Twenty Five, Twenty One Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Twenty Five, Twenty One Episode 7, Jika mencari tulisan lainnya seperti recap full cek di tulisan yang ini. Baca episode sebelumnya HERE.

foto: tvN

Hee Do meletakkan kotak di meja seraya memberi tahu kalau itu dari ayahnya dan menyuruh Min Chae membukanya. Min Chae membukanya dan mengambil baju balet yang berada di dalamnya seraya bertanya kapan ayah pulang. Karantina 2 minggu saat kembali juga saat pergi lagi jawan Hee Do. Setelahnya mereka beruda mengecat pagar.

Hae Do menanyakan kenapa berhenti balet. Min Chae memberi tahu kalau ia tetap payah meski sudah berusaha. Seraya menggambar garis keatas dan tangga, Hee Do berkata kemampuan meningkat bak tangga bukan seperti lereng, jika kau senang karena dipuji, maka kau boleh berhenti tapi jika balet membuatmu senang pikirkanlah sekali lagi.

foto: tvN
foto: tvN

Pertandingan di mulai dan poin pertama hingga ke 3 di raih oleh Yu Rim. Hee Do mengingat saat kecil, saat berlatih dan bertanding anggar di antar oleh ayahnya, membuat Hee Do mendapatkan poin pertamannya. Hee Do kecil memberikan mendali emas kepada ayahnya yang sedang duduk di brankar rumah sakit, menyuruh ayahnya berjanji untuk cepat sembuh.

Tapi sang ayah tidak menepatinya dan meninggalkan dirinya lebih dulu. Dan sekarang Hee Do kecil sedang menangis di depan pemakaman ayahnya, di temani oleh neneknya. Pertandingan masih berlanjut dan sekarang Yu Rim yang mendapatkan poin, dengan 13:11. Hee Do kembali bangun dan bersiap-siap bertanding, dan sekarang poinnya menjadi 14:12.

foto: tvN
foto: tvN

Hee Do mengikat tali sepatunya dan melihat tulisan Yi Jin di pedangnya, membuatnya mengingat semua orang yang memaki dirinya yang tidak bisa dan berbakat bermain anggar, kemudian mengingat ucapan ayahnya yang menyuruh naik perlahan seperti tangga, selangkah demi selangkah.

Pertandingan kembali di mulai, dan Hee Do menambah satu poin. Kini pin menjadi 14:13. Hee Do kembali menyerang Yu Rim membuat pedang Yu Rim patah. Apakah pedangnya yang patah memengaruhi mental Yu Rim tanya Yi Jin kepada Jung Hyuk.  Sepertinya bukan pedangnya yang patah, tetapi semangatnya jawab Jung Hyuk. Yu Rim mengambil patahan pedangnya kemudain mengambil pedang lainnya.

foto: tvN
foto: tvN

Pertandingan kembali di mulai, dengan Hee Do yang mendapatkan 1 poin dan sekarang poin keduanya 14:14. Hee Do dan Yu Rim memakai pelindung kepala, dan mulai menyerang. Sang wasit memutuskan kalau Hee Do mendapatkan 1 poin, membuat Hee Do memenangkan pertandingannya dengan sekor 14:15.

Karena merasa tida adil, Yu Rim protes kepada wasit memberi tahu kalau ia lebih cepat dari pada Hee Do. Membuat komentator dan lainnya kembali memutar video pertandingannya dengan versi lambat, tapi tidak menadapatkan hasilnya. Semua orang yang berada di sana menganggap kalau keputusan wasit salah.

foto: tvN
foto: tvN

Setelah selesai bermain, Hee Do sedang melakukan wawancara dengan Yi Jin yang menjadi reporternya dan Hee Do yang menajawab pertanyaannya.

Jae Kyung memasuki ruangan para reporter berkumpul, menanyakan kepada Hak Gyu apakah salah penilaian dan menanyakan hasilnya. Dilihat dari video, Go Yu Rim terlihat lebih cepat dan tidak terlihat kapan pedang Na Hee Do menyentuh karena badannya tertutup.

Banyak sekali penonton yang menelepon dan bertanya apa hasil pertandingan anggar tadi salah ucap salah satu reporter. Mungkin para penonton menganggap Hee Do menghalangi masa depan cerah Go Yu Rim yang seperti itu karena Yu Rim adalah selebritas dan peraih medali emas jadi semua orang melindunginya. 

foto: tvN

Hee Do, Yu Rim dan pelatih memasuki ruangan temapt jumpa pers di adakan dan duduk di kursinya masing-masing. Apa kau sungguh berpikir penilaiannya tidak salah tanya sang wartawan. Hee Do menjawab kalau penilaiannya tidak salah, sedangkan Yu Rim menjawab kalau ada kesalahan dalam penilaian karena menurutnya ia yang lebih cepat.

Hee Do melepaskan mendali yang di pakainya dan meletakkannya di meja kemudian pergi begitu saja, karena para wartawan memojokannya dengan berbagai pertanyaan, di ikuti oleh Yu Rim yang juga ikut pergi.

foto: tvN

Apa yang kau lakukan, kau sedang bersandiwara apa tanya Yu Rim setelah menyuruh Hee Do. Bukannya menjawab, Hee Do balik bertanya aku atau kau yang bersandiwara. Dengan marah, Yu Rim memberi tahu kalau ia yang lebih cepat. Maka artinya, aku menyuap wasit seperti kata reporter agar menang ucap Hee Do dengan marah. Yu Rim memberi tahu kalau ia adalah korban di sini.

Kau korbannya ulang Hee Do kemudian berkata kau protes seperti orang gila kepada wasit saat aku dapat medali emas, dan kau menangis di atas podium dan ini semua terjadi karena itu. Aku lebih cepat, tetapi aku yang kalah, bagaimana bisa aku menerima itu tanya Yu Rim. Kau menyangkal keputusan wasit dan menghancurkan nilai medali emas yang kudapatkan dengan bersusah payah membuat medali emasku kehilangan kehormatannya ucap Hee Do kemudian pergi.

foto: tvN

Yi Jin sedang melihat para atlet yang sedang menuruni bus dan memasuki tempat pelatihan, tapi tidak melihat Hee Do disana. Sementara Hee Do sedang duduk di trotoar tepi jalan, menutup matanya melihat lampu mobil yang sedang melaju, seraya mengingat lampu kamera di jumpa pers, membuatnya menutup kedua telinganya.

Hee Do berdiri dan kembali berjalan, memasuki apotek untuk membeli obat penenang. Saat penjual mengambilkan obatnya, Hee Do mengeluarkan ponsel dan meletakannya di meja dan mengambil uang di dalam dompetnya. Hee Do menghentikan kegiatannya saat melihat ibunya yang sedang menyiarkan berita tentang dirinya dan Yu Rim. Dengan kecewa, Hee Do keluar dari apotek dan kembali berjalan.

foto: tvN

Hee Do menghentikan langkahnya karena tidak memengerti ia dimana dan melihat sekelilingnya kemudian mencari ponselnya tapi tidak menemukannya karena ponselnya tertinggal di apotek. Hee Do pergi ke telpon umum di depan toserba menelpon ponselnya, ternyata yang menjawab panggilanya Yi Jin, setelahnya Hee Do menyebutkan lokasinya setelah bertanya kepada pemilik toserba.

Dan sekarang Hee Do sednag duduk di bangku menunggu Yi Jin datang dan menghampirinya saat Yi Jin menemuinya. Kau tahu berapa aku meneleponmu, kau pikir bisa kabur begitu saja tanya Yi Jin, kau anggota tim nasional jadi apa pantas bersikap seperti tadi di jumpa pers. Kalau sudah selesai bicara, pergilah ucap Hee Do, memberi tahu kalau ia kabur karena tidak ingin dengar perkataan semacam itu.

foto: tvN

Hee Do menghentikan langkahnya dan berbalik kemudian mengambil pedang di dalam tasnya dan mendekati Yi Jin menyuruh memegangnya. Hee Do menyuruh Yi Jin melawannya setelah memberikan aba-aba, dan bertanya siapa yang lebih cepat. Kamu jawab Yi Jin, membuat Hee Do kembali menyerang Yi Jin dan kembali menanyakan siapa yang lebih cepat, dan lagi di jawab aku oleh Yi Jin.

Kau sudah paham tanya Hee Do kemudian berkata atlet yang bermain mustahil tidak tahu, meski lampu menyala bersamaan, atletnya pasti tahu dan aku lebih cepat daripada Yu Rim dan aku merasakan itu. Yi Jin mengajak Hee Do kembali. Hee Do menolaknya memberi tahu kalau ia sedang tidak mau bertemu siapa pun dan ingin sendiri, menyuruh Yi Jin pulang sendiri.

foto: tvN

Yi Jin sedang berada di hotel tempat, Smith (wasit pertandingan anggar) sedang menanyakannya kepada pekerja, memberi tahu kalau ia reporter. Tapi pekerja tersebut menolak memberi tahu karena sesuai peraturannya. Yi Jin duduk di sofa yang berada di lobi meunggu Smith, membuatnya ketiduran.

Yi Jin membuka matanya dan mendekati Smith yang akan memasuki mobil, memberi tahu kalau ia reporter dan menanyakan tentang pertandingannya. Smith memberi tahu kalau ia tidak mau diwawancara dan segera memasuki mobil dan pergi dari sana. Yi Jin menghubungi rekannya, memberi tahu butuh informasi keberangkatan di bandara.

foto: tvN

Pelatih memarahi Hee Do dan Yu Rim karena membuat keributan di jumpa pers, membuatnya mucul di berita dan Koran, menyuruh mereka berdua meninggalkan pusat pelatihan dan merenungkan kesalahan hingga putusan turun. Hee Do berdiri di depan gedung, melihat Yu Rim yang di jemput ayahnya kemudian mulai berjalan.

Setelah membeli tiket, Hee Do menghentikan lagkahnya saat melihat Koran yang memberitakan dirinya, “MEDALI GO YU RIM DICURI – TERTUKARNYA PEMILIK MEDALI EMAS” Hee Do memasuki kereta, bukannya duduk di kursi, Hee Do memilih berdiri di depan pintu.

foto: tvN
foto: tvN

Kenapa kau sampai begini tanya Smith kepada Yi Jin yang menyusulnya di bandara. Karena menurutku ini tidak adil, saat atlet itu harus dikritik seluruh Korea hanya karena dia tak seterkenal lawannya jadi kumohon untuk menjelaskan soal ketakadilan itu.

Hee Do kembali pergi setelah sampai di depan rumahnya dan sekarang sedang berada di restoran duduk di salah satu kursi, melihat ibunya yang sedang menyiarkan berita mengenai kontroversi dirinya. Hee Do yang akan pergi menghentikan langkahnya setelah mendengar ibunya mengatakan Yi Jin yang melaporkannya dan melihat beritanya.

“Wasit Smith mengatakan bahwa keputusannya di pertandingan final anggar adalah benar dan adil. Atlet muda tersebut harus menanggung beban dari spekulasi dan kontroversi ini. Momen yang seharusnya paling membahagiakan baginya, kini menjadi luka.”

Hee Do menangis setelah melihat beritanya membuat para pelanggan menanyakannya, ternyata mereka semua mengenali Hee Do dan menghiburnya dengan mengucapkan selamat atas mendali emasnya. Di sisi lain, Yi Jin memberi tahu Jung Hyuk kalau ia menyiapkan berita lanjutan, setelah berita tuduhan sudah disiarkan. Kerja bagus jadi selamat atas debutmu di berita, Baek Yi Jin ucap Jung Hyuk.

foto: tvN
foto: tvN

Hee Do pergi ke sekolahan dan memasuki gedung. Hee Do mengambil kaset rekaman sura Yi Jin, memutanya dan membaringkan dirinya di matras yang sudah di siapkannya seraya mendengarkannya dengan menutup matanya. Dengan segera Hee Do bangun dan mematikan radio dan lampu, setelah mendengar suar dari luar. Ternyata itu petugas keamanan dan sedang mengunci pintu dari luar.

Dengan khawatir, Hee Do menelpon Yi Jin memberi tahu kalau ia terkurung di gudang sekolah dan butuh bantuan. Yi Jin turun dari taksi, segera mengampiri Ji Woong dan Seung Wan yang sudah menunggunya setelahnya mereka memasuki sekolah dan menuju gudang. Sementara di dalam Hee Do, melihat ukiran nama di meja yang bertuliskan BAEK YI JIN CINTA DA EUN.

“Aku mencintaimu, Baek Yi Jin. Ingatlah terus hari ini. Aku juga mencintaimu, Da Eun” Yi Jin, Ji Woong dan Seung Wan segera masuk kedalam setelah berhasil membuka pintu dan terkejut mendengar rekaman suara yang sedang di putar.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di Twenty Five, Twenty One Eps 8 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang aku tulis, salam A2One.

3 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hello, Me! Ep 7 Part 2
Read More

Hello, Me! Ep 7 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 7 Part 2, Untuk bacaan spoiler lengkap ada daftarnya di tulisan yang…
Read More

Yumi’s Cells Ep 13

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 13, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…
Read More

Red Shoes Ep 59 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 59 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Hush Ep 5 Part 2
Read More

Hush Ep 5 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 5 Part 2, Bisa melihat cerita selengkapnya di tulisan yang ini. Selain itu…