Drama China

Time to Fall in Love Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Time to Fall in Love Episode 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca episode sebelumnya disini.

foto : IQIYI
foto : IQIYI
foto : IQIYI

Orang yang menarik Xixi adalah Xichenng. Sesampainya di dalam, Xicheng menyuruh Xixi untuk menulis semua tentang dirinya termasuk hobi dan kelebihan yang dimilikinya. Ia ingin mereka tampak dekat dan saling tahu satu sama lain agar nggak membuat nenek curiga. Kalo enggak, ia akan mengambil kembali deposit yang sudah ia kirimkan.

Xixi yang nggak mau operasi transplantasi ibunya gagal akhirnya melakukannya. Setelah selesai, Xicheng pun membacanya. Hobi dan kelebihan semuanya tentang makanan. Xixi menyombongkan kalo restoran dan makanan yang iarekomendasikan selalu disukai. Tanpa sadar Xixi menunjukkan angka ganjil dan membuat Xicheng merasa nggak nyaman.

Selanjutnya Xixi membaca hobi dan kelebihan yang Xicheng miliki. Ada banyak halaman dan Xixi disuruh menghafalkan semuanya agar nenek percaya pada hubungan mereka. Alo sampai nenek curiga kalo mereka bohong maka ia… Xicheng mendekat dan membuat Xixi nggak nyaman. Ia mengambil berkas itu dan menghindar.

foto : IQIYI

Hari sudah berubah malam tapi Xixi belum selesai menghafal data tentang Xicheng. Ia menanyakan maksudnya semua benda di sekitarnya harus genap. Xicheng mendekat dan menarik rambut Xixi yang hanya diikat satu. Ia mendekat dan mengajaknya menikah. Xixi langsung menjauh. Dalam kontrak nggak ada menikah. Xicheng menekankan kalo ia menjalani kontrak itu untuk menyenangkan neneknya. Nenek selalu ingin ia menikah dan membanggun keluarga. Xixi akhirnya setuju saat Xicheng bilang kalo pernikahannya hanya mendaftar dan foto bersama, nggak ada acara resepsi megah seperti yang Xixi takuti.

foto : IQIYI
foto : IQIYI
foto : IQIYI

Esok harinya Xixi kembali bertemu dengan Xicheng di depan lift. Ternyata di sana juga ada nenek. Mereka langsung pulang bersama. Nenek datang ke hotel karena dikasih tahu sama Situ. Sesampainya di rumah, nenek memaksa mereka untuk segera menikah. Lusa. Eh besok. Nenek juga meminta Xixi untuk pindah ke sana. Xixi keberatan dan hampir mengatakan hubungan mereka pada nenek. Xicheng langsung meraih tangannya dan menggenggamnya erat. Ia setuju untuk menikah besok dan akan menjemput Xixi besok malam.

Sesampainya di luar mereka bertengkar. Xixi nggak mau pindah ke sana. Xicheng mengungkit kalo dalam kontrak pihak kedua harus selalu mengikuti keinginan pihak pertama. Ia menenangkan kalo setelah Xixi pindah, ia nggak akan menyentuhnya. Xixi bisa menganggappnnya sebagai rekan kerjanya. Setelah kesehatan nenek membaik, Xixi bisa mengambil semua barang-barangnya dan pergi dengan selamat.

foto : IQIYI

Sesampainya di rumah Xixi cerita ke An’an dan dia sangat kaget. Ia khawatir terjadi apa-apa selama mereka tinggal bersama dan memberikan alat-alat yang mungkin bisa digunakan untuk melindungi diri. Di antaranya ada alat setrum, semprotan dan yang lain. Setelahnya An’an harus pergi karena ada yang membutuhkan sopir pengganti.

Xixi lalu mengambil bonekanya. Ia lega bisa memilikinya. Jinxi lalu menelpon dan memberitahu kalo ia akan membawa ibu ke luar negeri. Xixi keberatan karena Jinxi nggak pernah mengatakannya sebelumnya. Ia pun segera pergi untuk mencegahnya. Di jalan hampir terjadi kecelakaan dan mengakibatkan dirinya pingsan.

foto : IQIYI
foto : IQIYI
foto : IQIYI

Di kantor Xicheng sedang melakukan rapat dengan pihak luar negeri. Dan akhirnya ia berhasil membuat penawaran yang sesuai. Situ mengajaknya bersulang untuk merayakannya tapi menurut Xicheng belum saatnya. Ia lalu dapat telpon dari rumah sakit.

Xixi akhirnya sadar. Ia melihat Fu Boya sedang bicara dengan dokter. Ia berharap Fu Boya nggak akan mengenalinya. Melihat Xixi sudah sadar, Fu Boya pun meminta maaf karena sebelumnya membuka tasnya tanpa ijin untuk mengabil kartu identitasnya dan sekarang walinya akan segera datang. Xixi yang merasa sudah nggak papa mau pergi tapi Fu Boya menahan.

An’an datag dan terus-terusan manggil-manggil namanya. Ia berusaha untuk memberi kode dan menunjukkan kalo ada orang lain di sana. Xixi lalu mengenalkan An’an dengan Fu Boya.

foto : IQIYI
foto : IQIYI

Akhirnya Xixi meninggalkan rumah sakit. Xicheng datang bersama dengan Situ. Melihat Xixi dekat dengan Fu Boya membuatnya kesal dan langsung mendekat. Ia mengklaim Xixi sebagai pacarnya dan meu mengajaknya pulang. Xixi mau pamit sama An’an dulu tapi Xicheng malah main tarik aja.

Fu Boya menahan Xixi. Ia nggak

akan membiarkan Xixi pergi kalo dia nggak ingin pergi. Xicheng nggak mau mendengarkan Fu Boya karena Xixi adalah pacarnya. Ia pun menarik Xixi dan membawanya pergi. An’an mau ikut juga tapi dihadang sama Situ. Melihat bajunya yang serba hijau, An’an menyebutnya seperti bawang.
foto : IQIYI
foto : IQIYI

Di jalan Xixi nyuruh Xicheng untuk pelan-pelan mengemudinya karena di baru aja mengalami kecelakaan. Xicheng meriksa muka Xixi dan menemukan nggak ada yang luka. Apa a berubah jadi b#doh? Ia akan mengantarnya ke rumahnya untuk berkemas karena nenek sudah menunggunya. Xixi merasa kalo itu terlalu cepat dan ia belum berkemas-kemas.

Xicheng mengatakan kalo Xixi nggak perlu menyiapkan apapun. Ia hanya perlu datang ke sisinya. Eh kok salah bicara. Maksudnya ia akan menyiapkan semuanya. Xixi nggak mau. Atas dasar apa Xicheng mengatakannya? Xicheng mendekat dan mengingatkan kalo ia adalah pacarnya. Xixi nggak mau kalah dan ikut mendekat. Ia mengingatkan kalo ia hanya pacar kontrak. Saling dekat membuat keduanya merasa nggak nyaman dan kemudian saling menjauh.

foto : IQIYI

Situ yang habis minum nggak bisa mengemudi dan sedang menunggu sopir pengganti. Siapa sangka ternyata sopir itu adalah An’an. Nggak mau menjadi sopirnya, An’an pun nyuruh Situ untuk membatalkan pesanannya tapi Situ nggak mau. Mereka berebut ponselnya Situ dan membuat Situ nggak sengaja menyentuh bagian tubuh An’an.

Ada mobil yang lewat. Situ yang mau menyelamatkan An’an refleks menarik rambutnya untuk menyelamatkannya. Ternyata itu adalah rambut palsu. An’an botak. Situ menggunakannya untuk mengejek An’an. Lah mereka malah jadi kejar-kejaran. Akhirnya pesanan Situ dikonfirmasi dan dengan sangat terpaksa An’an pun menjadi sopir pengganti Situ.

foto : IQIYI

Xixi sudah selesai berkemas. Ada 2 koper. Xicheng medekat ke Xixi dan membantunya membawa kopernya.

Di jalan An’an sengaja berhenti mendadak dan membuat itu terantuk ke depan. An’an menyalahkan Situ yang nggak memakai sabuk pengaman. Situ kesal dan mau memberi penilaian buruk. An’an nggak terima dan pindah ke bangku belakang. Ia mau mengambil ponsel Situ tapi malah nggak sengaja mencium Situ. Gegara itu keduanya kembali bertengkar sampai An’an mau meninggalkannya.

foto : IQIYI
foto : IQIYI

Xixi sampai di kamarnya Xicheng. Hanya ada satu tempat tidur di sana dan Xicheng nyuruh Xixi untuk tidur di sofa. Katanya karena ia pihak pertama. Xixi nggak terima dan Xicheng malah menyuruhnya untuk mengembalikan depositnya maka Xixi boleh tidur di tempat tidur.

Akhirnya Xixi mengalah. Dan saat ia berbalik tanpa sengaja ia malah menjatuhkan alat keamanan dari An’an. Xicheng mengambilnya. Ada semprotan serangga dan… Eh malah kesetrum. Xixi mengambilnya dan pura-pura bingung kenapa barang itu ada padanya… Xicheng menenangkan kalo ia akan mencari kasur nanti dan nyuruh Xixi untuk tidur di sofa untuk sementara. Ia akan mandi dan berpesan agar Xixi jangan menyentuh barang-barangnya terutama yang ada di lemari.

foto : IQIYI

Xixi mau membongkar kopernya tapi nggak jadi. Ia menemukan banyak remote di sofa dan mengambil salah satu untuk menyalakan tv, lah malah membuka tirai. Ia mengambil remote yang lain malah menyalakan pemutar musik. Ia mengambil yang lain lagi tapi malah memadamkan lampu.

Xicheng yang sedang mandi keluar untuk melihat yang terjad. Xixi menyalakan lampu kembali dan kaget lihat Xicheng nggak pakai b#ju tepat ada di depannya. Ia mau mendorongnya tapi malah menyentuhnya. Ia memejamkan matanya dan berbalik. Xicheng melihat Xixi akan menabrak dinding dan melindungi kepalanya dengan tangannya.

Bersambung…

Anysti