The Road : The Tragedy of One Ep 5 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 5 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Di episode sebelumnya, Soo Hyun menemukan Sung Hwan terkapar bersimbah darah di lantai.

Soo Hyun memeriksa apakah Sung Hwan masih hidup atau tidak.

Dan Sung Hwan, sudah tewas.

Sementara itu, Seok Hoon bersama dua rekannya mengawasi Jung Wook dari balik kaca ruang interogasi.

Jung Wook tiduran di meja interogasi, seolah menantang polisi.

“Sepertinya dia tidak akan bicara sampai pengacaranya tiba. Dia sudah terbiasa dengan ini. Dia yakin keluarganya mendukungnya. Lihat? Dia bahkan tidak gelisah.” ucap rekan Seok Hoon.

“Bagaimana dengan Choi Se Ra?” tanya rekan Seok Hoon yang lebih senior.

“Kami sudah terbitkan pengumuman untuknya. Seseorang akan menemukannya.” jawab Seok Hoon.

Ponsel Seok Hoon berbunyi. Sepertinya telepon dari Soo Hyun yang mengabarkan soal tewasnya Sung Hwan.

Seok Hoon pun meminta rekannya yang sedikit lebih tua dari nya untuk menghubunginya begitu Se Ra ditangkap karena dia harus pergi ke TKP.

“Cepat. Waktunya tidak banyak.”

Setelah itu, dia menyuruh Young Shin memanggil tim mereka, lalu beranjak pergi.

Soo Hyun memeriksa sekeliling.

Melihat bercak darah di lantai, kursi dan dinding, Soo Hyun bisa tahu kalau Sung Hwan sempat melawan si pembunuh.

Kita lalu diperlihatkan flashback, saat Sung Hwan diserang.

Si pembunuh masuk ke apartemen Sung Hwan yang gelap.

Dia lalu menyalakan laptop Sung Hwan di meja.

Setelah itu, dia bersembunyi di dalam kamar Sung Hwan.

Terdengar narasi Soo Hyun.

Soo Hyun : Dia menunggu untuk terbiasa dengan kegelapan. Rencananya adalah membunuhnya.

Tak lama, Sung Hwan datang dan langsung memeriksa laptopnya.

Saat itulah, si pembunuh keluar dari kamar dan menyerang leher Sung Hwan dengan pisau.

Sung Hwan pun jatuh ke sofa.

Si pembunuh terus menikam perut Sung Hwan.

Sung Hwan melawan. Dia mendorong si pembunuh, lalu berdiri sambil memegangi perutnya yang terluka.

Itulah kenapa ada dua noda darah di dinding, karena Sung Hwan sempat memegang dinding saat melawan si pembunuh.

Tapi si pembunuh berhasil mendorong Sung Hwan ke lantai dan menikam Sung Hwan berkali-kali.

Sung Hwan pun tewas.

Flashback end…

Narasi Soo Hyun terdengar lagi.

Soo Hyun : Itu dia. Pembunuh sebenarnya. Dia bisa saja mengambil buktinya. Kenapa mengambil risiko membunuh Sung Hwan? Dia tidak bisa membiarkannya hidup karena sudah melihat wajahnya. Sung Hwan dan si pembunuh pernah bertemu.

Soo Hyun berusaha mencari petunjuk, tapi tak bisa menemukannya.

Soo Hyun lalu teringat saat dia ribut dengan Sung Hwan terakhir kali di dekat mobilnya.

Sung Hwan : Itu hanya sekali. Itu kesalahan! Berhentilah bersikap sok mulia. Apa bedanya kau denganku?

Soo Hyun lalu beranjak pergi.

Para detektif tiba di apartemen Sung Hwan.

Seok Hoon menyuruh sebagian dari mereka memeriksa mobil Sung Hwan dan mengambil kamera pengawas.

Seok Hoon : Sisanya, ikuti aku.

Soo Hyun berjalan keluar dan menunggu Seok Hoon.

Tak lama, Seok Hoon cs datang.

Soo Hyun : Kurasa dia lewat tangga darurat dan pintu belakang.

Seok Hoon pun menyuruh rekan-rekannya memeriksa tangga darurat.

Setelah itu dia masuk ke dalam apartemen bersama rekannya yang tersisa.

Seok Hoon terkejut melihat jasad Sung Hwan.

Dia kemudian kesal dan beranjak menghampiri Soo Hyun.

Seok Hoon : Jika merasa ada sesuatu di kamera dasbornya, kau seharusnya meneleponku.

Soo Hyun : Kupikir aku harus memeriksanya dahulu.

Seok Hoon : Katamu terakhir melihatnya 10 tahun lalu. Kenapa tahu di mana rumahnya?

Soo Hyun : Jangan buang waktu. Sampai jumpa di bawah.

Soo Hyun mau pergi, tapi ditahan Seok Hoon.

Seok Hoon : Dua orang yang kau kenal tewas dalam kurang dari tiga hari. Entah apa yang disembunyikan, suatu hari kau harus bicara.

Soo Hyun : Benar. Tapi tidak sekarang.

Soo Hyun beranjak pergi.

Seo Young muntah-muntah.

Lalu dia teringat kata-kata Sung Hwan yang ingin memastikan satu hal tentang Jun Yeong.

Seo Yeong lalu mencari obatnya. Saat hendak meminum obatnya, dia melihat botol obat berwarna oranye. Seo Young langsung gugup. Lalu setelahnya, dia membuang obat di dalam botol oranye itu ke dalam WC.

Eun Soo bicara dengan seseorang di telepon.

Eun Soo : Kurasa pamerannya harus ditunda. Ya. Royal The Hill adalah latarnya, sulit untuk fokus. Banyak hal mengejutkan terjadi. Terima kasih atas pengertiannya. Baik. Aku akan segera mengabarimu.

Setelah itu, Seo Young menghubunginya.

Seo Young : Barang-barang Jun Yeong masih ada? Bawakan kepadaku sekarang.

Maka Eun Soo bergegas membereskan barang Jun Yeong yang Jun Yeong pakai terakhir kali.

Saat mau memasukkan kaus bisbol Jun Yeong, Eun Soo tak sengaja menjatuhkan botol obat berwarna oranye dari dalam baju.

Sontak Eun Soo terkejut membaca nama Seo Young di botol obat. Lalu dia bergegas membaca laporan autopsi Jun Yeong dan terkejut mengetahui penyebab kematian Jun Yeong.

Seo Young sedang minum saat Soo Hyun menghubunginya.

Seo Young : Bagaimana hasilnya? Kau bertemu Sung Hwan?

Soo Hyun : Tidak. Dia barusan ditemukan tewas.

Seo Young kaget, apa maksudmu?

Soo Hyun : Jelaskan sebelum kau diinterogasi. Apa yang kau lihat dan dengar?

Seo Young : Siapa yang membunuhnya? Kau tahu?

Soo Hyun : Kubilang dia ditemukan tewas. Aku tidak bilang dia dibunuh. Mari bicara langsung. Atap gedung perusahaan, pukul 8.25 pagi.

Seo Young keluar dari rumahnya dan beranjak menuju mobilnya.

Tapi kemudian dia teringat kata-kata terakhir Sung Hwan kepadanya.

Sung Hwan : Aku sudah melihat rekamannya dan menyadari ada banyak orang yang harus kutemui.

Seo Young lalu menghubungi Yeo Jin.

Tapi Yeo Jin tak menjawab.

Tiba-tiba, Eun Soo datang membawa barang2 Jun Yeong.

Seo Young pun langsung memeriksa barang Jun Yeong, mencari obat.

Eun Soo sudah tahu apa yang Seo Young cari.

Seo Young : Ini sudah semuanya?

Eun Soo : Seharusnya ada hal lain?

Seo Young : Tentu saja tidak. Untuk kau dan aku.

Eun Soo mengajak Seo Young bicara. Tapi Seo Young bilang nanti atau besok saat upacara hari ketiga besok.

Dan Seo Young pun pergi.

Seo Young pergi menemui Yeo Jin di tempat parkir.

Seo Young : Park Sung Hwan menghubungimu? Dia meneleponmu?

Yeo Jin : Ya, dia menghubungiku. Dia menjual informasi. Itu saja.

Seo Young : Berapa banyak yang dia tahu tentang kita?

Yeo Jin : Yang dia tahu cukup berbahaya. Penguntit itu mengerikan. Kita bungkam saja dia. Dia tidak akan mengoceh sampai mendapatkan keinginannya.

Seo Young : Dia tidak bisa meskipun ingin. Dia sudah meninggal.

Yeo Jin : Dia dibunuh? Mereka belum tahu siapa pelakunya?

Seo Young : Aku tidak bilang dia dibunuh.

Seo Young lalu tanya, apa Yeo Jin tertangkap kamera dasbor Sung Hwan.

Seo Young mulai marah.

Seo Young : Apa yang kau lakukan hari itu di Royal The Hill? Kau saksi mata rahasia seperti Park Sung Hwan?

Yeo Jin : Aku tidak bisa bicara lagi. Jangan tanya.

Yeo Jin juga bilang kalau dia akan ke Gedung Biru.

Seo Young pun menertawakan dirinya. Dia bilang, dia salah mengira Yeo Jin selama ini.

Seo Young : Jika Unit Investigasi Wilayah temukan sesuatu, kau akan berada di situasi yang sama.

Yeo Jin : Tidak perlu mengkhawatirkannya. Aku akan mengurusnya.

Seo Young : Lalu?

Yeo Jin : Akan kuberi berita selanjutnya.

Seo Young : Gedung Biru juga?

Yeo Jin : Karena itu, bertindaklah pintar. Mengerti?

Yeo Jin beranjak pergi.

Seo Young duduk di lobi BSN.

Dia memikirkan kata-kata Yeo Jin tadi.

Yeo Jin : Akan kuberi berita selanjutnya. Jadi, bertindaklah pintar.

Seo Young lalu menatap ke layar tv di depannya, yang menampilkan beberapa pembawa acara program2 BSN.

Seo Young lantas membayangkan dirinya menjadi pembaca berita investigasi.

Seok Hoon dan tim nya masih melakukan olah TKP.

Seok Hoon bicara dengan kaptennya.

Seok Hoon : Akan kulaporkan begitu kembali.

Young Shin mendekati Seok Hoon.

Young Shin : Kasus ini dialihkan kepada kita.

Seok Hoon : Kabari aku begitu dapatkan analisis bukti. Minta bantuan dan periksa cloud drive Park Sung Hwan. Pasti ada motif di suatu tempat. Minta catatan ponsel dan informasi lokasinya.

Young Shin : Baiklah. Selain itu, kita bisa mengecualikan sidik jari dan jejak kaki Baek Soo Hyun, bukan?

Seok Hoon terdiam.

Young Shin : Kita sudah memastikan rekaman kamera pengawas dan waktu kematian.

Seok Hoon : Baiklah. Teruskan kerja kerasmu.

Seok Hoon lalu dihubungi Soo Hyun.

Seok Hoon : Aku ke sana. Di mana kau?

Seok Hoon bersama Soo Hyun di mobilnya, sedang melihat rekaman CCTV saat si pembunuh masuk dan meninggalkan apartemen Sung Hwan, juga rekaman CCTV saat Sung Hwan turun dari mobil.

Ketika turun mobil, tampak Sung Hwan terus memeriksa ponselnya.

Seok Hoon : Dia terus memeriksa ponselnya. Kurasa dia mendapatkan notifikasi si pembunuh mengakses laptopnya.

Soo Hyun : Mungkin dipakainya sebagai umpan untuk memancing Sung Hwan.

Seok Hoon pun menatap Soo Hyun.

Mereka kembali menonton rekaman CCTV ketika si pembunuh masuk dan keluar apartemen Sung Hwan.

Seok Hoon bilang hanya rekaman itu yang mereka punya.

Seok Hoon : Tidak ada kamera di pintu keluar darurat. Kurasa dia gunakan titik buta di pintu belakang untuk keluar.

Soo Hyun : Dia mengintai tempat itu atau sudah tahu tata letaknya. Apa lokasi terakhir sistem navigasi mobilnya?

Seok Hoon lantas bertanya apa yang masih Soo Hyun sembunyikan.

Soo Hyun : Tidak berkaitan dengan kasus ini.

Seok Hoon : Itu keputusanku. Kau ada di TKP pembunuhan. Di rumah tersangka yang katamu tidak bisa kau hubungi. Kau akan menjadi tersangka utama jika kami ikuti peraturan.

Soo Hyun : Jika mencurigaiku, selidiki saja. Dengan senang hati.

Seok Hoon pun gemas, bukan itu maksudku! Bukankah kita bekerja sama? Pemeras punya motif yang jelas. Uang, pemulihan… Mereka punya satu tujuan. Tapi kenapa pria yang memintamu dan Bu Cha mempekerjakannya kembali mendatangi Pimpinan Seo? Dia tidak ada hubungannya dengan pemulihan jabatannya. Kecuali dia menyembunyikan hal lain.

Soo Hyun kaget, hal lain?

Seok Hoon : Itu sebabnya kau lebih mencurigakan. Setiap kau menyembunyikan sesuatu, selalu ada jasad ditemukan. Sekarang juga. Seperti dahulu!

Soo Hyun pun teringat masa lalu, ketika seseorang tenggelam.

Dia menatap Seok Hoon, tapi masih tidak mau bicara.

Jasad Sung Hwan mulai dimasukkan ke ambulans.

Tak lama, Soo Hyun mengendarai mobilnya melewati jasad Sung Hwan sambil memikirkan kata-kata Seok Hoon tadi.

Seok Hoon : Pemeras punya motif yang jelas. Uang, pemulihan… Mereka punya satu tujuan. Dia tidak ada hubungannya dengan pemulihan jabatannya. Kecuali dia menyembunyikan hal lain.

Bersambung ke part 2….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Youth of May Ep 14
Read More

Youth of May Ep 14

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Youth of May Episode 14, Kalian harus lihat untuk seluruh daftar recap disediakan lho tulisan…