Undercover Ep 15 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 15 Part 4, Untuk keseluruhan cerita spoiler lengkapnya ada di tulisan yang ini. Sedangkan jika Kalian mencari lain cerita yakni Episode sebelumnya baca di sini.

Sang Dong sedang berpidato di depan seluruh anggota partainya.

Sang Dong : Itu juga menentukan masa depan negara ini. Para calon di sini harus dipilih, agar partai kita memiliki mayoritas dengan jumlah kursi yang sangat banyak. Hanya dengan begitu, akan menjadi pelajaran bagi Blue House yang memikirkan Majelis Nasional sebagai pusat tugas mereka, dan kekuatan geng untuk mengubah negara ini lagi.

Young Geol dan Kwang Cheol menunggu di mobil, di tepi jalan.

Tak lama, mereka melihat mobil box putih milik Songyun Towel lewat.

Mereka bergegas mengikutinya.

Sang Dong masih pidato.

Sang Dong : Kalian adalah masa depan Partai Keadilan. Mari hancurkan Partai Kesetaraan dan Harmoni yang lama dan busuk. Mari kita ubah negara ini. Mari kita ubah menjadi negara baru!

Sekarang, Sang Dong lagi bagi-bagiin oleh-oleh ke seluruh anggotanya.

Rekan-rekan Dong Woo datang. *Tapi dimana Dong Woo?

Sang Dong terkejut, kau siapa?

“Kami dari CIO.”

“Apa yang membawa CIO ke sini?”

“Kami mendapat laporan tentang suap ilegal. Semuanya, selidiki.”

CIO membuka oleh-oleh yang dibagikan Sang Dong. Isinya hanya piring.

Sontak Sang Dong ngamuk.

Sementara itu, Partai Kesetaraan juga sedang membagikan oleh-oleh ketika polisi datang.

Young Geol dan Kwang Cheol mengawasi dari jauh dan melihat para polisi memeriksa oleh-oleh yang dibagikan Partai Kesetaraan.

Isinya, dua buah handuk dan beberapa lembar cek yang tadi ada di mobil Young Geol.

Sontak lah, ketua partai kaget dan heran kenapa benda itu bisa ada di sana.

Lalu Yeon Soo tiba-tiba datang.

Yeon Soo meminta para polisi menonton video yang dibawanya terlebih dahulu.

Di video itu, terlihat saat Young Geol dan Kwang Cheol menukar isi mobil box putih dengan souvenir yang mereka punya.

Flashback…

Yeon Soo cs kaget karena tulisan yang ada di handuk kecil itu bukan Partai Keadilan, tapi Partai Kesetaraan.

Yeon Soo : Jika mereka ketahuan menjalankan kampanye ilegal. Siapa yang akan di untungkan?

Semua menjawab, Partai Keadilan.

Pak Bae : Sama seperti apa yang mereka lakukan pada Kim Myung Jae, mereka berencana untuk menjebak mereka dengan suap.

Yeon Soo menjelaskan, kalau video ttu diambil beberapa saat yang lalu.

Yeon Soo : Ini rekaman orang yang menukar kotak suvenir dari truk pengiriman.

Flashback…

Pak Bae dan Cheol Hoon lah yang mengikuti Young Geol.

Mereka memvideokan saat Young Geol dan Kwang Cheol menukar souvenir.

Flashback end…

Yeon Soo : Rekaman ini berisi proses peralihan. Orang-orang yang mengganti kotak, dan jejak mobil mereka. Cukup menjadi bukti hukum.

Polisi ingin tahu siapa mereka.

Yeon Soo pun menatap ke arah Young Geol.

Young Geol sontak kaget melihat para polisi mulai berjalan ke arah mobilnya.

Dia pun meminta Kwang Cheol kabur.

Tepat saat itu, Pak Bae dan Cheol Hoon muncul.

Pak Bae : Lama tidak bertemu, Pak Do. Kita bertemu lagi setelah lama mencarimu.

Young Geol kesal, sialan!

Young Geol kabur.

Cheol Hoon, Pak Bae dan para polisi bergegas lari mengejar mereka.

Tepat saat itu, Dong Woo muncul.

Dong Woo langsung mengarahkan pistolnya ke arah mobil Young Geol.

Dong Woo : Berhenti!

Karena Young Geol tak mau berhenti, akhirnya Dong Woo menembak keempat ban mobil Young Geol.

Sontak, mobil Young Geol oleng dan menabrak tumpukan sampah.

Sayangnya, hanya Kwang Cheol yang berhasil ditangkap. Young Geol kabur.

Setelah Kwang Cheol tertangkap, Yeon Soo, Dong Woo, Pak Bae dan Cheol Hoon berdiri bersama.

Dong Woo pun menjelaskan apa yang terjadi. Dia berkata, Yeon Soo bilang mereka harus membuat Hyeong Rak lengah jika mau menangkap Hyeong Rak.

Flashback…

Yeon Soo memberikan bukti yang ditemukan Mi Sun ke Dong Woo.

Dong Woo : Apakah ini semua benar?

Yeon Soo : Ya. Apa kau takut?

Dong Woo : Aku memiliki delapan adik laki-laki. Tiga di antaranya belum menikah. Aku memiliki 12 keponakan. Aku mengharapkan dua lagi tahun depan. Jika aku membiarkan orang-orang ini lepas, aku akan terlihat malu untuk menghadapi mereka.

Dong Woo dan Yeon Soo saling tersenyum.

Flashback end…

Pak Bae : Lalu sejak kapan…

Dong Woo : Sejak saat kami menerobos masuk ke rumahnya.

Cheol Hoon : Apa? Apakah itu berarti kau diberhentikan dari tugasmu dengan sengaja?

Dong Woo : Ya.

Cheol Hoon : Kau berbica tentang mempertaruhkan hidup kita atas jokbal. Apa yang kau maksud dengan memainkan peran pengkhianat?

Yeon Soo : Sejujurnya, dia lebih cocok dengan peran itu daripada kita semua. Bagaimanapun, kami selalu berada di tim yang sama. Saling menertawakan.

Hyeok Pil terbangun dan mendapati dirinya terikat di lantai dan mulutnya di lakban.

Jung Hyun dan Pak Oh masih di perjalanan.

Pak Oh : Jadi, bagaimana dengan sidik jadi Im Hyeong Rak? Maukah kau mematahkan jarinya dan membawanya bersamamu?

Jung Hyun : Ini akan berhasil.

Jung Hyun menunjukkan sidik jari Hyeong Rak yang tertempel di sebuah plastic.

Jung Hyun bilang, Pak Park memakai itu saat membuka brankas Hyeong Rak.

Jung Hyun : Aku sudah bilang. Itu ada dalam darahmu.

Young Geol yang berhasil kabur, menghubungi Hyeong Rak.

Hyeong Rak sendiri di perjalanan saat menerima telepon Young Geol.

Hyeong Rak : Apakah itu berjalan dengan baik?

Young Geol : Maafkan aku.

Hyeong Rak : Apa yang terjadi?

Dan Hyeong Rak langsung menepikan mobilnya.

Dia terkejut.

Taksi Pak Oh berhasil masuk ke kantor NIS.

Setelah berada di parkiran, Jung Hyun keluar dari dalam bagasi. Jung Hyun memakai stelan jas.

Hyeong Rak sekarang menerima telepon dari Hyeok Pil.

Hyeong Rak, kau yakin itu dia? Apa? Kartu identitasmu?

Panic, Hyeong Rak langsung menuju kantornya.

Jung Hyun berhasil menyusup ke ruangan Hyeong Rak.

Dia mulai mencari dimana tablet PC itu.

Pak Oh melihat kedatangan Hyeong Rak dan langsung menghubungi Jung Hyun.

Jung Hyun sendiri terus mencari dan mencari meski dia tahu Hyeong Rak sedang menuju ke tempatnya.

Tak lama, Jung Hyun pun menemukan tablet PC itu di dalam lemari.

Tapi pas mau kabur, dia dipergoki Hyeong Rak.

Hyeong Rak pun mengambil pistolnya dan menembaki Jung Hyun.

Singkat cerita, Jung Hyun dan Pak Oh berhasil melarikan diri.

Hyeong Rak kembali ke ruangannya.

Dia pun mengirimkan pesan melalui ponsel kecilnya.

Hyeong Rak : Angkat, Jerry.

Si pembunuh menerima pesan Hyeong Rak.

Di perjalanan, Pak Oh terlihat pucat dan menahan rasa sakit.

Sementara Jung Hyun mengirimi pesan ke Yeon Soo kalau dia menemukan tablet PC.

Pak Oh : Suk Gyu-ya, tidak. Han Jung Hyun. Bantu aku.

Jung Hyun : Bantuan?

Pak Oh : Ya, bantuan. Jika sesuatu terjadi padaku, jaga anak bungsuku. Hanya sampai dia menikah.

Heran dengan kata-kata Pak Oh, Jung Hyun pun memeriksa kondisi Pak Oh dan mendapati Pak Oh terkena tembak.

Jung Hyun marah, hentikan mobilnya sekarang.

Sekarang, Jung Hyun yang menyetir. Dia menyetir dengan cepat.

Pak Oh semakin pucat.

Di rumahnya, Hyeong Rak menonton berita tentang Partai Kesetaraan.

“Polisi sedang menyelidiki sumber obligasi tidak terdaftar yang ditemukan dalam suvenir dirapat umum, untuk Nominasi Partai Kesetaraan dan Keharmonisan. CIO melihat beberapa pria tak dikenal mengenakan jumper bertukar suvenir pada saat itu juga. Mereka mengumumkan bahwa mereka mengamankan palaku dan barang bukti, tetapi identitas mereka belum dikonfirmasi.”

Lalu Young Geol datang dan minta maaf.

Hyeong Rak marah dan memukul, serta menendang Young Geol berkali-kali.

Pak Oh muntah darah! Omo…. Jung Hyun semakin tancap gas menuju rumah sakit.

Tapi setibanya di rumah sakit, Pak Oh sudah tidak ada! Jung Hyun menangis hebat.

Yeon Soo yang di perjalanan, berbicara dengan Pak Bae di telepon.

Yeon Soo : Sampai jumpa di kantor.

Lalu Yeon Soo membaca pesan dari Jung Hyun. Jung Hyun bilang dia menemukan tablet PC dan minta Yeon Soo menghubunginya.

Saat Yeon Soo menghubungi Jung Hyun, Jung Hyun tak menjawab.

Yeon Soo terus melajukan mobilnya. Hingga dia melihat mobil yang berhenti di tepi jalan.

Seorang pria tampak berusaha memperbaiki mobilnya.

Yeon Soo pun berhenti di depan mobil pria itu.

Pria itu menoleh, menatap Yeon Soo. Dia si pembunuh!

Si pembunuh lalu berjalan ke arah Yeon Soo.

Yeon Soo membuka kaca mobilnya.

Yeon Soo dalam bahaya!

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 67 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 67 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…