The Road : The Tragedy of One Ep 10 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 10 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Soo Hyun menepikan mobilnya di dekat jembatan.

Lalu dia menghubungi Seok Hoon.

Seok Hoon sendiri ada di balkon sebuah apartemen.

Seok Hoon : Berani sekali kau menghubungiku. Baik, saatnya aku mendengar apa yang terjadi.

Seok Hoon lalu pergi.

Setibanya di bawah, Seok Hoon melihat ke apartemen Jang Ho.

Jang Ho sendiri berdiri di depan jendela, menatap Seok Hoon.

Jae Yeol dan Moon Hwa ke ruang berita, tapi mereka dilarang masuk oleh petugas keamanan.

Moon Hwa berusaha untuk masuk, tapi dia didorong oleh petugas keamanan.

Melihat Moon Hwa didorong, Jae Yeol marah.

Jae Yeol : Apa itu tadi? Beraninya kau menyentuhnya? Siapa yang memerintahkanmu melakukan ini? Siapa yang memberimu perintah? Ini bukan tempat untuk memenuhi kepentingan pribadimu!

Jae Yeol lalu tanya ke Moon Hwa, gimana sama ruang berita lainnya.

Moon Hwa : Sama saja. Petugas keamanan ada di mana-mana. Semua orang di tim News Night dikecualikan.

Jae Yeol : Astaga, ini gila.

Seok Hoon datang menemui Soo Hyun.

Soo Hyun memberikan berkas kasus penculikan Jun Yeong ke Seok Hoon. Dia minta Seok Hoon melihatnya.

Seok Hoon yang masih kesal ama Soo Hyun, menolak melihatnya.

Seok Hoon : Jangan salah paham. Aku di sini bukan untuk membantumu. Aku datang untuk hal lain.

Soo Hyun : Aku melacak keberadaan Oh Jang Ho pada hari kejadian dan alibinya tidak lagi sah.

Seok Hoon : Hanya itu yang ingin kau katakan? Ketidakpercayaanmu kepada Jang Ho berasal dari masalah sangat pribadi. Aku tahu semuanya.

Soo Hyun : Itu tidak penting. Yang lebih penting adalah menemukan pelakunya. Aku tahu kau curiga.

Seok Hoon : Tidak. Aku sudah muak bekerja sama denganmu. Aku akan menangkap pelakunya sendiri. Apakah itu terdengar familier bagimu?

Soo Hyun : Aku butuh bantuanmu.

Seok Hoon : Bantuan? Kenapa aku harus membantu? Jika seputus asa itu, cobalah meyakinkanku.

Soo Hyun : Hyun Seo. Kim Hyun Seo.

Seok Hoon : Siapa itu?

Soo Hyun : Murid SMP yang diculik dan menghilang di Yeongsan. Kim Hyun Seo, gadis yang kita semua kenal. Aku menyingkirkan jasad Kim Hyun Seo.

Sontaklah Seok Hoon kaget mendengarnya.

Seok Hoon lantas tanya, apa Soo Hyun yang membunuh Hyun Seo.

Jae Yeol berusaha menghubungi Soo Hyun, tapi tak dijawab.

Jae Yeol : Jawablah, Soo Hyun. Kumohon.

Tapi tak dijawab. Jae Yeol mulai stress.

Jae Yeol : Semuanya gila. Mereka semua sudah gila.

Seok Hoon syok mendengar cerita Soo Hyun.

Seok Hoon : Bagaimana… Bagaimana bisa kau melakukannya?

Soo Hyun : Saat itulah kali pertamaku tahu bahwa manusia menjadi lebih berat setelah mereka mati. Aku takut dan tidak tahu apa yang kulakukan. Tapi dia menghilang dalam sekejap. Dia tenggelam begitu cepat dan itu menghantuiku sampai hari ini.

Seok Hoon lalu berbalik, menatap Soo Hyun.

Soo Hyun : Ini jelas alasan hina, tapi aku harus menyingkirkan bukti untuk menyelamatkan semua orang. Hyun Seo. Dong Pil. Mereka semua mati. Aku hanya bisa minta maaf kepadamu sekarang. Beri aku kesempatan untuk menyelesaikan ini dan membayar utangku agar aku bisa meminta maaf. Tolong bantu aku. Begitu kita menyelesaikan kasus ini dan laporan terakhir tayang di TV, kau bisa menghukumku sesukamu. Aku akan menuruti perkataanmu.

Seok Hoon marah, seolah itu pengorbanan, padahal kau hanya memedulikan diri sendiri. Kau masih tetap egois!

Seok Hoon pun pergi.

Seo Young kembali membawakan News Night. Mereka juga menghadirkan narasumber.

Sebelum mulai menyerang Soo Hyun, Seo Young menyampaikan permintaan maaf atas nama News Night pada pemirsa.

Setelah itu, dia memulai beritanya soal Soo Hyun dan menyapa narasumbernya.

Seo Young : Halo, Pak Nam. Dia mencoba membujuk dan mengancam reporter yang memotretnya?

Pak Nam : Ya. Foto-foto di belakang kita adalah rekaman kamera pengawas.

Foto saat Soo Hyun mencekik Sung Hwan pun ditunjukkan ke pemirsa.

Seo Young pun mulai menyudutkan Soo Hyun.

Seo Young : Jelas terlihat bahwa dia sangat mengancam.

Pak Nam : Ya, bukan itu saja. Dia juga terlibat dalam kasus penculikan belum terpecahkan yang terjadi di Yeongsan.

Seo Young : Saya yakin kalian semua ingat. Seorang gadis remaja di Yeongsan diculik dan menghilang.

Pak Nam : Ya, benar. Polisi menyelidikinya selama 480 hari sebelum mereka menutup kasus dan membiarkannya tidak terpecahkan.

Gi Tae yang menonton berita Soo Hyun sambil makan, langsung kehilangan selera makannya mendengar kasus Yeongsan dibahas.

Seo Young : Maksud anda, Baek Soo Hyun terlibat dalam kasus itu?

Pak Nam : Ya. Bahkan sampai baru-baru ini, dia menjalani terapi karena trauma dari insiden itu. Gejalanya memburuk, dan saat bertengkar dengan kerabat, dia menculik orang itu dan mengancamnya dengan senapan.

Seo Young : Ini berita mengejutkan.

Seok Hoon yang juga menonton berita itu di kantornya pun akhirnya menghubungi Soo Hyun.

Seok Hoon : Apa yang harus kulakukan?

Eun Soo dan Yeon Woo baru saja keluar dari ruangan dokter.

Eun Soo : Sesi hari ini sulit?

Yeon Woo tak menjawab dan memejamkan matanya.

Eun Soo dan Yeon Woo bergegas ke mobil, tapi saat mau pergi, mendadak para reporter menyerang mereka.

Para reporter mengajukan pertanyaan bertubi-tubi. Apakah Soo Hyun terlibat dalam kasus Yeongsan? Apakah Soo Hyun berselingkuh?

Tiba-tiba, Yeon Woo melihat Jun Yeong berdarah-darah.

Sontak Yeon Woo histeris, tidak! Itu tidak benar! Bukan aku! Aku tidak tahu apa-apa! Bukan aku!

Eun Soo yang coba menenangkan Yeon Woo, juga teringat akan kecelakaan yang dia dan bayinya alami dulu.

Hari sudah malam.

Eun Soo yang duduk di halaman rumahnya, menghubungi Pak Cho. Dia meminta bantuan Pak Cho untuk mendapatkan rekam medis Seo Young sekeluarga.

Siaran sudah selesai.

Yeo Jin menghampiri Seo Young yang hendak pulang.

Yeo Jin : Akhirnya kau mendapatkan tempatmu. Di mana kita harus merayakannya?

Seo Young : Lain kali saja.

Yeo Jin : Kenapa? Jika kau mengatakan sesuatu seperti bagian atasnya tidak istimewa, aku akan sangat kecewa.

Seo Young : Bukan begitu. Aku butuh waktu untuk memulihkan diri.

Yeo Jin : Baiklah. Kerja bagus.

Seo Young : Sampai jumpa besok. Kita juga harus merayakan kepindahanmu. Aku akan memesan tempat yang bagus.

Yeo Jin : Baik, lakukanlah.

Moon Do membawa dua anak buahnya, menjemput Dokter Kim..

Dokter Kim : Ya, aku sudah mendengarnya. Semendesak apa keadaannya?

Moon Do : Akan kujelaskan di perjalanan.

Dokter Kim : Aku bukan dokter pribadi Pimpinan Seo. Aku tidak yakin ini benar.

Moon Do : Presdir Choi dan istrinya, Bu Cha, merekomendasikanmu.

Dokter Kim : Begitu rupanya.

Dokter Kim pergi dengan mereka.

Lalu, sebuah tangan terulur keluar dari mobil Moon Do.

Tangan itu membuang sebuah ponsel.

Seo Young minum-minum di depan foto Jun Yeong. Sebelumnya, dia meletakkan satu gelas di depan foto Jun Yeong. Lalu dia mengisi gelas itu dengan miras. Untuk Jun Yeong. Dia bilang, itu minuman perayaan karena semua sudah berakhir.

Lalu Seo Young menuangkan miras ke gelasnya juga dan minum.

Seo Young : Ini cukup? Benar, bukan?

Nam Kyu datang. Seo Young mengajak Nam Kyu minum juga.

Dia menuangkan minuman untuk Nam Kyu.

Nam Kyu diam saja dan duduk disamping foto Jun Yeong.

Nam Kyu : Bukankah kau sudah mendapatkan keinginanmu? Ada apa?

Seo Young : Aku kenapa? Saat ini, aku sangat senang. Apa pun itu, semua sudah berakhir.

Nam Kyu membelai wajah Seo Young.

Tapi Seo Young mengindar dan melarang Nam Kyu menyentuhnya.

Nam Kyu : Aku tidak menginginkan hal lain. Aku sudah melepaskan beban beratku dan merelakan segalanya. Seperti katamu, apa pun akhirnya, semua sudah berakhir. Aku hanya ingin hidup tenang bersamamu. Karena itu, bisakah kau meninggalkan semuanya dan pergi bersamaku? Bisakah?

Seo Young : Aku tidak bisa menghancurkan kesempatan yang diberikan Jun Yeong kepadaku. Jadi, jangan lakukan ini kepadaku juga.

Nam Kyu : Apa yang kau inginkan? Terbang lebih tinggi lagi?

Seo Young : Entahlah.

Nam Kyu lalu pindah, duduk ke bawah. Dia memberikan amplop ke Seo Young.

Seo Young membukanya. Isinya, foto-foto saat Nam Kyu menculik dan memukuli Anggota Dewan Hwang.

Nam Kyu : Terserah kau mau menggunakannya seperti apa.

Tapi Seo Young malah merobeknya.

Seo Young bilang dia gak peduli soal Anggota Dewan Hwang.

Seo Young : Itu tidak ada hubungannya denganku. Kau masih tidak mengerti?

Nam Kyu yang sudah putus asa membujuk Seo Young, akhirnya pergi.

Dan Seo Young minum lagi.

Yeon Woo gelisah dalam tidurnya.

Eun Soo datang dan menenangkan Yeon Woo.

Ponsel Eun Soo berdering. SMS dari Jang Ho yang ingin bertemu dengannya sekali lagi.

Eun Soo pun membalas pesan Jang Ho. Dia bilang maaf.

Jang Ho sendiri tengah melihat foto-foto dirinya bersama Eun Ho dan Yeon Woo.

Jang Ho nampak terluka.

Seo Young menatap fotonya di layar BSN sebagai bagian dari tim News Night.

Lalu dia menatap sekelilingnya dan beranjak pergi.

Moon Do memberikan rekam medis Seo Young sekeluarga ke Eun Soo.

Eun Soo melarang Moon Do memberitahu ayahnya.

Moon Do bilang mungkin Gi Tae sudah tahu.

Moon Do lalu memberikan Eun Soo kartu nama TVC.

Moon Do : Ini mungkin menarik bagimu. Mereka saingan terbesar News Night. Aku permisi.

Eun Soo terdiam menatap kartu nama yang diberikan Moon Do.

Lalu dia bertanya-tanya, berapa lama lagi dia akan bertahan.

Soo Hyun di depan kediaman Jang Ho.

Tak lama kemudian, dia melihat Jang Ho pergi.

Jang Ho pergi ke kafe yang tak jauh dari rumahnya, untuk menemui Seok Hoon.

Seok Hoon : Kita bertemu lagi. Halo, aku Shim Seok Hoon.

Seok Hoon menyuruh Jang Ho duduk.

Jang Ho : Kenapa kau datang ke area tinggalku?

Seok Hoon : Aku juga menelepon kemarin, tapi tidak bisa menemuimu. Bagaimana kakimu?

Jang Ho : Lukanya tidak serius, jadi, aku bisa bekerja dengan baik.

Seok Hoon : Syukurlah.

Seok Hoon lalu bertanya, apa Jang Ho ingat Sung Hwan.

Jang Ho : Tentu saja. Kami terlibat kecelakaan mobil. Tapi kenapa…

Seok Hoon : Mobil yang kau kendarai saat mengalami kecelakaan itu tidak terdaftar.

Jang Ho : Itu… Aku meminjam mobil dari presdir studio film.

Seok Hoon : Beberapa hari setelah kecelakaan itu, Park Sung Hwan tewas.

Jang Ho : Begitu rupanya. Baik.

Seok Hoon : Itu sebabnya aku membutuhkanmu untuk memberikan pernyataan saksi.

Jang Ho : Tentu. Aku mengerti.

Seok Hoon : Aku juga ingin bertemu dengan Bu Lee Mi Do. Kau tahu di mana dia?

Jang Ho : Kenapa? Menurutmu dia kabur?

Seok Hoon terkejut dengan jawaban Jang Ho. Tapi kemudian Jang Ho bilang dia hanya bercanda.

Jang Ho : Dia pergi menemui orang tuanya selama beberapa hari.

Seok Hoon : Ya. Mari kita bicara di kantor polisi. Tidak akan lama. Aku hanya perlu mengisi laporanku.

Jang Ho : Tentu. Mari.

Jang Ho keluar duluan.

Seok Hoon meraih ponselnya dan mengirimkan pesan ke Soo Hyun.

Seok Hoon : Sekarang. Cepat.

Seok Hoon dan Jang Ho berjalan bersama.

Ponsel Seok Hoon bunyi. Pesan dari Soo Hyun.

Soo Hyun bilang dia cuma perlu waktu 20 menit saja.

Selesai membaca pesan Soo Hyun, Seok Hoon menyadari Jang Ho berhenti berjalan.

Dia lantas berbalik dan tanya ada apa.

Jang Ho yang tadinya menatap tajam Seok Hoon, jadi tersenyum dan bilang bukan apa-apa.

Jang Ho dan Seok Hoon pergi.

Begitu mereka pergi, Soo Hyun pun masuk ke kediaman Jang Ho.

Soo Hyun masuk ke apartemen Jang Ho.

Begitu masuk, dia mendapati suara audio, “Pintu terkunci”.

Lalu terdengar suara ancaman, “Mulai sekarang, aku ingin kau menuruti perkataanku. Jika tidak menurutiku, putramu akan mati. Ini hanya penculikan biasa. Semuanya kesalahanmu. Semuanya kesalahanmu…”

Soo Hyun syok dan menatap ke sekelilingnya.

Lalu dia melihat ke arah satu ruangan dan masuk ke sana.

Kita lalu dibawa ke masa lalu Soo Hyun, saat Soo Hyun masuk ke gubuk dan mendapati jasad Hyun Seo disana.

Soo Hyun yang takut, lari keluar.

Pria itu mengejarnya dan memukulinya dengan gagang senapan.

“Aku suka jawabanmu.”

“Omong kosong.” Soo Hyun marah.

“Meski menutup mulut, tubuhmu terus berbicara. Seperti kau sekarang.”

Soo Hyun menyuruh pria itu membunuhnya sekarang.

Dia bilang masalah selesai jika pria itu membunuhnya.

Jang Ho tanya, bagaimana Seok Hoon bisa mengenal Soo Hyun.

Seok Hoon pun teringat saat dia menemui Soo Hyun di dekat jembatan semalam.

Seok Hoon tanya, apa Soo Hyun membunuh Hyun Seo.

Soo Hyun : Orang itu. Pria yang pernah kupanggil “Ayah” yang melakukannya.

Seok Hoon kaget mendengar itu, ayah? Ayahmu?

Soo Hyun : Aku harus hidup. Aku harus menyelamatkannya. Jadi, kupikir aku sudah melakukan semua yang kubisa. Tapi aku salah. Darahnya mengalir dalam tubuhku. Aku menyangkalnya berkali-kali, tapi tidak ada yang berubah.

Seok Hoon : Jadi… Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan? Apa yang ingin kau katakan?

Soo Hyun : Tolong aku agar aku bisa menyelesaikan semuanya.

Flashback end…

Seok Hoon tanya, kenapa Jang Ho menanyakan itu.

Jang Ho : Tidak apa-apa. Aku tidak tahu apakah mengkhianati wanita yang kau cintai bisa disebut cinta, tapi kupikir setidaknya dia akan menjadi ayah yang baik. Setidaknya untuk Yeon Woo.

Jang Ho lalu tanya, seberapa besar Seok Hoon mempercayai Soo Hyun.

Seok Hoon terdiam.

Jang Ho : Coba pikirkan.

Jang Ho lalu berkata, dia banyak mendengar tentang Seok Hoon dari Gi Tae.

Seok Hoon : Mari kita lanjutkan di kantor.

Lalu Jang Ho dapat kiriman video dari private number. Rekaman video saat Soo Hyun dan Seok Hoon bertemu tadi malam.

Soo Hyun juga menemukan slide foto-foto Eun Ho dan juga Eun Soo.

Lalu dia kembali melihat sosok dirinya yang berdiri di depan sebuah pintu ruangan.

“Kubilang pergi!” teriak Soo Hyun. Dan sosok dirinya di masa lalu menghilang.

Soo Hyun kemudian menatap ruangan itu dan membuka pintunya.

Dia terkejut mendapati banyak foto-foto yang dijemur disana.

Juga ada beberapa berkas disana.

Sementara itu, mobil Seok Hoon melintang di tengah jalan, menyebabkan kemacetan.

Jang Ho turun dari mobil, tapi Seok Hoon tidak mengejar. Entah apa yang terjadi pada Seok Hoon.

Seok Hoon masuk ke ruangan itu.

Dia melihat banyak sekali foto-foto Eun Ho dan Eun Soo disana.

Seok Hoon ternyata pingsan.

Kamera menyorot alat setrum yang tergeletak disamping Seok Hoon.

Soo Hyun marah dan mencabuti foto-foto yang digantung.

Di belakang Soo Hyun, ada rak buku.

Di tengah kemarahannya, Soo Hyun menemukan cincin kawin milik Eun Soo disana.

Sontak lah, Soo Hyun makin sakit.

Lalu Soo Hyun mendengar tanda kehadiran Jang Ho.

Soo Hyun bergegas keluar.

Jang Ho masuk. Dia membuka tirai yang tertutup, lalu berbalik menatap tajam Soo Hyun yang berjalan ke arahnya.

Bersambung…..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Mine Ep 7 Part 1
Read More

Mine Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 7 Part 1, Apakah Kalian mencari daftar full recapnya gaes? Yuk baca tulisan…
Start Up Ep 7 Part 1
Read More

Start Up Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 7 Part 1, Yuk gaes bacalah juga untuk bagian rekap Episode sebelumnya…