Drama China

The Corridor Pavilion Eps 2 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Corridor Pavilion Episode 2 Part 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Yuk cek episode sebelumnya.

Sebelumnya…

Dong Mei mendatangi Pengacara Goo.

Pengacara Goo kaget dengan kedatangan Dong Mei yang tiba-tiba.

Dong Mei datang membawa oleh2.

Pengacara Goo : Kau selalu cukup sibuk, Wakil Manajer Ji. Apa yang membawamu ke sini hari ini?

Dong Mei : Sudah lama sejak terakhir kali aku melihatmu. Jadi aku benar-benar harus mengunjungimu sekarang.

Pengacara Goo : Tidak perlu mengatakan itu. Wakil Manajer, apa yang bisa aku lakukan untukmu?

Dong Mei : Oh tidak. Aku tidak meminta apapun. Beberapa waktu lalu, teman suami ku memberinya barang ketika dia sedang dalam perjalanan bisnis. Dia terus berkata bahwa produk yang berkualitas harus diberikan kepada seseorang yang mengetahui nilainya.

Dong Mei menunjukkan oleh2nya.

Mangkuk kayu.

Pengacara Goo : Astaga. Ini agak berharga. Ini adalah mangkuk yang terbuat dari jasper oriental utuh. Kau tidak dapat melihat apapun di pasar dalam kondisi ini.

Dong Mei : Lihat apa yang aku maksud? Kau tahu barang-barangmu.

Pengacara Goo : Apakah ini dianggap mengetahui barang-barangku?

Dong Mei : Bukankah begitu?

Pengacara Goo : Tidak, aku tidak tahu banyak tentang itu. Tidak ada orang lain yang melakukannya jika kau tidak melakukannya. Aku hanya tahu sedikit.

Pengacar Goo lalu meminta Dong Mei berhenti bertele2.

Dong Mei : Aku perlu menanyakan sesuatu padamu. Beberapa hari yang lalu, kenapa Pimpinan Gao ingin bertemu denganmu?

Pengacara Goo : Bukan apa-apa.

Dong Mei : Pengacara Goo, kau berpura-pura tidak mengetahuinya.

Pengacar Goo : Wakil Manajer Ji, aku masih tidak tahu apa yang kau bicarakan.

Pengacar Goo lalu menolak hadiah dari Dong Mei.

Pengacar Goo : Suamimu benar. Hal yang baik harus diberikan kepada seseorang yang tahu tentang nilainya.

Dong Mei : Pengacara Goo, kita akan memiliki perusahaan jangka panjang di masa depan.

Pengacara Goo memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.

Pengacara Goo : Tentu saja.

Tak lama, ponselnya berbunyi. Dia bergegas meraih ponselnya yang dia taruh di atas meja kerjanya.

Dari istrinya.

Selesai menerima telepon, Pengacara Goo kembali ke Dong Mei.

Pengacara Goo : Itu dari istriku.

Dong Mei : Baiklah. Aku akan mempercepat. Ada satu hal lagi.

Dong Mei menanyakan tentang Dayun.

Pengacara Goo memanggil asistennya.

Pengacara Goo : Wang! Wang Chen! Bawa file Dayun ke sini.

Dong Mei : Pengacara Goo, apakah istrimu menyuruhmu pulang? Kau sudah sibuk sepanjang hari. Kau harus pulang sekarang. Kau bisa membiarkan Wang jelaskan itu padaku. Itu hanya beberapa detail kecil.

Pengacara Goo : Tidak masalah. Aku bisa menjelaskannya lebih jelas.

Dong Mei : Kau harus memberi anak-anak kesempatan dan mempercayai mereka.

Wang Chen masuk. Pengacara Goo langsung menyuruh Wang Chen menjelaskan soal Dayun ke Dong Mei.

Pengacara Goo lalu beranjak pergi.

Dong Mei : Wang Chen, kan?

Wang Chen : Ya.

Liu dalam masalah besar. Dia memakai mobil pelanggan untuk bertaruh dan balapan dan dia kalah.

Tapi Liu masih ingin bertaruh.

Rivalnya kesal, anak nakal! Kau sudah kehilangan empat ban mobil. Dan kau masih ingin bertaruh?

Liu : Tuan Liang, ini bukan mobilku.

Liang : Bukan mobilmu? Kau bercanda? Itu milikmu jika kau menang dan kerugian ada padaku, kan? Tidak ada kesepakatan tanpa modal.

Liu : Tuan Liang, aku minta maaf. Tolong lepaskan aku.

Liang : Aku akan melepaskanmu setelah memotong salah satu tangan dan kakimu.

Liu memohon dilepaskan.

Liang : Jika aku membiarkanmu pergi, bagaimana dengan wajahku, ya? Kau bertaruh pada balapan mobil demi uang. Bukankah seharusnya aku memiliki keputusan akhir dalam hal ini?

Liu : Tuan Liang, aku punya teman yang ahli dalam balap. Dia pasti akan menang.

Cheng lagi di toserba saat Liu menelponnya.

Cheng pun bergegas menjemput Liu. Dia datang dengan taksi. Liang dan teman2nya kaget Cheng datang dengan taksi.

Liang : Temanmu cukup setia. Dia bahkan berani datang.

Liu : Cheng sangat terampil. Dia pasti akan menang!

Cheng marah, berhenti berbicara!

Cheng meminta Liang menjelaskan kronologisnya.

Teman Lian yang menjelaskan, temanmu mengemudi sebuah lamborghini untuk balapan mobil dengan Tuan Liang. Dia memandang rendah Tuan Liang karena dia mengendarai Ferrari.

Liang : Apakah kau tidak tahu siapa Pembalap Top dari Laomiao? Kami sepakat sebelum balapan bahwa kau akan kehilangan satu ban mobil untuk setiap kekalahanmu. Dia kalah empat kali dan sekarang dia bilang itu bukan mobilnya.

Cheng mengatakan bahwa mereka hanya karyawan bengkel dan minta Liang melepaskan Liu.

Liu memanggil Mao, temannya tadi.

Mao pun segera mengambil pemukul kasti di mobil dan memberikannya ke Liang.

Liang : Aku akan menyelesaikan skor denganmu, kalau begitu. Jika kau menang, kau bisa membawanya. Jika kalah. aku ingin kalian berdua berlutut menyembahku. Setelah itu, saya ingin kau menghancurkan lamborghini ini.

Terpaksalah Cheng setuju.

Liang : Satu putaran mengelilingi Gunung Laomiao.

Cheng masuk ke lamborghini pelangganya.

Dia membuka kaca dan menatap tajam Liang.

Tapi mendadak ponsel Cheng bunyi.

Terdengar suara seorang pria, Cheng Cheng, menurutmu semudah itu mendapatkan aset Gaos?

Cheng : Konyol.

Cheng mutusin panggilan itu.

Mereka mulai balapan.

Siapa yang menang?

Bersambung………..

Rahmi Iza