Time to Fall in Love Ep 14

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Time to Fall in Love Episode 14, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca episode sebelumnya disini.

foto: iqiyi

Xixi yang berpikir kalo Nangong adalamantan pacar Xicheng memintanya untuk menyelesaikan masalah mereka baru menemuinya. Dan saat Xicheng membantah kalo Nanging bukanlah mantan pacarnya, Xixi pun memberinya waktu untuk menyelesaikan masalah di antara mereka dan ia akan menunggu.

Xicheng setuju. Ia meminta Xixi untuk fokus bekerja dan ia akan mengurus sisanya. Setelah berpikir, Xicheng lalu menelpon Nangong dan memintanya untuk bertemu karena ada yang mau ia bicarakan. Nangong mau ke kantornya tapi dilarang. Itu adalah sesuatu yang nggak bisa dibicarakan di kantor. Ia meminta Nangong untuk menentukan waktu dan tempatnya.

foto: iqiyi

Fu Boya masuk ke mobil yang sama dengan Nangong dan memberinya beberapa barang dari teman Nangong yang sekaang sudah pindah ke luar negeri. Nangong hanya mengambil satu barang. Katanya itu adalah masa mudanya. Ia juga minta Fu Boya untuk memesan restoran yang agak berbeda dan yang penting tenang. Beberapa hari lagi ia akan ke sana bersama seseorang untuk membicarakan sesuatu yang penting. Fu Boya menebak kalo yang dimaksud adalah Xicheng. Nangong hanya tersenyum dan nggak menjawab.

Xixi masih bekerja padahal hari sudah malam. Ia meyakinkan diri sendiri kalo ia bisa melakukannya.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Miqi memergoki karyawan yang membicarakan tentang Xixi yang semalam lembur sampai nggak pulang. Xixi sendiri sedang tidur di mejanya. Nangong membangunkannya dan memberinya pekerjaan dan menyuruhnya untuk mencocokkannya dengan pergi ke pabrik sore nanti.

Xixi pergi dengan naik bus. Sebelum bus datang ia mengirim pesan pada Xicheng kalo ia pergi ke lluar untuk urusan pekerjaan. Xicheng berpesan agar telponnya selalu bisa dihubungi. Ia akan menjemputnya kalo terlalu malam. Xixi nggak sempat menjawab karena busnya sudah datang. Nangong mengirim lokasi pertemuan mereka nanti malam.

Situ menjemput An’an yang sudah selesai bekerja. An’an yang mengambil tisu di mobil Situ nggak sengaja menemukan tiket pertunjukan. Karena nggak mau Situ tahu kalo dirinya sudah tahu, An’an pun pura-pura nggak melihat apa-apa.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xixi sudah menyelesaikan pekerjaannya dan meninggalkan pabrik pada malam harinya. Karena sudah nggak ada bus lagi, ia pun memsan taksi untuk pulang. Nggak lama kemudian taksinya datang dan ia pun segera naik.

Xicheng ke restoran dan menunggu Nangong untuk menyelesaikan masalahnya. Nangong datang dengan mengenakan gaun putih. Nangong menghampiri Xicheng dan menyapanya. Ternyata Nanging sengaja memakainya karena itu adalah pemberian Xicheng. Xicheng membantah. Ia memberitahu kalo itu pemberian teman-teman juga untuk ulang tahunnya. Nangong seperti kecewa. Seakan nggak cukup, Xicheng melanjutkan kalo mereka dekat karena semua ingin menjaga Nangong yang saat itu satu-satunya anggota perempuan di klub astronomi.

Nangong mendekat. Sambil nangis ia bilang kalo harusnya ia yang ada di hatinya Xicheng. Xicheng yang nggak ingin hanya bisa meminta maaf.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xixi menyadari kalo ia salah naik taksi karena taksi yang ia pesan mengirim pesan dan masih menunggunya di tempat semula. Karena sudah terlalu jauh, sopir taksi menyarankan agar mereka membatalkan pesanan satu sama lain.

An’an dan Situ sudah sampai. An’an seperti nunggu banget Situ mengajaknya ke pameran tapi Situ nggak berani bilang bahkan sampai An’an turun dari mobilnya.

Tangan Nangong sampai gemetar. Ia bangkit dan marah ke Xicheng. Selama ini ia ke luar negeri mengandalkan diri sendiri agar bisa berada di sampingnya tapi Xicheng malah nggak menyukainya. Ia nggak akan pernah mempercayainya. Fu Boya nggak sengaja lewat dan mendengar kemarahan Nangong.

foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xixi terbangun dan menyadari kalo ia nggak dibawa ke kota. Sopirnya bilang akan mengantarnya kalo waktunya sudah tiba. Xixi berusaha untuk mengambil kemudi dan minta sopir untuk berhenti. Ia lalu turun dan menelpon An’an sambil berlari. An’an kembali pada Situ dan memberitahukan kalo Xixi sedang dalam bahaya.

Situ lalu mencoba menemui Xicheng tapi dihalangi sama Fu Boya. Sampai Fu Boya mendengar kalo itu soal nyonya bos. Ia pun membiarkan Situ untuk masuk. Xicheng langsung pergi setelah mendengarnya. Nangong mencegah dan hal itu membuat Fu Boya berpikir kalo ia lah dalangnya. Sambil tertawa Nangong membenarkannya.

Xixi bersembunyi dibalik kontainer saat Xicheng menelpon dan memintanya untuk mengirimkan lokasinya. Setelah selesai, sopir itu datang dan mengambil ponsel Xixi sedang Xixi melarikan diri. Mendengar teriakan Xixi membuat Xicheng makin khawatir dan mempercepat laju mobilnya.

foto: iqiyi
foto: iqiyi
foto: iqiyi

Xixi kembali bersembunyi. Ia menutup mulutnya dan berusaha nggak membuat suara. Akhirnya orang itu menemukannya. Dan sebelum mia sempat menyakitinya mendak lampu menyala. Xicheng datang dan berjalan mendekat. Ia mengancam akan memenjarakan orang itu kalo ia berani melangkah selangkah lagi. Karena ketakutan, akhirnya pria itu kabur.

Situ dan An’an mengejarnya sementara Xicheng mendatangi Xixi. Xixi nangis akhirnya ia selamat. Xicheng merasakan sesuatu dan merelakan dirinya untuk melindungi Xixi dari beberapa kotak yang jatuh dari atas. Melihat Xicheng terluka membuat Xixi nangis lagi. Xicheng mengaku nggak papa dan mengungkit apa yang ia katakan kalo ia akan datang dan menyelamatkannya.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like