The King’s Affection Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The King’s Affection Episode 4, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang ini. Episode sebelumnya disini.

foto: KBS2

Ji Un memohon saat melihat Jil Geum dan Yeong Ji yang sedang di cambuk, kemudian memberontak saat di bawa pergi oleh para tentara meghadap Seok Jo. Seok Jo menyuruh Ji Un bekerja di istana dan menuruti perintahnya.

Ji Un memberi tahu Dami kalau ia telah ditunjuk Raja dan akan bertanggung jawab atas kelas Yang Mulia. Dami memohon kepada Hyejong untuk membatalkan keputusannya dan menyuruh mencari tahu melalui Gu Chunsaeng dan dayang di istana.

foto: KBS2

Para pelayan memberi tahu Hyejong kalau meminta akupuntur karena tubuh lemah dan pertama kali mendengar tentang Tiga Ruangan lagi pula tabib Tiga Ruangan dipenjarakan di Kehakiman Hanseong. Mereka semua berbohong ucap Dami setelah pelayan pergi. Hyejong memberi tahu kalau ia sibuk menyuruh Dami kembali ke kediamannya.

foto: KBS2

Ji Un mengunjungi penjara tempat Jil Geum di kurung kemudian bertanya apa kau baik-baik saja. Tentu tidak jawab Jil Geum. Seraya berkaca-kaca Ji Un meminta maaf kemudian bertanya bagaimana Yeong Ji. Ku dengar dia berada di Kehakiman Hanseong jawab Jil Geum. Ji Un menyuruhnya bertahan, aku akan menyelamatkan kalian.

foto: KBS2

Para cendekiawan meletakkan buku di meja depan Dami dan Ji Un yang sedang berbicara. Dami menyuruh Ji Un meringkas buku-buku tersebut dan memberikan kepadanya kembali. Malam harinya, Dami mengajak Ji Un minum bersama. Sebelum meminum minumannya, Ji Un mengingat ucapan yang memberi tahukan kalau jangan mabuk di depan Yang Mulia.

Hebat juga, biasanya orang lain akan undur diri sekarang ucap Dami kepada Ji Un yang sedang mandi di sungai setelah menangkap ikan. Aku tidak akan pernah mundur ucap Ji Un. Dami kembali ke ruangannya, melihat tumpukan buku di mejanya. Pelayan Kim memberi tahu kalau itu ringkasan buku Tutor Jung. Dami menyuruh Pelayan Kim dan Bok Dong menyingkirkannya.

foto: KBS2

Ji Un menemui Hyun setelahnya mereka berbicara seraya minum bersama. Kapan kau kembali dari Ming tanya Hyun. Sudah sekitar setahun jawab Ji Un memberi tahu kalau baru kembali ke kota tiga atau empat bulan lalu. Apa ini menyangkut ayahmu bukankah kau tak mau kembali ke istana dulu karena ayahmu tanya Hyun. Ceritanya panjang jawab Ji Un.

foto: KBS2
foto: KBS2

Bok Dong memberi tahu Dami yang sedang berbicara dengan Hyun di ruangannya kalau sudah waktunya untuk berlajar. Bukannya belajar, Dami berlatih memanah. Apa kau berniat terus menghindar dariku tanya Ji Un kepada Dami. Aku akan melakukannya bila bisa dan akan terus menghindar sampai kau tahu diri dan mundur jawab Dami.

Bertaruhlah denganku jika kalah dalam taruhan ini, aku akan mundur seperti keinginanmu tapi jika aku menang, kau harus kembali masuk ke kelasku ucap Ji Un. Mengapa aku harus melakukan itu tanya Dami, memberi tahu kalau ia tidak punya keinginan untuk bertaruh. Apa yang harus kulakukan agar kau mau tanya Ji Un. Aku mungkin akan menuruti bila kau mempertaruhkan nyawamu jawab Dami.

Ji Un berjalan menuju target panahnya kemudian berkata aku akan mempertaruhkan nyawaku. Dami mengarahkan panahnya ke arah Ji Un kemudian melepaskannya, dan mengenai target panah di sampingnya. Sementara Ji Un ketakutan dan menutup matanya. Aku kagum akan keberanianmu jadi aku menyetujui usulmu ucap Dami kemudian pergi.

foto: KBS2

Tiga Ruangan ulang Hyun saat membawa Ji Un menjauh kemudian bertanya lalu apa rencanamu sekarang. Aku juga tak tahu jawab Ji Un kemudian bertanya bukankah Tuan Sangheon adalah kakek Yang Mulia tapi mereka tak terlihat akur. Dia kesulitan berada di antara hubungan ayahnya dan kakeknya, mereka sebenarnya tidak berhubungan baik jawab Hyun.

Mengapa kau bertindak gegabah seperti itu tanya Ki Jae kepada Dami. Dami memberi tahu kalau ia ingin menunjukkan kepada mereka yang memandang rendah diriku kemudian bertanya mengapa Kakek menunjuk dia sebagai guruku. Kau tidak perlu berjuang sendirian di tempat ini karena bawahan kakek juga akan menjadi bawahanmu jawab Ki Jae.

foto: KBS2

Ji Un memberikan kantung yang berisi biji kepada Dami kemudian berkata ini pertanyaan untuk tes mendatang serta tugas dariku untukmu jika berhasil mengetahui benih pohon apa ini dari tunasnya. Dami mengamati biji tersebut seraya membaca beberapa buku untuk mencari tahu jawabannya.

foto: KBS2

Bukankah ini benih bunga teratai tanya Bok Dong kepada Dami yang sedang berbicara. Kau salah ucap Dami kemudian menghentikan langkahnya saat melihat seseorang kemudian bertanya siapa pria itu. Orang tersebut berjalan menghampiri Dami kemudian memperkenalkan diri aku Kim Ga On yang akan menjadi pengawal Yang Mulia mulai hari ini.

Hyejong menemui Ibunya menanyakan tentang pengawal Dami. Sejak masalah yang terjadi di perburuan kerajaan ibu tentu tidak bisa tinggal diam jawabnya kemudian bertanya kenapa kau tidak peduli dengan Putra Mahkota, walau tak bisa berkomentar akan hubunganmu dengan Ratu, Putra Mahkota negara ini bukan Pangeran Jehyeon jadi pikirkanlah status Putra Mahkota.

foto: KBS2
foto: KBS2

Apa yang sebenarnya dia rencanakan tanya Dami seraya memikirkan pertanyaan Ji Un saat berada di perpustakaan, kemudian membuka sebuah kotak dan mengambil buku dan kertas yang bertuliskan YEON SEON yang di berikan Ji Un kepadanya saat kecil, bertanya apa mungkin.

Apa kau sudah mengetahui jenis benih itu tanya Ji Un kepada Dami dan dijawab itu benih bunga teratai oleh Dami kemudian kembali berkata jawabanmu benar, apakah kau tahu maksudku smemberikan benih itu.

Menurut Zongjing lu, hati manusia yang tidak tahu tempatnya sama sekali diumpamakan sebagai bunga teratai, bunga teratai merupakan hidup dan mati bagi rakyat karena itu tidak hanya tindakan terhormat sebagai anggota kerajaan yang ada tetapi aku juga harus menempatkan diri sebagai rakyat jawab Dami.

Jawaban yang sangat hebat tapi ini bukan jawaban yang kuharapkan ucap Ji Un, kemudian kembali berkata bagi seseorang, istana sama seperti tempat yang berlumpur, ada orang yang memperlakukan orang lain dengan semena-mena tanpa rasa malu tapi apa pun perlakuannya, nyawa rakyat adalah hal yang tidak bisa dinilai harganya dan karena aku memberikan nilai terjelek untukmu pada tes ini.

foto: KBS2

Ji Un menemui Dami kemudian meminta maaf memberi tahu kalau ia tidak sengaja mendengar pembicaraannya kemudian bertanya apa jawabanku membuatmu sangat tidak nyaman. Jawabanmu sangat berkesan bagiku tapi jangan sampai kau melakukan itu lagi karena istana tempat yang berbahaya juga mengerikan jawab Dami.

Aku juga tahu itu ucap Ji Un, yang membuat tempat ini berbahaya adalah ayahku dan juga mungkin kakekmu tapi yang kutakutkan adalah aku terbiasa melihat perbuatan mereka yang tercela dan akhirnya mengikuti jejak mereka kemudian bertanya di mana benih teratai yang kuberikan kepadamu. Aku langsung melemparnya ke danau ini setelah kudapat darimu jawab Dami. Benih itu akan segera mekar jadi mohon bantuannya sampai ia mekar nanti ucap Ji Un.

foto: KBS2

Mari kita berangkat, hari akan sangat pendek ucap Hyun kepada Dami yang keluar dari istana bersama Bok Dong dan Ga On, setelahnya mereka pergi ke pasar dan berkeliling. Ga On mengejar Dami dan Hyun yang melarikan diri tapi kehilangan jejak karena Dami dan Hyun bersebunyi di balik pohon.

Mengapa kau seperti ini tanya Dami setelah keluar dari persembunyiannya. Tidakkah ini menyenangkan, ini seperti petak umpet saat kita kecil ucap Hyun kemudian memberikan cincin kepada Dami sebagai hadiah, menyuruhnya memberikan cincin kepada pasanganmu di kemudian hari.

foto: KBS2

Ji Un menghentikan langkahnya saat melihat Dami kemudian menghampirinya dan memasangkan topi miliknya di kepala Dami, sebelumnya Dami melepaskannya karena rusak seraya berkata tugas para pelajar adalah menjaga nama baik Yang Mulia jadi maafkan atas kelancanganku ini.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di The Kings Afecction Eps 5 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang aku tulis, salam A2One.

2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like