The Road : The Tragedy of One Ep 6 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 6 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Narasi Soo Hyun terdengar.

Hari saat aku memilih untuk tetap diam. Itulah awal dari masa laluku yang kelam. Penjara tanpa kunci. Sekeras apa pun usahaku untuk lari, aku selalu ada di sana lagi.

Lalu Soo Hyun teringat masa lalunya saat dia dipukuli si pembunuh dan diancam si pembunuh pakai senapan.

“Bukankah menurutmu berandal itu pantas mati? Kau harus tahu diri sebelum bicara.”

Soo Hyun marah, aku akan membunuhmu!

“Aku suka jawabanmu.”

“Hentikan omong kosong itu. Aku tidak pernah memberimu jawaban.”

“Meski kau menutup mulut, tubuhmu yang bicara. Itu yang kau lakukan sekarang.”

Soo Hyun nangis karena dia tidak bisa memberitahu kebenaran pada semua orang.

Setelah itu, Soo Hyun langsung pulang ke rumahnya.

Dia membereskan barang ibunya dan menyuruh ibunya pergi.

Soo Hyun mengantarkan ibunya ke bis.

Soo Hyun : Ibu lebih dahulu. Aku akan naik bus berikutnya.

Tapi sang ibu berat meninggalkannya.

Soo Hyun : Kita tidak punya waktu. Kalau begini, kita berdua akan mati.

Akhirnya sang ibu pergi.

Narasi Soo Hyun terdengar lagi.

Saat aku memilih untuk melarikan diri adalah titik awal dosaku. Aku tidak akan pernah bisa melarikan diri dari penjara tanpa kunci itu.

Ada jasad siswi di tepi sungai.

Soo Hyun remaja yang melihat itu, lantas membuang jasad itu ke sungai.

Soo Hyun akhirnya tersadar dan minta maaf atas diamnya barusan.

Soo Hyun lantas menjelaskan, begitu mendengar pertanyaan Seo Young, malam itu tiba-tiba terlintas di pikirannya.

Soo Hyun : Saya yakin tindakan yang tepat adalah memendam perasaan ini, tapi tolong mengertilah bahwa saya harus membicarakannya untuk menjawab pertanyaan itu.

Seo Young : Tentu.

Soo Hyun : Hari hujan itu adalah saat saya merasa paling putus asa sepanjang hidup. Itu kali pertama saya membenci diri sendiri karena selalu ingin menyiarkan kebenaran. Pria yang mengemudikan mobilnya untuk menyelamatkan putranya hari itu bukan Baek Soo Hyun, si pembaca berita. Dia hanya seorang ayah yang sangat ingin menyelamatkan putranya.

Soo Hyun lalu mengatakan, kalau Jun Yeong juga anaknya.

Sontak lah Seo Young kaget mendengarnya.

Begitu pun Jae Yeol dan Yeo Jin.

Gi Tae dan Eun Soo yang tengah menonton di rumah, juga kaget.

Seok Hoon yang ikut menonton di kantornya, bahkan sampai terdiam mendengarnya padahal dia lagi bicara di telepon sama orang dari kantornya Anggota Dewan Hwang.

Nam Kyu yang juga menonton di ruangannya sambil rapat bersama staf nya terdiam mendengar pengakuan Soo Hyun.

Seo Young tanya, apa maksud Soo Hyun.

Soo Hyun : Dia teman putra saya dan putra berharga kolega saya, jadi, sebesar itulah saya memedulikannya.

Mendengar itu, Seo Young yang sempat sport jantung gara-gara kata-kata Soo Hyun tadi, menatap tajam Soo Hyun.

Soo Hyun : Jadi, meski tahu anak yang diculik adalah Jun Yeong, saya pasti akan menyelamatkannya. Saya yakin pemirsa akan setuju dengan saya. Saya dengan senang hati menerima teguran dan kebencian yang anda miliki terhadap saya. Saya gagal menyelamatkan putra anda. Saya sungguh meminta maaf.

Seo Young : Terima kasih sudah memedulikannya seperti anak anda sendiri dan berduka bersama saya. Saya juga ingin berterima kasih kepada semua orang yang menonton.

Soo Hyun : Mari kita lanjutkan wawancaranya. Putra macam apa Jun Yeong?

Seo Young : Dia sangat berarti bagi saya. Dia mirip ayahnya, jadi, dia sangat berbakat dan punya banyak rasa ingin tahu. Tapi Jun Yeong kehilangan segalanya karena insiden penculikan itu. Saya harap pelakunya menonton ini sekarang.

Soo Hyun : Sekali lagi, saya turut berduka cita. Kami, staf News Night, berjanji akan berusaha keras melaporkan kasus ini sampai akhir.

Jae Yeol kembali ke ruang siaran.

Melalui mikrofon, dia bicara ke Soo Hyun.

Jae Yeol : Soo Hyun. Aku tidak seambisius itu. Aku bisa mendorong troli selama sisa hidupku. Biarkan aku memiliki karier yang panjang dan tidak menarik. Mengerti?

Jae Yeol melihat di kamera bahwa Soo Hyun mengangguk.

Seo Young beranjak menjauhi Soo Hyun. Tapi kemudian, dia berbalik dan menatap Soo Hyun.

Yeo Jin mendekati Seo Young dan menepuk bahu Seo Young.

Setelah itu Yeo Jin beranjak meninggalkan studio.

Yeo Jin : Jun Yeong kehilangan segalanya karena insiden penculikan itu. Dan itu memberimu segalanya.

Ponsel Yeo Jin berdering.

Yeo Jin : Meski kau tidak mendapatkan keinginanmu malam ini. Ini Kwon Yeo Jin. Sidik jariku ditemukan di kunci utama? Aku sering mengunjungi Royal The Hill. Sidik jariku bisa menempel kapan saja. Haruskah kau mempertanyakannya?

Anggota Dewan Hwang menghadiri upacara beasiswa Yayasan Seoil.

Dia berfoto bersama anak-anak penerima beasiswa.

Ketika berfoto di tengah2, bersama salah satu anak, Anggota Dewan Hwang meletakkan tangannya di pundak anak tersebut.

Anak itu lalu melihat pergelangan tangan Anggota Dewan Hwang yang lebam2.

Tahu tangannya dilihatin, Anggota Dewan Hwang bergegas menyembunyikan lebamnya.

Setelah upacara selesai, Anggota Dewan Hwang berdiri diluar untuk menyalami anak-anak.

Dia sok ramah sama anak-anak.

Lalu seketarisnya datang, memberitahu bahwa tim investigasi khusus meminta Anggota Dewan Hwang datang untuk diinterogasi.

Ponsel Anggota Dewan Hwang berbunyi.

Telepon dari Yeo Jin.

Anggota Dewan Hwang tidak menjawabnya dan mengajak seketarisnya pergi.

Yeo Jin kesal panggilannya dicueki.

Lalu dia membuka lacinya dan mengambil sebuah flashdisk.

Flashdisk bertuliskan nama Anggota Dewan Hwang.

Di mejanya, Seok Hoon melihat hasil analisa sidik jari kunci utama Royal.

Dan di sana, hasilnya cocok dengan Anggota Dewan Hwang dan Yeo Jin.

Young Shin datang.

Young Shin : Kau sudah meminta mereka untuk diinterogasi?

Seok Hoon : Mereka akan menolak.

Young Shin : Kepala keamanan bilang dia tidak tahu.

Seok Hoon : Aku memancing, jadi, mereka akan terganggu. Aku ingin melihat apa yang mereka lakukan.

Young Shin : Baiklah. Bagaimana dengan Seo Jung Wook dan Choi Se Ra?

Seok Hoon : Mereka tidak akan dituntut.

Young Shin : Kau bilang kita harus mengikuti hukum.

Seok Hoon : Benar. Anak-anak lain di video itu mengubah pernyataan mereka. Mereka bilang Jung Wook dan Choi Se Ra tertipu lelucon mereka.

Young Shin pun kesal.

Young Shin : Mereka memilih menjadi yang bertanggung jawab. Berapa yang mereka dapat?

Seok Hoon : Sudah periksa tempat pembuangan rongsokan itu?

Young Shin : Aku mencari seharian, tapi belum menemukan apa pun.

Seok Hoon : Terus cari. Mobil itu menghilang pada malam penculikan. Saat aku menanyakan soal mobil itu, Jung Wook beri jawaban kaku seolah-olah menghafalkannya.

Young Shin : Dia membuang mobil itu.

Seok Hoon : Aku tahu ini sulit, tapi teruskan.

Young Shin : Baik. Tapi menurutmu kita akan menemukan sesuatu? Jika melaporkan mobil itu dicuri padahal tidak, kecuali bodoh, apakah mereka akan meninggalkan jejak?

Seok Hoon : Lalu?

Young Shin : Mereka pasti membayar tunai untuk membuang mobil itu, juga membayar mahal untuk membungkam staf. Kau bisa tahu dari cara mereka dibebaskan.

Seok Hoon : Kau masih di sini?

Young Shin : Tapi aku baru saja kembali.

Tapi Seok Hoon tetap nyuruh Young Shin pergi lagi.

Ponsel Seok Hoon berbunyi.

Seok Hoon : Aku akan membalas budi dengan makanan, bukan alkohol.

Se Ra pergi ke hotel.

Dia turun dari taksinya dan teringat kerja sama nya dengan Jung Wook sebelum mereka ke kantor polisi.

Flashback…

48 jam yang lalu.

Se Ra mendatangi Jung Wook ke hotel.

Se Ra : Begitu ditangkap, akui atas pemakaian narkoba agar mereka fokus pada hal itu. Begitu kau ditangkap, aku akan menyerahkan diri. Saat kau melihatku di kantor polisi, paniklah seolah-olah sangat khawatir. Seperti saat kau bergidik di dekat ayahmu.

Jung Wook kesal.

Jung Wook : Lalu apa?

Se Ra : Kita akan mengatakan yang sebaliknya. Aku menyalahkanmu, kau menyalahkanku. Jadi, mereka tidak tahu kita komplotan. Lalu, kita bisa keluar. Lakukan tugasmu. Jika tidak bisa keluar, tamat riwayat kita.

Bersambung ke part 2…

22 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like