The Road : The Tragedy of One Ep 9 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 9 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Soo Hyun bersiap menembak Jang Ho.

Lalu terdengar suara tembakan.

Adegan berpindah pada Eun Soo yang kaget.

Sementara Seok Hoon masih di perjalanan.

Seok Hoon lalu melihat papan penunjuk jalan menuju Yeongsan.

Seok Hoon heran kenapa Soo Hyun ke Yeongsan.

Jang Ho kesakitan. Peluru yang ditembakkan Soo Hyun ternyata hanya menyerempet paha Jang Ho.

Jang Ho lantas tertawa. Menertawakan Soo Hyun.

Jang Ho : Aku tidak mengira kau akan meleset.

Soo Hyun : Aku tidak akan meleset kali ini.

Jang Ho : Kau setakut itu akan kehilangan Eun Soo?

Soo Hyun : Tutup mulutmu dan jawab pertanyaanku. Kenapa kau di sana saat itu? Kenapa kau merencanakan semua ini?

Jang Ho : Kau pikir aku mencoba menculik Yeon Woo, tapi tidak sengaja mengambil anak lain dan membunuhnya? Ayah macam apa yang cukup bodoh dan tidak mengenali putranya sendiri?

Soo Hyun : Tidak, aku tahu kebenarannya. Kau pelaku kasus ini. Itu sebabnya kau membunuh Park Sung Hwan.

Jang Ho : Kau ingin aku menjadi pelakunya agar bisa menjauhkanku dari Eun Soo.

Soo Hyun : Jangan sebut namanya dengan mulut kotormu.

Jang Ho : Seo Eun Soo, terlalu baik untukmu.

Soo Hyun : Sudah kuperingatkan.

Jang Ho : Menurutmu di mana Eun Soo di hari kau menghilang? Dia bersamaku. Di hotel.

Soo Hyun pun teringat saat dia pulang ke rumah.

Soo Hyun memanggil Eun Soo, yeobo. Eun Soo-ya.

Tapi Eun Soo tak ada di rumah.

Soo Hyun ingat kata-kata Jae Yeol.

Jae Yeol bilang dia menghubungi Eun Soo karena tak bisa menghubungi Soo Hyun.

Jae Yeol : Kau tahu setakut apa aku saat tahu dia juga tak bisa menghubungimu?

Karena kata-kata Jae Yeol, Soo Hyun tak percaya ucapan Jang Ho kalau Jang Ho dan Eun Soo di hotel di hari dia menghilang.

Tapi Jang Ho nya terus aja ngomporin Soo Hyun

Jang Ho : Menurutmu apa yang Eun Soo dan aku lakukan di hotel?

Soo Hyun : Tutup mulutmu.

Jang Ho : Menurutmu apa yang kami lakukan bersama?

Soo Hyun : Kubilang tutup mulutmu!

Jang Ho : Tembak aku. Tembak aku, lalu habisi dirimu sendiri. Menurutmu kau bisa melakukannya? Benarkah?

Jang Ho lantas berdiri dan menatap Soo Hyun.

Jang Ho : Jika akan seperti ini, seharusnya kau mati hari itu. Kenapa kau harus kembali? Karena kau…. karena kau, Eun Soo terluka lagi! Kau membuatnya menangis lagi! Hanya aku yang bisa memberinya ketenangan pikiran. Kau tidak bisa. Kau hanya membuatnya menderita.

Soo Hyun tambah sakit dan marah, berhenti.

Lalu Seok Hoon datang dan melihat Soo Hyun menodongkan senapan ke Jang Ho.

Seok Hoon : Baek Soo Hyun!

Soo Hyun melihat ke Seok Hoon, tapi dia tak peduli dan terus menodongkan senapan ke Jang Ho.

Jang Ho : Sepatunya hilang.

Soo Hyun kaget, apa?

Jang Ho : Kali terakhir aku melihat anak itu.

Soo Hyun lalu mengingat jasad Jun Yeong.

Ya, Jun Yeong memang tidak memakai sepatu.

Soo Hyun kian marah. Kali ini dia tak main-main. Dia benar-benar akan menembak Jang Ho.

Dan sebelum tembakan membunuh Jang Ho, Seok Hoon melompat ke Soo Hyun.

Soo Hyun jatuh bersama senapannya.

Seok Hoon : Lepaskan dia. Kau akan dituntut atas penculikan dan percobaan pembunuhan!

Soo Hyun : Lepaskan aku. Itu dia. Dia pelakunya! Lepaskan aku!

Jang Ho mendadak ketakutan. Dia meminta tolong.

Jang Ho : Aku… Aku tidak tahu apa-apa.

Seok Hoon menelpon, meminta dikirimkan ambulans.

Soo Hyun terus dengan emosinya.

Seok Hoon : Berhenti. Kami sudah menangkap pelakunya. Kami punya semua buktinya!

Soo Hyun : Semua dipalsukan. Kau ditipu!

Jang Ho pun menatap Soo Hyun.

Dia tertawa, ngetawain Soo Hyun.

Soo Hyun dan Seok Hoon berdebat di mobil.

Seok Hoon bahkan sampai memborgol tangan Soo Hyun untuk berjaga-jaga kalau Soo Hyun ngamuk lagi.

Soo Hyun : Dia bilang kali terakhir melihat Jun Yeong, satu sepatunya hilang. Kami tidak pernah menyebutkannya di berita.

Seok Hoon : Puluhan kecelakaan mobil terjadi setiap hari. Kau hampir membunuh seseorang karena ini.

Seok Hoon memegang kertas polis asuransi Sung Hwan ke Soo Hyun.

Soo Hyun : Menurutmu kecelakaan mobil Park Sung Hwan hanya kebetulan atau itukah yang ingin kau percayai?

Seok Hoon pun kesal, sial! Kita mulai lagi. Katakan. Kenapa?

Soo Hyun : Oh Jang Ho adalah ayah kandung Yeon Woo.

Seok Hoon kaget mendengarnya.

Soo Hyun : Dia memiliki motif terkuat. Kami mengadopsi Yeon Woo saat dia masih kecil. Sepuluh tahun lalu, dia menyerahkan hak asuh atasnya demi imbalan uang.

Seok Hoon : Itu alasanmu? Itu sebabnya kau berpikir dia pelakunya?

Soo Hyun : Dia muncul beberapa tahun lalu dan ingin merebut Yeon Woo kembali. Dia juga mengira istriku adalah mendiang istrinya dan terobsesi kepadanya. Kami bahkan mengajukan larangan mendekat. Itu tidak cukup bagimu untuk memercayaiku?

Seok Hoon : Kumohon. Tolong hentikan. Kami menemukan sepatu Jun Yeong di dalam mobil Hwang Tae Seob. Ada jejak diri dan darahnya di mobilnya. Kami bahkan punya bukti bahwa mobilnya sudah diperbaiki!

Soo Hyun : Aku yakin sekretaris itu memberikan pernyataan.

Seok Hoon : Kau sudah tahu?

Seok Hoon menghela nafas.

Seok Hoon : Tidak ada akhirnya.

Soo Hyun : Hwang Tae Seob masuk perangkap. Dia dijebak sebagai penculik palsu.

Seok Hoon : Bisakah kau berhenti berkeras? Dia sudah di tangan kita sekarang. Kenapa kau sangat yakin soal ini? Kau punya bukti? Punya?

Soo Hyun : Bagaimana denganmu? Kau punya alasan lain kenapa harus Anggota Dewan Hwang, bukan? Apakah ini ide Pimpinan Seo juga?

Seok Hoon : Kau sudah gila?

Gi Tae melihat salah satu senapannya hilang.

Kyung Sook menggelar konferensi pers.

Kyung Sook : Saya Direktur Yayasan Budaya Jegang, Bae Kyung Sook. Mulai hari ini, saya mengundurkan diri sebagai direktur yayasan. Saya juga akan membuat pengumuman penting lainnya.

Kyung Sook lalu mengeluarkan beberapa dokumen dari tasnya.

Seok Hoon dan Soo Hyun di perjalanan.

Anggota Dewan Hwang dengan angkuhnya menunjukkan tanda terima pengajuan gugatan terhadap Soo Hyun, di depan para reporter di tepi jalan.

Anggota Dewan Hwang : Pertama-tama, saya sungguh minta maaf karena menyebabkan kekhawatiran publik. Namun, sebelum kebebasan berbicara dan informasi, hak dasar saya sebagai manusia dilanggar, maka saya terpaksa mengajukan gugatan. Saya harap publik akan menerima dan memahami ini dengan baik. Terima kasih.

Tak lama kemudian, Young Shin cs datang.

Anggota Dewan Hwang ditangkap atas kasus Jun Yeong.

Tentu saja para reporter kaget Anggota Dewan Hwang pembunuh Jun Yeong.

Anggota Dewan Hwang malah menyombong.

Anggota Dewan Hwang : Media mengejek mereka karena penyidikan yang buruk, kini tampaknya mereka menjadikan ini politik.

Young Shin bilang mereka punya bukti dan saksi.

Anggota Dewan Hwang marah, kalian membuat kesalahan besar.

Young Shin : Kau ditahan sesuai protokol. Bawa dia.

Anggota Dewan Hwang dibawa ke mobil polisi.

Tentu saja para reporter heboh.

Yeo Jin di ruangannya, bicara di telepon dengan seseorang.

Yeo Jin : Kau di TKP? Apa yang harus dipikirkan? Tayangkan saja. Anggota dewan saat ini adalah tersangka. Berikan ke tim berita akhir pekan begitu kau kembali dan suruh mereka memberi komentar yang bagus.

Lalu atasannya masuk dan dia langsung menyudahi teleponnya.

“Bisakah kau mengetuk sebelum masuk?” ucap Yeo Jin.

“Anggota Dewan Hwang yang melakukannya?” tanya atasannya.

“Bagaimana aku tahu? Polisi akan menyelidikinya.” jawab Yeo Jin.

“Apa pendapatmu tentang itu?” tanya atasannya.

“Aku melakukan tugasku sebagai ketua kantor berita.” jawab Yeo Jin.

“Kau beralih pihak untuk selamanya.”

“Kau juga harus fokus membunuh peran Baek Soo Hyun agar bisa dapat poin dan mengunjungi gedung beratap biru itu.”

“Kau ingin aku bicara dengan komite pendisiplinan?”

“Mereka semua sudah tua. Gigi palsumu akan lebih efektif daripada gigiku.”

“Kalau begitu, besok?”

“Aku akan mengosongkan jadwalku.”

*Njiir, mereka berdua udah bertekad nyingkirin Soo Hyun. Tapi satu yang mereka kagak tahu, bahwa Soo Hyun punya berkas aslinya.

Jae Yeol di ruang rapat. Ada Seo Young juga ikut rapat.

Jae Yeol menatap kesal Seo Young, lalu dia minum dan sengaja bikin suara berisik saat minum.

Moon Hwa langsung melirik Jae Yeol.

Dan Seo Young menatap Jae Yeol.

Seo Young lalu bertanya, apa yang harus mereka tayangkan hari Senin?

Tapi Jae Yeol dan yang lain diam saja.

Seo Young : Katakan sesuatu.

Jae Yeol dan yang lain tetap diam.

Seo Young kesal dan membanting pulpennya.

Lalu tak lama, mereka semua dapat pesan dari departemen berita soal penangkapan Anggota Dewan Hwang.

Jae Yeol kaget dan langsung menatap Seo Young.

Seo Young sendiri terkejut. Lalu dia ingat kata-kata Sung Hwan, soal wajah pelaku yang terekam kamera blackbox Sung Hwan.

Seo Young bertanya-tanya, itu Hwang Tae Seob?

Para reporter yang meliput konferensi pers Kyung Sook heboh.

Mereka juga mendapat pesan tentang penangkapan Anggota Dewan Hwang.

Lalu sebagian dari mereka beranjak pergi.

Kyung Sook tampak heran. Lalu dia menoleh ke Sung Ja.

Sung Ja membaca pesan penangkapan suaminya. Setelah itu dia langsung pergi.

Kyung Sook tanya ke asistennya apa yang terjadi.

Asistennya pun ngasih tahu kalau Anggota Dewan Hwang ditangkap sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan Jun Yeong.

Kyung Sook kaget.

Merasakan angin segar, Kyung Sook memasukkan lagi berkas2 yang dibawanya ke dalam tas.

Setelah itu, dia bergegas pergi.

Berita soal penangkapan Anggota Dewan Hwang muncul di layar LCD di atas gedung.

*Benarkah Anggota Dewan Hwang pelakunya??

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Youth of May Ep 18
Read More

Youth of May Ep 18

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Youth of May Episode 18, Untuk menemukan cerita-cerita lengkap langsung cek dan baca spoiler drakor…
Mr Queen Ep 8
Read More

Mr Queen Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mr Queen Episode 8, Silahkan cek juga rekap untuk Episode sebelumnya baca di sini gaes.…
Read More

The Penthouse 3 Ep 36

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 36, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…