Show Window : The Queen’s House Eps 1 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 1 Part 3 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

Malam peluncuran Victoria, brand terbaru Rahen pun tiba.

Pimpinan Kim datang bersama Myung Seop dan eksekutif lainnya.

Pimpinan Kim dan rombongan duduk di tempat yang telah disediakan.

Begitu duduk, Myung Seop langsung celingukan mencari Mi Ra.

Tak lama, dia menemukan Mi Ra duduk di seberangnya.

Myung Seop pun bersikap seolah-olah mereka adalah orang asing.

Para model berlenggak lenggok mengenalkan koleksi Victoria.

Terdengar suara moderator.

“Merayakan 40 tahun berdirinya kami, anda semua diundang ke acara peluncuran merek baru yang secara ambisius disiapkan oleh Rahen. Memperkenalkan “Victoria”.”

Sun Joo ada di barisan para tamu.

Dia menatap Myung Seop yang duduk di seberangnya.

Seorang model keluar dari tengah panggung, untuk memamerkan koleksi utama Victoria.

Mi Ra terhenyak menatap sepatu, koleksi utama Victoria.

Mi Ra teringat saat dia seranjang dengan Myung Seop.

Myung Seop tampak lelah.

Mi Ra : Apa kau mengalami kesulitan hari ini?

Myung Seop : Apakah terlihat seperti itu?

Mi Ra : Ya, aku dapat segera menyadari, bahwa ada sesuatu yang terjadi denganmu. Kasihannya dirimu. Apa yang bisa aku lakukan untukmu?

Myung Seop menatap Mi Ra.

Myung Seop : Kau hanya perlu bersenang-senang denganku.

Mi Ra tersenyum.

Myung Seop langsung menindih Mi Ra.

Mi Ra tertawa keras, andweyo!

Saat menciumi Mi Ra, tangan Myung Seop menyenggol tas Mi Ra di meja yang resletingnya terbuka.

Tas Mi Ra jatuh dan beberapa kertas berhamburan keluar dari tasnya.

Myung Seop mengambil kertas-kertas itu. Dia terkejut, apa ini?

Mi Ra bilang dia mendesain itu karena bosan.

Myung Seop memuji sepatu desain Mi Ra.

Myung Seop : Terlihat bagus!

Mi Ra : Aku akan memberikannya kepadamu.

Flashback end…

Karena itulah Mi Ra terhenyak, karena sepatu Victoria yang dipamerkan adalah desainnya.

Mi Ra menatap Myung Seop. Itulah hadiah Myung Seop untuknya.

Model mulai berlenggak lenggok memamerkan sepatu.

Sun Joo yang melihat itu sepatu, teringat saat dia mendengar ibunya memarahi Myung Seop.

Flashback…

Sun Joo hendak masuk ke ruang kerja ibunya tapi dia malah mendengar ibunya meneriaki Myung Seop.

Pimpinan Kim : Jika kau lebih banyak mengkritik dengan perhiasan, citra dan nilai grup akan jauh lebih baik! Karena sikap keras kepalamu, apa kau tahu berapa banyak kerugian kita?

Myung Seop : Aku akan memastikan untuk menemukan desain terobosan.

Myung Seop bekerja keras di ruangannya, untuk menemukan desain terobosan yang akan menjadi hits.

Lalu Sun Joo masuk membawa camilan.

Sun Joo memihat bahu Myung Seop, kau mengalami waktu yang sulit, kan?

Myung Seop : Aku masih jauh dari selesai. Sebaiknya kau tidur dulu.

Saat hendak keluar dari ruang kerja Myung Seop, mata Sun Joo tak sengaja melihat desain sepatu Victoria di atas meja.

Sun Joo melihatnya.

Sun Joo : Desain ini sangat bagus. Aku suka ini. Seperti tahu bagaimana perasaan wanita. Sayang, seperti sepatu hak ini menggunakan item yang sangat feminin, klasik, dan mewah. Apa pendapatmu tentang meluncurkan merek baru?

Acara peluncuran koleksi terbaru Victoria selesai dan sukses besar.

Terdengar suara moderator, membacakan tagline Victoria.

“Kesempurnaan kecantikan. Kau adalah ratuku. Kau adalah kekasihku.”

Myung Seop tersenyum menatap Mi Ra.

Launching selesai, acara dilanjutkan dengan makan-makan.

Myung Seop mendekati Mi Ra. Keduanya berusaha menjaga sikap.

Myung Seop : Bagaimana itu? Hadiahku untukmu?

Mi Ra : Itu menyentuh.

Myung Seop : Akan ada royalti desain yang disetorkan ke akunmu untuk menyamai penjualan sepatu.

Mi Ra : Benarkah? Aku mendapatkan jackpot. Bolehkah aku memberimu ciuman terima kasih?

Myung Seop langsung terdiam menatap Mi Ra.

Mi Ra tertawa. Dia suka melihat ekspresi wajah Myung Seop yang kayak gitu.

Mi Ra : Apa kau tau setiap kali kau bingung, kau terlihat manis? Aku akan kembali dulu.

Sebelum pergi, Mi Ra berterima kasih karena Myung Seop sudah menjadikan sepatunya sepatu Ratu.

Myung Seop berbisik, kau selalu menjadi ratuku.

Mi Ra bahagia.

Sun Joo masuk.

Mi Ra beranjak pergi.

Sun Jo dan Mi Ra berpapasan.

Myung Seop yang melihat Sun Jo, terkejut.

Mi Ra berhenti berjalan. Dia menoleh sejenak ke arah Myung Seop, sebelum akhirnya benar-benar pergi.

Sun Joo mendekati Myung Seop.

Myung Seop : Kenapa kau ada di sini?

Sun Joo : Kejutan!

Myung Seip : Kau bilang kau tidak bisa datang.

Sun Joo : Kau terkejut, kan?

Myung Seop tertawa, kapan kau datang?

Sun Joo : Tepat sebelum acara peluncuran.

Myung Seop : Kau menyukai pertunjukan itu?

Sun Joo : Sangat keren! Seperti yang diharapkan, suamiku adalah yang terbaik.

Myung Seop : Itu idemu.

Sun Joo : Siapapun bisa memberikan ide tapi membuat batu menjadi berlian yang bagus lebih sulit. Kau benar-benar luar biasa! Tapi, siapa itu? Perancang sepatu Victoria. Karyawan perusahaan kita?

Myung Seop : Desainer web.

Sun Joo : Aku ingin bertemu desainer itu.

Myung Seop : Apa benar-benar ada kebutuhan untuk bertemu? Maksudku, jika kau tidak bergabung dengan perusahaan lagi itu akan terlihat seperti kau tertarik dengan pekerjaan itu. Ibu mertua juga memiliki penyesalan tentangmu. Tidak perlu memberinya harapan yang tidak perlu.

Sun Joo : Ya, itu juga benar.

Pasangan asing mendekati Sun Joo.

Sun Joo : Ruyi, nice to meet you. How have you been?

Ruyi memuji Myung Seop. Dia bilang pertunjukan hari itu benar-benar mengesankan. Dia merasakan martabat seorang ratu dalam desain sepatu dan perhiasan Victoria.

Sun Joo pun meninggalkan Myung Seop dan Ruyi.

Sebelum pergi, dia menatap bangga suaminya.

Sun Joo pergi mencari ibunya.

Sang ibu tengah berbicara dengan Pimpinan Son.

Pimpinan Kim : Kau datang?

Sun Joo : Selamat! Acara peluncuran hari ini sukses besar. Pimpinan, kau juga bekerja keras.

Pimpinan Son : Seperti yang diharapkan, ide bisnismu. Itu masih hidup.

Sun Joo : Tidak banyak yang aku lakukan.

Pimpinan Son : Lalu, silakan lanjutkan percakapanmu.

Pimpinan Son beranjak pergi.

Sun Joo dan ibunya berdebat.

Pimpinan Kim : Tidak perlu menjadi rendah hati. Semua orang tahu bahwa itu adalah pekerjaanmu di acara hari ini.

Sun Joo : Hari ini, nikmati saja dan ucapkan selamat. Ini adalah kesempatan yang bagus.

Sun Joo tengah membongkar kopernya.

Lalu Myung Seop datang sambil menghela nafas.

Sun Joo memuji Myung Seop. Dia bilang Myung Seop sudah bekerja keras.

Mereka berpelukan.

Sun Joo : Melihatmu di tempat selain rumah rasanya begitu berbeda. Rasanya seperti kita berkencan lagi.

Sun Joo menatap Myung Seop.

Sun Joo : Tidakkah menurutmu begitu, Shin Myung Seop-ssi?

Myung Seop : Kau pasti sangat lelah. Kau ingin mandi? Kau ingin aku menyiapkan bak mandi?

Sun Joo : Tidak, aku akan mandi sebentar.

Myung Seop : Lalu, apa kau ingin segelas anggur?

Sun Joo : Mungkin tidak.

Myung Seop langsung gelisah. Sun Joo yang melihat itu bertanya ada apa.

Myung Seop : Aku? Tidak Memangnya kenapa?

Sun Joo : Hanya kau sangat sibuk, apa kedatanganku mengganggumu?

Myung Seop : Itu… pembeli dari Shanghai harus berangkat pagi-pagi sekali. Dia ingin segera bertemu.

Sun Joo : Lalu, segera pergi. Jangan khawatir tentangku.

Myung Seop : Apa kau akan baik-baik saja sendirian?

Sun Joo : Aku baik-baik saja, jadi selesaikan semua pekerjaanmu dengan perlahan.

Myung Seop : Baiklah, aku akan pergi dan segera kembali.

Mi Ra tengah menghias kamar hotelnya.

Tak lama, Myung Seop datang dan melihat banyak lilin menghiasi kamar.

Myung Seop : Apa semua ini?

Mi Ra langsung memeluk Myung Seop dan berkata, itu balasan hadiah darinya atas hadiah Myung Seop.

Myung Seop : Apa kau menyukai hadiahku?

Mi Ra : Ya, itu di luar imajinasiku. Aku pikir itu berubah menjadi lebih baik daripada desainku. Victoria.. berikan padaku.

Myung Seop : itu tidak akan berhasil.

Mi Ra melepaskan pelukannya, oke.

Tapi Myung Seop menahan Mi Ra.

Myung Seop : Kau memiliki bakat. Jangan kehilangan itu.

Mi Ra : Seperti yang diharapkan, kau satu-satunya yang mengenaliku dan membiarkanku bersinar. Aku mencintaimu.

Mira dan Myung Seop berciuman.

Sun Joo berdiri di balkon kamar hotelnya, sendirian.

Mi Ra dan Myung Seop bercinta.

Sun Joo merasa sepi.

Paginya, Myung Seop sarapan dengan Sun Joo di atap gedung hotel.

Sun Joo : Seperti biasa, tempat ini masih sama. Apa kau ingat? Kapan kita berkumpul untuk jalan-jalan terakhir kali?

Myung Seop : Tentu saja. Itu adalah perjalanan pertamaku bersamamu.

Lalu mereka dikejutkan dengan aksi paralayang.

Myung Seop : Jika Tae Hee dan Taeyong mengendarai itu, mereka akan menyukainya. Kita harus membawa mereka ke sini lain kali.

Sun Joo : Ya.

Myung Seop : Oke, ayo makan sekarang.

Habis sarapan sama Sun Joo, Myung Seop menemani Mi Ra sarapan.

Mi Ra sarapan steak. Dia bilang steaknya enak dan ingin menyuapi Myung Seop tapi Myung Seop bilang dia gak lapar.

Mi Ra langsung kecewa dan berhenti makan.

Myung Seop : Kenapa?

Mi Ra : Aku ingin makan di luar bersamamu, bukan bersembunyi di tempat seperti ini. Lusa, kita akan menjadi orang asing. Bahkan jika kita bertemu secara kebetulan, kita akan berpura-pura tidak mengenal satu sama lain.

Mi Ra semakin kecewa saat ponsel Myung Seop berbunyi.

Dia tahu itu dari siapa.

Myung Seop bergegas menjawab telepon Sun Joo. Di contactnya, dia menamani Sun Joo ‘My Queen’.

Myung Seop bilang rapatnya baru saja selesai dan akan segera pulang.

Selesai bicara dengan Sun Joo, Myung Seop pamit pada Mi Ra.

Mi Ra kecewa tapi berusaha tegar.

Sun Joo gak sabar menunggu Myung Seop datang.

Tak lama, Myung Seop datang.

Sun Joo : Apa yang harus kita lakukan hari ini? Kemana kita pergi?

Myung Seop merasa gak enak. Dia bilang, hari ini di ruang pertemuan hotel, pertemuan pembeli telah resmi dimulai.

Myung Seop : Aku mungkin tidak bisa memberimu waktu.

Sun Joo : Itu benar. Ini salahku untuk mengikuti orang yang sibuk. Jangan khawatirkan aku dan lakukan pekerjaanmu. Aku juga bisa bersenang-senang sendirian.

Myung Seop memeluk Sun Joo : Aku minta maaf sayang.

Sun Joo : Bekerja keras!

Myung Seop : Aku akan kembali.

Sun Joo menuju mobilnya tapi pas mau masuk mobil, dia teringat kata-kata ibunya.

Pimpinan Kim : Alasanku memintamu untuk datang ke sini bukan hanya karena itu. Jangan bicara lagi dan datang saja.

Sun Joo mulai mikir macam-macam.

Maka dia langsung mengecek Myung Seop ke ruang pertemuan hotel. Wajahnya tegang.

Tapi disana, dia melihat Myung Seop lagi rapat.

Sun Joo tersenyum dan langsung pergi.

Sun Joo senang-senang sendiri.

Tapi saat sarapan, dia mulai merasa sendiri.

Sun Joo memarkirkan mobilnya di dermaga.

Setelah itu dia menaiki kapal, menyebrang laut.

Tapi di kapal dia bertemu Mi Ra.

Mi Ra ada di kapal yang sama. Angin kencang menerbangkan topi Mi Ra ke dekat kaki Sun Joo.

Mi Ra bergegas lagi ke arah Sun Joo. Sun Joo mengambilkan topi Mi Ra.

Mi Ra : Terima kasih.

Mi Ra langsung pergi setelah mengambil topinya.

Bersambung ke part 4…

15 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 30 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 30 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Start Up Ep 13 Part 1
Read More

Start Up Ep 13 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 13 Part 1, Jika ingin menemukan full lengkap spoilernya pada tulisan yang…