The Empire Eps 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The empire Episode 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada DISINI.baca episode sebelumnya disini

Sebelumnya…

Kepala Yang, para pelayan dan staf keamanan sibuk mencari2 sesuatu di tangga depan rumah. Tak lama kemudian, Ae Heon datang sambil membawa raket tennisnya.

Ae Heon : Apa yang kalian lakukan?

Kepala Yang bilang, mereka mencari sesuatu.

Kepala Yang : Instruktur tenis anda ada di lapangan tenis.

Ae Heon : Beri tahu aku. Apa yang kalian cari?

Gang Ye datang, salah satu jepit rambutku. Ayahku membelinya saat dia pergi ke Prancis untuk konferensi. Dia bilang tidak mudah menemukannya. Itu jelas ada padaku saat pelajaran golfku.

Ae Heon : Begitu rupanya. Akan bagus jika mereka bisa menemukannya. Namun, jika tidak, akan nenek belikan satu.

Gang Ye : Nenek tidak bisa membelinya begitu saja. Itu edisi terbatas.

Ae Heon melihat jepit rambut di rambut Gang Ye.

“Begitu rupanya. Itu memang jepit rambut yang indah.” ucapnya sambil memegang jepit rambut di kepala Gang Ye.

Gang Ye lalu bilang itu salah satu jepit rambut faboritnya.

Ae Heon turun, dia menemukan pasangan jepit rambut Gang Ye di depan tangga.

Tapi bukan mengembalikan, Ae Heon malah mengantongi jepit rambut itu. Jepit rambut itu sama dengan milik Nan Hee.

Apa itu berarti, jasad yang ditemukan adalah jasad Gang Ye? Nan Hee memiliki sepasang jepit rambut, sedangkan Gang Ye kehilangan satu. Dan yang ditemukan di jasad hanyalah satu jepit rambut, bukan sepasang.

Ae Heon membuka jaketnya di depan instrukturnya. Setelah itu, dia melakukan pemanasan. Usai melakukan pemanasan, instruktur mengajari Ae Heon cara memegang raket tenis. Dia merangkul, juga memegang tangan Ae Heon.

Setelah itu, mereka mulai bermain.

Instruktur melempar bola ke Ae Heon pelan2. Ae Heon memukul bola. Kata instrukturnya, dia memukul terlalu pelan. Ae Heon memukul lagi. Lagi dan lagi. Tanpa dia sadari, ada kamera pengintai yang merekam aksi mereka.

Ae Heon kembali ke kamarnya dan menyimpan jepit rambut Gang Ye di laci.

Setelah itu, dia menyalakan televisi dan menonton berita soal Kantor Hukum Ham dan Lee yang digeledah oleh kejaksaan.

Ae Heon lantas menghubungi suaminya dan sok khawatir.

Ae Heon : Yeobo, apa yang terjadi sekarang?

Hakim Ham yang duduk di balik mejanya berkata, kalau Ae Heon gak perlu cemas. Dia lalu menyuruh Ae Heon tetap di rumah.

Usai bicara dengan Ae Heon, Hakim Ham beranjak ke jendelanya.

Kekecewaan tampak jelas di wajahnya.

Direktur Ham di ruangannya, menatap ke layar komputernya.

Sung Hyun membahas soal Dana Natal dengan Hye Ryool.

Sung Hyun : Surat penggeledahan dikeluarkan pada firma hukum untuk menekan kita. Apa menurutmu bijaksana jika kita juga mengincar Dana Natal?

Hye Ryool : Inti dari Investigasi Jusung adalah membuktikan aktivitas ilegal yang dilakukan selama merger dan akuisisi di Jusung. Pertama…

Hye Ryool beranjak dari duduknya dan melanjutkan kalimatnya, … anak perusahaan Jusung, Jusung Chemical, mengubah protokol manajemen akuntansi sekitar akhir tahun 2017. Jadi, mereka menaikkan nilai perusahaan. Itu akuntansi palsu. Jadi, itu pelanggaran UU Pasar Modal. Untuk menangani masalah yang terjadi selama proses ini tanpa halangan, mereka melobi Rumah Biru. Serta itu Dana Natal. Kau ingin membiarkan itu?

Sung Hyun : Aku tahu itu. Namun…

Hye Ryool : Aku akan segera melakukan tindakan pembalasan. Aku akan mendapatkan surat perintah apa pun yang terjadi.

Hye Ryool lalu melihat jamnya.

Hye Ryool : Kenapa dia lama sekali?

Sung Hyun : Aku akan meneleponnya lagi.

Baru mau nelpon, yang mereka tunggu datang.

Rekan mereka membawa Nan Hee masuk.

Hye Ryool terkejut melihat Nan Hee. Yang membuatnya terkejut adalah, Nan Hee memakai jepit rambut yang sama dengan milik Gang Ye.

Ternyata Geun Woo lah yang memberikan jepit rambut itu.

Geun Woo : Kau menyukainya?

Nan Hee : Ya. Sangat. Aku sangat menyukainya. Ini indah. Namun, ada berlian dan mirah delima. Bukankah harganya mahal?

Geun Woo : Astaga. Nona, masalahnya bukan harga. Aku harus mengantre, bahkan sebelum tokonya buka. Hanya untukmu.

Geun Woo lalu memakaikan jepit rambut itu ke rambut Nan Hee.

Nan Hee : Bagaimana kelihatannya?

Geun Woo : Tampak indah.

Nan Hee bahagia, dia lantas mencium Geun Woo.

Flashback end…

Nan Hee tersenyum pada Hye Ryool.

Hye Ryool masih terkejut, tapi tak lama, dia membalas senyum Nan Hee.

Rekan yang mengantar Nan Hee mendekati Hye Ryool.

“Aku baru saja melihat berita. Kau baik-baik saja?”

“Tidak, aku tidak baik-baik saja. Namun, ini prioritas. Jaksa Oh.”

“Maaf memintamu melakukan ini. Komputernya rusak dalam hitungan detik. Teknisi internal entah sedang berlibur atau dikirim ke departemen lain hari ini.” ucap Sung Hyun.

“Tidak apa-apa. Hanya butuh sedetik bagi virus untuk menginfeksi komputer.” jawab Nan Hee.

“Sebenarnya, ini menyulitkan kami. Waktu kami tidak banyak. Namun, kami tidak yakin bisa minta mahasiswi untuk membantu kami.” ucap Hye Ryool.

“Tolong anggap aku sebagai teman Gang Baek, bukan mahasiswi. Anda tidak perlu terlalu formal denganku.” pinta Nan Hee.

“Baiklah. Terima kasih. Serta tentu saja, kami akan membayarmu untuk waktumu.” jawab Hye Ryool.

“Alih-alih itu, bisakah anda mentraktir kami minum? Hanya mahasiswa dari Universitas Minguk untuk kerja lapangan.” pinta Nan Hee.

“Aku akan meluangkan waktu untuk itu.” jawab Hye Ryool.

“Kalau begitu, aku akan bekerja.” ucap Nan Hee.

“Lewat sini.” ucap Sung Hyun.

Nan Hee duduk di depan komputer Hye Ryool. Sung Hyun menemaninya.

Ponsel Hye Ryool berbunyi. Hye Ryool pun langsung mengambil ponselnya yang dia taruh di dekat komputer. Telepon dari Geun Woo.

Hye Ryool : Ya, chagiya?

Nan Hee langsung melirik Hye Ryool.

Hye Ryool : Ya. Aku baru mau meneleponmu. Ini agak membingungkan. Ya. Aku baik-baik saja. Terima kasih. Ya. Mari bicara di rumah. Sampai jumpa.

Nan Hee agak kesal mendengarnya tapi dia berusaha tetap tenang dan fokus.

Usai bicara dengan Hye Ryool, Geun Woo menaruh ponselnya di meja. Dia resah. Tak lama kemudian, dia menatap tasnya. Dia bangkit dan membuka tasnya. Lalu dia mengeluarkan ponselnya yang lain dari dalam tas.

Geun Woo mengirim pesan.

Geun Woo : Asisten Woo. Di mana kau sekarang?

Hye Ryool memberitahu Nan Hee kalau tadi dia sedang menulis dokumen.

Nan Hee : Baiklah. Aku mengerti.

Hye Ryool dan Sung Hyun lalu beranjak ke meja rapat.

Ponsel Nan Hee berbunyi.

Nan Hee punya dua ponsel!

Awalnya, dia memeriksa ponselnya yang casingnya putih. Tapi yang bunyi bukan itu. Dia mengambil ponselnya yang satu lagi, yang casingnya pink. Ada satu pesan masuk. Nan Hee pun mematikan daya ponselnya.

Hye Ryool dan Sung Hyun tercengang melihat Nan Hee punya dua ponsel.

Nan Hee yang melihat itu, menjelaskan kalau tiap kali mereka rilis produk baru, dia menjadi pengulas paruh waktu.

Nan Hee : Jadi, aku pernah punya empat ponsel. Aku suka gawai. Rasanya tidak seperti bekerja. Itu cukup menyenangkan.

Sung Hyun kagum, kau memang jurusan teknik komputer.

Nan Hee : Kalau begitu, aku akan fokus sekarang. Aku juga akan berusaha memulihkan dokumennya.

Ponsel Hye Ryool berdering lagi. Kali ini dari ibunya.

Dia langsung keluar.

Hye Ryool : Ya, Bu.

Direktur Ham : Sudah jelas. Saat dia tidak menghentikannya, dia bersedia membuka jalan untuk mereka.

Hye Ryool : Lantas, ibu tahu siapa targetnya sejak awal. Namun, kita tidak tahu apa yang akan muncul sekarang. Baik, Bu. Ya. Aku harus menyelesaikan sesuatu. Sampai jumpa di rumah. Baiklah, Bu.

Hye Ryool lalu berterima kasih pada ibunya.

Direktur Ham : Hye Ryool-ah, maafkan ibu.

Hye Ryool : Apa maksud ibu? Hanya ibu yang kumiliki. Aku butuh ibu tegar.

Direktur Ham : Jangan sampai terlihat. Kau mengerti, bukan? Apa pun yang terjadi, ibu akan mengurusnya.

Hye Ryool : Ibu yang terbaik. Aku akan kembali bekerja sekarang. Baiklah.

Hye Ryool balik ke ruangannya.

Hye Ryool : Benar juga. Kalian sudah makan malam? Seharusnya aku menanyakan itu dahulu. Kami terbiasa melewatkan makan sesekali. Namun, aku harus memastikan kalian makan.

Nan Hee : Jangan hiraukan aku. Aku hampir selesai.

Hye Ryool : Aku harus mentraktir kalian minum.

Hye Ryool lalu mengajak Sung Hyun bicara diluar.

Hye Ryool : Jadi, ada detektif yang menyelidiki Kasus Dana Natal.

Sung Hyun : Ya.

Hye Ryool : Untuk menekan Dolphin, kita harus mengamankan para anggota dewan terkait Dana Natal yang sudah menghilang lebih dahulu. Jadi, serahkan yang kita miliki kepada polisi dan dukung mereka dengan semua yang mereka butuhkan untuk penangkapan.

Sung Hyun : Baik, Bu.

Hye Ryool : Kuharap kita bisa menggunakan koneksimu kali ini. Ungkapkan berapa kali Dolphin pernah ke sini. Kau mengerti?

Sung Hyun nya malah terdiam.

Hye Ryool : Bocorkan. Aku tidak mau alasan lagi darinya sekarang.

Si koneksi Sung Hyun terkejut sekarang setelah membaca pesan dari Sung Hyun.

Reporter Yoon : Ini gila.

Detektif Ji kesal, ada apa lagi kali ini?

Reporter Yoon : Oppa, biar kukatakan ini dahulu. Akulah yang memberi tahu kejaksaan bahwa kau mengejar Kasus Dana Natal.

Detektif Ji sewot, kapan kau membocorkannya? Kau mengaku sekarang?

Reporter Yoon : Apa yang harus kau lakukan jika ingin menjual banyak? Promosi, iklan, dan promosi penjualan. Ini semua tentang promosi.

Detektif Ji : Apa maksudmu?

Reporter Yoon : Han Hye Ryool ingin memberimu informasi yang dia miliki. Jadi, kau bisa menangkap para anggota dewan Dana Natal.

Reporter Ji tercengang tak percaya.

Reporter Yoon : Kau harus berterima kasih kepadaku. Aku memujimu di depan Jaksa Oh.

Reporter Wang menatap Reporter Ji, Sunbae, aku setuju bahwa dia membantumu kali ini.

Detektif Ji : Terima kasih.

Reporter Yoon pura2 gak dengar, apa? Aku tidak bisa mendengarmu.

Detektif Ji : Terima kasih. Astaga. Terima kasih banyak. Aku pasti sudah hidup terlalu lama. Siapa sangka kau akan membantuku?

Reporter Yoon jadi bersemangat.

Reporter Yoon : Oppa, karena kita sedang membahasnya, bisakah kau bicara…

Detektif Ji : Tenanglah, ya. Cobalah membuat kesepakatan setelah kau tenang sedikit. Teruslah bicara.

Reporter Yoon : Kau mau membaca pesannya?

Hye Ryool terus menatap jepit rambut Nan Hee.

Nan Hee fokus bekerja. Tak lama kemudian, dia tersenyum.

Nan Hee : Sudah selesai. Aku memulihkannya.

Hye Ryool : Benarkah?

Hye Ryool langsung mendekati Nan Hee dan melihat komputernya.

Tulisannya masih ada. Hye Ryool lagi menulis soal pernyataan palsu Jusung Chemical selama 3 tahun terakhir.

Nan Hee lalu berdiri dan memberikan diska lepas pada Hye Ryool.

Nan Hee : Aku sudah memindahkan semua fail ke diska lepas untuk berjaga-jaga. Agar siap menghadapi apa pun.

Hye Ryool : Terima kasih.

Lalu Geun Woo datang, dia terkejut melihat Nan Hee.

Hye Ryool mendekati Geun Woo, kau datang untuk menghiburku lagi?

Geun Woo : Astaga, ya.

Nan Hee menyapa Geun Woo, halo, Profesor Na.

Geun Woo : Hei, kau di kantornya.

Hye Ryool : Apa? Kau mencarinya?

Geun Woo : Aku penasaran apa yang dia lakukan di sini selarut ini.

Hye Ryool : Aku harus mengurus sesuatu yang mendesak. Lalu komputerku terinfeksi virus. Jadi, dia memulihkannya untukku. Dia cukup berbakat.

Geun Woo : Begitu rupanya.

Nan Hee : Jaksa Han, jika senggang, bisakah anda mentraktir kami minum hari ini?

Hye Ryool : Hari ini?

Nan Hee : Apa waktunya tidak tepat?

Hye Ryool : Tidak. Ayo pergi hari ini. Sebenarnya, ini mungkin satu-satunya hari aku bisa mentraktirmu minum. Aku tidak ingin bekerja lagi. Aku merasa tidak enak.

Tapi Geun Woo terlihat kesal.

Dua mobil berhenti di depan sungai.

Di salah satu mobil, Moo Ryool bicara dengan Su Hyeok. Moo Ryeol duduk di kursi belakang dan Su Hyeok di kursi kemudi, jadi sudah jelas ini mobil Su Hyeok. Moo Ryool menatap sebuah amplop di depannya. Dia lalu marah.

Moo Ryool : Suamiku melimpahkan semua pekerjaan kepadaku. Apa ini? Yang benar saja.

Su Hyeok : Aku juga bingung dengan situasi ini. Namun, aku yakin hanya kau yang bisa dipercaya keluarga Jusung sekarang, Hakim Han. Kau tidak bisa melanjutkan ini kecuali memercayai seseorang.

Moo Ryool : Jangan memanggilku hakim. Agensi penyelidikan? Itu sangat ilegal!

Moo Ryool lalu memanggil Su Hyeok.

Moo Ryool : Pak Nam, jika kita tidak bisa melakukan ini setelah bertindak sejauh ini, kita hanya sekelompok orang bodoh. Mengerti?

Moo Ryool lalu membuka amplop itu.

Moo Ryool : Aku tidak bisa membiarkan para pelawak ini menjatuhkan Jusung atau perusahaan hukum Ham dan Lee.

Melihat isinya, dia marah.

Moo Ryool : Orang-orang rendahan ini tidak akan boleh melakukan itu.

Ternyata isinya, foto Hye Ryool dan Sung Hyun di kantor.

Juga, foto Gang Ye di klub.

Gang Ye lagi bersenang2 di klub.

Dia naik ke atas meja dan menari.

Gang Ye kemudian pulang. Dia masuk ke rumahnya mengendap2.

Gang Ye mencium bajunya, untuk memastikan bau alkohol tidak ada.

Setelah itu, Gang Ye secara perlahan menuju tangga, tapi baru beberapa langkah menaiki tangga, seseorang memegang bahunya. Gang Ye terkejut, tapi pas noleh dia lega. Ternyata Kepala Yang.

Kepala Yang : Kau pergi ke kelab lagi?

Gang Ye : Teman-temanku memohon agar aku pergi bersama mereka. Pelayan Yang. Kau akan menjaga rahasiaku, bukan? Kumohon? Jangan beri tahu siapa pun.

Kepala Yang : Ini kali terakhir.

Gang Ye : Aku bersumpah. Ini kali terakhir. Aku akan fokus belajar sekarang.

Gang Ye naik ke atas. Kepala Yang tersenyum menatap Gang Ye.

Sekarang, Hye Ryool, Geun Woo dan Nan Hee di perjalanan. Geun Woo dan Hye Ryool duduk di belakang, dan Nan Hee di depan bersama supir.

Hye Ryool : Nan Hee, apa ada minol tertentu yang kau suka?

Nan Hee : Aku suka apa pun yang mengandung alkohol.

Hye Ryool : Begitukah? Lantas, aku akan mengajakmu ke tempat yang kusukai.

Hye Ryool lalu tanya pendapat Geun Woo soal The Library di Hotel Seorabeol?

Hye Ryool : Di sana bagus dan tertutup.

Geun Woo : Di sana?

Hye Ryool : Ya. Bisa telepon dan periksa apa kita bisa dapat meja pojok tenang?

Geun Woo : Tentu.

Geun Woo langsung membuat panggilan.

Geun Woo : Halo. Ya, ini aku. Bu Han dan aku berniat minum di The Library 20 menit lagi. Kami juga membawa tamu. Hanya kami bertiga. Namun, tolong beri kami pojok paling tenang. Ya. Terima kasih.

Hye Ryool lantas memegang tangan Geun Woo.

Hye Ryool : Kita sudah lama tidak ke sana.

Geun Woo : Benar.

Hye Ryool : Aku suka bar itu. Bisakah aku lengah malam ini? Sudah lama. Haruskah kita memesan kamar di sana karena kita akan berada di hotel?

Nan Hee agak kesal mendengar itu.

Geun Woo hanya bisa terdiam.

Hye Ryool menatap Geun Woo, ada apa?

Hye Ryool lalu melirik Nan Hee, astaga. Aku lupa ada mahasiswi di sini. Astaga. Nan Hee. Aku sudah selesai bekerja. Serta kami sudah menikah. Serta aku istrinya. Jadi, tolong mengertilah.

Hye Ryool lalu mengajak Geun Woo memesan kamar.

Mereka tiba di The Library. Hye Ryool memesan sebotol Chateau de Labro 1990, 1992, 1994, 1996, 1998, dan 2000 masing-masing satu.

Pelayan terkejut, apa?

Hye Ryool : Aku ingin Labro. Aku ingin menikmati vintage-nya di tahun yang berbeda. Bawakan kami semua yang kau punya.

Pelayan mengerti dan bergegas menyiapkan pesenan Hye Ryool.

Hye Ryool menatap Nan Hee.

Hye Ryool : Aku selalu minum anggur dengan keju, buah, dan hidangan pembuka simpel. Kau tidak keberatan?

Nan Hee : Ya, aku suka itu. Jika anda tidak keberatan, boleh aku minta segelas sampanye dahulu?

Hye Ryool : Itu bagus.

Nan Hee : Bagaimana jika aku memilih satu jenis?

Hye Ryool : Tentu, jika ada jenis yang kau suka.

Geun Woo terkejut melihat sampanye pilihan Nan Hee.

Hye Ryool : Itu pilihan bagus.

Pelayan minta maaf karena mereka tidak punya koleksi lengkap Labro klasik.

“Kami tidak punya botol dari tahun 1990 dan 1994. Serta kami hanya punya sebotol 1992 dan 1996.”

“Maksudmu harganya mahal karena itu yang terakhir? Berikan yang kau punya.”

Pelayan menuangkan sampanye ke gelas mereka masing2.

Hye Ryool berterima kasih pada Nan Hee. Dia bilang, berkat Nan Hee, dia bisa langsung memukul.

Dan Hye Ryool memegang tangan Geun Woo.

Geun Woo tak nyaman dan Nan Hee kesal melihat itu.

Hye Ryool : Terima kasih, Sayang. Sebenarnya, aku sangat tercengang. Aku masih terkejut. Aku selalu mengincar orang lain. Aku tidak mengira ada yang akan mencari masalah denganku. Ini terasa mengerikan. Aku tidak mau mengakuinya, tapi ini hari yang berat bagiku. Namun, terima kasih banyak sudah datang, Sayang. Aku sudah tahu, tapi hanya kau yang ada untuk menghiburku dan peduli kepadaku.

Geun Woo : Semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir.

Hye Ryool : Baiklah. Aku akan mengesampingkan semuanya hari ini.

Hye Ryool mulai mencicipi sampanye pilihan Nan Hee.

Hye Ryool : Ini enak.

Nan Hee tersenyum dan menatap Geun Woo.

Nan Hee : Ini manis, menegangkan, dan menyegarkan.

Geun Woo kaget dan ingat itu kata2nya saat mereka habis bercinta.

Geun Woo : Ini manis, menegangkan, dan menyegarkan.

Nan Hee : Apa itu? Aku tidak tahu.

Geun Woo : Buka kulkasnya.

Nan Hee pun beranjak untuk membuka kulkas.

Di sana, dia menemukan sampanye itu.

Nan Hee : Cantik sekali. Apa itu?

Geun Woo : Panduan menuju surga. Itu mungkin memandu kita ke surga.

Flashback end…

Hye Ryool menyuruh Geun Woo memesan kamar. Dia bilang, dia gak mau pulang malam ini. Dia meminta Geun Woo memesan kamar dengan pemandangan favoritnya.

Geun Woo : Tentu.

Geun Woo beranjak pergi. Nan Hee masih menatap Geun Woo.

Hye Ryool menyela, jangan memelototi suamiku.

Nan Hee menatap Hye Ryool, apa yang baru saja kudengar?

Hye Ryool : Kukira kau lebih berani dari ini untuk melakukan hal segila itu. Kubilang, jangan memelototi suamiku.

Nan Hee : Kau tahu semuanya, bukan?

Hye Ryool : Kau pikir aku tidak akan tahu? Kami sudah menikah. Kami bukan hanya bersanggama. Kami bercinta, saling berbagi keinginan, serta dengan damai dan tenang, kami tidur bersama sampai bangun. Tanpa rasa cemas. Jadi, mudah untuk melihatnya. Jejak di tubuhnya ditinggalkan oleh orang lain. Bahkan detak jantung monoton mendadaknya.

Nan Hee : Jika sudah tahu, bagaimana kau bisa mempertahankan hubungan seperti itu?

Hye Ryool : Karena kami sudah menikah. Hong Nan Hee-ssi, sejujurnya, kau lebih baik daripada dugaanku. Itu membuatku sedikit memaafkan suamiku.

Nan Hee : Haruskah aku berterima kasih atas pujianmu?

Hye Ryool : Tidak. Kau pasti merasa tidak enak. Kau tidak perlu menunjukkan rasa hormat. Namun, kau hanya bisa sejauh ini.

Nan Hee : Bagaimana kau bisa begitu santai?

Hye Ryool : Tebak kenapa. Kau pikir kami menikah hanya untuk pertunjukan? Benar, anggap saja itu hubungan yang diperlukan secara strategis. Namun, kau tidak tahu betapa menakutkan dan kuatnya hubungan itu. Kami berbagi takdir. Ini berbeda dari emosi sementara. Jadi, sebaiknya kau merelakan harapan kosongmu. Itu begitu putus asa hingga aku merasa kasihan.

Nan Hee : “Perselingkuhan seorang pria tidak pernah bertahan lama, dan dia akan kembali ke keluarganya suatu hari nanti.” Sungguh cara yang hebat untuk mengatakan klise itu.

Hye Ryool : Kalau begitu, katakan bahwa kasusmu tidak klise. Aku tahu kenapa kau memancingku tanpa alasan. Itu karena kau bisa tahu. Apa yang telah kami capai, apa yang kami bagi, dan apa yang kami rencanakan. Semua itu mustahil bagimu. Jika aku membiarkanmu memiliki Na Geun Woo, apa kau bisa menanganinya? Aku tidak akan mengatakan apa pun kepada suamiku. Lagi pula, kau tidak bisa mengubah apa pun.

Nan Hee : Bagaimana kau bisa begitu yakin? Bahwa aku tidak bisa mengubah apa pun.

Para pelayan datang membawa makanan.

Hye Ryool : Layani dia sebaik mungkin.

Hye Ryool lalu berterima kasih atas bantuan Nan Hee membersihkan virus di komputernya.

Hye Ryool : Kuharap kau menikmati waktumu di sini sendirian.

Hye Ryool beranjak pergi.

Nan Hee kesal dan ingat saat dia bercinta dengan Geun Woo. Selesai bercinta, mereka sempat ketiduran. Tapi tak lama, Geun Woo terbangun.

Geun Woo : Astaga, pukul berapa ini?

Nan Hee ikut bangun, ada apa?

Geun Woo : Tidurlah lagi. Aku harus menyerahkan kolom di akhir hari ini, tapi aku lupa.

Geun Woo beranjak dari kasur.

Nan Hee tak rela Geun Woo pergi.

Nan Hee : Kau membawa laptopmu. Jika semendesak itu, tulis di sini.

Geun Woo bilang bahan2nya ada di rumahnya.

Geun Woo : Tidurlah lagi. Pesan layanan kamar sebelum kau lapor keluar. Aku akan membiarkan kartuku terbuka.

Flashback end…

Nan Hee : Apa mereka suka minum Chateau Labro?

Pelayan bilang itu berbeda setiap kali, tapi mereka menikmatinya.

Nan Hee : Berapa harga semua ini?

Pelayan : Sedikit di atas 20.000 dolar. Nikmati waktumu.

Pelayan keluar.

Nan Hee mengumpat, shibal!

Pak Jung di ruangan Seketaris Ahn. Dia minta maaf pada Seketaris Ahn dan minta Seketaris Ahn mengampuninya.

Seketaris Ahn marah, kau sendiri pengacara. Jadi, kau pasti tahu. Kau sungguh berpikir akan aman setelah menerima suap dari Dolphin secara terbuka? Saat ini, bahkan jika tabib legendaris itu kembali hidup-hidup dia akan menyerah dan kembali ke bawah tanah. Kau tidak bisa diampuni. Kau sudah mati.

Pak Jung berlutut, tolong ampuni aku.

Seketaris Ahn : Meski kau putraku, aku tidak bisa mengampunimu, Berengsek. Semua orang akan jatuh bersamamu! Astaga. Aku harus pergi menyambut mereka yang menerobos masuk bersama reporter. Jangan pikirkan hal lain selain ini. Jatuhlah sendirian.

Pak Jung berdiri, aku tidak bisa jatuh sendirian.

Seketaris Ahn : Apa?

Pak Jung : Yang kuambil hanya sedikit. Serta Dolphin berurusan dengan miliaran dolar.

Seketaris Ahn : Apa maksudmu?

Flashback….

Seketaris Ahn dan Dolphin bertemu di Galeri Gain.

Mereka masuk, sementara anak buah Dolphin memasukkan beberapa bungkusan ke dalam bagasi mobil Seketaris Ahn.

Flashback end…

Pak Jung : Pukul 19.00 tanggal 15 November tahun lalu. Saat kau makan daging rebus dengan Dolphin, pemilik Dana Natal, satu juta dolar uang tunai dimuat di bagasi mobilmu.

Seketaris Ahn kaget, bagaimana kau…. kau tahu?

Pak Jung : Bukankah sudah jelas? Aku yang mencairkan uangnya. Kau tidak tahu? Kau tahu? Aku tidak bisa jatuh sendirian meskipun aku mau. Aku hanya mengambil komisi darinya, dan kau sangat dekat dengannya. Jadi, kau harus mengurusku. Itu jalan keluar bagi kita berdua.

Mendengar itu, Seketaris Ahn langsung melunak.

Seketaris Ahn : Astaga, Pak Jung.

Pak Jung : Seharusnya kau setuju saat aku memohon. Lihat betapa memalukannya ini.

Seketaris Ahn : Baiklah, Pak Jung. Begini, ini tidak mudah. Jika tersebar bahwa aku terlibat, masalahnya bisa makin besar. Pak Jung, tidak bisakah kau berkorban untuk kita semua? Kami akan mencari isu untuk menutupinya. Semua akan baik-baik saja. Orang-orang akan segera melupakannya. Kau tahu itu.

Pak Jung : Kau bilang aku sudah mati. Bahkan tabib legendaris pun tidak bisa menyelamatkanku. Jika aku yang tertembak, mereka akan segera tahu bagaimana akhirnya aku tertembak, dan siapa yang ada di belakangku. Kau tidak mengerti? Anggap saja kau bisa membungkamku. Apa yang akan kau lakukan dengan Dolphin?

Seketaris Ahn : Aku akan mencari cara.

Pak Jung : Karena kau sudah bilang begitu, aku akan menunggu dengan tenang. Foto, SMS, dan buku besar.

Pak Jung menunjukkan ponselnya, ternyata dia merekam pembicaraan mereka.

Pak Jung : Serta rekaman suara.

Seketaris Ahn terdiam.

Pak Jung : Beri tahu aku jika ada yang kau inginkan dariku.

Pak Jung pergi.

Seketaris Ahn kesal. Telepon di meja berbunyi.

Seketaris Ahn : Kubilang aku akan datang!!

Mobil kejaksaan memasuki halaman Cheong Wa Dae. Para reporter yang mengikuti mereka sejak tadi, tak bisa masuk.

Di dalam, sudah berkumpul beberapa reporter lain.

Sung Hyun turun dari mobil.

Reporter Yoon langsung mewawancarai Sung Hyun.

Reporter Yoon : Ada yang ingin anda katakan kepada rakyat? Ada kaki tangan? Apa hasilnya? Siapa petinggi yang Anda curigai? Apa tersangka mengakui sesuatu?

Sung Hyun menatap Reporter Yoon sebentar, lalu beranjak masuk ke dalam.

Di lain sisi, para detektif berkumpul di depan kediaman mewah seseorang.

Detektif Ji : Kita sudah mengejar mereka selama tiga bulan dua pekan. Jika melewatkan mereka kali ini, tidak akan ada kesempatan lagi. Kita punya pasukan cadangan untuk memblokir semua rute pelarian.

Detektif Wang : Mereka hanya para pebisnis Yeouido. Aku ragu mereka punya senjata atau merupakan pelari yang baik. Perjuangan kita berakhir hari ini.

Detektif Ji : Baiklah. Semuanya, hati-hati.

Di dalam rumah, orang2 yang terkait dengan Dana Natal lagi berpesta sama gadis2.

Tiba2, mereka terkejut karena bel berbunyi.

Salah satu gadis beranjak membuka pintu.

Tak lama dia kembali, dia mencari kalian. Apa yang harus kulakukan?

Seorang pria lantas beranjak ke pintu.

Detektif Ji menunggu di depan pintu.

Pria itu membuka pintu.

Detektif Ji juga membuka pintu.

Seorang kurir pengantar makanan muncul.

Kurir : Kau memesan yangjangpi ukuran besar dan tangsuyuk ukuran sedang tadi. Namun, makanannya disajikan sebaliknya. Bosku bilang dia sangat menyesal. Dia ingin mengembalikan uangmu untuk yangjangpi dan menawarkan makanan gratis. Apa kau keberatan?

Pria itu bilang, pantas saja yangjangpi itu tampak agak kecil.

Dia menerima uang dan makanan gratis dari si kurir.

Detektif Ji dan rekan2nya masuk dari pintu lain. Mereka langsung ke lantai atas, tapi apa? Orang2 itu sudah kabur!

Detektif Ji ngamuk, ke mana mereka pergi! Sial!

Detektif Ji dan Detektif Wang menghadap atasan mereka, Kepala Seo.

Detektif Ji : Kami mendapat informasi langsung dari kejaksaan, tapi mereka kabur tepat sebelum kami menggerebek mereka. Aku yakin informasinya bocor dari dalam. Kepala, kau tahu kenapa kejaksaan meremehkan kita. Kita menyedihkan, penurut, dan budak seperti mereka, tapi kita jatuh dan tunduk pada tekanan sekecil apa pun.

Kepala Seo : Jadi, ada seseorang yang kau pikirkan?

Detektif Ji : Jika ada, aku akan menghajar mereka habis-habisan.

Kepala Seo : Lalu siapa yang bisa kita percayai?

Detektif Ji : Untuk saat ini, selain Joong Jin…

Kepala Seo : Apa yang kau ingin aku lakukan? Memanggil mereka satu per satu dan menginterogasi mereka?

Detektif Ji : Kau harus memberi tahu kami apa yang harus dilakukan. Aku terlalu malu untuk menghadapi Jaksa Han Hye Ryool. Kau tahu harus bagaimana.

Kepala Seo : Kau harus memberitahunya bahwa informasinya salah dan mereka sudah pergi saat kalian ke sana. Kita tidak bisa bilang salah satu dari kita membocorkan informasi. Ini bahkan belum lama sejak reformasi. Untuk saat ini, selidiki kasus ini hanya dengannya. Lagi pula, tidak ada yang mau bergabung denganmu. Kalian berdua dikenal mencari masalah.

Detektif Ji : Bagaimana dengan kami?

Kepala Seo : Kudengar kau terlalu merendahkan. Ini unit investigasi area luas. Kita menangani kasus besar. Serta semua orang ingin membuat hasil. Namun, kalian terpaku pada kasus yang tidak tertandingi, bersikap seolah-olah hanya kalian yang punya rasa tanggung jawab. Bukankah itu konyol dan menyebalkan? Jangan memberiku alasan dan pecahkan kasusnya. Aku ingin hasil.

Kepala Seo memanggil Detektif Ji, Ji Gun Won. Anggap saja kau menyerah pada promosimu sendiri. Namun, bagaimana dengan Joong Jin? Dia bisa jadi pengawas senior. Tidakkah menurutmu kau menghalanginya?

Detektif Ji dan Detektif Wang beranjak keluar dari ruangan Kepala Seo.

Detektif Wang : Astaga. Mungkin seharusnya kita tidak membahasnya. Tidak ada kemajuan dengan itu.

Detektif Ji : Tidak apa-apa. Bos mengatakan hal yang benar. Kau bukan tipe orang yang akan mengakhiri kariermu sebagai letnan. Kau orang terpintar yang pernah kulihat.

Detektif Wang : Kenapa tiba-tiba memujiku? Aku tidak bisa terbiasa dengan ini.

Detektif Ji : Itu sebabnya aku akan menangkap semua yang terlibat dalam Dana Natal. Aku akan melukis wajah para bedebah ini di semua berita utama dan halaman depan koran serta membuatmu dipromosikan.

Para reporter sibuk melaporkan dari Cheong Wa Dae.

“Jaksa menyita dan menggeledah Rumah Biru pagi ini. Kalian telah melihat kendaraan jaksa memasuki Rumah Biru.”

Reporter Yoon juga, Jaksa Oh dan para pegawai Jaksa Oh Sung Hyun dari Distrik Pusat Seoul tidak menjawab pertanyaan dan memasuki gedung utama Rumah Biru bersama para penyidik. Konflik di dalam kejaksaan menjadi di luar kendali. Kami telah melaporkan beberapa hari lalu bahwa Jang Il, kepala Kantor Wilayah Pusat, telah melakukan pencarian di perusahaan hukum Ham dan Lee tempat ayah jaksa senior Han Hye Ryool menjabat sebagai ketua. Ada pendapat dominan bahwa ini penyelidikan balas dendam, karena Jaksa Han memimpin penyelidikan terhadap Jusung dan Dana Natal tanpa persetujuan manajemen atas, dan berselisih dengan Pak Jang. Pukul 11.00 pagi ini, Jaksa Han mendapatkan surat perintah penggeledahan mendadak dari pengadilan atas dugaan kasus suap terkait Dana Natal dan telah melakukan penggeledahan terhadap personel Gedung Biru. Sementara itu, kejaksaan menjelaskan bahwa mereka memimpin pencarian dengan kerja sama Rumah Biru dengan mengamankan data penting dengan metode penyerahan sukarela.

Mereka menangkap Dolpin keluar dari kantor kejaksaan.

Para reporter langsung membabibunya dengan pertanyaan.

“Anda pernah menawarkan suap terkait kasus Dana Natal?”
“Anda sering mengunjungi kejaksaan.”

Reporter Yoon lanjut melapor, seperti yang dilaporkan sebagai berita eksklusif sebelumnya, diketahui bahwa pemburu perusahaan, Ji Joon Ki, alias Dolphin telah mengunjungi kejaksaan 70 kali dalam waktu tiga bulan. Dia sedang diadili atas pembatasan, dan juga tokoh kunci Dana Natal. Kita harus mengawasi apakah agensi investigasi membantu dan bersekongkol dengan kaburnya para eksekutif Dana Natal yang dicari.

Kepala Jang yang menonton itu di ruangannya bersama Won Gyeong ngamuk.

Kepala Jang : Wanita gila itu! Han Hye Ryool, wanita gila itu. Bahkan sulit mengucapkan namanya. Astaga. Sial.

Kepala Jang bahkan sampai minum obat dartingnya.

Kepala Jang duduk di depan Won Gyeong.

Kepala Jang : Apa semua isi perutnya hanya isi nyali? Apa dia hanya mengonsumsi isi perut? Bagaimana dia bisa seberani itu? Apa dia bersikap seperti itu karena tidak bisa membedakan antara halaman belakangnya dan halaman belakang Rumah Biru? Beraninya dia masuk ke sana. Mengabaikan semua prosedur dan persetujuan. Mengacaukan kita dengan membocorkan semua informasi ke media. Dia pikir dia siapa?

Kepala Jang menyuruh Won Gyeong mengambil tindakan pendisiplinan pada Hye Ryool.

Won Gyeong : Tidak bisa. Tidak akan pernah.

Kepala Jang : Kenapa tidak? Kalian mengabaikan semua instruksiku dan bermain politik pasangan. Lakukan tindakan pendisiplinan. Lalu pindahkan dia.

Won Gyeong : Tidak bisa. Kumohon. Dia minta dipukul. Kenapa kau mencoba mengikuti iramanya? Dia hanya akan makin sukses jika kau melakukan itu. Kau hanya akan menjadikannya martir.

Kepala Jang : Hei! Beraninya kau membahas soal martir?

Won Gyeong : Jadi, berhentilah terobsesi untuk menyingkirkannya. Hanya karena kau membencinya dan berpikir akan lebih baik untuk menyingkirkannya. Kenapa tidak menembaknya saja?

Kepala Jang : Lalu menjadi pembunuh?

Won Gyeong : Ya. Ucapanmu benar. Kenapa menjadikannya martir dan kamu menjadi pembunuh? Makin kau menyerangnya, makin dia besar. Serta dia akan makin tumbuh saat kamu menginjak-injaknya. Dia hanya akan berterima kasih dan menari lebih sering. Kau dan aku telah dicap sebagai penuntut politik yang mengincar kekuasaan. Kita hanya akan memberinya kesan kuat jika menyerangnya.

Kepala Jang : Apa Han Hye Ryool orang yang bisa dituntut oleh siapa pun?

Won Gyeong : Kenapa mengorbankan orang seperti itu dan menjadikannya pahlawan politik?

Kepala Jang : Lantas, kau ingin aku diam saja dan melihatnya melakukan ini? Kenapa kau tidak melapor terkait komputer yang kamu sita? Pasti ada sesuatu tentang Na Geun Woo.

Won Gyeong : Karena kau sangat bersemangat seperti ini, apa pun yang ada tentang mereka akan sia-sia dan tidak berarti. Itulah yang diinginkan pasangan itu. Mereka berpikir, “Mari kita singkirkan semua yang diperlukan di tempat terbuka dan mengaburkannya selagi bisa.” Tujuan mereka bukan Jusung atau VIP. Mereka mencoba membuat gambaran yang lebih besar. Kenapa kau mencoba membuat sketsa kasar untuk mereka? Jangan siapkan meja untuk mereka.

Kepala Jang : Biar kutanyakan satu hal. Kau? Bukankah kau diam-diam ingin mereka berkembang segila apa pun ini karena putramu, Gang Baek?

Won Gyeong : Apa?

Won Gyeong tertawa, dengar itu tidak akan pernah terjadi. Namun, biar kujelaskan ini dengan contoh. Anggap saja aku bercinta dengan istrimu.

Kepala Jang kaget mendengarnya.

Won Gyeong : Aku mengusirmu dan mengambil alih posisimu. Serta berhasil masuk ke keluarganya. Semua ini sudah membuatmu kesal, tapi aku berkembang dan menjadi jaksa agung. Serta kau bermalas-malasan karena tidak bisa berhenti. Lalu aku mengabaikanmu. Namun, aku baik-baik saja selama Ji Yi-ku baik-baik saja. Maukah kau mendukungku?

Kepala Jang : Apa kau akan mengambil istriku?

Kepala Jang memegang tangan Won Gyeong.

Kepala Jang : Tentu, kenapa tidak? Terima kasih. Aku akan mendukungmu sepenuh hati. Uang? Beri tahu aku jika kau membutuhkannya.

Won Gyeong : Tidak, maafkan aku. Aku memberimu contoh yang salah.

Kepala Jang : Contoh macam apa itu?

Mereka lalu beranjak ke jendela.

Won Gyeong : Mereka punya semua yang mereka inginkan. Sekarang, hanya tersisa satu hal. Tersisa sesuatu yang tampak keren. Mereka ingin menjadi raja. Berhenti menuruti mereka saat mereka melukis gambar seperti itu. Kita pernah melihat orang tumbuh dari kekuasaan politik seperti itu.

Kepala Jang : Sial. Lalu, apa yang ingin kau lakukan? Pencalonanku untuk menjadi kandidat akan berakhir.

Won Gyeong : Jika aku memikirkan Gang Baek, aku seharusnya tidak sarankan ini. Mari kita kaitkan mereka.

Kepala Jang : Apa maksudmu? Bagaimana dengan Gang Baek? Kaitkan dengan apa? Kenapa membahas Gang Baek?

Won Gyeong : Ji Yi. Dia tergila-gila dengan Gang Baek. Serta kau bilang kau memikirkan Gang Baek? Sejujurnya, Gang Baek di luar jangkauannya. Jika menjadikan mereka musuhmu, kau membantu mereka berkembang. Mari kita terima saja mereka. Dengan begitu, kau pasti akan dijamin. Satu hal yang Han Hye Ryool sangat sukai adalah Gang Baek.

Kepala Jang : Apa dia akan tertipu semudah itu?

Won Gyeong : Menurutmu, apa isi komputer itu? Mereka sendiri penasaran. Namun, bagaimana jika kita tidak mengungkapkannya, merahasiakannya? Itu akan membuat mereka gila. Kita harus membuat mereka kesal.

Kepala Jang : Makin aku memikirkan wanita gila itu… Namun, apakah ini akan berhasil pada wanita gila itu?

Dan si wanita gila datang, mengejutkan mereka.

Hye Ryool : Astaga, apa “wanita gila” itu merujuk kepadaku?

Kepala Jang : Kau mengejutkanku.

Hye Ryool : Aku sudah mengetuk. Namun, percakapannya pasti amat menarik.

Kepala Jang : Aku harus memindahkan sofa ke arah pintu atau semacamnya.

Won Gyeong : Aku akan pergi sekarang.

Hye Ryool : Jika jaksa yang menyelidiki dan menuntut dengan bukti menurut hukum dan peraturan adalah wanita gila, aku akan menjadi wanita gila. Jadi, jangan berniat melakukan apa pun, apa pun yang ada di komputer dari perusahaan hukum Ham dan Lee. Hal-hal itu tidak akan berhasil pada wanita gila.

Geun Woo menjadi pembicara di acara debat UU hukuman kecelakaan.

Geun Woo : Ada kalimat yang memukul saya dengan keras saat membaca majalah berita mingguan baru-baru ini. Saya akan mengutipnya apa adanya. Ini kisah tentang akal sehat dan ketidakmasukakalan. Setiap hari, ada pekerja yang tidak bisa selamat pulang dari situs industri di Korea. Sekitar 2.000 orang tidak bisa menepati janji untuk pulang. Tingkat kematian kecelakaan industri di Korea adalah” yang tertinggi di antara negara anggota OECD. Serta Tindakan Pencegahan Kecelakaan Industri. Saya ingin menanyakan ini. Apa ada bagian dari kutipan yang baru saya baca masuk akal? Pasar tenaga kerja Korea saat ini melampaui irasionalitas. Sebenarnya, itu absurd.

Geun Woo lalu ingat kata2 Moo Ryool kepadanya.

Moo Ryool : Kurasa kau tidak berhak membahas moral dengan orang lain. Itu lucu.

Dia terdiam cukup lama.

Para audience menatap Geun Woo, mereka penasaran kenapa Geun Woo mendadak terdiam.

Tak lama, Geun Woo melanjutkan kalimatnya.

Geun Woo : Saya memikirkan apakah saya berhak mengkritik akal sehat dan ketidakmasukakalan seseorang. Andai hanya mereka yang tidak punya kekurangan bisa mengkritik dan menegur orang lain dan masalah sosial… Kalau begitu, saya tidak berhak. Namun, setidaknya ke tempat seseorang menunggu. Hak untuk pulang dengan selamat harus dilindungi. Tidak ada yang boleh terancam bahaya tanpa diskriminasi. Sebagai pengacara, saya wajib mengatakan itu. Karena hukum ada untuk melindungi yang lemah.

Para audience memberinya tepuk tangan.

Acara debat selesai. Geun Woo yang baru keluar gedung kampus, langsung disamperin para reporter.

“Profesor Na. Terima kasih atas komentar anda di sidang. Karena Jaksa Han tiba-tiba meminta surat perintah, penggeledahan dan penyitaan dilakukan di Rumah Biru. Anda tahu soal ini? Apa anda memberinya saran soal penggeledahan dan penyitaan Rumah Biru? Ada komentar soal perspektif bahwa hubungan antara Gedung Biru dan Jusung ditujukan untuk memperkuat pencalonan Anda? Kapan anda berencana meresmikannya?”

Geun Woo tak menjawab dan langsung beranjak menembus kerumunan reporter menuju mobilnya.

Di mobil, Geun Woo berpikir sejenak. Tak lama kemudian, dia menghubungi Asisten Woo.

Asisten Woo adalah Nan Hee.

Nan Hee : Chagiya, aku menonton sidangnya. Kau tampak luar biasa. “Pasar tenaga kerja Korea saat ini melampaui irasionalitas.” “Sebenarnya, itu absurd.” Sudah kuduga kau akan bilang begitu.

Geun Woo : Begini… Bisakah kita bertemu sekarang?

Nan Hee tersenyum mendengarnya.

Nan Hee langsung nyamperin Geun Woo. Dia masuk ke mobil Geun Woo dan mau mencium Geun Woo tapi Geun Woo menghindar kali ini.

Nan Hee lantas tanya ada apa karena Geun Woo gak pernah ngajak dia ketemuan selarut itu.

Nan Hee : Kau begitu merindukanku?

Geun Woo tak menjawab dan membawa Nan Hee pergi.

Mereka tiba di depan sungai. Di sana sepi sekali, juga tak ada penerangan.

Geun Woo : Aku ingin bicara denganmu di tempat yang tenang.

Nan Hee : Tempat yang selalu kita kunjungi juga tenang. Di sini sangat sepi, tidak akan ada yang tahu meski ada yang mati di sini.

Geun Woo : Apa maksudmu?

Nan Hee : Lihat. Bahkan tidak ada cahaya. Kau ingin bercinta di bawah bintang?

Geun Woo : Begini… Ada yang ingin kukatakan.

Nan Hee : Katakanlah.

Nan Hee melepaskan dasi Geun Woo. Lalu perlahan2, dia membuka kancing kemeja Geun Woo. Geun Woo menghela nafas dan menghentikan Nan Hee. Nan Hee heran. Geun Woo lantas mengajak putus.

Nan Hee marah, apa katamu! Katakan lagi! Apa katamu barusan?

Bersambung…..

Nan Hee meneliti kasus di perpustakaan bersama Gang Baek dan Kyung Yun.

Nan Hee : Jika menjadi reporter ini, aku ingin mereka menuntutku atas pencemaran nama baik.

Gang Baek : Pencemaran nama baik faktual?

Nan Hee : Ya.

Kyung Yoon : Itu membuktikan artikelnya benar.

Nan Hee : Ya.

Gang Baek : Jika mereka menuntutmu atas pencemaran nama baik, kau bisa mengajukan tuntutan balik atas tuduhan palsu.

Nan Hee : Jika aku dituntut atas pencemaran nama baik faktual, aku akan meminta peninjauan hukum.

Gang Baek : Itu akan butuh bertahun-tahun.

Nan Hee : Aku harus melakukannya, selama apa pun itu. Membuat reputasiku rusak karena fakta asli hanyalah reputasi palsu. Aku mengumpulkan preseden dan teori terkait.

Nan Hee mengambil tasnya di lantai. Diska lepasnya tak sengaja jatuh dari tasnya.

Kyung Yun mengambilnya.

Kyung Yun : Kau punya banyak. Boleh kupakai satu?

Nan Hee : Itu bisa membahayakanmu. Begitulah serangan siber terbesar di jaringan Departemen Pertahanan AS pada tahun 2008 dimulai. Dimulai dengan diska lepas yang diambil seseorang di tempat parkir departemen. Cara termudah untuk meretas adalah menjatuhkan beberapa diska lepas di dekat target atau menyerahkannya kepada target tanpa berkedip. Lalu target menggunakannya. Maka itu akan menyerap semua data di jaringan komputer.

Flashback…

Saat Nan Hee menyerahkan diska lepas itu ke Hye Ryool.

Hye Ryool menggunakannya.

Flashback end…

Nan Hee : Rantai hanya sekuat mata rantai terlemahnya. Kau harus membidik mata rantai terlemah.

Nan Hee tersenyum puas.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like