Show Window : The Queen’s House Eps 1 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 1 Part 4 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Sun Joo dan Mi Ra turun dari kapal.

Mereka bertemu lagi di jembatan. Mi Ra melihat Sun Joo tengah berusaha mengambil foto selfie. Tapi Sun Joo kesulitan mengambil angle yang pas.

Mi Ra langsung mendekati Sun Joo. Dia menawarkan bantuan.

Mi Ra : Haruskah aku memotretmu?

Sun Joo kaget, apa?

Mi Ra : Sepertinya kau sendirian di sini … Bagaimana kalau kita saling berfoto? Haruskah kita melakukan itu?

Mi Ra mulai mengambil potret Sun Joo.

Setelah itu, gantian Sun Joo yang mengambil potret Mi Ra.

Usai saling bantu, mereka berpisah.

Mi Ra di tepi pantai, menatap dua pulau di depannya yang terpisah.

Wajahnya terlihat sedih.

Sun Joo berjalan-jalan di tepi pantai dan melihat Mi Ra.

Sun Joo : Kita bertemu lagi!

Mi Ra tersenyum.

Mi Ra lalu mengatakan sebuah legenda.

Mi Ra : Apa kau tahu? Ada legenda tentang pulau ini. Seorang gadis yang turun dari surga untuk bersenang-senang jatuh cinta dengan manusia dan tinggal di sini dalam persembunyian. Ketika Kaisar Giok tahu, dia meninggalkan gadis itu di sisi itu.

Mi Ra menunjuk pulau kecil di tengah laut.

Mi Ra : Dan manusia di sebelah itu.

Mi Ra menunjuk pulau yang ada di pinggir.

Mi Ra : Agar mereka tidak bertemu. Dan hanya saling memandang.

Sun Joo : Ini mirip dengan The Cowherd and the Weaver Girl. Semua legenda agak mirip. Ini seperti kisah cinta yang sepele.

Mi Ra tersinggung Sun Joo menyebut cinta sepele.

Mi Ra : Apakah kau pikir ada cinta yang sepele? Semua orang menemukan cinta mereka istimewa dan berharga, bukan?

Sun Joo sadar dia salah bicara. Dia mengalah, ya itu betul. Semua orang menemukan cinta mereka menjadi istimewa dan berharga.

Ponsel Sun Joo berdering, telepon dari Myung Seop.

Sun Joo senang, yeobo!

Mi Ra menatap Sun Joo saat mendenga Sun Joo mengatakan ‘yeobo’.

Wajahnya tampak sedih.

Sun Joo : Sekarang, aku berada di tempat yang menakjubkan. Aku sedikit sedih kau tidak di sini. Aku bersenang-senang, jadi jangan khawatir dan lanjutkan pekerjaanmu. Aku mencintaimu!

Setelah Sun Joo selesai bicara dengan Myung Seop, ponsel Mi Ra berdering. Telepon dari Myung Seop. Tapi Mi Ra memilih tidak menjawab.

Tak lama kemudian, Myung Seop mengiriminya pesan.

Myung Seop : Kemarilah, aku akan memberimu alamatnya. Aku akan memberikan alamat… datanglah. Datang ke Yeosu dermaga 10.

Usai mengirimi Mi Ra pesan, Myung Seop kembali bekerja.

Sun Joo mengendarai mobilnya, tapi tiba-tiba, mobil Sun Joo mogok di dekat laut.

Sun Joo bingung, lalu dia melihat bensinnya habis.

Sun Joo turun dari mobil dan menghubungi Myung Seop.

Myung Seop yang lagi kerja, tak mendengar ponselnya bunyi.

Mi Ra kebetulan lewat dengan mobilnya. Dia melihat Sun Joo dan bergegas berhenti. Mi Ra menghentikan mobilnya di depan mobil Sun Joo.

Mi Ra : Apa masalahnya?

Sun Joo : Ah, kita bertemu lagi!

Mi Ra : Apa mobilmu mogok?

Sun Joo : Ini bukan mogok, tapi kehabisan minyak. Aku seharusnya memeriksa.

Mi Ra : Apa kau menelepon agen penyewaan mobil?

Sun Joo : Ya, mereka bilang akan segera datang.

Hari mulai gelap, tapi agen penyewaan mobil belum datang.

Mi Ra masih menemani Sun Joo.

Sun Joo mengenalkan dirinya.

Sun Joo : Aku Han Sun Joo, aku datang dari Seoul.

Mi Ra : Aku Yoon Mi Ra, aku juga dari Seoul.

Mi Ra terus menunggui Sun Joo.

Sun Joo jadi tak enak hati dan takut kalau-kalau Mi Ra ada janji.

Mi Ra bilang dia memang ada janji tapi dia masih punya waktu tersisa.

Lalu agen sewa mobil menghubungi Sun Joo.

Sun Joo : Kau bilang akan segera datang? Jadi, kau tidak bisa datang? Lalu, apa yang harus aku lakukan?

Mi Ra mendengar itu.

Mi Ra : Apa mereka tidak akan datang?

Sun Joo : Ya, mereka mengalami kecelakaan saat datang. Mereka ingin aku menunggu sampai mereka mengirim taksi.

Mi Ra : Apa kau akan pergi ke Shinhye?

Sun Joo : Ya, hotelku disana.

Mi Ra : Kalau begitu, aku bisa memberimu tumpangan.

Sun Joo : Bisakah kau melakukannya?

Sun Joo kembali bicara dengan agen sewa mobil.

Sun Joo : Aku tidak perlu taksi, aku akan mengurusnya. Aku hanya perlu meninggalkan mobilku di sini, kan? Oke, oke.

Sun Joo mengambil tasnya, lalu mengikuti Mi Ra ke mobil Mi Ra.

Dalam perjalanan, Sun Joo kembali mencoba menghubungi suaminya, tapi tak dijawab.

Sun Joo heran, apa dia sibuk?

Sun Joo lalu memberitahu Mi Ra bahwa dia ikut dalam perjalanan bisnis suaminya.

Sun Joo : Suamiku sibuk karena rapat, dan aku pergi sendiri.

Mi Ra : Jadi begitu.

Sun Joo : Mi Ra, apa kau sendiri disini?

Mi Ra : Aku juga datang dengan suami…

Mi Ra meralat ucapannya dan berkata kalau dia datang dengan pacarnya.

Sepertinya Mi Ra hampir keceplosan mengatakan dia datang dengan suami Sun Joo.

Mi Ra : Pacarku juga sibuk karena pekerjaan.

Sun Joo : Kita berada di kapal yang sama. Terima kasih banyak untuk hari ini!

Mi Ra : Tidak banyak yang aku lakukan.

Sun Joo : Sama sekali tidak. Aku adalah orang yang benar-benar tidak kau kenal, kau khawatir padaku dan tinggal bersamaku. Dan kau juga memberiku tumpangan, meskipun terlihat mudah, tidak semua orang bisa melakukannya.

Mi Ra : Tolong berhenti, kau membuatku malu.

Sun Joo : Apa kau ingin makan malam bersama? Aku akan mentraktirmu.

Mi Ra : Tidak, tidak apa-apa.

Sun Joo : Aku lapar, itu sebabnya. Oh ya, kau bilang padaku kau ada janji.

Mi Ra : Aku mungkin harus makan malam sendirian.

Sun Joo : Apakah begitu? Itu bagus, kalau begitu kita harus makan bersama.

Mi Ra : Kedengarannya bagus!

Mi Ra terkejut Sun Joo memesan banyak makanan.

Mi Ra : Bukankah ini terlalu banyak untuk dua orang?

Sun Joo : Hari ini, aku kehabisan tenaga karena banyak insiden. Aku perlu mengisi ulang. Kita harus makan semuanya, tanpa meninggalkan apapun.

Mereka mulai makan.

Mi Ra : Sangat lezat.

Tapi saat membayar, Sun Joo baru sadar dompetnya ketinggalan di taksi.

Mi Ra melihat Sun Joo kebingungan.

Mi Ra : Permisi… ada apa?

Sun Joo : Aku pikir aku meninggalkan dompetku di mobil sewaan. Apa yang aku lakukan?

Mi Ra : Berapa harganya?

Mi Ra mengantarkan Sun Joo pulang.

Sun Joo merasa tak enak, bisakah kau setidaknya memberiku nomormu? Aku akan membayarmu kembali.

Mi Ra : Tidak, itu tidak perlu, jangan khawatir.

Sun Joo : Aku tidak bisa melakukan itu. Itu karena aku merasa tidak nyaman.

Mi Ra : Tidak apa-apa. Aku membuat kenangan indah karena teman seperjalanan. Jadi tidak apa-apa.

Sun Joo : Terima kasih! Aku akan menghargai ini selama sisa hidupku.

Mi Ra : Ya, pastikan untuk mengingatku.

Sun Joo : Selamat beristirahat di perjalanan ini.

Mi Ra : Kau juga, Han Sun Joo.

Sun Joo turun dari mobil Mi Ra.

Setelah Sun Joo turun, Mi Ra langsung pergi.

Sun Joo kembali ke kamar hotelnya. Dan dia melihat Myung Seop belum pulang.

Ada sampanye, cemilan buah dan sebuah pesan di atas meja. Sun Joo membaca pesan itu, dari Myung Seop.

Myung Seop : Sayang, maafkan aku tak bisa bersamamu. Sebagai gantinya, aku memilih sampanye yang mungkin kau sukai. Bahkan jika kau sendirian, habiskan waktu dengan baik.

Sun Joo mengambil sampanye itu, tapi tiba-tiba saja, botol sampanye meluncur dari tangannya dan pecah.

Sun Joo kaget.

Sementara Myung Seop lagi seneng-seneng sama Mi Ra di kapal. Myung Seop memberikan Mi Ra hadiah. Mi Ra melihat hadiahnya. Ternyata sepatu merah yang sangat cantik. Bahkan lebih cantik dari Victoria sih menurut sy.

Myung Seop : Aku memilih sepatu yang cocok untukmu. Ini seksi. Berikan padaku.

Myung Seop memakaikan sepatu itu ke kaki Mi Ra.

Myung Seop : Dari sekarang, tidak peduli kesulitan apa yang menghadangmu, kenakan sepatu hak tinggi ini dan berjalanlah tanpa rasa takut.

Mi Ra memegang tangan Myung Seop. Keduanya sama-sama berdiri dan Mi Ra tersenyum.

Mi Ra : Segala sesuatu yang akan terjadi mulai sekarang, aku pasti akan menang.

Mereka lalu berciuman lagi.

Hye Rim eomma dilabrak seorang wanita. Ternyata Hye Rim eomma berselingkuh dengan suami wanita itu.

Semua tetangga melihatnya. Juga, Tae Hee, Tae Yong dan Hye Rim yang baru pulang.

Hye Rim eomma bilang wanita itu tidak tahu apa-apa.

Wanita itu tambah marah, apa yang aku tidak tahu? Apa kau pikir cinta di antaramu adalah satu-satunya cinta yang indah, dan menyentuh di dunia ini? Beraninya kau?!

Suami wanita itu datang, tapi dia malah membela si pelakor.

“Apa yang kau lakukan, itu memalukan!”

“Jika kau tahu itu memalukan, kenapa kau melakukan sesuatu yang begitu kotor?!” balas istrinya.

Wanita itu ditarik suaminya ke dalam mobil.

Christina ingin mendekati Hye Rim eomma, tapi dihentikan Eun Kyung.

Eun Kyung : Lebih baik tinggalkan mereka sendiri.

Hye Rim yang malu, akhirnya pergi.

Tae Yong merasa kasihan, bukankah kita harus mengejar Hye Rim?

Tae Hee nya gak peduli, tidak perlu, apa yang akan kau lakukan?

Tae Yong : Tapi tetap saja, setidaknya kita harus menghiburnya…

Tae Hee : Menghibur apa?

Sun Joo lagi membereskan pecahan beling botol sampanye nya.

Tiba-tiba, ponselnya berdering dan Sun Joo tersenyum membaca nama si penelpon di layar ponselnya.

Sun Joo : Putriku, apa yang kau lakukan?

Tae Hee : Aku baru saja pulang dari akademi. Kami sedang makan makanan ringan yang dibuat Nona Kim untuk kami.

Tae Yong : Bu, ibu, ada berita besar.

Tae Yong mau ngasih tahu soal keluarga Hye Rim tapi langsung dilarang Tae Hee.

Tae Hee : Setelah sekian lama, ibu bersenang-senang dengan ayah. Apa kau ingin merusaknya?

Tae Hee kembali bicara dengan ibunya.

Sun Joo : Apa masalahnya? Apakah sesuatu terjadi?

Tae Hee : Tidak, tidak ada yang terjadi.

Sun Joo : Serahkan ponselnya pada Tae Yong.

Terpaksalah Tae Hee ngasih ponselnya ke Tae Yong.

Sun Joo : Apakah ada sesuatu yang terjadi?

Tae Yong : Tidak, hanya… aku merindukanmu.

Sun Joo : Ibu juga sudah merindukanmu.

Tae Yong : Tapi, tidak apa-apa jika kau datang sedikit terlambat. Habiskan waktu yang baik dengan ayah. Aku mencintaimu.

Mi Ra menyenderkan kepalanya ke bahu Myung Seop.

Mi Ra : Akankah kau bisa melupakanku?

Myung Seop : Jika kau memintaku untuk melupakanmu, aku akan melakukannya. Jika kau memintaku untuk tidak melakukannya, aku tidak akan melakukannya. Aku harus bagaimana?

Mi Ra : Kau membiarkanku pergi demi aku, kan? Seperti yang kau katakan, aku akan menjalani hidupku mulai sekarang. Kau juga harus menjalani hidupmu.

Mi Ra mengambil botol sampanye yang udah kosong.

Mi Ra : Aku ingin mabuk.

Myung Seop bergegas mengambil sampanye nya lagi.

Saat Myung Seop lagi mengambil sampanye, Mi Ra melihat sepatu merahnya. Dia memakai sepatu lalu berdiri di atas kursi. Tapi Mi Ra tak bisa berdiri stabil karena kapalnya bergoyang.

Besoknya, Sun Joo tengah mengemasi pakaiannya ke dalam koper.

Lalu Myung Seop datang membawa hadiah.

Myung Seop : Ini adalah hadiah untuk ratuku dari hatiku.

Sun Joo : Hadiah?

Sun Joo membukanya. Victoria shoes!

Sun Joo : Victoria, itu di akhir peragaan busana?

Myung Seop : Satu-satunya sepatu yang hanya bisa kau pakai.

Sun Joo senang, terima kasih sayang!

Myung Seop : Berikan padaku.

Myung Seop memakaikan Victoria ke kaki Sun Joo.

Sun Joo senang.

Myung Seop dan Sun Joo bergandengan tangan menuju mobil. Mereka siap balik ke Seoul.

Tapi sebelum masuk mobil, Myung Seop bilang mereka harus datang lagi bersama anak-anak untuk liburan.

Sun Joo : Aku perlu merekam ini. Katakan itu lagi, jadi aku bisa merekamnya.

Sun Joo menyiapkan alat perekam di ponselnya.

Myung Seop menggendong Sun Joo ke dekat pintu.

Sun Joo tertawa.

Myung Seop melindungi kepala Sun Joo, saat Sun Joo masuk ke mobil.

Myung Seop dan Sun Joo tiba di bandara.

Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.

Tapi Myung Seop menerima telepon. Dia terkejut.

Myung Seop bilang dia akan segera datang.

Sun Joo : Apa masalahnya?

Myung Seop : Tiba-tiba, masalah terjadi. Aku harus pergi ke sana dengan cepat. Sampai jumpa di rumah.

Myung Seop bergegas keluar bandara. Dia menyetop taksi.

Sun Joo menyusul.

Sun Joo : Apakah itu sesuatu yang buruk?

Myung Seop : Tidak, tidak ada hal buruk yang terjadi. Jangan khawatir. Masuk ke dalam dengan hati-hati.

Myung Seop langsung pergi.

Sun Joo menghubungi Myung Seop tapi tak dijawab.

Ternyata Myung Seop dalam panggilan dari RS.

“Ini adalah ruang gawat darurat rumah sakit, kau tahu Yoon Mi Ra, kan? Nomormu muncul di panggilan keluar, jadi kami menelepon.”

Sun Joo juga menyetop taksi, tapi dia bingung pergi atau tidak.

Sampai supirnya kesal, apa kau akan masuk atau tidak?

Myung Seop tiba di RS.

Ternyata Mi Ra menelan racun, jadi dia di ruang gawat darurat.

Mi Ra belum siuman. Myung Seop menunggui Mi Ra. Myung Seop mencium tangan Mi Ra.

Tak lama, Mi Ra siuman.

Myung Seop : Apa kau sudah sadar? Apa kau baik baik saja? Kenapa kau melakukan sesuatu yang begitu bodoh?

Mi Ra nangis, aku tidak ingin mempersulitmu. Itu sebabnya, aku ingin putus … Itu tepat bagi kita untuk putus

Myung Seop memeluk Mi Ra.

Sun Joo sendirian di bandara.

Bersambung………

Petugas medis membawa korban ke ambulance.

Kamera menyorot sepatu korban. Itu sepatu Sun Joo.

Sun Joo kah korbannya?

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Our Blues Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Our Blues Episode 8, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. BACA EPISODE…
Be My Boyfriend Ep 5
Read More

Be My Boyfriend Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Be My Boyfriend Episode 5, Nieh Jika Kalian ingin tahu daftarnya di tulisan yang ini.…
Hello, Me! Ep 5 Part 1
Read More

Hello, Me! Ep 5 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 5 Part 1, Kamu bisa tahu link selengkapnya untuk daftarnya di tulisan…
Read More

Red Shoes Ep 9 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 8 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…