The Corridor Paviliun Eps 1 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Corridor Pavilion Episode 1 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Yuk cek episode sebelumnya.

Sebelumnya…

Besoknya, Cheng Cheng kedatangan pelanggan.

Cheng Cheng bertanya, mau kelas berapa.

Si pelanggan menyuruh Cheng Cheng memutuskan sendiri kelasnya dan berkata akan mengambil mobilnya malam ini.

Cheng Cheng masuk ke mobil mewah si pelanggan.

Dia memegang kemudi mobil dan memejamkan matanya.

Tapi Yuan Xing datang. Yuan Xing membunyikan klaksonnya, membuat Cheng Cheng terkejut.

Yuan Xing turun dari mobilnya. Cheng Cheng gondok dan turun dari mobil pelanggannya. Cheng Cheng nanya, sedang apa Yuan Xing di tempat kerjanya.

Yuan Xing : Bukankah ini tempat cuci mobil? Aku di sini untuk mencuci mobil.

Cheng Cheng : Cuci mobil, kan? Silakan pergi ke sana.

Cheng Cheng bilang, dia spesialis car coat.

Yuan Xing memanggil atasan Cheng Cheng.

Yuan Xing bilang dia pengen mobilnya dicuci, tapi dia mau Cheng Cheng yang mencucinya.

Atasan Cheng Cheng bilang, kalau Cheng Cheng adalah spesialis car coat.

“Dia hanya menerapkan mantel mobil dan tidak mencuci mobil.”

Yuan Xing kekeuh mau Cheng Cheng yang nyuci, dia bilang soal harga tak masalah.

Atasan Cheng Cheng bilang, ini bukan masalah uang. Tapi prinsip.

Cheng Cheng langsung memberikan sign heart pada atasannya.

Setelah itu, Cheng Cheng menatap Yuan Xing dan berkata kalau uang bukan segalanya.

Yuan Xing lantas mengajak atasan Cheng Cheng bicara sebentar.

Mereka bicara di dalam, di belakang Cheng Cheng yang lagi mengerjakan mobil pelanggan.

Yuan Xing : Sebutkan harganya.

Atasan Cheng Cheng bilang, harga standar cuci mobil di tempatnya lebih dari 200 yuan.

Yuan Xing bilang dia akan memberi 500 yuan.

Yuan Xing bahkan langsung mentransfer uangnya.

Setelah menerima uang dari Yuan Xing, atasan Cheng Cheng langsung menyuruh Cheng Cheng mencuci mobil Yuan Xing.

Cheng Cheng kesal setengah mati.

Yuan Xing mendekati Cheng Cheng.

Yuan Xing : Apakah uang segalanya?

Cheng Cheng mulai mengerjakan mobil Yuan Xing.

Yuan Xing : Jika kau benar-benar anak bosku, kau tidak perlu berurusan denganku lagi dan kau juga bisa memberiku waktu yang sulit. Bukankah itu terdengar menarik? Apakah kau tidak akan mempertimbangkannya sama sekali?

Cheng Cheng meninggikan suaranya, aku punya ayah! Aku tidak ingin ayah lain!

Yuan Xing : Tidak perlu mengambil darah, hanya sehelai rambut. Kenapa kau tidak tenang dulu? Mari kita pergi ke tempat lain dan mengobrol dengan baik.

Cheng Cheng : Aku harus mencuci mobil!

Yuan Xing : Itu tidak cukup bersih!

Yuan Xing dengan sengaja menumpahkan kopi ke atap mobilnya.

Cheng Cheng gondok setengah mati.

Yuan Xing : Apakah kau tahu Li Hao atau tidak? Guru di panti asuhan berkata bahwa kau mengakui dia sebagai saudaramu.

Yuan Xing juga mengancam akan terus mengganggu Cheng Cheng kalau Cheng Cheng gak mau duduk dan bicara sama dia.

Cheng Cheng menyenderkan kepalanya ke pintu mobil Yuan Xing. Dia gedek.

Yuan Xing masuk ke mobilnya dan menatap Cheng Cheng.

Yuan Xing : Sudah selesai menenangkan diri? Mari kita mengobrol dengan baik.

Cheng Cheng : Kau ingin mengobrol denganku, kan? Oke, cari tempat dan belikan aku makanan enak dulu. Mungkin aku akan berbicara denganmu saat aku bahagia.

Yuan Xing : Tidak masalah. Masuk.

Cheng Cheng : Aku akan mengganti pakaianku. Tunggu disini.

Cheng Cheng membawa Yuan Xing ke bar.

Yuan Xing menatap Cheng Cheng yang asyik makan dan minum.

Lalu dia teringat percakapannya dengan seseorang tentang tes DNA.

Yuan Xing : Selain cairan tubuh, rambut, dan darah, apa lagi yang bisa digunakan sebagai bahan uji?

Cheng Cheng menatap Yuan Xing.

Cheng Cheng : Apa kau baru saja membiusku? Kau melihatku dengan wajah horny.

Yuan Xing : Kau sudah gila.

Cheng Cheng : Baik. Aku akan membantumu dengan ini.

Cheng Cheng memanggil pelayan. Pelayan datang dan Cheng Cheng membisikkan sesuatu.

Tak lama, dua pria datang dan duduk mengapit Yuan Xing.

Sedangkan Cheng Cheng? Dia malah pamit ke toilet.

Yuan Xing mengejar Cheng Cheng, meski awalnya dihalangi dua pria itu.

Yuan Xing menunggu di depan toilet tapi Cheng Cheng gak kunjung keluar. Yuan Xing akhirnya masuk ke toilet pria dan dia terkejut melihat ada pintu keluar dari dalam toilet pria.

Keesokan harinya, Cheng Cheng lagi mencukur jenggotnya.

Usai memakai cukurannya, dia membuang alat cukurnya ke tempat sampah.

Tapi saat hendak membuang sampah, dia dikejutkan dengan kemunculan Yuan Xing di depan pintunya.

Yuan Xing membawakan kopi untuknya. Sontak lah Cheng Cheng menutup pintunya lagi. Dia menghela nafas, sebelum akhirnya membuka pintu lagi.

Cheng Cheng : Apa yang kau inginkan? Bisakah kau berhenti melakukan ini?

Yuan Xing menaruh kopinya di atas meja Cheng Cheng dan berkata dia bakal berhenti jika Cheng Cheng setuju tes DNA.

Cheng Cheng keluar. Yuan Xing mengikuti Cheng Cheng.

Yuan Xing : Rambut, air liur, atau sampel darah, berikan saja salah satunya. Bukankah itu mudah bagimu?

Cheng Cheng : Sudah kubilang bahwa bukan aku yang kau cari.

Yuan Xing : Jika kau membutuhkan kompensasi finansial, kami dapat membayarmu.

Cheng Cheng : Aku ingin 100 juta yuan.

Cheng Cheng menaruh sampahnya di keranjang sampah di basement parkir.

Yuan Xing melihat itu.

Cheng Cheng yang melihat itu, mengambil kembali sampahnya dan membuangnya ke mobil sampah yang tengah berkeliling.

Yuan Xing mengajak Cheng Cheng mengobrol. Tapi Cheng Cheng melengos gitu aja. Dia masuk ke dalam dan Yuan Xing tidak bisa membuka pintunya dari luar.

Tapi tak lama kemudian, Cheng Cheng terkejut karena mendengar teriakan Yuan Xing.

Bersambung…..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like