The Road : The Tragedy of One Ep 10 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 10 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Sebelumnya…

Soo Hyun menyadari bahwa Mi Do tidak buta.

Memang benar. Mi Do tak buta. Dia tengah menuliskan judul untuk foto USG nya.

“Tanggal 9 Mei, enam pekan, 67 cm, 120 bpm, harapanku.”

Soo Hyun : Mi Do satu-satunya saksi dan kaki tangan. Itu sebabnya Jang Ho bisa memiliki alibi.

Soo Hyun lalu menghubungi seseorang.

Dia lantas menyadari kalau Jang Ho tidak tahu Mi Do tak buta.

Soo Hyun ingat saat Jang Ho mengenalkan Mi Do padanya dan Eun Soo.

Terdengar suara Jae Yeol.

Ya, Jae Yeol lah yang dihubungi Soo Hyun.

Jae Yeol : Soo Hyun, kenapa kau diam saja?

Soo Hyun : Ya. Bisakah kau menyelidiki seseorang untuku? Aku akan mengirimkan nama dan alamat kantornya.

Jae Yeol : Ada apa? Ada hubungannya dengan yang terjadi?

Soo Hyun : Ini mendesak. Selidiki secepat mungkin.

Jae Yeol : Baik, aku mengerti, tapi kau tidak berhak menyelidiki kasus ini.

Soo Hyun diam lagi.

Jae Yeol : Kau mendengarkan?

Soo Hyun : Aku akan menghubungimu lagi.

Soo Hyun lalu masuk ke mobilnya.

Dan dia bergegas pergi.

Eun Soo bersama Jang Ho di gereja.

Jang Ho yang duduk di belakang Eun Soo, mencoba menggapai Eun Soo.

Tapi kemudian, Jang Ho teringat kata-kata Mi Do.

Mi Do bilang, Jang Ho tak perlu mencintainya. Bagi dia, itulah cinta.

Eun Soo lantas berdiri. Dia tahu ada Jang Ho disana, tapi dia mengabaikan Jang Ho dan berniat pergi begitu saja. Jang Ho menahan kepergian Eun Soo.

Jang Ho bilang, dia tahu Eun Soo tak mencintainya tapi dia tak peduli. Baginya, itu adalah bentuk cinta. Eun Soo berkata, dia bukan Eun Ho.

Jang Ho bilang dia tahu.

Eun Soo lalu memegang pipi Jang Ho dan Jang Ho menggenggam tangan Eun Soo.

Eun Soo mengajak Jang Ho putus.

Eun Soo bilang Jang Ho bisa kembali menulis lagi dan dia akan mengadakan pameran dan untuk Yeon Woo, Yeon Woo akan kembali ke sekolah setelah matanya pulih.

Eun Soo : Mari kita kembalikan semuanya seperti dahulu. Mengerti?

Jang Ho tanya bagaimana dan apa yang harus dia lakukan.

Eun Soo diam saja.

Jang Ho : Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Apa yang membuatmu kesulitan? Karena Yeon Woo? Biar… Biar kubantu. Aku akan melakukan apa pun.

Eun Soo : Maafkan aku karena mengandalkanmu saat itu. Maaf aku menyakitimu begitu lama. Aku egois. Aku minta maaf untuk itu.

Jang Ho : Kita tidak bisa menyerah sekarang. Jangan tinggalkan aku.

Eun Soo : Aku merasa bersyukur kau saat itu ada di sisiku. Aku serius.

Eun Soo lalu memeluk Jang Ho.

Tangis Jang Ho mulai mengalir.

Eun Soo : Saat semua ini berakhir… Sampai saat itu tiba…

Eun Soo melepas pelukannya dan tersenyum pahit.

Eun Soo : Selamat tinggal, Jang Ho-ssi.

Eun Soo beranjak pergi.

Sementara Mi Do, dia sedang melihat slide foto-foto Eun Ho.

Dan matanya seketika berkaca-kaca melihat foto Jang Ho bersama Eun Ho dan Yeon Woo.

Mi Do yang terluka, lalu menyentuh perutnya.

Soo Hyun kembali menemui staf Jang Ho.

“Mi Do? Dia membantu kami selama syuting.”

“Apa maksudmu?”

“Karena tema dokumenternya, kami merekam dalam kegelapan total.”

“Pak Oh bersamamu sepanjang waktu?”

“Ya. Dia bersama kami sepanjang waktu.”

“Bisa tunjukkan rekamanmu hari itu?”

“Tentu.”

“Ada titik butakah?”

“Seperti kataku, kami ingin ini terlihat nyata, karena itu kami berusaha keras. Itu, Pak Oh di sana. Dan ini Mi Do.”

Staf River menunjukkan klip rekaman hari itu.

Soo Hyun ingin melihat klip yang lain.

Staf bersedia jika itu untuk membantu mereka.

Tapi, pria yang ada di klip bukanlah Jang Ho.

Staf merasa bingung.

“Aneh. Kami merekam semuanya.”

“Dia pergi selama syuting?”

“Tidak. Dia ada di sana sepanjang waktu.”

Staf kemudian teringat kalau biasanya, Jang Ho memberikan instruksi sendiri tapi hari itu, dia merasa kurang sehat. Bahkan suaranya pun serak, jadi, Mi Do yang menyampaikan instruksinya kepada mereka. Jadi, pelanggan lain tidak keberatan.

Soo Hyun : Memangnya itu mungkin? Mi Do bukan ahli dokumenter.

Staf : Mereka sudah lama berpacaran.

Soo Hyun : Kau bilang mereka bertemu tiga tahun lalu.

Staf mengiyakan.

Soo Hyun pun tersadar kalau Mi Do lah yang membuat semua orang mengira Jang Ho ada di restoran sepanjang waktu.

Gi Tae tengah menonton berita Kyung Sook yang menyerahkan diri.

“Direktur Bae memberi tahu polisi pada tanggal satu bulan ini di dalam Royal The Hill, dia menabrak dan membunuh pemilik klub Kim Seok Pil, lalu menyerahkan jasadnya kepada Anggota Dewan Hwang Tae Seob.”

Tak lama, Eun Soo pulang dan Gi Tae langsung mematikan TV nya.

Gi Tae mendekati Eun Soo.

Gi Tae : Jadi, kau berdoa di gereja?

Eun Soo : Ya, sebentar.

Gi Tae : Baiklah. Ayah tahu kau sudah melihat berita. Kau pasti punya banyak pertanyaan dan merasa bingung. Berandal yang mencoba menculik cucuku dan pembunuh pria satunya sudah ditangkap. Semua sudah berakhir sekarang. Bagaimana jika kau dan Yeon Woo pergi ke tempat lain untuk sementara? Nama Yeon Woo akan muncul di berita selama beberapa saat, lagipula ada banyak rumah sakit yang lebih baik di luar sana.

Eun Soo : Di mana maksud ayah?

Gi Tae : Di mana saja. Sebutkan tempat apa pun. Ayah akan mengaturnya.

Eun Soo diam. Gi Tae yang tahu perasaan Eun Soo, menasihati Eun Soo kalau piring yang pecah tetap rusak meski disatukan kembali.

Gi Tae : Jika ini tentang Soo Hyun, merelakannya bisa menjadi pilihan.

Eun Soo : Aku tidak bisa melakukannya. Ayah mengetahuinya.

Gi Tae : Di saat seperti ini, ingatlah satu hal. Bahwa kau ibu Yeon Woo. Kau pernah kehilangan dia sekali dan itu sudah berlebihan. Bagi kita berdua, bukan?

Eun Soo : Ya, Ayah.

Eun Soo masuk ke kamar dan mendapati Yeon Woo sudah tidur.

Eun Soo menyelimuti Yeon Woo dan menemani Yeon Woo.

Gi Tae ke ruang jagalnya, menemui Yeo Jin yang sudah menunggunya disana.

Yeo Jin : Kudengar pimpinan ingin segera bertemu denganku.

Gi Tae : Soal ini kau cepat. Soal lain sebaliknya.

Yeo Jin : Boleh aku tahu ini soal apa?

Gi Tae : Di usiaku ini, ada dua perubahan menarik. Satu, waktu bertambah cepat. Sehari bagi orang lain terasa seperti sepekan bagiku. Dua, aku merasa tidak sabar, seperti anak kecil. Ikut aku. Ada sesuatu yang harus kau lihat.

Dan Gi Tae menunjukkan kamera CCTV nya.

Gi Tae : Aku punya rekaman semua perbuatanmu malam itu.

Tentu saja, Yeo Jin tak menyangka hal itu.

Gi Tae : Aku sudah memasukkanmu ke Gedung Biru. Tentu aku juga punya trik lain, bukan?

Yeo Jin : Pimpinan tidak mengatakan apa pun, jadi, aku tidak bisa maju.

Gi Tae : Kenapa? Kau takut menyerang Soo Hyun tanpa seizinku akan membuatku kesal? Karena dia anggota keluargaku? Hanya butuh setengah hari kurang untuk merusak kehormatan seseorang. Butuh kurang dari sehari untuk memperbaikinya. Mana mungkin aku tidak tahu?

Yeo Jin : Aku akan bergegas.

Gi Tae : Jika tidak bertindak lebih dahulu, kau tidak bisa mengalahkan Soo Hyun.

Yeo Jin : Akan kuingat itu.

Usai bicara dengan Gi Tae, Yeo Jin langsung keluar dan menuju mobilnya sambil menghubungi Seo Young.

Yeo Jin : Seo Young, ini darurat. Sampai jumpa di kantor. Aku segera ke sana.

Moon Do menghadap Gi Tae.

Gi Tae : Soo Hyun melakukan ini karena Eun Soo? Karena dia dan Oh Jang Ho?

Moon Do : Ya.

Gi Tae : Lanjutkan yang kau lakukan.

Moon Do : Baik, Pak. Aku menyuruh mereka menjauh terlepas dari situasinya sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hush Ep 4 Part 4
Read More

Hush Ep 4 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 4 Part 4, Lihat cerita selengkapnya di tulisan yang ini. Bagian untuk ketiga…