Show Window : The Queen’s House Eps 9 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 9 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Sebelumnya…

Sun Joo dan Myung Seop masuk ke ruangan Pimpinan Kim. Myung Seop bilang, dia tak pernah membayangkan bahwa Sun Joo akan kembali bekerja.

Myung Seop : Tapi… dimana Pimpinan Kim?

Sun Joo : Sedang menjemput ayahku.

Myung Seop : Maksudmu apa?

Sun Joo : Dia meninggal di Kanada.

Myung Seop terkejut, ayahmu meninggal? Jadi dia pergi ke Kanada?

Sun Joo : Ya.

Myung Seop lalu duduk di sofa.

Myung Seop : Tapi apa maksudmu sebelumnya? Di ruang rapat? Apa maksud insiden palsu dua tahun lalu, dan apa yang kau maksud dengan “rencana” ku?

Sun Joo pun duduk di depan Myung Seop.

Sun Joo : Dua tahun lalu, merek Korea palsu dijual ke China. Dan aku mendapatkan buktinya.

Myung Seop : Bukti?

Sun Joo : Kau disebutkan di USB. Apa kau memerlukan penjelasan lebih lanjut?

Myung Seop menyangkal hal itu. Dia bilang ttu bukan dia.

Myung Seop lalu menantang Sun Joo. Dia menyuruh Sun Joo melaporkannya.

Myung Seop : Kau bilang kau punya bukti.

Sun Joo pun ingat percakapannya dengan Jung Won.

Jung Won bilang dia memeriksa buktinya.

Jung Won : Ada banyak bukti telah melakukan bisnis ilegal dengan China, tapi, sama sekali tidak ada bukti bahwa kakak ipar terlibat.

Sun Joo : Dia orang yang teliti.

Jung Won : Pertama, dengan melacak balik jaringan distribusi, aku akan menemukan broker ilegal.

Flashback end…

Sun Joo : Sesuatu agak rumit sekarang. Setelah ibuku membawa ayahku dari Kanada dan pemakaman dilakukan, aku akan mengurusnya.

Myung Seop : Kau mencoba menyudutkanku dengan tuduhan yang tidak berguna. Kau bisa menyesali ini nanti.

Sun Joo : Apa aku akan menyesali apa pun selain kenyataan bahwa kau adalah suamiku?

Myung Seop menatap Sun Joo dengan wajah pe-de nya.

Joon Sang dan Do Hyeok menemui istri mereka..

Eun Kyung : Jika Sun Joo menjadi pimpinan, apa yang akan terjadi padamu? Apa kau akan dipecat dari firma hukum mitra?

Do Hyeok langsung sewot, dipecat? Siapa yang akan memecatku? Aku Ahn Do Hyeok, sialan.

Ye Rang memarahi Joon Sang.

Ye Rang : Jadi, kenapa kau berdiri di barisan Direktur Eksekutif Shin? Kau seharusnya menilai dengan benar siapa yang berkuasa sebenarnya.

Joon Sang : Di pagi hari adalah Kim Kang Im, saat makan siang adalah Shin Myung Seop. Di malam hari itu Han Sun Joo. Bagaimana aku bisa berbaris ketika mereka bergiliran berada di posisi kekuasaan?

Ye Rang : Jadi apa yang akan kau lakukan? Oh! Kau mengatakan Pimpinan Son kembali bekerja. Jadi, apa kau benar-benar dalam bahaya?

Joon Sang : Pimpinan Son hanyalah Direktur konsultasi sementara! Dia tidak bertanggung jawab atas divisi perhiasan.

Christina dan pacarnya datang. Christina melihat semuanya memasang wajah serius.

Christina : Kenapa semua orang memasang wajah serius?

Lalu Christina mengenalkan pacarnya.

Christina : Kalian bertemu terakhir kali, kan? Pacar baruku, David.

Dia menyuruh David mengenalkan diri.

David : Senang bertemu denganmu, aku David. Mulai sekarang, aku akan sering bertemu kalian semua.

Do Hyeok : Sering? Mungkin paling lama 2 bulan?

Eun Kyung mengusir Christina.

Eun Kyung : Kami berada di tengah-tengah percakapan penting, bisakah kau pergi?

Christina : Aku dengar bahwa Sun Joo naik ke posisi pimpinan.

Eun Kyung sewot, bukan pimpinan! Wakil pimpinan!

Christina : Dalam hidup, kita selalu berakhir di persimpangan pilihan. Siapa yang akan menjadi pemenang terakhir? Baris mana yang harus berdiri? Semua orang memilih dengan hati-hati.

Christina menatap David.

Christina : David, follow me.

Christina dan David pergi.

Myung Seop di depan jendelanya, teringat saat Mi Ra datang ke kamar hotelnya.

Flashback…

Myung Seop terkejut Mi Ra mendatanginya. Mi Ra langsung masuk ke kamar Myung Seop.

Mi Ra bilang dia punya sesuatu untuk diberikan pada Myung Seop, jadi dia datang.

Myung Seop nya salah paham, Mi Ra-ya, apa yang kau lakukan di situasi seperti ini?

Mi Ra mencoba menjelaskan alasan kedatangannya tapi Myung Seop mengusirnya.

Myung Seop : Untuk saat ini, akan lebih baik bagi kita untuk tidak bertemu satu sama lain. Kembalilah.

Mi Ra yang kesal, mau pergi.

Tapi tidak bisa. Dia menunjukkan flashdisk itu pada Myung Seop.

Mi Ra : Aku datang mencarimu untuk memberikan ini!

Myung Seop : Apa itu?

Mi Ra bilang, itu titik kelemahan Myung Seop.

Mi Ra : Berkas kasus dari 2 tahun yang lalu. Han Sun Joo bilang jika aku menemukan ini untuknya, dia akan menceraikanmu. Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku pergi membawa ini padanya sekarang?

Myung Seop pun langsung menarik Mi Ra untuk duduk.

Myung Seop : Apa yang kau katakan, jelaskan lagi dengan jelas.

Mi Ra : Ini adalah file invoice yang berisi detail transaksi dari kasus produk imitasi Yeongwon Leather 2 tahun yang lalu. Di dalamnya ada daftar broker China yang kau hubungi.

Myung Seop : Sun Joo menyuruhmu menemukan itu?

Mi Ra : Ya. Tapi aku tidak bisa memberikannya sama sekali. Karena aku tahu apa yang akan terjadi padamu jika dia mendapatkannya. Aku akan memberikannya kepadamu. Itu satu-satunya bukti yang tersisa di dunia ini.

Myung Seop pun memeluk Mi Ra.

Myung Seop : Terima kasih. Seperti yang diharapkan, kau adalah satu-satunya di sisiku.

Flashback end…

Mi Ra di apartemennya, menghubungi Myung Seop.

Mi Ra : Bagaimana hasilnya? Apa itu berjalan seperti yang kau inginkan?

Myung Seop : Pertemuan itu ditunda.

Mi Ra : Jadi, pada akhirnya… semuanya sama, tidak ada perubahan.

Myung Seop : Itu terjadi seperti itu. Aku akan menunggu kesempatan lain. Tapi Mi Ra, apa kau yakin tidak ada yang tahu tentang data USB itu?

Mi Ra : Ya. Yang kuberikan padamu adalah satu-satunya bukti yang tersisa di dunia.

Myung Seop : Aku mengerti. Aku akan menghubungimu setelah semuanya di bawah kendali.

Usai bicara dengan Myung Seop, Mi Ra dihubungi Sun Joo.

Mi Ra : Ya?

Sun Joo datang ke apartemen Mi Ra.

Mi Ra nya sok polos, ada apa malam-malam begini?

Sun Joo : Aku datang untuk mendapatkan data yang sebenarnya.

Mi Ra : Aku memberikannya kepadamu. Tidak ada lagi data untuk aku berikan kepadamu.

Sun Joo : Kau tahu sendiri bahwa data yang kau berikan kepadaku tidak berguna!

Mi Ra : Begitukah? Apa yang harus dilakukan? Aku melakukan yang terbaik untuk menemukannya…

Mi Ra lalu meminta Sun Joo menepati janji.

Mi Ra : Ceraikan Shin Myeong Seop.

Sun Joo pun emosi, kau benar-benar tidak tahu malu. Tidak cukup dengan melukai adikku yang tidak bersalah, kau masih berbohong sampai akhir?

Lah si Mi Ra malah menyalahkan Sun Joo atas kematian bayinya.

Mi Ra : Adik yang tidak bersalah? Lalu bagaimana dengan bayiku? Dosa apa yang bayiku lakukan untuk mati bahkan tanpa melihat cahaya? Aku… masih memimpikan bayiku setiap malam.

Sun Joo : Mungkin begitu, tapi itu tidak membuat tindakanmu adil. Ini adalah kesalahan cintamu yang salah arah. Aku memberimu kesempatan, dan kaulah yang merusak kesempatan itu. Jangan salah, Yoon Mi Ra. Kau dan Shin Myeong Seop adalah orang yang memulai semua ini, dan kalian berdua akan membayar harganya. Tentunya.

Sun Joo berbalik, mau pergi.

Mi Ra seenak jidatnya menyuruh Sun Joo bergegas.

Mi Ra : Sepertinya permainan akan berakhir terlalu mudah.

Myung Seop memikirkan apa rencana Sun Joo.

Myung Seop : Dia bukan tipe orang yang membuat banyak kebisingan tanpa sesuatu yang mendukungnya…

Lalu Myung Seop menghubungi seseorang.

Myung Seop : Ya, ini aku. Mari kita bertemu sebentar.

Myung Seop menemui Pak Yoon di tengah hutan.

Mereka bicara di dalam mobil Myung Seop.

Myung Seop : Bukankah kau mengatakan bahwa dokumen broker Cina dari saat itu… semuanya telah dibuang? Tapi kenapa datanya masih ada?

Pak Yoon : Aku menyingkirkan semuanya. Apa ada yang tersisa?

Pak Yoon kemudian meminta maaf.

Myung Seop : Dapatkah aku percaya bahwa kau tidak pernah memberikan data itu kepada orang lain?

Pak Yoon : Tentu saja, aku bersumpah atas kematian orang tuaku. Aku tidak akan pernah memberikan pada Han Sun Joo. Tidak, aku tidak pernah memberikannya kepada siapa pun. Dan sejujurnya, pelacur itu…

Myung Seop menatap sengit Pak Yoon.

Pak Yoon : Mi Ra mengambil semuanya, jadi tidak ada yang tersisa di komputer perusahaan. Bahkan jika aku benar-benar ingin memberikan sesuatu, aku tidak punya apa-apa untuk diberikan!

Besoknya, Sun Joo dan Jung Won kembali membahas Myung Seop.

Sun Joo : Aku harus segera mendapatkan bukti nyata…

Jung Won pusing mikirinnya.

Ponsel Sun Joo kemudian berbunyi. Telepon dari Seketaris Lee.

Sun Joo pun kaget mendengar ibunya masuk rumah sakit karena stroke otak.

Seketaris Lee memberikan ponselnya kepada Pimpinan Kim yang terbaring di ranjang.

Pimpinan Kim : Aku baik-baik saja.

Sun Joo berdiri, eomma!

Pimpinan Kim : Karena tidak terlalu serius, kau tidak perlu khawatir. Itu adalah sesuatu yang umum terjadi pada orang tua. Sekretarisku membawaku ke rumah sakit dengan sangat cepat. Dan aku segera menjalani operasi stent (ring jantung). Sekarang aku sedang dalam pemulihan. Ini benar-benar tidak serius.

Sun Joo : Aku… Aku akan pergi ke sana.

Pimpinan Kim : Aku akan kembali ke Korea dalam waktu singkat. Tidak perlu bagimu untuk datang. Ini hanya akan merepotkan. Aku harus diperiksa, jadi mari kita menelepon lagi nanti.

Jung Won langsung tanya ada apa.

Sun Joo : Dia mengatakan bahwa dia di rumah sakit setelah pingsan karena stroke otak.

Jung Won kaget ibunya sakit.

Seketaris Kang memberitahu Myung Seop bahwa Jung Won bertolak ke Kanada.

Myung Seop : Tiba-tiba? Kenapa?

Seketaris Kang : Secara resmi, ini adalah perjalanan bisnis, tapi…

Myung Seop : Secara tidak resmi?

Seketaris Kang : Aku menerima telepon rahasia dari manajer cabang Kanada, dan mereka mengatakan bahwa ketua pingsan karena stroke otak. Untungnya, dia baik-baik saja setelah menerima prosedur sederhana.

Myung Seop lantas memikirkan sesuatu.

Myung Seop : Seketaris Kang?

Seketaris Kang : Ya?

Myung Seop : Katanya pabrik di Filipina sudah siap jalan, kan?

Seketaris Kang : Ya. Atas perintah anda, semuanya dapat segera dilanjutkan. Semuanya telah disiapkan.

Myung Seop : Lakukan panggilan. Beritahu mereka untuk segera memulai.

Seketaris Kang : Ya, mengerti.

Seketaris Kang beranjak pergi.

Myung Seop lalu menatap bagan organisasi Rahen Grup.

Dia menceklis nama Rahen dan melingkari nama Pimpinan Kim.

Sun Joo rapat bersama Pimpinan Son dan dua direktur lainnya.

Sun Joo : Saya tidak melihat Direktur Choi.

Pimpinan Son : Ah ya, saya akan meneleponnya.

Pimpinan Son menghubungi Direktur Choi.

Pimpinan Son : Dimana anda sekarang? Kenapa anda tidak datang? Permisi? Dimana anda bilang? Ya saya mengerti.

Pimpinan Son lalu memberitahu Sun Joo bahwa Direktur Choi ada di tengah2 penyelesaian.

Pimpinan Son : Dia keluar bertemu dengan pembeli.

Sun Joo terkejut mendengarnya.

Ye Rang dan Eun Kyung duduk di kantin.

Mereka habis nyalon, dan bahkan masih memakai seragam salon.

Ye Rang : Apa kau mendengar rumor?

Eun Kyung : Rumor apa?

Ye Rang : Ayah Sun Joo meninggal. Selain itu, dia meninggal mengembara di jalanan Kanada.

Eun Kyung kaget, mantan suami pendiri dan Ketua Grup Rahen yang hebat meninggal sebagai pengemis.

Eun Kyung : Wow, Seon Joo pasti kaget.

Bu Jung datang dan bergabung dengan mereka.

Bu Jung : Benar? Tapi, bukan itu yang mengejutkan. Ada hal lain yang lebih mengejutkan.

Eun Kyung : Apa hal yang lebih mengejutkan?

Bu Jung : Kalian berdua benar-benar tidak tahu? Tapi tidak ada seorang pun di Gangnam yang tidak mengetahui rumor ini…

Ye Rang : Jadi? Apa rumornya?

Bu Jung : Direktur Eksekutif Shin, dan Han Sun Joo, keduanya memiliki kekasih yang terpisah.

Ye Rang : Itu tidak mungkin!

Eun Kyung : Mereka berdua tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Hubungan pernikahan mereka sangat baik!

Bu Jung : Kau selalu bisa mengetahui segalanya kecuali apa yang ada di dalam hati seseorang.

Ye Rang : Memang benar bahwa apa yang kau lihat berbeda dari kenyataan. Mungkin saja ada sesuatu yang tidak kita ketahui.

Eun Kyung : Tapi siapa yang mereka katakan adalah kekasih? Kau mengatakan mereka berdua memiliki kekasih yang terpisah.

Bu Jung : Aku tidak begitu tahu tentang Direktur Eksekutif Shin, tentang kekasih Han Sun Joo… mereka mengatakan bahwa itu adalah psikiater terkenal itu, yang sering muncul di TV, Cha Young Hoon.

Eun Kyung dan Ye Rang yang udah kenal siapa Young Hoon, biasa saja mendengarnya.

Bu Jung : Apa? kenapa kalian bereaksi seperti itu?

Eun Kyung : Cha Young Hoon adalah sahabat Sun Joo. Bagaimanapun, itu adalah rumor yang tidak berdasar.

Ye Rang : Aku pikir kau benar-benar tahu sesuatu.

Tae Yong lagi di kamar Jung Gook. Tae Yong sibuk memainkan game di ponselnya. Sementara Jung Gook main game di komputernya.

Tae Yong lalu berhenti bermain dan berkata, sudah waktunya untuk mereka pergi ke akademi.

Jung Gook : Aku ingin bermain sedikit lebih lama.

Tae Yong : Kau harus bergegas. Jika kau sampai di sana terlambat, ibumu akan sangat memarahimu.

Jung Gook : Tapi tunggu, aku dengar bahwa orang tuamu akan bercerai?

Tae Yong kaget, bercerai?

Jung Gook : Itu sebabnya ayahmu meninggalkan rumah kata mereka.

Tae Yong : Siapa yang bilang?

Jung Gook : Apa kau tidak tahu? Bahwa orang tuamu akan bercerai?

Tae Yong : Tidak…

Jung Gook : Hei, itu benar. Aku mendengar ibuku membicarakannya.

Tae Yong marah, aku bilang tidak!

Sun Joo baru saja pulang. Sampai di rumah, dia langsung rebahan di sofa.

Baru saja rebahan, Tae Hee turun dari tangga dan mendekatinya.

Tae Hee : Ibu. Aku kehabisan obat herbalku. Apa kau tidak membelinya lagi untukku?

Sun Joo : Benarkah? Aku tidak tahu. Maaf. Aku akan menelepon dokter pengobatan oriental dan memesan lebih banyak.

Tae Hee marah, lalu biarkan Nona Kim yang melakukannya! Kau sudah stres karena urusan perusahaan, kenapa kau harus melakukan semua pekerjaan rumah juga?

Sun Joo : Aku sangat sibuk akhir-akhir ini, sehingga aku tidak bisa mengurusnya sebelumnya. Maaf.

Tae Hee mau pergi tapi dia berbalik lagi menatap ibunya.

Tae Hee : Kau tahu tentang sesi pengarahan masuk bersama oleh petugas penerimaan perguruan tinggi ivy league, bukan?

Sun Joo : Benarkah? Oke, aku akan meminta…

Tae Hee : Ibu belum melakukannya?!

Sun Joo : Aku akan melakukannya hari ini segera.

Tae Hee pun ngambek dan beranjak ke atas. Di tangga, dia papasan sama Tae Yong yang sedang turun.

Tae Yong : Kenapa dia bertingkah seperti itu?

Sun Joo meminta Tae Yong memeluknya.

Tae Yong langsung memeluk ibunya.

Tae Yong : Tapi ibu….

Sepertinya Tae Yong ingin bicara soal perceraian yang dibicarakan Jung Gook tadi.

Tapi bel keburu berbunyi.

Ye Rang yang datang bersama Jung Gook. Wajah Jung Gook lebam2.

Ye Rang bilang, Tae Yong lah yang memukulnya.

Sun Joo menatap Tae Yong.

Sun Joo : Tae Yong, kau memukul Jung Gook? Kenapa?

Tae Yong terdiam.

Sun Joo : Katakan padaku kenapa kau memukul Jeong Gook?

Tae Yong pun menatap Jung Gook.

Tae Yong : Dia berbohong dan mengatakan ibu dan ayah akan bercerai! Dia bilang dia mendengar orang tuanya sendiri membicarakannya. Mengatakan bahwa orang tuaku akan bercerai…

Sun Joo pun menatap Ye Rang.

Ye Rang langsung memarahi putranya.

Ye Rang : Apa? Hei, kapan aku mengatakan hal seperti itu?!

Ye Rang yang merasa malu, tidak memperpanjang masalah itu.

Ye Rang : Anak-anak bisa berakhir berkelahi ketika mereka bermain bersama. Bukankah itu benar? Kita harus pergi. Maaf karena memanggilmu begitu larut. Kami akan pergi.

Ye Rang dan Jung Gook pergi.

Sun Joo menatap Tae Yong yang menahan tangis.

Sun Joo : Ayahmu dan ibu tidak akan bercerai.

Tae Yong : Benarkah?

Sun Joo : Tentu saja.

Tae Yong : Aku tahu itu.

Sun Joo : Apa kau khawatir?

Tae Yong : Ya. Aku sangat kesal, dan takut.

Sun Joo : Seperti bayi saja. Jangan khawatir.

Sun Joo memeluk Tae Yong.

Besoknya, Sun Joo terkejut mendengar berita dari para direktur.

Sun Joo : Keadaan darurat? Mogok kerja?

Pimpinan Son : Aku menerima telepon mendesak dari manajer cabang pabrik Filipina. Hari ini para pekerja tiba-tiba mogok kerja.

Sun Joo : Apa yang diinginkan orang-orang itu?

Direktur lain bilang, jaminan pekerjaan yang jelas dan kenaikan upah sampai pensiun. Semuanya akan baik-baik saja untuk saat ini, tapi jika pemogokan berlanjut selama lebih dari seminggu, akan ada masalah pasokan dan mereka akan menerima permintaan klaim.

Ternyata, itu ulah Myung Seop.

Myung Seop di mobilnya, menghubungi Seketaris Kang.

Myung Seop : Sekretaris Kang. Tentang pabrik Filipina, kau tidak bisa membiarkan pemogokan berhenti sampai aku memberi perintah. Juga, diam-diam sebarkan gosip di sektor keuangan bahwa pabrik terbesar Rahen Group di Filipina sedang mogok kerja.

Myung Seop menyudahi teleponnya.

Myung Seop : Masalah harus terjadi bersama-sama seperti ini…

Sun Joo memberi perintah pada Pimpinan Son.

Sun Joo : Pertama, rekrut pabrik yang dapat diganti dengan mengerahkan semua tim luar negeri. Jika Filipina tidak memungkinkan, cari tahu apakah kami dapat menggunakan pabrik di Vietnam yang kami tangani sampai tahun lalu. Saya pikir anda harus pergi ke Filipina, Pimpinan Son. Anda harus pergi dan melihat situasinya secara langsung dan menghadapi buruh pabrik yang mogok.

Pimpinan Son : Baiklah, saya mengerti.

Habis rapat, Sun Joo sibuk dengan dokumen ini itu.

Disaat Sun Joo sibuk karena ulah Myung Seop, Myung Seop sibuk mengambil hati kedua anaknya.

Dia membawa anak-anak ke kafe game.

Sun Joo yang tengah bekerja, menerima kiriman foto dari Tae Yong.

Sun Joo kaget tahu Tae Yong dan Tae Hee tidak les.

Sun Joo menghubungi Tae Yong.

Sun Joo : Kau ada di mana?

Tae Yong : Ini? Kafe pelarian.

Sun Joo : Kenapa kau disana? Bukankah seharusnya kau berada di akademi?

Tae Yong pun ngasih ponselnya ke ayahnya.

Myung Seop : Ini aku.

Sun Joo marah, apa yang kau lakukan sekarang?!

Myung Seop beranjak menjauhi anak-anak.

Myung Seop : Bicaralah.

Sun Joo : Apa yang kau lakukan sekarang?!

Myung Seop : Aku mencoba bersenang-senang dengan anak-anak. Kenapa?

Tae Hee memanggil ayahnya.

Myung Seop langsung menyudahi teleponnya dan kembali pada anak-anak.

Sun Joo kesal luar biasa.

Dia udah pusing sama pekerjaan, dibikin pusing lagi dengan masalah anak-anak.

Hari sudah malam. Sun Joo masuk ke kamar Tae Yong dan melihat Tae Yong sudah tidur.

Sun Joo menatap Tae Yong.

Lalu dia ingat pertengkarannya tadi dengan Tae Hee.

Flashback….

Tae Hee dan Tae Yong baru saja masuk rumah dan disambut dengan omelan Sun Joo.

Sun Joo : Kalian tahu jam berapa sekarang? Dimana ayahmu?

Tae Yong : Dia sudah pergi.

Sun Joo : Kau melewatkan akademi! Apa yang kau lakukan?!

Tae Hee : Lalu ibu, apa yang kau lakukan?

Sun Joo : Apa?

Tae Hee : Ini tidak benar.

Sun Joo : Katakan padaku agar aku bisa mengerti!

Tae Hee : Bagaimana kau bisa melupakan ulang tahun putramu?

Sun Joo langsung terdiam mendengar itu.

Besoknya, Sun Joo menemui Young Hoon.

Young Hoon : Aku kebetulan punya teman dokter dari waktu aku di Boston Medical University dimana ibumu dirawat, jadi aku bertanya padanya. Bagaimana kondisinya saat ini. Memang benar dia dalam bahaya, tapi mereka mengurusnya dengan cepat, dan operasi stent berjalan dengan baik, tapi dia tidak bisa langsung naik pesawat, jadi perjalanan pulangnya ditunda. Kau tidak bisa menganggap enteng kondisinya. Begitu dia kembali ke Korea, dia perlu istirahat total. Sepertinya dia baik-baik saja sekarang, tapi dia lebih tua dan kau tidak tahu kapan itu bisa terulang kembali. Juga, jika terulang kembali, tidak ada yang bisa menjamin hasilnya. Jadi apa pun yang terjadi, dia butuh istirahat total. Mengerti?

Sun Joo : Oke, aku akan melakukannya.

Young Hoon : Bagaimana kabarmu? Apa pekerjaan perusahaan bisa dilakukan?

Sun Joo : Itu berantakan. Pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah. Aku… tidak menyadari bahwa aku tidak kompeten.

Young Hoon : Kau bukan tidak kompeten. Itu karena kau sudah lama tidak bekerja. Tentu saja, sesuatu tidak akan langsung berjalan mulus. Pekerjaan “tidak kompeten” tidak cocok dengan Han Sun Joo yang hebat.

Sun Joo tersenyum, satu-satunya yang memahamiku adalah temanku Cha Young Hoon.

Myung Seop melamun di ruang kerjanya.

Lalu Seketaris Kang masuk.

Seketaris Kang : Kami sudah menemukan wanita yang kau minta untuk ditemukan.

Myung Seop : Benarkah?

Seketaris Kang memberikan fotonya.

Seketaris Kang : Tapi, siapa dia? Kenapa kau mencari dia?

Myung Seop : Dia seseorang yang pasti akan menyerahkan Rahen kepada kita. Orang ini.

Kamera menyorot sosok yang ada di foto itu.

Seorang ajumma pemilik restoran.

Besoknya, Mi Ra menghubungi Produser Moon Sang Hyun.

Mi Ra : Apakah ini Produser Moon Sang Hyun? Aku Yoon Mi Ra.

Mi Ra lalu menemui Produser Moon.

Produser Moon : Jika semua yang baru saja kau katakan padaku itu benar, apa kau memiliki bukti yang jelas untuk membuktikan itu semua?

Mi Ra : Ya, aku punya buktinya.

Mi Ra memberikan beberapa foto.

Itu adalah foto Sun Joo dan Young Hoon lagi jalan berdua!! *Omo, Sun Joo dalam masalah lagi. Gila ya, mereka berdua benar-benar berusaha merebut Rahen dan menghancurkan Sun Joo. Lalu apakah yang akan terjadi pada Sun Joo?? Yang pasti sih makin runyam.

Bersambung ke part 3…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Shooting Stars Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Shooting Star Episode 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini,Baca…