Drama Korea

Twenty Five, Twenty One Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Twenty Five, Twenty One Episode 8, Jika mencari tulisan lainnya seperti recap full cek di tulisan yang ini. Baca episode sebelumnya HERE.

foto: tvN

Min Chae sedang melihat berita tentang Hee Do yang di bawakan oleh Yi Jin kemudian menjeda videonya seraya berkata syukurlah karena dia memihak Ibu. Kenapa menonton berita lama itu tanya Jae Kyung. Kulihat Nenek di berita menyebutnya “medali emas curian.” hati Nenek pasti terluka ucap Min Chae. Kau benar dan pada hari itu, untuk pertama kalinya nenek menyesal menjadi pembaca berita ucap Jae Kyung.

foto: tvN

Dengan segera Yi Jin mematikan radionya, seraya bertanya kenapa mendengarkannya. Itu karena kau tiba-tiba menghilang ucap Hee Do kemudian pergi setelah mengucapkan terima kasih telah menyelamatkannya dan sekarang Hee Do sedang berada di dalam kamar mandi, membasuh mukanya. Yi Jin ikut menyusulnya dan memberikan sapu tangan.

Hee Do menyeka mukanya menggunaan sapu tangan tersebut dan mengucapkan terima kasih. Yi Jin menyuruh Hee Do berhenti membuatnya khawatir. Setelah megunci kembali pintunya, Ji Woong berkata tepat tengah malan akan ada suara hantu yang menangis tapi Seung Wan tidak mempercayainya. Tak berselang lama terdengar suara tangisan, membuat keduanya berlari. Yi Jin yang melihatnya juga ikut berlari seraya menggandeng Hee Do.

foto: tvN

Hee Do berada di perpustakaan sedang melihat album kenangan seniornya dulu dan mencari foto Da Eun tapi foto Da Eun di album tersebit terpotong dan mencari Yi Jin tapi photonya juga terpotong. Entah apa yang sedang kulakukan sekarang tapi aku merasa amat kesal ucap Hee Do.

Hee Do menulis di buku diary miliknya, mengenai Yi Jin dan Da Eun, kemudian mematikan lampu dan merebahkan dirinya di tempat tidur, saat Jae Kyung memasuki kamarya.

foto: tvN

Yi Jin menemui pria yang uangnya di bawa ayahnya di rumahnya, memberikan amplop yang berisi uang seraya meminta maaf. Kau janji kepadaku untuk tidak akan pernah bahagia lagi, jangan tepati janji itu, meski sulit berusahalah sekuat tenaga untuk bahagia ucap sang pria tersebut. Yi Jin memberi tahu kalau ia juga akan cari kebahagiaannya.

Yi Jin pergi ke rumah makan milik ibu Yu Rim, memberikan dading kepadanya seraya berkata aku akan mengumpulkan lagi kelurargaku setelah sukses. Yi Jin memberikan permen kepada Yu Rim setelah datang, setelahnya mereka berdua makan bersama. Seluruh dunia sudah rebut karena gagal menjatuhkan Hee Do ucap Yi Jin.

Yu Rim memberi tahu kalau ia protes kepada wasit karena lebih cepat dan tidak tahu Hee Do akan dikecam oleh seluruh Korea karena protes dan merasa tidak adil. Itu artinya banyak orang mendukungmu lebih daripada yang kau piker ucap Yi Jin.

foto: tvN

Seung Wan dan Ji Woong sedang membahas mengenai Yi Jin yang kembali pindah ke rumahnya kepada ibunya. Dan sekarang mereka berdua sedang duduk di bangku depan toserba. Hee Do keluar dari toserba, menanyakan siapa yang pindah seraya memberikan roti kepada mereka berdua dan duduk di sampingnya.

Ji Woong memberi tahu kalau Yi Jin akan pindah ke rumah Seung Wan lagi, setelahnya mereka bertiga merencanakan membantu Yi Jin pindahan. Dan sekarang mereka bertiga berada di rumah Seung Wan. Hee Do mendekati Yu Rim yang baru tiba, bertanya mau kamu atau aku yang pergi. Aku tidak mau pergi ucap Yu Rim. Baiklah, aku juga tidak mau pergi ucap Hee Do kemudian mereka semua mulai membantu Yi Jin menata barang-barangnya.

foto: tvN

Chan Mi pergi ke kantor penyiaran berita UBS, untuk menemui Jae Kyung. Hee Do mengambil alat oleh raga yang di temukan Ji Woong, kemudian menunjukkan cara memakainya, hingga kehabisan tenaga membuatnya melepaskan alat tersebut hingga terlempar mengenai kaca, membuat kaca tersebut pecah saat melihat Yi Jin kembali. Yi Jin memarahi mereka semua karena membuat kekacauan dan meulai membersihkan pecahan kacanya, setelahnya mereka mulai makan bersama.

foto: tvN

Jae Kyung kembali ke rumah dan memarahi Hee Do karena membeli semua roti untuk mengumpulkan setiker dan menyuruhnya untuk merenungi kesalahan saat di jumpa pers. Ibu bilang  di berita kalau itu medali emas curian ucap Hee Do kemudian bertanya saat mengatakan kalimat itu, apa Ibu tidak merasa bersalah kepadaku sedikit pun.

Pasti selalu ada orang yang terluka karena berita yang ibu siarkan dan Ibu sudah bertekad untuk tak merasa bersalah kepada siapa pun, kau juga bukan pengecualian ucap Jae Kyung. Selamat, artinya Ibu tidak membuat pengecualian ucap Hee Do kemudian memasuki kamarnya. Jae Kyung melihat mendali milik Hee Do, dan mengingat saat Chan Mi memberikannya kepadanya.

foto: tvN
foto: tvN

Yi Jin berada di dalam mobil, setelah selesai mewawancarai orang tua salah satu Atlet, menjawab panggilan telpon dari seniornya yang menyuruhnya untuk pergi ke Kompleks Pemerintahan Pusat untuk mencari tahu penyebabnya karena ada kasus kebakaran. Dan sekarang Yi Jin sedang berada di sana, mencatat keterangan salah seorang.

Yi Jin kembali ke hotel tempat menginap, kemudian meletakkan barang-barangnya dan mulai berlatih mengenai berita yang akan di siarkannya. Saat sudah di mulai dan terhubung dengan telponnya, Yi Jin mulai membaca kejadiannya seraya melihat catatan di laptopnya. Si tengah ucapannya Yi Jin memutuskan panggilannya kerena laptopnya eror.

Jae Kyung mengakhiri beritanya dan segera keluar. Jae Kyung menghampiri Yi Jin yang tengah berdiri di depan pintu yang sedang meminta maaf kemudian menendang kaki Yi Jin dan memarahinya karena mematikan telepon di tengah siaran langsung dan menyuruhnya untuk mencetak laporannya jika tidak menghapalnya. Yi Jin kembali ke rumah dan mengambil bingkisan dari Hee Do yang berisi roti dan membaca surat yang berada di dalamnya seraya berkata memalukan sekali.

foto: tvN

Yu Rim memasuki rumah makan milik ibunya seraya memberikan sarung tangan miliknya. Ibu Yu Rim mengambil dan memeriksanya seraya berkata padahal ibu sudah menjahitnya dan menyuruh Yu Rim untuk membeli yang baru. Salah satu tetangga datang memberi ibu Yu Rim kalau pemilik kedai itu kabur.

Setelahnya ibu Yu Rim pergi kesana dan melihat kedainnya dalam keadaan kosong. Yu Rim mendekati bunya menanyakan ada apa. Bukan apa-apa ucap ibu Yu Rim kemudian membawanya kembali. Yu Rim mendekati kamar ibunya seelah mendnegarnya menangis, dan melihat ibunya yang tengah menangis seraya menjahit sarung tantannya, membuatnya ikut menangis.

foto: tvN

Yu Rim dan Hee Do mendapatkan hukuman sekors selama 3 bulan dan meninggalkan kamar pelatihan. Hee Do menghentikan langkahnya saat mendengar percakapan Yu Rim dan pelatih. Yu Rim meminta maaf dan tidak akan mengulanginya, kemudian meminta uang pensiun dimuka.

Yu Rim kembali kekamarnya dan melihat Hee Do yang tengah menata pakaiannya dan kembali keluar. Hee Do menghentikan langkahnya saat mendengar suara lagu di putar kemudian memasuki ruang kolam renang dan melihat Yu Rim yang sedang duduk di ketinggian 10M. Yu Rim meneteskan air matanya saat menengarkan lagu dan mengingat kejadian yang menimpa ibunya.

Yu Rim berdiri dari duduknya, mulai melangkah mundur dan menjatuhkan dirinya ke kolam. Hee Do yang melihatnya menjadi khawatir dan cemas, saat Yu Rim tak kunjung muncul. Yu Rim muncul, menuju ke tepi kolam dan mulai menangis dengan keras.

foto: tvN

Chan Mi menanyakan berapa lama di sekors kepada Hee Do dan Yu Rim yang berdiri didepannya. 3 bulan jawab Hee Do. Artinya kalian tetap harus ikut kompetisi internasional untuk mendapatkan medali ucap Chan Mi dan menyuruh Yu Rim pergi kemudian menanyakan kepada Hee Do apakah kenal dengan Yi Jin dan melarang Hee Do berteman akrab dengan reporter.

foto: tvN
foto: tvN

Yi Jin memasuki bus dan duduk di depan, tidak melihat Hee Do yang juga berada di dalam bus. Hee Do dan Yi Jin berdiri saat sudah akan sampai, membuat Yi Jin menyadari Hee Do. Yi Jin menyuruh Hee Do mengulurkan tangannya dan memberikan setiker seraya mengucapkan terima kasih untuk rotinya.

Hee Do pamit pulang kepada Yi Jin saat turun dari bus setelah samapi. Yi Jin menarik tas Hee Do kemudian mengajaknya minum es bersama karena Hee Do masih berutang 2.000 won kepadanya. Dan sekarang mereka berdua sedang berdiri di depan toseba seraya menikmati es krimnya. Hee Do memberikan uang kepada Yi Jin, menyuruhnya membeli es sendiri.

Kenapa kau begini kepadaku hari ini tanya Yi Jin kemudian menarik Hee Do saat melihat pengendara montor yang melaju. Membuat Hee Do menabrak dada Yi Jin kemudian menjauh seraya berkata ada eskrim di wajahku. Yi Jin mengambil sapu tangannya, mulai membersihkan nodanya. Setelahnya Yi Jin mengantar Hee Do pulang.

foto: tvN

Dengan mendengarkan music melalui erarphone, Ji Woong berjalan menuju rumah makan milik ibu Yu Rim tapi kedai tersebut dalam keadaan tutup. Yu Rim mendekati Ji Woong menanyakan mengenai pakaian yang di pakainya. Ji Woong memberi tahu kalau belakangan ini ia suka hiphop kemudian bertanya apa ada masalah.

Beberapa hari lalu, aku ingin menghubungimu karena aku merasa semua akan baik-baik saja jika bersamamu dan ingin menemuimu tetapi tidak menghubungimu karena aku tidak mau memperlihatkan sisiku yang seperti itu kepadamu ucap Yu Rim. Kau keterlaluan, kau tak sadar aku selalu berusaha agar jadi penting bagimu tanya Ji Woong. Aku tak akan begitu lagi dan tidak akan ragu lagi ucap Yu Rim.

foto: tvN
foto: tvN

Yu Rim menemui Yi Jin untuk meminjam kamera memberi tahu kalau ia ingin menemui seseorang dan akan berfoto bersama. Memang siapa tanya Yi Jin. Aku akan menemui teman dunia mayaku jawab Yu Rim. Kau akan menemui orang yang identitasnya tak jelas tanya Yi Jin kemudian menyuruh Yu Rim menunggu dan akan pergi bersama.

Di sisi lain, Hee Do sedang berada di toko bunga untuk membeli bunga mawar kuning dan pergi setelah mendapatkan bunganya. Yu Rim dan Yi Jin sudah sampai di tempat bertemu terlebih dulu. Yu Rim melihat Hee Do yang datang dengan membawa mawar kuning seraya berkata tidak mungkin kemudian pergi setelah memberikan bunganya kepada Yi Jin.

Jadi Injeolmi adalah Baek Yi Jin ucap Hee Do setelah melihat Yi Jin yang juga memengang bunga mawar kuning, kemudian berjalan mendekati Yi Jin, kembali berkata aku harus memilikimu.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di Twenty Five, Twenty One Eps 9 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang aku tulis, salam A2One.

A2One