True Beauty Ep 15 Part 4

True Beauty Ep 15 Part 4
foto: tvN

Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 15 Part 4. Untuk mencari spoiler terlengkapnya ada pada tulisan yang ini. Sedangkan pencarian untuk Episode sebelumnya baca di sini.

Disaat Ju Kyung lagi galau memikirkan Soo Ho dan Seo Jun, dibawah ortu dan adiknya lagi sibuk membantu Pak Han menyiapkan kejutan romantis untuk Hee Kyung.

Rencananya, Pak Han akan melamar Hee Kyung.

Pak Han mendekati Ju Young. Pak Han berterima kasih karena Ju Young sudah membantunya dan sebagai rasa terima kasih dia memberikan Ju Young uang untuk jajan.

Ju Young : Kakak iparku tersayang. Bagaimana jika kita membuat hati di ujung jalan lilin?

Pak Han : Mau membuatnya bersama-sama sebagai saudara ipar?

Keduanya tertawa.

Ju Kyung turun. Ibu tanya, Ju Kyung mau kemana.

Ju Kyung bilang toserba.

Ibu yang sudah meniup banyak balon, merasa pusing. Dia bilang dia gak bisa melakukan itu lagi.

Tapi ayah malah nangis.

Ibu kaget lihat ayah nangis.

Ayah : Hee Kyung akan menikah.

Ibu : Kau mulai lagi. Hee Kyung yang seharusnya menangis, bukan kau.

Ibu lantas berniat menghubungi Hee Kyung. Dia mau memberitahu kejutan itu pada Hee Kyung.

Ayah melarang. Dia bilang itu kejutan.

Ibu keluar rumah dan menghubungi Hee Kyung.

Hee Kyung sendiri masih di kantor.

Ibu : Joon Woo datang ke rumah sekarang, menyiapkan semuanya untuk lamaran kejutan.

Hee Kyung : Apa? Lamaran? Itu sebabnya dia berpura-pura kesal tadi.

Ibu : Dia sangat antusias menyiapkan semuanya, jadi, kau harus menangis. Pastikan kau menangis.

Hee Kyung : Aku tidak bisa memaksakan diri untuk menangis.

Tapi kemudian Hee Kyung bilang, baiklah.

Hee Kyung gak ngerti kenapa Pak Han bisa semanis itu.

Dia lalu bertanya-tanya, gimana cara membuat dirinya menangis. Dia bahkan tak ingat kapan terakhir kali dia nangis.

Ju Kyung di toserba, mengambil soju dan camilan.

Lalu dia ke kasir untuk membayarnya.

Seorang pegawai toserba lewat di belakang Ju Kyung sambil membawa payung2 untuk dijual.

“Ini sudah salju pertama? Menyebalkan sekali saat bersalju.” ucapnya, lalu meletakkan payung2 di dekat pintu.

Ju Kyung keluar dan mendongak ke langit, menatap salju pertama yang turun.

Ju Kyung naik gondola, menikmati pemandangan malam sambil menikmati camilan dan soju yang tadi dibelinya.

Namsan Tower nampak di belakang gondola yang dinaiki Ju Kyung.

Selepas naik gondola, Ju Kyung menaiki tangga menuju namsan tower.

Tapi tiba2 aja, dia meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.

Seorang pria mirip Soo Ho terlihat di depan Ju Kyung.

Ju Kyung yang tadinya kesakitan, langsung terdiam melihat pria itu.

Berpikir itu Soo Ho, Ju Kyung pun langsung mengejarnya. Tapi pria itu bukan Soo Ho.

Pria mirip Soo Ho itu lalu memungut minuman stroberi nya yang jatuh pas tadi dia ditarik Ju Kyung.

Pria itu bilang, pacarnya suka stroberi.

Sontak Ju Kyung terdiam dan makin inget sama Soo Ho.

Pria mirip Soo Ho menelpon pacarnya dan pergi.

“Tentu aku sudah di sini. Dingin, kenakan pakaian hangat.”

Ju Kyung lantas duduk.

Dia bilang, mungkin dia harus memeriksakan matanya.

Seo Jun tiba di Move dan duduk di lobi.

Seo Jun memegangi dadanya dan berkata dia tak bisa tenang.

Lalu Seo Jun membaca catatan yang berisi kata-kata yang dipersiapkannya untuk menembak Ju Kyung.

“Kau duniaku dan setiap momen dalam hidupku….” begitulah bunyi awalan kalimatnya.

Seo Jun bilang dia tak sempat mengatakan semua itu.

Seo Jun juga lupa bilang arti bunga tulip yang diberikannya ke Ju Kyung.

Ju Kyung masih di Namsan.

Dia menikmati sojunya dan berkata, minum sendirian adalah yang terenak.

Lagi asik nyeruput soju, sojunya habis.

Ju Kyung lalu membentuk pipet nya menjadi bentuk love dan meletakkannya di sampingnya bersama dompetnya.

Setelah itu, dia melihat jam di ponselnya dan pergi.

Dia tak sadar, dia meninggalkan dompetnya.

Ju Kyung ke stasiun.

Petugas meminta tiket Ju Kyung.

Saat itulah Ju Kyung sadar dompetnya gak ada.

Terpaksalah Ju Kyung balik ke tempat Namsan Tower.

Ju Kyung bersorak pas menemukan dompetnya.

Seorang pria berbalik, begitu mendengar suara Ju Kyung. Dia Soo Ho!!

Soo Ho kaget melihat Ju Kyung.

Ju Kyung yang merasa matanya bermasalah, mengucek2 matanya. Dan dia pun mematung menyadari pria di depannya benar-benar Soo Ho.

Soo Ho bergegas mendekati Ju Kyung.

Soo Ho bilang dia ke sana setelah mendarat.

Soo Ho : … dan ini dia.

Ju Kyung masih mematung tapi matanya mulai berkaca-kaca.

Soo Ho memegang wajah Ju Kyung. Dia bilang wajah Ju Kyung membeku. Ju Kyung pasti kedinginan.

Ju Kyung yang masih terluka, menepis tangan Soo Ho.

Ju Kyung : Kenapa kau kembali?

Soo Ho : Karena aku merindukanmu.

Ju Kyung : Tapi kita putus. Jadi kenapa kau masih merindukanku?

Soo Ho : Aku masih merindukanmu. Aku sangat merindukanmu.

Soo Ho semakin mendekat ke Ju Kyung. Tapi Ju Kyung melangkah mundur.

Ju Kyung bilang dia gak merindukan Soo Ho sama sekali.

Soo Ho kaget mendengarnya.

Ju Kyung pun lari.

Soo Ho mengejar Ju Kyung, Lim Ju Kyung!

Seo Jun masih di Move. Dia berjalan di koridor sambil mengetikkan pesan buat Ju Kyung, lalu mengirimnya.

Seo Jun tanya, apa Ju Kyung pulang dengan selamat.

Seo Jun lalu bertemu Hee Kyung.

Hee Kyung : Kau datang untuk berlatih selarut ini?

Seo Jun : Ya, kurasa aku tidak akan bisa tidur malam ini.

Hee Kyung : Kenapa? Kau gugup karena debutmu sebentar lagi?

Seo Jun mengangguk.

Hee Kyung : Bagaimanapun, teruslah bekerja keras.

Hee Kyung lantas memberitahu Seo Jun bahwa Soo Ho pulang hari ini.

Seo Jun kaget, apa?

Hee Kyung : Kau tak tahu? Ayahnya sudah sadar bulan lalu. Dokter menyebutnya keajaiban. Itu kabar baik, bukan?

Seo Jun tersenyum dan membenarkan.

Hee Kyung : Omong-omong, jangan sampai kelelahan dan segera pulang. Sampai jumpa.

Setelah Hee Kyung pergi, Seo Jun mengecek ponselnya tapi tak ada telepon dari Ju Kyung.

Seo Jun : Akankah kau mati jika menelepon?

Seo Jun menghubungi Ju Kyung tapi tak dijawab.

Ju Kyung marah pada Soo Ho.

Dia bilang dia gak mau ketemu Soo Ho.

Dia mau pergi tapi perutnya sakit lagi.

Soo Ho cemas, ada apa? Apa kau sakit?

Ju Kyung bilang dia baik-baik saja, tapi dia kemudian terjatuh.

Soo Ho yang cemas, langsung menggendong Ju Kyung dan membawanya pergi.

Soo Ho membawa Ju Kyung ke RS.

Soo Ho menunggui Ju Kyung yg belum sadarkan diri.

Soo Ho bilang, dia gak suka melihat Ju Kyung sakit.

Tak lama kemudian, Ju Kyung pun bangun.

Ju Kyung kaget melihat Soo Ho masih bersamanya.

Ju Kyung : Kau masih di sini? Aku menyuruhmu meninggalkanku.

Soo Ho : Bagaimana bisa?

Ju Kyung : Pergilah.

Soo Ho : Aku tidak akan ke mana-mana.

Ju Kyung : Kalau begitu, aku saja yang pergi.

Tapi baru saja duduk, dokter datang. Soo Ho udah cemas, tapi dokter bilang Ju Kyung sakit karena sembelit. Wkwkwkw….

Ju Kyung gak tahu apa itu sembelit. Dia tanya ke dokter, apa itu penyakit serius? Apa dia butuh operasi?

“Anda tidak buang air secara teratur. Karena itu, anda merasakan nyeri sementara di perut anda.” ucap dokter.

Dokter bahkan nunjukin hasil rontgen Ju Kyung.

Dokter tanya, sudah berapa lama Ju Kyung gak pup.

Ju Kyung yang malu, bilang dia teratur pup.

Ju Kyung mau pergi, tapi dia gak sengaja menjatuhkan bungkus bekas camilan dan soju nya.

Dokter mengambil bungkus soju.

Dokter : Minum minuman tidak membantu sembelit.

Ju Kyung mengambil bungkus bekas nya dari tangan dokter dan bergegas kabur.

Soo Ho mengejar Ju Kyung.

Ju Kyung keluar dari kamar mandi. Tapi pas mau pergi, ada Soo Ho di dekat pintu keluar.

Ju Kyung langsung sembunyi.

Beruntung, ada perawat datang meminta Soo Ho ikut dengannya ke resepsionis.

Begitu Soo Ho pergi, Ju Kyung langsung kabur.

Pak Han, ayah, ibu dan Ju Young bersiap.

Mereka lalu mendengar suara pintu terbuka.

Pak Han mulai bernyanyi

Pak Han : “Pada pandangan pertama, aku tahu kau….”

Tapi yang masuk Ju Kyung.

Pak Han : Calon adik iparku…. LOL LOL

Ju Kyung terus ke atas, menuju kamarnya.

Ju Kyung : Bunuh saja aku. Kenapa aku repot-repot hidup? Sungguh reuni yang memalukan.

Hee Kyung masuk sambil pura-pura nangis.

Dia masuk sambil berlari dan sampai menabrak Ju Young.

Hee Kyung : Jeruk Baliku, aku sungguh terharu.

Pak Lim : Tidak, ini tidak bagus. Kita mulai dari awal. Hee Kyung, keluarlah kembali. Kau akan masuk lagi.

Ayah dan ibu membawa Hee Kyung keluar.

Lamarannya diulang.

Soo Ho yang baru tiba di rumahnya, dihubungi Pak Kang.

Pak Kang bilang dia sudah membawakan koper Soo Ho.

Pak Kang : Sulit kupercaya kau kabur tanpa pulang dahulu.

Soo Ho teringat saat dia ke Namsan tadi.

Flashback…

Saat menaiki tangga menuju Namsan Tower, Soo Ho berpapasan dengan pria yang dikira Ju Kyung dirinya.

Soo Ho tiba di Namsan Tower. Saat itulah, Ju Kyung datang untuk mengambil dompet nya yang tertinggal.

Flashback end…

Soo Ho bilang ke Pak Kang karena itu salju pertama.

Soo Ho menatap stiker tengkorak berbentuk love yang dia tempel di lampunya.

Soo Ho lantas menghubungi Ju Kyung, tapi…. Ju Kyung menolak panggilannya.

Soo Ho mengirimkan pesan ke Ju Kyung.

Soo Ho : Kau pulang dengan selamat?

Setelah mengirimkan pesan ke Ju Kyung, Soo Ho membaca notif di ponselnya.

Ada miscall dari Seo Jun.

Soo Ho membuka pintu. Seo Jun datang.

Seo Jun memeluk Soo Ho.

Soo Ho : Bagaimana kau tahu?

Seo Jun bilang dia mendengarnya di agensi.

Soo Ho mengajak Seo Jun masuk.

Seo Jun tanya, kenapa Soo Ho gak menghubunginya.

Soo Ho : Aku terburu-buru datang, jadi, banyak yang harus kuurus.

Seo Jun : Rumahmu tidak berubah sedikit pun.

Soo Ho : Aku hanya punya air.

Seo Jun : Tidak apa-apa. Bagaimana keadaan ayahmu? Dia baik-baik saja sekarang? Dia sudah boleh pulang?

Soo Ho : Dia akan mulai menjalani terapi rehabilitasi.

Seo Jun : Itu kabar baik.

Seo Jun lalu mengomeli Soo Ho karena tak mengunjunginya setiba di Korea.

Seo Jun : Aku tidak percaya kau tidak menelepon. Aku terus meneleponmu.

Soo Ho tersenyum dan bilang dia tak sempat.

Soo Ho lalu bilang kalau dia bertemu Ju Kyung.

Seo Jun terdiam pada awalnya, tapi kemudian dia tersenyum.

Seo Jun : Benarkah? Kau bertemu dengannya hari ini?

Soo Ho : Ya. Kebetulan.

Seo Jun teringat saat makan tteokbokki pedas dengan Ju Kyung.

Seo Jun : Kau menangis?

Ju Kyung : Ini hanya pedas.

Seo Jun : Kau tidak pernah bermasalah makan makanan pedas.

Seo Jun mau makan, tapi Ju Kyung nangis.

Seo Jun pun tanya, apa Ju Kyung nangis karena gagal masuk universitas?

Ju Kyung pun ngaku kalau dia rindu Soo Ho.

Seo Jun kesal, astaga. Berandal itu. Kalau begitu, telepon dia. Menilik kepribadiannya, dia putus karena merasa bersalah. Kau mau aku meneleponnya?

Ju Kyung menghapus tangisnya.

Ju Kyung : Tidak. Akan kulupakan dia sekarang. Aku hampir bisa melupakannya. Ada apa denganku hari ini? Mungkin karena sedang bersalju.

Flashback end…

Soo Ho : Seo Jun-ah.

Seo Jun menoleh, ya?

Soo Ho : Kau sudah makan? Haruskah aku memesan sesuatu?

Seo Jun : Tentu saja. Sudah lama kita tidak bertemu. Beri aku kabar terbaru.

Soo Ho : Tunggu di sini.

Besok paginya, Ju Kyung mau berangkat kerja.

Tapi pas keluar rumah, dia terkejut mendapati Soo Ho sudah berdiri di depan rumahnya.

Soo Ho : Astaga, kebetulan sekali. Aku tidak percaya bertemu denganmu di sini.

Tapi Ju Kyung menghindari Soo Ho.

Soo Ho : Kenapa kau pergi?

Ju Kyung : Jangan mengikutiku.

Soo Ho : Aku tidak mengikutimu. Aku juga harus ke sini. Itu kebetulan lainnya. Kau sudah sarapan? Biar kulihat wajahmu. Kemarin hari bersalju pertama. Kenapa kau pergi ke Namsan? Kau memikirkanku, bukan?

Ju Kyung berhenti berjalan.

Soo Ho senang, Ju Kyung-ah. Kau benar. Permohonanku benar-benar terkabul.

Tapi Ju Kyung kemudian membalikkan badannya dan kabur.

Soo Ho bergegas mengejar Ju Kyung, tapi Ju Kyung keburu pergi dengan taksi.

*Duh, Soo Ho. Minta maaf dulu kek sama Ju Kyung…

Di salon, Ju Kyung melipat handuk sambil ngomel-ngomel.

Ju Kyung : Dia bahkan tidak menghubungiku selama setahun penuh. Apa yang dia inginkan sekarang?

Ju Kyung lalu mendorong meja dorongnya keluar.

Dan dia pun kaget melihat Soo Ho.

Ju Kyung : Bagaimana kau tahu tempat ini?

Soo Ho : Kebetulan sekali. Inikah tempat kerjamu? Kapan kau selesai bekerja hari ini?

Ju Kyung : Siapa yang memberitahumu? Apakah Ju Young? Tae Hoon?

Soo Ho : Aku bersumpah itu hanya kebetulan.

Ju Kyung : Maksudmu kau kebetulan datang ke salon kecantikan?

Soo Ho : Ya. Aku datang untuk menata rambutku.

Ju Kyung : Semoga berhasil menata rambutmu.

Ju Kyung pergi.

Pegawai salon lain melayani Soo Ho.

Ju Kyung mondar mandir bekerja.

Soo Ho pura-pura haus. Rekan kerja Ju Kyung menyuruh Ju Kyung mengambil minum.

Ju Kyung pergi menyiapkan minuman.

Rekan kerja Ju Kyung datang dan menyuruh Ju Kyung memberikan Soo Ho banyak camilan.

Ju Kyung : Soo Ho tidak suka makanan manis. Astaga, kenapa aku masih ingat hal ini?

Ju Kyung lalu memberikan minuman ke Soo Ho dan beranjak pergi.

Soo Ho menatap kepergian Ju Kyung.

Soo Ho : Dia tidak makan?

Pegawai yang melayani Soo Ho datang. Dia bilang, rambut Soo Ho akan selesai dalam 10 menit lagi.

Soo Ho kaget, secepat itu? Lalu dia minta pegawai meluruskan rambutnya lagi.

Ju Kyung selesai bekerja. Dia mau pergi dan pamit pada semua rekan kerjanya.

Ju Kyung lalu terdiam melihat Soo Ho sudah pergi.

Ju Kyung keluar dan bertemu Seo Jun.

Ju Kyung kaget melihat Seo Jun berdiri di depan salon tempatnya bekerja.

Seo Jun : Kau selesai lebih awal.

Ju Kyung : Sedang apa kamu di sini?

Seo Jun : Ada waktu untukku hari ini?

Ju Kyung : Apa?

Seo Jun : Kau menjanjikanku tiga kencan. Kau sudah lupa?

Ju Kyung : Begini… Kemarin…

Seo Jun : Kau bertemu Soo Ho, bukan?

Ju Kyung : Kau sudah dengar?

Seo Jun : Lalu kenapa? Bukan berarti kita tidak bisa bertemu.

Seo Jun lalu memegang bahu Ju Kyung.

Seo Jun : Hari ini, aku hanya ingin kau memikirkanku. Lakukan itu untuk orang yang mengajakmu berkencan.

Ju Kyung : Baiklah. Apa yang akan kita lakukan?

Seo Jun : Ikuti aku saja.

Ju Kyung : Kita hendak kemana?

Ju Kyung pergi sama Seo Jun.

Tepat setelah mereka pergi, Soo Ho kembali ke salon membawa makanan.

Seo Jun mengajak Ju Kyung main ice skating.

Ju Kyung tanya, kenapa Seo Jun tiba-tiba ingin main ice skating.

Seo Jun : Pria membawa wanita bermain seluncur es saat berkencan. Pria membantu wanita saat akan jatuh dan itu memberi mereka kesempatan untuk bersentuhan. Mereka bisa bermain seluncur es dan bersenang-senang bersama.

Ju Kyung terdiam mendengarnya. Tapi kemudian dia bilang dia gak pandai main ice skating.

Seo Jun : Aku juga tidak.

Ju Kyung kaget, kita harus bagaimana?

Seo Jun lalu memasangkan sepatu ice skatingnya ke kaki Ju Kyung.

Ju Kyung lagi2 terdiam memandangi Seo Jun.

Sekarang mereka main ice skating.

Tapi Seo Jun mau jatuh.

Ju Kyung lekas memegangi Seo Jun, tapi kemudian Seo Jun dengan mahirnya berputar-putar di depan Ju Kyung.

Seo Jun lalu mengajak Ju Kyung bertaruh.

Seo Jun : Orang pertama yang mencapai pilar itu adalah pemenangnya. Pemenang boleh membuat permohonan.

Ju Kyung : Kau memang seperti itu.

Seo Jun : Ayolah. Mari kita coba. Aku akan berjalan mundur.

Mereka lanjut main. Berlomba mencapai pilar.

Tapi Ju Kyung tiba-tiba jatuh.

Seo Jun langsung menolong Ju Kyung.

Seo Jun membawakan plester untuk Ju Kyung.

Seo Jun : Parahkah lukanya?

Ju Kyung : Tidak, hanya goresan kecil.

Seo Jun berniat masangin plester ke luka Ju Kyung.

Ju Kyung awalnya gak mau, tapi Seo Jun maksa.

Ju Kyung keingetan Soo Ho lagi pas Seo Jun masangin plester ke lukanya.

Dia ingat saat Soo Ho juga memasangkan plester ke lututnya yang terluka.

Teringat Soo Ho, Ju Kyung langsung mengambil plester di tangan Seo Jun dan memakainya sendiri.

Setelah itu, Ju Kyung memberikan selotip plesternya ke Seo Jun dan menyuruh Seo Jun membuangnya.

Seo Jun : Seharusnya kita tidak bertaruh.

Ju Kyung : Kenapa kau suka sekali bertaruh?

Seo Jun : Aku yang menang, ya?

Soo Ho ke rumah Ju Kyung.

Dia menghubungi ponsel Ju Kyung tapi tak dijawab.

Ju Kyung sendiri masih bersama Seo Jun.

Seo Jun melihat penjual anting saat mereka berjalan di pinggir jalan.

Seo Jun memutuskan untuk membelinya.

Ju Kyung tanya, untuk Go Woon.

Seo Jun bilang buat dia sendiri dan menyuruh Ju Kyung memilihnya.

Ju Kyung pun memilih satu. Seo Jun kemudian bilang pada si penjual kalau Ju Kyung lah yang akan membayar.

Soo Ho ke toko komik. Dia terkejut melihat banyak perubahan di toko komik.

Soo Ho duduk dan membaca tulisan Ju Kyung.

“Tempat Lim Ju Kyung. Jika duduk tanpa izin, bokongmu akan berbulu!”

Lalu dia melihat ada tulisan Ju Kyung yang lain dibawahnya.

“Setelah semua ini, kau ingin putus? Berengsek. Semoga kau sembelit.”

Soo Ho tersenyum, lalu mengirimkan pesan ke Ju Kyung.

Ju Kyung lagi di restoran sama Seo Jun.

Seo Jun : Kau membelikanku anting-anting itu, jadi, aku akan membayar ini.

Ju Kyung : Seharusnya aku memesan makanan mahal.

Seo Jun : Ini memang mahal.

Ju Kyung : Ini enak.

Ponsel Ju Kyung berbunyi. Pesan masuk dari Soo Ho. Ju Kyung terdiam membacanya. Dalam pesannya, Soo Ho tanya Ju Kyung dimana dan bilang akan menunggu Ju Kyung.

Seo Jun yang tahu itu dari Soo Ho, langsung mengalihkan perhatian Ju Kyung. Dia menawari Ju Kyung es krim. Ju Kyung belum jawab, dia mesen es krim ke pelayan.

Nah habis dari restoran, Seo Jun mengantarkan Ju Kyung pulang.

Ju Kyung : Kau tidak perlu mengantarku pulang.

Seo Jun : Itu karena kita keluar sebagai pria dan wanita hari ini. Aku tidak akan melakukannya jika kita berteman.

Ju Kyung lagi-lagi terdiam mendengarnya.

Seo Jun : Rumahmu terlalu dekat dengan stasiun.

Ju Kyung : Apa maksudmu? Jauh sekali.

Seo Jun : Tidak. Dekat sekali.

Mereka berhenti di depan toko komik.

Ju Kyung : Kita sudah sampai. Hati-hati di jalan.

Wajah Seo Jun berubah serius, Ju Kyung-ah.

Ju Kyung, ya?

Seo Jun : Aku akan menggunakan permohonanku.

Seo Jun memeluk Ju Kyung.

Ju Kyung terkejut Seo Jun memeluknya.

Tepat saat itu, Soo Ho keluar dan melihat mereka berpelukan.

Seo Jun terkejut melihat Soo Ho.

Bersambung……..

310 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hello, Me! Eps 12 Part 2
Read More

Hello, Me! Eps 12 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 12 Part 2, Nih gaes untuk melihat keseluruhan recap ada di tulisan…
The Penthouse 3 Ep 15
Read More

The Penthouse 3 Ep 15

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 15, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…
Hello, Me! Ep 7 Part 1
Read More

Hello, Me! Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 7 Part 1, simak nih gaes daftar lengkap ada di tulisan yang…