Undercover Ep 16 Part 2 (Episode Terakhir)

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 16 Part 2, Untuk keseluruhan cerita spoiler lengkapnya ada di tulisan yang ini. Sedangkan jika Kalian mencari lain cerita yakni Episode sebelumnya baca di sini.

CIO membawa Kwang Cheol ke kantor mereka.

Dong Woo mencoba menghubungi Yeon Soo dan dia heran ponsel Yeon Soo gak aktif.

Dong Woo memberitahu Pak Bae kalau ponsel Yeon Soo mati.

Pak Bae : Benarkah itu? Itu aneh.

Yeon Soo dibawa Hyeong Rak dan Young Geol ke atas bangunan belum jadi.

Yeon Soo didudukkan di kursi, tanpa diikat.

Dari samping gedung, si pembunuh mengeker Yeon Soo dengan senapan laras panjangnya.

Hyeong Rak mengancam Yeon Soo. Dia bilang, jika Yeon Soo bergerak sedikit aja, maka Yeon Soo akan ditembak.

Tampak sinar merah di kepala Yeon Soo.

Yeon Soo : Bahkan jika kau menyingkirkanku, kau tidak akan dibebaskan dari kejahatanmu sendiri.

Hyeong Rak : Kejahatan? Kau menyebutnya kejahatan untuk melindungi negara dari orang munafik sepertimu?

Yeon Soo : Kau mengatakan itu untuk melindungi negara. Tapi kau hanya seorang pembunuh.

Hyeong Rak : Direktur Choi, enam puluh tahun yang lalu, aku lahir dari salah satu keluarga termiskin di dunia. Ayahku, ibu, saudara perempuan, dan saudara-saudara belajar dan bekerja sangat keras untuk hidup dengan baik. Ketika kami jatuh, kami bangkit dan mencoba bertahan. Dan sekarang, kami baik-baik saja. Aku pikir perdamaian akan bertahan. Tapi beberapa tikus menyelinap ke rumahku dan menyebarkan penyakit menular. Apa yang akan kau lakukan jika kamu jadi aku? Tidakkah kau pikir kau harus membunuh mereka? Tapi, salah satu tikus, yang tahu segalanya, mencap diriku sebagai penyalahguna hewan atau penjahat hanya karena aku membunuh beberapa tikus. Sekarang dia membuat kekacauan di rumahku, dan menyerangku.

Sontak Yeon Soo marah. Dan Young Geol terdiam mendengar kata-kata Hyeong Rak soal tikus.

Yeon Soo : Bagaimana kau bisa membuat alasan seperti itu setelah membunuh semua orang itu?

Hyeong Rak : Aku tidak membuat alasan. Aku hanya memberi tahumu bahwa kau salah tentang apa yang kau pikir adalah keadilan. Republik Korea, negara kita adalah rumah kita di mana 50 juta orang tinggal. Ini adalah rumah yang berharga yang akan kita wariskan kepada keturunan kita.

Yeon Soo : Ketika kau tidak menyukai seseorang dalam keluargamu, kau menganggap mereka tikus dan membunuh mereka. Kau menyebutnya keadilan?

Hyeong Rak : Mereka yang hanya merusak rumahku, hanyalah tikus yang pantas mati.

Yeon Soo : Siapa kau untuk memutuskan itu?

Hyeong Rak : Kau telah menjalani seluruh hidupmu dikelilingi oleh penjahat. Pikirkan tentang orang-orang di sekitarmu. Kim Tae Yeol, Kim Myung Jae, dan Lee Suk Gyu, mereka semua tikus.

Young Geol lalu melihat kedatangan Jung Hyun.

Young Geol : Lee Suk Gyu disini.

Hyeong Rak : Bawa dia ke sini.

Young Geol pun pergi menjemput Jung Hyun.

Jung Hyun turun dari mobil, membawa tas hitam.

Dia melihat ke sekeliling bangunan, lalu mulai masuk ke dalam sambil terus melihat-lihat.

Tak lama, Young Geol datang.

Young Geol : Di mana tablet PC nya?

Jung Hyun : Di mana Yeon Soo?

Young Geol : Apakah kau membawa tablet PC?

Jung Hyun : Aku tidak bisa menjawab sebelum aku melihatnya.

Young Geol : Ikuti aku.

Jung Hyun mengikuti Young Geol. Sambil terus memperhatikan sekelilingnya. Lalu dia melihat pistol di punggung Young Geol.

Jung Hyun pun memberitahu Young Geol, bahwa Pak Oh sudah tiada.

Young Geol : Im Hyeong Rak menembaknya. Dia melukai dirinya sendiri.

Jung Hyun : Dia sangat mengkhawatirkanmu karena kau melakukan semua hal buruk untuk mendapatkan sisi baik Im Hyeong Rak.

Young Geol pun berhenti berjalan dan menatap Jung Hyun.

Young Geol : Masih bisa kau khawatir padaku? Ada tempat untuk kuburanmu di atas sana.

Young Geol membawa Jung Hyun ke tempat Yeon Soo disekap.

Jung Hyun : Yeon Soo-ya, kau baik-baik saja?

Yeon Soo mengangguk.

Hyeong Rak langsung meminta tablet PCnya.

Jung Hyun melihat ada sinar merah di dada Yeon Soo.

Dia menoleh dan melihat si pembunuh tengah mengarahkan senjata kepada Yeon Soo.

Young Geol menyuruh Hyeong Rak menembak Jung Hyun saja.

Tapi Hyeong Rak bilang, dia harus melihat dulu tablet PCnya.

Jung Hyun mengancam mereka. Dia menggertak akan menjatuhkan tablet PC itu ke bawah gedung.

Jung Hyun : Apakah ini tablet PC lebih penting bagimu daripada orang sepertiku?

Hyeong Rak : Kau luar biasa. Kau terlalu baik untuk mati sia-sia karena wanita seperti itu.

Hyeong Rak menatap Yeon Soo.

Hyeong Rak : Nama asli suamimu adalah Lee Suk Gyu. Meskipun kau mengetahuinya, kau tidak mengundurkan diri dari jabatanmu. Kau tahu bahwa Kim Tae Yeol sengaja menyembunyikan surat wasiat, tapi kau tidak mengatakan apapun pada Hwang Jung Ho. Seorang munafik yang menyiarkan tapi menyembunyikan rahasia kotornya sendiri. Itu kau.

Yeon Soo : Ya, aku seorang munafik. Aku tidak ingin orang tahu bahwa aku telah tertipu dan salah, untuk semua itu. Aku ingin terlihat sempurna. Saya seorang munafik. Tapi itu tidak berarti apa yang telah kau lakukan bisa dimaafkan.

Hyeong Rak : Aku tidak perlu dimaafkan. Aku tidak melakukan kesalahan apa pun.

Jung Hyun : Kau membunuh Cha Min Ho dan Park Won Jong karena uang.

Yeong Geol : Tuan Im tidak mengedipkan mata ketika dia menyia-nyiakan 100 miliar won berusaha menyelamatkan negara ini.

Yeon Soo : Ketika kau kehilangan 100 miliar won, apa dia menepuk punggungmu?

Sontak Young Geol terdiam mendengar kalimat Yeon Soo.

Jung Hyun juga coba menyadarkan Young Geol.

Jung Hyun : Kau masih tidak mengerti? Park Won Jong, Cha Min Ho dan kau akan menjadi yang berikutnya, Do Young Geol.

Young Geol ingin menembak mereka, tapi dilarang Hyeong Rak.

Hyeong Rak lalu menyuruh Jung Hyun meletakkan tablet PC nya di bawah.

Yeon Soo melarang Jung Hyun melakukannya. Dia minta Jung Hyun membawa tablet itu ke CIO.

Hyeong Rak : Letakkan di bawah!

Young Geol yang tak tahan lagi, menembak Jung Hyun. Seketika, tablet PC itu jatuh ke bawah.

Hyeong Rak marah dan menembak Young Geol.

Hyeong Rak : Kau ini!! Aku bilang jangan lakukan apa-apa!

Jung Hyun juga menembak si pembunuh.

Hyeong Rak bergegas mengambil tablet PC nya. Tapi pas berhasil meraih tablet PCnya, dia malah terpeleset ke bawah bangunan.

Jung Hyun pun bergegas menolong Yeon Soo.

Jung Hyun : Apakah kau baik-baik saja, Yeon Soo-ya?

Si pembunuh terus menghujani mereka dengan tembakan.

Jung Hyun membalas sambil membawa pergi Yeon Soo.

Young Geol yang terluka di perutnya, melihat ke bawah.

Hyeong Rak ternyata bergelantungan di sebuah tiang dan meminta Young Geol menariknya ke atas.

Dia juga meyakinkan Young Geol, mereka bisa memulai awal yang baru selama memiliki tablet PC.

Si pembunuh kehabisan peluru, maka dia bergegas mengejar Jung Hyun dan Yeon Soo.

Si pembunuh berhasil mendapatkan mereka. Dia mendorong mereka, hingga jatuh dan Yeon Soo pingsan.

Jung Hyun yang melihat Yeon Soo pingsan, bergegas membangunkan Yeon Soo.

Marah istrinya disakiti, Jung Hyun berniat menembak si pembunuh tapi si pembunuh keburu menendang pistol di tangan Jung Hyun.

Jung Hyun dan si pembunuh berkelahi, hingga akhirnya si pembunuh mencekik leher Jung Hyun dengan kedua pahanya.

Tepat saat itu, Yeon Soo bangun dan menembak si pembunuh dengan pistol Jung Hyun yang jatuh tadi.

Sementara Jung Hyun sudah tak sadarkan diri.

Yeon Soo memeriksa nafas Jung Hyun. Dia panic menyadari Jung Hyun sudah tak bernafas.

Dia pun bergegas memberikan CPR untuk Jung Hyun, sambil terus berteriak meminta Jung Hyun bangun.

Setelah memberikan CPR berkali2, Jung Hyun akhirnya bangun.

Yeon Soo pun langsung memeluk Jung Hyun. Tangisnya juga pecah seketika.

Young Geol yang teringat kata-kata Hyeong Rak tentang tikus, juga kata-kata Jung Hyun bahwa dia adalah yang selanjutnya akan dibunuh Hyeong Rak, memutuskan tak menolong Hyeong Rak.

Hyeong Rak marah dan memaki Young Geol.

Hyeong Rak yang sudah tak tahan lagi, akhirnya jatuh ke bawah bersama tablet PCnya.

Dan Young Geol, dia akhirnya terjatuh karena tak kuat menahan sakit akibat luka tembak di perutnya.

Sebelum tewas, Young Geol sempat meraih ponselnya dan mengirimkan sesuatu melalui ponselnya.

Polisi dan CIO akhirnya tiba di lokasi.

Pak Bae, Cheol Hoon dan Dong Woo langsung berlari mendekati Yeon Soo.

Mereka terdiam menatap Yeon Soo yang menangis memeluk Jung Hyun.

Polisi menemukan Hyeong Rak. Mereka bertanya-tanya, apa Hyeong Rak sudah mati.

Tapi tak lama, Hyeong Rak membuka matanya dan mendapati ada polisi di sekelilingnya.

Choong Mo yang sedang di perjalanan, mendapatkan telepon tentang Hyeong Rak yang menculik Yeon Soo.

Dia kaget dan marah, lalu menyuruh supirnya kembali ke Blue House.

Jung Hyun yang dirawat di RS, akhirnya siuman.

Dia melihat Seung Goo dan Seung Mi di sisinya.

Jung Hyun : Oh. Kapan kalian datang?

Seung Mi : Apa yang terjadi denganmu?

Jung Hyun : Di mana ibumu?

Seung Mi : Ibu terluka kepalanya, jadi dia pergi untuk pemeriksaan.

Jung Hyun : Kalian khawatir, bukan? Ayah punya sesuatu untuk dilakukan.

Seung Mi : Belum ada hari yang tenang sejak ibu menjadi Direktur CIO.

Jung Hyun : Maaf. Kami minta maaf. Semuanya sudah berakhir sekarang.

Seung Mi memarahi Jung Hyun, ini berakhir? Ketika ayah terluka seperti ini?

Jung Hyun menatap Seung Goo.

Jung Hyun : Seung Goo-ya, apa kau bisa merawat ibu dan Seung Mi dengan baik saat aku pergi?

Seung Goo : Iya.

Jung Hyun : Aku datang di hari ulang tahunmu. Saat ayah kembali ke rumah, ayah akan mengadakan pesta ulang tahun yang pantas untukmu.

Seung Goo : Ayah, semoga cepat sembuh. Dan kembali ke rumah. Meskipun ayah pergi, aku masih melakukannya dengan baik. Tapi aku lebih suka saat kau di rumah.

Lalu Yeon Soo datang.

Yeon Soo dan Jung Hyun saling bertatapan.

Seung Mi : Ibu, apakah kau baik-baik saja?

Yeon Soo : Ya. Kata dokter kepala ibu keras seperti batu.

Seung Mi : Benar. aku sepertimu, jadi aku punya kepala batu juga.

Seung Goo : Benar. Seung Mi adalah kepala batu. Ibu juga kepala batu.

Seung Mi : Hei, Han Seung Goo. Jangan kelewatan. Kepalaku hanya sedikit keras.

Seung Go : Tapi kau dan ibu memiliki kepala yang keras.

Besoknya, Cheol Hoon dan Mi Sun menonton berita penculikan Yeon Soo.

Mi Sun kesal, kacau sekali.

Cheol Hoon mengeluh tubuhnya sakit.

Mi Sun : Kenapa?

Cheol Hoon : Aku meregangkan otot-ototku tadi malam, jadi mereka sakit.

Mi Sun : Apa yang terjadi? Apakah kau dipukuli lagi?

Cheol Hoon : Tidak. Aku mengejar penjahat yang dicari tadi malam. Salah satu dari mereka tiba-tiba muncul, jadi aku memukulnya dengan pedang kayuku. Itu bukan lelucon.

Pak Bae masuk bersama Dong Woo.

Pak Bae : Benar. Itu bukan lelucon. Direktur Choi diculik, dan melewati banyak hal kemarin. Ini bukan waktunya untuk menceritakan anekdot heroikmu padanya. Baru saja Direktur Choi dan Tuan Han nyaris tidak berhasil kembali ke dunia ini sebelum bertemu raja-raja dunia.

Mi Sun : Apakah dia baik baik saja?

Dong Woo : Ya, untungnya. Bagaimanapun, kerja bagus.

Mi Sun : Omong-omong, kau benar-benar membodohi kami, Tuan Choo.

Dong Woo : Aku takut kau akan memukulku. Aku tidak akan berani mengkhianatimu.

Sontak Mi Sun merasa malu teringat kejadian itu.

Dong Woo mengajak mereka semua kembali ke kantor.

Mi Sun : Kita kembali ke CIO?

Dong Woo : Iya. Kita memiliki banyak hal untuk dilakukan.

Mereka mulai beres-beres. Setelah itu, Pak Bae dan Dong Woo jalan duluan.

Tinggallah Mi Sun dan Cheol Hoon yang saling bertatapan.

Mi Sun : Mari kita makan malam bersama kapan-kapan. Minum-minum akan lebih baik.

Cheol Hoon : Apa?

Mi Sun : Tidak apa-apa jika kau tidak mau.

Cheol Hoon : Kapan?

Mi Sun : Sekarang.

Cheol Hoon : A-aku bebas malam ini. Ayo pergi.

Bersambung ke part 3….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like