Undercover Ep 12 Part 4

Undercover Ep 12 Part 4
foto: JTBC

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 12 Part 4, Untuk daftar lengkap spoilernya ada di tulisan yang ini. Sedangkan hal lainnya seperti Episode sebelumnya baca di sini.

Yeon Soo di perpustakaan kepolisian.

Dia mencari tahu alumni Universitas Kepolisian Nasional tahun 87.

Tak lama, dia menemukan foto Jung Hyun ada di sana.

Yeon Soo lalu ingat saat Jung Hyun menolongnya dari bus polisi.

Yeon Soo menanyakan nama Jung Hyun saat itu. Jung Hyun bilang, namanya Jung Hyun.

Kenyataan itu membuat hati Yeon Soo semakin sakit.

Ponsel Yeon Soo berdering. Dari Cheol Hoon.

Cheol Hoon memberitahu Yeon Soo sesuatu.

Yeon Soo, lalu? Dan Yeon Soo pun terkejut mendengarnya.

Yeon Soo langsung balik ke kantor.

Di parkiran, dia bertemu Young Geol.

Yeon Soo teringat kata-kata Jung Hyun.

Jung Hyun : Lakukan sesuatu tentang Do Young Geol.

Young Geol mendekati Yeon Soo.

Young Geol : Selamat pagi, Direktur Choi. Kau tampak sangat lelah.

Yeon Soo diam saja dan menatap tajam Young Geol.

Young Geol : Semoga harimu menyenangkan.

Young Geol lantas pergi.

Kwang Cheol di ruangannya, mengirimi pesan ke Young Geol.

Kwang Cheol bilang kalau sekretariat mengetahui mereka meretas komputer Yeon Soo.

Yeon Soo memandangi Young Geol yang sedang menunggu pintu lift terbuka.

Lalu dia ingat telepon Cheol Hoon tadi. Cheol Hoon memberitahu Yeon Soo kalau Young Geol meretas komputer Yeon Soo.

Cheol Hoon : Kami akan menggeledah kantor tim keamanan.

Young Geol membaca pesan Kwang Cheol.

Kwang Cheol menyuruh Young Geol kabur.

Young Geol pun berbalik, lalu dia berjalan ke arah Yeon Soo dengan tatapan mengerikan.

Yeon Soo tak gentar sedikit pun.

Young Geol : Sial, kau menyiapkan banyak hal.

Tak lama, orang2 CIO datang dan langsung mengejar Young Geol.

Young Geol kabur dengan mobilnya. Dia bahkan hampir menabrak Yeon Soo.

Pak Bae datang, Direktur Choi. Anda baik-baik saja? Astaga, si berengsek itu. Dia lari seperti tikus.

Yeon Soo : Bekerjalah dengan polisi dan tangkap dia secepatnya.

Pak Bae : Baiklah. Mereka dibayar oleh pemerintah, jadi, kenapa mereka melakukan ini?

Yeon Soo sudah di ruangannya sekarang. Dia melamun. Dia bahkan gak sadar Dong Woo masuk.

Dong Woo : Direktur.

Barulah Yeon Soo menatap Dong Woo.

Dong Woo memberitahu Yeon Soo bahwa mereka sudah mengamankan bukti soal Young Geol.

Dong Woo : Dia buronan sekarang.

Yeon Soo : Baiklah.

Dong Woo : Kau baik-baik saja?

Karena Yeon Soo bilang ‘ya’, Dong Woo akhirnya keluar.

Setelah Dong Woo keluar, Yeon Soo dihubungi pihak RS yang memberitahunya bahwa Yoon Joo menghilang.

Yeon Soo kaget, apa maksudmu dia menghilang? Kau sudah melaporkannya ke polisi? Baik, hubungi aku jika kau menemukannya.

Yoon Joo berkeliaran di jalan. Dia ingat Suk Gyu sempat menolongnya dari orang-orang agensi.

Teringat itu, Yoon Joo pun menghubungi Suk Gyu lewat telepon umum.

Yoon Joo berterima kasih pada Suk Gyu karena sudah menyelamatkannya sekali lagi.

Suk Gyu : Kau baik-baik saja?

Yoon Joo : Aku meninggalkan rumah sakit.

Suk Gyu : Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Yoon Joo : Choi Yeon Soo, dia diikuti bukan?

Suk Gyu : Kenapa kau bertanya?

Yoon Joo : Aku harus bertemu dengannya lagi.

Suk Gyu : Kumohon. Tolong berhenti menyeret Yeon Soo dalam masalah ini. Target mereka berikutnya mungkin Yeon Soo.

Yoon Joo tersenyum pahit mendengarnya.

Lalu dia memutus teleponnya.

Suk Gyu pun cemas.

Di tengah kecemasannya, Seung Mi datang.

Seung Mi membujuk Seung Goo, meminta Seung Goo membuka pintu.

Seung Goo pun membuka pinyu.

Seung Mi : Ambil ini. Aku hanya bawakan kakinya. Kau bisa makan semuanya sendiri. Semuanya milikmu. Pastikan kau memakannya.

Seung Mi meletakkan makanan yang dia bawa di lantai.

Seung Goo kembali menutup pintu.

Seung Mi lalu bicara pada ayahnya.

Seung Mi bilang dia gak tahu seberapa serius masalah antara ayah dan ibu, tapi dia tak bisa membayangkan jika keluarga mereka hidup tanpa seorang ayah.

Seung Mi juga bilang Seung Goo mungkin tak tahu, tapi Seung Goo tak bisa hidup tanpa ayah.

Jung Hyun : Terima kasih, putriku.

Seung Goo keluar dan mengembalikan makanan yang dibawa Seung Mi.

Seung Mi : Astaga, itu 12 kaki ayam. Kau ingin aku memakan semuanya?

Seung Goo menatap Jung Hyun.

Seung Goo : Itu bohong, bukan? Ini semua karena kebohongan ayah!

Seung Goo mengurung dirinya lagi.

Seung Mi kesal : Lakukan sesukamu.

Jung Hyun : Jangan terlalu keras kepadanya.

Seung Mi : Pokoknya, ayah harus menenangkan ibu.

Jung Hyun mengangguk.

Cheol Hoon menunjukkan video saat Pak Park memberikan suap pada Kepala Goo.

Dia menunjukkannya pada rekan-rekannya.

Cheol Hoon : Park Won Jong memakai setelan jas, memberikan suap kepada Goo Seo Bok dengan sweater..

Mi Sun : Suap? Bagaimana kau tahu isinya?

Cheol Hoon : Video ini saja tidak membuktikannya.

Pak Bae : Apa? Maksudmu bukan hanya ini?

Cheol Hoon, kau mengenalku.

Cheol Hoon menunjukkan bukti lagi.

Sekarang, Cheol Hoon menginterogasi Kepala Goo.

Cheol Hoon menunjukkan video saat Kepala Goo menerima suap dari Pak Park.

Kepala Goo masih berkelit, kenapa dengan ini?

Lalu Cheol Hoon menunjukkan video lain.

Cheol Hoon : Ini direkam 10 menit setelah makan. Di bank sebelah restoran. Ini… Astaga, lihat semua uang itu. Kau langsung membuka rekening saham dengan uang itu. Lalu harga saham yang kau beli sukses besar.

Kepala Goo marah, hei. Jung Cheol Hoon!

Cheol Hoon : Periksa sekelilingmu setiap saat.

Kepala Goo : Hei, berandal. Teganya kau melakukan ini kepadaku?

Cheol Hoon : Benar, aku mempelajarinya darimu. “Selalu periksa sekelilingmu, Jung Cheol Hoon”.

Dibalik kaca, Yeon Soo mengawasi bersama Dong Woo.

Yeon Soo tanya, apa ada kabar dari Pak Park.

Dong Woo bilang Pak Park akan tiba di Korea pukul 10 lewat 5 besok pagi dari Zurich.

Dong Woo : Aku akan menemuinya di sana.

Yeon Soo lalu tanya kabar Young Geol.

Dong Woo bilang belum ada dan akan terus mengawasinya.

Dong Woo beranjak pergi.

Yeon Soo lalu ingat saat Jung Hyun mengajaknya makan diluar dan mereka bertemu Young Geol.

Yeon Soo mengenalkan Young Geol sebagai Kepala Keamanan CIO pada Jung Hyun.

Teringat itu, Yeon Soo pun sangat marah.

Yeon Soo lalu beranjak pergi.

Jung Hyun ke kamar di bengkel.

Dia melihat Seung Goo sudah tidur.

Jung Hyun lantas duduk di dekat pintu.

Dia bilang, bukan kebohongan kalau dia menyukai Seung Goo, Seung Mi dan Yeon Soo.

Jung Hyun : Tapi aku memang berbohong. Maafkan aku.

Sang Dong, Hyeong Rak dan Kepala Song makan malam bersama.

Kepala Song mengucapkan selamat pada Sang Dong yang sudah menjadi ketum.

Sang Dong : Itu sudah sewajarnya.

Mereka lalu bersulang.

Sang Dong : Setelah Kim Myung Jae mati, tingkat kepuasan partai kita meningkat. Partai yang berkuasa sangat tidak kompeten. Kita hanya diuntungkan dari itu. Jika pemilihan umum diadakan besok, kita akan dengan mudah mendapatkan dua pertiga kursi.

Kepala Song : Dua ratus kursi? Bukankah angka itu cukup besar untuk memakzulkan presiden secara sepihak? Tapi aku ragu itu mungkin.

Sang Dong : Kenapa tidak? Mengingat tren saat ini, aku yakin itu mungkin.

Kepala Song : Aku merasa tenang memiliki kapten yang hebat. Kalau begitu, sekarang kurasa kita hanya perlu menunggu angin.

Sang Dong : Tidak di dunia seperti ini. Kita harus memasang mesin dan lepas landas.

Sang Dong dan Hyeong Rak saling bertatapan.

Hyeong Rak bilang, Sang Dong harus menjadi mesinnya.

Sang Dong : Begini, aku berusaha menyalakan mesin,. tapi bahan bakarnya kurang. Tak mau menyala dengan benar.

Kepala Song : Seorang amatir seperti Choi Yeon Soo mengejar beberapa orang acak karena jabatannya. Pasti frustrasi untuk mengisi tangki.

Sang Dong : Angin akan segera menggulingkan kapal. Jika kita hentikan kapal karena pelaut boros dengan bahan bakar, kita semua akan mati di kapal bernama Korea itu.

Hyeong Rak : Kau akan merelakan kapal demi satu batu?

Kepala Song : Kau punya ide?

Hyeong Rak : Aku akan menantikan untuk membaca artikel yang bagus.

Kepala Song : Coba lihat ini. Aku lihat kau menyembunyikan sesuatu lagi.

Sang Dong : Tuan Im. Isi saja bahan bakarnya. Lalu aku akan tunjukkan betapa hebatnya aku berlayar.

Hyeong Rak : Diam.

Mereka lalu bersulang lagi.

Yeon Soo ke bengkel sepeda dan melabrak Jung Hyun.

Yeon Soo : Ada apa dengan Do Young Geol! Kau bilang aku tidak boleh membiarkannya, kenapa!

Jung Hyun : NIS menempatkannya di sana untuk memata-mataimu.

Yeon Soo : Kenapa! Kenapa mereka memata-mataiku!

Jung Hyun : Tidak bisakah kau berhenti di sini? Mari hidup seperti sebelumnya.

Yeon Soo : Katakan! Kenapa mereka memata-mataiku! Siapa pria dengan pistol yang kau lawan! Apa yang Go Yoon Joo coba katakan padaku! Apa yang kau ketahui!

Jung Hyun : Bagiku, keluargaku adalah segalanya.

Yeon Soo menampar Jung Hyun.

Yeon Soo : Lee Suk Gyu, kau tetap hanya mata-mata.

Jung Hyun : Tidak. Lee Suk Gyu tewas setelah bertemu denganmu.

Yeon Soo : Tidak, Han Jung Hyun meninggal kemarin. Suamiku dan ayah anak-anak. Han Jung Hyun meninggal!

Yeon Soo keluar, tapi dia semakin marah melihat nama Jung Hyun di plang bengkel sepeda.

Yeon Soo yang masih panas, melempari plang itu dengan batu.

Sontak, anjing mereka langsung mengonggong.

Jung Hyun keluar dan terdiam melihat kemarahan Yeon Soo.

Yeon Soo masuk ke dalam.

Seung Mi menghampiri Yeon Soo. Yeon Soo tanya kabar Seung Goo.

Seung Mi : Dia mogok makan seharian di gudang. Ayah baru saja memindahkannya.

Yeon Soo pun melihat Seung Goo.

Seung Mi : Mari kita sarapan bersama besok. Atau mogok makannya akan berlanjut.

Yeon Soo menutup pintu.

Seung Mi tanya, kenapa ayah mereka tidur di bengkel.

Yeon Soo : Maafkan aku.

Seung Mi : Ibu tak perlu minta maaf kepadaku. Aku percaya, kita bisa saling memaafkan untuk apa pun. Dia adalah ayah.

Seung Mi lalu bilang kalau dia mau tidur dan beranjak pergi.

Young Geol ke rumah Hyeong Rak, tapi tak ada yang membukakan pintu.

Young Geol kesal, sial. Kemana dia pergi?

Kwang Cheol datang.

Young Geol : Bagaimana kau bisa keluar?

Kwang Cheol : Semua orang pergi untuk menangkapmu. Aku keluar saat itu. Kau dan aku ada di daftar buronan.

Young Geol : Aku tahu.

Kwang Cheol : Kau tidak mau masuk? Kita harus meminta bantuan Tuan Im.

Young Geol : Dia tidak ada di sini.

Kwang Cheol : Ayo. Kalau Hyun Pil?

Young Geol : Kami akan bertemu nanti.

Mobil patroli melintas.

Mereka berdua langsung menempel ke pintu.

Pak Park baru saja tiba di bandara. Dan dia langsung menuju mobilnya.

Tapi Dong Woo cs datang.

Pak Park : Kau datang untuk menemuiku? Bukankah kau sibuk?

Dong Woo : Aku ingin kau datang ke kantorku sebentar.

Pak Park : Aku tak bisa kau perintah.

Dong Woo : Maukah kau bersedia menemani kami? Atau ditahan tanpa surat perintah dengan borgol. Pilihlah.

Pak Park : Ditangkap tanpa surat perintah? Kalau begitu, jelaskan tuduhanku.

Dong Woo : Kau ditahan karena menyuap Kapten Geo Seok Bok dari Unit Investigasi di Kepolisian Gyeonggi Utara.

Pak Park tertawa, memberi suap? Kita akan pergi ke Seoul, bukan? Aku terlalu lelah mengemudi karena penat terbang.

Pak Park ikut dengan mereka.

Choong Mo di ruangannya, menghubungi seseorang sambil membaca berkas identitas Jung Hyun yang diberikan Hyeong Rak.

Choong Mo : Kau yakin itu orang yang sama? Sidik jarinya sama? Baik, rahasiakan ini dan buang semua informasinya.

Choong Mo lalu memikirkan ancaman Hyeong Rak.

Hyeong Rak : Jika publik tahu, Direktur Choi Yeon Soo tak bisa lagi berada di CIO. Itu juga bisa menimbulkan masalah bagi VIP yang menunjuknya. Aku khawatir, jadi, aku meminta bertemu denganmu.

Choong Mo ingat saat dia, Jung Hyun, Yeon Soo dan Tae Yeol berkumpul di Bar Bibi.

Choong Mo cerita ke Tae Yeol bahwa Jung Hyun adalah hero nya.

Choong Mo pun kesal.

Dong Woo menginterogasi Pak Park, diawasi Cheol Hoon.

Pak Park didampingi pengacaranya.

Dua tas berwarna biru tiba di bagasi.

Seseorang mengambil tas itu.

Dong Woo : Kau kenal Son Joo Ri?

Pak Park : Ya, dia pelatih pribadiku. Kenapa kau bertanya?

Dong Woo : Dia membeli tas perjalanan yang diberikan kepada Kim Myung Jae.

Pak Park : Benarkah? Kenapa?

Dong Woo : Tas yang dibelinya dikirim ke rumah Kim Myung Jae berisi uang lima miliar won. Kau tahu itu, bukan?

Pak Park : Tidak.

Dong Woo : Kaulah yang melaporkan video Kim Myung Jae.

Pak Park : Aku tidak tahu apa-apa soal itu.

Dong Woo : Kau melaporkan video dari gudang di Gimpo dan kabur.

Dong Woo menunjukkan sebuah foto.

Dong Woo : Foto ini diambil hari itu. Pengemudi ini sangat mirip denganmu.

Pak Park : Astaga, maksudmu ini aku? Ayolah. Jangan seperti ini.

Pengacara Pak Park : Tuan Choo, kau sudah tahu bukti ini tidak bisa diterima.

Pak Park : Jangan menuduh orang tidak bersalah. Aku lelah, jadi, biarkan aku pulang.

Dong Woo menunjukkan video saat Pak Park memberikan suap pada Kapten Goo.

Pak Park masih saja tak mau ngaku.

Yeon Soo datang dan ikut mengawasi jalannya interogasi.

Dong Woo : Kapten Goo Seo Bok dari Unit Investigasi di Polsek Gyeonggi Utara. Kau kenal dia?

Pak Park : Dia teman dekatku. Kenapa?

Dong Woo juga nunjukin video saat Kapten Goo ke bank usai menerima suap.

Dong Woo : Jelaskan.

Pak Park : Jelaskan apa? Ini gila. Maksudmu itu suap?

Dong Woo : Kau masih pura-pura tidak bersalah.

Pak Park : Harus ada sesuatu untuk aku berpura-pura tak bersalah atau apa pun. Dia membeli saham dengan uang yang kupinjamkan kepadanya. Kenapa?

Dong Woo : Kau meminjaminya uang?

Pak Park : Tentu saja. Apa lagi ini? Katanya dia punya informasi penting dan meminjam uang kepadaku. Dia menyarankanku berinvestasi juga, tapi pekerjaanku tidak mengizinkanku.

Dong Woo : Jadi, kau akan tetap berpegang pada kisah peminjaman uang.

Pak Park : Bukan itu yang berusaha kulakukan. Itu fakta.

Pengacara Pak Park menunjukkan catatan perjanjian utang antara Kapten Goo dan Pak Park.

Dong Woo terkejut.

Pak Park : Memang benar kami teman dekat, tapi aku tidak akan meminjamkannya sebanyak itu. Lihat, tertulis di sini. Goo Seo Bok meminjam 20 juta won dari Park Won Jong. Dengan itu, dia bertugas untuk melunasinya dalam setahun.

Seseorang yang mengambil tas itu adalah Hyeong Rak.

Pak Park merasa diatas angin.

Pak Park : Jangan seperti amatir. Maksudku, bagaimana kau masih tak tahu di mana harus tanda tangan dan apakah harus tanda tangan? Mengecewakan sekali.

Pak Park memberikan Dong Woo sesuatu.

Dia bilang itu akan membantu mengurangi rasa sedih Dong Woo.

Pak Park berbalik dan meledek Yeon Soo.

Pak Park : Direktur Choi. Berbagilah bersama. Membantu saat kau merasa sedih. Bersama.

Dong Woo balik ke mejanya.

Dia menatap banyak camilan di meja belakangnya.

Lalu dia membuka lacinya yang juga penuh camilan dan mengambil satu camilan dari sana.

Ponsel Dong Woo berdering.

Dong Woo : Karena Park Won Jong pria itu, aku hampir gila. Lalu?

Dan Dong Woo mendengar sesuatu yang menarik.

Dong Woo : Apa yang kau temukan?

Dong Woo langsung melapor ke Yeon Soo.

Dong Woo : Aku sudah menyelidiki Park Won Jong. Aku belum memeriksa detailnya, tapi yang ini mungkin penting, jadi, biar kulaporkan dahulu.

Yeon Soo : Silakan.

Dong Woo : Hanya ada satu orang di NIS yang memberinya perintah.

Yeon Soo : Siapa itu?

Dong Woo : Direktur Eksekutif Im Hyeong Rak.

Yeon Soo kaget, Im Hyeong Rak ada di belakang Park Won Jong?

Dong Woo : Jika informasi ini benar, Im Hyeong Rak adalah dalang dari kasus Cha Min Ho dan Kim Myung Jae.

Yeon Soo : Apa kau punya bukti untuk membuktikan hubungan mereka?

Dong Woo : Aku akan segera menemukannya.

Dong Woo beranjak pergi.

Setelah Dong Woo pergi, Yeon Soo membuka profile Hyeong Rak dan membacanya.

Pak Park di rumah Hyeong Rak, sedang memindahkan uang dari tas biru ke tas lain.

Pak Park : Seratus ikat dengan masing-masing 100 lembar pecahan 10.000 dolar. Totalnya 100 juta dolar.

Hyeong Rak : Kerja bagus.

Pak Park lalu memberikan cokelat kelas atas dari Swiss ke Hyeong Rak.

Tapi Hyeong Rak bilang rasanya pahit.

Bel berbunyi. Pak Park memeriksanya.

Dia bilang itu Young Geol.

Hyeong Rak : Buka gerbangnya.

Hyeong Rak dan Pak Park langsung membereskan uang mereka.

Young Geol masuk dan minta maap.

Hyeong Rak : Aku mengirimmu ke CIO untuk menangani gangguan, dan kau sendiri menjadi gangguan.

Young Geol : Lee Suk Gyu dan Choi Yeon Soo berperilaku aneh belakangan ini. Aku memeriksa apakah Lee Suk Gyu memiliki motif tersembunyi. Tolong hapus kami dari daftar buronan dahulu. Kami akan menangani gangguan ini.

Hyeong Rak memberikan Young Geol uang dan minta Young Geol tidak menarik perhatian.

Yeon Soo pulang dan melihat papan nama ‘Han’ sudah diperbaiki.

Yeon Soo mengambil kayu dan mau menghancurkannya lagi tapi Choong Mo datang.

Yeon Soo : Kenapa kau kemari? Ada yang ingin kau katakan? Ini tidak seperti dirimu. Katakan. Aku baik-baik saja.

Choong Mo memberikan Yeon Soo berkas Suk Gyu.

Melihat reaksi Yeon Soo, Choong Mo tanya, apa Yeon Soo sudah tahu.

Yeon Soo bilang sudah beberapa hari.

Choong Mo : Itu pasti sulit bagimu. Tapi memang benar masalah ini seperti bom waktu bagi pemerintah saat ini.

Yeon Soo : Aku mengerti.

Choong Mo : Maaf, tapi aku ingin kau mundur dari jabatanmu.

Yeon Soo : Beri aku waktu beberapa hari.

Choong Mo : Kau akan menghadiri upacara peringatan Tae Yeol?

Yeon Soo : Ya.

Choong Mo : Putuskan saat itu.

Choong Mo beranjak pergi.

Yeon Soo marah dan merobek2 berkas itu lalu masuk ke dalam.

Jung Hyun keluar dari dalam lab dan melihat apa yang dirobek Yeon Soo.

Dia ingat itu berkas yang sama yang dikasih Young Geol padanya.

Besoknya, Jung Hyun datang ke sebuah kedai.

Ternyara itu kedai ibunya Tae Yeol.

Ibu Tae Yeol menanyakan kabar Jung Hyun.

Jung Hyun : Ya, aku baik-baik saja.

Ibu Tae Yeol : Bagaimana Yeon Soo dan anak-anakmu?

Jung Hyun : Mereka sehat.

Ibu Tae Yeol : Aku tidak tahu banyak, tapi melihatnya di TV, aku tahu dia sangat sibuk belakangan ini.

Jung Hyun : Benar. Apa kabarmu? Waktu itu kau bilang punggungmu sakit.

Ibu Tae Yeol : Selalu sama. Kau mau pergi sekarang?

Jung Hyun : Ya. Tapi sebelum itu, tentang barang yang kutinggalkan denganmu.

Jung Hyun memapah ibu Tae Yeol ke pemakaman.

Bersamaan dengan itu, Yeon Soo datang.

Yeon Soo bersikap dingin ke Jung Hyun.

Choong Mo juga datang.

Ibu Tae Yeol bilang Jung Hyun selalu mengantarnya.

Choong Mo lalu bilang biar dia kali ini yang mengantar ibu.

Mereka beranjak pergi.

Jung Hyun mendekati Yeon Soo.

Yeon Soo : Tidak tahu malu sekali kau datang ke sini. Pergilah.

Jung Hyun : Aku harus memberimu sesuatu. Aku akan menunggu.

Yeon Soo : Kau tidak berhak berada di sini.

Yeon Soo mau pergi.

Tapi mereka dikejutkan dengan kedatangan Hyeong Rak.

Bersambung……

29 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like