The Road : The Tragedy of One Ep 9 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 9 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Diiluar, pengacara Jung Wook masih menelpon.

Seok Hoon menanyai Jung Wook.

Seok Hoon : Jadi, kau meninggalkan rumah putih dan menemukan Jun Yeong, benarkah itu?

Jung Wook : Kami menggeledah rumahnya, tapi dia tidak ada di sana. Lalu, aku bermain-main dan tidur. Sekitar satu jam kemudian, aku bangun dan mencarinya lagi.

Seok Hoon : Se Ra bersamamu?

Jung Wook : Ya.

Seok Hoon : Lalu?

Jung Wook : Aku berkendara saat sesuatu melompat ke depanku. Listrik padam dan…

Tiba-tiba pengacara Jung Wook datang dan menegur Seok Hoon karena menanyai kliennya tanpanya.

Pengacara lantas melarang Jung Wook mengatakan sesuatu.

Jung Wook : Aku tidak bisa hancur sendiri karena masalah ini.

Pengacara lalu membisikkan sesuatu ke Jung Wook.

Jung Wook tertawa, sial! Aku hampir mengatakan hal bodoh.

Seok Hoon marah, Seo Jung Wook!

Jung Wook : Aku tahu apa ini. Interogasi yang menindas. Menurutmu aku bodoh? Pengakuan palsu? Aku tidak akan melakukannya. Tidak akan. Selain itu, aku tidak ingat lagi. Tidak ada yang lain.

Jung Wook kemudian nangis.

Di ruang interogasi, Se Ra meminjam ponsel pengacaranya.

Dia melihat berita penangkapan Anggota Dewan Hwang.

Se Ra : Sepertinya kesepakatan batal.

Dia juga membaca berita soal Kyung Sook yang mengundurkan diri sebagai CEO Galeri Jegang.

Se Ra : Ayah ingin memperbaiki keadaan. Aku harus menyelamatkan diriku. Berbohong saat interogasi sangat tidak baikkah?

Pengacara : Tidak juga.

Se Ra : Ada kamera di sini, jadi, aku tidak bisa menelepon secara langsung. Sampaikan pesan kepada Cha Seo Young. Aku ingin memeriksa apakah persekutuan kami kuat.

Yeo Jin menemui Seo Young yang lagi bekerja di ruang meeting.

Yeo Jin : Kau lebih aktif daripada dugaanku.

Seo Young : Aku menyukainya. Ini bukan apa-apa dibandingkan yang diberikan kepadaku.

Yeo Jin : Aku akan lebih sibuk hari Senin nanti. Tidak apa?

Seo Young : Aku tidak peduli siapa pelakunya. Aku hanya ingin ini segera berakhir.

Yeo Jin : Aku mengerti. Kukira setidaknya begitu. Aku akan merasakan hal yang sama jika menjadi dirimu.

Ponsel Seo Young berbunyi.

Dan Seo Young langsung pergi.

Seo Young menjawab teleponnya di pintu darurat.

Seo Young : Itu yang dikatakan Se Ra? Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?

Pengacara : Aku tidak bisa memberitahumu hal lain. Hak istimewa pengacara dan klien.

Seo Young : Kau mengambil uangku untuk setia kepada orang lain?

Pengacara : Dia bilang kau akan tahu jika aku menyebutkan botol pil.

Mendengar itu, Seo Young pun kaget dan pusing.

Seo Young lalu berpikir sejenak.

Kyung Sook dan Moon Do tengah merapikan pakaian mereka.

Lalu ponsel Kyung Sook berbunyi. Telepon dari Seo Young.

Seo Young : Sudah lama kita tidak bicara, Direktur. Ini Cha Seo Young.

Kyung Sook : Haruskah kau menghubungiku sekarang? Ada apa, Bu Cha?

Seo Young : Aku akan langsung ke intinya. Kau akan dipenjara menggantikan putramu?

Kyung Sook : Kau menjaga putri tirimu. Aku tidak tahu kau peduli kepada anakmu seperti aku.

Seo Young : Bukan hanya itu yang tidak kau tahu. Interogasinya berakhir besok. Jika kau setuju, Se Ra bilang dia akan menceritakan kisah yang sama.

Kyung Sook : Apa yang dia inginkan?

Seo Young : Katakan saat kau tiba, Se Ra tidak di sana lagi.

Kyung Sook : Dia ingin memanfaatkanku untuk lolos sepenuhnya? Bagiku, tawaran ini tidak bisa kutolak jika bisa menyelamatkan putraku.

Seo Young : Kalau begitu, semoga berhasil.

Pembicaraan selesai.

Kyung Sook : Satu lagi yang buta dan bodoh.

Jang Ho melamun di kamar rumah sakitnya.

Lalu tak lama, dia menatap pantulan wajahnya di kaca jendela.

Jang Ho tersenyum pahit, dan teringat Eun Ho.

Eun Ho : Kau akhirnya mendapatkan peran utama dalam musikal?

Jang Ho : Jauh lebih baik dari itu.

Jang Ho kemudian ingat saat Mi Do bilang dia hamil.

Jang Ho : Terima kasih, Eun Ho-ya.

Eun Ho : Kau sesenang itu?

Jang Ho : Aku akan sangat baik kepadamu. Aku mencintaimu.

Mi Do di jalanan. Dia menunggu untuk menyebrang, bersama pejalan kaki lain.

Saat lampu berubah hijau, Mi Do tak ikut menyebrang seperti yang lain.

Soo Hyun pulang dan langsung bertemu Eun Soo.

Eun Soo : Aku tidak peduli apa itu. Katakan apa saja. Apa pun yang ingin kau katakan.

Soo Hyun : Aku juga tidak tahu. Mulai dari mana atau apa yang harus dikatakan. Aku menerima panggilan dari hotel.

Soo Hyun mengembalikan kunci mobil Eun Soo.

Sontak Eun Soo kaget dan gemetar mengambil kunci mobilnya dari tangan Soo Hyun.

Eun Soo mau menjelaskan, tapi lidahnya kelu.

Eun Soo lantas mengatakan dia gak mengerti kenapa keadaan mereka bisa serumit itu.

Soo Hyun : Berhenti. Cukup. Jangan katakan apa pun sekarang.

Eun Soo : Aku berharap kau tidak akan terluka lagi.

Mendengar ucapan Eun Soo, Soo Hyun kaget.

Soo Hyun lantas berbalik dan beranjak pergi meninggalkan Eun Soo yang mulai menangis di belakangnya.

Soo Hyun di perjalanan.

Sambil menyetir, dia menatap cincin kawinnya.

Lalu Jae Yeol menghubunginya.

Jae Yeol : Periksa surelmu. Kau tahu foto-foto mobil yang Park Sung Hwan kirim ke perusahaan asuransinya setelah kecelakaan itu? Aku dapat yang asli dari mereka. Dia mengirim banyak. Dia masih punya stiker “Belajar mengemudi” dari 10 tahun lalu. Ingat itu? Pernah ada liputan. Park Sung Hwan memakainya dan mengemudi seperti orang gila. Astaga. Kukira dia baik-baik saja dengan kegigihan itu, tapi…

Soo Hyun : Aku tahu.

Jae Yeol : Semua orang gempar karena Anggota Dewan Hwang. Kenapa kau ingin melihat ini? Menurutmu dia tidak melakukannya?

Soo Hyun : Pria di foto terakhir adalah Oh Jang Ho.

Jae Yeol kaget, Oh Jang Ho yang itu?

Soo Hyun : Ya.

Jae Yeol : Orang yang terlibat kecelakaan mobil dengan Park Sung Hwan yang saat itu mengikutimu di hari penculikan adalah dia? Aneh. Dia mengamuk mencari Yeon Woo belum lama ini.

Soo Hyun : Akan kukabari usai menggalinya.

Jae Yeol : Baiklah. Selain itu, fail aslinya… Lupakan saja. Kita bisa membicarakannya besok. Aku akan melihat apa yang terjadi dan meneleponmu kembali.

Soo Hyun : Baiklah.

Selesai bicara dengan Jae Yeol, Soo Hyun memeriksa foto-foto yang dikirim Jae Yeol ke e-mailnya.

Foto-foto kecelakaan itu. Ada foto Jang Ho dan Mi Do disana sebagai penabrak mobil Sung Hwan.

Eun Soo mengambil mobilnya di parkiran hotel.

Dia masuk ke mobilnya, lalu berniat memeriksa kamera blackbox nya.

Tapi tak berani.

Dia lalu memukul2 setir mobilnya dan menangis hebat.

Kyung Sook menemui 3 pria di ruangan kerja Gi Tae.

Gi Tae duduk di balik meja kerjanya, membelakangi Kyung Sook.

Kyung Sook menandatangani berkas yang disodorkan salah satu dari pria itu.

Itu adalah berkas soal hak manajemen dan saham.

Kyung Sook membacanya, kelihatannya bagus.

Gi Tae : Tanda tangani Perjanjian Kerahasiaan itu.

Kyung Sook menandatangani perjanjian itu.

Setelah itu, 3 pria itu pamit dan beranjak pergi.

Gi Tae memutar kursinya, berbalik menatap Kyung Sook.

Gi Tae : Saham Jung Wook akan diterbitkan begitu artikelnya dirilis. Warisan awal yang kau minta juga.

Kyung Sook : Di malam penculikan, saat melihatmu menegosiasikan harga untuk cucumu, kukira kau iblis. Tapi aku belajar dari pengalaman. Menegangkan juga membuat kesepakatan dengan memanfaatkan anakku. Aku bisa ketagihan dengan ini.

Gi Tae : Jika kau tidak mengakhirinya di sini, penjara akan menjadi kuburanmu.

Kyung Sook : Aku benar-benar akan dipenjara?

Gi Tae : Aku tidak bisa membuat ibu dari anakku dipenjara.

Kyung Sook : Rumah sakit lebih baik daripada penjara. Aku juga bisa sering bertemu Jung Wook.

Gi Tae : Dia tidak akan berada di Korea untuk sementara.

Mendengar itu Kyung Sook kaget tapi dia mencoba tenang dan mendoakan Gi Tae berumur panjang.

Kyung Sook kemudian pergi.

Moon Do mengantarkan Kyung Sook.

Kyung Sook : Saat kembali, kurasa aku akan tinggal di rumah sebelah sana. Aku suka lokasinya. Ini bukan akhirnya. Kita akan bertemu lagi.

Moon Do : Semoga berhasil.

Kyung Sook : Jangan mati sebelum saat itu tiba.

Giliran Nam Kyu yang datang menemui Gi Tae.

Gi Tae : Tidak ada seorang pun di Korea yang selamat setelah mengambil uang dariku. Kau pasti sangat gelisah. Kau benar-benar pria sejati seperti yang terlihat. Hwang Tae Seob menangkapmu mengambil uang dariku dan memerasmu selama ini. Bagaimana jika aku menyingkirkan beban itu untukmu? Aku juga akan menutupi perbuatan putrimu. Soal mengambil uangku, mari kita anggap impas dengan pengunduran dirimu sebagai presdir.

Nam Kyu : Apa yang harus kulakukan?

Gi Tae : Kau sudah memutuskan harus mengatakan apa selama interogasimu?

Nam Kyu pun menghadap Seok Hoon.

Nam Kyu : Aku tidak melihat Anggota Dewan Hwang malam itu.

Seok Hoon : Benarkah?

Nam Kyu : Itu yang sebenarnya. Benar aku membantu para petinggi dengan investasi mereka. Dia juga memang salah satu klienku, tapi pada hari kejadian itu menimpa anakku, aku bepergian untuk bekerja.

Seok Hoon : Terima kasih. Maaf karena membuatmu sering datang ke sini.

Nam Kyu : Menurutmu, Anggota Dewan Hwang adalah pembunuhnya?

Sontak Seok Hoon kaget dengan pertanyaan Nam Kyu.

Nam Kyu lantas pamit dan pergi.

Young Shin datang.

Young Shin : Choi Se Ra bilang akan memberikan pernyataan tentang hari penculikan.

Seok Hoon menemui Se Ra di ruang interogasi.

Se Ra bercerita.

Se Ra : Jung Wook mengemudi, lalu seseorang tiba-tiba melompat ke depan mobilnya. Kemudian terjadi pemadaman listrik.

Flashback…

Kyung Sook terkejut melihat tubuh Seok Pil yang terkapar di depannya.

Kyung Sook tak sendiri, tapi ada Jung Wook dan Se Ra juga disana.

Flashback end…

Se Ra : Tapi kami tidak menabrak orang itu. Ternyata dia ditabrak mobil Direktur Bae.

Seok Hoon menunjukkan foto Seok Pil.

Seok Hoon : Inikah orangnya?

Se Ra : Ya. Lalu, aku melarikan diri karena takut. Aku pulang dan sakit semalaman. Soal ponselnya, aku menemukannya di jalan dan langsung membawanya.

Seok Hoon : Kenapa kau tidak melapor ke polisi?

Se Ra : Itu kali pertamaku melihat jasad manusia. Aku jelas sangat panik.

Seok Hoon : Kau tampak cukup tenang saat bersepakat dengan Pimpinan Seo.

Se Ra : Saat itu, aku harus waspada. Jika gagal masuk kuliah, aku harus memulai hidupku dengan kegagalan. Aku tidak bisa membiarkannya terjadi.

Seok Hoon : Menurutmu tidak apa-apa memulai hidupmu dengan kebohongan?

Se Ra : Bukankah kita semua berbohong? Menurutmu kau berbeda?

Mendengar itu, Seok Hoon pun terdiam.

Kyung Sook datang ke kantor polisi. Dia langsung disambut puluhan reporter.

Para reporter ingin tahu alasan kedatangan Kyung Sook ke kantor polisi.

Kyung Sook membuka kacamatanya dan berdiri dengan wajah pede di depan mereka semua.

Tak lama, Seok Hoon dan Young Shin keluar.

Young Shin langsung membawa Kyung Sook masuk.

Seok Hoon terdiam menatap Kyung Sook.

Se Ra hendak masuk mobilnya dan melihat Kyung Sook.

Dia tersenyum, lalu masuk ke mobil.

Se Ra bilang, itu waktu yang tepat.

Ternyata, Nam Kyu juga disana. Dia datang menjemput Se Ra.

Nam Kyu : Berapa banyak yang kau tahu?

Se Ra : Dia tidak memberitahumu?

Nam Kyu ; Apa maksudmu?

Se Ra : Anggota keluarga kita harus lebih sering mengobrol. Sudah berakhir sekarang. Mungkin juga tidak. Mungkin butuh lebih banyak waktu untuk mengakhirinya.

Se Ra memakai kacamata hitamnya dan mulai menjalankan mobilnya.

Dia yang menyetir.

Seok Hoon bersama Kyung Sook di ruang interogasi.

Kyung Sook : Aku sangat marah setelah memeriksa wasiatnya.

Seok Hoon : Kenapa?

Kyung Sook : Karena namaku tidak tertulis di sana. Putraku juga hanya mendapatkan sedikit warisan. Aku mengemudi ke rumah Pimpinan untuk menanyakannya, tapi tiba-tiba, terjadi pemadaman listrik. Aku keluar dari mobilku dan seseorang tewas. Aku menabraknya.

Seok Hoon : Silakan lanjutkan.

Kyung Sook : Aku sangat bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Saat itulah Anggota Dewan Hwang menelepon dan bilang istrinya melihat semuanya.

Seok Hoon : Bagaimana istrinya bisa menyaksikan kejadian itu?

Kyung Sook : Entahlah. Dia selalu tertarik dengan urusan keluarga kami. Dia menawarkan untuk mengurus jasadnya untukku. Sampai saat itu, aku bahkan tidak tahu siapa orang itu. Aku baru tahu setelah menonton berita.

Seok Hoon : Lalu?

Kyung Sook : Anggota Dewan Hwang muncul bersama pria lain dan mengambil jasad itu. Seperti yang kau tahu, aku membuang mobilku setelah itu. Itu saja.

Seok Hoon : Entah kenapa, semuanya terdengar dibuat-buat.

Kyung Sook : Buatan atau bukan, hasilnya masih cukup jelas.

Seok Hoon lalu menerima pesan, kalau DNA Jun Yeong ditemukan di mobil Anggota Dewan Hwang.

Seok Hoon pun semakin merasa buntu.

Di ruang interogasi terpisah, Anggota Dewan Hwang menyangkal membunuh Jun Yeong.

Seok Hoon kembali ke ruangannya dan menyuruh Young Shin meminta surat penangkapan untuk Anggota Dewan Hwang dan Kyung Sook.

Young Shin senang kasus yang mereka tangani sudah selesai!

Young Shin : Inilah yang disebut investigasi kilat. Menurutmu kita akan dipromosikan?

Tapi Seok Hoon diam saja.

Young Shin : Ada apa?

Seok Hoon : Semuanya berakhir terlalu cepat.

Young Shin : Apa masalahnya?

Seok Hoon : Seolah-olah semua orang menyetujui cerita yang sama. Aneh sekali semua pernyataan mereka cocok seperti teka-teki.

Young Shin : Pak, kau harus belajar memuji diri sendiri atau kau bisa memujiku saja.

Seok Hoon : Cepat minta surat perintah. Kita mungkin menemukan sesuatu yang lebih selama interogasi.

Young Shin : Astaga, kau tidak seru. Omong-omong, di mana kamu pagi ini?

Seok Hoon : Cepat pergi.

Young Shin pun mengajak rekannya pergi untuk meminta surat penangkapan.

Soo Hyun kembali ke apartemen Jang Ho dan Mi Do.

Dia menunggu diluar. Tak lama, Mi Do datang.

Mi Do berhenti Do : saat merasa ada orang di depannya.

Mi Do : Siapa kau?

Soo Hyun : Aku Baek Soo Hyun. Bisa kita bicara sebentar? Maaf atas kunjungan mendadak ini.

Mi Do marah, jika menyesal, kenapa kau datang? Apa lagi yang kau inginkan setelah perbuatanmu kepada Jang Ho?

Soo Hyun : Jika kau tahu apa yang terjadi, aku akan langsung ke intinya. Pada hari kejadian, kau bersamanya saat dia mengalami kecelakaan mobil, bukan?

Mi Do : Kasar sekali kau. Kenapa menanyakan itu kepadaku jika kau sangat yakin bahwa Jang Ho pelakunya?

Soo Hyun : Kau bisa membantuku membuktikan bukan dia pelakunya. Aku akan minta maaf atas kelancanganku setelah ini berakhir. Tolong katakan semua yang kau ingat.

Mereka pun pergi ke kedai kopi.

Mi Do mengatakan yang dia ingat.

Mi Do : Itu area terpencil. Jadi, hampir tidak ada mobil atau orang lain. Hari itu hujan turun, aku bisa mencium aroma rumput dan tanah. Aku juga mencium bau bensin lama. Itu mengingatkanku akan bermain-main di taman bermain saat kecil.

Soo Hyun : Bagaimana kau tahu hal semacam itu jika tidak bisa melihat?

Mi Do : Ada hal-hal yang kutahu meski tidak bisa kulihat.

Soo Hyun : Kenapa mengambil rute itu? Akan lebih cepat lewat jalan utama.

Mi Do : Karena kami menyukai rute itu. Kami biasa berkendara ke sana saat hujan. Kami memarkir mobil di sana dan mendengarkan lagu favorit. Membuat kami merasa tidak ada orang lain di dunia ini selain kami. Malam itu, aku memintanya mengajakku ke sana, tapi tiba-tiba, terjadi kecelakaan. Kurasa dia kesulitan mengemudi karena hujan. Dia sedang belajar mengemudi. Mereka mulai berteriak dan aku takut. Pada akhirnya, Jang Ho menyetujui persyaratannya untuk mengakhirinya.

Soo Hyun : Tunggu. Kaumendengar mobil lain atau suara orang?

Mi Do : Tidak. Hanya kami. Kami menghubungi perusahaan asuransi, lalu kami pulang.

Soo Hyun : Kalau begitu, ada yang mengunjungimu di rumah atau saat kau tidur, apakah dia meninggalkan rumah?

Mi Do : Tidak. Dia bersamaku sampai pagi. Jika ingin memastikan Jang Ho adalah pelakunya. kenapa kau repot-repot mendatangiku?

Soo Hyun : Kau berbohong untuk melindunginya?

Mi Do : Mengenai Yeon Woo. Aku tahu soal itu. Namun, orang yang akan segera menjadi ayah tidak akan melakukan hal seperti itu. Tidak akan pernah.

Mi Do berdiri. Dia berbicara sambil menatap Soo Hyun, seolah bisa melihat Soo Hyun.

Mi Do : Lebih dari selusin orang melihat Jang Ho malam itu. Kau pasti sudah bicara dengan mereka. Alasanmu sangat mencurigainya adalah karena Eun Soo, bukan?

Soo Hyun ikut berdiri, kau tahu apa?

Mi Do : Aku memercayai Jang Ho dan menunggunya. Apakah kau menunggu istrimu atau justru sebaliknya?

Mendengar itu, Soo Hyun terdiam.

Mi Do pun pergi.

Eun Soo ke gereja.

Jang Ho bersiap meninggalkan rumah sakit.

Jang Ho menatap wajahnya di cermin dan terigat kata-kata Mi Do.

Mi Do : Bisakah kau menjanjikan satu hal padaku? Kau tidak perlu mencintaiku. Selama sisa hidupku, maukah kau terus menjadi mataku? Kau bisa pergi jauh, tapi kembalilah kepadaku tanpa terlalu lama. Aku akan selalu menunggumu.

Di kegelapan, Mi Do menunggu Jang Ho di rumah.

Tiba-tiba, dia menoleh ke jendela.

Dan Jang Ho ada di depan apartemennya. Dia menatap apartemennya.

Tak lama, dia beranjak pergi.

Soo Hyun menyetir sambil memikirkan kata-kata Mi Do tadi.

Mi Do : Orang yang akan segera menjadi ayah tidak akan lakukan hal seperti itu. Tidak akan pernah. Alasanmu sangat mencurigainya adalah karena Eun Soo, bukan?

Soo Hyun ke gereja dan melihat ada mobil Jang Ho disana.

Soo Hyun teringat cerita Mi Do tadi.

Mi Do : Malam itu hujan turun. Aku bisa mencium aroma tanaman dan tanah. Aku juga mencium bau minyak lama. Karena aku suka jalan itu. Malam itu juga, aku meminta untuk pergi ke sana.

Soo Hyun terkejut dan bergegas melihat foto-foto kecelakaan Sung Hwan di e-mailnya.

Dan di belakang mobil Sung Hwan, tertempel tulisan ‘belajar mengemudi’.

Soo Hyun kembali teringat cerita Mi Do.

Mi Do : Tapi tiba-tiba, terjadi kecelakaan. Kurasa dia kesulitan mengemudi karena hujan. Dia sedang belajar mengemudi.

Disinilah Soo Hyun sadar, Mi Do tidak buta.

Dan memang benar, Mi Do tidak buta!

Dia menepuk tangannya dan seketika lampu menyala.

Setelah itu, dia beranjak ke kursi meja makan dan menatap foto USGnya.

Lalu dia menyimpan foto USG itu di album dan mulai menulis.

“Tanggal 9 Mei, enam pekan, 67 cm, 120 bpm, harapanku”

Bersambung……

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Summer Guys Ep 5
Read More

Summer Guys Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Summer Guys Episode 5, Lihat gaes, Kalian langsung bisa melihat juga daftar recapnya ada di…