True Beauty Ep 10 Part 4

True Beauty Ep 10 Part 4
foto: tvN

Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 10 Part 4, Ayuk gaes, simak juga bagian spoiler yang dibuat list lengkap di tulisan yang ini. Namun untuk menemukan bagian part 3 Episode sebelumnya baca di sini.

Mereka mulai membuat pangsit.

Pak Lim ngajarin Soo Ho, ini butuh lebih banyak tepung atau mereka akan menempel.

Soo Ho : Terima kasih.

Nyonya Hong memuji pangsit Seo Jun. Dia bilang pangsit Seo Jun cantik.

Seo Jun : Aku sudah pernah membuatnya. Ibuku bilang, jika aku membuat pangsit yang cantik, aku akan punya putri cantik. Itu sebabnya dia mengajariku.

Nyonya Hong : Mi Hyang pasti membuat pangsit yang cantik… karena melahirkan seorang putra yang tampan. Kau pasti populer di sekolah.

Seo Jun : Sedikit.

Ju Young yang jealous karena mengira Seo Jun pacarnya Go Woon langsung ngatain Seo Jun.

Dia bilang Seo Jun gak ada apa-apanya dibanding Soo Ho.

Soo Ho lebih bersinar.

Ju Young memuji-muji Soo Ho.

Ju Young : Ngomong-ngomong, Han Seo Jun-ssi, kenapa harus keluar dengan kakakku dan bukan pacarmu?

Seo Jun : Aku? Kapan aku punya pacar?

Ju Young langsung ngumpat dalam hati, dalam brengsek.

Ju Young yang kesal, juga menumpahkan air ke baju Seo Jun.

Ju Kyung heran ngeliat sikap adiknya.

Ju Kyung : Kenapa dengannya hari ini?

Pak Lim memberikan Seo Jun tisue.

Seo Jun : Terima kasih.

Nyonya Hong bilang Ju Kyung beruntung karena punya dua teman tampan kayak Soo Ho dan Seo Jun.

Nyonya Hong : Bertemanlah dengan mereka dan pilih satu untuk kau kencani setelah masuk kuliah.

Ju Kyung : Kenapa aku harus memilih?

Pak Lim bilang dia pilih Soo Ho.

Ju Young juga ngaku milih Soo Ho.

Nyonya Hong bilang dia memilih Seo Jun jadi pacar Ju Kyung.

Mendengar itu, Soo Ho pun langsung nawarin tiket fanmeeting ayahnya ke Nyonya Hong.

Nyonya Hong yang ngefans berat sama ayahnya Soo Ho, langsung senang.

Seo Jun natap galak Soo Ho.

Seo Jun : Bicara dengan ayahmu saja tidak pernah. Apa lihat-lihat?

Nyonya Hong lalu bilang, siapa yang membuat pangsit lebih enak, dia akan jadi menantunya.

*Gk sabar pengen cepet2 Ju Young tahu Seo Jun tu kakaknya Go Woon.

Soo Ho dan Seo Jun mulai membuat tanding membuat pangsit.

Ju Kyung cuma bisa diam aja natap Soo Ho dan Seo Jun.

Sambil menggilas adonan pangsit, Soo Ho dan Seo Jun saling menatap dengan tajam.

Soo Ho dan Seo Jun serius membuat pangsit.

Pak Lim, Nyonya Hong, Ju Kyung dan Ju Young pun takjub melihat hasilnya.

Soo Ho dan Seo Jun udah selesai membuat pangsitnya.

Selesai membuat pangsit kecil2, Soo Ho dan Seo Jun bikin pangsit lagi.

Soo Ho bikin pangsit naga. Seo Jun bikin pangsit angsa.

Ju Kyung dan keluarganya sampai ternganga melihatnya.

Nyonya Hong : Pangsitnya terlihat sangat profesional. Itu seperti pertandingan antara leher dan leher.

Pak Lim : Tidak, ini pertandingan naga dan bangau.

Ju Young : Kelihatannya di sebelah kanan sedikit lebih baik.

Pak Lim : Tapi bagaimana kau membuat ini?

Pak Lim nyentuh pangsit naga Soo Ho.

Pangsit Soo Ho pun rusak.

Nyonya Hong bilang Seo Jun pemenangnya.

Seo Jun senang.

Ju Young kesel Seo Jun yang menang.

Ju Kyung ke kamarnya.

Dia heran sendiri karena Seo Jun dan Soo Ho mempermasalahkan pangsit.

Tiba-tiba terdengar suara Soo Ho. Soo Ho minta ijin masuk.

Ju Kyung langsung membereskan pakaiannya yang beserak di lantai. Setelah itu, dia menyuruh Soo Ho masuk.

Ju Kyung : Aku baru akan keluar. Ada apa?

Soo Ho : Jadi seperti ini kamarmu.

Ju Kyung : Tepat sekali. Terlalu lumayan bagiku. Sudah, kan? Ayo.

Soo Ho : Jika kita kembali keluar, aku tak bisa bicara denganmu. Katakan. Apa yang kau lakukan bersama Seo Jun?

Ju Kyung : Kami bekerja paruh waktu bersama. Dia mengenalkanku pada pekerjaan itu. Dia masuk bergantian denganku, jadi kami bekerja sama hari ini. Tapi orang tuaku tidak tahu aku bekerja, jadi aku tidak bisa memberitahumu lebih dulu.

Soo Ho : Lalu kenapa kau bohong sedang membantu ayahmu?

Ju Kyung terdiam.

Soo Ho minta Ju Kyung gak bohong padanya lain kali.

Ju Kyung mengerti dan minta maaf.

Soo Ho : Ketika pacar datang, bukankah para gadis biasanya memperlihatkan album foto mereka kepada pacarnya?

Ju Kyung : Aku tidak akan perlihatkan fotoku. Kenapa aku mau perlihatkan betapa jeleknya aku?

Soo Ho : Tapi ada foto di sini.

Soo Ho melihat foto-foto Ju Kyung di meja Ju Kyung.

Ada foto-foto Ju Kyung kecil.

Soo Ho terkejut melihat foto masa kecil Ju Kyung.

Dia ingat, gadis kecil di foto adalah teman masa kecilnya. Dia tak menyangka itu Ju Kyung.

Ju Kyung : Kenapa? Kau terkejut karena aku terlihat sangat jelek?

Soo Ho : Kau…

Ju Kyung : Apa?

Soo Ho : Lupakan. Boleh aku ambil ini?

Soo Ho ngambil foto kecil Ju Kyung.

Ju Kyung : Kenapa kau mengambil itu?

Ju Kyung mau ngambil balik fotonya di tangan Soo Ho tapi Soo Ho gak kasih.

Ju Kyung terus berusaha mengambilnya, sampai akhirnya mereka jatuh ke atas kasur.

Pak Lim tiba-tiba masuk dan melihat mereka di kasur.

Sontak mereka langsung berdiri.

Pak Lim memarahi Ju Kyung.

Pak Lim : Harusnya kau lebih berhati-hati.

Ju Kyung : Kami tak sengaja jatuh.

Pak Lim : Ayah tahu kau jatuh. Soo Ho-ya, ingat yang kukatakan? Jaga apa?

Soo Ho : Jaga hubungan yang sehat.

Pak Lim : Dan tetap?

Soo Ho : Tetap tenang.

Pak Lim : Ingatlah itu.

Pak Lim menarik Ju Kyung keluar.

Seo Jun datang.

Seo Jun : Aku disuruh menurunkan meja.

Seo Jun nyariin dimana mejanya.

Soo Ho nunjukin di mana mejanya.

Mereka berdua mengambil meja di rak atas.

Seo Jun : Ngomong-ngomong, kenapa kalian bertengkar?

Soo Ho : Bertengkar apanya? Tidak.

Seo Jun : Kalau tidak bertengkar, kenapa dia mengeluh sepanjang hari mengkhawatirkan apa akan memilih cinta atau persahabatan?

Soo Ho : Kenapa kau peduli tentang kami? Jangan melewati batas. Itu bukan urusanmu.

Seo Jun : Jangan membuatnya khawatir dan menghampiriku untuk meminta nasihat kencan. Itu membuatku ingin merebutnya darimu.

Soo Ho panas dan mencengkram kerah Seo Jun.

Soo Ho : Hentikan omong kosong itu.

Seo Jun : Apa ucapanku salah?

Seo Jun dan Soo Ho kelahi, sampe mereka seluncuran ke bawah beralasan meja lipat Ju Kyung.

Ju Kyung, Ju Young, Pak Lim dan Nyonya Hong kaget melihat mereka bertengkar.

Ju Kyung dan Nyonya Hong mengantarkan Seo Jun dan Soo Ho keluar.

Nyonya Hong ngasih Seo Jun dan Soo Ho pangsit yang tadi mereka buat.

Nyonya Hong : Simpan ini di freezer dan jika ingin makan, kukus saja.

Soo Ho/Seo Jun : Terima kasih.

Nyonya Hong : Dan jangan berkelahi. Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian berdua. Tapi bicarakan baik-baik. Jika menahannya, itu hanya akan memperburuk keadaan.

Ju Kyung mengajak ibunya masuk. Ju Kyung bilang ke ibunya biarkan mereka berdua nyelesein masalah sendiri.

Pas Ju Kyung dan ibunya udah masuk, Soo Ho dan Seo Jun saling membelakangi.

Soo Ho teringat pas tadi dihukum ama emaknya Ju Kyung gegara kelahi ama Seo Jun.

Flashback…

Soo Ho dan Seo Jun saling motongin kuku.

Soo Ho motong kuku kaki Seo Jun sambil mengatakan bahwa dia mencintai Seo Jun.

Begitu pun sebaliknya.

Nyonya Hong : Beraninya kalian berkelahi? Kalian bukan anak-anak.

Pak Lim : Di usia ini, wajar mereka berkelahi.

Lah si Ju Young malah sibuk nyiumin pangsit. Baunya enak katanya.

Flashback end….

Teringat itu, Soo Ho dan Seo Jun jijik. Seo Jun ngusapin kakinya ke dinding. Soo Ho ngusap kakinya ke aspal.

Setelah itu mereka pergi.

Sambil keluar dari lift, Hee Kyung bicara di telepon dengan Pak Han.

Pak Han sendiri masih di sekolah.

Hee Kyung : Bisa tebak lauk apa yang mereka sajikan di restoran? Kacang kecap, paprika shishito, tumis cumi…

Pak Han : Berhentilah. Kau tidak perlu memberitahuku.

Hee Kyung : Aku akan sering menelepon dan melaporkan yang kulakukan, dan membatalkan makan malam tim-ku. Aku ingin hadiah.

Pak Han : Hadiah?

Hee Kyung : Kau tahu.

Pak Han : Aku tidak tahu.

Hee Kyung : Hei. Aku tidak akan tutup telepon sampai kau melakukannya.

Pak Han celingukan. Yakin tak ada orang, Pak Han lari ke dekat tangga dan mencium Hee Kyung.

Tapi tiba-tiba, Bu Lee muncul di tangga.

Bu Lee mendekati Pak Han dan menatapnya tajam.

Bu Lee : Tidak ada pacar, apanya.

Bu Lee pun pergi.

Hee Kyung melewati sebuah ruangan dan mendengar alunan lagu Missing You milik Leo.

Hee Kyung menerobos masuk dan tanya pada rekannya apa itu lagu debut Black Soul.

Hee Kyung : Bukankah ini lagu Leo? Album untuk memperingati dibatalkan. Jadi bagaimana lagu ini direkam? Kau membeli lagu itu dari Leo? Kau sudah mendapat izin?

Soo Ho ada di toko komik, lagi ngeliatin tulisan ancaman Ju Kyung di dinding.

“Tempat duduk Lim Ju Kyung. Duduk di sini, maka pantatmu akan berbulu.” tulis Ju Kyung kecil.

Soo Ho lalu ingat masa kecilnya. Ternyata Soo Ho udah bucin Ju Kyung sejak kecil.

Soo Ho lagi nungguin Ju Kyung di toko komik. Tak lama, dia melihat Ju Kyung datang dan langsung pura-pura sibuk baca komik.

Ju Kyung : Hei, cengeng. Kau kembali.

Soo Ho : Aku bukan cengeng.

Ju Kyung : Kau pernah menangis di sini. Meong. Aku kucing.

Soo Ho : Aku hanya menangis sekali.

Ju Kyung lalu melihat komik yang dibaca Soo Ho adalah komik yang sedang dibacanya.

Soo Ho : Kau bisa menyewanya setelah aku selesai. Orang pertama yang membacanya…

Ju Kyung : Ya, aku tahu.

Ju Kyung beranjak ke sisi Soo Ho, tapi kemudian dia menoleh dan ikut membaca komik itu.

Soo Ho membalik halamannya. Ju Kyung mengembalikannya ke halaman semula karena dia belum selesai baca.

Tapi Soo Ho yang udah selesai membaca halaman itu, membaliknya lagi.

Ju Kyung dan Soo Ho tarik2an halaman sampai akhirnya komiknya sobek.

Soo Ho mau ngadu ke paman komik, tapi Ju Kyung langsung membekap mulut Soo Ho.

Ju Kyung bilang itu rahasia.

Soo Ho lalu menatap foto Ju Kyung kecil.

Dia gak nyangka itu Ju Kyung.

Soo Ho lalu ngambil spidolnya dan menuliskan sesuatu di deket tulisan Ju Kyung.

Besoknya pas masuk kelas, Ju Kyung dikagetin sama seisi kelas yang tiba-tiba aja ngucapin selamat padanya.

Soo Ah tanya, sejak kapan Ju Kyung pacaran dan kenapa gak kasih tahu dia.

Ju Kyung mau jelasin kalau dia gak maksud bohong. Tapi temen2 Seo Jun datang dan nunjukin kaos bergambar pose mesra Ju Kyung dan Seo Jun yang mereka pakai.

Cho Rong bilang, dia dengar Ju Kyung dan Seo Jun pacaran diam-diam.

Cho Rong : Kudengar kau berfoto bersama dan sebagainya.

Ju Kyung : Aku dan Han Seo Jun?

Ju Kyung makin kaget pas ngeliat foto-foto mesra dia dan Seo Jun lainnya yang ditempel di papan tulis.

Seo Jun datang. Seo Jun juga kaget ngeliat kehebohan seisi kelas yang ngira dia ama Ju Kyung pacaran.

Tae Hoon narik Soo Ho taman.

Tae Hoon : Dasar. Sudah kubilang Ju Kyung punya pacar.

Tae Hoon nunjukin foto-foto Seo Jun dan Ju Kyung di ponselnya ke Soo Ho.

Sontak lah, Soo Ho membelalak melihatnya.

Soo Ho dan Tae Hoon balik ke kelas dan melihat Ju Kyung-Seo Jun lagi disidang di depan kelas.

Hyun Kyu : Hei! Aku punya pertanyaan dari “Fakta Hyun-kyu”. Apa pria yang kau kencani diam-diam di K Mall adalah Han Seo Jun?

Ju Kyung : Oke, semuanya! Kami hanya teman. Tidak lebih, tidak kurang. Jadi berhenti menyebarkan rumor yang tidak benar.

Seo Jun natap Ju Kyung.

Seo Jun : Memangnya ini konferensi pers?

Ju Kyung : Katakan sesuatu. Jangan biarkan mereka berkesimpulan yang tidak-tidak.

Seo Jun pun ngancam kalau dia bakal ngasih pelajaran siapa pun yang masih nyebarin rumor dia dan Ju Kyung.

Setelah ngancam, Seo Jun natap Ju Kyung lagi.

Seo Jun : Puas?

Seo Jun balik ke bangkunya.

Man Shik tanya, Seo Jun mencium Ju Kyung atau tidak?

Seo Jun : Man Shik-ah. Aku mulai marah.

Soo Ho natap tajam Ju Kyung.

Dia marah.

Ju Kyung, Soo Jin dan Soo Ah duduk di taman. Ju Kyung gak ngerti kenapa tiba-tiba banyak rumor dia ama Seo Jun pacaran.

Kayaknya sih yang nyebarin Soo Jin.

Soo Ah : Pacaran saja dengannya. Ini sudah berapa kali? Kalian berdua memang ditakdirkan.

Ju Kyung : Kami hanya berteman.

Soo Jin : Kau bisa mulai sebagai teman dan tumbuh untuk saling menyukai. Perasaan tak pernah sama.

Soo Ah : Kang Soo, kau juga pacaran dengan Soo Ho. Kau bisa saling menyukai setelah berteman juga. Bukan begitu?

Ju Kyung terdiam mendengarnya.

Soo Ah : Lim Ju Kyung dan Han Seo Jun. Kang Soo Jin dan Lee Soo Ho. Aku bisa melihatnya. Aku benar-benar bisa melihatnya.

Soo Jin : Bolehkah?

Ju Kyung : Apa? Kau serius?

Soo Jin : Tidak mungkin.

Soo Ah lalu tanya apa mereka ada waktu sepulang sekolah nanti.

Soo Ah : Kita bertiga harus jalan-jalan.

Soo Jin bilang gak bisa karena dia punya rencana ama Soo Ho.

Ju Kyung terdiam mendengarnya.

Soo Ah tanya, kenapa cuma berdua ama Soo Ho.

Soo Jin : Ada alasannya. Aku akan beri tahu nanti.

Ponsel Ju Kyung bunyi. Pesan dari Soo Ho.

Soo Ho ngajak ketemuan di atap.

Soo Ah tanya pesan dari siapa.

Ju Kyung bilang bukan apa-apa.

Soo Ho dan Ju Kyung ribut.

Soo Ho minta penjelasan soal foto. Ju Kyung menjelaskan tentang foto.

Soo Ho tampak tidak percaya.

Soo Ho : Di kafe, dia kebetulan mengisi posisi seseorang. Terus ini kebetulan?

Soo Ho juga marah karena Ju Kyung gak kasih tahu dia.

Ju Kyung : Tadinya ingin memberitahumu, tapi kau menutup teleponku. Bagaimana denganmu? Kau memberitahuku setiap kali kau bertemu seseorang?

Soo Ho : Apa?

Ju Kyung : Karena mereka membayarku, jadi aku berpose seperti yang mereka minta.

Soo Ho : Aku tidak suka kau dan Seo Jun bekerja bersama, atau rumor seperti ini menyebar.

Ju Kyung : Kau juga tahu kami hanya teman.

Soo Ho : Kau bahkan tahu bagaimana perasannya… Tidak ada laki-laki dan perempuan hanya berteman?

Ju Kyung : Bagaimana denganmu? Bukankah Soo Jin temanmu juga?

Soo Ho : Kenapa bahas dia?

Ju Kyung yang kecewa, akhirnya pergi.

*Soo Ho nyebelin. Katanya pria dan wanita gak bisa hanya temenan. Terus apa kabar dia ama Soo Jin?

Di tangga, Ju Young papasan sama Go Woon.

Go Woon membawa beberapa tumpuk kertas.

Ju Young seperti biasa, kepedean.

Ju Young : Kau bisa membawa barang berat seperti ini di depanku, tapi itu tidak akan membuatku membantumu. Kenapa? Karena aku tahu perasaanku untukmu.

Tapi Go Woon nya cuek. Terserah.

Ju Young : Oke, baiklah. Aku tidak bisa menutup mata saat kau berjuang. Biar kubantu.

Go Woon : Tidak perlu. Ini berat.

Ju Young : Makanya aku akan membantu.

Go Woon : Ini sangat berat.

Ju Young : Ini tawaran terakhirku. Biar kubantu.

Go Woon akhirnya membiarkan Ju Young membantunya.

Ju Young pun baru sadar kalau Go Woon benar, tumpukan kertas itu berat.

Ju Young yang keberatan, sampai kentut di depan Go Woon.

Ju Young : Kau tahu… Yang barusan kau dengar…

Ju Young malu berat.

Go Woon : Bagus sekali. Menahannya dapat menyebabkan sesuatu yang buruk.

Ju Young menoleh dan melihat Go Woon tersenyum padanya.

Go Woon akhirnya mengambil tumpukan kertas itu lagi dan pergi.

Ju Young : Kenapa kau tersenyum manis saat aku mencoba membantumu?

Di tengah pelajaran, Soo Ho terus aja natap tajam Ju Kyung.

Ju Kyung sendiri gak terlalu bersemangat.

Seo Jun natap keduanya secara bergantian. Dia tahu mereka lagi bertengkar.

Ju Young nyamperin Seo Jun pas pulang sekolah. Ju Young nyuruh Seo Jun mukul dia. Dia bilang, dia akan menjalankan misinya untuk merebut milik Seo Jun setelah Seo Jun memukulnya.

Seo Jun : Omong kosong apa ini?

Ju Young : Aku akan menjadikan misiku untuk mencurinya darimu.

Seo Jun ngangkat tangannya. Lah Ju Young langsung nutupin mukanya, dikira Seo Jun beneran mau mukul dia. Tapi ternyata, Seo Jun jawab teleponnya.

Ju Young terus ngoceh.

Ju Young : Jika tidak memukulku, aku akan membiarkanmu begitu aku berhasil mencurinya.

Ju Young lari.

Seo Jun : Si bodoh itu.

Yang menelpon Seo Jun ternyata Hee Kyung. Hee Kyung tanya, apa Seo Jun pernah bertemu dengan salah satu karyawan Move Entertainment.

Seo Jun : Aku bilang tidak!

Hee Kyung emosi menemui Pak Oh.

Hee Kyung : Single debut Black Soul diganti baru-baru ini. Lucunya, itu dilakukan tepat saat aku dipindahkan dan proyek dibatalkan.

Pak Oh : Kenapa memberitahuku itu? Aku tidak ada waktu untuk ini.

Hee Kyung : Lagu itu milik Se Yeon dan Leo. Sudah kupastikan dengan produser. Katanya perintah itu datang dari Pak Lee. Kenapa anda membuatnya sejauh ini? Apa ada alasan lain kenapa anda tidak ingin merilis album peringatan Se Yeon?

Pak Oh : Lagu yang dicuri? Apa yang bisa dicuri ketika lagu itu bahkan tidak punya hak cipta. Meski keluarga Jung Se Yeon atau Leo menuduh kami melakukan plagiarisme, tidak ada yang akan mempercayai mereka. Jika kau mau pertahankan pekerjaanmu, kau harus diam, dan lakukan tugas yang diserahkan kepadamu. Jangan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

Pak Oh pergi.

Hee Kyung kesal.

Ponsel Hee Kyung berbunyi. Telepon dari Reporter Choi,

Ternyata Hee Kyung lagi mencari kebenaran soal tuduhan pembully-an yang menimpa Se Yeon.

Ju Kyung lagi nyikat gigi sambil memikirkan kata-kata Soo Jin.

Soo Jin : Haruskah aku mengajarknya keluar saat memberikan ini padanya? Aku ada rencana dengan Soo Ho hari ini.

Tapi tiba-tiba dia jerit. Ternyata Ju Kyung sikat gigi pakai pembersih muka.

Soo Ho mau ngirimin pesan ke Ju Kyung tapi tak jadi.

Soo Ho : Bukankah aku ada hak untuk marah?

Tiba-tiba, bel nya berbunyi. Ternyata Soo Jin yang datang bawa beberapa barang.

Soo Ho : Ada apa kau kemari jam segini?

Soo Jin : Astaga, dingin sekali di sini. Kau tidak menyalakan pemanas? Harusnya kau nyalakan. Astaga, ini berat.

Soo Ho : Apa ini?

Soo Jin : Aku minta ibuku untuk membuatkan lauk. Aku tidak bisa diam saja saat ayahmu memintaku untuk menjagamu.

Soo Ho : Tidak perlu. Lagipula aku hampir tidak makan di rumah.

Soo Jin : Ini yang kudapatkan karena bermurah hati? Buanglah jika kau mau.

Soo Jin berjalan ke sofa Soo Ho.

Soo Ho : Kau tidak pergi?

Soo Jin : Dasar tidak berperasaan. Kau bahkan tidak memberiku segelas air?

Soo Ho akhirnya pergi ngambil air.

Soo Jin masuk ke kamar Soo Ho dan melihat lukisan Soo Ho.

Soo Jin : Ohh lukisannya masih ada disini.

Soo Jin memotretnya.

Ponsel Soo Ho berbunyi. Telepon dari Ju Kyung.

Soo Jin menjawabnya.

Mendengar suara Soo Jin, Ju Kyung kaget dan langsung memutus panggilannya.

Soo Ho datang bawain Soo Jin air. Soo Jin pun langsung meletakkan ponsel Soo Ho di kasur dan beranjak ke ruang tengah.

Soo Ho : Minum ini dan pergilah.

Soo Jin : Aku juga tidak tinggal di sini.

Soo Jin lalu ngasih Soo Ho hadiah.

Soo Jin : Kuharap kau suka. Aku ingin berterima kasih. Ambil saja, ya?

Soo Ho membuka hadiahnya. Itu adalah topi yang Soo Jin beli sama Ju Kyung.

Soo Ho : Sejak kapan kita pernah bertukar hadiah? Kau datang kesini hanya untuk memberiku ini? Di jam segini?

Soo Jin : Itu bukan satu-satunya alasan. Aku merindukanmu. Kenapa? Akhir-akhir ini aku terus memikirkanmu.

Soo Ho : Aku tak bisa menerimanya. Pakailah sendiri.

Soo Jin : Kenapa? Kau tidak suka? Mau kubelikan yang lain?

Soo Ho : Aku punya pacar.

Soo Jin : Jadi? Kenapa memangnya? Mereka mungkin berpikir aku mengakui perasaanmu. Kenapa kau berlebihan?

Soo Jin lalu tanya siapa pacar Soo Ho.

Soo Jin : Nanti kuberitahu. Sudah telat. Pulanglah.

Soo Ho pun beranjak pergi.

Soo Ho nelpon Ju Kyung.

Soo Ho mau bicarain masalah mereka, tapi Ju Kyung bilang dia lelah dan mengajak Soo Ho bicara besok.

Ju Kyung lalu mutus panggilan Soo Ho gitu aja.

Besoknya, Seo Jun melihat Ju Kyung gak semangat kerja. Seo Jun yang tahu Ju Kyung lagi berantem sama Soo Ho, mencoba menghibur Ju Kyung.

Dia menyentuh pipi Ju Kyung dengan telunjuknya sambil nyebutin nama Ju Kyung.

Ju Kyung sewot, jangan main-main denganku.

Seo Jun : Maaf.

Tapi Seo Jun gak berhenti gangguin Ju Kyung.

Ju Kyung akhirnya tertawa.

Tapi tiba-tiba Soo Ho datang.

Ju Kyung kaget lihat Soo Ho.

Ju Kyung : Kenapa datang kemari?

Soo Ho : Tidak boleh aku datang?

Soo Ho panas melihat Ju Kyung kerja bareng Seo Jun.

Soo Ho : Kupikir dia gantian jam kerja denganmu, tapi dia di sini lagi.

Ju Kyung : Bos memintanya bekerja karena pegawai paruh waktu lainnya sudah berhenti.

Seo Jun : Pacarmu menakutkan. Sepertinya dia menginterogasimu.

Soo Ho ngajak Ju Kyung bicara. Tapi Ju Kyung bilang dia lagi kerja.

Soo Ho : Kalau begitu aku tunggu. Berikan minuman dingin.

Seo Jun : Kau akan mengawasinya? Kau obsesif juga.

Soo Ho bilang itu urusannya dan minta Seo Jun gak ikut campur.

Soo Ho yang merasa kedatangannya mengganggu Ju Kyung, memutuskan menunggu Ju Kyung diluar.

Setelah Soo Ho pergi, Seo Jun menyuruh Ju Kyung mengejar Soo Ho.

Ju Kyung : Apa? Aku tidak bisa.

Seo Jun : Tidak banyak pelanggan, jadi aku bisa bekerja sendiri. Temui saja dan selesaikan masalahmu. Jangan membuatku merasa tidak nyaman.

Ju Kyung : Maaf.

Ju Kyung lalu masuk ke ruang ganti.

Bersamaan dengan itu Sae Mi cs datang.

Pas Ju Kyung keluar dari ruang ganti dan buru-buru menuju pintu keluar, Sae Mi melihat Ju Kyung.

Sae Mi cs mendekati Seo Jun.

Sae Mi : Halo, Han Seo Jun.

Seo Jun : Oh, kau pacar Lee Seong Yong.

Sae Mi : Kami sudah lama putus.

Seo Jun yang malas meladeni mereka, menyuruh mereka cepat memesan.

Sae Mi bilang dia datang buat mengembalikan gelang Seo Jun.

Seo Jun : Astaga, kupikir aku menghilangkannya. Kenapa bisa ada ditanganmu?

Sae Mi : Bukankah harusnya kau berterima kasih? Ngomong-ngomong, gadis yang barusan pergi, dia Lim Ju Kyung dari SMA Saebom, kan?

Seo Jun : Kalau memang dia, kenapa?

Sae Mi : Aku hanya bertanya. Dia bekerja di sini bersamamu?

Seo Jun : Apa kau tidak akan memesan apapun?

Beralih ke Ju Kyung yang menemui Soo Ho di taman.

Soo Ho mengajak Ju Kyung memberitahu teman-teman mereka kalau mereka pacaran.

Ju Kyung yang tidak enak pada Soo Jin menolak.

Ju Kyung : Aku masih merasa tidak nyaman.

Soo Ho tambah marah, kau tidak nyaman memberitahu kalau kita pacaran, tapi kau tidak keberatan kalau mereka bilang kau pacaran dengan Seo Jun?

Ju Kyung : Bukan itu maksudku.

Soo Ho : Jika kalian masih terus kerja bersama, aku mau kau berhenti dari pekerjaan paruh waktumu.

Ju Kyung : Kenapa aku harus berhenti?

Soo Ho : Karena itu menggangguku. Aku tak suka melihatmu bicara dengannya. atau bahkan menatapnya.

Ju Kyung : Kau yang tidak akur dengan dia, bukan aku.

Soo Ho : Saat tahu kami sedang tidak akur, kenapa kau terus menghabiskan waktu dengannya?

Ju Kyung : Memangnya tanpa izinmu, aku tidak boleh bekerja atau bertemu teman?

Ju Kyung lalu tanya, apa Soo Ho bisa berhenti berteman dengan seseorang.

Soo Ho bilang bisa.

Ju Kyung : Aku iri saat semuanya mudah bagimu. Lalu bagaimana kalau aku menolak tak ingin memberitahu tentang hubungan kita dan juga menolak berhenti dari pekerjaan paruh waktu?

Soo Ho : Apa?

Ju Kyung : Itu berarti kita tidak bisa bertemu lagi?

Soo Ho : Apa maksudmu?

Ju Kyung yang terluka, lalu beranjak pergi.

Ju Kyung sampai di rumah, langsung masuk kamarnya.

Dia nangis.

Soo Ho juga nangis di kamarnya.

Besoknya, Move Entertainment merilis lagu debut Black Soul.

Hee Kyung marah.

Soo Ho duduk di halte.

Dua orang disamping Soo Ho, lagi mendengarkan lagu Black Soul.

Dua orang itu yang awalnya mendengarkan lagu lewat earphone, mencopot earphone mereka.

Soo Ho kaget mendengar lagu itu. Itu lagu Missing You milik Se Yeon.

Soo Ho lalu beranjak. Dia berlari sambil menelpon seseorang, tapi panggilannya tak dijawab. Mungkinkah dia berusaha nelpon Seo Jun?

Karena pas banget sih ya, Soo Ho nelpon tapi panggilannya gak dijawab. Nah, Seo Jun lagi pemotretan, jadi otomatis dia gak megang ponselnya.

Pas denger lagu Se Yeon dari radio, Seo Jun kaget dan langsung pergi.

Hee Kyung melabrak Pak Lee. Kebetulan Pak Oh juga ada di sana, lagi diskusi ama Pak Lee.

Hee Kyung : Haruskah seperti ini? Aku paham anda tidak mau nama Se Yeon kembali menjadi isu. Tapi bagaimana anda bisa mencuri lagunya. untuk menutupi kesalahan anda?

Pak Lee gak ngerti Hee Kyung ngomong apa.

Pak Oh bangkit dan berusaha menghentikan Hee Kyung. Dia berbisik, bilang Pak Lee gak peduli sama rookie dan mengajak Hee Kyung bicara diluar.

Hee Kyung makin marah.

“Anda meminta reporter untuk menerbitkan artikel tentang Se Yeon menjadi pembully di sekolah untuk menutupi berita foto anda dan aktris ini tersebar.”

Hee Kyung menunjukkan foto Pak Lee sedang bersama selingkuhannya.

Hee Kyung : Jika anda merasa sedikit tanggung jawab dengan kematiannya, harusnya anda tidak melakukan ini. Meskipun lagu ini tidak memiliki hak cipta, tetap saja plagiarisme.

Pak Lee : Beraninya kau menerobos masuk ke sini dan membicarakan omong kosong itu! Bawa dia keluar.

Hee Kyung : Se Yeon dan Leo baru berusia 18 tahun. Anda juga punya anak. Jika anda merasa tidak enak karena melakukannya pada anak-anak ini yang cukup muda untuk menjadi anak anda, anda harus meluruskan semuanya. Lebih baik selesaikan ini sendiri, daripada aku akan membocorkannya.

Pak Lee : Kau mengancamku sekarang?

Hee Kyung : Terserah apa yang anda pikirkan. Aku datang untuk memberitahu ini karena tahu aku akan dipecat.

Hee Kyung pergi, tapi pas membuka pintu, Soo Ho udah berdiri di depan pintu.

Soo Ho menatap tajam ayahnya. Dia marah.

Pak Lee kaget lihat Soo Ho.

Soo Ho yang marah, pergi tanpa mengatakan apapun.

Di jalan, dia ketemu Se Yeon yang juga marah.

Tapi Soo Ho yang marah, mendorong Seo Jun yang menghalangi jalannya dan lari menyebrang jalan.

Seo Jun nyusul Soo Ho.

Tiba-tiba mobil lewat dan mereka tertabrak.

Bersambung….

11 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Start Up Ep 2 Part 3
Read More

Start Up Ep 2 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 2 Part 3, Makin penasaran kan? Baca juga daftar lengkapnya di tulisan…