The Road : The Tragedy of One Ep 5 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 5 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Paginya, Eun Soo dan Soo Hyun berjalan keluar dari RS Jeongmo dan menuju ke mobil.

Eun Soo berpesan pada Soo Hyun, agar tak bekerja terlalu keras.

Soo Hyun mengerti. Eun Soo lantas masuk ke mobil dan pergi.

Setelah Eun Soo pergi, Soo Hyun melihat kedatangan Seok Hoon.

Soo Hyun dan Seok Hoon bicara di mobil.

Seok Hoon : Kudengar kau pingsan. Kau sudah mau pergi.

Soo Hyun : Kenapa repot-repot datang padahal kau sibuk?

Seok Hoon : Aku terlalu keras kepadamu di TKP. Seharusnya aku tidak membahasnya.

Soo Hyun : Tidak apa-apa. Semuanya benar.

Seok Hoon : Aku seperti itu karena marah. Aku tidak bermaksud begitu.

Sung Ja di galeri, mengomel.

Sung Ja : Pembukaan perpustakaan sebentar lagi dan sudah berhari-hari dia tidak datang. Hostes bar itu beruntung mendapatkan posisi seperti ini. Tapi keadaan akan segera berubah.

Dia pergi ke ruangan Sung Ja, tapi begitu membuka pintu, dia kaget melihat Kyung Sook sudah di dalam.

Kyung Sook sendiri duduk di meja dan bicara dengan Pengacara Kim di telepon.

Sung Ja yang kesal, masuk dan meletakkan dokumen di atas meja.

Kyung Sook : Ya, Pengacara Kim. Tentu. Tentu saja. Benar. Kecelakaan mobil?

Sung Ja yang mau pergi, menghentikan langkahnya saat dia mendengar tentang kecelakaan mobil.

Kyung Sook : Apa hubungan laporan autopsi anak yang tewas itu dengan putraku? Aku akan mengurusnya.

Setelah itu, Kyung Sook beranjak pergi dengan wajah kesal.

Sung Ja terkejut, kecelakaan mobil?

Soo Hyun beranjak menuju mobilnya, tapi kemudian dia memikirkan kata-kata Seok Hoon tadi.

Soo Hyun : Gangguan panik?

Seok Hoon : Jejak obat gangguan panik ditemukan dalam darah Choi Jun Yeong.

Soo Hyun : Maksudmu benzodiazepin? Itu menyebabkan edema serebral?

Seok Hoon : Ya. Mereka juga menemukan senyawa lain. Jarang sekali, tapi itu efek samping. penggunaan dan overdosis yang berkepanjangan. Nyaris tidak pernah diresepkan untuk anak. Jun Yeong bahkan mengidap asma. Tapi sepertinya dia meminumnya dalam jumlah besar sebelum tewas.

Soo Hyun : Seseorang mungkin memaksanya meminumya. Bagaimana dengan kamera Park Sung Hwan?

Seok Hoon : Tidak banyak. Sesuai dugaan, tidak ada sidik jari atau apa pun yang bisa dilacak. Jejak kakinya juga tidak jelas. Dia mungkin mengambil semua yang berguna sebagai bukti. Kita menemui jalan buntu dalam kedua kasus.

Soo Hyun : Harus mulai dari awal lagi. Aku pasti melewatkan sesuatu.

Seok Hoon : Jangan lakukan sendiri. Itu bukan salahmu. Dahulu, sekarang juga.

Soo Hyun lantas hendak masuk mobilnya, tapi kemudian dia melihat sandwich Eun Soo di lantai mobilnya.

Soo Hyun mengambilnya. Sandwich itu sudah basi dan Soo Hyun membuangnya ke tong sampah.

Sung Ja kembali ke rumah dan mencari-cari sepatu.

Tak lama, dia menemukan pantofel yang dipakai Anggota Dewan Hwang di malam kejadian.

Saat itu Sung Ja terkejut, bahkan sampai memecahkan gelas ketika melihat Anggota Dewan Hwang pulang basah kuyup dan kaki berlumpur.

Ketika mau membuang pecahan kaca keluar, Sung Ja melihat mobil Anggota Dewan Hwang lecet.

*Berarti Se Ra benar. Pelakunya, yg nabrak Jun Yeong, Anggota Dewan Hwang.

Sung Ja duduk di ranjangnya. Disampingnya, ada paper bag.

Dia lalu membuka paper bag itu, isinya kemeja putih Anggota Dewan Hwang malam itu.

Anggota Dewan Hwang akhirnya kembali ke Royal.

Begitu dia pulang, staf keamanan langsung memberitahu bahwa dia datang.

Sampai rumah, dia langsung mencari Sung Ja sambil marah-marah.

Sung Ja keluar.

Sung Ja : Kau sudah pulang.

Anggota Dewan Hwang : Apa? Ya. Coba saja mencampuri kehidupan pribadiku.

Sung Ja : Kau sudah makan?

Sung Ja beranjak ke meja makan.

Anggota Dewan Hwang menyusul sambil ngomel2, tapi dia terkejut melihat banyaknya makanan tersaji di meja.

Anggota Dewan Hwang : Apa ini? Kau berpura-pura?

Sung Ja : Kau akan mati tanpaku. Duduk. Kau harus makan untuk bertahan hidup.

Anggota Dewan Hwang : Baiklah.

Sung Ja : Kau sudah memperbaiki mobil itu?

Anggota Dewan Hwang : Kau mencurigaiku?

Sung Ja : Orang lain yang akan mencurigaimu. Pimpinan Seo akan gunakan kesempatan itu, Soo Hyun akan melaporkannya.

Anggota Dewan Hwang : Yang berlalu biarlah berlalu. Aku tidak bersalah.

Sung Ja : Tidak ada yang peduli soal itu. Tamat riwayatmu begitu mereka menemukan sesuatu tentangmu. Kenapa kau cari masalah dengan Pimpinan Seo sekarang? Kudeta pun butuh waktu yang tepat. Kau hanya akan terluka jika melakukannya sekarang.

Anggota Dewan Hwang : Lantas? Memang ada cara lain? Apa? Kau akan memakai kartu yang kau punya?

Sung Ja : Akan kubiarkan lebih lama. Belum matang.

Anggota Dewan Hwang : Lalu, apa rencanamu? Kau mau dipenjara menggantikanku?

Sung Ja : Hei! Hwang Tae Seob!

Sung Ja : Tidak ada kamera pengawas atau kamera dasbor di Royal The Hill. Meski ada yang punya video, tidak akan ada yang menyerahkannya. Semua orang akan tetap diam. Jadi, dengarkan baik-baik. Kau berjalan pulang malam itu untuk mencoba sadar. Dengan sangat perlahan. Untuk mobil dinas resmi itu sopirmu membawanya pulang dari pesta.

Seorang pria memarkirkan mobilnya di lingkungan Royal.

Lalu dia gugup dan melihat isi laci mobilnya. *Berkas asli?

Moon Do membaca sesuatu, lalu memberikannya ke Gi Tae.

Mereka di ruang jagal.

Kyung Sook berdiri di depan Gi Tae.

Gi Tae : Orang-orang… Tidak. Manusia memang aneh. Mereka mengharapkan hadiah besar dengan sedikit usaha. Itu sebabnya aku tidak akan mengkritikmu. Kau mengikuti instingmu. Aku tidak bisa menyalahkanmu.

Kyung Sook : Aku tidak akan membuat alasan.

Kyung Sook lantas berlutut dan meminta Gi Tae menyelamatkan Jung Wook.

Gi Tae : Apa? Kau ingin membuat kesepakatan karena kau membawa wasiat ini? Ini sama sekali tidak mendekati layak.

Gi Tae melemparkan kertas yang tadi dibacanya.

Lalu Gi Tae menyuruh Kyung Sook mundur dari posisi jabatan di galeri.

Gi Tae : Kejahatan putramu sebatas narkoba atau perlu kita tambahkan pembunuhan?

Kyung Sook : Aku akan menyelesaikan masalah yang tertunda, setelahnya mundur.

Gi Tae : Ini kali terakhir aku menoleransi tingkahmu. Ingat itu.

Kyung Sook : Baik, Pak.

Kyung Sook senang dan beranjak pergi.

Setelah Kyung Sook pergi, Gi Tae menyuruh Moon Do menghubungi komisaris.

Gi Tae : Hwang Tae Seob juga muncul. Hari ini akan sibuk.

Upacara kematian Jun Yeong digelar di halaman Royal.

Tampak Eun Soo dan Yeon Woo ikut berdoa untuk Jun Yeong.

Selesai berdoa, Eun Soo tanya apa Yeon Woo mau duduk sebentar

Eun Soo : Ibu akan segera kembali.

Dan Eun Soo menyuruh pengawal menjaga Yeon Woo.

Pengawal mengerti dan langsung membawa pergi Yeon Woo.

Eun Soo hendak ke Gereja, tapi Jang Ho tiba-tiba mencegatnya dan memeluknya secara paksa.

Eun Soo berusaha lepasin diri dari pelukan Jang Ho tapi Jang Ho memeluknya erat2.

Jang Ho : Aku merindukanmu.

Eun Soo : Kubilang bersabarlah.

Jang Ho : Jangan menjauh dariku. Membuatku ingin lebih meyakinkan.

Mi Do datang.

Eun Soo langsung melepas pelukan Jang Ho.

Eun Soo menyapa Mi Do.

Mi Do : Astaga, kita bertemu lagi.

Jang Ho : Benar sekali. Dunia ini sempit sekali. Benar, Kakak Ipar? Aku benar-benar merindukan Yeon Woo. Di mana dia?

Eun Soo : Di halaman belakang.

Dari depan Gereja, Seo Young melihat mereka.

Mi Do : Aku belum sempat membalas sajianmu. Kali ini, kami yang siapkan. Kau punya waktu?

Seo Young keluar.

Jang Ho : Kali terakhir kita bertemu di pemakaman Seo Eun Ho.

Seo Young : Kau pasti paman Yeon Woo. Tapi itu bukan kali terakhir kita bertemu. Kita bertemu lagi di pemakaman lain.

Jang Ho : Kau benar.

Eun Soo merasa terganggu dengan kehadiran Seo Young.

Eun Soo : Kau belum berangkat? Katamu ada wawancara.

Seo Young : Ya, aku harus pergi. Terima kasih sudah datang.

Setelah Seo Young pergi, Eun Soo bilang pada Jang Ho dan Mi Do kalau dia harus mengecek Yeon Woo.

Eun Soo pun pergi.

Seo Young dan Nam Kyu menggelar konferensi pers.

Seo Young : Wawancara saya di News Night batal karena beberapa alasan di stasiun penyiaran. Akan saya laksanakan malam ini. Akan saya ungkapkan pendapat jujur dan keadaan situasi saat ini dalam wawancara itu.

Reporter menanyakan Se Ra, apakah Se Ra pengedar narkoba.

Seo Young : Tidak. Saya juga akan membahasnya di News Night malam ini.

Reporter lalu menanyakan pendapat Nam Kyu, seperti apa Jun Yeong itu.

Nam Kyu pun terdiam. Lalu dia menangis dan beranjak pergi meninggalkan para reporter.

Seo Young : Seperti yang bisa dilihat, saya dan keluarga masih melalui masa yang menyakitkan. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan lain. Mohon pengertiannya.

Seo Young masuk ke mobil Nam Kyu, menghampiri Nam Kyu yang menenangkan diri di sana.

Seo Young : Kau aktor yang cukup hebat. Kurasa kau sudah terbiasa.

Nam Kyu : Aku tidak sanggup lagi.

Seo Young : Ada apa denganmu tiba-tiba?

Nam Kyu : Aku pergi ke TKP pembunuhan Jun Yeong. Dia berbaring kedinginan sendirian begitu lama. Sekarang pun dia masih sendirian. Sementara itu, lihat kita. Aku tidak sanggup lagi.

Seo Young : Aku tahu ini sulit bagimu, tapi aku tidak melakukannya untuk diriku sendiri. Kau harus terus melakukannya agar media dan polisi tidak melupakan Jun Yeong. Jadi… Bertahanlah sampai akhir.

Yeo Jin ke ruang rias, menghampiri Seo Young yang baru selesai berias.

Yeo Jin : Aku sudah memeriksa Unit Investigasi Wilayah. Mereka tidak temukan apa pun. Aku merasa bersalah mengatakan ini setelah seseorang dibunuh, tapi itu bagus untukku.

Seo Young : Kau pasti merasa lega bisa pergi.

Yeo Jin : Begitulah seharusnya. Aku sudah mengurus posisimu di Investigative News Report. Semoga berhasil. Selain itu, setelah situasi tenang, mari kita rekam dokumenter tentang orang seperti apa Cha Seo Young.

Seo Young : Aku orang seperti apa?

Yeo Jin lalu memberikan Seo Young kalung.

Dia bahkan memakaikannya, seperti pria memakaikan kalung pada wanita.

Yeo Jin : Sudah lama aku tidak melihatmu sepolos ini. Ini mengingatkanku saat kau datang sebagai karyawan baru.

Seo Young : Aku bahkan tidak ingat lagi.

Siaran akhirnya dimulai.

Soo Hyun : Sebelum wawancara, Bu Cha Seo Young ingin meningkatkan kesadaran penculikan anak-anak, jadi, kami akan mengungkap nama dan wajah korban.

Layar di belakang Soo Hyun menampilkan foto Jun Yeong.

Soo Hyun : Nama anak itu Choi Jun Yeong. Usianya baru 12 tahun.

Seo Young : Saya Cha Seo Young.

Soo Hyun : Kemalangan putra anda pasti sangat memilukan. Bagaimana keadaan anda belakangan ini?

Seo Young : Sebelum saya jawab, ada pertanyaan untuk anda. Pada hari kejadian, anda sangat ingin menyelamatkan putra anda sendiri karena sungguh percaya dia diculik? Bagaimana jika anda tahu bahwa itu putra saya, bukan putra anda? Anda akan tetap berusaha mencarinya? Meskipun dia bukan putra anda, apakah anda akan melakukanya?

Mendengar itu, Soo Hyun terdiam.

Lalu dia teringat masa lalunya saat nyebur ke laut, untuk menyelamatkan seorang gadis yang tenggelam.

Tapi dia gagal menyelamatkannya.

Narasi Soo Hyun terdengar.

Soo Hyun : Aku menimbang masa lalu dan saat ini.

Soo Hyun melihat ke atas dan melihat seorang pria berdiri.

Narasi Soo Hyun terdengar.

“Aku menimbang diriku baik dan jahat. Tapi timbangan itu sudah rusak sejak awal. Beratnya sudah tidak seimbang. Aku tidak bisa mengembalikannya.”

Melihat Soo Hyun diam, Jae Yeol dan Yeo Jin langsung ke studio.

Mereka pun panic Soo Hyun diam saja.

Bersambung…..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like