The Road : The Tragedy of One Ep 12 Part 3 (Last Episode)

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 12 Part 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Seok Hoon dan Gi Tae makan malam. Tapi Seok Hoon sama sekali tak menyentuh makanannya.

Gi Tae : Jadi, maksudmu aku dalang di balik semua ini, bukan?

Seok Hoon : Itulah yang dikatakan cara hidupmu. meminjamkan Soo Hyun uang yang didapat kembali dari Oh Jang Ho. Kau mengambilnya kembali dan menginvestasikannya di perusahaan ayah Choi Jun Yeong. Itu memuakkan.

Gi Tae : Itukah hipotesismu? Kalau begitu, kau harus menyelidikinya. Kenapa kau di sini?

Seok Hoon lalu bilang dia punya berkas aslinya.

Gi Tae terkejut mendengarnya. Tap hanya sebentar, karena setelah itu dia langsung tertawa.

Gi Tae lantas bilang dia tahu soal itu.

Seok Hoon : Itu saja? Kukira kau akan mengungkit utang lamaku. Kenapa kau tidak memainkan kartu itu?

Ternyata Seok Hoon sudah mengenal Gi Tae sejak dia masih remaja.

Mereka bertemu di kedai makan. Gi Tae bilang, dia punya dua anak seusia Seok Hoon.

Gi Tae : Putri-putriku tidak punya ibu sepertimu. Mereka satu-satunya keluargaku, tapi aku belum melakukan apa pun untuk mereka, meskipun tidak ada yang lebih penting daripada keluarga. Kau setuju, bukan?

Seok Hoon : Ya, Pak.

Gi Tae : Kau masih muda, tapi sudah mengetahuinya. Aku hanya membantu karena katamu dia seperti keluarga yang selalu kau andalkan. Tidak akan terjadi apa pun kepadamu,Yoon Dong Pil, atau Baek Soo Hyun lagi.

Seok Hoon : Terima kasih. Aku akan membalas dengan cara apa pun.

Gi Tae : Nanti saja. Kau bisa membalasku di masa depan. Balaslah saat itu.

Flashback end…

Gi Tae lalu bilang kalau dia mengajak Seok Hoon makan bersamanya.

Gi Tae : Aku ingin mengenang masa lalu yang kau sebutkan.

Gi Tae lantas menyuruh Seok Hoon makan sebelum makanan itu dingin.

Moon Do menghampiri Soo Hyun yang masih di atap gedung.

Moon Do memberikan Soo Hyun amplop. Katanya, dia disuruh Gi Tae menyerahkan itu.

Soo Hyun membuka amplop itu. Isinya surat cerai.

Soo Hyun : Bagaimana keadaan Eun Soo?

Moon Do : Tolong segera tanda tangani jika kau benar-benar peduli kepadanya.

Moon Do lantas pergi, meninggalkan Soo Hyun yang terdiam menahan luka.

Soo Hyun kembali ke rumah. Tidak ada Eun Soo atau Yeon Woo di sana.

Dia sendirian…

Soo Hyun lantas menatap foto Eun Soo dan Yeon Woo.

Tiba-tiba, dia mendengar suara Yeon Woo dan Eun Soo.

Soo Hyun bergegas lari ke ruang kerja Eun Soo dan mendapati Yeon Woo sedang mengobrol bersama Eun Soo.

Eun Soo : Kenapa harus malu soal menyukai seseorang?

Yeon Woo : Ibu juga tidak suka menunjukkan karya sendiri sebelum pameran. Aku juga.

Eun Soo : Kau rewel, ya. Kalau seperti ini, kau sama seperti ayahmu.

Yeon Woo : Jika ayah tahu, dia akan menggodaku. Itulah alasannya.

Eun Soo : Tapi ibu rasa kau sudah ketahuan.

Soo Hyun tersenyum pahit melihat mereka.

Soo Hyun lantas beranjak mendekati mereka dan seketika Eun Soo dan Yeon Woo menghilang karena itu bayangan Soo Hyun.

Eun Soo melamun di depan jendela rumah ayahnya.

Tak lama kemudian, dia menerima pesan dari Soo Hyun.

Soo Hyun minta maaf.

Soo Hyun : Aku tahu apa pun kataku tidak akan berguna. Maafkan aku. Maaf telah membuatmu menderita karena aku. Maaf membuatmu mengetahuinya seperti ini. Aku akan meninggalkan tempat ini besok.

Soo Hyun sendiri minum2.

Dia hancur!!

Soo Hyun yang terluka, lalu melihat sosok dirinya tengah menatapnya dengan tatapan menyedihkan.

Soo Hyun : Benar. Kukira aku berbeda dari saat itu. Tapi aku salah. Tertawalah sesukamu. Pada akhirnya, aku tidak bisa melakukan apa pun.

Lalu bayangan dirinya menghilang dan berganti dengan Eun Soo yang menatapnya lirih.

Soo Hyun berfikir, Eun Soo yang dilihatnya adalah ilusi.

Soo Hyun : Maafkan aku, Sayang. Seharusnya aku minta maaf. Bencilah aku sesukamu Benci dan kutuk aku. Aku… Selama kau dan Yeon Woo tidak tahu, kukira tidak akan terjadi apa-apa. Kukira aku menjalani hidupku dengan menebus dosa-dosaku. Tapi tidak. Aku hanya orang rendahan yang hanya memedulikan keselamatanku. Memang sudah terlambat, tapi biarkan aku memohon sekarang. Aku tidak peduli ini mimpi atau ilusi. Aku akan memohon seperti ini. Maafkan aku.

Tapi ternyata itu memang Eun Soo.

Eun Soo : Soo Hyun-ssi, ini bukan mimpi. Ini juga bukan ilusi.

Soo Hyun kaget, kenapa kau di sini?

Eun Soo duduk di depan Soo Hyun.

Soo Hyun tak percaya Eun Soo di depannya nyata.

Dia lantas menyentuh wajah Eun Soo.

Dan Eun Soo memegang tangan Soo Hyun.

Eun Soo : Aku datang untuk membicarakan sesuatu. Tapi aku tidak yakin sekarang.

Soo Hyun : Itu tidak penting. Ada yang ingin kukatakan kepadamu. Aku tidak ingin menipumu lagi. Aku ingin memberitahumu semuanya. Itu akan menjadi alasan yang sangat panjang. Ayahku adalah pembunuh.

Soo Hyun pun menceritakan masa lalunya.

Eun Soo berkata, dia tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh Soo Hyun. Meski dia tidak tahu itu apa, dia tetap menunggu kejujuran Soo Hyun.

Eun Soo : Aku tidak peduli kau orang seperti apa dan hidup seperti apa yang telah kau jalani. Kenapa kau tidak mengetahuinya?

Soo Hyun : Maafkan aku. Maafkan aku. Seharusnya aku tidak melepaskanmu.

Soo Hyun menundukkan wajahnya dan menangis.

Eun Soo yang melihat Soo Hyun nangis, ikut menangis.

Tak lama kemudian, Eun Soo mengangkat wajah Soo Hyun dan mencium Soo Hyun.

Setelah mencium Soo Hyun, dia menatap Soo Hyun.

Lalu mereka saling berpelukan.

Sekarang, Eun Soo dan Soo Hyun seranjang.

Mereka saling bertatapan dalam diam.

Nam Kyu masuk ke ruangan interogasi dan mendapati Seo Young tertidur.

Nam Kyu lantas melepas jasnya dan menyelimuti Seo Young.

Seok Hoon menyalin file berkas asli penggelapan Jegang Group.

Setelah itu, dia mencabut flashdish dan memasukkan flashdish nya ke dalam tas.

Seok Hoon membuka lacinya. Dia melihat sebotol soju disana. Lalu Seok Hoon meminggirkan botol soju itu dan menyimpan tasnya disana.

Tak lupa dia mengunci lacinya.

Seok Hoon kemudian mengirimkan pesan Soo Hyun.

Setelah itu dia bangkit dari duduknya dan beranjak ke pintu.

Bersamaan dengan itu, Young Shin masuk.

Seok Hoon : Kau masih di sini?

Young Shin : Aku lupa membawa sesuatu.

Seok Hoon lalu pergi.

Setelah Seok Hoon pergi, Young Shin langsung ke meja Seok Hoon.

Soo Hyun sudah terlelap saat ponselnya menerima pesan Seok Hoon.

Seok Hoon : Kurasa Pimpinan Seo memiliki rencana yang berbeda. Hati-hati.

Eun Soo masih terjaga.

Dia menatap bola salju kacanya, lalu meletakkannya di meja.

Ada dua bola salju kaca di atas meja.

Setelah itu, Eun Soo menatap miniatur Royal The Hill nya.

Hari sudah pagi.

Soo Hyun tengah mengepak barangnya yang ada di ruang kerjanya.

Setelah itu, dia meninggalkan pesan untuk Eun Soo.

Eun Soo sendiri masih tidur. Soo Hyun meletakkan pesannya di atas bantalnya.

Soo Hyun : Aku akan membeli bahan makanan. Mari makan bersama.

Moon Do masuk ke mobil Gi Tae, membawa tas yang disimpan oleh Seok Hoon.

Gi Tae sudah menunggu. Gi Tae tanya, semuanya sudah siap?

Moon Do : Ya, Pak.

Gi Tae : Beban dosaku sangat ringan. Begitu penyelidikan berakhir, kau harus tinggal di luar negeri selama beberapa tahun. Tim hukum akan mengurusnya.

Nam Kyu menemui Yeo Jin. Dia datang ke BSN dan mereka bertemu di basement.

Yeo Jin : Kenapa kau kemari?

Nam Kyu : Aku datang untuk membicarakan Seo Young.

Yeo Jin : Dia baik-baik saja di sana?

Nam Kyu : Tidak.

Yeo Jin : Ayo masuk dan bicara.

Nam Kyu : Aku akan bertanya di sini. Kau bertemu Seo Young pada malam Jun Yeong meninggal? Juga sebelum itu, kau di Royal The Hill.

Yeo Jin : Seo Young memberitahumu?

Nam Kyu : Keadaan menjadi rumit, jadi, dia juga diselidiki atas penganiayaan anak. Aku butuh konfirmasimu untuk membantunya membersihkan namanya.

Yeo Jin : Konfirmasi tentang apa?

Nam Kyu : Aku butuh seseorang yang bisa membuktikan bahwa Seo Young tidak bersama Jun Yeong malam itu dan dia tidak memaksanya minum obat.

Yeo Jin : Aku rasa kau merekam percakapan ini. Aku belum siap untuk jatuh. Mungkin itu sebabnya aku masih harus banyak belajar.

Nam Kyu : Itu artinya kau tidak akan membantu?

Yeo Jin : Aku yakin Seo Young akan mengerti. Sampaikan permintaan maafku dan aku akan menunggunya dari tempat yang lebih tinggi daripada sekarang. Aku serius.

Yeo Jin pun beranjak pergi.

Habis menemui Yeo Jin, Nam Kyu langsung menjenguk Seo Young.

Dia membawakan Seo Young makanan.

Seo Young : Begitu rupanya. Jangan repot-repot menghubungi ketua lagi. Sudah cukup.

Nam Kyu : Kau harus makan. Aku membeli makanan sederhana. Ini akan berakhir dalam 12 jam.

Seo Young : Lalu apa? Aku akan dipenjara?

Nam Kyu : Aku sudah mengurusnya sebaik mungkin. Mereka akan pertimbangkan situasimu dan memberimu hukuman ringan. Jangan khawatir.

Seo Young : Kau bodoh sekali.

Nam Kyu : Aku tahu.

Gi Tae menyerahkan diri ke kejaksaan dan membawa barang bukti.

Di depan ribuan reporter, Gi Tae mengaku dia datang untuk menyerahkan diri dan membawa berkas asli.

Moon Doo tiba-tiba datang dan membisikkan sesuatu ke Gi Tae.

Gi Tae terkejut mendengarnya.

Seok Hoon yang menonton itu di kantornya kaget. Dia bertanya2, gimana bisa Gi Tae punya berkas aslinya.

Lalu Seok Hoon memeriksa lacinya dan terkejut tasnya menghilang.

Seok Hoon lantas menatap ketuanya yang lagi bicara di telepon dengan komisaris.

Lalu Young Shin datang dengan wajah arogan.

Young Shin : Astaga, hari yang melelahkan. Semua ini akan ditutup-tutupi terlepas dari pengakuannya. Benar sekali. Aku yakin itu yang dia incar. Kita sudah menangkap pelakunya dan kasusnya akan segera berakhir. Itu yang penting.

Seok Hoon pun sadar Young Shin mata2.

Dia memukul Young Shin.

Young Shin pura2 bego, ada apa denganmu, Pak?

Seok Hoon : Kau mata-mata? Sebesar apa keterlibatanmu dalam kasus ini? Kau yang mengirim foto itu kepada Oh Jang Ho?

Young Shin : Kau punya bukti?

Seok Hoon : Jawab aku!

Young Shin : Kau sama saja. Kau datang ke tim ini untuk membantu seseorang yang berkuasa. Kau pikir aku tidak tahu itu?

Seok Hoon : Seseorang mati karena foto itu. Hanya itu yang bisa kau katakan?

Young Shin : Kau membocorkan detail tentang penyelidikan dan mengirim Baek Soo Hyun ke rumah itu. Kau lah orang yang menghancurkan segalanya dengan mengambil langkah itu!

Seok Hoon ingin memukul Young Shin lagi tapi dihentikan ketua mereka.

Young Shin : Aku tidak melakukan kesalahan, mengerti? Ketua, kau mengerti, bukan? Berhentilah menyusahkan semua orang. Sebaliknya, minum saja. Minum saja seperti dahulu.

Seok Hoon : Keluar.

Young Shin : Memang niatnya begitu.

Young Shin pun pergi.

Seok Hoon kembali duduk di mejanya.

Lalu dia menatap botol sojunya di dalam laci dan terdiam.

Soo Hyun baru pulang belanja dan langsung memanggil Eun Soo.

Karena Eun Soo tak menjawab, dia beranjak, mau ke kamarnya.

Tapi ponselnya kemudian berbunyi.

Pesan dari Jae Yeol.

Jae Yeol : Angkat atau tonton berita. Apa yang terjadi dengan berkas aslinya? Cepat lihat berita!

Soo Hyun terkejut dan bergegas menyalakan televisi.

Dan dia melihat berita Gi Tae yang menyerahkan diri ke kejaksaan membawa berkas asli.

Sementara itu, Seok Hoon di kafe seorang diri.

Dia menuangkan sojunya ke gelas dan teringat saat dia dikirim ke tim investigasi untuk kasus Jun Yeong.

Seok Hoon : Penculikan?

Itu suara Gi Tae!!

Gi Tae : Ya. Aku butuh bantuanmu.

Seok Hoon : Baiklah. Aku akan bergabung dengan tim.

Soo Hyun bertanya-tanya, kenapa Gi Tae menyerahkan berkas aslinya bukan menghancurkan.

Seok Hoon mencoba memikirkan alasan Gi Tae melibatkannya dalam kasus Jun Yeong.

Dia teringat saat menemui Gi Tae di galeri setelah memergoki Se Ra di sana.

Gi Tae : Butuh waktu lebih lama dari dugaanku. Kau ingat berutang kepadaku, bukan? Kau memberitahuku saat itu kalau mereka seperti keluarga bagimu. Bahwa Yoon Dong Pil dan Baek Soo Hyun membutuhkan bantuan. Jadi, aku membantumu. Kau tidak boleh menyangkal itu sekarang, bukan? Janjimu kepadaku saat itu kau akan membalasnya.

Seok Hoon : Orang-orang tewas dan kau ingin aku membalas jasamu?

Gi Tae : Tidak, jangan sekarang. Nanti saja.

Lalu Gi Tae meminta Seok Hoon menutupi sesuatu untuknya.

Seok Hoon : Satu hal saja. Dia bilang aku hanya perlu menutupi satu hal.

Seok Hoon juga memikirkan saat dia mengaku punya berkas aslinya.

Lalu dia memikirkan saat dia dan Gi Tae bertemu pertama kali.

Gi Tae bilang, Eun Soo dan Eun Ho satu-satunya keluarganya tapi dia belum melakukan apapun untuk mereka.

Seok Hoon pun sadar alasan Gi Tae yang sebenarnya.

Seok Hoon : Dia membuat ekspresi yang sama. Wajah seorang ayah.

Soo Hyun juga sadar alasan Gi Tae menyerahkan diri.

Gi Tae : Keluarga. Tidak. Alasan dia menyerahkan berkas itu alih-alih menghancurkannya.

Soo Hyun yang panic, langsung nyariin Eun Soo.

Tapi Eun Soo tak ada di rumah.

Soo Hyun masuk ke ruang kerja Eun Soo. Dan Eun Soo juga tak ada di sana.

Lalu Soo Hyun menemukan ada dua surat di atas miniatur Royal.

Satu surat untuknya, satunya lagi untuk Yeon Woo.

Soo Hyun membaca surat Eun Soo untuknya.

Bersambung ke part 4…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like