Start Up Ep 16 Part 4

Start Up Ep 16 Part 4
foto: tvN

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 16 Part 4, Jika ingin menemukan spoiler-spoiler lengkapnya ada pada tulisan yang ini gaes! Namun tulisan lainnya seperti Eps sebelumnya ada di sini.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San duduk di kafetaria. Dia menatap memo Sa Ha dengan sedih.

Chul San : Benar. Karena ini dia tak mau umumkan hubungan kami. Jika menjadi dia, aku juga tak mau karena malu.

Sa Ha dan kakaknya berjalan ke arah Chul San.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Sa Ha : Kau disini? Kenalkan. Dia kakakku.

Chul San yang mentalnya kena gegara omongan Sa Ha tadi, mengenalkan dirinya sebagai rekan kerja Sa Ha. Chul San bahkan memberi penegasan kalau dia hanya rekan kerja.

Tapi Sa Ha ngenalin Chul San sebagai pacar.

Bu Jung bilang, Sa Ha sering cerita soal Chul San.

Chul San senang. Dia bahkan mengucapkan terima kasih dan mengaku merasa terhormat.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Sekarang, Dal Mi cs lagi nungguin pengumuman lolos tender. Dal Mi terus-terusan menekan tombol refresh.

Yong San menegur Dal Mi. Dia bilang, tombolnya bisa rusak jika ditekan seperti itu terus menerus.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Tak lama kemudian, Dal Mi teriak.

Do San juga kaget melihat layar laptop.

Mereka lolos saringan kedua!

Sontak lah mereka langsung bersorak senang.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Mereka langsung merayakan keberhasilan mereka lolos tender.

Do San nemenin Dal Mi memilih kue.

Dal Mi memilih 3 kue dan menyuruh Do San makan yang banyak kue pilihannya.

Dal Mi : Katanya kue ini paling enak.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Mereka lantas bergabung dengan yang lain.

Do San : Silahkan makan sepuasnya. Hari ini aku yang traktir.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San mau ngambil kue tapi tangannya langsung ditampol Do San karena itu kue dibelikan Dal Mi khusus untuknya.

Dal Mi menyuruh Chul San makan kue yang lain saja.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Sa Ha yang melihat itu gak terima.

Dia makein topi kerucut ke Do San, tapi menjepretkan karetnya ke dagu Do San.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Sa Ha lalu tersenyum menatap Chul San.

Chul San membalas Sa Ha dengan ngasih finger heart.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Tae Won : Jangan-jangan kita berhasil.

Han : Jangan berharap. Masuk ke lima besar saja sudah hebat.

Do San : Tak mau. Sudah telanjur masuk lima besar. Jadi, harus menang.

Kang Jin : Jika menang tender, kau janji akan berikan aku semiliar won.

Chul San : Kang Jin, siapkan mobil sport dan kau siapkan semiliar.

Yong San : Pak Lee, jika menang, kau harus membotaki rambutmu.

Chul San : Aku tahu. Aku sudah siapkan alat cukur.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San menatap Sa Ha.

Chul San : Dan Nona Jung, jangan ingkari janjimu.

Sa Ha : Jangan khawatir. Aku tak pernah ingkar janji.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Yong San : Kau juga Do San.

Do San : Jangan khawatir. Akan kulakukan.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Dal Mi lalu bilang di titik mereka sekarang, dia ingin menanyakan pendapat semua.

Dal Mi : Hampir semua perusahaan kemudi otomatis di Korea ikut tender kali ini. Lalu, kita masuk ke lima besar. Artinya, teknologi kita bisa bersaing dan diakui. Bagaimana jika kita melakukan peningkatan skala usaha?

Sa Ha : “Peningkatan skala usaha”? Kau mau membesarkan perusahaan?

Dal Mi : Ya. Aku mau mempercepat semuanya. Menambah pegawai, dan berinvestasi di litbang. Bagaimana pendapat kalian?

Semua setuju. Tapi tidak dengan In Jae.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

In Jae : Kau mau buka putaran pendanaan?

Dal Mi : Ya. Kali ini kami masuk dalam lima besar terbaik di tender. Berarti kemampuan bersaing kami sudah diakui di dunia kemudi otomatis.

In Jae : Jadi, kau mau cari investor, dan lakukan peningkatan skala usaha?

Dal Mi : Benar.

In Jae : Aku tak setuju. Kita belum ada pendapatan. Nilai kita tak diakui meski dapat investasi. Saham kita akan rugi.

Dal Mi : Aku begini agar ada pendapatan.

In Jae : Tunggu sampai lebih baik.

Dal Mi : Tidak, itu akan terlambat. Kecepatan lebih penting daripada saham sekarang. Kita belum pernah dapat investasi luar.

In Jae : Ya. Agar kau tak terpengaruh apa pun dalam situasi seperti ini.

Dal Mi : Eonni!

In Jae : Sudahlah. Pembicaraan ini selesai.

Dal Mi pun pergi dengan kesal.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Ji Pyeong yang habis bertemu seseorang di lobby, berlari ke lift.

Dia melihat pintu lift akan menutup.

Ji Pyeong : Tunggu!

Seseorang menahan pintu lift tetap terbuka dari dalam. Orang itu Dal Mi.

Suasana langsung canggung.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Ji Pyeong dan Dal Mi bicara di atap. Dal Mi tanya, Ji Pyeong tak menghindarinya lagi.

Ji Pyeong bilang ternyata dia sembuh lebih cepat.

Ji Pyeong : Katakan apa yang mau kau bicarakan.

Dal Mi : Baik.

Ji Pyeong : Cepat. Aku sudah siap. Tapi jangan bilang terima kasih dan maaf karena aku sudah tahu.

Dal Mi : Tapi, aku harus mengatakan itu.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Ji Pyeong : Aku sudah sering dengar perkataan terima kasih darimu. Sudah lebih dari cukup. Selain itu, dulu, aku tak punya teman. Jadi, suratmu satu-satunya penghiburku. Jadi, mari sama-sama berterima kasih. Cukup, ‘kan?

Dal Mi : Ya.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Ji Pyeong : Meskipun aku sudah membaca suratmu, aku tak mencarimu selama 15 tahun. Namun, Pak Nam langsung mencarimu pada hari pertama membaca suratmu. Jadi, Nam Do San di surat itu bukan aku. Kau tak perlu minta maaf dan merasa bersalah.

Dal Mi : Kau sungguh tak membiarkanku bicara.

Ji Pyeong : Sudah cukup, ‘kan?

Dal Mi : Ya.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Ji Pyeong lalu beranjak pergi.

Dal Mi tersenyum karena Ji Pyeong sudah baik-baik saja.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San dan Yong San berdiri di depan banner Pimpinan Won.

Mereka lalu sengaja banget membicarakan boroknya Pimpinan Won dengan keras agar di dengar orang-orang di sekeliling mereka.

Chul San : Apa kau sudah dengar? Putra Won Du Jeong menyuruh pengembang Cheongmyeong Company meretas perusahaan.

Yong San : Tentu sudah dengar. Aku tak tahu kenapa perusahaan sebesar itu menghasut mereka.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San : Mereka mau menghancurkan perusahaan yang punya potensi. Pasti itu. Kudengar putranya sedang diinvestigasi karena itu.

Yong San : Astaga, sungguh?

Chul San : Aku tak yakin ada gunanya mendengar kuliah dari dia.

Yong San : Tapi apa benar? Kuliahnya masih jalan?

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

In Jae lewat dan mendengarkan percakapan mereka.

In Jae lalu beranjak, membawa sebuah amplop besar.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Sementara itu, hanya sedikit yang menghadiri kuliah relai Pimpinan Won.

Pimpinan Won di panggung berkata, kalau dia berniat mengadakan tanya jawab tapi sepertinya tak ada yang punya pertanyaan.

Pimpinan Won : Kita semua sama-sama sibuk. Jadi, mari jangan buang waktu. Kita sudahi saja sampai di sini.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

In Jae menunjuk tangan dan bilang dia ada pertanyaan.

Yong San dan Chul San duduk di belakang In Jae.

Seseorang memberikan mic ke In Jae.

In Jae : Kau bilang pegawai berpotensi adalah kunci. Dulu, aku salah satu pegawaimu yang berpotensi. Kenapa kau mengusirku begitu saja?

Pimpinan Won : Apa pantas kau menanyakan hal pribadi di sini?

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San : Pendengarnya juga tak banyak. Jawab saja. Semua setuju, ‘kan?

*Kompor bener si Chul San ini, tapi saya suka.

Pimpinan Won : Kupikir kau akan kembali dan menjadi penurut.

In Jae : Ya. Aku memang pemberontak dulu. Tapi sekarang putramu yang penurut malah sedang sangat sibuk. Dia diinvestigasi polisi dan kalah tender…

Pimpinan Won sewot, In Jae, kau…

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

In Jae : Omong-omong, namaku bukan Won In Jae lagi, tapi Seo In Jae. Aku sudah terima pembatalan adopsinya hari ini.

In Jae menunjukkan amplop yang dipegangnya yang berisi surat pembatalan adopsi.

In Jae : Terima kasih karena selalu berikan pelajaran yang baik.

In Jae beranjak pergi.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Yong San yang baru ingat siapa In Jae, bergegas mengejar In Jae.

Yong San : Seo Dapyeonim!

In Jae berhenti melangkah dan berbalik menatap Yong San.

Yong San bilang mau minta maaf.

In Jae bingung, padaku?

Yong San : Ya. Tiga tahun lalu di kuliah relai, aku pernah bertanya kepadamu…

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Kita diperlihatkan flashback saat kuliah relai In Jae. Saat itu, In Jae didampingi Ji Pyeong dan Bu Yoon.

Yong San bertanya, banyak komentar bilang kau berhasil karena anak konglomerat dan itu tak dihitung karena kau tak mulai dari Sand Box. Bagaimana pendapatmu?

Flashback end…

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Yong San : Apa kau ingat?

In Jae : Tentu aku ingat. Jadi, itu kau, Pak Kim?

Yong San : Ya.

In Jae : Astaga. Jadi, selama ini aku bekerja sama dengan pengumpatku? Aku baik sekali.

Yong San : Aku tak tahu apa-apa, tapi malah bicara buruk tentangmu. Maafkan aku.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

In Jae : Sesungguhnya, aku bisa sampai di sini karena perkataanmu.

Yong San : Karena perkataanku?

In Jae : Itu memang menyebalkan, tapi membuatku termotivasi. Aku tak bisa bilang terima kasih, tapi kuterima maafmu. Cukup, ‘kan?

Yong San tersenyum, ya.

Lalu In Jae pergi.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Yong San dihubungi Do San.

Yong San : Ya, Do San. Kenapa? Sungguh?

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Trio San ke rooftop. Di sana, mereka bertemu tiga remaja yang baru pindahan.

3 remaja itu tanya, siapa kalian?

Do San : Kami tim yang dulu bekerja di sini.

Yong San : Kami pendiri Samsan Tech. Kini, kami kerja di Cheongmyeong Company.

Sontak lah, 3 remaja itu langsung memberi hormat pada Trio San. Mereka tahu siapa Samsan.719

Do San : Kalian pindah kesini?

Salah seorang dari mereka menjawab, kalau mereka baru mau mulai berbisnis.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Mereka juga menanyakan kondisi di rooftop itu.

Do San : Bagus. Sewanya murah, dan pemandangannya juga lebih bagus dari Sungai Han.

Yong San : Kadang, saat kau lapar dan buka jendela, bau daging sapi akan tercium.

Chul San : Kalian akan mati jika tak ada pendingin ruangan saat musim panas, jadi, belilah itu dulu.

Mereka bilang, mereka akan dapat investor sebelum itu.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Do San lalu minta izin melihat-lihat untuk yang terakhir kalinya.

Mereka mengizinkan.

Chul San lalu memberikan kartu namanya pada ketiga anak itu dan menyuruh mereka menghubunginya jika merasa kesulitan.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Trio San masuk. Mereka sedih karena takkan bisa main ke rooftop lagi karena rooftop mereka sudah punya penghuni baru. Chul San bahkan sampai menangis.

Ketika ditanya Yong San, Chul San bilang dia nangis karena kasihan pada ketiga remaja itu yang harus berjuang di rooftop seperti itu.

Yong San : Kau benar, jalan mereka masih panjang.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Do San juga nangis, tapi karena dia teringat kata-kata Ji Pyeong saat mereka masih menjadi peserta Sand Box.

Ji Pyeong : Kau tak tahu alasan kau masih begini? Jika aku Yong San atau Chul San, aku akan minta ganti dua tahunku bekerja bersamamu.

Do San pun minta maaf pada Chul San dan Yong San untuk segalanya.

Do San : Jika saja sejak awal kalian bertemu dengan CEO yang baik, kalian bisa lebih cepat keluar dari sini. Karena kebodohanku beberapa tahun, aku membuat kalian khawatir dan tersiksa. Aku memang bersalah.

Chul San : Kenapa kau bicara begitu? Jika tujuanku uang, kau sudah kutinggalkan dari awal.

Yong San : Kau pikir kami mengincar lebih banyak uang, maka bekerja denganmu?

Do San : Lantas, apa alasan kalian?

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San : Do San-ah, kau pikir kenapa aku tadi menangis?

Do San : Kasihan kepada mereka.

Chul San : Dasar bedebah tak peka. Aku merindukan waktu itu. Saat-saat kita menghabiskan waktu di tempat ini sangat menyenangkan dan membuatku rindu.

Yong San : Kami sangat senang sampai selalu bersemangat saat masuk kantor dulu.

Yong San pun gemes karena harus memberi penjelasan dulu agar Do San paham.

Do San : Aku baru bisa paham jika diberi tahu.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Mereka lalu berpelukan dan tangis mereka makin deres.

Chul San : Dulu kami tak tersiksa.

Do San : Terima kasih.

Chul San : Berlakulah baik kepada kami. Aku juga akan begitu.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN
Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Puas menangis, mereka keluar dan 3 remaja itu kaget melihat mata mereka sembap.

Trio San mengucapkan kalimat dukungan kepada mereka.

Start Up Ep 16 Part 4
Foto tvN

Chul San lalu melihat papan nama Samsan Tech mereka tak ada.

Salah satu dari remaja itu bilang tadi ada yang datang mengambil.

Do San tanya siapa.

Ternyata yang mengambil papan Samsan adalah Pak Nam. Pak Nam menggantung papan Samsan di dinding rumahnya.

Ibu tanya, kenapa digantung di situ? Turunkan.

Ayah : Ini terang dan bagus.

Ibu : Padahal dulu kau selalu mengumpat dan bicara buruk kepada mereka.

Ayah : Karena itu aku menggantungnya. Jika Do San berlaku menyedihkan lagi, aku akan suruh dia melihat ini tiga kali dan bertahan.

Ibu : Jika itu tujuanmu, aku juga setuju.

In Jae mengendarai mobilnya dengan wajah sumringah.

Disampingnya, tergeletak amplop berisi surat pencabutan adopsinya.

Hari sudah malam. Seorang kurir datang. Halmeoni yang menerima paket, kesulitan memberikan tanda tangan.

Kurir tanya, apa Dal Mi gak ada.

Halmeoni bilang Dal Mi belum pulang.

Kurir membantu halmeoni memberikan tanda tangan.

Tapi kemudian In Jae datang dan mengaku sebagai kakaknya Dal Mi dan memberikan tanda tangan.

Halmeoni kaget.

Halmeoni : Kau benar-benar In Jae?

In Jae : Ini aku, halmeoni. Aku sangat terlambat, kan?

Halmeoni mendekat dan memeluk In Jae.

Tangis In Jae pecah di pelukan halmeoni.

Hari semakin larut. Di dalam, In Jae duduk bersama Dal Mi, ibu dan neneknya.

Dal Mi melihat maskara In Jae luntur.

Dal Mi : Kau menangis?

In Jae : Tidak.

Nyonya Cha : Kau seperti panda sekarang. Maskaramu luntur ke mana-mana.

In Jae : Ini memang mudah luntur. Tak tahan air.

Dal Mi : Alasanmu payah.

Halmeoni melerai mereka. Sudahlah. Kita sudah lama tak bertemu. Jangan bertengkar.

Nyonya Cha : Selama ini kami suruh datang, tapi kau tak pernah datang. Ada apa?

In Jae bilang mau nunjukin sesuatu.

In Jae memberikan surat pembatalan adopsinya. Sontak, Dal Mi dan Nyonya Cha kaget membacanya.

Halmeoni yang penasaran, menyuruh Yeong Sil menyalakan NoonGil.

Halmeoni : Yeong Sil-ah, bacakan.

Yeong Sil membacanya.

Halmeoni kaget mendengarnya.

In Jae : Namaku bukan Won In Jae lagi, tapi Seo In Jae. Tadinya aku mau menemuimu lebih cepat. Tapi marga Won membuatku merasa bersalah.

Dal Mi : Harusnya kau datang saja. Siapa peduli itu? Harusnya datang saat Nenek masih bisa melihat.

Halmeoni : Aku bisa melihat. Aku bisa melihat kalian dengan jelas.

Halmeoni memejamkan matanya, tak lama kemudian dia mendengar suara putranya dan membuka matanya.

Halmeoni melihat Pak Seo pulang ke rumah membawa banyak ayam goreng untuk mereka semua.

Nyonya Cha, Dal Mi, In Jae dan Pak Seo terlihat bahagia.

Mereka kemudian memanggil halmeoni.

In Jae melihat-lihat kamar Dal Mi.

Tak lama kemudian, pandangannya tertuju pada dua kotak musik di atas meja.

In Jae mengambil salah satunya dan membukanya.

Dal Mi tiba-tiba masuk dan sebal melihat kakaknya mengambil barangnya tanpa izin.

In Jae : Kau memperbaiki ini?

Dal Mi : Tidak. Itu bisa sendiri.

In Jae : Aku ambil karena ini milikku.

Dal Mi : Terserah kau saja.

In Jae nyimpen kotak musiknya ke dalam tas.

Setelah itu dia ngambil uang dan ngasih uangnya ke Dal Mi.

In Jae : Kau tak ingat taruhan kita?

Flashback…

Saat itu di pesta relasi In Jae, Dal Mi bilang di depan kakak dan ibunya.

Dal Mi : Sejujurnya aku belum sehebat In Jae, aku mengakuinya. Tapi In Jae tiga tahun lebih tua dariku. Tunggu tiga tahun lagi. Aku pasti akan lebih hebat daripada dia. Ayo bertaruh 10.000 won.

Flashback end…

Dal Mi : Tapi apa maksudmu? Menurutmu aku sudah lebih baik daripada kau?

In Jae : Belum. Tapi mungkin jika peningkatan skala usahanya sukses.

Dal Mi : Apa? Tapi kau melarangku.

In Jae : Coba saja.

Dal Mi ngambil uangnya dan tanya kenapa tiba-tiba berubah pikiran?

In Jae : Aku tak mau kau menjadi penurut.

Dal Mi : Apa maksudmu? Apa kau suka aku karena aku pemarah dan pemberontak?

In Jae : Semacam itu.

In Jae menemui Bu Yoon.

Bu Yoon mempelajari proposal In Jae.

Bu Yoon : Cheongmyeong Company mencari investor?

In Jae : Ya. Nona Seo mau meningkatkan skala bisnis. Sepertinya dia banyak belajar saat mempersiapkan tender. Jadi, kupikir dia sudah siap. Tolong kenalkan jika ada investor yang tertarik di bidang kemudi otomatis.

Bu Yoon : Sepertinya akan sulit.

In Jae : Kenapa? Terlalu cepat?

Bu Yoon : Bukan begitu. Aku tak mau memberikan perusahaan baik kepada investor lain. Aku selalu memperhatikan mereka sejak masa Samsan Tech. Sepertinya, perusahaannya sudah tumbuh menjadi perusahaan yang pantas kami beri investasi.

Bu Yoon juga bilang, kalau In Jae dan Dal Mi lah awal dari Sand Box jadi ia mau mendukung mereka.

In Jae : Terima kasih. Aku harus kirim berkasnya kepada siapa?

Bu Yoon pun menemui Ji Pyeong. Ji Pyeong menolak.

Bu Yoon : Kenapa? Tak ada yang lebih paham Cheongmyeong Company daripada kau.

Ji Pyeong : Ada Dong Cheon. Pak Park juga sangat paham.

Ji Pyeong manggil Dong Cheon.

Dong Cheon pura-pura gak denger.

Ji Pyeong sewot, Dong Cheon!

Dong Cheon menoleh, ya?

Dong Cheon lalu menghampiri mereka.

Ji Pyeong : Kau pura-pura tak dengar, ‘kan?

Dong Cheon : Tidak. Aku tak dengar karena terlalu fokus membaca.

Ji Pyeong : Bagaimana? Pak Park juga sangat tertarik sejak masa Samsan Tech…

Dong Cheon : Aku tak tertarik. Meskipun tertarik, tak ada apa-apanya dibanding kau. Aku bukan tandinganmu.

Bu Yoon : Aku juga berpikiran sama. Aku merasa Cheongmyeong Company bisa jauh lebih sukses dari yang mereka pikirkan. Mereka akan segera membuat kurva J. Kita sadar kemampuan mereka. Investor lain juga pasti sama. Kau tahu ini kesepakatan penting, ‘kan? Dapatkan bisnis ini.

Bu Yoon pergi.

Ji Pyeong kemudian sewot ngeliat Dong Cheon ngetawain dia.

Di taman, Ji Pyeong mikirin tawaran Bu Yoon.

Ji Pyeong : Aku tak bisa memohon agar mereka menerimaku. Kenapa harus aku?

Do San kemudian datang.

Do San : Kau mau bicara apa? Kenapa memanggilku?

Ji Pyeong : Aku punya permintaan.

Do San : Permintaan? Kepadaku?

Ji Pyeong : Bu Yoon mau…

Do San : Apa?

Ji Pyeong : Bu Yoon mau berinvestasi di Cheongmyeong Company. Apa kalian tertarik?

Do San : Kenapa hanya panggil aku untuk bicarakan itu? Ayo bicara dengan Nona Seo…

Ji Pyeong : Aku tak mau, tapi disuruh. Aku tak mau terlibat. Itu alasannya. Kau tak pernah mau menerima investasi dariku, ‘kan?

Do San : Kau benar. Aku tak mau.

Ji Pyeong lalu berdiri.

Ji Pyeong : Baiklah. Aku sudah menawarimu, tapi aku ditolak mentah-mentah lagi. Sudah, ‘kan?

Ji Pyeong mau pergi tapi Do San menahannya.

Do San : Aku mau dengar pendapat investasimu secara jujur. Ke sampingkan emosimu. Aku ingin penilaian rasionalmu.

Ji Pyeong : Kau ingat rekorku yang kedua, ‘kan?

Do San : Tentu saja. Kau sudah tinjau banyak perusahaan. Perusahaan rintisan yang tak mendapat investasimu, tak ada yang sukses. Kau bicara begitu.

Ji Pyeong : Jika aku tak investasi di perusahaanmu, sepertinya rekor itu akan hancur. Sebagai seorang investor, aku sangat ingin berinvestasi.

Do San : Ayo pergi bersama. Ayo bicarakan masalah investasi ini dengan Nona Seo.

Ji Pyeong : Pak Nam. Kau mau menerima investasiku? Jika diterima, aku akan terus mengomeli Cheongmyeong Company agar melakukan banyak hal. Kau belum muak dengan omelanku?

Do San : Tentu muak.

Ji Pyeong : Lalu, kenapa diterima? Kenapa sekarang kau malah mau menerimanya?

Do San : Karena penawaran kali ini terdengar seperti investasi sungguhan, bukan sedekah seperti dulu.

Do San ngajak Ji Pyeong jabat tangan.

Ji Pyeong malu-malu, cuma megang telunjuk Do San.

Do San langsung menjabat tangan Ji Pyeong.

Do San : Terima kasih.

Ji Pyeong : Aku juga.

Mereka lalu tertawa.

Do San : Kita sangat kikuk. Ayo ke dalam.

DoDal lagi di gereja. Dal Mi berdoa dengan khusyuk.

Melihat Dal Mi berdoa, Do San berbisik kalau dia atheis.

Dal Mi : Aku juga tak terlalu beriman.

Do San : Lantas, kenapa?

Dal Mi : Besok kita akan presentasi akhir untuk dapatkan tender. Aku berdoa agar bisa menang. Berdasarkan pengalamanku, ini sungguh berhasil.

Do San tertawa mendengarnya.

DoDal keluar dari gereja.

Dal Mi : Kau sudah berdoa?

Do San : Apa? Sudah.

Dal Mi : Aku sudah berdoa, tapi masih berdebar. Aku sangat tegang.

Dal Mi lalu melihat pelangi dan nyuruh Do San berdoa lagi.

Do San : Lagi?

Dal Mi : Berdoa di gereja bagus dan ke pelangi juga. Doa kita pasti dikabulkan. Cepat berdoa.

Do San : Tapi pelangi tak akan kabulkan doamu. Itu hanya pemantulan dan pembiasan cahaya.

Dal Mi : Kau tak percaya? Dan tak mau berdoa?

Do San : Maksudku, tak ada bukti bahwa pelangi bisa kabulkan doamu.

Dal Mi : Bukti katamu? Bukti? Baiklah, akan kutunjukkan padamu.

Dal Mi nyosor Do San. Dia mencium Do San dengan ganas.

Dal Mi : Lihat, ‘kan? Aku berdoa agar bisa berciuman denganmu. Lihat. Itu terkabul.

Do San : Itu berbeda. Kau yang menciumku, bukan pelangi yang mengabulkannya.

Dal Mi : Sama saja. Apa yang beda? Jadi, berdoalah dulu. Lalu kau bisa mewujudkannya.

Do San : Baiklah.

Do San berdoa. Dal Mi kepo Do San berdoa apa.

Do San : Yang lebih mungkin terjadi. Aku mau perusahaan kita menjadi unikorn.

Dal Mi : Hei. Itu lebih sulit. Sepertinya akan makan waktu lama.

Do San : Tapi kau tak bilang tak mungkin.

Dal Mi : Tak ada yang tak mungkin. Apa pun bisa kita lakukan.

DoDal kemudian beranjak pergi.

Dal Mi mulai presentasi di hadapan para investor.

Dal Mi : Aku CEO Cheongmyeong Company. Namaku Seo Dal Mi.

Hari berikutnya,

Dal Mi menulis sesuatu di memo dan menggantungnya di papan memo.

Dal Mi menulis, untuk mengubah dunia.

Tak lama, Do San juga datang dan menulis sesuatu. Do San menulis, follow your dreams.

SELESAI….

EPILOG :

2020, MASA KINI

Cheongmyeong Company kini semakin besar!

Meja DoDal bersebelahan. Di meja mereka, ada foto-foto. Salah satu diantara foto-foto itu adalah foto pernikahan DoDal.

Bu Jung yang dulu menjadi manajer Dal Mi, kini menjadi karyawan Dal Mi.

Bu Jung : Pak Lee, di mana Dal Mi… Maksudku, di mana Bu Seo dan Pak Nam?

Pak Lee : Mereka sedang rapat rutin pemegang saham.

DoDal keluar dari lift sambil bergandengan tangan.

Mereka terus berjalan keluar.

In Jae dan Ji Pyeong muncul.

In Jae berdiri disamping Dal Mi.

Ji Pyeong disamping Do San.

Subtitle by Anang Kaswandi, Deaz Putri

8 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Youth of May Ep 14
Read More

Youth of May Ep 14

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Youth of May Episode 14, Kalian harus lihat untuk seluruh daftar recap disediakan lho tulisan…