. Peringatan kematian sebentar lagi. Jadi kita perlu membeli beberapa bahan makanan.

In Soon teriak, ibu! Mulai tahun ini, aku tidak akan mengadakan upacara peringatan.

Nyonya Park : Apa katamu? Bisnis Baek San bisa berkembang pesat karena upacara peringatan yang aku selenggarakan sebagai bentuk ucapan terima kasih. Apa kau tahu itu!

In Soon : Apa urusan Baek San ada hubungannya dengan upacara peringatan? Aku tidak akan melakukannya lagi. Tidak, aku tidak bisa!

Para customer langsung menatap ke arah mereka.

Dae Bak yang melihat itu, langsung berbisik, minta In Soon pelan-pelan bicara.

Nyonya Park kekeuh mau belanja untuk upacara peringatan.

In Soon menolak keras. Dia juga bilang, hari itu dia akan wawancara TV.

Nyonya Park marah, dia bilang dia sudah melarang In Soon melakukan itu. Dia pun meminta In Soon membatalkan acara itu. In Soon menolak. Dia bilang, wawancaranya jauh lebih penting dari upacara peringatan kematian.

In Soon : Ini untuk membantu bisnis Baek San dan Tae Poong menikah. Aku membunuh dua burung dengan satu batu.

Nyonya Park : Apakah kau membunuh dua burung dengan satu batu atau tidak, batalkan saja, ya?

In Soon : Aku tidak akan membatalkannya, oke?

Para customer mulai terganggu dengan pertengkaran In Soon dan Nyonya Park.

Dae Bak gregetan, meminta mereka berhenti bertengkar.

Tapi tetap saja mereka terus bertengkar. Nyonya Park yang kesal, mau meremas mulut In Soon. In Soon langsung lari ke belakang Dae Bak, jadi yang kena remas adalah Dae Bak. Bukannya melepaskan Dae Bak, dia tetap meremas mulut Dae Bak dan adu mulutnya sama In Soon makin menjadi.

Nyonya Park akhirnya menarik In Soon keluar. Bersamaan dengan itu, Bong Pil keluar dari dalam restonya. Dan lengannya ditabrak In Soon. Bong Pil kesakitan memegangi lengannya. Lah malah Nyonya Park yang marah dan menyebut Bong Pil buta. Nyonya Park pun pergi menyusul In Soon.

Soon Young keluar bersama Ddal Ki.

Soon Young : Kau melakukan riset pasar lagi?

Bong Pil : Tidak, bukan aku. Kenapa kau tidak percaya padaku, Soon Young? Dengan kau di restoranku, aku tidak perlu takut. Jadi riset pasar tidak diperlukan.

Ddal Ki : Lalu sedang apa kau disini, paman?

(Kita skip aja ya scene mereka).

Dae Bak keluar dari restorannya sambil mengompres mulutnya yang sakit karena diremas Nyonya Park tadi.

Dae Bak : Aku harus mencari udara segar. Bibirku sayang.

Lalu dia melihat ke arah restonya Bong Pil.

Seo Yeon mendorong sepedanya, dibantu Dal Hee. Mereka membawa beberapa masker baru mereka. Mereka berhenti di depan sebuah rumah mewah.

Dal Hee : Kita bisa saja mengirim ini melalui surat. Mengapa kau mencari masalah?

Seo Yeon : Mereka mengatakan kesulitan di masa muda adalah pelajaran berharga.

Dal Hee : Astaga, tapi kita tidak membutuhkan pelajaran seperti itu.

Seo Yeon : Ini cara paling aman untuk melahirkan bayi kita Asisten Manajer Yang.

Dal Hee mengeluh pinggangnya sakit.

Seo Yeon mengambil satu kotak. Dia menuliskan secarik pesan dan berniat meninggalkannya di sana tapi si pemilik rumah keluar. Ternyata itu kediaman Mo Yeon. Yang keluar adalah Jo Yi.

Seo Yeon : Selamat pagi, Bu Pelanggan. Terima kasih telah mencintai Goeun.

Jo Yi : Apakah kau mengirimkan ini secara langsung?

Seo Yeon : Kami mengirimkannya secara langsung ke tempat-tempat terdekat sehingga pelanggan bisa mendapatkannya dengan cepat.

Jo Yi : Dan ini di pagi hari? Kalian berdua luar biasa.

Dal Hee : Sejujurnya, kami mengerjakan dua pekerjaan. Apakah kau tahu toko rias bernama Glam?

Jo Yi : Oh. Itu tempatnya. Aku berencana untuk mengunjungi hari ini. Apakah kau bekerja di sana?

Dal Hee : Ya. Kami bekerja di siang hari dan belajar… Tidak. Kami bekerja siang dan malam. Kami adalah karyawan di sana. Dia akan segera menjadi seorang Penata Rias.

Jo Yi : Ini sangat keren. Itu baru saja terjadi… Tolong beri aku waktu sebentar. Kau tahu siapa dia?

Jo Yi menunjukkan akun IG Glam. Ada sebuah postingan di sana. Postingan si gadis kecil yang ibunya dirias Seo Yeon secara gratis.

“Penata di Glam merias ibuku sebagai acara ulang tahunnya, tapi kejadian seperti itu tidak pernah ada.”

Jadi si gadis kecil ini bilang, Seo Yeon merias ibunya secara gratis karena Glam lagi mengadakan event makeover gratis untuk orang-orang yang berulang tahun, tapi dia kemudian tahu kalau Glam tidak mengadakan event apapun di hari itu.

Dal Hee langsung bilang, kalau penata rias itu adalah Seo Yeon.

Seo Yeon : Dia melebih-lebihkannya. Ayo pergi.

Dal Hee : Apakah kau akan menghujani kami dengan uang?

Jo Yi : Tidak, aku seorang reporter. Aku akan menulis artikel yang bagus untukmu.

Seo Yeon : Terima kasih, tapi itu tidak layak menulis artikel tentangku. Ayo pergi. Kita akan terlambat untuk bekerja.

Seo Yeon pergi duluan.

Dal Hee menyuruh Jo Yi datang ke Glam untuk wawancara.

Jo Yi : Siapa namanya?

Dal Hee : Eun Seo Yeon. Dan aku temannya, Yang Dal Hee.

Dal Hee pun bergegas mengejar Seo Yeon.

Mo Yeon keluar.

Mo Yeon : Kenapa kau masih disini?

Jo Yi : Aku baru mau berangkat. Aku mendapat dorongan endorfin yang besar pagi ini.

Mo Yeon : Apa yang terjadi?

Jo Yi : Aku bertemu orang yang baik sekarang.

Mo Yeon menatap ke arah Seo Yeon.

Dia tersenyum.

Mo Yeon tiba di kantornya. Seketarisnya memberitahu, bahwa ada seseorang yang sangat ingin bertemu Mo Yeon meski dia sudah bilang sangat sulit melakukan itu tanpa membuat janji temu.

Mo Yeon : Menemui aku? Dimana dia sekarang?

Baek San di toko sepatu Mo Yeon. Dia melihat-lihat sepatu. Tapi ponselnya berbunyi.

Baek San : Oke. Aku akan segera ke sana.

Baek San pergi. Tanpa dia sadari, dia sempat berpapasan dengan Mo Yeon.

Mo Yeon menemui wanita yang sangat ingin menemuinya.

Tae Poong, San Deul dan Ba Da di ruang pertemuan.

Tae Poong : Di mana karyawan lain?

San Deul : Ini bukan waktunya memberitahu mereka.

Tae Poong : Apakah karena kita tidak bisa membiarkan mereka mencari tahu tentang pencurian yang dia lakukan?

Ba Da sewot, apa yang kau bicarakan?

Tae Poong : Kau mengambil produk orang lain dan berbohong bahwa kau telah berhasil.

Ba Da : Jadi apa yang dia katakan?

San Deul : Dia tidak ingin membuat kesepakatan dengan kita.

Ba Da : Apa yang aku katakan? Sudah kubilang tidak ada gunanya menemuinya. Apakah kau tidak tahu itu? Kebanyakan perawatan kulit bahannya mirip? Kita hanya perlu meluncurkan produk terlebih dahulu.

Tae Poong : Astaga. Kau sangat tak tahu malu untuk seorang pencuri. Pengembang produk itu tidak akan hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa.

San Deul : Aku memberi tahu Pimpinan Kang karena aku pikir itu mendesak. Aku mengatakan kepadanya bahwa kami tidak mengembangkan produk. Dia sedang dalam perjalanan sekarang.

Baek San masuk dan marah, apakah itu benar bahwa kau tidak mengembangkan produk?

San Deul : Ya, Pimpinan. Aku bertemu dengannya…

Baek San : Mengapa kau membuat kekacauan besar? Kau seharusnya bertanya kepadaku dulu!

San Deul : Aku melakukan apa yang menurutku benar.

Baek San : Percuma saja! Kau seperti seorang amatir. kenapa kau memberi mereka sesuatu untuk melawan kita?

San Deul : Pimpinan Kang. Tim pengembangan kita bekerja keras. Bahkan jika kita tidak mencuri…

Baek San : Kita adalah perusahaan besar. Setiap orang selalu keluar untuk mendapatkan kita. Jangan khawatir tentang apa yang benar atau salah. Pikirkan tentang bagaimana untuk menang.

Tae Poong : Masih bisakah kita mengatakan bahwa kita menang … jika kita harus mencuri untuk melakukannya?

Baek San : Ya, menang saja. Aku tidak peduli bagaimana caranya. Jika kita kalah, kita bahkan tidak bisa pergi ke liga berikutnya. Dunia ini seperti medan perang. Apa kau mengerti?

Tae Poong dan San Deul bicara di balkon.

Tae Poong : San Deul, apa kau sekarang mengerti orang seperti apa ayahku?

San Deul : Aku yakin dia tertekan. Masalah paket mawar menyebabkan harga saham kita turun banyak.

Tae Poong : Yoon San Deul, kau masih menghormati ayahku?

San Deul : Dia mendukungku ketika pamanku meninggal dan aku menjadi yatim piatu.

Tae Poong : Itu karena dia membutuhkanmu. Di Amerika, kau terus mengawasiku untuk dia. Sekarang kau adalah karyawan setianya.

San Deul : Dia tidak mengawasimu. Dia hanya mengkhawatirkanmu. Kau mengalami waktu yang sulit saat itu. Kang Tae Poong. Apakah kau benar-benar baik-baik saja sekarang?

Tae Poong : Aku tidak tahu. Aku harus baik-baik saja. Jika tidak, satu-satunya tempat yang akan kudatangi adalah rumah sakit. Bangsal psikiatri. Seorang ayah yang mengirim anaknya sendiri ke bangsal psikiatri. Astaga. Bukankah dia mengesankan?

San Deul : Aku yakin itu pilihan terbaik yang dia bisa buat pada saat itu.

Tae Poong : Semua orang menderita setelah apa yang terjadi pada Ba Ram. Jika Ba Ram masih hidup sekarang, menurutmu dia akan terlihat seperti apa?

San Deul tiba-tiba ingat kata-kata Seo Yeon.

San Deul : Namaku Eun Seo Yeon, bukan Kang Ba Ram!

Teringat itu, San Deul langsung pergi.

San Deul di depan lift. Dia bertanya-tanya bagaimana Seo Yeon bisa tahu marga Ba Ram. Dia bahkan hanya mengatakan Ba Ram, bukan Kang Ba Ram.

Pintu lift terbuka. Dae Geun keluar dari lift dan berpapasan dengan San Deul.

Dae Geun menemui Pimpinan Kang.

Dae Geun : Transaksi tunai adalah yang paling aman.

Pimpinan Kang : Apakah manajer pabrik tetap diam?

Dae Geun : Ya.

Pimpinan Kang : Aku selalu bisa mengandalkanmu untuk mengurus hal-hal. Ngomong-ngomong, Kepala Ma, aku melihat seseorang yang terlihat seperti Yoon Hee hari ini.

Dae Geun : Apa? Siapa?

Ba Da datang, dia mendengar pembicaraan mereka.

Baek San : Seo Yoon Hee.

Dae Geun : Maksudmu istri Presiden Jin Il Seok? Bagaimana? Dia meninggal 30 tahun yang lalu. Apakah kau melihat hantu atau sesuatu?

Baek San : Dia sangat mirip dengannya. Aku bersumpah dia seperti Yoon Hee.

Dae Geun : Kau melihat mayatnya dengan mata kepala sendiri.

Baek San : Aku tidak yakin. Tubuh itu begitu rusak.

Dae Geun : Tentu saja. Tubuh berada di dalam air untuk sementara waktu, tapi kami bahkan menemukan sepatunya di sungai. Apa lagi yang harus kita periksa?

Baek San : Aku tahu tetapi…

Dae Geun : Kau pasti sudah tua, Ketua Kang. Kau mengkhawatirkan sesuatu. Selama kita berdua tetap diam, tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi hari itu.

Baek San : Benar. Hanya kita berdua yang tahu. tentang hari itu.

Dae Geun keluar. Ba Da langsung tanya ada urusan apa Dae Geun dengan ayahnya.

Dae Geun : Tidak apa. Aku datang untuk mengamgil gajiku. Hubungi aku kapan saja kau membutuhkanku, Kang Ba Da-ssi.

Ba Da menarik Dae Geun ke ruang pertemuan.

Ba Da : Apa yang hanya kalian berdua yang tahu?

Dae Geun : Karena kita berada di kapal yang sama sekarang, aku akan memberitahumu tentang rahasia kami. Aku membantu menyeka darah di tangan Ketua Kang.

Ba Da : Darah?

Dae Geun : Itu saja yang perlu kau ketahui. Mengetahui terlalu banyak akan menyakitimu.

Dae Geun pergi.

Ba Da bingung, Kepala Ma menyeka darah dari tangan ayah?

Aktris Seo ke glam lagi. Kulitnya masih belum sembuh.

Seo Yeon menawarkan Aktris Seo masker terbarunya. Dia bilang, dia membuat masker itu setelah melihat iritasi di kulit Aktris Seo karena masker Le Blanc.

Aktris Seo setuju.

Tapi Manaer Min datang dan membawa Seo yeon masuk.

Manajer Min marah, kau baru saja mencuri klien VIPku?

Seo Yeon : Ini salah paham.

Manajer Min : Sebuah kesalahpahaman? Kau berbicara tentangku di belakangku dan mencoba menggantikanku.

Seo Yeon : Aku harus memakaikan masker ini padanya. Aku belum selesai.

Manajer Min menarik Seo Yeon, sampai baju Seo Yeon terbuka.

Seo Yeon marah, apa yang kau lakukan!

Manajer Min : Beraninya kau memelototiku seperti itu?

Manajer Min mau menampar Seo Yeon.

Tapi San Deul datang menghentikannya.

San Deul menatap Seo Yeon.

San Deul : Apakah kau baik-baik saja?

San Deul pun melihat tanda lahir berbentuk bintang Seo Yeon. Sontak dia kaget dan ingat itu tanda lahirnya Ba Ram.

Seo Yeon yang sadar San Deul melihat tanda lahirnya, langsung pergi. San Deul mengejar Seo Yeon.

Seketaris Oh menemui Baek San. Baek San menyuruh Seketaris Oh mencar tahu Yoon Hee masih hidup atau tidak. Dia bilang, dia yakin Yoon Hee masih hidup.

Yoon Hee masuk ke ruang baca. Dia hendak mengambil beberapa buku, tapi kemudian dia melihat sebuah kotak di rak paling atas. Dia mengambilnya, kotak itu terkunci.

San Deul dan Seo Yeon bicara diluar.

San Deul : Kau Ba Ram, kan?

Seo Yeon : Aku Eun Seo Yeon, bukan Kang Ba Ram!

San Deul : Aku hanya berkata, “Ba Ram.” Aku tidak pernah mengatakan, “Kang Ba Ram.” Tanda lahir di bahumu. Bahkan gantungan kunci kompas. Berhenti berbohong. Aku sangat merindukanmu. Aku menemukanmu. Aku membuat kompas untuk menemukan Bintang Utara, tapi akhirnya menemukanmu.

San Deul memeluk Seo Yeon.

Bersambung….

*Untuk yang suka Jung Yoo Min (Aktris Seo Mi Na), di episode berikutnya dia tidak akan muncul lagi yaaa… Penampilannya cukup sampai di episode ini.

Next episode :

Seo Yeon bilang pada San Deul, jika ada yang tahu dia Ba Ram, maka dia tidak akan bisa hidup lagi.

San Deul pun berkata, dia akan selalu di sisi Ba Ram. Melindungi Ba Ram. Dia tidak akan sendirian lagi dan Ba Ram pun juga.

Ba Ram nangis mendengarnya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Penthouse Ep 9 Part 1
Read More

Penthouse Ep 9 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 9 Part 1, Rangkuman rekap bisa dilihat pada Episode sebelumnya baca di sini.…
Read More

Red Shoes Ep 3 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 3 Part 1, Untuk tahu dan cara menemukan link seluruh bagannya langsung…
Revolutionary Sister Ep 6
Read More

Revolutionary Sister Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Revolutionary Sister Episode 6, Baiklah, Simak nieh gaes full daftarnya di tulisan yang ini lho.…