True Beauty Ep 16 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 16 Part 2, Baca juga daftar lengkap di tulisan yang ini. Untuk Kamu yang ingin tahu Episode sebelumnya baca di sini.

Soo Ho mengejar Ju Kyung.

Soo Ho : Kenapa kau kabur?

Ju Kyung : Aku? Tidak.

Soo Ho : Apa kau tidak datang menemuiku?

Ju Kyung : Aku harus pulang. Ini sangat penting.

Ju Kyung lari, tapi salah jalan.

Soo Ho : Bukan itu jalannya.

Ju Kyung muter arah, tapi Soo Ho meraih lengannya, membuat dia kaget.

Soo Ho : Aku akan mengantarmu pulang.

Di mobil, Ju Kyung memalingkan wajahnya dari Soo Ho.

Soo Ho menatap Ju Kyung. Dia tanya, apa Ju Kyung membencinya.

Soo Ho : Kau tidak mengijinkanku melihat wajahmu?

Ju Kyung : Lagipula kau akan kembali. Kau tetap kembali. Jadi kenapa kau melakukan itu?

Ju Kyung terlihat sedih.

Soo Ho : Karena itu akan terlalu sulit bagimu untuk menunggu.

Ju Kyung : Itu jauh lebih sulit daripada menunggu.

Soo Ho lantas memegang tangan Ju Kyung. Dia bilang, itu juga sulit untuknya.

Soo Ho : Karena itulah, aku sedang mencari cara untuk kembali. Bahkan jika ayahku tidak bangun, aku akan kembali padamu.

Ju Kyung : Bagaimana jika aku melupakanmu?

Soo Ho : Aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi.

Ju Kyung : Bagaimana jika aku masih mengatakan tidak?

Soo Ho : Aku akan menangis dan memohon, dan mencoba merayumu.

Soo Ho memegang pipi Ju Kyung. Dia minta Ju Kyung menatapnya.

Ju Kyung menatap Soo Ho.

Soo Ho : Aku minta maaf karena membuatmu menderita.

Ju Kyung : Kenapa kau minta maaf? Aku tahu bagaimana perasaanmu. Ya, tapi melihatmu lagi, aku teringat betapa sakitnya itu.

Soo Ho : Aku minta maaf telah menyakitimu.

Ju Kyung : Kau juga terluka. Pasti sangat sulit di negeri yang jauh itu. Kau tidak punya keluarga lain. Kau berada di rumah sakit sendirian, tidak dapat melakukan apa pun. Pasti sangat sakit. Aku sangat khawatir, sehingga aku ingin terbang kesana, tapi…

Ju Kyung nangis, seorang anak berusia 18 tahun tidak punya uang.

Soo Ho : Kita masih terlalu muda, bukan?

Ju Kyung : Iya.

Soo Ho : Jangan menangis.

Di perjalanan, Ju Kyung memberitahu Soo Ho bahwa kakaknya akan menikah dengan Pak Han.

Soo Ho : Cukup mengejutkan bahwa mereka berkencan. Sungguh menakjubkan bahwa mereka akan menikah.

Ju Kyung : Aku tahu. Siapa lagi yang bisa menangani kakakku selain Pak Han?

Ju Kyung melirik Soo Ho. Dan dia memalingkan muka saat Soo Ho balas menatapnya.

Saat Soo Ho menatap kembali ke depan, Ju Kyung kembali melirik Soo Ho.

Soo Ho : Apa yang kau lihat?

Ju Kyung, apa? Hanya saja…. kau telah banyak berubah. Kau bahkan mengemudi sekarang.

Ju Kyung lalu melihat gantungan couple milik Soo Ho.

Ju Kyung : Kau masih menyimpan ini? Kau tidak membuangnya.

Soo Ho : Kita sama.

Ju Kyung : Apa?

Soo Ho : Kita belum berubah dari sebelumnya.

Ju Kyung : Dari sebelumnya, kapan? Saat kau masih cengeng?

Soo Ho : Aku menangis sekali. Berhenti memanggilku cengeng.

Ju Kyung : Kau benar-benar cengeng. Mengapa kau tidak memberi tahuku lebih awal? Aku tidak akan tahu jika aku tidak melihat tulisan di dinding.

Soo Ho : Aku ingin memberi tahumu pada hari istimewa, tetapi tidak bisa.

Ju Kyung : Seharusnya kau memberitahuku.

Soo Ho : Aku juga menyukaimu saat aku kecil. Aku biasa menunggumu di toko buku komik setiap hari. Aku kira itu tidak sepihak jika kau mengingatku.

Ju Kyung : Aku tidak menyukaimu. Aku hanya mengingatmu sebagai anak yang cengeng toko buku komik.

Soo Ho : Itu menyedihkan. Aku kira itu adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Soo Ho lantas membahas sembelit Ju Kyung.

Ju Kyung malu, tidak apa-apa.

Soo Ho : Kau harus sering berolahraga dan makan banyak serat. Kau membutuhkan probiotik dan air. Kau perlu melakukannya secara rutin agar tidak sembelit …

Ju Kyung marah, hei. Haruskah kau menghancurkan mood dengan membicarakan hal itu? Itu sangat memalukan. Itu karena aku mengalami banyak tekanan. Orang dengan sistem pencernaan aktif biasanya sangat aktif. Menarik. Aku akan jalan pulang untuk berolahraga. Iya. Di sana. Kau bisa menurunkanku di sana. Berhenti disana.

Soo Ho menepikan mobilnya.

Ju Kyung makin kesal. Dia menatap Soo Ho dengan tatapan sengit.

Soo Ho tersenyum, lalu dia memegang kedua pipi Ju Kyung dan…. mencium bibir Ju Kyung.

Ju Kyung masuk kamarnya dan duduk di ranjang. Dia tak berhenti tersenyum, dan melihat barang-barang kenangannya dengan Soo Ho yang selama ini dia simpan dalam kotak.

Ju Kyung sudah tidak sedih lagi. Dia dan Soo Ho sudah bersama kembali.

Ju Kyung kemudian menelpon Soo Ho.

Ju Kyung : Apakah kau dalam perjalanan pulang?

Soo Ho : Ya, benar.

Ju Kyung : Apa kau tidak lelah?

Soo Ho : Tidak terlalu.

Ju Kyung : Apakah sulit berbicara karena kau sedang mengemudi? Telpon aku lagi ketika kau sampai?

Soo Ho bilang enggak.

Lah Soo Ho nya lagi berhenti di depan toko komik.

Soo Ho : Tidak apa-apa. Aku ingin tetap mendengar suaramu. Apa yang akan kau lakukan besok?

Ju Kyung : Mengapa?

Soo Ho : Aku ingin pergi menemuimu. Seperti mimpi, sampai ketemu besok.

Ju Kyung : Aku juga.

Seo Jun tampak melamun disaat rekan-rekannya sibuk latihan.

Seo Jun pun teringat pembicaraannya dengan Soo Ho saat mereka minum soju di sebuah kafe, usai Soo Ho memergoki Seo Jun dan Ju Kyung pelukan di depan toko komik.

Seo Jun : Mengapa kau harus keluar saat itu? Kau membuatku terlihat tak berdaya.

Soo Ho : Maksudmu apa?

Seo Jun : Luar biasa. Hari ini adalah kesempatan terakhirku. Apa yang tidak aku lakukan dua tahun lalu, memberitahunya bagaimana perasaanku dan aku ditolak. Aku akhirnya bisa melakukannya.

Lamunan Seo Jun pun buyar karena ia menerima pesan dari Ju Kyung.

Seo Jun langsung menemui Ju Kyung.

Dia berusaha tersenyum di depan Ju Kyung.

Seo Jun : Apa yang kau lakukan di sini?

Seo Jun dan Ju Kyung ke kafe.

Seo Jun : Aku tidak sibuk hari ini, jadi aku akan membiarkanmu mengatakan apa yang tidak bisa kau katakan kemarin.

Ju Kyung : Sejujurnya aku tidak tahu harus berkata apa.

Seo Jun : Itu sudah tertulis di seluruh wajahmu. Kau selalu menjadi orang yang mengenakan hatimu di lengan baju.

Ju Kyung : Yang bisa aku katakan kepadamu adalah bahwa aku bersyukur dan menyesal.

Seo Jun : Seolah-olah itu adalah sesuatu yang harus disesali. Aku sadar bahwa kau belum melupakan Soo Ho. Jadi jangan minta maaf. Kau tidak memiliki ruang untukku di hatimu, tapi aku mencoba menjadi serakah sekali.

Ju Kyung : Maafkan aku.

Seo Jun : Akulah yang harus meminta maaf karena membingungkanmu dengan memberi tahumu bagaimana perasaanku. Kau pasti ingin aku mengatakan itu, tapi itu konyol. Setidaknya aku harus memberitahumu bagaimana perasaanku. Adikmu pernah berkata padaku bahwa ditolak membantumu untuk bangkit. Namun jangan khawatir. Debutku sebentar lagi, jadi aku tidak akan punya waktu untuk memikirkanmu. Aku move on lebih cepat dari yang kau pikirkan. Tetap tahan ekspresi itu, dan aku akan pergi.

Ju Kyung L Haruskah aku? Oke, ayo habiskan minuman kita.

Paginya, Ju Kyung, ayahnya dan Soo Ho lagi latihan menikah. Pak Lim bahkan juga memakai stelan jas.

Pak Lim mengantarkan Ju Kyung ke Soo Ho, seolah-olah sedang mengantarkan Ju Kyung ke Soo Ho yang menunggu di depan altar untuk menikah.

Soo Ho meraih tangan Ju Kyung. Dia mengajak Ju Kyung pergi tapi Pak Lim mencengkram tangannya.

Pak Lim : Apakah kau sudah mempermainkanku untuk orang bodoh?

Soo Ho : Tolong biarkan aku pergi.

Ju Kyung : Aku akan mempertaruhkan semua lilin aromaku kepadamu memiliki niat yang tidak terlalu polos. Apa yang akan kau pertaruhkan sebagai imbalan?

Nyonya Hong yang lagi nyiapin sarapan, menegur Pak Lim.

Nyonya Hong : Sudah hentikan itu! Apa yang kau lakukan dengan setelanmu itu?

Pak Lim : Aku ingin berlatih berjalan Hee Kyung menyusuri lorong.

Nyonya Hong : Untuk apa? Dia dan Joon Woo akan melakukannya sendiri. Sarapan sudah siap!

Pak Lim langsung mendekati istrinya dan minta penjelasan, tapi, Kenapa?

Soo Ho dan Ju Kyung duduk ke ruang makan, disusul dengan Ju Young.

Nyonya Lim : Banyak pasangan yang melakukannya akhir-akhir ini.

Ju Young : Kau di sini lagi, Soo Ho? Apakah kau tidur lagi? Kau sudah berada di sini hampir setiap hari selama sebulan terakhir. Mengapa kau tidak menikahinya saja?

Pak Lim pun yang gak rela anak gadisnya menikah, langsung menjewer Ju Young.

Pak Lim : Kau pasti mengira kau kebal terhadap rasa sakit.

Nyonya Hong : Akan menyenangkan untuk menyelesaikannya.

Pak Lim : Aku tidak akan mengizinkannya dengan mudah.

Soo Ho : Kapan aku harus menjemputmu hari ini?

Ju Kyung menggeser piring lauk ke depan Soo Ho.

Ju Kyung : Ya, benar. Kau mungkin akan terlalu lelah.

Soo Ho : Aku akan baik-baik saja.

Ju Young : Itu yang aku harapkan darimu. Kau adalah pria yang muda, kaya, dan tampan. Aku iri karena kau tidak harus bekerja untuk mendapatkan uang.

Nyonya Hong : CSATmu harus menjadi apa yang hanya kau pikirkan.

Ju Young : Aku belajar sampai lewat tengah malam tadi malam. Tidak ada yang lebih putus asa daripada aku sekarang.

Ju Kyung : Seolah-olah Go Woon akan menunggu sampai kau masuk perguruan tinggi.

Ju Young : Haruskah kau begitu menyebalkan, brengsek?

Soo Ho : Kau brengsek? Kepada kakakmu?

Pak Lim menatap Soo Ho dengan kesal.

Pak Lim : Mengapa kau terus bertindak seperti saudara iparnya?

Nyonya Hong menyuruh Pak Lim makan saja.

Tampak pengumuman tentang kontes rias grup idol baru yang ditempel di dinding.

Ju Kyung membacanya, kontes konsep makeup untuk grup idola baru?

Tak lama, Chen datang dengan manajernya dan Ju Kyung bergegas mendekati Chen.

Manajer Chen bilang kalau syuting telah dimundurkan.

Manajer : Bisakah kau menunggu?

Chen bilang tentu.

Lalu si manajer pergi untuk menelpon seseorang.

Chen : Ju Kyung-ah, apa kau dan Seo Jun berkencan?

Ju Kyung tersenyum, tidak.

Chen senang, tentu saja. Aku tahu dia memiliki standar yang tinggi.

Ju Kyung : Betul sekali. Dan karena standarnya yang tinggi, dia tidak akan pernah berkencan dengan siapa pun.

Mendengar itu, Chen pun kesal dan meminta face mist.

Ju Kyung bergegas menyemprotkan face mist ke wajah Chen, tapi Chen terbatuk-batuk karena Ju Kyung menyemprotkannya kelewat banyak.

Chen pun melempar botol face mist nya.

Chen : Cukup! Aku tidak tahu aku berada di sauna. Bersikaplah santai, bukan?

Ju Kyung pun pergi mengambil botol face mist di lantai, lalu dia menatap kesal Chen dan berusaha menahan diri.

Setelah itu, Ju Kyung dan seniornya mengikuti Chen dan manajer Chen ke mobil.

Chen pun protes dan tanya kenapa Ju Kyung harus ikut mereka kemana-mana.

Senior Ju Kyung membela Ju Kyung.

“Dia hanya menempati ruang di dalam van. Ini tidak seperti dia melakukan pekerjaan apa pun. Dia magang dan perlu mempelajari seluk-beluknya.”

“Aku tahu, tapi kenapa harus tepat waktu? Bahkan para profesional tidak dapat memenuhi semua permintaanku dengan sempurna, jadi itu menggangguku untuk sedikit memiliki pekerja magang.” jawab Chen.

Lalu Chen meminta kimbap dengan keju karena dia lapar.

Senior Ju Kyung mengerti dan menyuruh Ju Kyung pergi membelinya.

Ju Kyung pun semakin menatap sengit Chen yang beranjak menuju mobil.

Ju Kyung : Aku membeli pangsit saat SMA dan sekarang aku membeli gimbap kepada oranglain.

Ju Kyung pergi. Dan tak lama, dia kembali membawa pesenan Chen. Tapi Chen protes lagi. Dia tanya, apa Ju Kyung gak tahu dia benci ketimun.

Chen : Seharusnya kau mengeluarkannya.

Ju Kyung : Maaf. Aku tidak tahu kau tidak menyukainya. Haruskah aku membelikanmu yang lain?

Chen : Lakukan saja dan ambil mentimunnya. Aku kelaparan.

Ju Kyung menolak. Lakukan sendiri.

Chen : Ju Kyung-ah, aku ini Chen.

Ju Kyung : Lakukan sendiri, sialan. Kau punya tangan, bukan? Aku tidak belajar tata rias untuk memilah mentimunmu. Beraninya kau menyalahgunakan kekuatanmu?

Chen : Apakah kau ingin dipecat?

Ju Kyung : Aku lebih suka berhenti daripada dipecat olehmu, dasar anak nakal menjengkelkan!

Manajer Chen datang dan tanya ada apa. Chen pura-pura nangis dan menunjuk-nunjuk Ju Kyung.

Manajer Chen memarahi Ju Kyung.

Ju Kyung protes, berhenti mempermainkan korban, sialan.

Manajer Chen makin marah dan mendorong Ju Kyung.

Seseorang datang dan memberikan tendangan ke manajer Chen.

Ju Kyung terkejut melihat orang itu, Kang Soo Jin.

Soo Jin menatap Ju Kyung.

Soo Jin : Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau terluka?

Ju Kyung dan Soo Jin pergi perpustakaan cafe.

Soo Jin tanya, apa Ju Kyung baik-baik saja.

Ju Kyung : Aku rasa iya.

Ju Kyung lalu tanya kabar Soo Jin.

Soo Jin berkata, setelah putus sekolah, dia dan ibunya pergi ke rumah bibinya di luar negeri. Orang tuanya sudah bercerai.

Ju Kyung : Kalau begitu kau kuliah?

Soo Jin : Tidak, aku telah melakukan pekerjaan sukarela di luar negeri. Aku baru saja kembali dari Haiti.

Ju Kyung : Pantas saja. Tidak ada yang mendengar darimu, jadi aku jadi penasaran.

Soo Jin : Itu karena aku tidak pernah memberi tahu siapa pun. Sekarang setelah aku kembali, aku ingin meminta maaf kepadamu. Itu sebabnya aku bertanya-tanya untuk mencari tahu di mana kau bekerja.

Soo Jin lalu minta maaf karena butuh waktu lama untuk minta maaf pada Ju Kyung. Dia bilang dia sangat menyesal.

Soo Jin : Aku pasti sangat kacau saat itu. Kau memiliki apa yang tidak bisa aku miliki jadi aku merasa seperti aku tersesat lagi. Mencuri apa yang kau miliki dan menginjak hubunganmu sepertinya cara untuk menang. Aku selalu harus berada di atas semua orang. Itulah yang diajarkannya kepadaku. Menjauh dari ayahku akhirnya membuatku melihat seberapa dalam aku menyakitimu saat itu dan apa yang telah hilang. Aku menyesali perbuatanku dan mencoba untuk meminta maaf kepadamu, tetapi sepertinya tidak tepat untuk mengatakannya melalui telepon. Aku juga berpikir kau akan mengabaikan panggilanku juga.

Ju Kyung : Kau seharusnya menelepon. Aku akan sangat senang mendengar darimu.

Ju Kyung lalu berkata, kenangan itu sudah tak menyakitinya lagi dan itulah alasannya tidak bisa membenci Soo Jin.

Soo Jin : Tetap saja, aku senang bisa melihatmu dan meminta maaf secara langsung.

Ju Kyung : Aku lebih bahagia untukmu. Kau bebas sekarang. Tanganmu juga sudah sembuh.

Ju Kyung bilang tangan Soo Jin cantik.

Soo Jin tertawa dan menunjukkan kedua tangannya yang sudah sembuh.

Ju Kyung : Tendanganmu masih sama mengancamnya.

Soo Jin : Aku membiarkan amarahku menguasai diriku. Aku harap aku tidak memperburuk keadaanmu.

Ju Kyung : Yang bisa mereka lakukan hanyalah memecatku, jadi aku baik-baik saja.

Hee Kyung tengah membujuk Soo Ho. Dia bilang, dia sudah menjadi fans Leo sejak lama.

Hee Kyung : Kau dan Se Yeon membuat lagu itu bersama. Dan aku pikir akan sangat berarti membiarkan Seo Jun menyanyikannya. Tidakkah kau merasa buruk meninggalkannya sebagai lagu yang dijiplak? Aku yakin kau kesal juga.

Soo Ho : Kenapa kau sangat serius? Aku tidak bisa mempercayainya. Aku tidak pernah belajar musik. Pelajaran yang aku dapat hanya dari Se Yeon.

Hee Kyung : Seo Jun sudah memberitahuku semuanya. Dia mengatakan kepadaku bahwa mudah untuk mengatakan betapa kau menyukai musik dilihat dari instrumen dan perlengkapan yang kau miliki. Jika kami tidak menyukai lagumu, kami tidak akan merilisnya. Jadi jangan terlalu terburu-buru. Aku mau dengar lagu “Missing You” versi Leo. Jangan merasa terlalu tertekan dan kirimkan saja lagunya kepada kami. Oke? Baiklah kalau begitu. Sudah cukup tentang pekerjaan. Bisakah aku membuka hadiah pernikahanku?

Soo Ho : Tentu.

Hee Kyung mengangkat kado nya di atas meja. Dia heran karena kadonya berat sekali.

Hee Kyung membukanya. Ternyata kadonya perlengkapan tukang.

Hee Kyung : Kau memilih hadiah terbaik yang pernah ada.

Soo Ho : Selamat atas pernikahan mu.

Hee Kyung : Aku punya banyak hal untuk diperbaiki di rumah.

Soo Ho kembali ke rumahnya dan terdiam menatap kunci pintu kamar musiknya.

Soo Ho memikirkan tawaran Hee Kyung.

Hee Kyung : Aku mau dengar lagu “Missing You” versi Leo.

Soo Ho masuk ke kamar musiknya.

Dia menyalakan lagu ‘Missing You’ nya dan mulai sedikit mengedit.

Ju Kyung bicara sama Soo Ho di telepon sambil mencuci kuas make up.

Soo Ho : Siapa pria itu? Siapa namanya?

Ju Kyung : Soo Jin sudah menendang wajahnya dengan baik.

Soo Ho : Aku senang dia melakukannya. Jika aku ada di sana, aku akan mengalahkannya …

Ju Kyung : Kau tidak akan memukulinya sampai babak belur. Untungnya, aku tidak dipecat. Tapi aku dihukum karena itu. Aku harus menyelesaikan ini. Aku akan meneleponmu kembali nanti.

Ju Kyung memutuskan panggilan Soo Ho.

Lalu Selena datang. Selana tanya, Ju Kyung lagi apa.

Ju Kyung : Aku sedang mencuci kuas makeup dan spons.

Selena : Kau melakukannya sendirian?

Tapi tiba-tiba Selena marah.

Selena : Ini lateks. Kalau dicuci dengan air panas, menyusut.

Ju Kyung : Maafkan aku.

Selena : Kau perlu membaginya menjadi kuas alami dan sintetis terlebih dahulu. Kau perlu mencucinya secara berbeda, jadi jangan sampai tercampur.

Ju Kyung : Baik.

Selena : Apakah namamu Lim Su Jeong?

Ju Kyung : Tidak, aku Lim Ju Kyung.

Selena : Apakah kau orang yang berteriak pada Chen sebelumnya?

Ju Kyung : Aku juga sangat menyesal tentang itu.

Selena : Aku senang kau melakukan itu. Dia terlalu meremehkan karyawan kita. Aku mengatakan kepadanya untuk merias wajahnya di tempat lain.

Selena mau pergi, tapi Ju Kyung tanya bisakah dia ikut kontes make up untuk grup idola baru dari Move Entertainment.

Selena : Lim Kyung Ja-ssi, tidak bisakah kau membaca? Dikatakan semua karyawan diizinkan ikut. Apakah kau tidak melihat itu?

Selena pergi.

Ju Kyung senang, terima kasih! Aku akan melakukan yang terbaik! Tapi namaku Lim Ju Kyung.

Ju Kyung di kafe. Dia tengah belajar merias dari ponselnya, memakai alat-alat lukis.

Ju Kyung juga sesekali menyantap ramen nya.

Tak lama, Soo Ho datang. Tiga siswi SMA langsung memuji ketampanan Soo Ho.

Soo Ho menghampiri Ju Kyung. Tiga siswi SMA itu penasaran apa Ju Kyung pacar Soo Ho apa bukan. Melihat wajah Ju Kyung, mereka yakin Ju Kyung cuma temannya Soo Ho.

Ju Kyung kesal.

Soo Ho yang baru aja mau duduk, heran mendengar Ju Kyung mendadak memanggilnya sayang.

Ju Kyung juga menyuapi Soo Ho.

Soo Ho : Apakah kau baru saja cemburu, sayang?

Ju Kyung : Aku tidak cemburu. Jangan berkeliling dengan senyuman di wajahmu mulai sekarang, oke?

Soo Ho : Aku pikir anak-anak SMA itu membuatmu cemburu, sayang.

Ju Kyung : Hentikan, Soo Ho.

Soo Ho : Sayang, kenapa tidak coba panggil aku “Sayang” lagi?

Ju Kyung : Lupakan.

Ju Kyung lalu menjadikan Soo Ho sebagai modelnya. Dia merias wajah Soo Ho.

Ju Kyung : Aku belum banyak merias wajah, jadi aku tidak terbiasa dengan itu.

Soo Ho gak bisa diam karena geli.

Ju Kyung : Diam. Biarkan aku mencoba ini dengan benar.

Soo Ho nakal. Dia mengerlingkan matanya ke Ju Kyung.

Ju Kyung : Kau model yang buruk.

Seo Jun lagi pemotretan bareng grupnya.

Hee Kyung dan para staf mengawasi mereka.

Hee Kyung heboh sendiri, kalian sangat tampan! Gadis remaja akan tergila-gila pada kalian.

Seo Jun kesal, akankah kalian berhenti bereaksi berlebihan?

Hee Kyung : Itu karena kau hebat. Mari kita bangun industri musik. Aku suka cemberut di wajahmu. Seo Jun, itu bagus.

Soo Ho mengirimkan versi akhir Missing You ke Move Entertainment.

Bersambung ke part 4…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like