Secret Mothers Ep 32 Part 1 (Eps Terakhir)

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 32 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Kepolisian Gangnam heboh dengan tertangkapnya inspektur mereka.

Kepala Park : Bagaimana ini bisa masuk akal? Dia menabrak anaknya sendiri, lalu menjadikan simpanannya sebagai tersangka. Aku terlalu malu untuk mengatakan dia pernah menjadi inspektur kita.

Lalu Jung Wan datang. Mata rekan2nya langsung tertuju padanya.

Kepala Park merasa malu karena pernah memihak Jae Yeol.

Kepala Park lantas bertanya, gimana caranya Jung Wan bisa tahu bahwa Hyun Chul adalah pembunuh dan Hyeon Joo dikurung.

Chi Yeol : Bapak pernah menyuruh kami menyimpulkan kasus Kang dan Kim sebagai kasus bunuh diri.

Kepala Park : Itu karena kita tidak punya petunjuk.

Kepala Park mau pergi tapi sebelum pergi dia menyuruh Jung Wan mengajukan banding atas skors Jung Wan.

Kepala Park : Aku juga akan mencari tahu apakah aku bisa membantumu.

Jae Yeol tanya ke Chi Yeol gimana kabar Jae Yeol.

Chi Yeol : Tidak ada yang berani mendekatinya. Mereka menyuruh kami diam, jadi, semua orang melakukannya. Tapi cepat atau lambat, para reporter akan tahu.

Jung Wan : Kau punya hasil autopsi Kang Hyun Chul?

Chi Yeol : Laporannya belum keluar, tapi saat kami bertelepon, mereka menemukan jejak pembunuhan. Ada memar di punggungnya yang disebabkan oleh orang lain.

Direktur Park datang dan langsung menatap julid Jung Wan.

Chi Yeol berbisik pada Jung Wan, bahwa rumah sakit yang menerima permintaan pengurungan Kim Hyeon Joo bersaksi bahwa Pak Ha yang memerintahkannya.

Chi Yeol : Seluruh dokumen dan perjanjian yang terkait ditandatangani atas namanya. Sepertinya dialah yang memerintahkannya.

Jung Wan mengantarkan Direktur Park ke ruang berkunjung.

Jung Wan : Karena anda tidak melalui prosedur resmi, aku tidak bisa memberi anda banyak waktu.

Jung Wan meninggalkan Direktur Park.

Direktur Park mulai duduk, menunggu Jae Yeol. Tak lama, Jae Yeol datang.

Direktur Park : Kenapa dokumen untuk rumah sakit Hyeon Joo ditandatangani atas namamu?

Jae Yeol : Berhentilah membahas itu. Aku melakukan semuanya.

Direktur Park : Kenapa? Kenapa kau juga menanggung perbuatan ibu? Ibu tidak bisa meninggalkanmu seperti ini. Ibu akan menemukan bukti bahwa ibu mengurung Kim Hyeon Joo jika memang harus melakukannya.

Jae Yeol : Tidak masalah jika aku juga dihukum karena mengurungnya. Aku tidak akan pernah melihat dunia luar lagi. Jadi, kumoho berhentilah. Sert aku tidak bisa memberi tahu ibu tentang ini tahun lalu. Hyeon Joo tidak menabrak Min Ji.

Direktur Park : Tidak! Ibu tidak mau mendengarnya.

Tangis Jae Yeol pecah, maafkan aku, Bu.

Direktur Park : Ibu tidak bisa meninggalkanmu di sini. Ibu akan berusaha semampu ibu untuk membebaskanmu Kau harus siap berjuang.

Eun Young mengunjungi kakaknya. Kakaknya sudah siuman.

Sebelumnya polisi bilang pada Eun Young bahwa Hyeon Joo sudah bisa pulang dalam 3 atau 4 hari lagi.

Polisi : Kami meminta surat penangkapan atas pembujukan dan penculikan anak satu tahun lalu. Polisi akan mengawalnya dari rumah sakit.

Eun Young memegang tangan sang kakak. Dia ingin memasukkan tangan kakaknya ke balik selimut tapi sang kakak balik menggenggam tangannya.

Hyeon Joo : Maafkan kakak.

Eun Young : Yang penting, sekarang aku tahu keberadaan kakak. Tanggunglah akibat atas perbuatan kakak dan relakanlah. Mari kita memulai dari awal.

Hyeon Joo mengangguk.

Eun Young : Sekarang aku ahli dalam hal menunggu.

Yoon Jin masuk ke perpustakannya. Dia menemukan foto keluarganya di atas meja.

Dia terdiam menatap foto keluarganya yang lengkap.

Kita diperlihatkan flashback setelah Jae Yeol tidak menjawab panggilan Yoon Jin. Jae Yeol kala itu ada di kamar Min Joon, tengah menatap boneka Min Ji.

Jae Yeol ke ruang kerjanya. Dia menatap fotonya bersama Yoon Jin dan Min Joon.

Tak lama kemudian, dia membuka lacinya dan mengeluarkan foto keluarganya yang lengkap.

Tangisnya pecah melihat foto Min Ji.

Foto itulah yang kini ditatap Yoon Jin.

Yoon Jin berusaha tegar. Dia lalu menyimpan foto itu di laci dan berusaha menenangkan diri.

Direktur Park datang.

Direktur Park : Benarkah kau akan meninggalkan Jae Yeol begitu saja?

Yoon Jin : Jika tidak meninggalkannya, apa lagi yang akan ibu lakukan?

Direktur Park : Sudah ibu bilang, ibu akan melakukan apa pun demi putra ibu. Itulah yang ibu rasakan di malam kecelakaan itu terjadi. Dia tidak mengatakan apa pun, tapi ibu tahu saat melihatnya. “Bukan Hyeon Joo yang membunuh cucuku.” Ibu merasa bersalah kepadamu, tapi itu melibatkan putra ibu. Ibu harus melakukan apa pun.

Yoon Jin marah, seharusnya ibu tidak ikut campur. Seharusnya ibu menyelamatkan dia.

Direktur Park : Ibu kemari bukan untuk mendebatkan apa yang benar atau salah. Pengacara memberikan ini kepada ibu. Ini membantu jika anggota keluarga menulis petisi atas namanya. Perceraian harus ditunda hingga persidangan. Perceraiannya bisa memengaruhi persidangannya.

Direktur Park memberi Yoon Jin dokumen.

Yoon Jin menatap Direktur Park dengan tatapan jijik.

Direktur Park : Jangan menatap ibu seperti itu. Sekalipun kejadian ini terulang, ibu akan melakukan hal yang sama.

Yoon Jin : Ibu!

Direktur Park : Tidak. Ibu akan bekerja lebih keras untuk menutupi kesalahan putra ibu dengan lebih teliti. Mungkin kau berpikir bahwa ibu tidak normal. Ya. Anggaplah ibu sebagai ibu yang gila karena putranya dan tulislah beberapa kalimat karena belas kasihan. Ibu akan mengambilnya nanti.

Direktur Park berbalik, menghadap pintu. Dia mau pergi tapi Yoon Jin melarangnya datang lagi. Direktur Park bilang dia akan mengutus pengacara untuk mengambil dokumen itu.

Direktur Park pergi.

Yoon Jin menarik napasnya, berusaha meredam emosinya.

Lalu dia membuang dokumen itu ke tempat sampah.

Eun Young nyekar ke makam Min Ji. Dia membawa sebuket bunga putih.

Setelah menaruh bunga di atas makam Min Ji, dia terdiam sejenak.

Eun Young lalu beranjak pergi tapi kemudian bertemu Yoon Jin yang baru datang.

Eun Young dan Yoon Jin bicara.

Eun Young : Kemarin kakakku dipindahkan ke lapas. Saat pergi, dia memintaku menyekar ke makam putrimu. Aku ingin berpamitan dengan Min Ji. Sepertinya aku kemari karena ditakdirkan untuk bertemu denganmu.

Yoon Jin : Kau akan kembali ke Kanada?

Eun Young : Ya. Sekarang aku harus sungguh kembali selamanya.

Yoon Jin : Baru satu musim berlalu, tapi rasanya sudah lama sekali.

Eun Young : Kupikir andai aku tidak memasuki kehidupanmu dengan cara seperti ini, mungkin aku akan perlahan melupakan masa laluku dan melanjutkan hidupku.

Yoon Jin : Kau akan berpura-pura melanjutkan hidup. Sekalipun itu kebenaran yang menyakitkan untuk diketahui, kau tidak bisa menghindarinya. Hanya karena aku tidak tahu, bukan berarti itu tidak terjadi.

Eun Young lalu bilang dia harus segera pergi.

Eun Young : Aku akan ketinggalan pesawat.

Yoon Jin : Jangan merasa bersalah.

Eun Young : Aku merasa bersalah mengatakan ini, tapi semoga kau hidup bahagia bersama Min Joon.

Eun Young beranjak pergi. Yoon Jin juga beranjak ke makam Min Ji.

-3 bulan kemudian-

Hye Kyung tengah menikmati pijatan dari kursi pijatnya.

Tapi kemudian dia merasa sedih.

Hye Kyung : Semua orang sudah pergi dan aku ditinggal sendiri. Dengan perginya para ibu, seluruh kompleks terasa kosong.

Ponselnya berbunyi. Video call dari Sung Hwan.

Hye Kyung : Kenapa kau melakukan panggilan video denganku?

Sung Hwan : Karena aku merindukanmu.

Hye Kyung : Belum lama berlalu sejak kita berpisah.

Sung Hwan : Sesering apa pun melihatmu, aku terus merindukanmu.

Hye Kyung : Astaga, Sayang.

Terdengar suara Soo Min.

Soo Min : Bisakah ibu datang ke kamarku?

Hye Kyung : Baiklah.

Hye Kyung langsung ke kamar Soo Min. Ternyata, Sung Hwan ada di sana.

Soo Min : Ayah tidak mau bermain karena sibuk melakukan panggilan video bersama ibu.

Sung Hwan : Soo Min, kau sudah mendapatkan semua negara di permainan ini, tapi permainannya tidak kunjung selesai.

Hye Kyung : Jika kau bilang akan menghabiskan waktu bersamanya, fokuslah. Keluarlah. Aku akan menyiapkan camilan.

Sung Hwan langsung berdiri.

Sung Hwan : Apa maksudmu? Biar aku saja. Jangan mengotori tanganmu. Lagi pula, kau sedang hamil.

Hye Kyung : Aku mampu melakukannya.

Sung Hwan : Tidak boleh. Duduklah saja di sini. Katakan apa pun keinginanmu. Aku akan membawakannya.

Hye Kyung duduk.

Hye Kyung : Baiklah, kalau begitu. Aku sudah membuat adonan pai. Letakkan di loyang, lalu panggang. Lalu buat minuman kocok dari kacang dan tahu dengan perbandingan 1:1.

Soo Min : Aku ingin tambahan pisang, Ayah.

Sung Hwan terlihat bingung tapi kemudian dia berkata akan melakukannya.

Sung Hwan : Aku akan melakukan apa pun untuk keluargaku. Aku pasti bisa.

Hwa Sook selesai melakukan pekerjaannya di bank.

Tapi dia malah memberikan berkas hasil kerjanya ke rekannya.

“Astaga. Kau akan memberikan ini kepadaku?”

“Aku hanya pekerja paruh waktu yang tidak butuh kinerja hebat. Penilaian kinerjamu sebentar lagi dan sepertinya hari ini kau tidak begitu sukses.”

“Kapan kau mendapatkan semua ini? Aku sudah menduganya saat melihat betapa cakapnya dirimu. Kenapa tidak mencoba bekerja di sini dengan kecakapanmu itu?”

“Aku ragu bisa menjadi pegawai tetap di usia ini. Kebaikan tetaplah kebaikan. Aku ingin merasa puas dengan apa yang kumiliki.”

“Aku iri kau bisa pulang tanpa melembur.”

Hwa Sook melirik jamnya.

Hwa Sook : Astaga. Putraku akan segera pulang. Aku harus membuat camilan dan menunggunya. Aku permisi dahulu.

Hwa Sook beranjak pergi.

Hwa Sook memberikan camilan pada Ji Ho yang lagi belajar.

Hwa Sook : Kau memperbarui materi belajarmu sekali lagi.

Ji Ho : Aku punya kebiasaan baik, bukan?

Hwa Sook : Itu baru putra ibu. Dahulu kau tidak menurut saat disuruh belajar, tapi sekarang kau melakukan semuanya tanpa harus disuruh. Anak pintar. Selagi membahasnya, karena sekarang kau terbiasa belajar sendiri, bagaimana jika kau belajar untuk Akademi Sains untuk Anak Berbakat?

Hwa Sook mengambil buku sains dari laci meja.

Ji Ho menghindar, hampir lupa. Aku hendak bersepeda bersama teman-temanku.

Hwa Sook : Baiklah. Pastikan kau memakai helm. Jangan terlambat untuk makan malam. Kita akan makan saat ayah pulang.

Ji Ho pergi.

Hwa Sook menatap buku sains itu dan menghela nafas.

Hwa Sook : Baiklah. Dia akan melakukannya sendiri saat ingin melakukannya.

Ponselnya berbunyi. Pesan dari Ji Ae.

Ji Ae : Semoga kau tidak lupa soal besok. Jangan terlambat.

Hwa Sook : Hampir saja lupa. Acaranya besok.

Bersambung ke part 2….

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Artificial City Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Artificial City Episode 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.…
Read More

The Penthouse 3 Ep 30

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 30, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…
Mine Ep 4 Part 2
Read More

Mine Ep 4 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 4 Part 2, Untuk cara membaca linkrecap lengkap di tulisan yang ini ya.…