Show Window : The Queen’s House Eps 12 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 12 Part 2 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Sebelumnya….

Eun Kyung, Ye Rang dan Christina berkumpul.

Eun Kyung : Sun Joo tidak pernah istirahat.

Ye Rang : Aku tidak percaya Ketua ditangkap.

Christina : Sun Joo akan melewatinya. Dia kuat.

Ye Rang : Benar. Suamiku begadang setiap malam karena pekerjaan. Karena semua pekerjaan perusahaan, keluarga kami akan berantakan.

Eun Kyung : Dia begadang setiap malam? Masuk akal bahwa itu keadaan darurat bagi suamiku karena dia seorang pengacara, tapi kudengar suamimu pergi bekerja lebih awal.

Ye Rang pun sewot mendengarnya.

Ye Rang : Lalu apa kau mengatakan suamiku melakukan sesuatu yang lain dan menggunakan pekerjaan sebagai alasan?!

Eun Kyung : Bukan itu yang aku katakan. Kenapa kau berteriak?

Myung Seop pulang, dia baru saja masuk kamar. Sun Joo menyusulnya dan mengambil jasnya.

Myung Seop : Aku bertemu dengan ibu mertua sebelum datang ke sini.

Sun Joo : Bagaimana keadaannya? Kesehatannya baik-baik saja, kan?

Myung Seop : Dia masih berdiri tegak.

Sun Joo : Itu melegakan. Apa dia mengatakan hal lain?

Myung Seop menatap Sun Joo.

Sun Joo : Apa? Apa ada yang salah?

Myung Seop : Serius, kenapa kau menjadi seperti ini?

Sun Joo : Seperti apa?

Myung Seop : Kenapa Han Sun Joo yang ribut-ribut karena tidak bisa menaklukkanku, menjadi begitu tunduk padaku? Apa sebenarnya yang kau rencanakan?

Sun Joo : Setelah kembali ke rumah, aku menyadari bahwa tempatku di sini, di rumah. Seperti yang kau katakan. Dan… aku memikirkannya, apa yang kau sarankan tentang kita hidup berdampingan dengan damai dan bahagia … Sepertinya lebih baik daripada kehilanganmu dan keluargaku. Kau, aku, dan Yoon Mi Ra mencoba untuk hidup berdampingan sepertinya tidak terlalu buruk. Siapa pun yang kau temui, lakukan apa pun yang kau inginkan. Tapi setialah sebagai suamiku dan ayah dari anak-anakku. Itu saja yang aku minta.

Myung Seop merangkul Sun Joo.

Sun Joo sontak kaget.

Myung Seop : Lalu… buktikan. Buktikan kalau perkataanmu itu tidak bohong.

Terpaksalah Sun Joo membuktikannya.

Myung Seop sudah tidur dengan kancing terbuka.

Sun Joo duduk di tepi ranjang dengan wajah menahan kesal.

Paginya, Mi Ra yang lagi melakukan sesuatu dengan beberapa lukisan di laptopnya, disamperin Tae Hee.

Dia langsung menutup laptopnya dan menghampiri Tae Hee.

Mi Ra : Apa yang membawamu kemari?

Tae Hee : Kau sudah cukup sukses. Kau tanpa malu merayu suami orang dengan wajah cantikmu. Dan menjadi direktur Galeri Rahen. Selamat.

Mi Ra : Aku tidak suka caramu mengucapkan selamat kepadaku.

Tae Hee : Apa kau tidak puas dengan mengambil pamanku? Apa itu sebabnya kau merayu ayahku juga?

Mi Ra : Apa yang kau bicarakan?

Tae Hee : Kenapa kau berpura-pura bodoh? Hari itu, mata kita benar-benar bertemu. Hari ketika kau mencium ayahku di rumah kami.

Mi Ra balik ke mejanya.

Mi Ra : Kau datang untuk berdebat tentang itu?

Tae Hee : Tidak, aku datang untuk memperingatkanmu. Jika kau main-main dengan ibuku, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian.

Mi Ra menatap tajam Tae Hee.

Mi Ra : Lucunya.

Myung Seop, Jung Won, Do Hyeok dan Joon Sang kembali rapat.

Banyak dokumen di atas meja.

Myung Seop marah, apa yang sedang terjadi? Kenapa saham Han Sun Joo tidak berubah?

Do Hyeok : Itu yang akukatakan, saham Rahen pasti diserahkan ke Silverstone, tapi milik siapa saham itu juga…

Joon Sang : Jika itu bukan saham Direktur Utama Han, bahkan jika kita membeli semuanya, bukankah kita akan terlalu lemah dalam memperebutkan taruhan? Menurut perhitungan kami, ya.

Jung Won : Mungkinkah salah satu direktur di pihak kita mengkhianati kita?

Myung Seop : Mungkinkah itu sahammu, adik ipar?

Jung Won : Itu bukan aku.

Myung Seop juga menatap Do Hyeok dan Joon Sang. Mereka menggeleng.

Myung Seop pulang. Sun Joo langsung menyambutnya.

Sun Joo : Kau sudah pulang? Aku sudah selesai menyiapkan makan malam.

Sun Joo langsung ke dapur, tapi Myung Seop memanggilnya.

Myung Seop : Tunggu… saham yang diberikan ke Silverstone sebagai jaminan itu bukan milikmu?

Sun Joo tersenyum dan teringat percakapannya dengan Direktur CHoi hari itu.

Direktur Choi : Ada perusahaan perlindungan dana bernama Silverstone.

Sun Joo : Perlindungan dana?

Direktur Choi : Menggunakan saham perusahaan yang aku miliki, ambil pinjaman keamanan. Bagaimanapun, aku menerima saham itu dari ketua. Berkat dia, aku hidup cukup baik selama ini, jadi sekarang aku harus mengembalikannya.

Sun Joo : Terima kasih banyak, Direktur Choi.

Direktur Choi : Kau membantuku dengan mengizinkan anakku yang bodoh untuk menerima perawatan di rumah sakit terbaik di dunia, itu sudah cukup bagiku.

Flasback end…

Sun Joo pun menjelaskannya ke Myung Seop.

Sun Joo : Apa aku tidak memberitahumu? Itu saham Direktur Choi.

Myung Seop : Saham Direktur Choi?

Sun Joo : Ketika dia merekomendasikan Silverstone kepadaku, dia mengatakan bahwa dia akan menggunakan sahamnya sendiri sebagai jaminan. Itu pasti keputusan yang sulit. Aku sangat berterima kasih. Aku sangat khawatir, tapi itu melegakan. Karena itu membantu menormalkan Rahen. Cuci tanganmu.

Sun Joo ke dapur.

Besoknya, Myung Seop melamun di depan jendela ruangannya. Seketaris Kang datang.

Seketaris Kang : Apa anda akan membatalkan rapat pemegang saham?

Myung Seop : Mari kita lakukan seperti yang direncanakan. Hapus saja item pemilihan ketua, dan melaksanakannya sesuai rencana.

Seketaris Kang : Apa anda menyerah?

Myung Seop : Tidak. Aku hanya menundanya sebentar.

Begitu Seketaris Kang pergi, Jung Won datang. Dia menaburkan tiruan Sepatu Victoria di atas meja.

Myung Seop melihatnya.

Myung Seop : Ini adalah tiruan dari desain Victoria.

Jung Won : Seorang karyawan kita menemukannya dipajang di kios toko umum di Dongdaemun. Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita melaporkannya ke polisi?

Myung Seop : Tidak. Tidak akan terlambat untuk melaporkan setelah menyiapkan tindakan pencegahan. Pertama, kumpulkan semua produk palsu yang dipajang di Dongdaemun dengan tim. Dan kumpulkan tim hukum untuk membahas penggunaan merek secara ilegal, dan masalah Undang-Undang Merek.

Jung Won : Ya pak.

Sun Joo teringat saat dia meminta manajer pabrik membuatnya sepatu. Dia memberikan desain Victoria.

Manajer Pabrik : Bukankah ini Victoria?

Sun Joo : Ya kau benar.

Manajer Pabrik : Kenapa dengan ini?

Sun Joo : Aku akan menjual desain ini kepadamu. Beri aku 10 ribu won.

Manajer Pabrik : Kau mengatakan bahwa kau menjual desain Victoria seharga 10 ribu won?

Sun Joo : Ya. Jadi, sepatu yang kau buat tidak akan pernah ilegal . Kau membeli desain secara adil dengan memberikan uang kepada Rahen dan itu adalah sepatu perusahaanmu.

Manajer Pabrik : Bolehkah aku menanyakan alasannya?

Sun Joo : Victoria adalah kesalahan dari awal tercipta. Sebagai gantinya, aku punya syarat.

Sun Joo memberikan flashdisk pada Manajer Pabrik.

Sun Joo : Di dalamnya ada daftar nama klien Cina. Tolong sebarkan sepatu yang kau buat untuk klien-klien ini saja. Secepat mungkin, sebanyak mungkin. Seolah-olah imitasi sedang beredar.

Manajer Pabrik : Ya aku mengerti.

Jung Won ke rumah Sun Joo. Mereka kembali membahas galeri Rahen.

Sun Joo : Uang tunai 1 miliar won?

Jung Won : Dalam buku besar yang disita dari galeri, harga lukisan yang kami beli dari Anggota Dewan Cheon adalah 3,8 miliar won, tapi hanya 2,8 miliar won yang tercatat. Itu berarti sisa 1 miliar won adalah uang tunai.

Sun Joo : Ini perbuatan Yoon Mi Ra. Yoon Mi Ra memanipulasi buku rekening. Aku ingat lukisan Matisse yang kami beli dari Anggota Dewan Cheon seharga 2,8 miliar, tapi… kenapa dikatakan 3,8 miliar di buku besar? Karena ada yang memanipulasinya.

Jung Won : Tapi itu hanya masalah waktu sebelum itu terungkap.

Sun Joo : Waktu. Ini adalah strategi untuk mengulur waktu. Shin Myeong Seop pasti telah merencanakan untuk menjadi Ketua Rahen, sementara ibu berada di tahanan. Apa kau memberi tahu Shin Myeong Seop?

Myung Seop : Ya. Aku mengatakan kepadanya bahwa Yoon Mi Ra ingin mengubah Yeongwon Leather menjadi Yeongwon Trading Co.

Sun Joo : Segera akan ada celah di antara mereka berdua. Celah itu akan membuat sungai besar, sehingga mereka tidak bisa saling mendekat.

Myung Seop di ruangannya masih menatap sepatu Victoria KW.

Seketaris Kang masuk.

Myung Seop : Apa yang kau temukan?

Seketaris Kang : Dongdaemun, Namdaemun, serta toko sepatu lainnya, itu sudah tersebar di seluruh negeri.

Myung Seop : Dari mana asal sepatu ini?

Seketaris Kang : Katanya diimpor dari China. Tapi apa anda ingat insiden Yeongwon Leather palsu dari dua tahun lalu? Saat melihat perkembangan distribusi sepatu, saya menemukan bahwa distributor Cina yang sama yang terlibat dengan Yeongwon Leather mendistribusikan Victoria dengan cara yang sama seperti dua tahun lalu.

Myung Seop : Baiklah. Kau bisa pergi.

Myung Seop lantas pergi membawa sepatu itu.

Dia menemui Pak Yoon di pinggir hutan.

Pak Yoon : Kenapa kau tiba-tiba menelepon untuk bertemu…?

Myung Seop : Aku mendengar ada tiruan dari Victoria di seluruh pasar.

Pak Yoon : Bagaimana bisa…?

Myung Seop : Apa kau melakukan itu?

Pak Yoon : Aku? Tidak, itu bukan aku. Yeongwon Leather hampir hancur setelah kasus dari dua tahun lalu. Apa aku gila melakukan hal yang sama lagi?

Myung Seop : Distributor Victoria di Cina terhubung dengan Yeongwon Leather dua tahun lalu.

Pak Yoon : Aku jadi gila sekarang. Itu bukan aku. Tolong percaya padaku. Aku tidak memiliki file yang terkait dengan transaksi itu karena Mi Ra mengambil semuanya terakhir kali. Aku sudah memberi tahumu bahwa semua informasi di komputerku telah dihapus.

Myung Seop lalu membawa sepatu2 itu ke hadapan Mi Ra.

Myung Seop : Ini ditemukan di Dongdaemun. Mereka diimpor dari Cina.

Mi Ra : Apa kau mengatakan sepatuku palsu?

Myung Seop : Aku pikir begitu.

Mi Ra tertawa.

Myung Seop : Kenapa kau tertawa? Apa kau tidak marah?

Mi Ra : Jika dijiplak maka itu pasti populer. Kenapa mereka membuat tiruan dari merek mewah? Karena mereka sangat menginginkannya. Karena populer dan disukai orang, mereka melakukan penipuan. Mereka tidak bisa membeli barang mewah yang mahal, jadi mentalitas mereka adalah membeli barang tiruan.

Myung Seop : Itu tidak terduga. Aku pikir kau akan marah.

Mi Ra : Kenapa aku marah? Ini adalah bukti bahwa mereka diakui sebagai barang mewah.

Mi Ra mengenakan tiruan Victoria.

Besoknya, Bu Jung, Eun Kyung dan Christina lagi berkumpul di taman Queen’s Club.

Lalu Mi Ra datang, dengan memakai sepatu victoria.

Christina melihat sepatu Mi Ra.

Christina : Astaga… sepatu itu Victoria, kan?

Mi Ra : Ya benar.

Bu Jung : Victoria, yang benar saja. Bukankah itu tiruan yang kau beli di jalan?

Mi Ra : Tidak. Ini sepatu Victoria asli.

Bu Jung : Terserah. Apa itu asli atau palsu, kualitasnya berubah berdasarkan pemakainya. Apa gunanya memakai yang asli ketika orang itu palsu?

Eun Kyung tertawa mendengarnya.

Bu Jung : Sebenarnya, sepatu itu diproduksi oleh perusahaan Han Sun Joo, itu disebut sepatu Ratu atau apa pun. Saat ini, banyak orang yang memiliki sepatu itu. Itu menjadi sangat umum.

Eun Kyung : Aku juga membeli produk asli, setiap kali melihat yang palsu aku tidak bisa memakainya.

Bu Jung : Semua orang melihat yang asli sebagai barang palsu.

Mi Ra : Tidakkah menurutmu itu bukti bahwa mereka populer?

Bu Jung : Populer? Aku tidak berpikir begitu. Aku tidak pernah menyukainya sejak awal. Entah bagaimana desainnya terlihat murahan. Sejujurnya, bukankah itu terlalu jauh untuk menjadi sepatu Ratu? Apa hanya aku yang merasa seperti ini?

Eun Kyung : Aku juga membelinya karena itu dari perusahaan Seon Joo, tapi bahkan aku tidak menyukainya sejak awal. Entah bagaimana, itu terlihat murah.

Bu Jung : Tidakkah menurutmu begitu? Bukankah mereka tampak murah seperti dari toko pinggir jalan daripada toko mewah? Barang murah mudah ditemukan.

Christina hanya tertawa mendengarnya.

Sementara Mi Ra kesal banget.

Mi Ra lagi jalan dan melewati penjaja sepatu.

Penjaja sepatu memajang Victoria di pinggir jalan dan mengatakan harganya 10 ribu won.

Mi Ra kesal, Victoria seharga 10.000 won?

Lalu Mi Ra mengeluarkan beberapa lembar uang.

Mi Ra : Sepatu ini tidak berharga 10.000 won.

Mi Ra membawa pulang semua sepatu Victoria KW nya.

Mi Ra : Victoriaku mereka bukan barang murah.

Lalu Mi Ra memajang sepatu KW nya itu di rak.

Bersambung ke part 3…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like