Secret of Women Ep 2 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret of Women Episode 2 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk. EPISODE SEBELUMNYA HERE.

Kang Woo dan Ji Yoo ada di penginapan. Kang Woo yang salting karena cuma berduaan doang sama Ji Yoo, pura-pura sibuk menyapu lantai kamar. Selesai menyapu, Kang Woo mengambil selimut dan bilang ke Ji Yoo kalau dia mau membersihkan debu yang ada di selimut. Ji Yoo hanya tersenyum geli. Kang Woo lalu keluar.

Diluar, Kang Woo mengibaskan selimutnya. Lalu dia menghela nafas dan kembali masuk ke dalam.

Kang Woo menggelar selimutnya di lantai, dibantuin Ji Yoo. Ji Yoo lalu berkata bahwa dia senang ada di sana.

Ji Yoo : Disini hangat.

Tapi Kang Woo merasa bersalah karena tidak mengajak Ji Yoo ke tempat yang lebih layak. Kang Woo bilang hanya kamar seperti itulah yang ada di daerah itu.

Ji Yoo : Aku menyukainya. Selama aku bersamamu, aku tidak peduli ada di mana.

Kang Woo senang mendengarnya.

Seo Rin berdiri di depan jendelanya, memikirkan kata-kata pria itu.

“Sepertinya kau ingin kembali ke selokan.”

Seo Rin pun kembali teringat masa lalunya.

Flashback…

Ji Yoo dan Seo Rin masih di sekolah. Ji Yoo menggandeng lengan Seo Rin, mereka menaiki tangga. Tapi seorang pemuda memanggil mereka. Mereka menoleh.

Ji Yoo langsung berbisik ke Seo Rin.

Ji Yoo : Itu dia, bukan? Ketua murid yang kau sukai?

Seo Rin : Aku tidak bilang menyukainya. Aku cuma bilang dia hebat.

Pemuda itu bertanya, apa Seo Rin punya waktu?

Ji Yoo berbisik lagi kalau pemuda itu pasti tertarik pada Seo Rin. Ji Yoo menyuruh Seo Rin pergi dengan pemuda itu.

Di halaman sekolah, pemuda itu memberi Seo Rin hadiah. Seo Rin udah senang. Tapi hadiah itu bukan untuk Seo Rin. Pemuda itu bilang, dia terlalu malu memberikan hadiah itu ke Ji Yoo jadi dia minta tolong Seo Rin memberikannya ke Ji Yoo karena mendengar Seo Rin dan Ji Yoo tinggal serumah.

Seo Rin marah dan membuang hadiah itu.

“Hei, apa yang kau lakukan!”

“Berikan sendiri kepadanya. Jangan menggangguku!”

Seo Rin pergi.

Flashback end…

Seo Rin : Jika tidak bisa kembali, aku harus menerimanya. Baiklah. Mari kita lakukan. Aku bukan lagi Hong Soon Bok, tapi Chae Seo Rin. Kang Ji Yoo, mulai sekarang, akan kuambil darimu.

Seo Rin membuat panggilan.

Seo Rin : Ini aku. Aku ingin bertemu dengan Yoo Kang Woo lagi. Di mana lokasi berikutnya?

Sun Ho bersama ibunya di kamar penginapan. Sun Ho lagi main harmonika. Sang ibu memintanya memainkan harmonika sekali lagi.

Sun Ho : Tolong jangan minta diulang. Kita harus tidur lebih awal untuk pergi ke Seoul besok.

Sun Ho menyelimuti ibunya, tapi sang ibu bilang tunggu sebentar.

Sang ibu bangun. Dia membuka laci dan mengambil sebuah kotak.

Nyonya Min : Ayahmu memberikan ini kepada ibu saat dia melamar. Ibu ingin kau menyimpannya. Mengerti?

Sun Ho : Aku tidak membutuhkannya.

Nyonya Min : Setiap kali memikirkan ibu, kau harus melihatnya.

Sun Ho : Tidurlah. Besok kita berangkat pagi.

Sun Ho beranjak keluar.

Omo, kamar penginapan Sun Ho sebelahan sama kamarnya Ji Yoo-Kang Woo.

Sun Ho : Ayah? Aku tidak punya ayah.

Kang Woo dan Ji Yoo masih tejaga. Kang Woo lantas bangun dan menatap Ji Yoo.

Kang Woo lalu membelai pipi Ji Yoo. Setelah itu, dia mau membuka baju Ji Yoo. Ji Yoo pun memejamkan matanya. Kang Woo pun mencium Ji Yoo.

Keluarga Kang Woo tengah berkumpul. Tuan Yoo menanyakan Kang Woo.

Il Goo bilang Kang Woo sedang bersama temannya dan akan menginap.

Tuan Yoo : Apa?

Il Goo : Dia masih muda. Pada usia itu, teman penting.

Tuan Yoo : Terserahlah. Bagaimana perkembangan akuisisinya?

Il Goo : Ada satu tempat yang belum kita dapatkan. Pemiliknya menolak menjualnya dan keras kepala.

Tuan Yoo : Kau terlalu mengulur waktu. Tidak biasanya kau begitu.

Il Goo : Aku akan mempercepatnya.

Tuan Yoo : Serahkan itu kepada Kang Woo.

Jang Mi tak setuju, ayah! Dia terlalu muda. Dia baru selesai wajib militer dan belum bekerja. Kita tidak bisa mengharapkannya.

Tuan Yoo : Ayah ingin menguji Kang Woo untuk melihat caranya melakukannya. Jadi, turuti kata-kata ayah. Berikan kepadanya semua dokumen itu besok.

Jang Mi dan Il Goo masuk ke kamar. Jang Mi kesal sekali.

Il Goo memeluk Jang Mi dari belakang.

Jang Mi : Aku kesal sekali. Ayahku sangat salah. Dia membiarkan Kang Woo membeli lukisan seharga jutaan dan sekarang akan memberinya usaha utama juga.

Il Goo : Aku yakin dia punya niat baik.

Jang Mi : Benar. Apa niat baiknya? Kalian yang mengerjakannya.

Il Goo : Jangan terlalu sedih.

Jang Mi : Maafkan aku.

Jang Mi memeluk Il Goo.

Il Goo : Jangan begitu. Aku yang harus meminta maaf. Yoo Jang Mi yang hebat hanyalah istri manajer umum.

Jang Mi : Aku menikahimu bukan karena latar belakangmu. Aku menikahimu karena menyukaimu.

Il Goo : Tunggu saja sebentar. Aku akan membuatmu lebih tinggi.

Jang Mi : Tidak apa-apa. Pelan-pelan saja.

Il Goo : Jika aku terus mencoba, suatu hari dia akan memerhatikanku.

Jang Mi : Kenapa kau baik sekali? Tidak mudah menjadi pintar dan baik. Aku memilih suami terbaik.

Ji Yoo pulang ke rumah setelah pagi. Dia mengendap-ngendap seperti maling masuk ke rumah. Ji Chan memergokinya.

Ji Chan : Kau ketahuan. Kau berbuat salah? Kenapa kau mengendap-endap masuk?

Ji Yoo : Kau tidak keluar?

Ji Chan : Mana bisa aku keluar. Aku sangat khawatir. Bagaimana jika kakakku keluar dengan seorang pria? Aku khawatir sekali sampai tidak bisa berbuat apa-apa.

Bersamaan dengan itu, Nyonya Song keluar dan mendengar ucapan Ji Chan.

Nyonya Song tanya apa maksud Ji Chan bilang Ji Yoo pergi dengan seorang pria.

Ji Chan nya rese’, dia bilang pasti tebakannya benar karena Ji Yoo bicara terbata-bata.

Ji Chan : Ibu, aku benar. Dia pergi dengan seorang pria.

Ji Yoo menyangkal, tidak. Aku serius.

Nyonya Song : Ayahmu khawatir. Jangan pulang malam.

Ji Yoo : Baiklah.

Ji Yoo pergi ke kamarnya.

Ji Chan : Aku tahu bahwa aku benar. Menurutku dia berbohong.

Nyonya Song : Ji Yoo tidak sepertimu. Khawatirkan dirimu sendiri. Jangan menuduh orang tidak bersalah. Jika kau gagal masuk kuliah, ibu akan mengusirmu.

Ji Chan heran, kenapa mendadak aku yang menjadi target?

Di kamarnya, Ji Yoo senyum-senyum menatap gelang pemberian Kang Woo.

Dia bahagia.

Il Gook memberikan Kang Woo surat tanah. Dia bilang, informasi alamat pemilik tanah ada di sana, jadi, telepon saja.

Kang Woo : Terima kasih. Ini tidak akan mudah. Sejujurnya, aku tidak mau mengikuti cara menindas ayahku dalam berbisnis.

Il Gook : Cobalah dengan caramu sendiri daripada dengan cara Pimpinan. Jangan menindas. Berbaik hatilah dan jadilah pria sejati.

Setelah Il Gook pergi, Kang Woo membuat panggilan.

Kang Woo di lobi hotel. Dia berpesan pada resepsionis, agar menyuruh seseorang menemuinya jika ada yang mencarinya.

Ponsel Kang Woo berdering. Telepon dari Ji Yoo.

Ji Yoo : Kau masih bekerja?

Kang Woo : Ya, aku ada rapat.

Ji Yoo : Kalau begitu kita tidak bisa bertemu hari ini? Aku sedih.

Kang Woo : Tidak, aku akan cepat. Kau mau datang ke sini?

Kang Woo menunggu di restoran hotel. Tak lama, seorang wanita datang. Kang Woo terkejut dan langsung berdiri. Wanita itu Seo Rin.

Seo Rin pura-pura terkejut, Yoo Kang Woo dari Grup Mosung?

Kang Woo : Kalau begitu kau pemilik tanahnya?

Seo Rin tersenyum, benar. Kebetulan sekali. Ini kali ketiga, bukan? Katanya kalau tiga kali, berarti sudah takdir. Senang bertemu denganmu. Aku Chae Seo Rin.

Kang Woo : Halo, aku Yoo Kang Woo.

Kang Woo menyuruh Seo Rin duduk.

Kang Woo : Aku terkejut. Aku kira seorang gangster atau seorang agen. Kau berbeda sekali. Aku sudah siap akan dipukuli.

Seo Rin : Sepertinya tidak. Kau tidak pernah menduga, jadi, jangan lengah. Ini milik kakekku. Tahun ini atas namaku.

Nyonya Park tengah mengepel saat Ji Yoo keluar dari kamar.

Ji Yoo bilang dia mau pergi.

Nyonya Park : Kau mau berkencan?

Ji Yoo : Ya.

Nyonya Park : Astaga. Aku ingin mengetahui apa yang dilakukan Soon Bok. Setiap melihatmu pergi, aku mengingat Soon Bok pergi bersekolah. Aku sudah mencarinya dan ini sudah empat tahun. Aku tidak tahu entah dia masih hidup atau tidak.

Ji Yoo : Aku yakin dia baik-baik saja. Aku tahu dia akan menelepon.

Nyonya Park : Astaga. Maafkan aku. Apa yang kulakukan? Aku bodoh. Kau harus pergi.

Ji Yoo pun pergi.

Pelayan membawakan mereka minuman.

Kang Woo menjelaskan ke Seo Rin bahwa perusahaannya berencana membangun mal untuk warga.

Kang Woo : Setelah mal buka, akan tercipta lapangan kerja dan…

Seo Rin menatap Kang Woo penuh minat dan teringat kata-kata pria yang menyuruhnya.

Flashback…

Seo Rin dan pria itu bertemu di bar.

Pria itu tanya sikap Kang Woo ke Seo Rin.

Seo Rin : Pacarnya terlalu tinggi statusnya. Itu sangat menakutkan.

Pria itu memberikan Seo Rin sebuah amplop.

“Tembok besi memang dibangun untuk dihancurkan. Ambil ini. Aku akan menjadi tangga yang akan menolongmu untuk memanjat tembok besi. Yoo Kang Woo akan datang dengan sendirinya.” ucap pria itu.

Sekilas, pria itu tampak memakai kacamata. Dari perawakannya, pria itu mirip Il Goo.

Flashback end…

Seo Rin : Aku langsung saja. Aku tidak akan menjualnya. Aku tidak akan menjualnya. Tidak akan pernah.

Kang Woo : Kau melarangku lengah, bukan? Jangan terlalu yakin dengan dirimu sendiri.

Seo Rin : Kau akan memaksaku menjualnya?

Kang Woo : Sebenarnya, aku tidak peduli akan dibangun sesuatu atau tidak. Aku hanya perlu memberikan kontrak kepada ayahku.

Seo Rin : Ini hadiah untuk ayahmu?

Kang Woo : Bukan hadiah. Ini lebih mirip kertas ujian. Aku sedang diuji sekarang. Baiklah, karena aku sudah jujur, kini giliranmu. Apa yang kau inginkan?

Seo Rin : Kau mau melakukan semua keinginanku?

Kang Woo : Katakan.

Seo Rin : Mari kita minum. Setelah minum bersama, mungkin aku bisa mengatakan apa yang kuinginkan.

Kang Woo : Maafkan aku, tapi pacarku akan datang.

Sontak Seo Rin kaget mendengar Ji Yoo mau datang.

Seo Rin pun langsung berdiri.

Kang Woo : Tunggu. Nanti kutraktir minum.

Seo Rin : Tidak usah. Sepertinya kita sudah selesai.

Seo Rin beranjak pergi.

Kang Woo : Aku tidak bilang akan menyerah. Nanti kutelepon.

Seo Rin senang Kang Woo masuk perangkapnya.

Seo Rin buru-buru pergi. Tapi di lobi, dia dan Ji Woo berpapasan. Awalnya mereka saling melewati. Tapi kemudian mereka sama-sama berhenti. Seo Rin menoleh dan terdiam melihat Ji Yoo. Ji Yoo juga menoleh. Dia awalnya tidak mengenali Seo Rin, tapi saat menyadari siapa Seo Rin, dia kaget.

Bersambung…..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 39 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 39 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Read More

Red Shoes Ep 41 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 41 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…