Drama Korea

Show Window : The Queen’s House Eps 15 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 15 Part 1 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Sebelumnya….

Shin Myung Seop marah. Dia bilang, dia akan mencapai puncak. Sebagai Ketua Grup Rahen.

Do Hyeok dan Joon Sang tercengah mendengarnya.

Myung Seop : Apa kalian pikir aku tidak bisa? Lihat saja. Bagaimana dan apa yang aku lakukan.

Di rumah, Sun Joo tengah menonton video rekaman saat Myung Seop mengambil pisau dari bawah meja sepatunya.

Tak lama kemudian, Myung Seop pulang. Sun Joo langsung menutup ponselnya.

Myung Seop mendekati Sun Joo.

Dia tampak kusut.

Myung Seop : Ibu mertua akan dibebaskan besok, kan?

Sun Jo : Ya.

Myung Seop : Bagus, aku senang. Tapi… aku dengar orang yang menyerahkan file galeri ke kejaksaan adalah kau.

Sun Joo : Itu benar. Aku yang menyerahkannya.

Myung Seop ingin tahu darimana Sun Joo mendapatkan bukti itu.

Sun Joo pun tanya, kenapa Myung Seop penasaran soal itu.

Myung Seop : Apa ada alasan kau tidak bisa memberi tahuku?

Sun Joo : Kepala Bagian Kim. Aku mendapatkannya dari dia. Orang yang dipecat tepat setelah Yoon Mi Ra diangkat menjadi direktur.

Myung Seop : Baguslah.

Myung Seop lalu meminta Sun Joo menuangkan anggur untuknya.

Sun Joo : Tunggu di sini kalau begitu.

Sun Joo beranjak ke dapur dan meninggalkan ponselnya di meja.

Myung Seop melirik ke gelas wine Sun Joo. Lalu dia memasukkan obat ke dalamnya. Omo, omo!

Tak lama kemudian, Sun Joo keluar dari dapur membawa wine untuk Myung Seop.

Sun Joo : Aku menantikan hari esok. Sekarang semuanya akan… kembali ke tempat yang seharusnya.

Myung Seop mengajak Sun Joo bersulang.

Sun Joo meminum wine nya, tanpa curiga.

Obat itu adalah obat tidur. Myung Seop mendekati Sun Joo yang tidur pulas. Dia memakai sarung tangan hitam dan memegang pisau itu.

Myung Seop menaruh pisau itu di genggaman Sun Joo. Dia mau mengambil sidik jari Sun Joo. Setelah mendapatkan sidik jari Sun Joo, Myung Seop beranjak pergi membawa pisau itu.

Besoknya, Myung Seop yang baru masuk ke ruangannya, terkejut melihat papan nama Ketua Kim di meja.

Tak lama, Ketua Kim datang.

Ketua Kim marah, Pimpinan Shin. Shin Myung Seop!

Myung Seop : Anda disini, Ketua.

Ketua Kim lalu duduk kursinya.

Ketua Kim : Menghancurkan hati putriku yang berharga dan bahkan menyakiti putraku yang malang, itu tidak akan cukup untuk menghancurkanmu dan Yoon Mi Ra, tapi bercerailah dari Sun Joo. Kau tidak pantas mendapatkannya, tapi aku akan memberimu departemen pakaian sebagai tunjangan.

Myung Seop : Ambil departemen pakaian dan pergi? Aku tidak bisa melakukan itu.

Ketua Kim : Apa?

Myung Seop : Apa kau berpikir bahwa Rahen milikmu? Biarkan aku membuatnya jelas. Rahen adalah milikku. Bukan milikmu, Ketua Kim Kang Im. Itu milikku, Shin Myung Seop. Tidak ada orang selain aku yang dapat memiliki Rahen.

Ketua Tim marah, bajingan gila…

Dua wanita korban Myung Seop, bertemu di makam Yun Joo.

Mi Ra : Aku lihat ketua sudah dibebaskan.

Sun Joo : File yang kau berikan kepadaku sudah ku serahkan ke kejaksaan.

Mi Ra : Tae Yong sudah dibebaskan dari semua tuduhan, kan?

Sun Joo : Ya.

Mi Ra lalu menatap makam Yun Joo. Dia bertanya-tanya, kenapa kesadaran selalu datang belakangan.

Sun Joo : Karena kita manusia. Kita adalah manusia yang bodoh.

Mi Ra : Aku ingat sesuatu yang pernah kau katakan padaku. Kau bilang untuk menghentikan cinta itu. Aku mencoba menghentikannya berkali-kali. Tapi aku tidak bisa.

Mata Mi Ra mulai berkaca-kaca. Sun Joo bilang, orang yang harusnya berhenti bukanlah mereka tapi Myung Seop.

Mi Ra : Cintaku… nyata.

Sun Joo : Cintaku juga… nyata. Tapi dengan cinta itu… Shin Myung Seop menipu kita.

Tangis Mi Ra perlahan jatuh.

Mi Ra : Aku tidak akan pernah memaafkannya.

Sun Joo : Shin Myung Seop menyeberangi sungai yang tidak seharusnya dia lewati.

Myung Seop menunjukkan foto pisau pada Ketua Kim. Lalu dia bilang, orang yang menikam Mi Ra adalah Sun Joo.

Ketua Kim tak percaya.

Myung Seop pun menunjukkan hasil laporan investigasi. Di laporan itu tertulis, DNA yang ada di pisau cocok dengan DNA Sun Joo.

Myung Seop : Sidik jari dan DNA pada pisau telah dikonfirmasi.

Ketua Kim tidak percaya.

Myung Seop : Polisi masih mencari senjata yang sebenarnya. Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menyerahkan pisau dan dokumen itu ke polisi?

Ketua Kim : Kau bajingan…

Myung Seop : Jangan terlalu khawatir. Aku akan melindungi Sun Joo. Sebagai imbalannya, berikan padaku. Rahen.

Ketua Kim marah, Shin Myung Seop!

Myung Seop : Kenapa? Apa kau masih berpikir bahwa aku tidak pantas menjadi pemilik Rahen Grup?

Sun Joo menyuruh Mi Ra tetap berpura2 hilang ingatan.

Sun Joo : Itulah satu-satunya caramu bisa tetap hidup. Saat dia tahu kau sudah mendapatkan kembali ingatanmu, Shin Myung Seop akan membunuhmu.

Mi Ra menghapus tangisnya dan tanya alasan Sun Joo membantunya.

Mi Ra : Bukankah lebih baik aku mati dan menghilang?

Sun Joo : Yoon Mi Ra, mari kita akhiri sekarang. Mari kita mengakhirinya sekali dan untuk selamanya. Shin Myung Seop.

Ye Rang ada di depan sebuah rumah mewah.

Dia menatap layar ponselnya, aku menangkapmu.

Sebelumnya, Ye Rang memasang alat pelacak di mobil Joon Sang.

Ye Rang pun mengetuk pintu rumah itu.

Si pemilik rumah, seorang wanita membuka pintu.

“Apa jokbal-nya sudah datang…”

Wanita itu terkejut melihat Ye Rang, kau siapa?

Ye Rang menerobos masuk.

Ye Rang : Jokbal? yang benar saja. Minggir!

Joon Sang lagi santai di sofa, memakai piyama.

Joon Sang : Siapa yang berteriak begitu keras di depan rumah kita? Itu sangat tidak berpendidikan!

Wanita itu menghentikan Ye Rang.

“Kau siapa?! Kenapa kau menerobos masuk ke rumahku?!”

“Dimana dia?”

Joon Sang terkejut melihat Ye Rang.

Joon Sang : Yeobo.

Wanita itu terkejut mengetahui Ye Rang adalah istri Joon Sang.

Joon Sang coba menjelaskan.

Joon Sang : Sayang, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ini sangat panas, jadi aku masuk sebentar untuk mandi.

Ye Rang : Jika kau akan membuat alasan, buatlah dengan sesuatu yang lebih masuk akal!

Ye Rang memukuli Joon Sang dengan tasnya.

Myung Seop mampir ke toko roti. Habis itu, dia langsung ke rumah Mi Ra. Tapi Mi Ra tak ada di rumah.

Myung Seop lalu melihat sepatu Sun Joo di rak sepatu Mi Ra.

Tak lama, Mi Ra pulang.

Myung Seop : Apa kau dari suatu tempat?

Mi Ra : Ya. Aku merasa tercekik tinggal di rumah sepanjang waktu. Tidak ada yang bisa dimakan juga. Aku pergi keluar untuk makan.

Myung Seop mengerti.

Myung Seop dan Mi Ra makan malam. Myung Seop bersikap manis pada Mi Ra.

Myung Seop : Kau seharusnya memintaku untuk membawa apa pun yang ingin kau makan. Tidak baik berada di luar dalam cuaca dingin.

Mi Ra : Aku hanya pergi ke suatu tempat di sekitar sini.

Myung Seop : Jika kau butuh sesuatu, katakan padaku. Aku akan membawanya dalam perjalanan ke sini.

Mi Ra berusaha menahan diri, baiklah.

Myung Seop : Tapi, kenapa sepatu pernikahan itu… di sini? Itu milik istriku, kan?

Mi Ra kaget mendengar pertanyaan Myung Seop, lalu dia menatap sepatu Sun Joo.

Mi

Ra : Aku tahu. Aku juga tidak mengerti. Di antara barang-barang yang dikembalikan polisi kepadaku sebagai bagian dari bukti adalah gaun pengantin berlumuran darah dan sepatu itu. Aku membuang gaun itu karena berlumuran darah dan membuatku merasa tidak nyaman, tapi aku tidak bisa membuang sepatu pernikahan itu. Kenapa sepatu pernikahan itu menjadi salah satu buktinya? Tidak mungkin Han Sun Joo memberikannya padaku. Apa mungkin kau memberikannya kepadaku?

Mi Ra memegangi kepalanya.

Mi Ra : Sebenarnya apa yang terjadi padaku hari itu?

Myung Seop percaya kalau Mi Ra benar2 hilang ingatan.

Myung Seop kemudian pamit.

Myung Seop : Aku akan pergi sekarang.

Mi Ra : Bawalah.

Mi Ra memberikan paper bag pada Myung Seop. Isinya, sepatu Sun Joo.

Mi Ra : Itu bukan milikku. Itu harus dikembalikan ke pemiliknya.

Sun Joo di rumah, berusaha menghubungi ibunya, tapi tak dijawab.

Ketua Kim sendiri sedang menatap hasil investigasi terkait pisau yang digunakan untuk menikam Mi Ra.

Ketua Kim cemas.

Myung Seop pulang.

Sun Joo : Bagaimana hari ini?

Myung Seop : Aku bertemu ibumu. Aku khawatir, tapi dia terlihat baik-baik saja.

Sun Joo : Benarkah? Tidak ada sesuatu yang baru?

Myung Seop : Seperti apa? Sejak dia kembali bekerja, kami akan membuat perusahaan kembali berjalan normal.

Myung Seop mengembalikan sepatu Sun Joo.

Myung Seop : Mi Ra… menyuruhku memberikannya padamu.

Sun Joo : Apa ingatan Yoon Mi Ra sudah kembali?

Myung Seop : Tidak.

Sun Joo : Mungkin melegakan bagimu jika dia belum mendapatkan ingatannya kembali.

Myung Seop : Maksudmu apa?

Sun Joo : Saat dia tahu kita mengadakan pesta peringatan pernikahan, kurasa dia akan melakukan sesuatu. Tidakkah dia akan merasa dikhianati olehmu?

Sun Joo lalu menatap sepatunya.

Sun Joo : Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku juga tidak membutuhkannya lagi. Ini sudah terlalu kotor.

Sun Joo menaruh sepatunya di atas meja, lalu masuk ke kamarnya.

Myung Seop masih curiga. Dia memikirkan kata2 Mi Ra dan Sun Joo soal sepatu.

Mi Ra : Itu bukan milikku. Itu harus dikembalikan ke pemiliknya.

Sun Joo : Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku juga tidak membutuhkannya lagi. Ini sudah terlalu kotor.

Tak lama, ponsel Myung Seop berbunyi. Telepon dari Pak Yoon.

Pak Yoon : Ada masalah besar. Insiden peniruan dua tahun lalu, broker Cina dari waktu itu ada di Korea.

Myung Seop : Apa? Kenapa tiba-tiba?

Pak Yoon : Aku tidak yakin. Tapi apa kau tahu broker itu datang untuk bertemu dengan siapa?

Pak Yoon lagi minum kopi dengan si broker China.

Pak Yoon lalu menawari si broker China kopi lagi.

Broker China : Ya, aku ingin secangkir lagi.

Saat Pak Yoon membuat kopi, si broker China menaruh alat penyadap di bawah meja Pak Yoon.

Pak Yoon : Pastikan kau berada di pihak yang tepat. Aku tidak tahu berapa banyak yang mereka janjikan padamu, tapi Pimpinan Shin, tidak, berpihak dengan Ketua Shin bermanfaat bagi kita dalam banyak hal.

Pak Yoon kemudian memberikan kopinya ke si broker China.

Broker China : Oh, kopinya enak dan kaya rasa.

Tak lama kemudian, Myung Seop datang.

Bersambung ke part 2…

Rahmi Iza