Sinopsis The Legend Of Jin Yan Episode 18 Part 2

1 min read

Sinopsis The Legend Of Jin Yan Episode 18 Part 2

Sinopsis The Legend Of Jin Yan Episode 18 Part 2 (RECAP), Tayang di WeTV – Episode sebelumnya baca di sini. Untuk melihat lengkap Kalian bisa cari selengkapnya di tulisan yang ini. Yuk simak berikut ini..

Seekor kelinci lewat, Jinyan terlihat senang, “itu kelinci ..”

Pengawal Pangeran Jin melapor, “Pangeran semuanya sudah diatur untuk membawa Nona Jinyan pergi. Pangeran harus berhati-hati, karena Zhong Li begitu ketat mengawasi keadaan sekitar”

Pangeran Jin, “biarkan saja jika mereka tahu, saya ingin merebut wanita saya secara terang-terangan!!”

Pengawal Pangeran Jin terlihat ragu, “baiklah”

Pangeran Yu menangkapkan kelinci untuk Jinyan.

Jinyan senang, “pelan-pelan menyentuhnya, jangan menyakitinya. Oh ya, aku suka kelinci putih, bukan abu-abu”

Pangeran Yu kesal, “baiklah, karena kamu tidak suka kelinci abu-abu. Kita panggang saja yang ini”

Jinyan segera merebut kelinci itu dari Pangeran Yu, “jangan..jangan”

Tidak sengaja kelinci terlepas dari pegangan Jinyan, Pangeran Yu bergegas mengejar kelinci.

Jinyan melihat rombongan Tuan Muda An lewat, mereka mengejar seekor rusa putih.

“tidak boleh .. rusa putih bercorak biru tidak boleh dibunuh” gumam Jinyan.
Jinyan bergegas mengejar mereka.

Pangeran Yu bingung melihat Jinyan lari, “Jinyan, tidak boleh masuk ke sana, itu area perburuan”.

Jinyan tidak mendengar ucapan Pangeran Yu. Pangeran Yu bergegas menyusul Jinyan.

Tuan Muda An akan memanah.
Jinyan, “hentikan!.. rusa itu tidak boleh dipanah”

Tuan Muda An, “kamu kasim dari mana? Berani menghalangi saya!!”

Jinyan gugup, “Kasim Pangeran Yu”

“Jika seorang kasim terbunuh di area perburuan, bukankah Pangeran Yu tidak dapat menyalahkan saya” lanjut Tuan Muda An.

Tepat saat itu Pangeran Yu datang, “beraninya!! Kamu ingin mencelakai kasim saya!!”

Tuan Muda An memohon ampun.

Jinyan mencegah Pangeran Yu marah. Pangeran Yu pun melepaskan Tuan Muda An, “cepat pergi dari sini!!”

Jinyan dan Pangeran Yu kembali menuju ke perkemahan.

Pangeran Yu, “kenapa rusa itu tidak boleh dibunuh?”

Jinyan, “rusa itu adalah simbol panjang umur dan keberuntungan negara”

Pangeran Yu tersenyum, “kelihatannya saya sudah meremehkan kamu”

Jinyan mengingatkan Pangeran Yu saat mereka pertama kali bertemu di Kuil Muchen. “Oh ya, saat di Kuil Muchen apakah kamu melihat festival lentera. Aku dengar ada lentera bulan yang langka”

Pangeran Yu, “saya tidak melihatnya, saya hanya melihat seorang gadis memanjat pagar dinding”.

Jinyan kesal, Pangeran Yu mengejeknya.

Pangeran Yu, “berani tidak bersaing dengan saya? Jika kamu menang, saya akan memberimu 100 lentera bulan”

Jinyan, “baiklah, kita jadikan perkemahan sebagai titik akhir”

Jinyan dan Pangeran Yu bersaing menunggang kuda.

Ternyata di depan perkemahan sudah ada Ibunda Permaisuri dan para permaisuri lainnya menunggu kedatangan Pangeran Yu.

Jinyan menghentikan kudanya secara mendadak, akibatnya ia hilang kendali dan terjatuh.

Pangeran Yu dan Pangeran Jin bergegas menghampiri Jinyan.

Pangeran Yu menggendong Jinyan, dan pergi meninggalkan Pangeran Jin.

Pangeran Yu memanggil tabib untuk Jinyan.
Ibunda Permaisuri dan para permaisuri datang.
“Pelayan, tangkap wanita rendahan yang berani menggoda tuannya!”

Pangeran Jin dan Pangeran Yu serempak menjawab, “tidak”

“Apa salahku? Kenapa mau ditangkap lagi” gumam Jinyan sambil berlutut.

Ibunda Permaisuri tidak terima dibantah.
“Saya berhak membantu Pangeran dalam mengurus harem kerajaan. Pelayan, tangkap pelayan rendahan itu!!” Perintah Ibunda Permaisuri menggunakan plakat mendiang Raja.

(Jika menggunakan plakat itu, semua pelayan dan penjaga harus mematuhi perintah).

“Siapa yang berani !!” Ucap Pangeran Yu dengan lantang.

Bersambung ke episode 18 ya..

Nonton The Legend Of Jin Yan Episode 18 Subtitle Indonesia

All images credit and content copyright : Tencent Video, WeTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright Tentang Sinopsis 2020

KONTAK | DMCA.com Protection Status