Show Window : The Queen’s House Eps 4 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 4 Part 4 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Sebelumnya…

Sun Joo tiba di rumahnya. Dia turun dari mobil dan melihat Christina baru keluar rumah dengan pakaian olahraga.

Christina yang melihat Sun Joo, menyapa Sun Joo.

Sun Joo memanggil Christina.

Sun Joo mendekati Christina.

Sun Joo : Ngomong-ngomong, terakhir kali kenapa kau bertanya kepadaku apa yang terjadi dengan suamiku?

Christina pura-pura lupa pernah bertanya seperti itu pada Sun Joo.

Christina : What?! Apa aku berkata begitu?

Christina lalu berdalih kalau dia hanya menyapa saja.

Christina : Tapi kenapa kau bertanya?

Sun Joo : Tidak apa. Duluan saja dan berolahraga.

Christina pergi.

Tapi kemudian dia berhenti berjalan dan melihat Sun Joo masuk ke rumah.

Christina bingung, apa aku curiga tanpa alasan?

Eun Kyung dan Ye Rang di spa. Mereka melihat Mi Ra berendam sendirian.

Eun Kyung : Aku tidak melihat Sun Joo. Mereka selalu bersama, tapi sekarang dia sendirian. Mungkin mereka bertengkar.

Ye Rang : Aku tahu itu tidak akan bertahan lama. Bagaimana ratu dan simpanan bisa akur? Ayo kita pergi menggunakan sauna.

Di sauna, Eun Kyung membuat gerakan agar Ye Rang melihat cincinnya.

Awalnya Ye Rang cuek, hingga Eun Kyung membuat gerakan lain.

Ye Rang yang merasa terganggu karena tangan Eun Kyung hampir menyentuh wajahnya, protes.

Nah saat itulah, dia tak sengaja melihat cincin Eun Kyung. Eun Kyung senang Ye Rang melihat cincinnya.

Ye Rang : Kenapa kau memakai cincin ke sauna? Cincin apa yang kau pakai setiap hari? Itu bahkan tidak begitu cantik.

Eun Kyung : Ini adalah cincin Moobulhwae.

Ye Rang : Moo apa?

Eun Kyung : Ini adalah cincin untuk grup pribadi yang dibentuk hanya dari 1% teratas dari rekan pusat pelatihan kepala kejaksaanku. Moobulhwae. Bisa dibilang ini adalah pertemuan kekuatan masa depan yang akan memimpin dunia peradilan Korea.

Ye Rang : Bagaimana jika aku tergores oleh cincin itu? Lepaskan sekarang!

Eun Kyung pun pergi keluar dan melepas cincinnya.

Tapi cincinnya malah terlempar ke selokan saat dia melepaskannya.

Sontak dia panic.

Sun Joo dan Young Hoon sedang menembak.

Young Hoon takjub tembakan Sun Joo sempurna.

Young Hoon : Han Sun Joo, apa selama ini kau hanya menembak?

Sun Joo : Ini pertama kalinya dalam tiga tahun.

Young Hoon : Bagaimana kabarmu kalau begitu?

Sun Joo : Aku tidak tahu. Mungkin karena aku dalam suasana hati yang baik?

Young Hoon : Sesuatu yang baik terjadi?

Sun Joo : Yah, bukan sesuatu yang baik. Lebih seperti sesuatu yang menggerogotiku menghilang dalam sekejap.

Sun Joo menembak lagi.

Malamnya, Eun Kyung ditampar suaminya. Suaminya marah karena dia menghilangkan cincin itu.

“Kau gila? Kenapa kau pergi ke sauna mengenakan cincin berharga itu?!”

“Aku… aku minta maaf.”

“Tidakkah kau tahu bahwa kau membutuhkan cincin untuk masuk? Kau pikir kau siapa mengenakan sesuatu yang melebihi nilaimu?”

“Aku akan pastikan untuk mendapatkan kembali cincin itu Apa pun yang diperlukan, aku akan mendapatkannya kembali.”

“Dasar menyusahkan. Jangan ikuti aku. Itu bahkan bukan barang bermerek.”

Suami Eun Kyung beranjak pergi.

Eun Kyung mengadu ke Ye Rang.

Ye Rang : Kenapa dia membuat keributan di tengah malam?

Eun Kyung : Maksudmu apa?! Kau tidak dapat membeli cincin itu di mana pun!

Ye Rang : Tenanglah. Suamiku sedang menyelidikinya sekarang.

Suami Ye Rang tengah menelpon seseorang.

“Ya, halo. Aku Lee Joon Sang dari JS Jewelry. Aku minta maaf untuk menelepon begitu terlambat. Pak, apa kau tahu cincin bernama Moobulhwae yang dibuat oleh perusahaanmu? Apa ada cara untuk mendapatkan yang lain? Pemiliknya kehilangan itu. Dia ingin mendapatkan pengganti. Kau punya sampel?”

Joon Sang mengkode Eun Kyung, kalau Eun Kyung bisa mendapat gantinya.

Eun Kyung senang.

Pagi itu, seperti biasa. Sun Joo memulai aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.

Dia masuk ke kamar Tae Hee, tapi Tae Hee nya udah bangun dan lagi belajar.

Sun Joo : Lampu menyala sampai jam 1 pagi tadi. Kau sudah bangun?

Tae Hee : Ibu. Aku ingin mendapatkan suntikan untuk mengontrol siklus menstruasiku.

Sun Joo : Aku bilang kau tidak bisa. Tidak ada lagi tentang itu.

Tae Hee : Jika aku mendapatkan nilai buruk karena aku mengalami PMS, itu hanya menyakitiku.

Sun Joo : Aku mencintaimu, Tae Hee. Kau baik-baik saja sekarang. Aku hanya ingin kau hidup secara alami seperti dulu.

Selanjutnya, Sun Joo ke kamar Tae Yong. Tae Yong masih tidur.

Sun Joo bergegas membangunkannya.

Sun Joo : Anakku. Apa kau tidur dengan nyenyak?

Tae Yong bangun dan langsung memeluk ibunya.

Tae Yong : Ibu, aku suka baumu.

Sun Joo : Kau seperti bayi SMP.

Setelah itu, Sun Joo lanjut membuat kue.

Dia menghias kue nya agar terlihat cantik.

Lalu dia memberikan kue nya ke Mi Ra.

Mi Ra terkejut Sun Joo datang tanpa pemberitahuan.

Mi Ra : Apa yang membawamu ke sini tanpa menelepon?

Sun Joo : Untuk meminta maaf. Aku sedikit salah paham tentangmu.

Mi Ra pura-pura gak ngerti maksud Sun Joo.

Mi Ra : Apa maksudmu?

Sun Joo memberikan kue nya.

Sun Joo : Ini. Ini permintaan maafku.

Mi Ra : Masuklah. Mari kita minum teh.

Sun Joo : Aku punya janji dan harus pergi, jadi mari kita minum kopi lain kali.

Sun Joo beranjak pergi.

Mi Ra menatap kue dari Sun Joo.

Mi Ra : Han Sun Joo, akan sangat bagus jika kau bukan orang yang baik.

Mi Ra mencicipi kue Sun Joo. Baru segigit, dia tiba-tiba merasa mual.

Sontak Mi Ra bingung dan bertanya-tanya, apa dia makan sesuatu yang salah sampai dia mual seperti itu.

Mi Ra mencoba gak mempedulikan rasa mualnya. Dia mencoba kue Sun Joo segigit lagi. Tapi kali ini, dia pengen muntah.

Mi Ra langsung lari ke kamar mandi. Dia muntah di WC.

Selesai muntah, dia berjalan ke wastafelnya.

Tak lama kemudian, dia menyadari penyebab dia muntah.

Myung Seop tengah minum-minum bersama seorang pria tua.

Pria tua itu bilang, Myung Seop gak suka berkumpul hanya untuk minum-minum.

Dia lalu tanya apa yang terjadi.

Myung Seop : Anda tahu bahwa banyak merek Korea ditolak untuk memasuki department store Shanghai, bukan? Perusahaan kami ditolak saat dalam proses masuk.

Pria tua itu menghela nafasnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Dia bertanya, apa yang Myung Seop inginkan.

Myung Seop : Aku ingin memintamu untuk mempertimbangkan kembali untuk mengizinkan merek kami masuk ke toko. Aku datang untuk meminta bantuan padamu, Ketua Oh.

Ketua Oh : Dengarkan di sini, Direktur Eksekutif Shin. Aku pengusaha, dan aku perlu mendapatkan sesuatu darinya.

Myung Seop : Saat ini, tidak ada yang bisa aku lakukan untukmu yang akan bermanfaat, tapi nanti, aku pasti akan membayarmu kembali.

Ketua Oh lalu berkata kalau tiba-tiba, dia tidak ingin minum lagi.

Myung Seop berdiri dan pindah ke sebelah Ketua Oh.

Dia menekan harga dirinya dan berlutut di depan Ketua Oh.

Myung Seop : Tolong bantu aku, Ketua.

Ketua Oh pun ingat saat bertemu dengan Sun Joo sebelumnya.

Sun Joo : Maaf karena tiba-tiba datang untuk bertemu denganmu, Ketua Oh.

Ketua Oh : Aku teman ayahmu, bukan Ketua. Aku seperti ayahmu.

Sun Joo : Sejujurnya, aku punya permintaan.

Ketua Oh : Permintaan? Apa itu?

Flashback end…

Ketua Oh tertawa, inilah mengapa aku menyukaimu.

Ketua Oh menyalin es yang ada di ember kaca ke ember tempat botol sampanye diletakkan.

Lalu dia menuang sampanye ke dalam ember es tadi.

Ketua Oh menyuruh Myung Seop minum.

Ketua Oh : Ini untuk merayakan menjadi keluargaku.

Terpaksalah Myung Seop minum dari ember es.

Malamnya, Sun Joo menunggu Myung Seop pulang.

Tak lama, Myung Seop pulang diantar supir. Karena mabuk, jadinya Myung Seop digendong oleh supir.

Sun Joo langsung mendekati mereka.

Supir membaringkan Myung Seop di sofa.

Sun Joo : Terima kasih, Sopir Yoon.

Supir Yoon : Tentu saja. Beristirahatlah dengan baik.

Supir Yoon pergi.

Sun Joo menatap suaminya yang tidur karena mabuk.

Lalu dia meraih ponselnya dan menghubungi Ketua Oh.

Sun Joo : Ketua Oh, terima kasih! Ya. Aku akan merawatnya dengan baik.

Tanpa Sun Joo sadari, Myung Seop membuka mata dan mendengar itu.

Sun Joo selesai menelpon. Myung Seop kembali memejamkan mata.

Sun Joo menatap Myung Seop.

Mi Ra lagi melihat-lihat kosmetik.

Dia ada di salah satu toko di mall.

Mi Ra mengambil sebuah pelembab.

Lalu pegawai toko datang dan memberitahu Mi Ra bahwa pelembab itu populer belakangan ini. Banyak orang mencarinya.

Mi Ra : Bolehkah aku mencobanya?

Pegawai toko memberi izin.

Mi Ra mencobanya.

Mi Ra : Sangat menyenangkan untuk menggunakannya sambil membawanya kemana-mana. Ini melembabkan. Tolong beri aku ini dan bungkus.

Setelah itu, Mi Ra mampir ke toko baju anak-anak.

Dia melihat-lihat baju anak perempuan.

Saat tengah melihat2, Mi Ra tak sengaja melihat Sun Joo di toko seberang.

Sun Joo sendiri tengah menemani anak-anaknya memilih pakaian.

Mi Ra yang tak ingin bertemu Sun Joo hari itu, buru-buru pergi sebelum Sun Joo melihat.

Tapi terlambat. Sun Joo keburu melihatnya.

Sun Joo bergegas mengejar Mi Ra. Terpaksalah Mi Ra menghampiri Sun Joo.

Mi Ra : Apa kau datang untuk membeli sesuatu?

Sun Joo : Ya. Ini dan itu.

Tae Hee dan Tae Yong menyusul ibunya.

Sun Joo mengenalkan anak-anaknya pada Mi Ra.

Sun Joo bilang dia sudah memberitahu anak-anaknya tentang Mi Ra, kalau Mi Ra teman dekatnya.

Tae Hee dan Tae Yong menyapa Mi Ra.

Mi Ra menatap anak-anak Sun Joo dan Myung Seop.

Lalu Sun Joo mengajak Mi Ra makan malam di rumahnya setelah mengantar anak-anaknya ke tempat les.

Selagi Sun Joo menyiapkan makan malam, Mi Ra melihat-lihat rumah Sun Joo.

Mi Ra masuk ke kamar aksesori Sun Joo.

Dia melihat Sepatu Victoria di rak.

Tapi yang menarik perhatiannya adalah sepatu putih yang ada di dalam tudung kaca.

Sun Joo masuk.

Dia mengatakan, bahwa sepatu2 itu sangat berarti bagiku.

Sepatu yang dilihat Mi Ra adalah hadiah dari Myung Seop saat Myung Seop melamarnya.

Sementara yang satu lagi adalah hadiah dari ayahnya.

Mi Ra keluar dan melihat sudut rumah Sun Joo yang lain.

Namun, perhatiannya tertuju pada foto keluarga Sun Joo di dinding.

Mi Ra : Ini benar-benar rumah yang indah. Sepertimu, ada banyak kehangatan dan kenyamanan di seluruh ruangan.

Mi Ra lalu bertanya, apakah dia bisa memiliki keluarga yang indah seperti Sun Joo.

Sun Joo : Tentu saja. Kau bisa memiliki keluargamu sendiri yang cantik juga.

Mi Ra : Benar, kan? Aku juga… akan dapat memilikinya, kan? Suatu hari nanti?

Sun Joo : Tentu saja.

Sun Joo dan Mi Ra makan malam dengan steak.

Sun Joo : Aku tidak tahu apakah itu sesuai dengan seleramu.

Mi Ra tiba-tiba tanya, seberapa besar rasa cinta Sun Joo pada Myung Seop.

Sun Joo kaget ditanya begitu.

Mi Ra : Suamimu, seberapa besar kau mencintainya? Apa kau mencintainya dengan penuh semangat sehingga kau tidak bisa hidup tanpanya?

Sun Joo : Entahlah…

Mi Ra : Lalu kau tidak mencintainya lagi?

Sun Joo : Aku mencintainya. Tapi, bisa dibilang itu warna cinta yang berbeda.

Sun Joo lalu mengatakan pendapatnya tentang cinta suami istri.

Sun Joo : Aku pikir menjadi suami dan istri melampaui hubungan antara pria dan wanita.

Mi Ra : Melampaui hubungan antara pria dan wanita?

Sun Joo : Pada awalnya, aku menikahinya karena sangat mencintainya, tentu saja. Dengan perasaan bahwa aku akan mati tanpa dia. Tapi setelah waktu berlalu, semua gairah itu menghilang. Jika aku mencintainya dengan penuh semangat sampai mati setiap hari, akan terlalu sulit untuk hidup. Menghabiskan banyak waktu bersama kita bisa berbagi kenangan bahagia dan sulit bersama. Dan saat menjadi orang tua bagi anak-anak kita yang cantik, aku pikir suami dan istri berakhir sebagai satu kesatuan yang berbagi takdir yang sama. Kami keluarga. Keluarga yang memiliki hubungan yang mendalam.

Mi Ra : Aku iri. Aku ingin berakhir sepertimu. Berbagi banyak kenangan bersama dengan orang yang kau cintai, dan menjadi orang tua bagi anak-anak yang cantik sebagai pasangan seperti keluarga.

Sun Joo hanya tersenyum mendengarnya.

Sekarang, Mi Ra sudah di rumahnya.

Dia tengah menatap foto lukisan anak-anak muridnya.

Lalu sebuah nomor menghubunginya.

Ternyata pamannya.

Mi Ra : Bagaimana kau mendapatkan nomorku?

Pak Yoon : Jaga ucapanmu padaku!

Mi Ra : Aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan kepadamu, jadi berhentilah meneleponku.

Pak Yoon : Aku mendengar bahwa Direktur Eksekutif Shin sedang dilantik sebagai Pimpinan. Karena kau tidak akan mendengarkanku, aku pikir aku harus pergi ke perayaan untuk mengucapkan selamat kepadanya dan meminta bantuannya.

Mi Ra : Kau sudah banyak mengacaukan hidupku! Jadi tolong lepaskan aku, Paman!

Pak Yoon : Aku akan melihatmu di sana.

Pak Yoon mutusin panggilannya.

Mi Ra yang cemas, langsung menghubungi Myung Seop.

Tapi gak dijawab.

Myung Seop sendiri lagi sibuk menyapa para tamu di pelantikan.

Sun Joo duduk bersama ibu, adik dan kedua anaknya.

Pimpinan Kim yang tahu Sun Joo membantu Myung Seop lagi pun marah.

Pimpinan Kim : Kenapa membuat keributan seperti itu? Aku tidak senang tentang hal itu.

Sun Joo : Dia mendedikasikan hampir 20 tahun untuk perusahaan. Dia berhak mendapat ucapan selamat dengan cara ini.

Pimpinan Kim : Aku memberinya posisi, tapi aku tidak merasa puas.

Jung Won ikutan membela Myung Seop.

Jung Won : Dia akan melakukan pekerjaan dengan baik. Kau tahu bahwa dia lebih mampu daripada orang lain.

Pimpinan Kim : Dia bukan hanya direktur eksekutif lagi tapi memegang posisi teratas di grup Rahen sekarang.

Jung Won lalu mengajak keponakannya mencari dessert.

Tae Hee dan TAe Yong setuju.

Pak Yoon dan Mi Ra tiba di acara pelantikan.

Mereka sama-sama mencari Myung Seop.

Sun Joo masih bicara dengan ibunya.

Sun Joo : Ibu tolong. Tidak hari ini, tolong.

Pimpinan Kim : Setelah mencambuknya selama ini, aku mencoba memberinya wortel, dan dia mengambilnya dalam sekejap. Aku tidak berpikir dia akan menyelesaikannya begitu cepat. Apa kau membantunya lagi? Seperti yang selalu kau lakukan?

Sun Joo : Aku tidak melakukan hal seperti itu. Ayah Tae Hee lebih berdedikasi pada keinginannya sendiri daripada keyakinan moral.

Pimpinan Kim : Orang-orang seperti itu akhirnya menunjukkan diri mereka yang sebenarnya suatu hari nanti. Aku akan memberitahumu lagi, tapi jangan terlalu percaya pada suamimu.

Sun Joo menoleh ke sampingnya.

Dia terkejut melihat Mi Ra.

Myung Seop yang tengah berkeliling dengan para direktur, terkejut melihat Mi Ra.

Mereka saling menatap.

Mi Ra kemudian pergi, ke pintu darurat.

Tak lama, Myung Seop menyusul Mi Ra dan Sun Joo melihat itu.

Myung Seop : Kenapa kau di sini? Kau gila?

Mi Ra : Pamanku… dia bilang dia akan datang ke sini. Aku menelponmu tapi tidak kau angkat. Aku pikir aku perlu menghentikannya melakukan sesuatu untuk menempatkanmu dalam posisi yang buruk. Apa yang harus aku lakukan?

Myung Seop : Apa dia masih mengikutimu dan mengganggumu?

Tanpa mereka sadari, Sun Joo tengah menatap mereka dari tangga.

Sun Joo terkejut melihat Mi Ra dan suaminya saling mengenal.

Myung Seop : Kau seharusnya memberitahuku. Daripada khawatir sendirian.

Mi Ra : Aku tidak ingin menjadi penghalang bagimu. Maaf.

Myung Seop : Aku akan mengurusnya. Semuanya. Aku akan mengurusnya. Jangan khawatir.

Mi Ra lantas mencium Myung Seop.

Sun Joo sontak mundur ke belakang, hingga tubuhnya membentur dinding.

Dia syok berat.

Bersambung……….

Sun Joo di ruang interogasi.

Dia melepas gaun pengantin nya yang penuh noda darah Mi Ra.

Petugas kepolisian memasukkan gaun Sun Joo ke dalam plastik barang bukti.

Next eps :

Sun Joo bertengkar hebat dengan Myung Seop.

Myung Seop memutuskan hubungannya dengan Mi Ra.

Sun Joo dan Mi Ra ada di tepi tebing.

Sun Joo mencengkram kerah Mi Ra.

Sun Joo : Mati! Mati!

Sun Joo mendorong Mi Ra ke bawah.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Alchemy of Souls Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Alchemy of Souls Episode 5, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Mine Ep 10 Part 3
Read More

Mine Ep 10 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 10 Part 3, Untuk mengetahui recap-recap lengkap langsung saja cek di tulisan yang…
Mr Queen Ep 2
Read More

Mr Queen Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mr Queen Episode 2, Untuk membaca Episode sebelumnya baca di sini. Namun jika Kalian tertarik…
Hello, Me! Ep 7 Part 1
Read More

Hello, Me! Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 7 Part 1, simak nih gaes daftar lengkap ada di tulisan yang…