The Road : The Tragedy of One Ep 5 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 5 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Soo Hyun pergi menemui Seo Young di atap gedung BSN.

Melihat Soo Hyun, Seo Young mengomentari berat badan Soo Hyun yang turun banyak hanya dalam sehari.

Seo Young : Kau pulang dengan selamat?

Soo Hyun : Aku harus menyelidiki sesuatu. Apa yang kau dan Sung Hwan bicarakan?

Seo Young : Aneh sekali. Kenapa kau ingin menyelidikinya? Sebaiknya kita berhenti saling menyelidiki.

Soo Hyun : Jika kau memberiku jawaban jujur. Aku akan menjawab jujur.

Seo Young : Sebagai gantinya, tunda wawancaraku satu hari.

Soo Hyun : Kenapa?

Seo Young : Seorang reporter yang masih aktif dibunuh. Besok akan ada laporan soal narkoba, keraguan mengenai penculikan itu, dan dana taktis, satu per satu. Saat itu, aku pasti sudah dilupakan.

Soo Hyun : Kau tidak mau kehilangan sorotan?

Seo Young : Aku terlalu muda untuk menjadi berita kemarin. Tapi lebih dari itu… Jika aku dilupakan, begitu pula Jun Yeong.

Soo Hyun : Baiklah.

Seo Young : Payah.

Soo Hyun : Giliranku. Katakan semua yang kau tahu. Kenapa Sung Hwan mencoba menemui Pimpinan Seo?

Seo Young : Aku juga tidak tahu detailnya. Aku hanya melihatnya mengguncang kamera, bukan video asli, tapi dia yakin jika Pimpinan Seo melihat video itu, dia akan membeli studio jika perlu untuk memberinya posisi.

Soo Hyun : Ada sesuatu yang lebih penting daripada wajah si pembunuh.

Seo Young : Kukira Park Sung Hwan di Royal The Hill semalaman.

Soo Hyun : Yang pembunuh miliki mungkin lebih fatal daripada berkas aslinya.

Seo Young : Mungkin rahasia kotor Pimpinan Seo.

Soo Hyun : Dan Sung Hwan tidak sengaja merekamnya.

Seo Young : Ini seperti saat kita bekerja di tim yang sama dahulu.

Soo Hyun : Urus Choi Se Ra dahulu.

Soo Hyun beranjak pergi, tapi Seo Young tiba-tiba tanya apa Soo Hyun percaya surga itu ada.

Seo Young lalu mendongak, menatap langit : Besok upacara hari ketiga Jun Yeong.

Soo Hyun : Aku tahu.

Seo Young : Saat kau tahu Jun Yeong yang mati, bukan Yeon Woo, bagaimana perasaanmu?

Soo Hyun marah, ajukan pertanyaan yang pantas dijawab.

Seo Young : Kau lega? Berpikir hal itu berakhir?

Soo Hyun pun teringat perasaannya saat melihat jasad yang ada di hutan adalah jasad Jun Yeong bukan Yeon Woo.

Dia tampak seperti seseorang yang lega.

Soo Hyun parah, jangan mengujiku. Tidak berguna.

Seo Young : Aku memperingatkanmu. Kau harus menjawabnya. Kematian Jun Yeong bukan berarti akhirnya.

Soo Hyun pun agak terguncang dengan kata-kata Seo Young.

Lalu dia beranjak pergi.

Dan narasi Soo Hyun terdengar.

“Seperti laporan sebelumnya, pada hari penculikan, kompleks rumah mewah itu adalah ruangan besar tertutup. Di tengah-tengah itu, seorang saksi tersembunyi terungkap. Dia Pak Park, seorang reporter.”

Soo Hyun sudah di studio sekarang.

Dia bersiap untuk siaran, tapi dia kehilangan fokusnya.

Soo Hyun pun meminum air untuk menenangkan dirinya.

Dia harus memberitakan soal Sung Hwan yang memiliki bukti penculikan tapi Sung Hwan ditemukan tewas mengenaskan hari ini.

Seok Hoon sedang menunggu hasil autopsi Sung Hwan.

Soo Hyun tak bisa konsentrasi, sampai dia ditanyai rekannya, apa dia baik-baik saja.

Kamera dasbor dan laptop Sung Hwan, dibakar oleh si pembunuh.

Narasi Soo Hyun terdengar.

“Kecurigaan terus menumpuk dan kebenaran terus ditutupi.”

Soo Hyun berusaha fokus.

Gi Tae di rumahnya sedang melihat beberapa lukisan yang dibawakan oleh seorang pelukis.

Lalu dia mengomentari sebuah lukisan berwarna hitam.

“Kau bilang ini anjing hitam yang jatuh ke air hitam?”

“Ya, Pak.”

“Karena semua penjahat berwarna hitam, dosa hitam seseorang tidak terlihat? Kau boleh pergi sekarang.”

Moon Do masuk.

Gi Tae : Park Sung Hwan meninggal?

Moon Do : Ya, Pak.

Gi Tae : Astaga. Aku berniat memberinya lukisan, alih-alih uang. Kurasa mustahil sekarang. Aku belum pernah melihat pria yang serakah berakhir baik. Malang sekali. Tapi karena melakukan satu perbuatan baik saat meninggal, kurasa dia akan ke surga. Laporan lanjutan yang dikerjakan mati-matian oleh Soo Hyun akan terkubur sepenuhnya karena kematiannya.

Moon Do : Ya, Pak.

Gi Tae : Moon Do-ya, aku tidak akan mengizinkan kejutan lagi.

Moon Do : Maafkan aku.

Soo Hyun merasa sesak, sampai dia harus melonggarkan dasinya.

Lalu tak lama, dia menerima pesan dari seseorang tentang bukti tes DNA bahwa dia adalah ayahnya Jun Yeong.

“Akankah kebenaran murni keluar dari mulut kotor? Begitu dunia tahu soal ini, beritamu akan berakhir. Tutup mata dan telingamu, diamlah selamanya.”

Tulis si pengirim pesan.

Segera setelah menerima pesan itu, Soo Hyun jatuh pingsan.

Sontak seisi studio langsung menolong Soo Hyun.

Eun Soo masuk ke kamar Yeon Woo dan mendapati Yeon Woo membentak pembantu.

Pembantu bilang ke Eun Soo, kalau dia datang untuk membersihkan kamar tapi mungkin mengejutkan Yeon Woo.

Eun Soo : Biar aku saja. Beristirahatlah.

Pembantu pergi.

Eun Soo mendekati Yeon Woo.

Eun Soo : Yeon Woo-ya, kau terkejut sekali, ya?

Yeon Woo diam.

Eun Soo menoleh ke pintu dan melihat ayahnya di depan pintu.

Eun Soo nangis menatap ayahnya.

Tak lama, Jae Yeol menghubungi Eun Soo.

Eun Soo kaget mendengar dari Jae Yeol tentang Soo Hyun yang pingsan.

Soo Hyun akhirnya terbangun setelah bermimpi buruk.

Dan dia mendapati dirinya di RS ditemani Eun Soo.

Eun Soo : Bagaimana keadaanmu?

Soo Hyun : Kau pasti terkejut.

Lalu Jae Yeol datang.

Jae Yeol mengira Soo Hyun pingsan karena kelelahan bekerja.

Jae Yeol : Kau terus bekerja tanpa makan dan tidur, pantaslah seperti ini.

Karena ada Eun Soo, Soo Hyun mengajak Jae Yeol bicara diluar.

Tapi Eun Soo yang pengertian berkata, dia yang akan keluar.

Jae Yeol : Tidak apa-apa, Eun Soo-ssi.

Jae Yeol lalu menyuruh Soo Hyun beristirahat.

Jae Yeol : Jika beritanya dibatalkan karena kau terlalu memaksakan diri, aku tidak bisa atasi akibatnya. Mari pertimbangkan baik-baik.

Soo Hyun : Tentu.

Jae Yeol : Akan kuberi tahu sisanya lewat telepon. Benar juga. Kunci mobilmu. Aku membawanya ke sini.

Eun Soo lantas mengucapkan terima kasih pada Jae Yeol.

Jae Yeol : Tidak perlu sungkan. Aku permisi sekarang.

Setelah Jae Yeol pergi, Soo Hyun menyuruh Eun Soo pulang untuk istirahat.

Eun Soo mengambil kunci mobil di tangan Soo Hyun.

Eun Soo : Kau selalu membawa pakaian ganti. Akan kuambilkan.

Soo Hyun minta maaf.

Eun Soo : Jangan sakit. Hanya itu yang kubutuhkan.

Eun Soo beranjak pergi.

Tapi diluar, Eun Soo nangis.

Di rubanah, Kyung Sook membersihkan kaca lemari pendingin dengan panic.

Lalu Moon Do datang membuatnya terlonjak kaget.

Moon Do : Kau bisa meminta pelayan melakukannya untukmu. Kita semua menyembunyikan sesuatu yang kelam jauh di dalam hati. Apa yang kau coba sembunyikan?

Kyung Sook pun berdiri. Dia marah.

Kyung Sook : Apa yang kau lakukan?

Moon Do : Jika ini soal mobil baru yang kau beli, urus saja sendiri…

Kyung Sook : Berhenti bercanda denganku. Dengar. Jika kau rencanakan sesuatu, aku tidak akan membiarkannya.

Moon Do : Ada hal yang lebih penting. Apa yang akan kau lakukan dengan putramu? Dia ditangkap beberapa jam lalu. Dia memakai narkoba lagi.

Kyung Sook : Kenapa baru bilang sekarang?

Kyung Sook meraih ponselnya dan meminta Moon Do merahasiakan itu dari Gi Tae.

Moon Do : Dia sudah tahu.

Mendengar itu, Kyung Sook tambah panic dan langsung pergi.

Setelah Kyung Sook pergi, Moon Do mencoba mencari tahu apa yang disembunyikan Kyung Sook.

Nam Kyu bersama orang kepercayaannya di ruangannya.

“Harusnya diskusikan denganku sebelum menarik uang sebanyak ini.”

“Ini mendesak. Aku tidak sempat memberitahumu.” jawab Nam Kyu.

“Kali ini kau harus melalui audit internal. Ini pelalaian tugas dan penggelapan. Kau bisa dipenjara karena ini.”

“Cobalah menunda audit sebisa mungkin. Akan kuurus sebelum itu terjadi.”

“Aku bisa menundanya, tapi jika rumor menyebar, semuanya akan berakhir. Apa yang akan kau lakukan saat investor meminta uangnya kembali?”

“Minta orang-orang di bank rekanan untuk datang besok. Kita pindahkan lebih banyak uang ke dana mereka.” “

“Kau akan mengurusnya dengan strategi ilegal?”

“Kapan aku pernah gagal tangani apa pun?”

“Mari kita lakukan itu sekarang.”

Orang kepercayaannya berdiri tapi langkahnya berhenti saat mendengar dering telepon Nam Kyu.

Dari seketaris.

Nam Kyu : Suruh dia masuk.

Ternyata Seo Young datang.

Seo Young : Di mana Se Ra?

Nam Kyu : Kenapa? Sudah kubilang dia akan menyerahkan diri.

Seo Young : Benar sekali. Kita harus pergi dengannya.

Nam Kyu : Kau akan ikut? Apa yang kau harapkan?

Seo Young : Jangan salah paham. Aku akan ke sana untuk merekam.

Nam Kyu : Kau bahkan akan memanfaatkan Se Ra?

Seo Young : Setidaknya aku harus dapat sesuatu karena menyelesaikan masalahnya. Hubungi dia. Dia harus ke kantor polisi malam ini agar bisa dibebaskan besok. Apa pun yang terjadi, aku ingin dia hadir di upacara hari ketiga.

Seo Young beranjak pergi.

Malam itu juga, Nam Kyu dan Seo Young langsung ke kantor polisi.

Se Ra sudah menunggu bersama pengacara.

Seo Young : Sudah siap?

Se Ra : Sebelum masuk, aku ingin bicara berdua denganmu.

Seo Young : Kita perlu bicara?

Nam Kyu : Nanti saja. Pertama-tama, selesaikan ini.

Se Ra : Kami harus bicara sekarang. Ini seperti gencatan senjata.

Nam Kyu : Masuklah dan tunggu kami.

Seo Young dan Se Ra beranjak pergi.

Bersambung ke part 3…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Zombie Detective Ep 13

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Zombie Detective Episode 13, Nih gaes untuk spoiler lengkap disediakan pada recap di tulisan yang…