Drama Korea

Sell Your Haunted House Ep 14

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Sell Your Haunted House Episode 14. Apabila ingin mengetahui akan spoiler lengkapnya langsung baca di tulisan ini. Jika tertarik untuk part lain dari Episode Sebelumnya ada disini.

foto: VIU

Jia dan in bum mengunjungi ibu pemilik rumah untuk menanyakan alasan dirinya tidak menempati rumah itu dengan jangka waktu yang lama bahkan tidak menjualnya.

Ibu itu pun mengatakan dirinya masih penasaran ayahnya yang menghilang sejak saat itu.

foto: VIU

Ia menceritakan jika dirinya berkelahi dengan adiknya yang kesal karena ayah mereka yang demansia itu tidak mengingat mereka dan ia ingin warisan bagiannya. Dan setelah kejadian itu, ayah mereka hilang entah kemana.

foto: VIU

Sedangkan hwajung mencoba mencari tahu di warga sekitar. Mereka semua yakin jika adik pemiik rumah itu yang membunuhnya karena warisan karena sejak sma suka mencuri uang ibunya untuk bisnis yang selalu gagal.

foto: VIU

Adiknya pergi meninggalkan rumah hingga saat ini dan ia mengira adiknya sudah meninggal sejak lama.

foto: VIU

Ibu itu mengatakan dirinya hanya memiliki foto ini yang selalu ia bawa. Jia juga bertanya apa kesukaan dari ayahnya saat sebelum meningggal. Ayah pemilik rumah itu menyukai makanan manis.

foto: VIU

Foto bersama ayahnya ini yang entah kemana dan tak tahu jasadnya jika meninggal dibunuh adiknya.

foto: VIU

In bum merasa kasihan kepada ibu itu karena terlihat apartemen mahal yang ditinggalinya tak terlihat seperti rumah baginya.

foto: VIU

Setelah mengetahui nama arwah itu, jia langsung menulis jimatnya dan bersiap untuk pengursiran.

foto: VIU

In bum bingung dengan alasan jia yang menyuruhnya membawa gula merah yang banyak ini.

foto: VIU

Sesampai di rumah itu, jia mengeluarkan gula disana dan membuat in bum bingung karena mereka justru mengundang semut.

foto: VIU

Tak lama kemudian jia merasakan kehadiran arwah itu mendekati mereka.

foto: VIU

Dan benar saja arwah itu datang mendekati gula yang ia bawa sehingga jia langsung memasang batas agar arwah tidak bisa kabur.

foto: VIU

Setelah melepas kalungnya, arwah itu langsung masuk ke tubuh in bum.

foto: VIU

Jia langsung menusukkan jimat itu dan seperti biasa in bum mendapat gambaran visual kenangan terakhir arwah.

foto: VIU

Ternyata suatu saat bapak itu sadar dari demansianya sehingga putrinya sangat senang.

foto: VIU

Ia memakaikan setelan baju untuk ayahnya tetapi ternyata ayahnya ini tidak mengenalinya.

foto: VIU

Oleh sebab itu, adiknya merasa kesal harus mengurus ayahnya yang tak mengenalinya ini dan menyuruh kakaknya membawa ke panti jompo.

foto: VIU

Tanpa diketahui mereka, ayah mereka mendengar pembicaraan itu.

foto: VIU

Malam harinya putranya datang dan hendak mencekiknya tetapi ia mengurungkannya dan meminta maaf karena sebenarnya ia kasihan melihat kakaknya yang merawat ayahnya.

foto: VIU

Sehingga ayahnya pun bangun dan pergi malam itu.

foto: VIU

Ayahnya menuju sumur terdekat dari rumahnya dan memutuskan untuk menjatuhkan diri disana.

foto: VIU

In bum sadarkan diri dan terkejut karena mengetahui kebenaran itu.

foto: VIU

Jia mencoba menghiburnya tetapi in bum masih terlihat panik.

foto: VIU

In bum lari menuju sumur yang ia lihat di gambaran visual arwah dan memberitahu jia jika jasadnya pasti ada disini karna bapak itu bunuh diri disini.

foto: VIU

Jia mengatakan jika mereka tidak bisa mengatakan hal kepada keluarga korban karena polisi tidak akan percaya.

foto: VIU

In bum merasa jika ia ingin memberitahu ibu itu tentang kebenaran kematian ayahnya karena hal ini membuat teringat akan dirinya yang tidak tahu kebenaran kematian pamannya.

foto: VIU

Ia mencoba memohon kepada jia jika dirinya hanya ingin memberitahukan jasadnya ke ibu itu.

foto: VIU

Sesampai di rumah, jia memberitahu in bum jika dirinya ini seperti in bum saat masih memulai pekerjaan ini.

foto: VIU

Ia dimaki-maki karena mengungkapkan sebuah kasus jika seorang anak membunuh ibunya.

foto: VIU

Dan tak lama kemudian jia melihat orang itu membunuh putranya dan memutuskan bunuh diri.

foto: VIU

Sejak saat itu jia memutuskan untuk tidak ikut campur saat selesai melakukan pekerjaan. Jia mengatakan jika mungkin kebenaran tidak akan berujung baik.

foto: VIU

Keesokkan harinya in bum bersama mendiang membuka sumur itu untuk mengambil jasad.

foto: VIU

Hwajung memberitahu jia jika sepertinya in bum sudah menemukan jasad itu dan terlihat jia tidak fokus.

foto: VIU

Jia merasa sedih karna kasus ini mengingatkannya kepada dirinya sendiri yang mencoba mempercayai kebohongan.

foto: VIU

Hwajung mengatakan jika kebohongan tak selamanya buruk bahkan kebenaran jauh lebih pait.

foto: VIU

Tim forensik menemukan tulang belulang dari ayahnya ibu itu.

foto: VIU

Ibu itu menangis karena melihat pakaian yang terakhir ia pakaikan itu sudah terlihat hancur.

foto: VIU

Kemudian hwajung dan jia membawa calon pembeli rumah itu. Mereka terkejut melihat in bum yang sedang merapikan tanaman .

foto: VIU

Jia menyuruhnya sadar karena hal ini disebabkan oleh efek samping kebiasaan arwah bapak itu.

foto: VIU

Hwajung membawa masuk calon pembeli untuk melihat rumah. Sedangkan ibu itu teringat akan memori dengan ayahnya di rumah ini. in bum menawarkan diri untuk mencarikan adik si ibu itu tetapi ditolak karena adiknya sudah lama meninggal.

foto: VIU

Ibu itu memutuskan untuk disini karena ingin melihat rumahnya yang mungkin tidak akan melihatnya setelah menjualnya.

foto: VIU

Ibu itu masuk ke kamar ayahnya yang dulu dan teringat masa lalu.

foto: VIU

Ia teringat kenangan bersama ayahnya disana dan membuatnya sedih.

foto: VIU

Tiba-tiba jia dan in bum masuk ke rumah itu dan jia memberitahu jika ayahnya ibu itu tidak dibunuh oleh adiknya.

foto: VIU

Hal ini membuat ibu itu tidak percaya tetapi in bum mencoba menjelakan jika dirinya mendapat kenangan terakhir itu hingga tahu lokasi jasadnya.

foto: VIU

Karena syok ibu itu jatuh pingsan dan membuat keluarganya marah kepada jia dan in bum.

foto: VIU

In bum membawakan minuman kepada jia dan menanyakan keadaannya.

foto: VIU

Tak lama kemudian jichul membawa bapak tua yaitu adiknya ibu pemilik rumah itu.

foto: VIU

Adiknya menjenguk kakaknya yang terbaring tak sadarkan diri dan meminta maaf karna tidak pernah mengunjunginya.

foto: VIU

Ibu itu sadarkan diri dan juga meminta maaf karena salah paham selama hidupnya ini.

foto: VIU

Ibu itu mengunjungi daebak realty untuk berterima kasih karena kebenaran dan ditemukan jasad ayahnya. Dan ia memutuskan untuk tidak menjual rumahnya.

foto: VIU

In bum bertanya alasan jia memberitahu ibu itu padahal ia tidak mau ikut campur urusan keluarga pengusiran.

foto: VIU

Jia mengatakan jika ia kesal dengan sifat in bum yang selalu merengek untuk membantu keluarga yang ditinggalkan.

foto: VIU

In bum merasa senang dan cemas karena sepertinya jia akan menyuruhnya melakukan hal membahayakan seperti saat masuk ke kolam. Namun, jia memberikan minuman kepada in bum dan mengatakan ia tidak akan menyuruhnya apa-apa

foto: VIU

Jia mengatakan apa yang dikatakan ibunya sebelum meninggal yaitu mereka melakukan pengusiran tak hanya untuk arwah tetapi keluarga yang ditinggalkan.

foto: VIU

Hal ini membuat jia teringat dengan ibunya dan membuat in bum merasa tidak enak.

foto: VIU

Ibu itu dan adiknya datang ke rumah masa lalunya dan memutuskan untuk tinggal disana.

foto: VIU

Hwajung merasa kesal karena sudah dua kasus yang gagal dijual dan mendapat komisi tetapi jia menganggap jika tak semua harus berhasil.

foto: VIU

Seperti biasa ia menaruh berkas itu di ruangan khusus.

foto: VIU

Ia tersadar melihat ada tumpukan berkas yang hilang tak biasanya.

foto: VIU

Jia melihat berkas kasus tahun 1979 tak ada disana.

foto: VIU

In bum dan jichul yang masuk ke kamar mereka dan terkejut sudah berantakan.

foto: VIU

Tak hanya itu rumah hwajung juga berantakan sehingga ia panik langsung masuk ke kamarnya.

foto: VIU

Ia merasa lega karena sebuah kotak yang menyimpan berkas kasus tahun 1979 masih disana.

Mutiara Ayu