Show Window : The Queen’s House Eps 1 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Show Window : The Queen’s House Episode 1 Part 2 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk….EPISODE SEBELUMNYA DISINI.

(1 tahun yang lalu)

Sun Joo membuka gorden memakai remote.

Kamera menyorot foto keluarganya.

Sun Joo lalu masuk ke kamar aksesorinya.

Dia mengambil salah satu kalungnya.

Setelah itu, dia membetulkan posisi sepatu kacanya yang ada di dalam tudung kaca.

Sun Joo masuk ke kamar tidurnya. Dia menemukan Myung Seop yang masih mandi.

Sun Joo menutup botol parfum.

Setelah itu, dia mengambil jas dan dua dasi di atas kasur.

Dia bingung memilih dasi yang mana yang cocok dengan jas itu.

Myung Seop keluar dari kamar mandi.

Myung Seop : Apa yang kau perdebatkan?

Pilihan Sun Joo jatuh pada dasi berwarna merah maroon.

Sun Joo : Ini akan menyenangkan. Itu adalah tempat di mana semua selebriti Korea akan berkumpul. Kau harus paling menonjol. Keterampilan, sopan santun dan kharisma.

Sun Joo menarik dasi Myung Seop, membuat tubuh Myung Seop mendekat padanya.

Sun Joo : Kau adalah pria yang memiliki segalanya di dunia ini\

Sun Joo berbalik. Myung Seop memeluk Sun Joo.

Myung Seop : Yang terbaik dari semua yang aku miliki adalah kau. Setelah sekian lama, akhirnya kau bisa memiliki waktu santai. Kau harus ikut denganku.

Sun Joo berbalik dan menatap Myung Seop.

Sun Joo : Aku juga ingin pergi tapi aku tidak punya waktu untuk berkencan. Aku harus menjaga anak-anak kita. Kau harus pergi sekarang.

Myung Seop membawa kopernya keluar. Begitu tiba diluar, supir langsung memasukkan kopernya ke mobil.

Sun Joo mengantar Myung Seop.

Sun Joo : Hubungi aku begitu kau tiba.

Myung Seop : Oke, aku akan pergi sekarang.

Myung Seop mencium pipi Sun Joo. Lalu dia menyuruh Sun Joo masuk, dan masuk ke mobil.

Myung Seop tiba di bandara.

Tak lama setelah Myung Seop tiba di bandara, seorang gadis muda yang mengenakan topi berwarna biru juga tiba di bandara.

Sun Joo mengikuti Bazar Hyesol. Dia sibuk melayani pembeli yang membeli dagangannya.

Eun Kyung memperhatikan Sun Joo dan cemas.

Tak lama kemudian, Ye Rang datang.

Eun Kyung langsung berlari menghampiri Ye Rang.

Eun Kyung : Bazar sudah dimulai sejak lama! Kenapa kau sangat telat?

Ye Rang : Apakah Sun Joo baik-baik saja? Eun Kyung-ah, kau memilih milikku, kan? Tapi Sun Joo adalah yang terbaik di sini.

Eun Kyung : Memilih? Semuanya terjual bahkan sebelum aku bisa menyentuhnya.

Ye Rang : Bahkan jika kau tidak dapat membelinya, kau setidaknya harus mengambil foto. Aku terlambat. Di mana dia, di mana?

Mereka melihat Sun Joo.

Myung Seop satu pesawat dengan gadis muda tadi.

Si gadis muda membolak balik majalahnya dengan wajah bosan.

Sementara Myung Seop sibuk dengan tabletnya.

Tak lama kemudian, Myung Seop pergi ke kamar mandi.

Saat hendak mengunci pintu kamar mandi, si gadis muda tiba-tiba saja masuk dan mengunci pintu kamar mandi.

Myung Seop kaget melihat si gadis muda yang tiba-tiba masuk.

“Kenapa kau datang ke sini? ” tanta Myung Seop.

“”Kenapa”? Ini menyenangkan, kan?”

“Apa yang akan kau lakukan jika seseorang melihat?” tanya Myung Seop.

“Lalu, terasa lebih menggairahkan.”

Si gadis muda mencium Myung Seop.

Myung Seop menatapnya takjub, lalu membalas ciuman si gadis muda.

Topi si gadis muda jatuh saat mereka asyik berciuman.

Hari sudah mulai gelap.

Myung Seop di kamar hotel bersama Pimpinan Kim Gang Im dan Seketaris Lee.

Pimpinan Kim : Seperti yang sudah kau ketahui, tapi aku benci perjudian dan petualangan. Jika acara peluncuran yang akan datang gagal kau harus bertanggung jawab penuh.

Myung Seop dengan penuh percaya diri bertanya, apa dia pernah gagal.

Pimpinan Kim : Kenapa Sun Joo tidak ikut denganmu? Dia bisa santai di sini. Aku sudah memintamu untuk membawanya, kan?

Myung Seop : Dia tidak tertarik dengan pekerjaan perusahaan. Kau tahu itu dengan baik, Hwejangnim.

Pimpinan Kim : Aku yakin dia berpura-pura tidak tertarik. Sekarang kau bisa pergi.

Setelah Myung Seop pergi, Pimpinan Kim bertanya pada Seketaris Lee siapa desainer yang dibawa Myung Seop dari luar.

Seketaris Lee : Salah satu karyawan dari perusahaan subkontraktor yang ditangani Rahen.

Pimpinan Kim : Bagaimana hubungan desainer dengan Shin Myung Seop?

Seketaris Lee : Kami tidak menemukan hubungan khusus.

Pimpinan Kim menyeruput tehnya dan memikirkan sesuatu.

Myung Seop berlari keluar dari hotel.

Dan… omo, omo! Dia menyambangi hotel tempat gadis muda itu menginap!

Si gadis muda senang Myung Seop datang. Dia menarik Myung Seop masuk ke dalam.

Sun Joo turun dari mobil bersama kedua anaknya.

Dia melihat tetangganya juga baru turun dari taksi, tapi dengan sempoyongan.

Sun Joo menyuruh anak-anaknya masuk duluan.

Sun Joo : Hye Rim eomma!

Sun Joo bergegas mendekati tetangganya.

Sun Joo : Apa kau kembali dari suatu tempat?

Ibu Hye Rim : Ya, aku punya beberapa pekerjaan.

Sun Joo : Siapa yang akan menjemput Hye Rim?

Ibu Hye Rim : Dia akan datang dengan taksi.

Sun Joo : Kau seharusnya bertanya kepadaku apakah kau sedang sibuk. Ini dunia yang berbahaya. Apa kau minum?

Ibu Hye Rim : Aah, apa aku masih belum sadar dari minum kemarin..?

Sun Joo : Ibu Hye Rim, ada apa hari ini? Apa yang ada di pikiranmu akhir-akhir ini?

Ibu Hye Rim : Apa yang ada dipikiranku..? Entahlah. Menurutmu apa yang ada di pikiranku?

Ibu Hye Rim masuk ke rumahnya.

Sun Joo lagi main catur sama Tae Hee. Tae Yong duduk disamping Tae Hee, hanya menonton.

Tae Hee sebal karena lagi-lagi dia kalah melawan ibunya.

Tae Hee : Aku mati lagi. Seperti yang diharapkan, aku tidak bisa menang melawan ibu.

Sun Joo : Jangan menyerah.

Tae Yong : Aku cemburu pada ayah. Aku ingin pergi bersamanya.

Tae Hee memarahi Tae Yong.

Tae Hee : Pikirkan tentang nilaimu dalam tes tiruan terakhir. Apa kau masih ingin pergi dan bersenang-senang? Hei, ketika aku masih di kelasmu…

Ponsel Sun Joo berdering, telepon dari Pimpinan Kim.

Pimpinan Kim : Bukankah aku sudah memberitahumu untuk ikut dengan Shin Seobang? Ya atau tidak?

Sun Joo : Tidak apa-apa.

Pimpinan Kim : Apa yang dimaksud dengan “tidak apa-apa”? Beritahu Ajumma Kim untuk menjaga anak-anak dan segera datang ke sini.

Sun Joo : Aku juga harus menjemput anak-anak. Aku tidak bisa.

Pimpinan Kim : Kau dapat meminta Supir Yang menjemput mereka, dan ada juga guru penjadwalan dari akademi.

Sun Joo : Ada apa denganmu, ibu?

Pimpinan Kim : Setelah waktu yang lama, kau dapat menonton peragaan busana dan juga bersantai di sini. Kemarilah.

Sun Joo : Aku tahu mengapa kau melakukan semua ini. Aku tidak akan datang bekerja. Jangan terlalu berharap.

Pimpinan Kim : Hanya karena kau memberikan segalanya untuk menjaga anak dan suamimu, apakah kau pikir mereka akan menghargai itu? Mereka akan berpikir bahwa mereka akhirnya sukses karena merasa begitu hebat.

Sun Joo : Aku bukan ibu rumah tangga karena aku ingin dihargai. Aku melakukannya karena aku menyukainya. Ini adalah pilihanku, untuk tinggal di rumah.

Pimpinan Kim : Alasanku memintamu untuk datang ke sini bukan hanya karena itu.

Sun Joo : Apa maksudmu?

Pimpinan Kim : Pokoknya, jangan bicara lagi dan datang saja ke sini.

Pimpinan Kim memutus panggilannya.

Sun Joo heran.

Sun Joo lalu berniat menghubungi Myung Seop, tapi gak jadi.

Sun Joo menatap Tae Hee.

Sun Joo : Bagaimana menurutmu? Haruskah kita bermain sekali lagi?

Tae Hee : Ya, ayo kita mainkan sekali lagi

Myung Seop lagi berendam di kolam renang dengan selingkuhannya. Selingkuhannya merasa seperti mimpi bisa bersama Myung Seop sekarang. Myung Seop bilang itu bukan mimpi.

Selingkuhannya lalu bertanya-tanya, apa yang harus dia lakukan. Dia bilang dia ingin terus melanggar janji mereka.

Myung Seop : Mengingkatmu untuk diriku sendiri tidak adil bagimu.

Selingkuhan : Itu sebabnya. Kau putus karena aku dan untuk aku. Perpisahan kita memang direncanakan dengan benar. Haruskah aku mengumumkan hubungan kita? Bukannya putus?

Myung Seop menatap tajam selingkuhannya.

Selingkuhan : Aku hanya bercanda. Kenapa begitu serius? Sejak awal, kita berjanji ini dan kemudian mulai berkencan dengan benar.

Si selingkuhan ingat janji mereka.

Flashback….

Myung Seop berdiri di depan jendela kamar hotel. Dia hanya memakai kaus dalam.

Sementara selingkuhannya duduk di ranjang, memakai gaun tidur. Mereka habis bercinta.

Myung Seop bilang, baginya keluarganya sangat penting. Selingkuhan berkata, dia tahu itu.

Myung Seop : Tidak ada yang aku bisa lakukan untukmu.

Selingkuhan : Ada sesuatu yang dapat kau lakukan untukku.

Selingkuhan berdiri di depan Myung Seop.

Selingkuhan : Mari kita berkencan tepat satu tahun. Mari kita berkencan. Setelah satu tahun, aku tidak akan menahanmu.

Flashback end…

Gadis muda itu berenang ke depan Myung Seop.

Wajahnya terlihat sedih karena harus putus dengan Myung Seop.

“Kau seharusnya tidak pernah meninggalkan keluargamu. Bersama keluargamu, kau harus hidup ratusan dan ribuan tahun dengan bahagia. Aku akan melepasmu. Jika kau tidak bahagia, aku pikir aku mungkin menderita.”

Gadis itu lalu mengambil dua gelas berisi miras di atas nampan dan berenang ke depan.

Myung Seop mengikuti gadis itu.

Myung Seop : Kau sangat keren, Mi Ra-ku.

Mi Ra pura-pura senyum, apa? Wajahmu terlihat sedih. Haruskah aku menahanmu lebih lama?

Mi Ra mengajak Myung Seop bersulang.

Mi Ra : Untuk perjalanan perpisahan kita yang indah. Untuk kenangan kita.

Mi Ra meminum mirasnya.

Myung Seop memberitahu Mi Ra bahwa besok adalah hari peluncuran mereknya.

Myung Seop memeluk Mi Ra dan menyuruh Mi Ra melihat hadiah yang telah ia siapkan untuknya.

Bersambung ke part 3…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Big Mouth Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Big Mouth Episode 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.Baca…
Read More

Our Blues Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Our Blues Episode 6, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. BACA EPISODE…