Time to Fall in Love Ep 15

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Time to Fall in Love Episode 15, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca episode sebelumnya disini.

foto: iqiyi

Situ kembali mengatar An’an. Ia menyombongkan apa yang sudah ia lakukan tadi. An’an menarik dasi Situ dan memberitahu kalo bukan Situ yang punya banyak kelebihan tapi dirinya.

Kaki Xixi terluka dan Xicheng menggendongnya sampai tempat tidur. Xixi mau tidur di sofa tapi Xicheng melarang. Xixi lalu minta Xicheng untuk mengambilkannya kotak obat. Xicheng pikir kaki Xixi masih sakit tapi Xixi bilang kalo itu untuk Xicheng.

foto: iqiyi

Xixi nangis begitu melihat lukanya Xicheng. Apalagi saat Xicheng berbohong kalo ia nggak papa. Ia merasa kalo itu adalah salahnya. Xicheng memberitahu kalo Xixi adalah tanggung jawabnya. Ia yang membawanya ke rumahnya dan ia juga yang memasukkannya ke perusahaan. Kelak, kalo ada apa-apa dengannya, Xixi harus mengingat dirinya. Xixi mengiyakan. Ia melanjutkan mengobati Xicheng sambil meniupnya.

Malamnya Xicheng tidur di sofa. Xixi memaggilnya karena nggak bisa tidur. Akhirnya Xicheng menemaninya dengan duduk di sampingnya. Xixi langsung tidur di atas tangan Xicheng. Xicheng jadi nggak enak mau menarik tangannya.

foto: iqiyi

Paginya suasana terasa canggung karena semalam mereka tidur bersama. Xixi yang menyadari kalo ia tiduran di tangannya Xicheng merasa nggak enak. Tangannya pasti sakit. Xicheng membantah dan menyombongkan kalo ia seorang pria. Ia lalu keluar untuk membuat saapan. Dan sesampainya di luar ia merasa kalo tangannya sangat sakit.

Di kamar Xixi melihat kalo cuaca sangat cerah. Alangkah baiknya kalo setiap hari seperti itu. Mendak ayahnya menelpon dan memintanya untuk datang karena Jinxi sudah lama nggak mengunjunginya. Ayah juga memnita agar ia datang dengan Xicheng. Kalo mereka nggak datang maka ayah yang akan menemui mereka di perusahaan.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Jinxi dan Xicheng akhirnya datang. Ayah dan ibu tirinya sudah menunggu di depan rumah. Ibu berpesan pada ayah agar mengajak Xixi untuk berfoto untuk membuktikan kalo Xicheng beneran menantu mereka. Sampai di dalam Xicheng melihat kalo Xixi merasa nggak nyaman. Ia juga melihat kalo di sana nggak ada satupun foto Xixi. Ibu dan ayah datang meminta berfoto.

Xixi nggak mau dan meu pergi tapi ayah melarang. Akhirnya ayah menerima kalo Xixi nggak mau berfoto. Sedang ibu sepertinya marah dan langsung pergi. Ayah memanggil Xixi dan mau memperlihatkan sesuatu. Ayah menunjukkan kamar Jinxi yang masih sama padahal ia sudah lama nggak pulang. Karena itulah ayah memintanya untuk berinvestasi. Dan saat Xixi menolak karena ia nggak punya uang sebanyak itu, ayah malah menyuruhnya untuk meminta sama Xicheng. Xixi tetap nggak mau. Ayah lalu mengancamnya dengan akan membongkar identitasnya pada Xicheng. Ternyata ayah sudah mengenalinya sejak pertama ketemu tadi. Secara Jinxi nggak pernah memanggilnya ayah setelah pergi dari rumah.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xicheng datang karena Xixi dan ayah nggak kembali. Ia lalu mengajak Xixi untuk pulang. Dalam perjalanan pulang Xixi terus diam. Xicheng lalu mengajaknya ke suatu tempat dulu sebelum pulang. Tempat yang dimaksud adalah laut. Ia merasa kalo Xixi sedang sedih dan itu terlihat dari wajahnya.

Xixi berharap mereka bisa terus seperti itu. Menatap langit dan laut sambil bicara. Ia harap kelak mereka bisa terus seperti itu. Saling bicara dan menjelaskan. Jangan bertengkar, berbalik dan meninggalkan. Xicheng pikir Xixi masih membicarakan tentang Nangong dan menekankan kalo Nangong bukanlah pacarnya. Xixi memberitahu kalo itu bukan tentang Nangong tapi tetang mereka.

foto: iqiyi
foto: iqiyi
foto: iqiyi

Miqi ke departemen desain dan melihat kalo Nangong dan Xixi nggak ada. Karyawan di sana bilang kalo Nangong sedang sakit sedang Xixi nggak tahu kemana. Miqi melihat jadwal dan menemukan kalo Xixi sedang bekerja di luar. Ia menyerahkan pekerjaan dan minta mereka untuk nggak bicara seenaknya.

Xixi sedang bersama An’an dan mendengarkan curhatnya tentang SItu. Selama ini Situ selalu menemaninya tapi nggak pernah menyatakan perasaannya. Padahal sikapnya sudah sangat jelas. Ia lalu minta Xixi untuk menelpon Situ dan bicara dengannya. Situ lalu datang dan menemmui Xixi. Xixi menanyakan perasaannya terhadap An’an. Situ mengaku kalo ia hanya ingin menemani An’an karena nggak mau An’an membencinya lagi.

Xixi langsung ke intinya dan bertanya apa Situ menyukai An’an? Situ langsung membenarkan. Dan ternyata An’an ada di belakangnya. Ia mengeluhkan Situ yang nggak pernah mengungkapkannya. Ia lalu menyatakan perasaannya kalo ia mencintai Situ dan memintanya untuk selalu bersamanya. Situ langsung menerimanya. Ia memonyongkan mulutnya minta dicium. An’an merasa malu jadinya Situ hanya memeluknya. An’an lalu mengungkit tentang tiket pameran. Situ lalu mengajak An’an untuk ke sana sekarang juga. Sebelum pergi, ia ngasih tahu Xixi kalo ulang tahun Xicheng lusa.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xixi sudah menyelesaikan desainnya dan memilih kue untuk Xicheng. Setelahnya ia lalu pulang. Anginnya sangat kencang. Ia lalu mengirim pesan pada Xicheng agar jangan pulang terlalu malam. Xixi lalu pergi berbelanja. Saat mau pulang ia melihat Nangong sedang bersama Fu Boya. Nangong yang mabuk melihat jam tangannya yang katanya dari Xicheng dan ia sudah memakainya selama 7 tahun.

Fu Boya mengingatkan kalo itu bukan dari Xicheng. Nangong membenarkan. Ia merasa frustasi karena nggak ada dirinya di hati Xicheng. Ia lalu melepasnya dan membuangnya. Setelahnya ia malah menangiskarena sudah kehilangan jam yang sudah dipakainya selama 7 tahun. Ia pun mencarinya bersama Fu Boya dan akhirnya menemukannya.

Nangong melihat Xixi dan menghampirinya. Ia mengatakan kalo selamanya Xixi nggak akan tahu masa lalu Xicheng. Ia nggak akan pernah tahu isi hati Xicheng dan rahasia yang disimpannya. Terakhir Nangong mendorong Xixi sampai belanjaannya jatuh dan ia pun tertawa melihatnya.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Sesampainya di rumah Xixi masih kepikiran dengan apa yang Nangong katakan sampai ia meyakinkan dirinya kalo Nangong hanya asal bicara. Ia lalu menyiapkan makanan untuk menyambut Xicheng yang hari ini berulang tahun. Dan saat menyiapkan kue ia kebali merasa aneh dengan kebiasaan Xicheng yang terobsesi dengan angka ganda. Dan saat mencari korek, secara nggak sengaja ia menemukan kotak yang berisi foto dua anak laki-laki. Siapa anak itu? Ia yang terkejut dengan kepulangan Xicheng nggak sengaja menjatuhkannya.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like