The Road : The Tragedy of One Ep 6 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 6 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Se Ra dan Jung Wook seranjang.

Jung Wook bertelanjang dada, sedang Se Ra masih dengan pakaiannya.

Jung Wook cemberut. Se Ra sibuk dengan ponselnya.

Se Ra lalu menoleh ke Jung Wook.

Se Ra : Kau berakting lagi? Berhentilah cemberut.

Jung Wook : Bagaimana jika polisi tahu?

Se Ra : Lantas? Memang ada buktinya? Kau sudah membersihkan semuanya?

Jung Wook : Ya. Ibu sudah membuang mobil itu.

Se Ra : Kalau begitu, dia pasti membayar orang-orang untuk tutup mulut.

Jung Wook : Ya.

Se Ra : Jika orang sepertimu mulai khawatir, artinya keadaan kacau. Jadi, tolong pastikan kepalamu hanya aksesoris. Mengerti?

Jung Wook duduk. Dia nyesel gak nolongin Jun Yeong malam itu.

Se Ra tertawa, hei, rasa bersalahmu sangat membantu. Gunakan itu saat berguna, bukan hanya secara acak.

Jung Wook : Dasar psikopat. Bagaimana kau bisa sesantai itu padahal adikmu meninggal? Kau punya perasaan atau tidak?

Se Ra : Memang menangis akan mengubah sesuatu? Jika situasinya berubah sekali lagi, kita akan dilupakan. Kita juga akan lupa. Jadi, tolong singkirkan wajah bodoh itu.

Se Ra lalu membuka sampanye. Isinya meluap ke kasur.

Jung Wook kesal karena Se Ra membuatnya kaget.

Diluar, Young Shin menatap ke arah hotel.

Kyung Sook berusaha menghubungi seseorang, tapi tak dijawab.

Lalu dia teringat saat membersihkan tumpahan sampanye di dekat lemari penyimpanan.

Perlahan, Kyung Sook pun menoleh, menatap lemari penyimpanan.

Siaran selesai. Satu per satu orang mulai meninggalkan studio.

Tapi tidak dengan Soo Hyun yang mematung di meja nya.

Tiba-tiba, sosok dirinya di masa lalu muncul dan menatap dirinya.

Soo Hyun menoleh, menatap sosok dirinya di masa lalu yang tengah berdiri menatap ke arahnya.

Soo Hyun kemudian bangkit. Dia berdiri dan berjalan melewati sosok dirinya di masa lalu.

Di ruang ganti, Seo Young melihat nama Soo Hyun trending di jagat maya gara-gara jawaban Soo Hyun tadi saat wawancara.

Tentu saja itu membuatnya kesal.

Lalu tak lama, dia menerima pesan Nam Kyu. Nam Kyu bilang masalah Se Ra udah beres.

Soo Hyun menerobos masuk.

Dia marah, sampai kapan kau mau mengujiku?

Seo Young juga marah, hari ini tentang aku. Haruskah kau mencuri sorotanku?

Soo Hyun : Karena itu, jangan menempatkan aku di neracamu lagi.

Seo Young : Kau lega Jun Yeong meninggal. Kau akan menyerah jika tahu dia yang diculik.

Soo Hyun : Kau tidak akan berhenti sampai dapat jawaban yang kau mau? Apa yang kau dapat dengan menyeretku ke kehancuran bersamamu?

Seo Young : Kita di posisi itu bersama. Aku tidak akan memaafkanmu yang keluar sendirian.

Soo Hyun : Aku berusaha semampuku!

Soo Hyun menyerakkan barang2 yang ada di atas meja rias.

Seo Young tertawa mendengar itu.

Seo Young : Benarkah? Kau mau menipuku juga? Seluruh masyarakat belum cukup? Kau duduk di belakang mejamu, mengoceh soal keyakinanmu? Penipu. Jangan lakukan apa pun. Memuakkan!

Sontak, kata-kata Seo Young membuat Soo Hyun terdiam.

Soo Hyun ingat dia pernah mendengar kata-kata itu juga di masa lalunya.

Seo Young melihat raut wajah Soo Hyun berubah.

Seo Young : Raut wajahmu berbeda.

Soo Hyun : Aku sudah mencapai batasku.

Soo Hyun mau pergi tapi dihalangi Seo Young.

Seo Young : Cukup. Kau tidak boleh seperti ini. Keseruan belum dimulai.

Soo Hyun : Apa maksudmu?

Seo Young : Kau bilang hanya Eun Soo yang tersisa untukmu, bukan? Bagaimana jika kau sudah kehilangan dia? Apa yang akan kau lakukan?

Soo Hyun : Sudah kuperingatkan. Jangan libatkan dia lagi.

Seo Young : Kau mencurigainya saat melihatnya di hotel.

Soo Hyun pun ingat saat di hotel, dia melihat bekas ciuman di leher Eun Soo.

Melihat ekspresi Soo Hyun, Seo Young senang.

Soo Hyun : Kenapa kau membahas itu sekarang?

Seo Young : Kenapa, ya? Aku ingin kau menderita. Aku ingin kau kesulitan sampai akhirnya sadar kalau hanya aku solusimu.

Soo Hyun : Jangan coba-coba berbuat bodoh.

Seo Young : Tanya dia tentang tamu tidak diundang di upacara peringatan hari ketiga itu.

Soo Hyun : Apa yang kau…

Tiba-tiba, Soo Hyun melihat sosok dirinya lagi di depan pintu.

Seo Young menatap Soo Hyun dan berbisik, kau masih alami insomnia? Aku tahu semuanya. Kurang tidur mengaburkan penilaian. Minum obatmu. Pikirkanlah baik-baik dan menyerahlah. Apa pun itu, kau tidak akan bisa menghindariku.

Di ruangannya, Yeo Jin sedang melihat file tentang Anggota Dewan Hwang.

Tiba-tiba, Seo Young menerobos masuk ke dalam dan Yeo Jin langsung menutup laptopnya.

Seo Young : Kenapa kau tidak menjawab panggilanku?

Yeo Jin melihat ponselnya.

Yeo Jin : Aku tidak tahu kau menghubungi. Maaf. Kerja bagus untuk wawancaramu.

Seo Young : Temui aku di sana. Jangan berpikir untuk menolak.

Yeo Jin : Kenapa marah begitu? Karena Soo Hyun mengalahkanmu?

Seo Young : Karena itulah jangan menjadikanku tokoh pendukung juga. Aku muak menjadi nomor dua.

Seo Young beranjak pergi.

Setelah Seo Young pergi, Yeo Jin mencabut flashdishnya.

Bersambung ke part 3…

8 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like