The Penthouse 3 Ep 37

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 37, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan tulisan ini. Sedangkan bagian recap lainnya seperti Episode Sebelumnya di sin

foto: SBS
foto: SBS

Semua orang berlarian setelah Logan memberi tahu kalau ada bom di Hera Palace, membuat Kang Mari dan anak-anak lainnya membantu mengarahkan orang-orang keluar. Seok Hoon menghampiri Seok Kyung yang masih berdiri di sana, bertanya Seok Kyung, kenapa kamu berdiri di sana kemudian menariknya keluar. Semari pergi, Seok Kyung berteriak  Ibu, tolong jangan mati, Ibu harus keluar hidup-hidup.

Saat di dalam lift, Seok Kyung melihat seseorag yang belum masuk karena mengejar anjing berkata seseorang masih di dalam, kemudian keluar menolongnya di ikuti Seok Hoon dan lainnya, Jenny dan Seok Kyung memapah orang tersebut masuk kedalam lift, sedangkan Rona membawa anjingnya. Pintu lift sudah tertutup, sebelum sempat Seok Hoon dan Minhyuk masuk kedalam, kemudian mereka berlari menuju tangga darurat.

foto: SBS
foto: SBS

Suryeon menyuruh Joo Dnatae menjatuhkan pengendali peledaknya, dengan menembak sound di sampingnya. Kubilang kamu akan mati jika terus menantangku ucap Joo Dantae, seperti mantan suamimu, Min Seol A, Oh Yoonhee jdi tembak aku sekarang. Dengan marah, Suryeon menembak dada kanan Joo Dantae, berkata ini untuk semua nyawa tidak berdosa yang kamu renggut, kembali Suryoen menembak dada Joo Dantae membuatnya terjemab di lantai.

Suryeon mendekati Joo Dantae seraya berkata inilah ganjaran atas semua kejahatanmu, kemudian mengambil alat pengendali dan berbalik. Joo Dantae membuka matanya kemudian mengambil pecahan beling dan menancapkannya pada kaki Suryeon, berusaha merebut alat pengendali membuat mereka berkelahi.

Shim Suryeon, ayo pergi bersama ke neraka ucap Joo Dantae yang bediri di depan kaca, setelah mendapatkan alat pengendali. Suryeon berteriak jauhkan pengendainya, kemudian menembak Joo Dantae tepat di dahinya membuatnya terjatuh, sebelum terjatuh Joo Dantae berhasil menekan alat pengendalinya.

foto: SBS
foto: SBS

Suryeon masih terduduk di lantai, kemudian mengambil photonya bersama Seok Hoon dan Seok Kyung berkata Ibu sangat menyayangimu, seraya menangis. Logan memasuki rumah Suryeon dengan berlari kemudian mendekatinya dan membawanya keluar menaiki lift.

Suryeon memberi tahu kalau ia membunuh Dantae kemudian bertanya bagaimana dengan yang lain. Semua orang dievakuasi, mereka semua aman jawab Logan. Ketika waktunya habis, seketika bom yang di pasangnya meledak membuat semuanya hancur dan hera place roboh.

foto: SBS
foto: SBS

“Hera Palace, apartemen termahal di Korea sekaligus yang menjadi maskot Seoul telah roboh. Hera Palace, yang memimpin pasar properti domestic dengan nilai propertinya yang meroket tahun demi tahun hancur berkeping-keping kemarin setelah bom yang dipasang oleh Pimpinan Joo Dantae, yang merancang Hera Palace sendiri, meledak.

Gedung apartemen 100 lantai dengan tempat berlindung yang bisa menampung 200 orang selama perang nuklir dan membanggakan infrastruktur yang bisa menahan gempa bumi dihancurkan oleh pengebom bunuh diri. Pimpinan Joo Dantae mendapatkan bom ilegal buatan melalui Cho, yang dahulu adalah sekretarisnya. Jasad Cho ditemukan pagi ini, penyebab kematian belum diketahui.

Lebih dari 90 persen penghuni sudah pindah dari Hera Palace. Berkat respons cepat para penghuni tidak ada satu pun korban. Namun, karena kebanyakan penghuninya berasal dari kalangan atas, kerugian diperkirakan akan sangat besar. Massa yang marah dengan perbuatan Joo Dantae yang mengancam nyawa orang tidak bersalah berkumpul di depan Gedung Biru untuk menentang pemakaman Joo Dantae.”

foto: SBS
foto: SBS

Joo Dantae mengancamku dan bilang bahwa dia menyembunyikan bom di seisi Hera Palace, dia bilang jauh lebih kuat daripada yang ada di mobil Logan dan mengakui semua itu kepadaku ucap Suryeon saat di introgasi polisi. Dengan kata lain, Joo Dantae-lah yang mencoba membunuh Logan ucap polisi tersebut. Logan memberikan foto kepada polisi seraya berkata, ini foto-foto dari TKP, dia menyamar sebagai pria tua, tapi itu jelas Dantae.

Polisi tersebut menerima dan melihatnya kemudian berkata karena tersangka sudah meninggal, kami tidak bisa menyelidikinya, kemudian memberi tahu kalau rekannya menemukan laptop di rumah ibu Pak Cho dan mendapatkan banyak bukti berbagai kejahatan yang dilakukan Joo Dantae, sungguh tragis semua ini baru terungkap setelah kematiannya.

Suryeon memberi tahu kalau ia dan Dantae sudah bercerai, tapi dia ayah dari anak-anakku karena ini terjadi saat upacara pertunanganku, aku merasa turut bertanggung jawab.

foto: SBS

“Konferensi Pers Kompensasi Hera Palace”

Kami berencana mengompensasi penghuni Hera Palace atas kerugian yang diderita akibat pengeboman Joo Dantae dari dana pribadi kami ucap Logan, jadi aku akan menyumbangkan sepuluh miliar dolar untuk mendirikan yayasan bagi para korban, selain itu Logan Lee Corporation akan mengakuisisi Grup Cheong A yang bangkrut karena tindakan pemiliknya yang tidak pantas untuk meminimalkan kerugian para pemegang saham dan pegawai.

Suryeon yang duduk disamping Logan juga berkata kalau ia akan menyumbangkan dana pribadinya dan melakukan yang terbaik untuk membantu para korban dan menggalang dana bantuan bencana, kepada orang-orang yang menderita secara psikologis dan finansial dalam kecelakaan ini, aku sungguh meminta maaf.

foto: SBS

Seojin sedang menonton TV menyiarkan berita tentang Joo Dantae, kemudian mematikanya seraya berkata akhirnya dia pergi, Joo Dantae kematian itu sangat cocok denganmu. Sekertaris Do meletakkan obat Seojin di meja, seraya berkata aku membawa obat dari rumah sakit. Bagus ucap Seojin memberi tahu kalau Shim Suryeon mengawasi tiap gerakanku jadi aku tidak boleh melakukan apa pun yang membuatnya curiga dan kapan pun aku dipanggil, ambil obatku dari rumah sakit.

Baik ucap Sekertaris Do, kemudian memberikan ucapan selamat karena dengan kematian Joo Dantae, Anda tidak perlu lagi membayar utangnya dan juga akan diizinkan bepergian. Ajukan penolakan warisan hari ini ucap Seojin kemudian bertanya Eunbyeol tidak tahu, bukan. Sama sekali tidak jawabnya. Tetaplah waspada dan jangan mengacau di dekatnya karena dia anak yang sensitive, jika dia sadar aku tidak minum obat, dia mungkin merasa dikhianati dan entah apa yang akan dia lakukan ucap Seojin.

foto: SBS

Sebelumnya,

Saat berjalan, Seojin melihat Eunbyeol dari kaca yang sedang mengeluarkan obatnya seraya berkata Ibu, aku akan menghapus semua kenangan buruk Ibu agar Ibu bisa selalu bahagia dan sudah menyimpan semua pilku hanya untuk Ibu. Setelah Eunbyeol pergi, Seojin segera pergi ke toilet dan memuntahkan minuman yang ia minum, kemudian berkumur dan kembali kemeja.

foto: SBS

Kesaksiannya adalah satu-satunya jalan keluarku sekarang, jika Suryeon merilis bukti bahwa aku membunuh Yoonhee, Eunbyeol harus bilang aku mengidap demensia stadium awal karena obat ucap Seojin. Apa itu mungkin tanya Sekertaris Do, karena Polisi akan membuat Anda mengikuti tes saat mengawasi Anda dan Diagnosis Anda saat ini tidak akan cukup.

Itu sebabnya aku membutuhkan Eunnyeol ucap Seojin dengan teriak, karena aku tidak seperti pasien demensia lainnya dan Demensiaku adalah efek samping obat, tidak ada dokter yang bisa memastikan kondisiku melebihi pendapat sepuluh psikiater, karena pernyataan Eunbyeol akan lebih berbobot. Apa rencana Anda sekarang tanya Sekertaris Do.

Pertama, aku harus mengirim Eunbyeol ke luar negeri jawab Seojin, aku bisa menyusulnya setelah larangan perjalananku dicabut setelah aku bisa membuktikan bahwa mentalku tidak stabil dan pikiranku tidak normal, hukum pun tidak bisa mengikatku.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di The Penthouse 3 Eps 38 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang aku tulis, salam A2One.

8 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 39 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 39 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…