Drama Korea

The King’s Affection Ep 1

 Tentangsinopsis.com – Sinopsis The King’s Affection Episode 1, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang ini.

foto: KBS2

Tuan Putri berteriak saat melahirkan dan keluar seorang bayi laki-laki, tidak lama kemudian ia kembali berteriak dan kembali melahirkan bayi perempuan.

Bayi kembar tidak diperkenankan lahir di dalam kerajaan ucap Raja kepada Hyejong dan Ki Jae. Ki Jae menyuruh raja jangan khawatir karena yang lahir di istana malam ini hanyalah putra sulung Putra Mahkota dan tidak akan ada yang tahu bahwa dia anak kembar.

Tuan Putri belutut di lantai kemudian menyuruh Hyejong membiarkan dia hidup, dengan terlahir sebagai perempuan… itu bukan alasan yang pantas untuk mati. Itu tak bisa kulakukan karena Raja telah memberikan titahnya jadi kita harus mengikutinya ucap Hyejong.

foto: KBS2

Para perjurit istana menyerang dan menghabisi warga serta para pelayan istana yang mengetahui tentang kelahiran tersebut. Ki Jae memasuki ruangan Tuan Putri kemudian bertanya di mana bayi perempuan itu. Tuan Putri memberi tahu kalau bayi perempuannya telah meninggal. Ki Jae mengeceknya kemudian menyuruh Hyejong membakar bayinya.

Tuan Putri menyuruh pelayan Kim memeriksa bayi perempuannya setelah Ki Jae dan yang lainnya pergi. Tuan Putri memberikan bayi perempuannya kepada Byeulgam Gu setelah memasuki ruangannya seraya berkata denyut nadinya lemah jadi bawa dia ke tabib terdekat setelah berhasil dibawa keluar.

foto: KBS2

Putra Mahkota Lee Hwi dan yang lainnya sedang bermain sepak bola. Dami memanjat pagar, mengambil kain yang menyangkut di pohon, tiba-tiba bola melayang kearahnya membuatnya terjatuh. Bisa berikan bolanya tanya Eunuch Hong yang menghampirinya dan terkejut saat melihat wajah Dami kemudian memberi tahu Lee Hwi kalau ada dayang yang mirip dengannya.

Lee Hwi memberi tahu ibunya kalau ia melihat seorang perempuan yang mirip dengan dirinya. Tuan Putri menyuruh Lee Hwi menghentikannya dan jangan membicarakannya lagi. Dia pasti putriku yang kukirim ke luar kota ucap Tuan putri kepada Pelayan Kim kemudian menyuruhnya mencari anak yang dilihat Putra Mahkota.

foto: KBS2

Polisi kerajaan beserta prajuritnya memasuki ruangan Hyejong yang sedang berbicara dengan Lee Hwi dan Hwagil, menyuruh para prajuritnya membawa Hwagil, memberi tahu kalau ia mendapat perintah dari Raja untuk menangkap Guru Kerajaan.

Hyejong berbicara kepada raja menyuruh membatalkan keputusannya. Dia membuat petisi yang tak masuk akal dan memecah para pengikut kita, sudah pasti dia tak pantas untuk menjadi guru bagi Pangeran ucap sang Raja.

foto: KBS2

Lee Hwi terjatuh saat melihat prajurit mendekatinya yang sedang mengintip di pagar karena sedang mencari tahu Guru tak ke istana beberapa hari.

Kudengar Yang Mulia mencariku ucap Dami yang sedang berlutut di hadapan Lee Hwi. Kita sangat mirip ucap Lee Hwi yang melihatnya kemudian menyuruh Eunuch Hong membawakan bajunya, setelahnya Lee Hwi dan Dami bertukar pakaian.

Eunuch Hong memberi tahu para prajurit kalau dia dayang baru dan sedang mendapat tugas saat sedang menghadangnya yang hendak keluar dari istana, setelahnya mereka masuk ke keluar setelah di ijinkan. Bagaimana dengan Pangeran tanya Dami dan di jawab dia baru saja lolos dan keluar istana oleh Eunuch Hong.

foto: KBS2

Bagaimana kabar Pangeran, apa dia membenciku karena pergi tanpa pamit kepadanya tanya Hwagil kepada Lee Hwi yang sedang menyamar menjadi Dami. Aku tak membencimu, tetapi khawatir kepadamu karena kau bukan orang yang pantas dibenci ucap Lee Hwi. Hwigil meminta maaf karena tak bisa melayanimu hingga detik terakhir.

foto: KBS2

Ku dengar kau telah membaca Zuo Zhuan sendiri jadi kalimat apa yang paling berkesan untukmu tanya Hyejong setelah memasuki ruangan Putra Mahkota. Bukannya menjawab, Dami berkata aku ingin tahu kalimat apa yang berkesan untuk Ayah dari buku itu.

Injabulwoo, jijabulhok, yongjabulgu, orang yang benar tidak akan khawatir, orang yang bijak tidak akan kehilangan arah dan orang yang berani tidak akan merasa takut jawab Hyejong. Yang baru saja Ayah katakana sungguh mengesanku ucap Dami setelah mendengarnya.

foto: KBS2
foto: KBS2

Kita diundang secara terhormat ke istana, ini seperti mimpi bagiku ucap Ji Un kepada Seok Jo yang sedang berada di istana. Tak lama lagi kau akan melayani Yang Mulia di tempat ini ucap Seok Jo kemudian perdi dan menyuruh Ji Un menunggunya.

Ji Un bejalan mengikuti Dami yang hendak memberikan kainnya yang jatuh. Ji Un menghentikan langkahnya saat melihat Dami yang sedang membaca buku di depan rumahnya kemudian meghampirinya. Bagaimana kau bisa masuk kemari tanya Dami terkejut, memberi tahu kalau pintunya terkunci.

Ji Un menahan Dami yang hendak mengambil bukunya yang terjatuh di kolam, membuatnya terjatuh bersama saat Dami memberontak. Dami berenang membawa Ji Un naik ke atas yang tengah tenggelam kemudian memberikannya nafas buatan saat Ji Un menutup matanya.

Apa-apaan ini tanya Ji Un setelah sadar. Apa kau tak belajar bela diri sama sekali tanya Dami kemudian berkata keseimbanganmu mudah goyah sehingga jatuh ke air, aku sangat khawatir karenamu.

foto: KBS2

Ji Un memberi tahu kalau ia sedang melatih keseimbangan saat Seok Jo menghampiri dan bertanya kepadanya. Seok Jo memberi tahu kalau pedang tidak boleh sembarang digunakan karena digunakan untuk melindungi orang yang berharga. Kalau begitu ajarilah aku Ayah ucap Ji Un setelahnya mereka berlatih bersama.

foto: KBS2

Ji Un memberikan buku ZUO ZHUAN kepada Dami seraya berkata buku ini banyak dijual di toko buku, setelahnya membantu Dami menjemur kain-kain. Dami memberi tahu kalau namanya Dami, diambil dari tepi pematang.

Kau tak pernah bertemu dengan orang tua kandungmu tanya Ji Un dan dijawab gelengan kepala oleh Dami. Ji Un menahan Dami yang hendak pergi kemudian bertanya apa rencanamu di hari festival nanti.

foto: KBS2

Eunuch Hong memberi tahu Lee Hwi yang sedang berbicara dengan Dami, kalau Raja telah memerintahkan eksekusi untuk Guru Kerajaan.

Tuan putri menemui Dami dan mengajaknya ikut bersamanya dan sekarang mereka berada di salah satu ruangan di istana. Bagaimana caramu menjadi dayang tanya Tuan Putri. Karena kebakaran di gunung setengah tahun lalu dan biksu yang menjagaku meninggal karena itu, ada ibu yang sering memberi kami makanan melihatku sendirian lalu membantuku kemari jawab Dami.

Apa kau tak merasa kesepian, apa kau tak membenci orang tua yang melahirkanmu tanya Tuan Putri kembali. Karena sudah sendirian sejak awal, aku tak mengerti apa rasa kesepian dan rasa rindu itu, karena itu aku tak pernah membenci mereka sama sekali jawab Dami. Tua putri berkaca-kaca saat melihat Dami yang duduk di hadapannya.

foto: KBS2

Ji Un menemui Dami yang sudah menunggunya di festival, setelahnya mereka berjalan-jalan bersama. Jadi, itu buku yang dipinjamkan oleh Pangeran tanya Ji Un. Benar jawab Dami memberi tahu kalau ia berkata ingin membaca satu buku saja dan dia langsung meminjamkannya. Mulai hari ini, aku punya tambahan tujuan hidup yaitu bisa melindungi Yang Mulia Pangeran nanti dan akan jadi pelayan setianya ucap Ji Un.

Apa ini tanya Dami setelah membaca tulisan yang di berikan Ji Un kepadanya. Walau nama Dami juga cantik, aku ingin memanggilmu dengan nama yang lebih istimewa karena bertemu denganmu di dekat kolam teratai, aku merasa nama ini cocok denganmu ucap Ji Un. Yeon Seon, ini sungguh nama yang indah ucap Dami.

foto: KBS2

Tuan Putri dan Pelayan Kim sedang melihat Dami yang sedang sedang menjemur kain dari kejauhan. Tuan Putri menyuruh Pelayan Kim mengusirlah dami dari istana karena Pangeran dan gadis itu tidak bisa terus bersama. Tuan Putri terkejut saat melihat Ki Jae berdiri di depannya.

Beraninya kau menipu ayah ucap Ki Jae dengan marah seraya mencekik leher Tuan Putri saat kembali ke istana. Tolong biarkan dia hidup, dia akan segera dikirim ke Yanjing dan hidup secara diam-diam ucap Tuan Putri memohon. Selama anak itu masih hidup, ayah akan membunuhnya di mana pun dia berada ucap Ki Jae dengan marah.

foto: KBS2

Prajurit kerajaan mengikuti Dami yang sedang berjalan bersama dengan para dayang lainnya menuju tempa Hwagil di eksekusi, akan dihukum pancung sebagai penjahat besar kerajaan.

Byulgam Gu membawa Dami pergi saat melihatnya yang sedang di kejar oleh prajurit. Sebelumnya, Lee Hwa meminta Dami menjadi dirinya, memberi tahu kalau tak bisa membiarkannya mati begini dan akan bisa pamit kepadanya. Biarkan aku pergi, aku belum sempat memberi salam terakhir kepada guruku ucap Lee Hwi.

foto: KBS2

Apakah kau Yang Mulia tanya Byulgam Gu kemudian kembali berlari saat melihat prajurit mendekat dan memanah kearahnya tapi mengenai orang lain. Mengapa dia mau membunuhku, siapa yang dia incar aku atau Dami, bila itu Dami mengapa dia ingin dibunuh tanya Lee Hwi. Byulgam Gu hanya diam kemudian menyuruh Lee Hwi naik keatas kuda dan segera pergi.

Lee Hwi terjatuh saat prajurit memanah dan mengenai kuda yang di naikinya. Prajurit tersebut berjalan mendekati Lee Hwi dan mengarahkan panah kearahnya. Byulgam Gu datang menyuruh menghentikannya tapi prajurit tersebut terlebih melepaskan anak panahnya membuat Lee Hwi terjatuh. Sementara di dalam istanya Dami terkejut saat melihat Ki Jae yang berdiri di depannya.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di The Kings Afecction Eps 2 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang aku tulis, salam A2One.

Tags: drama korea
A2One