Drama Korea

Show Window : The Queen’s House Eps 2 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 2 Part 2 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Foto Channel A

Myung Seop terkejut diberitahu seketarisnya tentang kontrak ganda.

Seketaris Kang : Department store Shanghai melihat ini sebagai masalah besar dan ingin mempertimbangkan kembali pintu masuk ke toko.

Myung Seop : Bukan itu. Apa kerugian sebenarnya karena masalah itu?

Seketaris Kang : Perusahaan yang dikontrak ganda adalah saingan department store Shanghai.

Foto Channel A

Myung Seop lalu menghubungi Kepala Han.

Myung Seop : Ya, Kepala Han. Bagaiman keadaan disana? Oke. Aku akan datang rapat, jadi cepatlah. Hubungkan panggilan melalui video juga.

Foto Channel A
Foto Channel A

Myung Seop dan Seketaris Kang bergegas ke ruang rapat.

Myung Seop sudah terhubung dengan Direktur dari Department Store di Shanghai.

Direktur Shanghai : Direktur Eksekutif Shin, apa yang sebenarnya terjadi? Kontrak ganda? Kau mengatakan kepadaku bahwa kau menandatangani kontrak eksklusif dengan kami. Sekarang kita harus membatalkan setiap barang yang telah dipromosikan departemen kami. Ini adalah kerugian besar bagi kami!

Myung Seop : Aku tahu apa yang menjadi perhatianmu. Perwakilan dari perusahaan kulit di Milan, Pimpinan Carlos Pegero ada bersama kita melalui panggilan video, jadi tolong bicara langsung dengannya.

Foto Channel A
Foto Channel A

Panggilan video dengan Pimpinan Carlos dan Kepala Han Jung Won terhubung.

Jung Won : Dia mengatakan bahwa masalah kontrak ganda itu adalah kesalahan yang dibuat oleh putra pimpinan. Karena itu, dia percaya Milan bertanggung jawab penuh dan berjanji untuk mengurus masalah ini sepenuhnya.

Foto Channel A
Foto Channel A

Setelah masalah kontrak ganda beres, Myung Seop langsung menemui Pimpinan Kim.

Myung Seop meletakkan laporannya di depan Pimpinan Kim.

Myung Seop : Itu dapat diselesaikan. Semua masalah kontrak ganda, Perusahaan Milan akan bertanggung jawab penuh. Kami juga menyelesaikan semua kesalahpahaman dengan Shanghai. Kepala Han memainkan peran besar dalam masalah ini. Dia pergi menemui Pimpinan Kehormatan Carlos dan keluar dengan dia.

Pimpinan Kim terkejut mendengarnya.

Pimpinan Kim : Keluar? Dia memiliki keberanian seperti itu?

Foto Channel A
Foto Channel A

Jung Won sendiri ada di kafe. Dia sibuk dengan laptopnya. Lalu pelayan datang membawakan minuman. Jung Won melirik jamnya. Setelah itu, dia menghubungi Myung Seop.

Myung Seop udah balik ke ruangannya pas dapat panggilan video dari Jung Won.

Jung Won : Apakah kau membersihkan semuanya dengan baik, Direktur Eksekutif?

Myung Seop : Direktur Eksekutif apaan… Bicara dengan nyaman saja.

Jung Won : Kau bekerja keras, kakak ipar. Aku selalu merasa seperti ini, tapi kau yang terbaik. Sungguh.

Myung Seop : Kaulah yang bekerja keras. Kerja bagus. Pimpinan juga memujimu.

Jung Won : Benarkah? Dia memujiku?

Myung Seop : Tentu saja!

Myung Seop lalu tanya, kapan Jung Won pulang.

Myung Seop : Kakakmu sangat merindukanmu.

Jung Won : Aku benar-benar berpikir untuk segera kembali.

Myung Seop : Kau bisa kembali kapan saja. Ketika kau datang, jangan lupa untuk membawa anggur yang disukai kakakmu.

Jung Won : Kau masih sama. Hanya peduli dengan kakakku. Mulailah merawat diri sendiri juga. Kalau begitu sampai jumpa.

Foto Channel A

Selesai bicara dengan Jung Won, Myung Seop menghubungi Seketaris Kang.

Myung Seop : Beritahu Supir Yang untuk pulang lebih awal. Tapi tinggalkan mobil.

Foto Channel A

Sun Joo dan putrinya di mobil. Sun Joo memberikan minuman herbal pada Tae Hee.

Tae Hee : Guru penjadwalan menjemputku mulai besok, kan?

Sun Joo : Dia akan menangani segalanya untukmu dan Tae Yong.

Foto Channel A
Foto Channel A

Tae Hee mengangguk, dia lantas membuka pintu mobil, tapi ponsel Sun Joo berdering. Video call dari Jung Won. Tae Hee gak jadi turun.

Sun Joo senang, Jung Won-ah!

Jung Woo : Noona, seperti yang kau bilang, itu adalah hal yang baik aku bertemu dengan Pimpinan Carlos dulu.

Sun Joo : Itu karena kau melakukannya dengan baik sehingga semuanya terselesaikan.

Tae Hee menyapa Jung Won.

Tae Hee : Paman, ciao!

Jung Won : Keponakanku! Hai, hai!

Tae Hee : Dia berkata, hai hai. Heol. Itu kuno sekali.

Sun Joo tertawa mendengarnya.

Foto Channel A
Foto Channel A

Jung Won : Noona, aku pikir aku akan terbang kembali bulan depan.

Sun Joo : Benarkah? Itu hebat. Mari kita pergi melihat musikal dan pameran. Ada begitu banyak hal yang perlu kita lakukan!

Jung Won : Aku kira aku akan jalan-jalan denganmu daripada bekerja.

Sun Joo : Aku akan senang jika kau mau! Bagaimanapun, berhati-hatilah dan cepat sampai di sini!

Jung Won : Oke. Keponakanku juga, sampai jumpa!

Tae Hee : Paman, ciao!

Jung Won : Ciao!

Foto Channel A
Foto Channel A

Video call selesai. Tae Hee bilang, dia senang pamannya akan segera pulang.

Tae Hee : Ngomong-ngomong, Ibu, Hye Rim tidak datang ke sekolah atau akademi akhir-akhir ini. Anak-anak mengatakan bahwa dia merokok dan minum dan bergaul dengan anak-anak aneh. Aku sangat terkejut.

Sun Joo : Sangat terkejut? Bicaralah dengan benar, aku sudah memberitahumu.

Tae Hee : Semua anak mengatakannya.

Sun Joo mencubit gemas pipi Tae Hee.

Foto Channel A

Tae Hee pamit.

Sun Joo : Belajar dengan giat.

Tae Hee turun. Sun Joo melihat Tae Hee yang masuk ke akademi.

Foto Channel A
Foto Channel A

Mi Ra di ruang tengah rumahnya, tengah mengunggah beberapa lukisan di instagramnya.

Mi Ra menulis caption, #kelassenihariini #menggambarwajahyangmenyenangkan #akademiseni #anakanakkreatif

Mi Ra tersenyum lebar mengunggah foto-foto lukisan anak-anak.

Foto Channel A

Myung Seop keluar dari kamar mandi sambil mengelap tangannya dengan handuk basah.

Dia melihat senyum Mi Ra.

Myung Seop : Apa yang membuatmu tersenyum lebar?

Myung Seop duduk di sebelah Mi Ra. Dia hanya memakai singlet.

Myung Seop : Bukankah itu sulit? Mengajar anak-anak itu?

Foto Channel A

Mi Ra menyenderkan kepalanya di bahu Myung Seop.

Mi Ra : Saat aku bersama mereka, aku merasa paling bahagia dan paling nyaman.

Myung Seop : Lalu bagaimana saat kau bersamaku?

Mi Ra pun langsung memegangi kedua pipi Myung Seop.

Mi Ra : Saat aku bersamamu, sayang, aku menjadi penuh perhatian.

Mi Ra menciumi Myung Seop.

Myung Seop kewalahan, oke, aku mengerti. Oke, itu sudah cukup.

Mi Ra pun berhenti mencium Myung Seop dan kembali menyenderkan kepalanya di bahu Myung Seop.

Myung Seop : Tapi … apa kau harus menggunakan media sosial?

Mi Ra : Kenapa? Apa kau khawatir aku akan mengunggah sesuatu tentangmu? “Direktur eksekutif Grup Rahen yang hebat adalah pacarku.” Apa kau khawatir aku akan menceritakannya ke seluruh dunia? Jangan khawatir. Aku juga tidak ingin orang tahu tentang kehidupan pribadiku. Aku hanya mengunggah karya seni anak-anak sehingga orang tua mereka dapat melihatnya.

Myung Seop : Itu bagus kalau begitu.

Foto Channel A
Foto Channlel A

Sun Joo tengah mengendarai mobilnya saat seorang gadis tiba-tiba saja lewat di depannya.

Sun Joo langsung mengerem. Gadis itu jatuh karena terkejut. Sun Joo turun, dia terkejut tahu itu Hye Rim.

Sun Joo membantu Hye Rim berdiri.

Sun Joo : Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Masuk ke dalam mobil. Kita pergi ke rumah sakit.

Hye Rim kesal. Dia menepis tangan Sun Joo dan berkata dia baik-baik saja.

Hye Rim : Mobil itu bahkan tidak menyentuhku.

Hye Rim hampir jatuh.

Sun Joo kembali memegangi Hye Rim.

Sun Joo : Apa kau… minum?

Hye Rim : Bisa beri aku tumpangan?

Foto Channel A

Myung Seop hendak memakai parfumnya tapi Mi Ra datang menghentikannya.

Mi Ra : Tunggu. Siapa yang akan berbau parfum ketika mereka pulang kerja? Bukankah itu aneh? Jangan gunakan parfum.

Myung Seop : Itu benar.

Myung Seop memeluk Mi Ra.

Mi Ra : Ingat, aku menyelamatkan hidupmu.

Myung Seop : Kau penyelamatku. Untuk penyelamatku, apa yang bisa aku lakukan?

Mi Ra menatap Myung Seop dan berkata dia ingin makan sesuatu yang dimasak Myung Seop.

Foto Channel A
Foto Channel A

Myung Seop pun memasak pasta untuk Mi Ra.

Mi Ra tersenyum melihat Myung Seop memasak.

Foto Channel A

Myung Seop selesai memasak. Mi Ra mencicipi pasta Myung Seop.

Myung Seop : Bagaimana?

Mi Ra : Aku paling suka pasta yang kau buatkan untukku.

Foto Channel A

Sun Joo berhenti di depan rumah Hye Rim.

Dia menyuruh Hye Rim masuk. Hye Rin tanpa mengatakan apapun, turun dari mobil dan masuk ke rumah.

Sun Joo memarkirkan mobilnya.

Saat mengambil sesuatu di kursi belakang mobilnya, dia mendengar teriakan Hye Rim minta tolong.

Hye Rim berlari keluar rumah dan berteriak meminta tolong.

Sun Joo melihat dan bergegas mendekati Hye Rim.

Hye Rim : Ajumma, tolong aku.

Sun Joo : Hye Rim-ah, apa yang terjadi?

Foto Channel A
Foto Chhannel A

Sun Joo memeriksa ke dalam. Sontak dia kaget melihat ibu Hye Rim tergeletak di lantai dengan tangan bersimbah darah.

Sun Joo bergegas mendekati ibu Hye Rim dan menghubungi ambulance.

Foto Channel A

Mi Ra selesai makan. Myung Seop berhenti memainkan ponselnya dan meletakkan ponselnya disampingnya.

Mi Ra : Ada musikal yang ingin aku lihat. Apa kau ingin pergi denganku?

Myung Seop : Kau berjanji untuk tidak melakukan ini.

Mi Ra : Aku minta untuk menonton hanya satu musikal bersama-sama. Kau tidak bisa?

Myung Seop : Ada lebih banyak orang yang mengenaliku di luar sana daripada yang kau pikirkan.

Mi Ra : Saat kau begitu berhati-hati, bagaimana kau memindahkanku ke gedung ini?

Myung Seop : Itu karena aku merindukanmu. Kau tidak tahu?

Mi Ra : Aku tahu.

Myung Seop memegang tangan Mi Ra.

Myung Seop : Selama kita berhati-hati, tidak akan ada yang salah.

Mi Ra : Hati-hati… Bagaimana jika aku tidak hati-hati?

Myung Seop : Kau wanita yang cerdas.

Mi Ra : Itu benar. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Ini bagus memilikimu begitu dekat. Setiap kali aku merindukanmu, aku bisa melihatmu.

Foto Channel A
Foto Channel A

Myung Seop ingin mencium Mi Ra, tapi ponselnya mendadak bunyi. Mi Ra kesal.

Myung Seop menjawab teleponnya. Dari Sun Joo.

Sun Joo sendiri baru masuk ke rumah setelah kejadian ibunya Hye Rim.

Sun Joo : Kau ada di mana? Kapan kau pulang?

Myung Seop : Aku hampir sampai.

Myung Seop mendengar Sun Joo cerita tentang kejadian ibu Hye Rim.

Myung Seop : Itu buruk. Kau baik-baik saja, kan? Oke. Aku akan berada di sana.

Foto Channel A
Foto Channel A

Sun Joo tak bisa tidur. Dia mengambil wine nya dan menuangkan ke gelas, sambil memikirkan kejadian Yun Joo.

Flashback…

Foto Channel A

Sun Joo menemukan Yun Joo sudah tergeletak di kamar mandi dengan tangan bersimbah darah.

Yun Joo mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya.

Sun Joo histeris, Yun Joo-ya, bangun! Yun Joo-ya!

Flashback end…

Myung Seop keluar kamar dan melihat Sun Joo di ruang makan.

Myung Seop pun bergegas mendekati Sun Joo.

Sun Joo : Kau bangun karena aku. Maaf.

Myung Seop : Kau pasti sangat terkejut karena ibu Hye Rim. Kau bahkan tidak bisa tidur. Itu bukan urusan kita. Jangan terlalu khawatir.

Sun Joo : Tapi itu terasa nyata.

Myung Seop : Apa itu mengingatkanmu pada adikmu?

Sun Joo : Aku pikir sudah melupakan segalanya, tapi kenangan lama itu muncul kembali. Aku terkejut. Apa aku setidaknya memahami Yun Joo, apa aku setidaknya memihaknya… adikku, Yun Joo, dia tidak akan berakhir seperti itu.

Myung Seop : Kapan kau akhirnya bisa membebaskan diri sendiri dari rasa bersalah terhadap adikmu? Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu menyembuhkan bekas luka di hatimu?

Foto Channel A

Sun Joo menatap Myung Seop dan tersenyum.

Sun Joo : Terima kasih karena kau selalu bersamaku setiap kali keadaan menjadi sulit, karena kau bersamaku, aku bisa menanggungnya. Aku sangat bersyukur kau adalah suamiku.

Myung Seop : Aku lebih bersyukur bahwa kau adalah istriku.

Myung Seop memeluk Sun Joo.

Bersambung ke part 3….

Rahmi Iza