Time to Fall in Love Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Time to Fall in Love Episode 8, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca episode sebelumnya disini.

foto: iqiyi
foto: iqiyi
foto: iqiyi

Nangong menemui Xicheng seusai acara. Ia menyapanya dan mau menjabat tangannya tapi Xicheng menolak. Nangong pikir ia menolak tadi karena ada banyak orang. Ia nggak nyangka kalo Xicheng jadi orang yang nggak sopan sekarang. Xicheng menekankan kalo ia memang seperti itu. Kelak kalo nggak ada urusan, lebih baik mereka nggak ketemu. Xicheng lalu meninggalkan Nangong begitu saja.

Nangong merasa sedih. Ingat saat ia memutuskan untuk pergi dan akan kembali saat sudah memenuhi syarat untuk berdiri di sampingnya. Seseorang datang. Nangong pikir Xicheng kembali tahunya yang datang Fu Boya.

Fu Boya menghampirinya dan menyapanya sambil menjabat tangannya. Ternyata mereka adalah teman lama.

foto: iqiyi

Xixi sudah kembali ke rumah. Ia sangat lega bisa mendapatkan kalung ibunya kembali. An’an melakukan panggilan video dan menanyakan yang terjadi pada malam amal. Kata Situ mereka membuat kehebohan. Xixi mengomentari kedekatan An’an dengan Situ sampai apa-apa dilaporkan.

An’an nggak mau membicarakannya dan kembali membicarakan tentang Xixi dan Xicheng. Ia merasa kalo Xicheng menyukai Xixi terbukti dengan Xicheng yang rela membeli kalung seharga 2.800 ribu yuan, membelikannya gaun buatan tangan sampai sepatu bahkan membeli studio. Xixi sendiri masih nggak yakin.

foto: iqiyi
foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xicheng ke ruang kerjanya dan membuka laci yang ada kotak yang waktu itu Xixi lihat saat mengambil obat. Ia lalu ke rak di belakang mejanya dan mengambil sebuah album foto. Ternyata dulu mereka pernah bertemu saat kecil. Bermain drama panggung bersama. Xixi menjadi tuan putri dan ia menjadi pangeran. Xixi juga sempat memperlihatkan kalung ibunya yang ia ambil untuk menyempurnakan penampilannya sebagai seorang putri.

Selanjutnya Xicheng ke kamar dan menemui Xixi yang sudah menghapus riasannya. Ia menanyakan pendapatnya tentang produk baru Huayan. Xixi menanyakan maksudnya sebenarnya. Xicheng menjadi gugup dan menyuruhnya untuk beristirahat. Mendadak Xixi bilang kalo ia ingin tidur di ranjang. Selama ini tidur di sofa membuat punggung dan lehernya sakit.

Xicheng lalu bilang kalo mereka akan menentukannya dengan bersuit. Awalnya Xixi kalah dan minta diulang. Xicheng melihat kalo Xixi selalu mengeluarkan kertas jadi ia sengaja mengalah dan membiarkan Xixi untuk menang.

foto: iqiyi

Malam itu Xixi tidur di ranjang sedangkan Xicheng tidur di sofa. Keduanya malah nggak bisa tidur. Xicheng memikirkan masa lalu. Xixi juga kadang memikirkan masa lalu yang membahagiakan. Xicheng lalu bertanya apa sekarang Xixi nggak bahagia? Xixi mengaku bahagia melakukan apa yang biaasa ia lakukan bersama An’an.

Perlahan Xixi mulai mengantuk. Ia menanyakan tentang fobia angka genap Xicheng tapi Xicheng masih belum bisa memberitahunya. Xixi nggak maksa. Ia menjanjikan akan selalu menemaninya dan nggak akan pernah meninggalkannya. Xicheng juga berharap Xixi mimpi indah. Ia lalu mulai tidur sambil mengingat kenangan masa kecil mereka.

foto: iqiyi

Paginya nenek dan bibi Mei menguping di pintu. Mereka sampai bawa gelas segala. Mendadak Xicheng membuka pintu dan hampir membuat nenek jatuh. Merasa nggak enak mereka lalu pergi dengan alasan mau makan bubur. Tapi Xicheng kayaknya tahu deh mereka mau ngapain.

Xicheng berjalan dengan Situ. Situ membacakan jadwalnya hari ini dari pagi sampai malam. Lah dia kan nggak mau lembur. Situ lalu meledeknya gegara ada wanita yang menunggunya di rumah. Xicheng nyuruh Situ untuk diam kalo enggak ia nggak akan memberinya bonus akhir tahun.

foto: iqiyi

Miqi berdiri di depan menunggu seseorang. Ternyata yang sedang ditunggunya adalah Nangong. Mereka saling menyapa lalu Miqi mengantarnya untuk masuk. Dua karyawan yang ada di meja resepsionis mengenalinya dan membuka majalah yang memuat berita tentang Nangong.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xixi akhirya bangun. Tidur di ranjang sangat nyaman dan membuatnya terlambat bangun. Ia langsung bersiap untuk pergi setelah tahu kalo ia bangun jam 10.

Xicheng ke ruangannya bersama Situ. Ia melihat kalo ada yang berubah dengan mejanya. Ternyata Nangong yang sudah merapihkannya. Di rumah Xixi nggak sengaja menjatuhkan botol kosmetiknya dan melukai tangannya saat mau mengambilnya.

Nangong adalah salah satu eksekutif dari luar negeri yang direkrut perusahaan. Sebagai karyawan perusahaannya, Xicheng pun menyambutnya dengan baik dan berniat untuk menjabat tangannya. Nangong teringat saat terakhir kalo ia mau menjabat tangan Xicheng. Sama seperti yang Xicheng lakukan, ia pun mengabaikannya.

foto: iqiyi

Situ merasa nggak nyaman berada di antara mereka dan mau pergi tapi Xicheng menahan. Nangong menatapnya tajam dan mengatakan kalo ia ingin bicara berdua dengan Xicheng. Situ lalu pamit dengan alasan mau meriksa kontrak penting. Sesampainya di luar ia bukannya pergi tapi malah menguping.

Xicheng menempati kursinya dan melarang Nangong untuk menyentuh barang-barangnya tanpa ijinnya. Dan saat jam kerja ia nggak mau membicarakan masalah pribadi.

foto: iqiyi

Nenek masuk dan khawatir banget lihat jari Xixi terluka. Ia langsung manggil bibi Mei untuk mengobati. Kalo sampai Xicheng tahu ia terluka dia pasti akan sangat sedih. Xixi terdiam. Ia bertanya dalam hati apa benar Xicheng akan sedih kalo ia terluka?

Nangong mendekat dan memanggilnya Xicheng. Xicheng menyuruhnya untuk memanggilnya direktir Gu saat mereka di perusahaan. Nangong bilang ia sudah terbiasa. Ia lalu menunjukkan desain yang ia buat. Ada banyak pihak yang menginginkannya dan membeli hak ciptanya. Ia sendiri nggak mau melepasnya dan mau menjadikannya sebagai hadiah kembalinya ke Tiongkok untuknya. Ia hanya perlu menandatanganinya dan itu akan menjadi miliknya.

Nenek membalut luka Xixi. Ia juga nyuruh Xixi untuk membawakan makanan ke Xicheng. Belakangan ia selalu lembur. Akan bagus kalo mereka makan malam bersama. Xixi mengiyakan dan bilang akan mengantarnya.

foto: iqiyi

Xicheng mengembalikan desain Nangong dan bilang nggak memerlukannya. Nangong pikir Xicheng masih marah padanya karena ia pergi tanpa pamit waktu itu. Xicheng memintanya untuk jangan membicarakan urusan pribadi di kantor dan memperbolehkannya untuk pergi kalo sudah selesai. Nangong bangkit. Xicheng menyuruhnya untuk membawa bunganya sekalian.

Di luar Nangong kaget lihat Situ di sebelah pintu. Di dalam Xicheng juga tahu kalo Situ masih di luar dan menyuruhnya untuk maasuk. Sambil senyum Situ bilang kalo ia sangat mencemaskannya. Sebelum Xicheng ngomong lagi ia memberitahu kalo selesai rapat ia harus bertemu dengan klien.

foto: iqiyi

Xixi dan An’an akan melakukan siaran langsung sebentar lagi. An’an menunjukkan artikel tentang Xixi yang merias model saat peluncuran produk baru. Xixi memberitahu kalo Xicheng yang minta namanya dicantumkan. Mereka lalu melihat artikel Nangong setelahnya. Melihat resumenya, An’an pun memujinya. Selera Gu Xicheng emang nggak salah.

Xixi merasa nggak nyaman dan mengajak An’an untuk segera melakukan siaran langsung. Sementara itu Xicheng yang melihat kalo Xixi akan melakukan siaran langsung nyuruh Situ untuk segera meninggalkan ruangannya dan kembali bekerja. Tapi Situ tahu kalo Xicheng mau menonton siaran langsung Xixi dan An’an.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Dalam siaran langsungnya Xixi dan An’an menjual tisu pembersih make up. Baru juga sebentar mereka sudah bisa menjual seribu paket. Siaran langsung pun berakhir. Xicheng aja kaget lihat produknya bisa langsung terjual habis dalam waktu yang sekejab. Seperti biasa Xicheng berkirim pesan ke Xixi dan kali ini menanyakan jarinya yang terluka. Xixi hanya bilang kalo itu luka kecil dan seakan membatasi diri. Ia menyudahi obrolan mereka begitu saja.

Seusai siaran langsung, Xixi ke perusahaan dan mengantarkan makanan dari nenek. Di depan ada seseorang yang mengintai. Ia melaporkan ke seseorang kalo Xixi sudah datang. Dan orang itu adalah Fu Boya dan ia melapor pada Nangong. Xixi ke ruangan Xicheng tapi orangnya nggak ada.

Dan saat ia berbalik, secara nggak sengaja ia menjatuhkan sebuah dokumen. Seseorang datang dan menangkap dokumen yang hampir terjatuh itu. Ternyata dia Xicheng yang baru kembali. Ia mendekat seakan mau mencium Xixi tapi tahunya hanya mau mengembalikan dokumen ke atas meja.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Keduanya lalu ke meja makan. Xixi menakuti Xicheng kalo itu adalah sup ayam seperti yang waktu itu. Xicheng sempat nggak mau makan dan akhirnya Xixi memberitahu kalo itu hanya sup merpati biasa. Xicheng mengajak Xixi untuk makan bersama tapi Xixi nggak mau. Katanya mau diet. Tapi saat Xicheng bilang mau memakan semuanya ia melarang dan mau ikut makan.

Xixi mengeluarkan makanan yang lain. Lah ternyata dia hanya membaw satu sendok. Dan itu adalah miliknya. Xicheng nggak mempermasalahkan dan mengatakan kalo mereka bisa memakainya bersama. Xixi makan duluan dan Xicheng selanjutnya. Dan saat mereka sedang tatap-tatapan, Nangong masuk dan memanggilnya. Xicheng!!! Keduanya lalu menatapnya.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like