True Beauty Ep 15 Part 3

True Beauty Ep 15 Part 3
foto: tvN

Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 15 Part 3. Jika Kalian ingin tahu recap secara full tersedia nih di tulisan yang ini. Untuk tahu cara bagian recap Episode sebelumnya baca di sini.

Temen2 Ju Kyung udah pada keluar. Tapi Ju Kyung yang mabuk, malah nemplok di pintu keluar.

Ju Kyung : Tok tok. Aku ingin pulang.

Seo Jun yang melihat itu, langsung memapah Ju Kyung keluar.

Seo Jun bilang pada teman-temannya kalau dia akan mengantar Ju Kyung pulang.

Seo Jun : Pergilah tanpa kami.

Seo Jun membawa Ju Kyung pergi.

Seo Jun yang kerepotan menjaga Ju Kyung yang mabuk, mau menggendong Ju Kyung.

Ju Kyung gak mau. Dia bilang dia gak mabuk.

Ju Kyung melihat mainan mobil anak-anak dan mau naik itu.

Seo Jun yang melihat itu, langsung berusaha menggendong Ju Kyung.

Tapi kemudian, gurita kecil yang ada di dalam akuarium kecil di depan restoran seafood, menarik perhatian Ju Kyung.

Ju Kyung mendekat dan mengambil gurita itu. Sampai si pemilik resto keluar dan menegur mereka.

Ju Kyung melengos pergi gitu aja.

Dia memanggil taksi sambil berjalan ke arah mainan mobil anak-anak.

Ju Kyung naik ke atas mainan mobil itu dan mulai mengendarainya.

Si anak pemilik mainan cuma bisa bengong melihat Ju Kyung.

Orang tua anak itu dan juga Seo Jun datang. Seo Jun minta maaf dan langsung menggendong Ju Kyung.

Seo Jun dan Ju Kyung duduk di taman.

Seo Jun memberikan Ju Kyung air.

Seo Jun : Kau sudah sadar? Jika sudah, sikapmu tidak akan seperti itu. Mengambil gurita kecil hidup dari akuarium?

Ju Kyung : Perutku mual karena caramu menggendongku.

Seo Jun : Kalau begitu, muntahkan saja semuanya.

Ju Kyung : Tidak, itu sia-sia. Aku akan mencerna semuanya. Semuanya akan turun setelah aku duduk sebentar. Kau tahu keadaannya. Aku baik-baik saja sekarang.

Ju Kyung lalu kembali membujuk Seo Jun untuk menemui Chen.

Seo Jun : Aku sudah menolak.

Ju Kyung : Tidak bisakah kau mempermudah hidupku sekali ini saja? Setujulah untuk makan bersamanya.

Seo Jun : Bisakah kau mengencani orang yang tidak kau sukai?

Ju Kyung : Aku tidak memintamu menjadi pacarnya.

Seo Jun : Sudah cukup.

Ju Kyung : Temui dia sekali ini saja!

Ju Kyung memegang kerah Seo Jun.

Seo Jun memegang tangan Ju Kyung.

Seo Jun : Berhentilah memintaku menemui wanita lain karena itu membuatku sangat kesal.

Ju Kyung : Kenapa begitu?

Seo Jun : Bukankah sudah saatnya kau tahu perasaanku?

Seo Jun pun mencium Ju Kyung.

Hari sudah pagi.

Ju Kyung terbangun dan merasa kepalanya sakit.

Ju Kyung duduk dan memakai kacamatanya.

Tak lama, dia terkejut karena ingat sesuatu.

Ju Kyung turun dan nendang bokong Ju Young.

Lalu dia menyuruh Ju Young mengambilkan air untuknya.

Tapi Ju Young muncul dari arah pintu.

Ju Young : Kurangi minum-minum, mengerti? Kakak lebih buruk dari Kak Hee Kyung.

Ju Kyung kaget dan melihat siapa yang ditendangnya.

Ternyata Seo Jun.

Seo Jun kesal, kau menendang di mana tadi?

Ju Kyung cengengesan. Kau menginap semalam?

Nyonya Hong menyahut. Bagaimana bisa ibu menyuruhnya pulang jika dia menggendongmu pulang sampai basah kuyup? Haruskah kau mempermalukan ibu di depannya?

Ju Kyung malu dan bilang dia gak ingat apapun setelah meninggalkan bar.

Mereka semua mulai sarapan.

Ayah : Kudengar Seo Jun akan segera memulai debut.

Seo Jun tersenyum dan mengangguk.

Hee Kyung : Ya, kami menyetujui satu konsep dan kami hanya perlu memutuskan lagu utamanya.

Ju Young melihat jaket kuningnya yang dipakai Seo Jun.

Ju Young : Kau bisa mengembalikannya tanpa mencucinya. Begitu kau sukses, akan kujual di internet sebagai pakaian yang kau kenakan.

Nyonya Hong langsung menabok punggung Ju Young.

Nyonya Hong : Sulit dipercaya.

Ayah tanya, apakah mereka akan sulit bertemu Seo Jun setelah Seo Jun jadi artis terkenal.

Seo Jun : Tidak mungkin. Aku akan mampir setiap hari.

Ayah : Untuk menemui Ju Kyung?

Semua langsung menatap Seo Jun.

Seo Jun bilang untuk mencicipi masakan ayah.

Seo Jun : Bagaimana bisa lebih enak daripada masakan ibuku?

Ayah : Aku dikenal pandai dalam segala hal kecuali belajar. Jika kau mau, aku bisa membungkus sedikit kimchi lobak muda.

Seo Jun : Sedikit? Aku mau yang banyak.

Ayah : Tentu. Makanlah, akan kubungkuskan untukmu.

Ju Kyung mengantarkan Seo Jun keluar.

Ju Kyung canggung.

Ju Kyung : Ini untuk kau makan di asrama.

Ju Kyung memberikan Seo Jun bekal.

Ju Kyung : Bekerja keraslah dan jaga dirimu.

Ju Kyung mau buru-buru masuk, tap Seo Jun memanggilnya.

Seo Jun : Ju Kyung-ah.

Ju Kyung : Apa?

Seo Jun : Soal kemarin…

Ju Kyung : Ada apa kemarin?

Seo Jun : Kau sungguh tidak ingat apa pun dari saat kita meninggalkan bar?

Ju Kyung : Aku tidak ingat. Apa aku bersikap tidak sopan?

Seo Jun : Benarkah kau tidak ingat?

Ju Kyung : Tentu tidak. Untuk apa aku membohongimu?

Seo Jun : Berhentilah pura-pura tidak ingat.

Ju Kyung : Aku tidak berpura-pura. Aku memang tidak ingat apa pun.

Seo Jun : Kita berciuman.

Ju Kyung terkejut.

Tapi kenyataannya Seo Jun tidak mencium Ju Kyung malam itu.

Seo Jun memang berniat mencium Ju Kyung, tapi dia tak bisa melakukannya.

Seo Jun akhirnya menyuruh Ju Kyung naik ke punggungnya.

Ju Kyung tersenyum dan langsung naik ke punggung Seo Jun. Ju Kyung bilang, Nyonya Hong akan menunggunya.

Flashback end…

Ju Kyung meralat ucapan Seo Jun. Dia bilang mereka gak ciuman.

Seo Jun : Bagaimana kau tahu jika tidak ingat?

Ju Kyung langsung gugup.

Seo Jun : Jadi kau memang ingat. Karena itu kau berhati-hati di depanku sepanjang pagi ini. Aku sudah bertahun-tahun mengenalmu.

Ju Kyung : Apa yang harus kulakukan? Bagaimana jika aku ingat? Ini akan membuat hubungan kita canggung. Kau hanya mabuk dan bingung…

Seo Jun : Aku tidak bingung dan itu bukan kesalahan orang mabuk. Aku tidak pernah bermimpi menyatakan dengan cara sekonyol ini, tapi kau terus menyebut-nyebut Chen dan.. Tapi kenapa ini penting? Lupakan saja semuanya. Lupakan itu pernah terjadi dan tunggu aku. Akan kunyatakan perasaanku dengan baik kelak.

Seo Jun beranjak pergi.

Ju Kyung terdiam memikirkan kenyataan bahwa Seo Jun suka padanya.

Ju Kyung masuk kamarnya dan tak percaya kalau Seo Jun suka padanya.

Dia bahkan berpikir bahwa hari itu adala April Mop. Tapi saat melihat kalender, dia tahu itu bukan April Mop.

Ju Kyung lantas bertanya-tanya sejak kapan Seo Jun punya perasaan padanya.

Seo Jun di gym, nyamperin Cho Rong.

Dia duduk di depan Cho Rong yang lagi nge-gym, sambil melukin bekal dari Ju Kyung.

Seo Jun : Cho Rong, apa yang harus kulakukan?

Cho Rong : Kau menunggu dua tahun untuk menyatakan perasaan kepadanya, tapi akhirnya kau melakukannya karena marah di rumahnya sambil memegang wadah berisi kimchi pada pukul 8.00 dengan penampilan seperti itu?

Seo Jun : Aku tidak pernah menyatakan perasaanku, mengerti? Aku hanya bilang kepadanya akan kulakukan kelak.

Cho Rong : Baiklah. Jangan meneteskan air mata.

Seo Jun : Aku kehilangan terlalu banyak otot untuk menemanimu menangis.

Cho Rong : Tapi mungkin ini yang terbaik. Jika kau tidak marah, kau akan merasa mengkhianati Soo Ho dengan menyatakan perasaanmu. Jadi, itu yang terbaik.

Cho Rong duduk di depan Seo Jun.

Cho Rong : Setelah semuanya terungkap, teruslah maju.

Seo Jun : Bagaimana cara seseorang menyatakan perasaannya?

Cho Rong : Kau tidak menonton drama TV? Para pria di dalam drama menyewa taman bermain selama sehari, membuat helikopter terbang di atasnya, atau mengajak dia naik kapal pesiar untuk menembakkan kembang api ke langit.

Seo Jun : Aku tidak kaya. Dari mana aku dapat uangnya?

Cho Rong : Benar. Tentu saja. Kalau begitu, biarkan wajahmu yang bekerja. Apa pun yang kau lakukan akan terlihat keren. Lihat ini. Siapkan matamu dengan tatapan penuh kerinduan. Setelah minum ini, kau akan menjadi pacarku. Aku berhasil memikatmu, bukan? Cobalah.

Seo Jun mempraktekkannya.

Seo Jun : Jadilah pacarku.

Cho Rong : Jantungku berdebar-debar. Jantungku berdebar kencang! Seo Jun, lakukan itu saja.

Cho Rong yakin Ju Kyung gak akan menolak Seo Jun.

Seo Jun bercanda. Dia memegang bahu Cho Rong dan minta Cho Rong jadi pacarnya.

Cho Rong : Hentikan itu, ya? Jantungku berdebar kencang. Jangan lakukan itu juga.

Di salon, ayah sedang memijat Paman Komik.

Sambil memijat, ayah dan Paman Komik latihan sebagai seorang pria dan wanita.

Kayaknya Paman Komik bakal ikut kencan buta, jadi ayah mengajari Paman Komik.

Pak Lim : Halo, senang bertemu denganmu. Aku Lim Jae Soon.

Paman Komik : Halo, aku Pak Pangeran dari Pangeran Komik. Aku menyayangimu.

Pak Lim : Sungguh? Kau tidak boleh seterus terang itu. Mari berganti peran kali ini.

Ibu datang dan tanya mereka lagi apa.

Ayah : Aku memberinya petunjuk untuk kencan butanya besok.

Ibu : Sungguh? Kuharap kali ini berhasil agar kau bisa menikah tahun depan.

Paman Komik : Aku butuh pasangan yang bersedia.

Ibu : Dia ada di luar sana. Dia ada di suatu tempat, mulailah mencarinya. Contohnya, Hee Kyung kami. Dia selalu menentang pernikahan, tapi dia bertemu seorang pria dan akan segera menikah.

Mendengar Hee Kyung akan menikah, Pak Lim bilang tunggu sebentar dan lari ke dalam.

Paman Komik heran, ada apa dengannya?

Ibu mulai memijat Paman Komik.

Ibu : Dia emosional tiap kali pernikahan Hee Kyung dibahas.

Paman Komik : Dia pasti sedih harus menikahkannya. Bukankah hari ini pengumuman penerimaan universitas Ju Young?

Ibu : Ya, tapi aku tidak yakin dia akan lolos.

Di rumah, Ju Young lagi ngecek hasil ujian tes masuk perguruan tingginya.

Dia mengeceknya bareng Go Woon.

Ju Young : Mari kita periksa bersamaan.

Go Woon gak mau.

Akhirnya mereka main suit batu-kertas-gunting untuk menentukan siapa yang akan melihat hasilnya pertama kali.

Ju Young kalah.

Karena kalah, Ju Young pun melihat pengumuman di ponselnya, Go Woon masuk apa tidak.

Ju Young bilang Go Woon masuk.

Mereka langsung bersorak senang.

Go Woon bahkan sampai mencium pipi Ju Young.

Bersamaan dengan itu, Ju Kyung turun dan kaget melihat Go Woon mencium Ju Young.

Ju Young sendiri mematung habis dicium Go Woon.

Ju Kyung yang kaget, diam-diam pergi.

Ju Kyung bertanya-tanya, sejak kapan Ju Young dan Go Woon saling menyukai. Dia fikir, mereka cuma teman.

Ju Kyung lalu ingat kata-kata Seo Jun. Seo Jun bilang sudah waktunya Ju Kyung tahu perasaannya.

Ju Kyung bekerja sebagai asisten Selena sekarang.

Tiba-tiba, Ju Kyung mendapat SMS dari Seo Jun.

Seo Jun : Mari makan malam bersama besok. Jangan mencoba menghindariku. Ayo bertemu dan berbincang.

Ju Kyung terdiam dan teringat kata-kata Seo Jun terakhir kali.

Seo Jun : Lupakan itu pernah terjadi dan tunggu aku. Akan kunyatakan perasaanku dengan baik kelak.

Akibatnya, Ju Kyung tak fokus pada pekerjaannya sampai dia diusir oleh Selena.

Soo Jin menjadi relawan. Dia membagi-bagikan selebaran di jalanan.

Soo Jin : Tanda tangani lembar ini dan beri sumbangan untuk anak-anak di Afrika.

Di seberang jalan, Ju Kyung melintas.

Soo Jin melihat Ju Kyung.

Soo Jin : Ju Kyung-ah.

Soo Jin bergegas mengejar Ju Kyung, tapi dia tak sengaja menabrak seseorang.

Soo Jin minta maaf pada orang yang ditabraknya.

Saat menoleh ke arah Ju Kyung lari, Ju Kyung sudah tidak ada.

Soo Jin terdiam.

Seo Jun yang lagi latihan karena debutnya sebentar lagi, senang banget dapat SMS dari Ju Kyung.

Ju Kyung setuju dan mengajak Seo Jun makan malam.

Seo Jun bilang, mari bertemu besok setelah Ju Kyung selesai bekerja.

Hee Kyung dan Pak Han fitting baju pengantin, tapi Hee Kyung gak nyaman sama gaun dan bandonya.

Pak Han terpana melihat Hee Kyung. Dia gak percaya Hee Kyung akan menjadi istrinya.

Pak Han lalu meminta Hee Kyung mencoba gaun berlengan lebar.

Pak Han : Menurutku itu akan cocok untukmu.

Hee Kyung : Yang penting adalah kita menikah. Gaunnya tidak penting.

Pegawai memuji Hee Kyung yang tampak santai.

“Anda sangat santai. Bagaimana jika kita biarkan mempelai pria memilih tuksedo dulu?”

Hee Kyung setuju.

Pak Han ngambek. Hahaha…. Dia kesal karena Hee Kyung cuek saat mereka tengah fitting baju pengantin.

Hee Kyung sibuk dengan ponselnya, sambil menunggu Pak Han mencoba baju pengantin.

Begitu tirainya dibuka, Hee Kyung masih saja fokus sama ponselnya.

Pak Han memanggil Hee Kyung. Akhirnya, Hee Kyung pun berhenti main ponsel dan menatap Pak Han.

Hee Kyung bilang Pak Han terlihat keren.

Hee Kyung : Mari kita pilih yang itu.

Pak Han : Tapi bukankah yang pertama lebih baik?

Hee Kyung : Yang pertama? Yang ini terlihat mirip. Semua tuksedo sama saja.

Pak Han : Apa maksudmu? Yang pertama tuksedo berkerah terbuka hitam dengan rompi. Yang ini tuksedo berkerah tidur biru tua dengan pengikat pinggang. Yang kucoba sebelumnya berkerah lurus. Tapi yang ini bundar. Tergantung kerahnya, aku bisa terlihat keren atau lembut. Ini sangat memengaruhi kesanku. Kau tahu betapa pentingnya itu di hari pernikahan? Orang akan mengomentari jika kau menikahi pria tampan…

Hee Kyung : Kau sangat tampan sampai tuksedonya bahkan tidak menonjol.

Pak Han : Kau tidak serius.

Hee Kyung : Baik. Coba yang berikutnya. Kali ini, akan lebih kuperhatikan.

Hee Kyung menyimpan ponselnya.

Tapi Pak Han masih memakai tuxedo yang sama. Hee Kyung yang gak ngeh kalau itu masih tuxedo yang sama, memuji Pak Han.

Pak Han lalu bilang, kalau dia masih memakai tuxedo yang tadi.

Hee Kyung : Apa? Astaga.

Pak Han pun ngambek.

Pak Han keluar duluan dari butik.

Hee Kyung mengejar Pak Han sambil bertanya, apa Pak Han kesal.

Pak Han : Tidak, untuk apa aku kesal? Tapi rasanya hanya aku yang akan menikah.

Hee Kyung : Apa maksudmu? Kau akan menikahiku.

Pak Han : Rasanya seakan-akan hanya aku yang antusias soal pernikahan kita.

Hee Kyung : Baiklah. Maafkan aku, ya?

Pak Han tanya, Hee Kyung minta maaf buat apa.

Hee Kyung sendiri pun gak tahu dia minta maaf buat apa.

Pak Han : Telepon aku begitu kau menyadari alasanmu menyesal.

Pak Han pergi. Tapi pas Hee Kyung manggil dia, dia senyum-senyum.

Pak Han berbalik, menatap Hee Kyung tanpa senyum.

Tapi kemudian dia kembali berbalik dan beranjak pergi sambil senyam-senyum.

Hee Kyung pusing.

Dia gak tahu gimana caranya bikin Pak Han gak marah lagi kali ini.

Mobil van berhenti di depan sebuah gedung.

Chen dan tim nya turun dari mobil.

Chen meminta penyegar pada Ju Kyung.

Ju Kyung pun langsung menyemprotkan penyegar ke wajah Chen.

Chen lalu bilang kalau dia tidak bisa berjalan karena kakinya sakit.

Dua staf lain terdiam melihat cara Chen memperlakukan Ju Kyung.

Mereka tahu Chen mengerjai Ju Kyung.

Ju Kyung bergegas mengambilkan sandal untuk Chen.

Saat memakai sandalnya, Chen dengan sengaja melemparkan sepatunya jauh-jauh dan menyuruh Ju Kyung mengambilnya.

Staf lain protes, mereka mau bilang, Chen sedikit keterlaluan. Tapi Chen menatap mereka tajam.

Ju Kyung langsung mengambil sepatu Chen.

Tapi Seo Jun tiba-tiba datang bawa bunga dan mengambil sepatu Chen.

Melihat Seo Jun, Chen langsung lari ke Seo Jun sambil berteriak manja memanggil nama Seo Jun.

Chen : Seo Jun Oppa, bagaimana kau tahu albumku menempati peringkat pertama? Sulit kupercaya kau membelikanku bunga.

Chen mau ambil bunga di tangan Seo Jun.

Tapi Seo Jun memberikan bunganya ke Ju Kyung.

Chen kesal banget melihatnya.

Seo Jun menatap tajam Chen.

Seo Jun : Kau tidak punya tangan?

Chen : Tangan? Aku punya tangan.

Seo Jun : Kalau begitu, ambillah sendiri.

Seo Jun melempar sepatu Chen ke pohon. *Mampus.

Chen mendesis kesal, lalu bergegas mengambil sepatunya.

Seo Jun lalu tanya ke staf lain, apa jadwal Ju Kyung sudah selesai.

Staf bilang, mereka sudah selesai dan akan pulang setelah membereskan barang-barang.

Staf mengizinkan Ju Kyung pulang duluan.

Tapi Ju Kyung mau bantu membawa barang-barang.

Seo Jun langsung menarik Ju Kyung dan membawanya pergi.

Chen masih menggapai-gapai, nyoba ngambil sepatunya yang nyangkut di pohon.

Tapi kemudian dia berteriak kesal melihat Ju Kyung pergi sama Seo Jun.

Seo Jun membawa Ju Kyung ke restoran.

Seo Jun menarikkan kursi untuk Ju Kyung tapi Ju Kyung malah duduk di kursi satunya.

Ju Kyung melihat Seo Jun yang berdiri mematung. Ju Kyung tanya, kenapa Seo Jun hanya berdiri.

Seo Jun : Tidak, tidak ada apa-apa.

Seo Jun mulai duduk. Entah Ju Kyung sengaja karena tak mau memberi harapan pada Seo Jun, atau Ju Kyung tidak ngeh kursi itu buat dia.

Ju Kyung lalu tanya, apa gak apa-apa mereka datang dengan pakaian kayak gitu.

Seo Jun bilang Ju Kyung tampak cantik.

Ju Kyung jadi salting dan langsung melihat daftar menu.

Seo Jun tertawa, lalu dia bilang Ju Kyung memegang daftar menu nya terbalik.

Ju Kyung kaget dan langsung membalikkan menu nya.

Pesanan Seo Jun dan Ju Kyung datang.

Mereka mulai makan. Dan Seo Jun tanya, gimana menurutmu?

Ju Kyung menjawab dengan gugup.

Ju Kyung : Apa? Lezat. Di sini nyaman.

Seo Jun : Kau gugup?

Ju Kyung : Tidak. Kenapa aku harus gugup?

Seo Jun : Aku gugup. Setelah menyatakan perasaanku kepadamu kemarin, aku terus memikirkan cara keren untuk mengajakmu berkencan. Tapi aku enggan membuat keributan seperti orang di drama atau film. Kupikir pasti ada alasan kenapa tempat ini populer. Aku akan berterus terang kepadamu. Aku menyukaimu, Lim Ju Kyung.

Ju Kyung : Seo Jun-ah, aku…

Seo Jun : Aku sudah lama menyukaimu. Tapi dahulu, aku tahu kau menyukai orang lain. Jadi, aku tidak mengajakmu kencan, tapi juga tidak bisa menyerah. Sudah tiga tahun sejak aku merasa seperti ini kepadamu. Tapi aku tidak bisa merahasiakannya lagi. Aku terus merasa ingin memberitahumu seperti yang kulakukan kemarin. Jadi, aku tidak bisa menyembunyikannya. Aku tidak bisa.

Ju Kyung : Seo Jun-ah, aku…

Seo Jun : Sekarang aku memohon agar kau memandangku sebagai seorang pria, Goyahlah sedikit. Sekali saja. Aku tidak meminta jawaban sekarang. Tiga kali berkencan. Berkencanlah tiga kali denganku. Sebagai pria dan wanita.

Ju Kyung terdiam mendengarnya.

Sekarang, mereka jalan kaki bersama.

Ju Kyung memeluk bunga Seo Jun, tapi… dia tampak kesakitan.

Seo Jun melihat itu, ada apa?

Ju Kyung : Tidak apa-apa.

Seo Jun melihat Ju Kyung memegangi perut.

Seo Jun : Ada apa? Kau sakit?

Seo Jun membawa Ju Kyung ke minimarket. Dia membelikan Ju Kyung minuman untuk melancarkan pencernaan.

Seo Jun : Astaga. Sudah kuduga kau akan sakit. Kau makan begitu cepat. Kau butuh obat?

Ju Kyung : Tidak. Itu hanya gangguan pencernaan.

Seo Jun : Kau merasa sangat tidak nyaman?

Ju Kyung : Tidak.

Seo Jun : Ini menyenangkan. Kuharap kau merasa tidak nyaman tiap kali menemuiku mulai sekarang. Aku ingin kau gugup di dekatku dan sangat menyadari kehadiranku. Tapi jangan sampai sakit.

Ju Kyung terdiam lagi mendengarnya.

Ju Kyung sudah tiba di rumahnya sekarang.

Dia terus ke kamarnya. Dia meletakkan bunganya di atas meja, lalu duduk di ranjang dan memikirkan pengakukan cinta Seo Jun.

Ju Kyung lalu menatap bunga dari Seo Jun. Dia menghela nafas lalu menatap ke atas lemari nya.

Ju Kyung manjat dan mengambil sebuah kotak di atas lemari.

Dia turun ke bawah dan membuka kotak itu. Isinya, barang2 kenangannya dengan Soo Ho.

Ada syal yang diberikan Soo Ho terakhir kali sebelum mereka berpisah. Ada kalung tanda jadian mereka. Ada boneka kekhawatiran juga gantungan tas couple milik Ju Kyung.

Ju Kyung berkaca-kaca. Dia bertanya kepada dirinya sendiri kenapa dia membuka kotak itu.

Ju Kyung nangis lagi.

Bersambung ke part 4…

29 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Mine Ep 3 Part 2
Read More

Mine Ep 3 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 3 Part 2, Apabila mencari tulisan lengkap akan daftarnya langsung ke tulisan yang…